Mom Life

Saat Kandungan Memasuki Masa Trimester Ketiga, Pastikan Bunda Sudah Menyiapkan Hal Teknis Ini Ya…

pregnant

Menjalani masa-masa trimester ketiga kehamilan pasti bikin degdegan kan, Bun? Kalau Bunda salah satu yang sedang berada di fase ini, perbedaan apa sih Bun yang paling sering Bunda rasakan? Coba yuk ceklis setiap item di daftar ini. Sepuluh hal dibawah ini, seperti dikutip dari hellosehat.com bisa Bunda jadikan panduan selama memasuki masa trimester terakhir kehamilan.

Hitung Tendangan Bayi

Semakin besar dan kuat bayi Bunda, Bunda mungkin akan merasakan tendangan tajam di bawah tulang rusuk Bunda. Bunda seharusnya dapat merasakan bayi Bunda terus bergerak menjelang dan selama persalinan. Jika Bunda melihat ada perubahan dalam polanya, segera bicarakan dengan bidan atau dokter. Kurang gerak mungkin menandakan masalah, dan akan perlu pengujian untuk memeriksa kondisi bayi.

Pelajari Tentang Konsultasi dokter dan Tes Lab Untuk Trimester Akhir

Bunda kemungkinan besar akan dijadwalkan check-up rutin setiap dua minggu di 28-36 minggu kehamilan, kemudian beralih jadi sekali seminggu kunjungan sampai melahirkan. Semakin tanggal jatuh tempo persalinan mendekat, Bunda akan dihadapi oleh berbagai macam pemeriksaan fisik, tes akhir-kehamilan, dan diskusi tentang kelahiran mendatang.

Selama trimester ketiga, dokter/bidan akan memberikan informasi tentang cara mempersiapkan persalinan dan kelahiran, termasuk bagaimana mengenali tanda-tanda persalinan dan bagaimana cara mengatasi nyeri persalinan. Dokter/bidan akan mengukur besar perut Bunda di setiap konsultasi untuk memeriksa pertumbuhan bayi. Jika ia berpikir bayi Bunda membutuhkan pemeriksaan tambahan, ia akan menjadwalkan scan ultrasound untuk Bunda.

Waspada Gejala Kehamilan Tua yang Mengkhawatirkan

Preeklampsia adalah suatu kondisi kehamilan yang diduga terjadi ketika plasenta tidak bekerja dengan baik. Hal ini dapat terjadi dari 20 minggu kehamilan, tapi paling mungkin timbul di trimester ketiga, Bun. Karenanya, bidan pasti akan memeriksa tanda-tanda pre-eklampsia, termasuk tekanan darah tinggi dan protein dalam urin.

Meskipun tes yang dilakukan bidan adalah cara yang paling efektif untuk mencari tahu dan menyiasati risiko preeklampsia, tetap penting untuk Bunda menyadari gejalanya sedini mungkin.

Waspadai sakit kepala parah, penglihatan kabur, dan tangan dan kaki yang membengkak. Hubungi dokter atau bidan segera jika Bunda memiliki gejala-gejala tersebut ya.

Pastikan Tubuh Bunda Punya Cukup Zat Besi

Memiliki menu dan kebiasaan makan yang sehat penting untuk kesehatan Bunda dan bayi Bunda. Yuk Bun, perkaya gizi dengan banyak makanan kaya zat besi, yang membantu Bunda untuk memproduksi sel-sel darah merah. Bayi Bunda akan mengambil cadangan zat besi dari tubuh Bunda, sehingga ia tidak kekurangan.

Tingkatkan asupan zat besi Bunda dengan mengonsumsi makanan sumber zat besi, seperti daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan sereal fortifikasi dalam menu makanan. Dampingi makanan Bunda dengan segelas jus jeruk untuk membantu tubuh Bunda lebih mudah menyerap zat besi.

Persiapkan Rumah untuk Kedatangan si Bayi

Buat hidup Bunda sebagai orangtua baru nantinya semakin mudah dari sekarang dengan memulai kerja bakti menyiapkan rumah untuk kedatangan bayi. Rakit tempat tidur bayi, kursi mobil bayi, dan kereta bayi dari sekarang. Minta pasangan Bunda atau anggota keluarga lain melakukannya untuk Bunda. Lakukan operasi “bersih-bersih rumah” sedini mungkin sebelum segala sesuatu terlalu merepotkan untuk dilakukan.

