Parenting

Saat Si Kecil Sudah Mengenal Gawai, Pastikan Bunda Mengenalkan Aplikasi Edukatif Ini padanya

kid-notebook-computer-learns-159533

Bunda, si kecil lahir di zaman yang sangat berbeda dengan orang tuanya. Kalau mungkin Bunda baru mengenal gawai ketika usia sekolah atau kuliah, kini keberadaan gawai sudah ada di sekitar si kecil sejak ia baru lahir ke dunia. Gawai pun bukanlah monster yang harus ditakuti, tapi benda yang harus dikendalikan ya, Bun.

Keberadaannya akan aman-aman saja kalau Bunda bisa bijak kala menggunakannya. Termasuk saat mengenalkannya pada si kecil. Terutama kalau memang si kecil sudah mengenal gawai sebagai media untuk bermain, jangan sampai lupa mengenalkan salah satu bagian penting yang bisa dimanfaatkan lewat keberadaan gawai tersebut yaitu menunjukkan game edukatif padanya.

Supaya Bisa Mengenal Huruf sedari Dini, Kenalkan Game ABC Belajar Membaca yuk, Bun!

Game yang satu ini memang dirasa perlu Bunda ajarkan pada si kecil sebelum Bunda mengajarinya game yang lain. Di Playstore, game ini mendapat rating 4,1 dari ribuan pengguna. Lumayan kan Bun, lebih baik mengenalkannya untuk belajar membaca daripada melihatnya sibuk main Mobile Legend…

Untuk Si Kecil yang Tertarik dengan Flora dan Fauna, Game Planet Puzzle Bisa Jadi Pilihan yang Tepat

Cara main game ini terbilang mudah lho Bun. Cukup menempatkan karakter berdasarkan habitatnya. Saat membuka game ini, akan ada beberapa makhluk hidup di bagian atas yang harus ditempatkan pada planet yang berputar. Lewat game ini, Bunda bisa mengajarkan di mana tempat yang tepat untuk para makhluk hidup itu berada. Sembari mengenalkan nama-nama binatang yang terdapat dalam karakter game.

Kalau Bunda Tertarik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Cobalah Ajak Si Kecil Memainkan Game Crazy Gears

Game ini mengajarkan anak untuk berpikir kritis, pasalnya dalam permainan ini mengharuskan si kecil untuk menyelesaikan masalah, kemampuan eksplorasi, serta melatih pengetahuan soal STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Nah, peran Bunda hanya membantunya memberi informasi yang diperlukan. Selebihnya, biarkan si kecil yang bereksplorasi menyelesaikan masalahnya.

Hitung-hitungan Wajib Bunda Kenalkan Sejak Dini. Karenanya, Bunda Perlu Ajarkan Berhitung lewat Game Marble Math Junior ya Bun!

Sementara itu untuk si kecil yang berusia 5-8 tahun, Bunda bisa mengajaknya bermain Marble Math Junior. Belajar matematika pasti akan lebih mudah dengan game. Ada suara narator yang akan menunjukkan cara bermainnya sehingga si kecil tak akan kesulitan memahami. Kalau si kecil mampu menjawab setiap soal yang ada, akan diberikan reward untuknya.

Melatih Kemampuan Bahasa Asing pun Bisa dengan Mengajaknya Bermain Game Belajar Bahasa Inggris


Terakhir, game Belajar Bahasa Inggris juga bisa Bunda kenalkan. Dalam permainan ini, terdapat beberapa mode pembelajaran seperti membaca angka dan huruf dalam bahasa Inggris yang disertai contoh kata serta cara menulisnya. Kelebihan lainnya, ada pula suara narator yang sangat jelas, sehingga si kecil bisa menirukan pengucapannya dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan yang Umum Dilakukan Orangtua Saat Menyuapi Anak

baby-baby-eating-chair-973970 (4)

Proses memberikan makan pada si kecil seharusnya menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Hanya saja, sebagai orangtua, ada kalanya Bunda mengabaikan beberapa hal yang akhirnya justru merugikan si kecil. Baik kebiasaan maupun asupan makanan yang diberikan, bisa jadi pemicu si kecil jadi bermasalah dengan kebiasaan makannya kelak. Untuk itu, perhatikan lagi ya Bun apa-apa saja yang sebaiknya tak dilakukan saat menyuapi si kecil.

