Kesehatan Ibu & Anak

Sadarkah Bunda, Tenyata Ada yang Hilang pada Label Kemasan Susu Kental Manis

pexels-photo-1028735

Kapan terakhir kali Bunda membeli susu kental manis? Sadar tidak Bun, kalau ternyata ada yang berubah—atau malah cenderung dihilangkan pada label kemasan susu kental manis?

Sebelumnya, susu ini begitu populer dengan berbagai jingle dan iklan yang bernuansa ceria, membuat anak-anak pun akhirnya suka dan berpikir kalau susu ini kaya akan sejuta manfaat. Padahal keberadaan susu kental manis menimbulkan pro kontra. Yang paling baru, susu kental manis dinilai ‘berbohong’ karena bahan dasar produk olahan susu ini justru mengandung banyak gula sehingga meningkatkan risiko diabetes pada konsumennya.

pexels-photo-373897

Di lain sisi, banyak orangtua, atau mungkin semula Bunda pun percaya jika susu kental manis memiliki manfaat setara susu lainnya yang bisa memenuhi asupan nutrisi vitamin D pada anak. Padahal, tahukah Bunda, mengutip dari CNN Indonesia, susu kental manis hanya memiliki kandungan vitamin D sebanyak 0,6 persen sementara susu sapi murni mencapai 31,1 persen. Sangat jauh berbeda ya, Bun?

Nah, keberadaan susu kental manis pun mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak, sebagian media mengangkat topik ini jadi isu yang lumayan panas. Apalagi konsumsi susu kental manis terbilang tinggi lantaran disukai anak-anak. Keresahan dari konsumen pun muncul. Berangkat dari hal ini, mungkin akhirnya produsen mulai menerima masukkan dari berbagai pihak yang akhirnya tercetus ide untuk mengubah label kemasan susu kental manis.

Bunda, belakangan ini, jika diamati secara seksama, ada kata yang hilang pada label kemasan tersebut. Hal ini sudah diinsiasi oleh salah satu produsen susu kental manis terkenal, Bun. Bunda bisa mengambil contoh produsen dengan merek Bendera. Mereka memilih untuk menghilangkan kata ‘susu’ pada kemasannya sehingga kalimat ‘susu kental manis’ yang semula selalu terpajang pada label kemasan kini hanya tertera ‘kental manis’ diawali dengan kata Bendera sebagai nama merek dari produsen tersebut.

bendera kental manis

Meski belum terungkap alasan dari produsen menyoal hal ini, dalam sebuah tulisan di Kompasiana karya Lukmanul Hakim pada tanggal 6 Mei 2018, diungkapkan bahwa sikap yang dipilih produsen patut diapresiasi.

Begini keterangan Lukmanul Hakim tentang hakikat susu kental manis.

“Ternyata beda, menurut media goasiana, susu kental manis adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan susu yang sangat kental dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka.”

“Creamer bahan utamanya adalah vegetable oil/fat, hydrolyzed starch dan protein susu. Atau seperti dari Lauric (inti kelapa/sawit) dan non lauric (minyak sawit).”

“Sehingga, saat ini kita jangan menyebut susu lagi, tapi creamer, begitu juga jangan sebut susu cokelat lagi, tapi Cokelat saja.”

“Ini sikap yang pantas diapresiasi, ketika diberi masukan oleh media lain dan mengungkap kandungannya yang ternyata bukan susu, namun lebih banyak kandungan gulanya. Perusahaan tersebut berani mengubah desain logonya menjadi sesuai apa yang dipasarkan.”

“Begitu juga, kalau kita melihat di iklan susu bendera cokelat maupun kental manis, yang terbaru saat ini kalau kita mau jeli dan teliti. Tidak ada kata “susu”-nya, namun krimer dan cokelat saja.”

Jadi, kalau dari produsen saja sudah bisa mengambil sikap yang tepat terkait keberadaan susu kental manis, bagaimana dengan Bunda? Yang pasti, utamakan kesehatan si kecil ya, Bun!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tidak Diharuskan, Tapi Jika Ibu Hamil dan Menyusui Ingin Puasa, Ada Kiat yang Bisa Membantu Bunda Kuat

pexels-photo-259363

Sebenarnya, seorang ibu hamil atau menyusui diberi kelonggaran untuk tidak memaksakan diri berpuasa. Dari segi kesehatan, dokter selalu menyebutkan bahwa usia kehamilan pada trimester pertama dan ketiga, ibu hamil tidak diizinkan untuk berpuasa. Tapi, selama kita merasa kuat dan tak ada masalah kesehatan yang akan berpengaruh buruk, rasanya sah-sah saja.

