Parenting

Salah Satu Pengertian Yang Harus Diajarkan Orangtua,Mengelola Rasa Dendam Pada Anak Dengan Baik

Anakdendam

Membesarkan anak menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup, akan ada banyak fase yang kita lalui dalam mendidik anak. Mulai dari perubahan tumbuh kembang fisik hingga perubahan sikap yang dimilikinya, sebagai orangtua yang akan menjadi panutannya kelak kita juga harus bisa memberikan contoh yang baik untuk sang anak. Baik itu contoh baik dalam perbuatan, ucapan dan pola sikap yang kita tunjukkan.

Kejadian-kejadian buruk dan tidak menyenangkan yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan banyak orang ternyata banyak dipicu oleh sakit hati dan Rasa dendam, tak hanya antara orang dewasa ternyata anak-anak pun tak luput menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku untuk berbagai kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Hanya karena rasa Sakit hati dan dendam seseorang bisa melukai oranglain bahkan hingga membunuh. Betapa ternyata hal ini bisa berakibat fatal bagi si pelaku juga yang menjadi korban. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah dendam yang setiap orang atau setiap anak bisa begitu buruknya ? tentu saja tidak, jika kita bisa mengontrol diri dan mengajari anak. Dendam tak melulu berujung tragis seperti kebanyakan kejadian sekarang ini. Lalu apa saja sih yang perlu kita tanamkan kepada anak untuk mampu mengelola rasa dendamnya dengan baik? Kita bisa lihat di point-point berikut ini

Kita Harus Mampu Menyadari Dendam Yang Dirasakan Oleh Anak

Sebagai langkah awal, kita sebagai orang tua harus mampu menyadari rasa dendam yang dirasakan oleh anak. Bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan memahami emosi yang sedang dirasakannya, dengan menyadari emosi yang dirasakan olehnya, kita akan dapat memahami pengaruh dendam yang sedang dirasakannya tersebut pada caranya berinteraksi dengan kita ataupun oranglain. Untuk mencegahnya tetap memelihara dendam kita bisa memberinya pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah hal yang baik, selain membuatnya mengerti dia juga akan tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu bukti kepekaan kita terhadapnya.

Membantunya Untuk Mengontrol Diri Untuk Segala Dendam Yang Dimilikinya

“Sebenarnya dendam dapat dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri atau menyakiti orang lain. Dendam boleh ada tapi anak tidak boleh jadi pendendam,” – Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psi , Seorang Psikolog Anak dan Remaja
Selama mampu mengotrol anak dengan baik dendamnya takkan mungkin merugikan orang lain, lalu jika sudah mampu mengontrol diri lantas darimana dendam itu bisa datang ? selain dengan karena perbuatan yang memang ditimbulkan orang lain kepadanya, dendam pada diri anak juga bisa tumbuh karena pola didik orangtua yang memang keliru yang kadang kita lakukan secara langsung atau tidak langsung. Contoh sederhananya kita sering menyalahkan lantai ketika anak kita terjatuh, yang secara tidak langsung memberikan dia pandangan untuk melihat suatu masalah sebagai ulah orang lain dibanding intropeksi pada diri sendiri.

Memberikan Contoh Dengan Mengungkapkan dan Menamakan Segala Rasa Yang Dimiliki

Sebagai orang tua kita juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan dan menamakan semua rasa  yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada anak “Mama sedih kalau kakak buang-buang makanan” atau “papa bangga kalau adik mau berbagi mainan dengan teman”. Sehingga anak kita akan terbiasa dengan hal tersebut, mengungkapkan segala yang dirasakannya. Menyatakan rasa atau keinginan ke dalam kata-kata (labeling) memiliki fungsi untuk memaknai ulang rasa yang dirasakan sehingga dapat mengalihkan dari tindakan emosional atau menyimpan suatu dendam untuk segala sesuatu dan memberikan rasa bahwa dia dapat mengontrol kondisi yang sedang dihadapi

Mengamati dan Mendengarkan Cara Anak Mengekspresikan Berbagai Macam Emosinya

Untuk hal ini kita tentu mampu melihat semua perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak, kita bisa tahu bagaimana wajahnya saat marah, sedih, kecewa dan memelas. Terlebih ketika anak sedang marah dan emosi usahakan untuk tidak menghindari dan mengalihkannya dari rasa marahnya tersebut, tunjukkan bahwa kita memang memahaminya bahkan saat marah sekalipun dan kita dapat membantunya dengan menamakan emosi yang sedang dirasakannya Misalnya “Kakak marah ya ? cakenya mama habisin?”

