Parenting

Sebab Buku Adalah Jendela Dunia, Bunda bisa Menstimulasi Anak Agar Gemar Membaca Sejak Dini

f04c8b796c957d60

Membaca merupakan kebutuhan setiap orang. Tidak peduli apakah itu orang dewasa maupun anak-anak. Karena dengan gemar membaca, maka akan ada banyak sekali informasi yang diperoleh. Tapi bagaimanakah cara untuk menumbuhkan rasa gemar membaca pada anak? Tidak semua anak gemar untuk membaca. Beberapa dari mereka justru lebih senang bermain atau berlari kesana kemari.

Hal ini terkadang membuat orangtua menjadi sedikit jengkel. Bagaimana tidak, saat anak-anak yang lain asyik  belajar membaca, si kecil justru tidak mau untuk belajar membaca. Tapi Bunda tidak perlu hawatir. Melalui tips-tips di bawah ini, Bunda bisa belajar bagaimana cara untuk membuat agar anak gemar membaca.

Gunakan Buku sebagai Alat untuk Berkomunikasi dengan Anak

Bunda bisa mengupayakan untuk sesering mungkin membacakan buku di depan anak, misalnya saja saat sedang memangku si kecil. Bunda bisa sambil membacakan buku cerita bergambar yang kira-kira disukai oleh anak. Dengan begitu anak akan terbiasa dengan keberadaan buku sebagai alat untuk menjalin kedekatan dan komunikasi dengan Bunda.

Usahkan Untuk Membacakan Buku dengan Antusias ya Bun

Agar anak memiliki kegemaran membaca, maka Bunda haruslah membacakan buku dengan penuh antusias. Misalnya saja, jika yang Bunda bacakan adalah buku-buku cerita, maka bacakanlah buku tersebut dengan ekspresi dan suara yang berbeda-beda sesuai dengan tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Cara ini akan lebih menarik dibandingkan dengan Bunda membaca buku dengan intonasi datar.

Buat Jadwal Rutin untuk Membaca Buku Bersama Anak

Cara yang lain untuk menstimulus anak agar gemar membaca adalah dengan membuat jadwal membaca bersama secara rutin. Bunda bisa menentukan waktu yang kira-kira pas untuk dijadikan sebagai momen membaca bersama. Misalnya saja sebelum tidur, saat sore hari, dan waktu-waktu yang dirasa tepat. Dengan begitu, anak pun akan terbiasa untuk membaca buku.

Lakukan secara Rutin ya Bun!

Memang terkadang karena suatu kesibukan atau keadaan lainnya, membuat orangtua tidak selalu bisa menemani anak untuk membaca. Namun sebisa mungkin Bunda tetap melakukan rutinitas tersebut, bahkan saat kondisi sedang mengantuk pun usahakan untuk tetap melakukan rutinitas tersebut. Selain mengajarkan sikap disiplin pada anak, rutinitas tersebut bisa memperbanyak perbendaharaan kata pada si kecil.

Pilih Bacaan yang Sesuai dengan Usia Anak

Sebagai orangtua, Bunda harus pandai-pandai dalam memilihkan jenis buku yang tepat untuk bacaan anak. Anak balita akan lebih menyukai buku-buku cerita dengan gambar-gambar yang mencolok. Sedangkan anak yang usianya di atas lima tahun, kesukaannya pada buku yang penuh gambar-gambar akan cenderung berkurang. Selain usia, Bunda pun perlu mempertimbangkan jenis kelamin anak. Tentu bacaan-bacaan yang menjadi kegemaran anak laki-laki berbeda dengan bacaan yang menjadi kegemaran anak perempuan. Begitu juga dengan gambar-gambarnya.

Ajaklah Buah Hati untuk Berkunjung ke Perpustakaan

Sesekali Bunda bisa mengajak si kecil untuk pergi ke perpustakaan umum atau toko buku. Biarkan dia memilih sendiri jenis buku yang ingin dia baca.Tempat-tempat seperti ini akan menambah pengetahuan anak terhadap aneka jenis buku.

Batasi Waktu Anak untuk Bermain Gadget atau Menonton TV

Tidak dipungkiri bahwa para gadget merupakan kebutuhan para orangtua jaman sekarang. Beberapa orangtua kadang terlalu asyik bermain dengan gadgetnya. Namun ternyata hal ini tidak baik untuk perkembangan anak. Orang tua yang terlalu sering bermain-main dengan gadget akan membuat anak juga gemar bermain gadget.

