Kesehatan Ibu & Anak

Sebab Daging Sapi Memiliki Banyak Kebaikan, 5 Resep MPASI Dari Olahan Daging Sapi Giling Ini Pun Bisa Bunda Coba!

pexels-photo-416458

Bukan hanya nikmat, nyatanya daging sapi juga menyimpan banyak protein. Pun daging sap mengandung vitamin B, D, dan zat besi yang baik untuk tubuh. Mengingat kebaikan-kebaikan yang dimiliki oleh daging sapi, anda dapat memasukkan daging sapi dalam MPASI bayi anda.

Agar lebih mudah dicerna, usahakan untuk memberikan daging sapi yang telah digiling untuk bayi anda. Berikan secukupnya. Bila anda masih bingung bagaimana cara membuat MPASI dengan bahan dasar daging sapi giling, anda dapat melihat resep berikut ini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kiat Agar Si Kecil Berani Tidur Sendiri

bed-child-cute-101523

Bun, saat si kecil sudah bertambah besar, akan ada tantangan baru yang akan Bunda hadapi. Salah satunya urusan tidur. Umumnya, anak-anak terbiasa tidur bersama orangtuanya sejak bayi. Hal ini yang kemudian akan membuat tantangan baru bagi orangtuanya lantaran si kecil tak mau tidur di kamar yang terpisah dari orangtuanya. Padahal, anak yang berani tidur sendiri akan jauh lebih mandiri lho Bun.

Tenang, ada caranya supaya si kecil berani dan mau tidur sendiri. Tapi Bunda perlu ingat, tentu akan ada yang namanya proses penyesuaian, dan memang butuh kesabaran ekstra. Karena mungkin bagi si kecil, proses ini tidaklah mudah dan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan sampai anak benar-benar terbiasa tidur sendiri. Untuk itu, Bunda dan pasangan juga harus menyiapkan diri dengan kesabaran dan berbagai trik agar anak mau tidur di kamar yang terpisah.

Mulailah Pelan-pelan, Si Kecil dan Bunda Perlu Sama-sama Belajar

Sebaiknya Bunda pun juga harus mempersiapkan si kecil untuk belajar tidur sendiri dari jauh-jauh hari supaya ia pun tak kaget. Satu hal yang penting, tak usah menakut-nakuti anak dengan cerita yang seram atau ancaman agar ia mau tidur sendiri sebagai senjata untuk mendisiplinkan anaka.

Di lain sisi, Bunda justru harus menyiasati supaya anak merasa antusias dengan kamar barunya. Libatkan anak dalam menata kamar tidurnya mulai dari warna cat, pilihan sprei, dan berbagai perabot kamar lainnya. Di lain sisi, berikan juga “pancingan” lain semisal kebebasan anak untuk membangun istana boneka sendiri atau membuat hiasan sesuka hatinya.

Yang penting cobalah untuk membimbing si kecil agar dapat membangun pengalaman yang menyenangkan di kamar barunya ya Bun.

Jelaskan dan Berikan Pengertian Padanya Tentang Perubahan yang Terjadi

Si kecil yang menolak untuk tidur sendiri biasanya karena ia tak mengerti bahwa ada perubahan yang terjadi dan butuh penyesuaian untuk hal itu. Karenanya, berikan pengertian padanya sampai ia mengerti bahwa waktu tidur sendiri adalah kebiasaan setiap orang saat mereka beranjak dewasa.

Dengan memberikan pengertian, Bunda pun membuka komunikasi dan ia pun semakin mengerti bahwa tak selamanya kebiasaannya di masa kecil bisa terus dilakukan bersama orang dewasa.

Jadikan Kamar Baru Sebagai Kejutan dan Hias dengan Ornamen yang Ia Suka

Supaya si kecil mau tidur di kamarnya sendiri, ia harus merasa aman dan nyaman dalam kamarnya. Maka, aturlah agar kamar anak terasa hidup tapi cukup tenteram untuk beristirahat. Siapkan boneka-boneka, bantal, dan guling supaya anak merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan juga si kecil menyimpan mainan kesukaan atau buku bacaan yang ia inginkan di dalam kamar supaya timbul rasa memiliki dan anak cepat betah di kamar barunya.

Atur Waktu Tidur Anak dengan Baik supaya Ia Memiliki Jam Tidur yang Teratur

Si kecil akan susah tidur kalau jam biologisnya berantakan. Untuk itu, Bunda harus memastikan bahwa anak tidur pada waktunya. Jangan memaksanya untuk tidur terlalu cepat, tapi usahakan agar anak tidak tidur melampaui jam tidurnya.

Jika anak sulit terlelap di malam hari, Bunda bisa memotong atau memajukan jam tidur siangnya. Pastikan juga si kecil sudah kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum tidur agar dia tidak menjadikan hal-hal ini sebagai alibi untuk keluar dari kamarnya di malam hari.

Dan Selalu Hargai Usaha Si Kecil ya Bun

Supaya anak lebih semangat untuk belajar tidur sendiri, Bunda bisa memberikan imbalan setelah ia berhasil tidur sendiri di kamarnya. Pastikan imbalan tersebut bersifat sederhana dan tidak terlalu berlebihan namun membuat anak merasa senang saat menerimanya.

Bunda dapat memberikan ciuman, pujian, dan ucapan terima kasih di pagi hari. Bunda pun dapat menghidangkan menu sarapan favoritnya sebagai bentuk apresiasi. Jika usahanya dihargai, maka si kecil pun semakin terpacu untuk belajar tidur sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tasya Kamila-Randi Bachtiar Mulai Rasakan Repotnya Mengurus Buah Hati

tasya

Tasya Kamila dan sang suami, Randi Bachtiar baru saja menggelar akikah untuk anak pertama mereka, Arrasya Wardhana Bachtiar. Mereka juga menceritakan kesehariannya setelah tujuh hari menjadi orangtua. Randi mengaku efek yang dirasa pasca menjadi ayah tentu saja kurang tidur.