Kita juga harus memberi mereka pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada, selalu ajarkan anak untuk bisa lebih mudah memafkan ketika ada orang lain yang sekiranya berbuat salah karena menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti hati dan jiwanya sendiri atau bahkan oranglain.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sedang Merencanakan Liburan Keluarga yang Menyenangkan? Ini Caranya!

pengalaman unik

Hai Bunda, sudah lirik kalender? Tanggal libur lebaran kali ini panjang loh. Jangan sampai momen berharga ini terlewati begitu saja. Iya, ini adalah saat yang tepat untuk seluruh keluarga menikmati waktu bersama.

Masalahnya sebagian bunda mungkin menyepelekan urusan perencanaan ini. Padahal semua perlu direncanakan dengan baik. Sebab ini bisa jadi momen pengikat penuh romansa yang akan memperkuat hubungan ayah, bunda dan tentunya si kecil.

Untuk itu kita perlu menyambangi tempat yang bisa dinikmati bersama-sama. Kalau perlu yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga besar juga. Tapi dimana?

Ingat Ya Bunda, Tempatnya Itu Harus Luas, Tak Membosankan, Cocok Segala Usia

alap-alap

Paling mudah diingat mungkin mal. Tapi apa iya harus ke mal lagi ke mal lagi? Lalu apa bedanya dengan weekend biasa? Tentunya harus dicarikan alternatif yang lebih seru.

Pergi bersama anak-anak tentunya memerlukan penyesuaian tersendiri. Jangan sampai si kecil merasa bosan. Kegiatannya harus bisa mengadopsi energi anak-anak yang seringnya berlebih. Itu kenapa diperlukan area wisata yang luas tempat anak-anak bisa berekspresi. Tentunya Ayah Bunda juga jangan sampai bosan bukan?

Nah, coba deh melirik arena rekreasi yang melegenda sejak diresmikan pada tahun 1985, Dunia Fantasi alias Dufan. Bunda tentu masih ingat bagaimana senangnya diajak ke tempat ini. Dengan puluhan wahana yang asik dan memorable, Dufan yang menjadi bagian dari Taman Impian Jaya Ancol ini selalu punya daya tarik tersendiri.

Mereka yang sudah cukup umur seperti ayah bunda bisa menjajal wahana uji nyali macam Halilintar. Sementara si kecil bisa mencoba wahana yang menyenangkan macam Istana Boneka, Hello Kitty, Kalila, Gajah Beledug, dll. Sementara kalau ajak kakek dan nenek bisa tetap menikmati suasana menyenangkan sambil menikmati camilan dan bercengkrama bersama bukan?

Tempat Luas Juga Masih Belum Cukup, Kegiatannya Pun Harus Menyenangkan

magic of light

Berlibur terutama diwaktu panjang seperti libur lebaran, tentunya bukanlah pelesiran satu dua jam. Ini seharusnya menjadi satu hari berkegiatan bersama. Sekaligus ajang makin mempererat hubungan keluarga.

Karena itu, pastikan tujuan wisatanya punya aktivitas yang tak membosankan. Apalagi untuk si buah hati tentunya perlu kegiatan yang variatif dan memacu kreativitasnya.

Arena macam Dufan itu yang cocok dengan kriteria tersebut. Apalagi dari tahun ke tahun Dufan terus bersolek lebih menarik. Kapan terakhir Ayah Bunda mengunjungi Dufan?

