Parenting

Saatnya Bunda Tahu, Ini 10 Daftar Bahan Kimia yang Wajib Dihindari Demi Kebaikan Kulit si Buah Hati

bath-splashing-ducks-joy-160992

Keberadaan bahan kimia rasanya sudah tak mungkin lagi dipisahkan dengan kebiasaan atau gaya hidup kita sehari-hari ya Bun. Termasuk untuk urusan memakaikan produk-produk pada buah hati. Mulai dari sabun, sampo, sampai produk perawatan kulit yang digunakan bayi pun sejatinya mengandung bahan kimia. Memilih untuk memakai produk natural pun bisa jadi alternatif yang bisa Bunda manfaatkan.

Nah, cara lainnya yang wajib Bunda terapkan iatu menghindari produk-produk yang memang berbahaya untuk kulit bayi, terutama kulit yang sensitif. Melansir dari Nakita, ada sejumlah bahan kimia yang sebaiknya memang dihindari untuk kulit bayi lho Bun. Ini dia daftarnya.

1. Synthetic Fragrance ada pada lotion mengakibatkan alergi dan iritasi kulit

Jenis pengharum yang satu ini suka ada pada produk lotion bagi si kecil. Bunda perlu tahu, pengharum dapat mengakibatkan alergi dan iritasi kulit. Karenanya, saat membeli produk, coba lebih teliti lagi yuk Bun.

2. Parabens, pengawet yang memiliki  efek samping menyebabkan masalah iritasi kulit dan kanker.

Bahan yang satu ini dipakai sebagai pengawet. Biasanya dalam produk tak akan ditulis ‘parabens’ melainkan jadi asam benzoate atau propil ester. Parabens serupa dengan phthalates. Karena fungsinya sebagai pengawet, kalau terakumulasi dalam tubuh justru bisa mengganggu endokrin atau sistem hormonal. Bahkan bahan ini punya efek samping menyebabkan masalah iritasi kulit dan kanker.

3. Phthalates dapat memicu masalah reproduksi

Bahan phthalates sering dikaitkan dengan gangguan endokrin yang bisa memicu masalah reproduksi lho Bun. Nama lain dari zat ini yaitu diethylhexyl phthalate, dibutyl phthalate, demethyl phthalate, atau diethyl phthalate.

4. 1,4-dioxane, ethylated Surfactants  biasanya bahan yang satu ini terkandung dalam produk sabun

Bahan kimia ini biasanya tak tercantum pada label. Hanya saja, biasanya bahan yang satu ini terkandung dalam produk sabun. Untuk menghindarinya, jangan menggunakan produk yang mengandung sodium laureth sulfate, senyawa PEG dan bahan kimia yang  terdaftar sebagai xynol, ceteareth, dan oleth. Atau cara mudah untuk mengingatnya yaitu jauhi bahan kimia yang mengandung huruf ‘eth’ ‘PEG’.

5. Proplyene Glycol  berasal dari minyak bumi ini sering ditemukan pada produk tisu bayi

Bahan kimia yang berasal dari minyak bumi ini sering ditemukan pada produk tisu bayi lho Bun. Fungsinya untuk menyerap cairan dan menjaga tingkat kelembaban. Tapi bagaimanapun juga, Bunda harus tetap waspada.

6. Mineral Oil,  mineralnya tak ramah kulit karena bersifat sekresi alias tak dapat mengeluarkan racun secara maksimal

Minyak yang satu ini sebenarnya banyak digunakan pada produk bayi termasuk pada produk baby oil. Hanya saja mineralnya tak ramah kulit karena bersifat sekresi alias tak dapat mengeluarkan racun secara maksimal. Keberadaan mineral oil justru jadi penghalang pada kulit sehingga tak memungkinkan kulit untuk bernapas ataupun mengeluarkan racun.

7. Triclosan, berbahaya karena kandungan tersebut bisa mengganggu endokrin bahkan berbahaya juga untuk lingkungan.

Pun dengan bahan yang satu ini. Kendati diberi label sebagai antibakteri, tetap saja sebenarnya segala produk yang mengandung triclosan itu  berbahaya karena kandungan tersebut bisa mengganggu endokrin bahkan berbahaya juga untuk lingkungan.

8. Bisphenol-A (BPA) bisa mengganggu hormon dan dapat menyebabkan kerusakan pada otak

Tilik lagi komposisi produk yang akan Bunda beli. Keberadaan Bisphenol-A apabila sudah terakumulasi di dalam tubuh pun akhirnya bisa mengganggu hormon dan dapat menyebabkan kerusakan pada otak, sistem produksi, jantung dan hati.