Kenali Kontraksi Bunda dan Pelajari Tahapan Persalinan

Kenali dan pahami kontraksi Bunda. Perhatikan bagaimana setiap kontraksi terasa dan seberapa sering kontraksi terjadi. Ini dapat membantu Bunda untuk membedakan kontraksi dari tBunda-tBunda nyata persalinan.

Seiring mendekati tanggal persalinan, tidak ada yang dapat memberi tahu Bunda seperti apa persisnya pengalaman melahirkan Bunda atau seberapa lama prosesnya akan berlangsun. Tapi, belajar tentang tahapan persalinan dapat membantu Bunda merasa lebih memegang kendali ketika saatnya tiba.

Kemas Tas Rumah Sakit

Bahkan jika Bunda tidak berencana melahirkan di rumah sakit, Bunda mungkin perlu kunjungan rumah sakit yang tidak terduga, sehingga mengemas tas Bunda dengan baik sedini mungkin sebelum tanggal jatuh tempo persalinan.

Periksa apa yang rumah sakit sediakan dan apa yang dapat Bunda bawa sendiri dari rumah. Jika Bunda suka, Bunda bisa kemas dua tas: satu untuk masa persalinan dan periode segera setelah bayi lahir, dan satu lagi untuk Bunda simpan di kamar perawatan

Perbanyak Tidur ya Bun

Jika Bunda merasa sulit untuk tertidur di malam hari, cobalah berinvestasi dalam beberapa bantal berkualitas baik untuk mendukung Bunda. Selip satu bantal di antara lutut Bunda dan beberapa di bawah perut Bunda sebelum Bunda pergi tidur untuk membantu Bunda tidur lebih nyaman.

Lakukan Peregangan dan Pelajari Perawatan Bayi Baru Lahir

Sekarang adalah saat yang tepat untuk belajar peregangan yang akan mempersiapkan tubuh Bunda menjelang kelahiran bayi Bunda. Cobalah untuk tidak khawatir jika Bunda merasa sulit untuk belajar latihan peregangan baru di trimester ketiga ini. Bahkan peregangan sesekali dan menggoyang-goyangkan tangan-kaki dapat membantu Bunda menghindari isu remeh-temeh kehamilan seperti kram kaki.

Jika Bunda belum melakukannya, trimester ketiga adalah waktu yang tepat untuk beralih fokus dari perawatan bumi dan janin menjadi perawatan seputar bayi. Bunda tidak akan memiliki banyak waktu untuk membaca setelah bayi Bunda lahir, sehingga Bunda dapat mempelajari semua tentang beberapa minggu pertama kehidupan bayi sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Yuk Ajak Ayah untuk Mau Mengenal KB Vasektomi

affection-child-cute-2015916

Mendengar istilah vasektomi, apakah yang ada di benak Bunda? Ya, vasektomi adalah proses operasi pemotongan saluran bernama vas deferens di dalam organ vital laki-laki. Saluran ini sendiri berbentuk tabung kecil di dalam skrotum yang berfungsi membawa sperma dari testikel menuju penis. Sementara itu, mengenai metode vasektomi, biasanya dikenal dengan istilah sterilisasi.

Bunda perlu tahu, vasektomi bertujuan untuk mencegah pembuahan dan kehamilan karena tertutupnya akses sperma menuju air mani. Kendati sifatnya permanen, tetap tidak akan memengaruhi kemampuan laki-laki dalam ejakulasi dan orgasme.

Dari beragam jenis kontrasepsi yang dikenal efektif, vasektomi bahkan memiliki tingkat keberhasilan mencapai 99 persen. Dalam hal ini artinya, hanya kurang dari 1 di antara 100 perempuan yang hamil setelah satu tahun pasangannya menjalani prosedur vasektomi.

Jika Bunda dan ayah mendambakan kontrasepsi yang tingkat efektivitasnya tinggi, vasektomi bisa jadi pilihan. Biasanya pada masa 8-16 minggu pasca vasektomi, laki-laki akan direkomendasikan melakukan tes lanjutan demi memastikan tak ada sperma yang tersisa di kepala penis. Sementara itu, di beberapa kasus, saluran vas deferens bisa terhubung kembali secara tak terduga. Namun hal ini jarang terjadi.

