Parenting

Bunda Was-was Saat Ingin Mengajak Anak Traveling? Persiapkan 5 Hal ini Demi Perjalanan Menyenangkan

pexels-photo-122101

Hobi traveling sejatinya bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk para orangtua dengan balitanya sekalipun. Traveling bukan hanya memberikan pengalaman baru bagi orang dewasa saja, si kecil juga akan mendapatkan hal yang sama. Anak pun jadi lebih mengenal lingkungannya.

Hanya saja, memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan mengajak anak bepergian. Tak ketinggalan, segala itinerary mulai dari perlengkapan, jarak tempuh, transportasi yang akan digunakan pun harus diperhitungkan dengan matang. Karenanya, simak lima tips ini agar Bunda lebih paham hal-hal yang harus dipikirkan jelang traveling dengan si kecil.

pexels-photo-242148

Tak Perlu Cemas, Yakinlah Si Kecil Akan Mendapat Hal Baru Saat Traveling Nanti

Kebanyakan orangtua terlalu cemas dan panik akan hal-hal yang sejatinya tak perlu dikhawatirkan bila si kecil ikut melakukan perjalanan jauh. Mulai dari cemas perkara kesehatan, stok makanan dan minuman, hingga pakaian si anak. Menurut travel blogger Nila Tanzil, tak perlu khawatir berlebihan. Ia justru menganjurkan agar bunda bisa lebih santai dan membiarkan si kecil peka dengan sendirinya dengan lingkungan baru yang akan didatanginya. Nila Tanzil mengatakan, jika orangtua sudah terlanjur panik, tak jarang si kecil pun akan ikut rewel.

pexels-photo-207780

Usahakan Membawa Barang Seperlunya Agar  Bawaan Terasa Lebih Ringkas dan Traveling pun Menjadi Lebih Menyenangkan

Penting sekali membuat daftar itinerary yang mendetail sehingga bunda bisa mengestimasi keperluan yang memang wajib dibawa dan yang tak perlu membebani orangtua . Dalam daftar tersebut, pastikan pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier, dan rompi penggendong menjadi perlengkapan yang wajib dibawa. Karena Bunda akan membawa balita, maka wajib hukumnya membawa mainan dari rumah untuk menghibur si kecil.

pexels-photo-54536

Pastikan Bunda Memilih Perlengkapan yang Dibuat dari Bahan-bahan yang Nyaman Saat Dipakaikan pada Si Kecil

Selimut, pakaian, hingga stroller adalah hal wajib bagi Nila Tanzil. Terutama selimut, selain fungsinya untuk menghalau hawa dingin dan membuat tubuh si kecil hangat, benda tersebut juga berfungsi sebagai alas tidur saat tempat tidur mungkin kondisinya kurang memadai.

Selain itu, bahan untuk rompi penggendong atau bentuk gendongan lainnya pun harus nyaman. Apalagi jika bunda bepergian ke tempat yang tak memadai untuk menggunakan stroller. Jika gendongan terasa nyaman, si kecil tak akan rewel dan memilih tertidur dalam dekapan bunda.

pexels-photo-286625
Sebelum Berangkat, Bunda Dianjurkan untuk Konsultasi dengan Dokter Anak Agar Bunda Tahu Kondisi dan Stamina Si Kecil

Beberapa hari menjelang keberangkatan, bunda jangan lupakan hal yang satu ini. Berkonsultasi dengan dokter anak adalah hal wajib. Terutama jika si kecil mengidap penyakit turunan tertentu seperti alergi, asma, atau yang lainnya. Dengan demikian, dokter pun dapat memberi saran dan bekal obat yang memang diperlukan. Bahkan mungkin saja sang dokter dapat memberi rekomendasi dokter mana yang bisa dikunjungi jika suatu saat terjadi kondisi darurat di lokasi traveling.

Perhatikan Asupan Gizi Si Kecil Menjelang Keberangkatan dan Saat Bepergian

Bepergian untuk pertama kalinya bisa jadi akan membuat balita menjadi gelisah. Apalagi jika iklim tempat yang akan dikunjungi terasa kontras dari iklim saat di rumah. Karenanya, penting sekali bunda agar memberi asupan berupa makanan bergizi demi meningkatkan kekebalan tubuhnya. Berkonsultasi mengenai makanan bergizi pada dokter pun tak masalah. Hal ini agar si kecil tak didera sakit seperti diare, batuk, pilek, atau demam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jika Anak Anda Pemalu, Melatihnya Agar Lebih Percaya Diri Akan Lebih Bijak Dibanding Memaksanya Bersosialisasi Bun!

baby-girl-shy-emotions-160477

Memiliki buah hati yang kelak bisa tumbuh menjadi sosok bahagia, percaya diri, penuh empati dan unggul dalam bidang yang digeluti rasanya menjadi harapan dari setiap orangtua. Untuk menumbuhkan hal-hal itu dalam dirinya, memang ada proses yang harus Bunda lalui. Bahkan Bunda punya peran dan tanggung jawab besar di dalamnya. Terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Penting sekali melatih si kecil agar rasa percaya dirinya mulai terasah sejak dini.