Sejalan dengan itu, pada salah satu kesempatan Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Diana F Suganda MKes, pernah berkata bahwa, “Selama berpuasa, ibu hamil tetap harus mengonsumsi aneka ragam pangan untuk memenuhi nutrisi janin dan bayinya.”

Nah, untuk bisa memastikan diri kuat menjalani ibadah ini, sebenarnya kita hanya perlu mengupayakan asupan nutrisi yang tetap seimbang. Supaya tak berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin pada ibu hamil, dan tetap menjaga kualitas ASI dari ibu menyusui. Ada beberapa hal yang Bunda perlu pahami, agar tetap bisa kuat menjalani ibadah puasa. Lalu apa saja ya kira-kira, Bun?

Dimulai dengan Memastikan, Jika Bunda Sudah Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks

a68f1a39ace1f126

Dilihat dari kandungan gizinya, karbohidrat kompleks sangat kaya akan kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan merupakan sumber energi bagi tubuh. Bahkan untuk orang-orang yang sedang menjalani program diet, selalu disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks. Sebab ini akan membuat kita kenyang lebih lama loh, Bun. Dan beberapa sumber karbohidrat kompleks yang bisa Bunda konsumsi antara lain nasi merah, jagung, ubi, singkong, sereal, dan kentang atau roti gandum untuk sahur.

Jangan Lupa Juga untuk Menambahkan Makanan yang Memiliki Protein dan Serat Tinggi

7999c3c61c33f18c

Tak hanya baik untuk menguatkan kita menjalankan puasa, memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi jadi upaya untuk menjaga bayi dalam kandungan. Nah, untuk itu baik bumil atau ibu menyusui, haruslah mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan serat tinggi.

Sumber protein pun beragam Bun, tergantung Bunda akan mengonsumsi jenis protein hewani atau nabati. Protein dari hewani terkandung dalam daging rendah lemak seperti daging merah, ikan, dan daging unggas, atau jenis protein nabati yang ada dalam kacang kedelai, tempe, dan tahu.

Hindari Mengonsumsi Makanan Berlemak, Seperti Santan dan Gorengan

joshua-hoehne-500546-unsplash

Jangankan kala sedang puasa, saat tak berpuasa pun dokter pasti selalu mengingatkan kita untuk tak terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan yang menjadi sumber lemak. Baik santan ataupun jenis-jenis gorengan.

Karena lemak jadi salah satu makanan yang sulit dicerna, dan sering kali memicu mual pada tubuh kita, apalagi jika sedang berpuasa. Maka, jika pada menu buka puasa ada gorengan, meski itu terlihat menggiurkan, sebaiknya Bunda menahan diri, demi kebaikan janin dan asupan ASI si buah hati.

Sebisa Mungkin, Sebaiknya Bunda Jangan Minum Teh dan Kopi Dulu

emre-gencer-364602-unsplash

Faktanya, biasanya tubuh akan merasa jauh terasa lebih haus beberapa saat setelah minum teh atau kopi. Situasi seperti ini, jelas akan mengganggu ibadah puasa yang akan kita jalani. Sebab kandungan kopi dan teh yang berhasil masuk ke dalam tubuh, akan memancing reaksi urine keluar. Selanjutnya, kita akan mudah merasa haus dan lemas. Bukannya berhasil menjalankan puasa sampai berbuka, bisa-bisa kita hanya akan kuat berpuasa sampai jam 12 siang saja.

Selalu Pastikan Jika Saat Sahur dan Berbuka Tubuh Mendapat Asupan Air Putih yang Cukup

f82017fd8d66a01f

Nah, beberapa orang kerap keliru dalam memenuhi apa yang tubuh butuhkan. Salah satunya, menjadikan minuman sebagai hal pertama yang dikonsumsi saat sedang ingin sahur atau berbuka. Padahal, kita salah kaprah.