“Makin kurang tidur, sahur, salat. Pas baru mau tidur sudah nangis lagi. Pagi kita ngejemur bayi, jadi bangun lagi penuh tantangan,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com, Senin (20/5).

Tasya pun tak menampik tantangan yang dihadapi Randi. Sebagai ibu baru, ia juga mengungkapkan sulitnya menyusui sang buah hati.

“Menyusui challenge buat aku, ada aja drama mengasihi. Kita jalani dengan ikhlas dan semangat melalui asi. Senang lihat anaknya kenyang ASI walau lecet luka,” tuturnya. Tasya Kamila dan Randi Bachtiar juga sudah membagi tugas untuk membantu mengurus anaknya. Dan Randi mengaku awalnya agak kerepotan saat menggantikan popok anaknya.

“Aku senang gantiin popok, agak jijik awalnya, tapi ya dijalanin saja,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hal yang Perlu Bunda Ketahui Tentang Prosedur Sunat Pada Bayi

perkembangan bayi usia 1 bulan

Bagi para orangtua di zaman sekarang, budaya sunat pada bayi laki-laki yang dilakukan beberapa hari setelah hari kelahirannya sudah menjadi hal yang lazim untuk dilakukan. Dalam agama tertentu, sunat memang sangat dianjurkan guna kesehatan organ vital laki-laki. Sunat sendiri merupakan sebuah pilihan bedah untuk menghilangkan lapisan kulit, yang disebut kulup, yang menutupi kepala penis.

Bahkan selain karena anjuran agama, dalam dunia medis sunat pun memberikan manfaat yang luar biasa. American Academy of Pediatrics memaparkan, banyak manfaat yang akan didapat bila laki-laki melakukan sunat. Salah satunya, memperkecil kemungkinan terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Ya Bun, sunat sudah menjadi sebuah tindakan pencegahan. Lebih jauh lagi, sunat juga mampu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual dan infeksi HIV pada laki-laki. Bahkan untuk perempuan yang menikahi laki-laki yang sudah disunat, hal tersebut membantu mencegah risiko kanker serviks untuk perempuan.

Bolehkah Sunat Dilakukan Pada Bayi Laki-laki yang Baru Berusia Beberapa Hari?

Mengenai kapan sunat sebaiknya dilakukan, mayoritas orangtua mulai menyunat anaknya yaitu ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu, kini banyak juga ditemui orangtua yang memutuskan untuk menyunat anak-anak bahkan ketika masih bayi. Mungkin masih banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah aman bila memutuskan menyunat bayi di usianya yang baru beberapa hari?

Terkait dengan itu, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan, sunat pada bayi laki-laki dapat dilakukan bila bayi tersebut lahir dalam keadaan stabil dan sehat, Bun. Selain itu, pihaknya menyebutkan jika ada beberapa kondisi tertentu yang disarankan untuk menunda menyunat bayi baru lahir. Seperti ketika bayi lahir prematur, bayi dengan kelainan bawaan, atau mengalami masalah dengan darah dan memiliki riwayat gangguan darah. Sebab, bayi dengan kondisi seperti itu, jika dipaksa disunat, khawatir menimbulkan risiko yang tak diinginkan.

Tapi di lain sisi, Canadian Pediatric Society justru tidak menyarankan orangtua untuk melakukan sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir. Bila Bunda tetap ingin melakukannya, disarankan untuk konsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah kondisi si kecil boleh disunat atau belum.

Tapi Kenali Dulu Risikonya Bun

Menurut Craig Peters, M.D, kepala Pediatric Urology, ada dua risiko paling umum yang akan terjadi jika bayi baru lahir disunat. Yaitu perdarahan dan infeksi sekalipun potensi risiko tersebut relatif rendah.

“Kami akan bertanya kepada orangtua apakah ada riwayat keluarga dengan gangguan perdarahan seperti hemofilia, sebelum kami melakukan sunat. Setelah prosedur, beberapa bayi mungkin mengalami infeksi pada sayatan, meskipun ini jarang terjadi,” jelasnya seperti dikutip dari situs UT Southwestern Medical Center.

Peters kembali menjelaskan, infeksi serius juga jarang terjadi, tetapi dapat mencakup perdarahan berlebihan atau infeksi kulit yang memasuki aliran darah. Sangat jarang kesalahan bedah dapat terjadi saat ujung penis dilepas, kondisi ini hampir selalu dapat diperbaiki.

Dari informasi yang telah dijelaskan, sebenarnya memang tak ada salahnya sunat pada bayi laki-laki, tapi dengan catatan jika bayi berada dalam kondisi yang sehat. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Lalu Apa Manfaat Sunat pada Anak Laki-laki yang Masih Bayi?

Sejatinya memang tak ada anjuran mengenai usia yang tepat untuk sunat. Khusus bayi dan anak-anak, asalkan penis anak normal, tidak terlalu kecil atau mengalami masalah lain pada penis, anak bisa saja disunat. Pasca sunat, Bunda harus memperhatikan perawatan si kecil ya Bun terutama aspek kebersihannya supaya terhindar dari infeksi.

Para dokter mengungkapkan, usia bayi merupakan usia di mana perubahan jumlah sel manusia terjadi paling cepat dan paling banyak. Jadi, sepanjang usia manusia dari bayi sampai tua, sel berlipat ganda untuk sembuh dan tumbuh paling banyak saat usia bayi. Selain itu, saat usia bayi kurang dari 6 bulan, biasanya anak belum bisa tengkurap, sehingga kondisi ini akan lebih memudahkan proses keringnya luka lho Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top