9. SLS & SLES  menyebabkan produk-produk sintetis tersebut berbusa.

Biasanyadu azat ini ditemukan pada produk sabun atau apapun itu yang bisa menimbulkan buih. Yup! Keberadaan SLS dan SLES-lah yang menyebabkan produk-produk sintetis tersebut berbusa.

10. Talc bisa memicu iritasi paru-paru

Zat yang satu ini merupakan bubuk mineral yang kemudian ditambahkan ke produk bedak bayi sehingga berfungsi menahan keringat agar kulit tetap kering. Hanya saja, kalau dibiarkan menumpuk di kulit, talc bisa memicu iritasi paru-paru dan mungkin jadi zat yang sifatnya karsinogenik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Punya anak yang cerdas dan Aktif itu Dambaan Hampir Semua Orang tua , Menumbuhkan Jiwa Aktif dan Kompetitif pada Si Kecil Ada di Tangan Bunda

test11

Punya anak yang cerdas, pantang menyerah, dan terpacu untuk jadi sukses jelas jadi dambaan hampir semua orangtua. Untuk itu, banyak anak yang akhirnya dididik untuk memiliki jiwa kompetitif demi meraih suksesnya kelak.

Iya Bun, sebab kecerdasan saja tidak cukup kalau tak diimbangi dengan munculnya sikap kompetitif. Nah, bicara soal daya juang, ada sebagian anak yang belum sepenuhnya mengerti mengenai soal sikap ini. Bun, kompetisi itu sangat penting lho untuk perkembangan anak.

“Kompetisi mengajarkan si Kecil kalau anak yang paling pintar tidak selalu sukses, tetapi mereka yang bekerja keras dan terus berusaha,” ujar Timothy Gunn, Psy.D, neuropshychologist anak dari Gunn Psychological Services seperti dikutip dari Parents.com.

Menurutnya, aktivitas kompetitif dapat membantu anak mengembangkan beragam kemampuan penting yang bisa bermanfaat untuk hidupnya kelak, seperti mengembangkan empati, mengantri giliran, dan belajar untuk jadi pribadi yang tekun.

Jangan Pelit Pujian Bila Si Kecil Sudah Berusaha Sebaik Mungkin

Cara termudah menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan tak pelit pujian. Tapi jangan berlebihan juga Bun. Dengan memberikan pujian yang sesuai dengan kerja kerasnya, ia akan lebih mudah merasa percaya diri. Dengan menghargai setiap kerja kerasnya, maka ia akan tumbuh jadi sosok yang gigih dan tak takut dalam menghadapi kekalahan, Bun.

Latihlah Si Kecil Agar Tak Fokus pada Hasil Saja ya Bun

Setiap orangtua tentu akan bangga kalau anaknya dapat nilai terbaik di semua pelajaran. Hanya saja jangan sampai karena ambisi orangtua agar si kecil mendapatkan nilai terbaik, hal itu justru membuat buah hati Bunda jadi merasa tertekan. Karenanya, yuk Bun ajak si kecil untuk bisa menikmati setiap prosesnya dan bukan hanya berorientasi pada target saja.

Ajar Si Kecil untuk Berani Menerima Kegagalan

Masih banyak lho anak yang belum berani berkompetisi karena tak bisa menerima kegagalan atau karena tak tau harus berbuat apa setelah dinyatakan gagal. Nah, demi mengatasi situasi semacam ini, Bunda perlu sekali mengajarkan si kecil untuk mau menerima kegagalan. Bunda bisa menceritakan situasi dimana Bunda pernah mengalami kegagalan sekaligus memberitahu bagaimana caranya bangkit. Semangat untuk tak perlu takut akan kegagalan itu harus dihidupi oleh si kecil, yang penting si kecil berani untuk mencoba ya Bun.

Jangan Menumbuhkan Sikap Gengsi dan Tak Mau Menerima Bantuan

Menurut survei pendiri Revolution Prep dan anggota Young Presidents Organization, Jake Neuberg dan Ramit Varna, banyak orangtua yang berbohong saat memamerkan kehebatan anak mereka. Bahkan ada orangtua yang tidak mau orang lain tahu kalau anaknya butuh guru privat untuk bisa mengerti pelajaran di sekolah. Padahal, orangtua tidak perlu malu ketika anaknya menerima bantuan, karena itu bisa mengajarkan anak tentang apa kekurangannya yang masih perlu diperbaiki.

Terpenting, Mereka Harus Bisa Menerima Segala Kekurangan dan Kelebihan

Buatlah buah hati Bunda bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirinya juga orang lain. Saat anak sudah mengerti akan hal itu, maka ia tak akan takut berokmpetisi dan lebih bisa menerima kekalahan. Pun saat ada rekannya yang mungkin lebih unggul darinya, kalau si kecil mengerti akan kekurangan dan  kelebihan, maka ia pun bisa mengakui kehebatan temannya itu dan menjadikannya sebagai motivasi agar bisa berjuang lebih baik lagi.