Tapi bagaimana jika si kecil justru sering menolak untuk berbicara dengan orang baru atau sulit bergaul? Bukan tak mungkin jika buah hati Bunda memang dianugerahi sifat pemalu. Di luar sana, beberapa orangtua memang cenderung khawatir bahwa sifat pemalu anak dapat menghalangi perkembangan dan kehidupan sosialnya.

Tenang, Bunda tak perlu khawatir. Ada baiknya justru orangtualah yang menyadari lebih dahulu jika rasa malu bukanlah hal negatif. Sifat tersebut hanya bagian dari kepribadian anak, dan sebagai orang tua harus belajar untuk menerima kondisi buah hati. Bunda bisa terapkan lima hal berikut demi membantu menumbuhkan rasa percaya diri.

pexels-photo-286625 (1)

Bangunlah Komunikasi Sebaik Mungkin dengan Si Kecil, Ajarkan Bahwa Bunda pun Teman Cerita Terbaik yang Bisa Diandalkannya

Komunikasi adalah hal paling efektif  yang harus dilakukan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan buah hati Bunda. Di usianya, bisa jadi si kecil mungkin sedang bingung dan memiliki banyak pertanyaan yang ingin diutarakannya. Hanya saja, tidak semua anak-anak mampu mengekspresikan pertanyaannya secara spontan. Jika demikian, tak ada salahnya Bunda yang lebih aktif bertanya mengenai hal-hal sekecil apa pun padanya.

Bunda perlu tahu, diusianya kadang ada tipikal anak yang merasa tak aman dan terintimidasi karena ia sadar dirinya masih kecil. Berkomunikasi dengan orangtua sangat dianjurkan karena dapat membantu membangun kepercayaan dalam dirinya. Jika buah hati Bunda sudah merasa nyaman dengan orangtuanya, dia pasti tak sungkan memberitahu Bunda tentang apa pun yang dirasakannya.

pexels-photo-301977

Bunda Tak Perlu Memarahinya Kalaupun Ia Kelewat Malu dan Enggan Berbaur dengan Teman-teman Seusianya, Akan Lebih Baik Jika Bunda Sering Mengajaknya Ke Kelompok Bermain

Berperan sebagai seorang ibu berarti Bunda harus siap dengan berbagai situasi yang mungkin diluar ekspetasi. Termasuk ketika menghadapi seorang anak yang cenderung pemalu. Bunda tak perlu memarahinya hanya karena ia terlihat ‘kuper’. Hindari melontarkan gertakan dan mengatakan jika dia anak yang pemalu. Justru sebaiknya biarkan dia melakukan apa pun yang disukainya. Toh ada kalanya si kecil akan merasa bosan karena ia terlalu lama jauh dari lingkup sosialnya.

Di lain sisi, keberadaan kelompok bermain dapat Bunda jadikan solusi mengatasi rasa minder si kecil terhadap teman-teman sebayanya. Suasana di kelompok bermain yang kondusif dan dinamis untuk anak seusia buah hati Bunda akan memancing rasa penasarannya untuk ikut bersosialisasi. Yuk Bun, mulailah ajak si kecil ke kelompok bermain!

pexels-photo-386003 (1)

Tanamkan Pola Pikir yang Optimistis sekaligus Pancing Si Kecil Untuk Mulai Memikirkan Tentang Cita-citanya

Melatih rasa percaya diri pada si kecil bisa dengan banyak cara ya Bun. Salah satunya dengan melatihnya untuk memikirkan ingin jadi apa dirinya kelak. Ya, Bunda perlu ajarkan tentang cita-cita. Jika sejak dini ia memiliki figur cita-cita yang menurutnya menarik, Bunda bisa mengarahkan agar si kecil harus menjadi pribadi yang optimistis dan berani menepis rasa minder yang akan menghantuinya. Pada usia golden age, biarkan si kecil berimajinasi dengan cita-citanya. Bunda cukup berikan penjelasan positif tentang sebuah profesi yang mungkin menarik hatinya. Misalnya ia ingin menjadi seorang dokter, ceritakan jika dokter adalah sosok yang sangat baik dan menolong orang banyak. Dengan demikian rasa optimistis dalam diri si kecil pun akan muncul karena ia yakin suatu saat dapat menjadi seorang dokter seperti yang diceritakan oleh Bunda.

pexels-photo-168866

Biarkan Si Kecil Berani Melakukan Banyak Hal Mandiri. Kalaupun Ia Gagal, Dorong Terus Agar Ia Yakin Bisa Melakukan Hal Tersebut

Melatih kemandirian pada si kecil ternyata membuatnya mampu mengatasi rasa minder atau malu yang muncul pada dirinya. Bunda hanya perlu memberinya kepercayaan jika buah hati anda memang mampu melakukan hal tersebut. Ketika seorang anak percaya bahwa ia bisa melakukan sesuatu, maka kemungkinan besar ia akan bisa melakukannya. Namun jika ia gagal, jangan sampai ia menyerah. Bunda harus memberinya dorongan agar ia mau mencoba berulang kali karena sejak awal telah yakin bisa.