Kita Perlu Mengenali Jenis-jenis Prosedur Vasektomi

Ada dua jenis vasektomi, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau bedah. Pada vasektomi konvensional, dokter bedah akan membuat sayatan pada kedua sisi skrotum yaitu bagian atas skrotum dan bagian bawah penis. Kemudian vas deferens di dalamnya akan dihilangkan, diikat, atau bahkan dikaterisasi. Bekas luka kemudian akan dijahit.

Sementara pada vasektomi tanpa pisau bedah, dokter akan memakai penjepit kecil demi menahan saluran yang akan dipotong. Selanjutnya akan dibuat lubang kecil pada kulit skrotum dan memotong bagian saluran sebelum mengikatnya. Prosedur vasektomi ini tidak memerlukan jahitan dan merupakan prosedur yang paling populer karena minimnya risiko dan komplikasi yang ditimbulkan.

Proses Pemulihan Setelah Vasektomi

Efek seperti pembengkakan, rasa tak nyaman, bahkan pendarahan mungkin terjadi setelah laki-laki melakukan prosedur vasektomi. Untuk itu, jika Ayah berniat melakukan prosedur ini, sebaiknya berikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

Selain itu, penting sekali untuk memberitahunya agar tak melakukan ejakulasi hingga 7 hari setelah operasi. Selain itu, biasanya lelaki yang baru melakukan vasektomi disarankan untuk menggunakan celana dalam yang ketat untuk menyangga skrotum dengan baik serta hindari pekerjaan berat pada minggu pertama atau sampai dokter memberi izin.

Fakta-fakta Lain Mengenai Vasektomi

Selain itu, bagi Bunda dan ayah yang memang sepakat memilih vasektomi, sebaiknya ketahui dulu beberapa hal ini. Pertama, vasektomi tak akan pengaruhi gairah seksual seseorang. Menurut Phillip Petree, penulis The Man Puzzle, yang juga menjalani vasektomi, mengatakan sebagian besar pria menganggap vasektomi bisa mengurangi dorongan seksual. Banyak yang merasa aktivitas seksual tak akan berjalan normal sesudahnya. Faktanya, ketakutan tersebut tak berdasar.

“Semua vasektomi memang menghalangi aliran sperma,” jelas Philip Werthman, M.D., seorang ahli urologi dan Direktur Pusat Kedokteran Reproduksi Pria dan Vasektomi di Los Angeles.

Namun dia menegaskan vasektomi tidak mempengaruhi kadar testosteron, ereksi, atau orgasme. Kata dr Philip, satu-satunya struktur yang dipengaruhi vasektomi adalah vas deferens, tabung yang membawa sperma dari buah zakar ke uretra. Tabung-tabung itu dipotong dan disegel, sehingga sperma tidak bisa lagi lewat.

Kedua, perlu alat KB lain selama beberapa bulan. Setelah vasektomi dilakukan, selama beberapa bulan pasangan diminta menggunakan alat kontrasepsi lainnya seperti pil KB, IUD, dan kondom. Hal ini disarankan dilakukan sekitar 2 bulan setelah vasektomi dilakukan, sebagai usaha mencegah kehamilan,

Bun. Sekalipun vasektomi sudah dilakukan, biasanya sperma biasanya masih tersisa dalam saluran vas deferens hingga 20 atau 30 ejakulasi. Perlu waktu antara enam hingga 12 minggu sampai benar-benar bersih, Bun.

Selain itu, perlu analisis laboratorium sampel air mani terlebih dahulu. Ini penting untuk memastikan air mani bersih dari sperma. Biasanya dua sampai tiga bulan setelah prosedur dilakukan, dokter meminta laki-laki yang menjalani vasektomi untuk melakukan tes air mani.