Minuman manis mungkin akan memuaskan dahaga saat berbuka, tapi kandungannya jelas tak baik untuk tubuh yang sedang berpuasa. Sebaliknya, cukupkan kebutuhan tubuh akan air dengan asupan air putih yang banyak. Bahkan beberapa dokter menganjurkan, ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi air putih setidaknya 3 liter sehari. Hal ini demi menghindarkan kita dari bahaya dehidrasi dan menguatkan tubuh untuk terus berpuasa.

Selanjutnya, Agar Tak Terlalu Lapar Bunda Baiknya Makan Sesaat Sebelum Imsak

pexels-photo-1071979

Ini mungkin jadi siasat kecil yang juga bisa membantu Bunda kuat dalam hal berpuasa, yakni memilih makan beberapa saat menjelang imsak saat sedang sahur. Sehingga, untuk bisa menjalani puasa sepanjang hari, kita tak akan merasa terlalu lapar.

Dan Pastikan Pula, Jika Bunda Mendapat Istirahat yang Cukup pada Siang Hari

pexels-photo-914905

Untuk ibu hamil yang masih bekerja dan harus berpuasa, cobalah untuk mengatur waktu istirahat yang cukup. Biasanya, beberapa perusahaan memberi keringanan saat bulan puasa berlangsung. Bunda bisa memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat sejenak. Cari posisi tidur yang baik, di tempat yang memungkinkan. Walau hanya 40 – 50 menit, ini akan memberi energi baru untuk tubuh. Dan tetap ingat, jangan terlalu memforsir diri untuk melakukan hal-hal yang berat dulu. Karena selain hamil dan menyusui, kita juga sedang berpuasa. Jadi, tidak boleh terlalu lelah ya, Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Takut ya Bun Saat Si Kecil Punya Teman Khayalan

pexels-photo-755028 (1)

Si kecil tiba-tiba datang pada Bunda dan meminta Bunda menyediakan tempat duduk untuk teman khayalannya. Atau di lain hari, Bunda pernah melihat si kecil tampak bercakap-cakap sendiri padahal tidak ada seorang pun di dekatnya. Kira-kira respon Bunda akan seperti apa?

Pada dasarnya, banyak orangtua yang berpikir bahwa teman khayalan yang suka muncul di benak buah hati adalah tanda kalau si kecil tak punya teman di dunia nyata alias kesepian. Padahal sebenarnya dari beragam karakter anak, mulai dari yang pendiam sampai yang supel bisa saja memiliki teman khayalan.

Dalam Perkembangan Si Kecil, Teman Khayalan pun Punya Perannya Tersendiri, Bun 

baby-teddy-bear-cute-39369

Bunda perlu tahu, teman khayalan ini tidak selalu berupa sosok manusia, tetapi juga bisa hewan dengan nama dan karakter tertentu. Si kecil bisa saja punya teman khayalan yang ia sebut seekor kuda bertanduk atau unicorn, dengan separuh tubuh manusia yang berpakaian seperti putri. Atau mungkin ada juga anak yang berandai-andai kalau mainan favoritnya sebagai teman baiknya dan bisa berbicara kepadanya. Bunda jangan khawatir, sebab hal ini merupakan bentuk kekuatan imajinasi si kecil.

Di lain sisi, sampai usianya tujuh atau delapan tahun, memang ada sebagian anak yang enggan mengaku kalau dia punya teman khayalan. Namun keberadaan teman khayalan tak akan hilang begitu saja. Dalam hubungannya dengan dunia nyata, teman khayalan akan ‘menemani’ anak mengeksplorasi dunia. Karenanya, Bunda perlu tahu keberadaan peran teman khayalan untuk si kecil.

  1. Sebagai media anak untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.
  2. Membantu anak membangun hubungan dan mengendalikan perubahan.
  3. Membantu anak mengelola emosi.
  4. Membantu anak untuk memahami situasi.
  5. Membantu anak mengelola konflik di sekitarnya.

Lantas Bagaimana Bunda Harus Menyikapinya?

girl-rabbit-friendship-love-160933

Bunda perlu tahu, yang namanya teman khayalan tak lantas membuat si kecil tak berkembang secara normal. Justru pada momen seperti ini, Bunda memanfaatkan masa ini untuk mengajari anak tentang nilai-nilai tertentu.