Anti Makan Berantakan

Saat menyuapi si kecil dan suapan tersebut luber kemana-mana, pasti Bunda segera mencari lap basah dan membersihkannya sesegera mungkin. Rasanya jangan sampai si kecil terlihat kotor karena sisa makanan yang berantakan ke sisi-sisi wajah atau bahkan bajunya. Padahal, kebiasaan ini justru sebaiknya dikurangi. Biarkan si kecil bereksplorasi dengan kondisi ‘kotor’ yang muncul saat ia makan. Ia akan belajar tentang apa yang dikonsumsinya dari situ.

Untuk itu, tak usah khawatir atau takut kotor, justru biarkan si kecil makan sendiri saat usianya sudah cukup mampu untuk memegang sendok sendiri. Di masa-masa eksplorasi, berikan varian menu yang semakin beragam. Sembari mengajarinya tentang makanan, Bunda juga bisa mengajarinya untuk belajar bersih-bersih sendiri setelah makan.

Proses Menyuapi yang Terlalu Lama

Banyak sekali orangtua yang memilih untuk memanjakan buah hati mereka dengan selalu menyuapinya saat makan. Padahal, Bunda disarankan melatih si kecil untuk makan sendiri sejak usia 8-9. Baru kemudian di usia 12 bulan, ia sudah benar-benar memilih untuk makan sendiri dan menggunakan peralatan makan dengan baik. Jangan takut si kecil justru tak mau makan, bersabarlah dalam membimbingnya dan biarkan si kecil berproses.

Memilih Makanan yang Terlalu Sehat untuknya

Orangtua selalu terperangkap pada pemikiran bahwa bayi dan anak-anak harus diberikan makanan terbaik dan menyehatkan. Di lain sisi, tren makanan sehat pun semakin berkembang, dan menekankan bahwa golongan makanan sehat adalah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Padahal makanan tersebut rendah lemak dan lebih cocok untuk orang dewasa yang tengah menjalankan diet sehat. Untuk itu, lebih bijaklah untuk urusan memberikan makanan pada si kecil ya Bun. Di usianya, mereka membutuhkan asupan lemak untuk tumbuh kembangnya.

Membiarkan Si Kecil Menggigit Makanan atau Mengonsumsi Minuman orang Dewasa

Mungkin Bunda sama sekali tak sadar ada beberapa kebiasaan orang dewasa yang justru membahayakan si kecil. Misalnya membiarkan ia menyeruput sedikit kopi atau atau memberikannya sepotong brownies. Padahal, ada bahaya yang mengintai. Kafein, soda, yang mungkin terkandung dalam minuman, akan mengancam kesehatannya.

Serta makanan manis akan membahayakan kesehatan giginya. Bahkan kalau si kecil sudah terlanjur menyukai rasanya, tak menutup kemungkinan ia akan meminta makanan itu lagi. Untuk itu, lebih berhati-hati ya Bun saat memberikan makanan atau snack pada si kecil. Di usianya, tak semua makanan disarankan untuk dikonsumsi. Terutama yang tinggi gula.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Di AS, Mainan Forky Ditarik dari Pasaran Lantaran Dinilai Tak Aman

forky

Karakter baru Forky dalam film Toy Story 4 menuai polemik baru di kehidupan nyata. Terbaru, Disney telah mengeluarkan imbauan penarikan secara sukarela mainan Forky dengan alasan masalah keamanan. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen Disney melaporkan bila bagian mata Forky dapat terlepas dan menuai risiko tertelan pada anak di bawah umur tiga tahun.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu, 10 Juli 2019 perusahaan akan mengembalikan dana secara penuh kepada pelanggan yang mengembalikan mainan tersebut.

“Kami mendukung pengembalian penuh mainan Forky. Tidak ada ada yang lebih penting dibanding keselamatan konsumen kami,” ujar Disney dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter pada Senin, 8 Juli. “Silakan hubungi 866-537-7649 atau kembalikan barang tersebut ke toko Disney / Disney Parks Amerika Utara.”

Mainan Forky memang dijual di Toko Disney, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui toko Disney di Amazon Marketplace dari April hingga Juni dengan harga sekitar US$20 atau Rp 281 ribu. Sekitar 80.650 mainan telah terjual di AS dan Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena belum ada cedera yang dilaporkan.

Dalam film Toy Story 4, Forky berjuang dengan krisis percaya diri setelah Bonnie menciptakannya dari sampah. Tubuh Forky terbuat dari senpu atau sendok garpu dan ditambahkan aksesoris lain sehingga membuatnya menjadi mainan yang utuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top