Sejak Awal, Bunda Pun Harus Konsisten Memberi Contoh yang Baik
Ajarkan pada anak mengenai kompetisi yang baik ya Bun. Manfaatkan permainan sederhana seperti bermain kartu, scrabble, monopoli, atau permainan apapun. Ajarkan bahwa menang tidak boleh dengan cara curang dan harus bisa menerima kekalahan dengan baik.

Dorong si Kecil Supaya Fokus dengan Tujuan Pribadi

Saat berkompetisi, penting sekali Bun menanamkan soal tujuan utama sebuah kompetisi pada si kecil. Saat sedang melakoni sebuah kompetisi, ajaklah dia untuk memaksimalkan kemampuan diri sendiri, bukan semata-mata untuk mengalahkan orang lain. Sebab kalau terlalu fokus ingin mengalahkan orang lain, maka kadang anak melupakan tujuan utama dari kompetisi tersebut.

Jika menang…
Bun, kalau si kecil menang, jangan biarkan ia terbuai oleh euforia kemenangannya dan akhirnya muncul rasa sombong saat mengalami kemenangan. Akan lebih baik kalau Bunda terus mendampingi dan memberikan pujian pada proses yang dijalani anak untuk meraih kemenangan. Seperti bagaimana ia saat berlatih dengan rajin, berlomba dengan ulet, tidak menyerah dan tidak curang. Dengan melakukan hal tersebut, anak dapat belajar bahwa untuk meraih suatu keberhasilan dibutuhkan proses dan kerja keras.

Jika kalah…
Sebagai orangtua, tentu kita harus berbesar hati. Yup! Saat anak kalah, sebaiknya Bunda jangan menunjukkan rasa sedih, kecewa, atau marah. Jika anak sedih atau kesal, biarkan saja karena itu adalah bentuk ekspresinya. Namun, jangan biarkan hal tersebut terjadi berlarut-larut. Justru akan lebih baik kalau Bunda mengajaknya untuk mengevaluasi apa yang sudah ia lakukan saat mengikuti lomba. Jangan lupa untuk mengajarkan ia memberikan selamat dan menghargai perjuangan tim lawan.

Katakan Padanya untuk Tidak Fokus pada Hadiah

Sebaiknya jangan mengajarkan si kecil untuk terobsesi dengan kemenangan semata dan hadia yang dijanjikan. Bunda perlu terus membimbingnya untuk konsisten dan menjaga kefokusan pada permainan atau pertandingan yang adil. Kenapa harus demikian? Sebab kalau si kecil terbiasa fokus pada kemenangan dan hadiah, kelak ia akan memakai segala cara untuk memperoleh apapun yang ia mau tanpa melihat dampak buruk dan baiknya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Mau Lahiran Normal, yang Penting Bunda Mau Olahraga dan Periksa ke Dokter Kandungan Secara Rutin

woman-pregnant-pier-belly-54634 (1)

Kalau disuruh memilih, pasti kebanyakan ibu akan memilih untuk lahiran normal kan Bun? Sakitnya yang katanya ‘hanya sekali’ yaitu ketika melahirkan, membuat kita sebagai ibu sepertinya enggan untuk kompromi dengan rasa nyeri setelah operasi—bila harus melahirkan secara Caesar. Tapi tahukah Bunda, penyebab seorang ibu harus melahirkan Caesar tentu berkaitan dengan kesiapan fisik dan mentalnya. Nah, supaya makin siap, ada lho Bun semacam trik tertentu yang bisa Bunda lakukan demi mengusahakan lahiran secara normal.

Pilih Dokter Kandungan yang Tepat untuk Bunda

pexels-photo-1145997

Sadar tak sadar keberadaan dokter kandungan ternyata bisa mempengaruhi proses persalinan lho Bun. Kalau Bunda ingin persalinan yang normal, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memilih dokter kandungan yang pro dengan persalinan alami dan lebih jarang menjalani persalinan Caesar dalam praktiknya. Bunda perlu mencari dokter yang punya visi yang sama. Katakan pada dokter dari awal jika Bunda menginginkan persalinan normal, dengan begitu ia akan terus memantau kondisi dan kesehatan kehamilan Bunda serta mengusahakan agar Anda bisa melahirkan normal, dengan tetap menyesuaikan kemampuan tubuh Anda.