Jangan kaget ya kalau nanti melihat perubahan di Dufan. Sudah banyak terjadi peremajaan sana-sini sejak masa muda bunda dulu bermain di sana. Modernisasi membuat Dufan makin terasa apik dan nyaman.

Apa wahana seru terakhir yang Bunda ingat? RollerCoster Halilintar yang melegenda itu? Atau Bianglala yang penuh keromantisan? Tentu wahana klasik itu tak lekang ditempa zaman dan masih terlihat keren saat ini.

Namun di luar itu Dufan punya banyak wahana baru. Sebut saja misalnya Ice Age Arctic Adventure, dingin seperti di antartika dan seramnya berada disuasana ketika para hewan purba masa lalu masih hidup. Atau wahana Fantasy Light Magic of Dufan, taman dengan konsep digital Lights yang memiliki aneka pepohonan, tunnel serta aneka binatang yang bisa memancarkan cahaya. Itu baru sebagian dari kegiatan menyenangkan untuk anak.

Sementara buat ayah bunda atau kerabat yang sudah dewasa lainnya juga bisa mencicipi wahana-wahana macam Treasureland yang bertemakan petualangan, Tornado dan hysteria yang memacu adrenaline. Dan sejumlah wahana lainnya yang sangat variatif.

mysterious

Kalau mau mencicipi yang paling baru, kita bisa coba untuk menengok wahana The Mysterious Island. Kita akan dibawa bertualang ke sebuah pulau yang semula tenggelam. Dengan teknologi 4-D kita dibawa bertualang pulau dengan “menaiki” seekor lebah.

Terbayang ekspresi takjub si kecil dibawa terbang kesana dan kemari oleh lebah. Sembari menikmati rindangnya hutan belantara, serunya menghindari burung-burung nakal yang lapar serta menghindari pepohonan-pepohonan. Tentunya ini pengalaman baru yang akan seru kamu ceritakan ke kawan-kawan lainnya.

Punya Pengalaman Unik Tak Terlupakan Jadi Syarat Utama Ketika Liburan

tmnt

Liburan itu soal mendapatkan pengalaman seru. Karena itu yang paling utama adalah menciptakan momen-momen yang tak bisa diulang dan dilupakan. Sesuatu yang bisa terus diceritakan karena hanya terjadi pada saat waktu istimewa liburan itu

Nah coba tengok daftar pertunjukan tebaru dari Dufan. Pasti kenal dong dengan Teenage Mutant Ninja Turtle alias kura-kura ninja? Untuk pertama kalinya mereka datang ke Indonesia. Para jagoan yang biasa dikenal dengan sebutan Kura-kura Ninja ini, siap menghibur pengunjung Dunia Fantasi dengan beragam atraksi seru.

Tetunya terbayang betapa hal itu akan jadi peristiwa penuh kenangan buat si kecil. Karena tokoh idolanya yang semula hanya dilihat di film bisa tampil secara nyata.

Mulai tanggal 24 Juni 2017 hingga 30 Juli 2017, TMNT akan hadir di area panggung Dufan Glow indoor Dufan. Serunya lagi TMNT Show tidak dikenakan tiket tambahan dan sudah termasuk tiket masuk Dufan. Selain melihat aksi keren mereka, pengunjung juga bisa meet and greet sambil berfoto selfie dengan para anggota TMNT. Siapkan gadgetnya dan rasakan pertunjukan seru dari Teenage Mutant Ninja Turtles.

Liburan Seru Bukan Berarti Harus Boros Biaya

ontang-anting

Nah, ini dia yang jadi alasan utama kenapa kita harus pergi ke Dufan di libur lebaran ini. Karena terhitung tanggal 24 Juni sampai 16 juli 2017, kalau kita beli tiket reguler Dufan kita bisa gratis mendapatkan kartu Annual Pass Dufan. Kartu Annual Pass Dufan adalah kartu untuk bisa mendapatkan akses gratis masuk dan main semua wahana Dufan setiap hari selama satu tahun.