Beberapa dokter menyatakan pasiennya aman setelah satu sampel bersih alias tidak ada sperma. Ini merupakan pendekatan yang didukung American Urological Association. Tapi, ada juga dokter yang menginginkan dua sampel bersih, yang pengambilan sampelnya terpaut beberapa minggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Demam Tinggi Saat Hamil? Pastikan Bunda Tahu Cara Menanganinya

field-grass-mom-34773

Demam saat hamil bagi bunda mungkin termasuk masalah ringan. Tapi tetap saja tak boleh disepelekan ya Bun. Apalagi jika Bunda mengalami demam tinggi saat hamil. Belum lagi tak boleh sembarang mengonsumsi obat saat hamil, untuk itu bunda perlu bijak dalam mengatasi kondisi ini?

Nah, Bunda tentu bertanya-tanya apakah demam tinggi dapat membahayakan bayi dalam kandungan atau tidak. Pada dasarnya, bila ibu hamil mengalami demam ringan di bawah 38 derajat Celcius umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran dan biasanya tidak akan berpengaruh pada kehamilan Bunda. Namun, demam yang lebih tinggi dari itu bisa menjadi serius. Pada kondisi ini, Bunda mungkin akan sedikit merasa tak nyaman saat demam. Entah suhu tubuh tinggi, berkeringat, atau kadang menggigil, sakit kepala, nyeri otot, bahkan dehidrasi.

Ibu hamil dan bayi dalam kandungan sejatinya lebih mungkin mengalami komplikasi serius dari demam yang tinggi. Apalagi gejala ini dipercaya mampu meningkatkan risiko cacat lahir, kelainan jantung bawaan atau keguguran pada awal kehamilan.

Sebab semakin tinggi demam dan semakin lama demam, semakin tinggi risikonya. Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Molecular Psychiatry, melaporkan bahwa infeksi pada kehamilan dan respon sistem kekebalan tubuh yang terjadi juga dapat meningkatkan risiko autisme.

Bahkan penelitian tersebut menemukan bahwa demam saat hamil memiliki 34 persen risiko lebih tinggi mengalami autisme pada anak yang dilahirkan. Sementara demam tinggi saat hamil selama trimester kedua memiliki risiko 40 persen lebih tinggi.

Tetapi, banyak juga laporan dari ibu hamil yang mengalami demam tapi bayi dalam kandungannya baik-baik saja. Meski begitu, bukan berarti Bunda bisa menyepelekannya. Demam saat hamil juga memerlukan perhatian khusus dan pengobatan yang tepat, untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi pada bayi. Bunda pasti bertanya, bolehkan ibu hamil mengonsumsi obat saat demam?

Bunda dapat mengobati demam dengan minum air putih yang banyak dan beristirahat serta tetaplah berada di tempat tidur bila Bunda mulai merasa tak sehat. Namun karena sedang hamil, jangan terlalu menutupi diri dengan selimut ya. Ini bisa membuat tubuh Anda berkeringat berlebihan dan terlalu panas, juga tidak baik untuk si janin dalam perut.

Bunda juga dapat mengonsumsi paracetamol untuk mengobati demam selama kehamilan. Tetapi tetap konsumsi sesuai dosis (total dosis dalam sehari tidak lebih dari dosis maksimal) dan tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama. Hindari pula untuk mengonsumsi obat non steroid antiinflamasi (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin, untuk meredakan demam. Obat NSAID dapat menembus plasenta sehingga dapat membahayakan janin, serta dapat memengaruhi sistem kardiovaskular (jantung) bayi di kemudian hari.

Bila demam Bunda kian tinggi, dan gejalanya kian parah, ada baiknya segera hubungi dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk meredakan demam Bunda. Dokter juga mungkin akan menawarkan beberapa tes jika ia tidak menemukan penyebab yang jelas dari demam Anda. Tes ini bisa melibatkan sampel urine dan tes darah. Namun bila Bunda tak ingin menurunkan demam dengan obat, Bunda dapat mencoba melakukan beberapa cara ini :