Selain gadget, TV juga tidak baik untuk perkembangan anak. Sebaiknya anak yang berusia dibawah 2 tahun tidak menonton TV. Dan pada anak yang berusia di atas 3 tahun hanya boleh menonton TV maksimal 1 jam setiap harinya. Hal itu karena menonton TV dan bermain gadget merupakan kegiatan yang pasif yang bisa membuat ketertarikan anak untuk membaca menjadi berkurang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Harus Makan Mie Instan, Pilih Yang Seperti Ini

asian-food-close-up-cooked-2093410

Mie instan menjadi salah satu primadona di dunia kuliner. Makanan ini dikenal punya aroma yang menggoda dan rasa yang bikin ketagihan. Bahkan berdasarkan data dari World Instan Noodles Association, Indonesia merupakan negara nomor dua terbesar yang mengonsumsi mie instan paling banyak.

Setidaknya penduduk Indonesia mengonsumsi 12,54 miliar porsi mi instan di sepanjang 2018. Angka ini melampaui Jepang yakni 5,66 miliar porsi, dan India 5,42 miliar porsi. Kendati ada mitos bahwa mie instan bukanlah makanan yang menyehatkan, hal tersebut tak mempengaruhi minat orang Indonesia untuk mengonsumsinya.

Tapi tahukah Bunda, menurut para pakar, sejatinya mie instan bisa dijadikan makanan sehat selama bahan bakunya pun sehat, Bun. Salah satu jenis mie instan yang dianjurkan yaitu yang memakai bahan baku konnyaku.

Mie instan memang umumnya memakai tepung beras atau tepung terigu. Sementara untuk mie instan dengan bahan baku konnyaku, biasanya mengandung 97 persen air sehingga kadar kalorinya jauh lebih rendah, Bun. Di lain sisi, kandungan konnyaku sudah dikenal baik untuk tubuh. Bahkan membantu mengontrol gula darah, menurunkan berat badan, hingga mengurangi kolesterol.

Mengutip dari sejumlah media, Co-Founder The Fit Company, Bambang Reguna Bukit mengatakan, bahan baku konnyaku ini bisa sebagai pengganti karbohidrat. Karena tingkat kalorinya rendah, berkisar 60 – 150 kkal, sementara mi instan biasa menyimpan sekitar 350 – 500 kkal.

“Konnyaku mempunyai tingkat kalori yang sangat rendah dan sering digunakan sebagai pengganti karbohidrat oleh pelaku diet ketogenic,” katanya.

Lantas Bagaimana Cara Memasak Mie Instan yang Benar?

Healthy-food chef Nova Eugenia menyarankan, saat merebus mie instan, maka nanti air rebusan pertama sebaiknya dibuang.

“Kalau mi instan yang biasa airnya kan keruh, ada tepungnya gitu kan, saya lebih saranin dibuang ya. Kalau saya lihat, warnanya keruh jadi agak ngeri,” kata Nova.

Selain itu, usahakan tak usah memasak mie instan terlalu lama. Sebab bila teksturnya mengembang, justru jadi kurang sedap untuk dimakan. Nah, agar lebih enak juga, untuk mi rebus, Bunda bisa tambahkan susu low fat atau full fat sebagai tambahan gizinya. Dan lebih baik lagi, beri tambahan sayur, daging, dan telur. Dengan tambahan kandungan yang kaya nutrisi, tubuh pun mengasup serat dan vitamin. Tapi yang terpenting, konsumsi mi jangan berlebihan ya, Bunda. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu pastinya enggak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Usah Gengsi Menggendong Bayi, Ada Banyak Manfaatnya Loh Bun

adult-child-daughter-1683975

Bun, saat si kecil belum bisa berjalan, tentu Bunda akan terus menggendongnya agar ia beranjak dari tempat tidur ya Bun. Gendongan pun jadi peralatan yang tak boleh terlupa. Momen menggendong bayi, sekalipun terkadang terasa melelahkan, ternyata membawa manfaat yang beragam lho Bun.

Tak perlu ragu dengan sebutan ‘nanti si kecil bau tangan’, karena sebenarnya bayi pun bisa tak rewel saat tak sedang digendong. Nyatanya, momen menggendong pun menciptakan banyak interaksi.

Menciptakan Ikatan antara Ibu dan Anak

Ya, dengan menggendong si kecil, keintiman antara Bunda dan si kecil semakin erat. Bunda tentu mendambakan bisa akrab dengan si kecil sejak ia bayi sampai dewasa nanti, bukan? Karenanya, jangan sungkan atau ragu untuk menggendong si kecil saat ia masih membutuhkan dekapan Bunda.

Aktivitas ini secara langsung membuat ibu dan anak banyak berinteraksi berdua, terjadi skin to skin contact, dan tercipta rasa aman serta nyaman. Menggendong bayi pun membuat Bunda jadi lebih perhatian.

Posisi bayi yang berada di pelukan ibu yang dekat dengan pandangan, menjadikan Anda lebih dapat memerhatikan gerak-geriknya. Anda belajar untuk peka dan merespon bayi dengan tepat. Misalnya ketika dia sedang lapar, maka Anda akan segera mengetahui bahwa ia memang sedang lapar dan segera menyusuinya atau memberikannya susu.