Kita cukup beli tiket Dufan dengan harga reguler. Kemudianpotongan tiket Dufan dibawa ke Balai kota Dufan dekat gerbang masuk Dufan. Nanti disana kita tukarkan potongan tiket Dufan dengan formulir pembuatan Annual Pass Dufan. Setelah diisi dengan benar dan diserahkan, kita akan diminta scan sidik jari dan foto dengan alat yang telah disediakan. Prosesnya sendiri cuma makan waktu 5 menit hingga kartu Annual Pass Dufan selesai dibuat

Besok-besok menggunakannya bagaimana? Langsung saja menuju gerbang Dufan tanpa perlu ke loket Dufan karena kan sudah Gratis. Serahkan Annual Pass Dufan kepada petugas gerbang Dufan untuk di scan. Lalu scan sidik jari pengguna Annual Pass sampai pagar gerbang terbuka. Jangan lupa meminta kembali kartu Annual Pass Dufan kita. Kemudian setelahnya tangan kanan akan di stempel Dufan. Sudah deh, kita bisa menikmati semua wahana Dufan secara Gratis.

Jadi sudah siap berlibur ke Dufan di lebaran kali ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Wajib Tahu, Inilah Cara Mendidik Anak agar Patuh, Baik dan Religius

anakreligius

Memiliki anak-anak yang baik, patuh, cerdas dan religius merupakan sebuah harapan besar bagi para orang tua. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua wajib mendidik anak-anak kita sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggaan bagi orang tua. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar? Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk memaparkan caranya untuk anda.

Cara mendidik anak agar baik, patuh, cerdas dan religius

Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Nah, di bawah ini adalah cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini.

  1. Ajarkan kemandirian dan tanamkan rasa tanggungjawab kepada anak sejak usia dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa cemas pun khawatir yang berlebihan kepada anak-anaknya. Sebaiknya janganlah terlalu berlebihan mencemaskan dan mengkhawatirkan anak atau ofer protektif. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Namun cobalah untuk mempercayai buah hati anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain. Ketika sudah anak anda sudah memasuki masa sekolah maka ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang saku yang cukup dan cobalah untuk mengajarkannya menabung sedikit dari uang saku tersebut.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini.

Pada usia yang masih anak-anak mereka merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika melihat benda-benda dan sesuatu yang belum diketahui dan dipahami maka biasanya mereka akan banyak bertanya. Sebagai orang tua anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut.

Namun jika anak anda merupakan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya. Sebagai contoh: “Nak, itu kambing, makannya rumput, suaranya mengembek, dan dagingnya enak dimakan, dan biasa untuk korban,” begitulah kiranya.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat aak sejak dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapatnya. Mereka menganggap bahwa pendapat anak tidaklah penting karena masih anak-anak. Padahal jika anak tidak dipedulikan akan bisa berdampak minder dan tidak lagi berani untuk mengemukakan pendapat. Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Sebagai contoh kita bisa memberi respon yang baik dan positif ketika anak berpendapat dengan memberi pujian positif meski pun pendapat yang dikemukakan asal-asalan.

Namun jika anak anda termasuk anak yang memiliki sikap pemalu maka anda bisa memberikan umpan ddengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ringan sehingga dapat memicu si kecil untuk mengeluarkan pendapatnya.

  1. Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati dan empati.

Sebagai manusia yang sudah dikodratkan sebagai makhluk sosial tentu memiliki sikap sosial, simpati, dan empati sangatlah penting. Nah supaya anak tumbuh menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain maka ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita.

Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.

Sebagai contoh, ketika ada pengemis yang datang ke rumah anda, mintalah anak anda untuk memberikannya.