Bunda Juga Bisa Ikuti Kelas Kehamilan

pexels-photo-1103242

Kenapa? Sebab saat Bunda mengikuti kelas kehamilan, banyak yang bisa Bunda ketahui terkait persiapan persalinan dan pengasuhan bayi saat lahir nanti. Yang jelas setiap hal itu Bunda dapatkan secara lebih jelas dan mendalam. Mulai dari tips menjaga kesehatan selama hamil, cara mempersiapkan tubuh menjelang persalinan agar bisa lahir normal, latihan pernapasan untuk menghadapi persalinan normal, hingga berbagi pengalaman dan masalah kehamilan.  Bahkan Bunda pun akan dibantu meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi proses persalinan.

Bunda Perlu Banyak Membaca Buku Serta Rutin Cek ke Dokter Kandungan ya Bun

woman-pregnant-pier-belly-54634 (1)

Yup! Selain ikut kelas kehamilan, Bunda juga perlu membaca banyak buku tentang persiapan persalinan secara normal. Atau kalau memang Bunda perlu interaksi, ikuti saja grup atau komunitas sesama ibu yang pernah atau sedang berjuang melahirkan secara normal.

Selanjutnya, Bunda tak boleh abai soal rutin cek ke dokter kandungan. Kondisi kehamilan harus dipantau secara rutin agar bisa menghindari masalah-masalah kehamilan yang bisa membahayakan, sehingga bisa mengurangi risiko persalinan caesar.

Kalau Bisa dan Memungkinkan, Hindari Induksi ya Bun

pexels-photo-69097 (1)

Jika Bunda tak memiliki kondisi tertentu yang memerlukan induksi persalinan, maka sebisa mingkin hindarilah induki ya Bun. Beberapa penelitian percaya bahwa ibu yang mendapatkan induksi persalinan berisiko lebih besar mengalami persalinan caesar darurat.

Terpenting, Olahraga yang Cukup ya Bun

pexels-photo-1253592

Olahraga rutin selama kehamilan dapat membantu tubuh Bunda aktif, sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi risiko persalinan caesar. Di lain sisi, fungsi olahraga juga bisa membantu mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan normal lebih mudah lho Bun. Selain itu, tetap penuhi nutrisi yang diperlukan selama hamil agar kesehatan Bunda tetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hati – hati, Sayuran yang Digoreng Sebenarnya Aman Tidak ya Untuk si Kecil?

pexels-photo-302482

Demi membuat nafsu makan si kecil tetap terjaga, orangtua harus pandai membuat varian menu makanan yang menarik ya Bun. Apalagi soal sayuran, anak kecil rentan sekali tak suka makan sayuran. Pada akhirnya, Bunda pun harus membuat varian menu sayuran seperti sayur yang digoreng. Menu seperti brokoli goreng tepung, atau kembang kol goreng, bahkan keripik bayam pun jadi inovasi Bunda dalam meracik menu untuk si kecil. Tapi urusan nutrisi, bila sayuran diolah demikian, akankah nutrisinya masih terjaga?

Nah, menurut ahli gizi Jansen Ongko, orang Indonesia memang paling sering mengonsumsi gorengan, termasuk saat sarapan. Padahal gorengan bukanlah sumber energi yang ideal. Mengonsumsi sayuran yang digoreng hanya mengisi perut tapi kebutuhan energi atau energinya justru sangat kurang.
“Jika sayuran atau buah digoreng akan menghilangkan nilai gizinya,” ujar Jansen. Ia menyarankan kalau ingin membuat si kecil lebih lahap dengan menu sayur atau buah-buahan, maka alternatifnya yaitu dipotong-potong lalu dijadikan salad.

“Kalau digoreng asupan lemak bisa berlebih, kolesterol tinggi padahal tubuh sudah memproduksi asam lemak sebesar 70 persen, kita hanya butuh 30 persennya,” tambahnya. Nah Bunda perllu waspada, kalau asupan lemak berlebih, maka si kecil jadi memiliki risiko mengalami obesitas kan? Karenanya, dari Bundanya memang harus lebih bijak dalam menentukan dan memilih makanan yang akan dikonsumsi buah hati setiap  harinya.

Tak perlu mengeluh Bun kalau si kecil susah sekali diajak makan buah atau sayur baik yang sudah diolah maupun yang masih segar. Cobalah berulang-ulang. Cara pengenalan makanan ke anak-anak memang pada dasarnya harus dilakukan berulang-ulang tapi harus tetap menyenangkan hatinya.

Alternatif lainnya yaitu mulai memberikan sayur dan buah dalam porsi kecil dulu Bun. Mungkin dengan cara yang demikian, ia tak akan takut karena harus menghabiskan seporsi besar makanan yang tak disukainya. Kuncinya adalah Bunda dan Ayah harus menyadari kalau orangtualah cermin bagi si kecil. Jadi kalau kita suka makan sayur dan buah pasti si kecil tak akan menolak jika diberi sayuran dan buah-buahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top