Hal-hal mandiri seperti mengikat tali sepatu sendiri, membereskan mainannya sendiri, belajar naik sepeda, berani ikut lomba, wajib dicoba oleh si kecil. Biarkan si kecil beradaptasi dengan situasi yang dihadapinya. Setiap anak yang percaya diri nantinya akan merasa nyaman dengan diri mereka dan menunjukkan sikap ‘aku bisa’.

Sesekali Berikan Pujian Padanya atas Keberaniannya Melakukan Sesuatu, Dengan Demikian Ia Akan Tertantang Untuk Melakukan Hal Baru

Sah-sah saja jika Bunda ingin memujinya. Terlebih jika ia mampu menyelesaikan sebuah ‘misi’ yang Bunda berikan padanya. Sekalipun si kecil awalnya pemalu, jika ia merasa berhasil dengan misi tersebut, akan ada rasa bangga yang muncul dalam dirinya. Ditambah dengan pujian yang Bunda berikan, hal itu akan membuat masalah minder atau rasa malu yang timbul sebelumnya perlahan tergantikan oleh optimisme yang merangsang munculnya rasa percaya diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Si Kecil Mulai Bertanya Banyak Hal? Siasati Dengan Cara Ini Jika Bunda Mulai Kesulitan Menjawabnya

pexels-photo-326575

Semakin bertambahnya usia anak, semakin besar juga rasa ingin tahunya terhadap hal yang menurutnya baru. Mungkin bunda merasakan, ada saja hal yang ingin ditanyakan. Mulai dari, “Mengapa ayam bertelur?”, “Mengapa Bunda melahirkan tapi Ayah tidak?”, hingga bertanya siapa itu pencipta manusia.

Berbagai pertanyaan spontan dari si kecil sejatinya tak boleh diabaikan. Jangan memberikan jawaban manipulatif atau bahkan berbohong padanya. Bagaimanapun, Bunda harus tetap bijak memberikan jawaban positif atas pertanyaannya. Meski memang kenyataannya, orangtua pun sering kewalahan menanggapi pertanyaan si kecil. Karenanya, Bunda perlu memahami tips-tips ini agar tak salah kaprah ketika si kecil mulai aktif bertanya.

 

Berikan Jawaban yang Bunda Pahami, Dengan Demikian Si Anak Akan Ikut Berpikir Sesuai Arahan Anda

Bila anak mulai bertanya hal-hal yang menurut bunda terlalu rumit, hindari memberi jawaban semisal “Nanti kamu akan mengerti kalau sudah dewasa” atau “Jangan terlalu dipikirin, kamu masih kecil”. Dua tipe jawaban itu justru membuat si anak semakin penasaran dan akan kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama di kemudian hari.

Lebih baik Bunda menjelaskan dengan respon yang memang bunda pahami. Anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tak akan pernah puas dan pasti terus bertanya tentang berbagai hal. Tinggal sebagai orangtua, Bunda jangan lelah untuk membimbing dan arahkan mereka dengan pengetahuan-pengetahuan yang sudah bunda ketahui.

pexels-photo-326539

Libatkan Si Kecil Untuk Bersama-sama Mencari Jawaban. Anak Seusianya Akan Senang Mengeksplorasi Hal Baru

Kadang memang ada kalanya orangtua bingung memberikan jawaban lantaran tak tahu sama sekali dengan topik yang ditanyakan sang anak. Jika situasinya demikian, tak perlu gengsi untuk mengakui jika anda memang belum tahu jawabannya. Selanjutnya, tinggal ajak buah hati untuk mencari jawabannya bersama-sama. Bereksplorasi bersama-sama akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Alternatifnya bisa Bunda lakukan dengan mencari buku yang sekiranya memuat jawaban atas pertanyaan sang anak atau jika memang terlalu sulit, browsing bersama-sama si kecil pun tak masalah. Disamping itu, jika pertanyaan si kecil berbau pengetahuan, anda bisa mengajaknya ke museum.

Bunda perlu tahu, berdasarkan paparan dari Carol Davenport, peneliti dari Northumbria University, dengan mengakui kalau orangtua tak tahu jawabannya lalu mencari jawabannya, orangtua telah memberikan contoh yang baik pada anak-anaknya.

pexels-photo-139106

Jika Bunda Tak Bisa Menjawab Saat Itu Juga, Sebaiknya Mintalah Waktu pada Anak Untuk Mencari Jawabannya

Saat anak bertanya, ada baiknya memang langsung merespon dan menjawab saat itu juga. Namun kadang situasinya berbeda. Terutama jika si kecil tergolong kritis dan mengajukan pertanyaan yang sukar sehingga anda pun perlu waktu untuk menjawabnya.

Bunda tak perlu ragu, kalau memang anda bingung atau blank tak ada jawaban di dalam benak, mintalah waktu pada si kecil. Hal ini tak akan membuat orangtua terkesan bodoh di depan anak, justru saat itulah kita menunjukkan sikap bahwa kita menghargai tindakan si kecil yang memliki rasa ingin tahu begitu besar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top