  1. Berikanlah sikap toladan yang baik.

Sebagai orang tua kita harus bisa bersikap sempurna dihadapan anak-anak kita. Sebab orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa didalam mendidik anak harus benar-benar matang dan jangan lupa berikanlah perhatian yang cukup. Jangan berlebih dan jangan kurang, sebab keduanya tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Demikianlah pembahasan tentang tips mendidik anak agar baik, patuh dan religius. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Ingin Memberikan Mainan Pada Si Kecil ? Beberapa Hal Ini Perlu Kita Perhatikan

Sudah Beli Mainan Baru

Setiap kali masuk kesebuh toko mainan anak, kita akan dihadapkan pada banyaknya jenis pilihan dengan berbagai bentuk dan warna disetiap mainan. Yang bisa membuat kita galau hanya untuk memilih mainan mana yang ingin kita beli untuk sikecil,karena selain membantu anak dalam tumbuh kembangnya mainan tersebut juga harus memenuhi beberapa hal yang perlu diperhatikan juga. Apakah mainan tersebut aman untuk sikecil atau malah bisa saja malah membahayakannya, ini hanyalah contoh sederhana yang perlu kita perhatikan untuk lebih lanjut bisa kita lihat dibeberapa point ini.

TERBUAT DARI BAHAN YANG AMAN DAN SESUAI USIA ANAK

Perhatikan asal bahan dan komponen mainan, jika mainan tersebut diberi cat pastikan bebas logam timah dan tidak beracun. Hindari pemilihan mainan yang berat dan bersisi tajam karena bisa membahayakan anak atau teman bermainnya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah membaca label pada mainan tersebut terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya, biasaya berisi aturan usia tertentu yang dapat atau cocok untuk memainkannya.

PILIHLAH BAHAN YANG TAHAN LAMA DAN MUDAH DIBERSIHKAN

Bicara soal awet pasti semua orangtua ingin jika mainan yang dibelikan bisa awet dalam jangka waktu yang panjang, apalagi jika harga mainannya lumayan menguras kantong. Duh

Jadi pilihlah mainan yang memang bisa tahan lama dan mudah dibersihkan atau bisa dicuci, selain untuk tetap bisa bersih juga untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang menempel pada mainan. Sembari beri pengertian kepada sang anak untuk merawat dan menjaga mainannya (jika anak sudah bisa berinteraksi dengan kita).

MEMILIKI NILAI EDUKASI YANG TINGGI DAN BERAGAM

Memilih jenis mainan juga harus memerhatikan nilai edukasi yang bisa dipahami oleh sang anak, tidak hanya bagus dan mahal pastikan juga bahwa mainan tersebut memiliki nilai edukasi yang akan merangsang dan menggerakkan tumbuh kembang otak si kecil. Karena mainan yang memiliki nilai edukasi akan membantu melatihan kecerdasan sang anak dari kecil.

JENIS MAINANNYA MEMILIKI FUNGSI DAN REPRESENTASI

Mainan yang memang memiliki fungsi akan membantu anak lebih cepat dalam memahami beberapa hal yang ada disekitarnya, untuk itu memilih mainan yang memang benar berfungsi sebagaimana fungsi aslinya sangatlah membantu orangtua untuk tumbuh kembang sang anak, misalnya 1 set alat masak mainan untuk ank perempuan atau sebuah mobil-mobilan untuk anak laki-laki. Dari situ mereka akan belajar bahwa mainan mereka tersebut memiliki fungsi yang sama dalam kehidupan.

SESUAI DENGAN MINAT SI KECIL

“Sudah beli mainan baru untuk si kecil bukannya senang dia malah lebih asik dengan mainan lamanya” Nah untuk kasus seperti ini yang perlu kita perhatikan adalah pilihlah mainan yang memang sesuai dengan minat anak, kita bisa memerhatikan hal ini dari kebiasaannya saat tengah bermain. Selain dia akan senang pilihan ini juga akan membantu anak untuk terus mengembangkan minat yang dimilikinya sejak kecil, karena membimbing anak untuk hal yang menjadi minatnya bisa dimulai dari memilih mainan yang dia sukai bukan yang kita sukai.