Mengenalkan Tentang Dunia Pada Si Kecil

Saat si kecil dalam gendongan Bunda, maka ia pun akan melihat apa yang dilihat Bundanya. Si kecil sigap untuk berinteraksi dengan lingkugan. Ya, dalam dekapan Anda, bayi dapat melihat dan mengamati kejadian di sekitar dengan perasaan aman. Ketika ia melihat ekspresi Anda, ia juga belajar tentang emosi, seperti tersenyum, tertawa, dan mengernyitkan dahi, misalnya.

Si Kecil Jadi Merasa Aman dan Nyaman

Bun, aktivitas menggendong akan membuat Bunda dan si kecil beraktivitas bersama. Bayi akan mendengar suara Bunda ketika Anda berbicara dengan orang lain. Ia juga turut merasakan emosi Bunda dan yakin jika Bunda akan memberikannya rasa aman serta nyaman. Keadaan ini membuat ia tak punya alasan untuk rewel karena ia masih menempel pada ibunya.

Bunda Membantu Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Tak banyak Bunda yang tahu, faktanya, sering menggendong bayi dapat membantu perkembangan otaknya lho, Bun. Ketika bayi digendong, saraf-saraf yang berada pada otaknya akan terhubung satu sama lain karena perasaan senang, aman, dan nyaman.

Serta Mencegah Post Partum Blues

Lebih jauh lagi, saat Bunda sering menggendong si kecil yang baru lahir, hal ini akan mencegah ibu mengalami post partum blues, yaitu masalah kesehatan mental umum yang biasanya terjadi pada wanita setelah melahirkan.

Hal ini dikarenakan menggendong bayi membuat ibu dan bayi melakukan skin to skin. Kontak kulit antara kedunya dapat membantu mengeluarkan hormon oksitosin atau hormon cinta pada ibu, yang akhirnya bisa mempengaruhi keadaan fisik dan psikologisnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Supaya Si Kecil Tak Dehidrasi Saat Puasa

boy-child-drinking-1210005

Sebagai orang dewasa, mungkin kita sudah mengerti aturan dan tata cara berpuasa. Sementara itu, menjelaskan makna dan cara berpuasa pada anak-anak tak semudah kelihatannya lho Bun. Anak-anak pun belum diwajibkan menjalankan ibadah ini. Kendati demikian, orang tua boleh mulai memperkenalkan ibadah puasa kepada anak sejak dini.

Pengenalan tersebut dapat Bunda lakukan secara bertahap. Mula-mula ajak anak berpuasa selama beberapa jam, jika sudah dapat melakukannya dengan baik, tingkatkan menjadi setengah hari, hingga akhirnya dia dapat berpuasa seharian penuh. Salah satu hal yang patut Bunda perhatikan adalah asupan cairannya. Bukan tak mungkin si kecil bisa saja mengalami dehidrasi.

Tetap menjalankan aktivitas normal sambil berpuasa, juga akan berpengaruh terhadap hilangnya cairan dalam tubuh anak. Untuk itu, yuk Bun cegah dehidrasi pada anak saat berpuasa:

Dorong Si Kecil Agar Mau Mengonsumsi Delapan Gelas

Setiap orang perlu minum sekitar delapan gelas setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Nah karena saat berpuasa kita tak boleh minum, maka tuntun si kecil untuk mengganti kesempatan minum delapan gelas per hari saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur.

Bunda Dapat Menyajikan Buah-buahan dan Kandungan Air Tinggi untuk Dikonsumsi Si Kecil

Sajikan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti melon, semangka, dan pir sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah-buahan yang mengandung banyak air akan membantu si kecil agar tetap terhindar dari dehidrasi sepanjang hari. Selain itu, buah-buahan ini juga kaya nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak.

Sediakan Susu guna Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Nutrisinya

Bun, susu kaya akan kandungan elektrolit, kalsium, dan protein, serta karbohidrat. Untuk tubuh agar terhindar dari dehidrasi, lebih baik berikan susu pada si kecil dibanding mengonsumsi suplemen. Di samping itu, varian susu yang mulai banyak rasanya akan membuat si kecil lebih tertarik untuk meminumnya lho Bun.

Bunda Bisa Mengakali dengan Memberikan Rasa Pada Air Putih yang Disajikan pada Anak

Air putih memang tidak memiliki rasa. Ini dapat membuat motivasi anak untuk minum cukup air berkurang. Untuk menyiasatinya, tambahkan rasa alami pada air putih tersebut. Disarankan untuk menambahkan perasan jeruk atau madu pada air mineral, agar si kecil lebih tertarik untuk meminumnya. Jangan menambahkan gula pada air minum tersebut, hal ini guna mencegah si kecil jadi mengonsumsi gula berlebih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top