  1. Berbaring dan kompres kening Bunda dengan air dingin.
  2. Mandi air hangat. Hindari mandi air dingin, karena dapat menyebabkan Bunda menggigil, sehingga demam Bunda bisa meningkat. Air hangat bisa menurunkan demam ketika air menguap dari kulit Bunda.
  3. Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan dapat membantu mendinginkan tubuh Bunda.
  4. Pastikan juga sirkulasi udara di rumah berjalan lancar agar Bunda tidak kepanasan.
  5. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu tebal.
  6. Tetap di dalam ruangan yang dingin atau teduh.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Begini Caranya Memenuhi Asupan Nutrisi Saat Bunda Hamil Bayi Kembar

pexels-photo-396133

Bunda sedang mengandung anak kembar? Seturut kondisi ini, Bunda pasti akan akan mengalami kenaikan berat badan serta membutuhkan asupan nutrisi lebih dibanding ibu yang mengandung anak tunggal. Untuk itu, Bunda memerlukan nutrisi berupa asam folat, kalsium, zat besi, karbohidrat, serta zat penting lainnya.

Di lain sisi, pola makan selama mengandung bayi kembar juga perlu diperhatikan ya. Ini dia menu makanan yang wajib ada pada menu Bunda.

Kacang-kacangan

Kacang kaya vitamin dan omega-3 yang bisa memasok cukup kebutuhan nutrisi bagi si calon anak kembar. Selain itu, protein dalam kacang juga dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari calon ibu.

Telur

Telur kaya sejumlah nutrisi seperti vitamin, protein dan mineral, dan ini sangat bermanfaat bagi kehamilan kembar. Bunda perlu tahu, satu porsi telur mengandung 347 kalori dan 31 gram protein, jumlah sebanyak ini tentu sangat berguna baik untuk ibu hamil maupun si janin kembar.

Yoghurt

Yoghurt mengandung banyak kalsium yang bisa membantu perkembangan tulang dan gigi bayi. Tidak hanya itu, kalsium dalam yoghurt juga berfungsi dalam menjaga kesehatan tulang punggung dan kaki ibu hamil, agar bisa menopang dua janin sekaligus.

Ikan

Ikan memiliki kandungan vitamin E yang wajib dikonsumsi oleh ibu hamil kembar. Vitamin E berfungsi mengalirkan oksigen ke janin. Perlu Anda ketahui, anak kembar membutuhkan suplai oksigen lebih banyak dibandingkan dengan kehamilan biasa.

Bayam

Bayam merupakan salah satu makanan yang mengandung nutrisi baik selama kehamilan kembar. Kandungan zat besi yang sangat tinggi, membantu dalam pengembangan sel darah merah bagi janin kembar. Selain itu bayam juga mengandung vitamin A, vitamin C dan kalsium yang juga baik untuk tumbuh kembang janin. Sebaliknya, kekurangan zat besi membuat ibu rentan mengalami anemia.

Selain Itu, Bunda Juga Perlu Memperhatikan Pola Makan Selama Kehamilan

Karena sedang hamil anak kembar, penting bagi Bunda memiliki energi yang cukup. Nah, energi yang cukup bisa didapat dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks yang sehat. Karbohidrat kompleks terkandung dalam makanan yang mengandung gandum seperti roti gandum, sereal gandum, oatmeal atau nasi merah.

Disarankan Bunda mengurangi konsumsi nasi putih yang memiliki kandungan gula tinggi dan memperbanyak konsumsi sumber karbohidrat kompleks.

Ya, Bunda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan D, mineral yang cukup serta kalsium. Bunda wajib mengonsumsi banyak sayuran terutama sayuran hijau kemudian konsumsi susu atau yoghurt yang tinggi kalsium. Makanan dengan kandungan serat tinggi bisa juga membantu mencegah konstipasi.

Terakhir, Jauhi Makanan yang Mengandung Lemak Jahat

Pola makan tak sehat memang sebaiknya ditinggalkan. Terlebih konsumsi lemak jahat sangat tidak baik untuk kesehatan Bunda dan si kembar di kandungan. Maka, hindari makanan yang mengandung lemak jahat dan kurangi konsumsi makanan berkadar gula tinggi, bahan pengawet dan bahan kimia lain.

Untuk memenuhi kebutuhan lemak, Bunda bisa mengonsumsi lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak sayur. Selama kehamilan, usahakan untuk minum 10 gelas air putih per hari sebagai salah satu upaya detoksifikasi tubuh.

Namun, kurangi konsumsi air putih di atas jam 8 malam agar Bunda dapat tidur dengan nyenyak, tanpa harus terbangun untuk buang air kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top