DAN JADILAH MAINAN EDUKATIF TERBAIK UNTUK ANAK

Peran orangtua sangatlah dibutuhkan untuk melatih tumbuh kembang otak dan imajinasi anak saat bermain, untuk itu kita sebagai orangtua diharapkan bisa menjadi teman bermain yang baik untuknya. Karena interaksi yang kita berikan kepada sang anak selama bermain juga akan membantunya memahami banyak hal lebih cepat dibandingkan jika dia hanya bermain sendiri. Karena menghabis satu jam sehari dengan anak jauh lebih baik daripada membelikannya mainan yang banyak dan mahal tapi membiarkannya bermain sendiri.
Mainan tidak akan bisa terlepas dari keseharian anak-anak, untuk itu peran orantua sangatlah dibutuhkan untuk mampu mengontrol dan memilih jenis mainan yang akan dimainkan oleh si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut

Orangtua Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Menjadikan Mereka Penakut

Setiap orang pasti pernah memiliki rasa takut tak terkecuali anak-anak kita, rasa takut terhadap binatang, bayangan hantu dan hal-hal lain yang menurut mereka itu menyeramkan. Tak sering pula rasa takut yang dimiliki anak membuat kita orangtua sering kelabakan untuk menghadapinya, karena rasa takut yang dimilikinya membuatnya takut ketika sendiri, takut ke kamar mandi, takut gelap bahkan akan menangis histeris jika mengunjungi tempat baru. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sifat penakut pada anak bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan orangtua yang membuat anak selalu ragu dan panik menjadi lebih mandiri.

Seorang Psikolog bernama Jodie Benveniste juga mengatakan bahwa kurangnya kehangatan yang diberikan orang tua bisa membuat anak merasa ketakutan hingga cemas. Atau justru sebaliknya, ketika orang tua terlalu protektif dan mendikte buah hatinya, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang takut bertindak sesuai dengan kehendaknya. Dan tanpa sadar ternyata rasa takut yang dimiliki anak disebabkan oleh kebiasaan kita dalam mendidik mereka yang ternyata salah.

Berpikir Bahwa Mengontrol Anak Dengan Cara Berlebihan Adalah Baik Justru Malah Sebaliknya

Terbiasa tergantung pada orang tua membuat anak kita mengalami cemas berlebih ketika ia akan melakukan suatu kegiatan. Peran kita yang selalu ada untuknya dalam segala hal, bahkan tak pernah meninggalkannya untuk menyelesaikan suatu masalah yang dibuatnya menjadi kebiasaan. Yang tadinya kita pikir adalah peranan baik bagi orangtua ternyata menjadi alasan mengapa anak menjadi penakut. Mereka terbiasa bergantung kepada kita untuk segala sesuatunya, sehingga ketika menghadapi sesuatu yang diluar kemampuannya dia akan cenderung merasakan takut yang berlebihan. Meski pada dasarnya membantu anak menyelesaikan suatu masalahnya itu sah-sah saja, tapi kita perlu melihat situasi dan kondisinya. Sehingga dia memiliki ruang gerak untuk terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu merasa cemas atau takut lagi.

Menakut-nakuti Anak Yang Sering Kita Gunakan Jadi Solusi Ketika Mereka Susah Di Atur

Hal ini pasti sering kita lakukan, menakut-nakuti anak untuk sesuatu yang sebenarnya bukan jadi ketakutan, misalnya kita sering sekali berkata “Kalau kakak ga mau makan nanti disuntik dokter loh” kalimat yang kita pikir akan menbantunya untuk bisa makan lebih mudah, perlahan akan membentuknya menjadi anak yang memiliki pandangan bahwa seorang dokter itu adalah sosok yang akan menyakitinya dengan jarum suntik jika dia tidak mau makan dan perlu ditakuti. Yang sering berujung anak akan merasa takut sekali ketika harus bertemu sosok dokter, yang dalam pikirannya ia akan disakiti dengan jarum suntik, padahal belum tentu.