Misalnya, jika anak tiba-tiba menumpahkan isi toples karena ceroboh dan ia menyalahkan teman khayalannya. Hindari memarahi saat ia berkata bahwa seharusnya teman khayalan yang merapikan.

Di lain sisi, mulailah untuk tidak memarahinya atau menertawakan teman khayalannya. Kalau si kecil tiba-tiba melakukan kesalahan dan mengarahkan kesalahan itu pada teman khayalannya, ingatkan saja tentang peraturan untuk selalu membersihkan rumah yang kotor. Sebab kalau Bunda justru memusuhi teman khayalannya, anak akan cenderung lebih lama untuk lepas dari fase ini.

Namun bukan berarti Bunda juga perlu berinteraksi atau melibatkan teman khayalannya dengan aktivitas si kecil di dunia nyata. Misalnya, hindari memanipulasi dengan mengatakan, “Teman kamu suka makan sayur. Berarti kamu mau juga ya!” Hal itu akan membuat si kecil makin terbiasa dengan keberadaan teman khayalan.

Pada dasarnya Ibu tidak perlu panik dan terlalu khawatir, melainkan tetap tenang saat mengetahui anak memiliki teman khayalan. Ia akan tetap tumbuh seperti anak-anak seusianya. Dan Bunda perlu tahu, setelah usia tujuh tahun, teman khayalan biasanya mulai hilang seiring dengan kesibukan anak di sekolah dasar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Sejatinya Bunda Bisa Mengatasi Batuk Berdahak Tanpa Perlu ke Dokter

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663

Saat si kecil batuk berdahak, jangan panik ya Bun. Memang si kecil jadi lebih rentan rewel. Apalagi saat batuk melanda, biasanya juga disertai gejala lain seperti sesak napas, demam, sakit dada, sakit tenggorokan, sampai hidung tersumbat. Tapi sebagai Bunda yang hebat, ada lho cara-cara yang bisa Bunda terapkan di rumah sebelum memutuskan membawa buah hati ke dokter.

Cukupkan Kebutuhan Cairan Si Kecil Terutama Saat Batuk dan Flu Melanda

pexels-photo-972307

Sama seperti orang dewasa, jangan abaikan kebutuhan cairan si kecil. Berikan asupan cairan yang cukup. Banyak minum sejatinya akan membantu membuat dahak jadi lebih encer serta mencegah dahak tersebut menumpuk dan menebal. Di lain sisi, sebaiknya berikan air hangat atau kuah sup demi meredakan rasa sakit di dada saat batuk serta memudahkan si kecil mengeluarkan dahak.

Berikan Madu Agar Si Kecil Juga Bisa Tidur Nyenyak

pexels-photo-973970

Berdasarkan penelitian, memberikan madu dapat meredakan batuk berdahak sekaligus membantu si kecil tertidur nyenyak. Caranya, cukup mencampurkan madu ke dalam teh hangat dan biarkan si kecil mengonsumsinya. Namun Bunda perlu tahu, jangan berikan madu jika anak masih berusia dibawah 12 bulan.

Bantu Si Kecil Mengeluarkan Lendir dan Sebaiknya Jangan Biarkan Si Kecil Terpapar Polusi Udara

pexels-photo-701014 (1)

Batuk berdahak bisa menyebabkan si kecil kesulitan tidur, bernapas, bahkan batuk-batuk di malam hari. Untuk itu, Bunda perlu membantunya mengeluarkan dahak yang ada di tenggorokan atau lendir dari tenggorokan agar si kecil lebih nyaman dan tak kesulitan bernapas. Di lain sisi, dalam situasi seperti ini, jangan biarkan buah hati terpapar asap kendaraan, debu, atau asap rokok. Ajak saja dahulu untuk bermain di dalam rumah.

Jangan Lupa untuk Memastikan Kepala Si Kecil Tertopang Saat Tidur

adult-baby-boy-755049

Agar si kecil lebih nyaman saat tidur, sebaiknya atur ketinggian bantal untuk si kecil. Setidaknya, buatlah lebih tinggi. Di lain sisi, Bunda bisa menggunakan obat berdahak seperti ekspektoran yang bisa membantu mengurangi dahak. Hanya saja Bunda perlu tahu, obat bebas tanpa resep dokter tidak disarankan diberikan untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun. Kalaupun memang batuknya semakin parah, sebaiknya pemberian obat batuk anak-anak dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top