 

Tidak Menghargai dan Mengabaikan Pendapat Yang Sering Mereka Kemukakan

Sebagai orangtua kita pasti sering mendengarkan berbagai macam keinginan dan pendapat yang sering dilontarkan oleh anak, alih-alih merasa apa yang diungkapkanya kadang tidak penting kita malah mengabaikannya atau memintanya berhenti untuk mengungkap hal-hal yang sering diucapkannya itu. Ini akan membuatnya merasa patah semangat dan takut untuk mengungkapkan keinginannya lagi, ada baiknya kita berikan dia waktu untuk mengungkapkan pendapatnya dan mendengarkannya. Jika sekiranya hal-hal yang di utarakannya tidak penting, cobalah beri dia pengertian dengan bahawa yang mudah dipahaminya.

 

Memberinya Hukuman Untuk Beberapa Kesalahannya Mungkin Baik, Tapi Akan Berbeda Jika Hukumannya Terlalu Berlebihan

Memberi anak pelajaran ketika dia melakukan sebuah kesalahan memang wajar, tapi dengan hukuman yang berlebihan akan membuatnya menjadi sangat takut untuk mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan ia akan memilih untuk tidak berbuat apa-apa lagi demi menghindari hukuman yang akan diterimanya, karena rasa cemas dan trauma yang telah dialaminya. Bebaskan dia melakukan sesuatu yang dia inginkan tapi tetap berdasarkan aturan yang disesuaikan, karena megekangnya hanya akan mengurasi rasa pencaya diri yang dimilikinya.

 

Coba Ingat Kembali Mungkin Saja Anak Kita Memiliki Pengalaman Pribadi Yang Memang Membuatnya Takut

Pengalaman tidak menyenangkan yang pernah di alami oleh anak juga menjadi salah satu faktor yang perlu kita perhatikan untuk penyebab mengapa ia menjadi penakut. Mungkin anak kita pernah dicakar kucing, atau di gigit serangga dan berbagai kejadian lain yang menyakitinya. Hal tersebut masuk dan terekam dalam memorynya sehingga ketika dai coba mengingat kembali hal tersebut ia akan merasa takut karena benda atau binatang itu pernah mencelakainya.

Kebiasaan Kita Dalam Menceritakan Kisah dan Cerita Fiktif Setan Yang Terlalu Menyeramkan

Memberikan anak cerita memang adalah salah satu yang perlu dilakukan, termaksud cerita-cerita fiktif yang bercerita tentang setan demi menumbuhkan rasa berani dalam dirinya. Akan tetapi kebiasaan kita yang sering menggambarkan setan dengan bentuk yang sangat menyeramkan membuat anak berimajinasi bahwa setan sangat menyeramkan dan menakutkan. Ini akan membuat mereka terbayang-bayang dan akan mempengaruhi rasa takut yang mereka miliki,

 

Niat Orangtua Yang Ingin Memotivasi Dengan Memberikan Perbandingan Malah Berujung Pada Rasa Takut

Sering menjadikan anak sebagai objek untuk perbandingan dengan anak lain malah mungkin bisa jadi salah satu cara untuk memotivasinya. Tapi jika hal ini dilakukan dengan salah hasilnya malah membuat anak menjadi kurang percaya diri dan takut untuk mulai melakukan sesuatu yang baru lagi. Ia akan merasakan bahwa akan ada teman lain yang akan lebih hebat dairnya dan selalu menjadi bahan perbandingan denganya. Biarkan ia melakukan banyak hal meski salah, justru dari kesalah itu dia akan belajar banyak. Kita hanya perlu mengawasi dan membimbingnya.
Untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan pada anak kita perlu memerhatikan pendidikan yang diterimanya, baik dari guru disekolah dan dari kita orangtuanya dirumah. Jangan biarkan rasa takut membuat dirinya enggan untuk melakukan hal-hal baru yang penting bagi perkembangannya. Dan berhentilah untuk menakutinya hanya karena dia tak mengikuti kemauan kita, tanamkan kepada mereka bahwa kita sebagai orangtua siap untuk membantu dan mendukungnya untuk menjadi anak yang lebih berani lagi dengan penuh cinta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top