Kesehatan Ibu & Anak

Saat Hamil, Bukan Hanya Bunda yang Alami Perubahan, Ayah Juga Lho

pexels-photo-206398

Bun, lihat deh, saat hamil, semua perhatian dan fokus Ayah biasanya hanya tertuju pada Bunda. Mulai dari khawatir akan kondisi Bunda sampai menjaga semua pola hidup sehat yang Bunda jalani. Ini normal, sebab di fase kehamilan, sejatinya bukan hanya Bunda yang mengalami perubahan. Sadar tak sadar, perubahan pun sangat mungkin juga dirasakan oleh Ayah.

alah satu penelitian bahkaBahkan, sn menemukan bahwa lebih dari 60 persen suami turut merasakan perubahan fisik saat mendampingi sang istri yang sedang hamil. Kebanyakan kondisi ini terjadi sebagai proses adaptasi juga, Bun. Yup, Ayah pun turut menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan Bunda tanpa disadari dirinya pun turut mengalami sebagian hal-hal tersebut.

Berat Badan Pun Ikut Bertambah

Saat Bunda sedang hamil, nafsu makan biasanya akan meningkat. Ada pula keinginan spesifik untuk makan makanan tertentu secara tiba-tiba alias ngidam. Di lain sisi, bukan hanya Bunda lho, secara sugesti, Ayah pun seringkali turut menginginkan makanan tersebut. Nafsu makannya pun turut meningkat sebagai efek dari menemani Bunda.

Selain dari hal tersebut, kenaikan berat badan pada Papa juga bisa muncul akibat meningkatnya hormon kortisol, yaitu hormon yang bisa memicu stress sebagaimana yang dialami oleh Ayah.  Di lain sisi, hormon kortisol juga bertanggung jawab untuk mengatur kadar gula darah, seringkali Ayah merasa lapar padahal sebenarnya tidak. Hormon kortisol juga mengarahkan penempatan lemak di tubuh di mana berat badan pun akan meningkat lebih cepat, terutama di area perut.

Ayah Pun Merasakan Cemas yang Berlebihan

Pikiran tambahan soal tanggung jawab akan kehidupan buah hatinya kelak biasanya akan dirasakan calon orangtua. Apalagi kalau Bunda tengah mengandung sang jabang bayi. Sadar atau tidak, pikiran yang datang ini pun bisa membuat ayah jadi cemas dan takut. Bahkan rasa takut ini seringkali lebih hebat dari yang mungkin Bunda rasakan.

Apabila bayi yang dikandung diperkirakan berjenis kelamin perempuan, bisa saja Ayah seringkali mulai gelisah apakah dirinya kelak bisa menjadi sosok ayah yang baik. Bagaimana ia bisa menjaga putri kecilnya nanti saat dewasa. Pun kalau bayinya kelak adalah laki-laki, ia juga mulai memikirkan apakah kelak bisa menjadi panutan yang bisa dicontoh.

Ada Perubahan Hormonal yang Juga Dialami Ayah

Perubahan hormonal identik dialami oleh ibu hamil, namun seringkali kondisi ini juga terjadi pada suami lho Bun. Mulai dari kenaikan hormon prolaktin hingga penurunan hormon progesteron, Ayah juga rentan mengalami hal yang sama.

Perubahan hormon ini juga seringkali membuat Ayah merasa mudah mengantuk, ingin makan terus-menerus, serta nafsu makannya meningkat. Seiring berjalannya waktu, berbagai perubahan ini secara alami juga akan kembali normal.

Ayah Jadi Lebih Sering Beres-beres Rumah

Sebagai salah satu bentuk simpati dengan kondisi Bunda, selama Bunda hamil, Ayah pasti akan jadi lebih sering membantu dalam urusan rumah tangga. Mulai pada trimester kedua sampai ketiga, aktivitas di rumah yang mulai senang Ayah lakukan adalah membuat kamar dan menyiapkan segala kebutuhan si Kecil.

Termasuk di antaranya mengecat dinding rumah, menyiapkan furniture, sampai menemani Bunda membeli semua kebutuhan bayi. Ayah pun ingin memastikan bahwa dirinya bisa diandalkan dalam berbagai hal. Terutama pada hal-hal yang dianggap sulit untuk Bunda lakukan.

Bahkan Tak Menutup Kemungkinan Ayah Akan Merasakan Sulit Tidur

Saat hamil, salah satu masalah yang kerap dialami Bunda adalah gangguan pola tidur alias sulit tidur termasuk di malam hari. Tidur nyenyak pun akan sangat terasa sulit untuk didapatkan. Bukan hanya Bunda, kondisi ini pun turut memengaruhi Ayah lho Bun.

Ia juga akan menjadi sulit tidur, tidak bisa tidur nyaman dan tersugesti untuk tetap bangun demi menjaga serta memastikan Bunda sudah tidur terlebih dahulu. Sayangnya, kondisi ini seringkali terus terbawa sampai akhirnya menjadi kebiasaan baru untuk Ayah, bahkan sampai nanti Bunda sudah melewati proses persalinan dan mulai sibuk mengurus si Kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kurang Minum Air Saat Hamil Picu Kelainan pada Tumbuh Kembang Janin

drink-drinking-female-1458671

Bun, saat hamil, jangan sampai Bunda kurang minum ya. Sebab minum adalah aktivitas penting yang tak boleh dilewatkan. Bunda tentu tak ingin tumbuh kembang bayi dalam kandungan bermasalah kan?

Mengutip Kumparan.com, Ketua Indonesian Hydration Working Group, Prof. Budi Wiweko menjelaskan alasan mengapa Bunda yang sedang hamil harus tetap terhidrasi.

“Kita sudah melakukan studi pada ibu hamil di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, dan hasilnya menyatakan ibu hamil dia butuh kurang lebih 2,5 liter setiap hari,” papar Budi.

Budi mengatakan, ibu hamil membutuhkan lebih banyak air minum untuk membantu produksi air ketuban.

“Air ketuban itu berasal dari, yang paling banyak adalah dari urinenya bayi. Dan bayi itu volume urinenya akan cukup kalau dia mendapatkan jumlah nutrisi dan cairan yang cukup dari ibunya.”

Konsumsi air putih yang banyak pun akan membantu Bunda terhindar dari oligohidramnion atau jumlah air ketuban yang terlalu sedikit. Untuk ibu yang sedang hamil, konsumsi air bisa mencapai tiga liter air setiap harinya. Bunda perlu tahu, air ketuban yang terlalu sedikit dapat pertumbuhan bayi pun terhambat.

“Kalau janin, air ketubannya berkurang, efek sampingnya bisa satu pertumbuhan janinnya bisa terhambat. Dia kan untuk tumbuh butuh bergerak dengan aktif, jadi janinnya bisa kecil,” kata Budi.

Lebih lanjut, kekurangan air ketuban pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi memiliki kelainan anatomi, bahkan hingga menyebabkan kematian. Konsumsi air pada ibu hamil bisa mendukung periode emas 1.000 hari pertama anak. Pada 270 hari pertama periode emas, anak masih berada dalam kandungan dan bergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu.

“Selama di dalam rahim, komponen nutrisi itu menjadi komponen yang sangat penting dan salah satunya adalah air. Air itu merupakan makro nutrisi. Tentu sangat berpengaruh.”

Tapi bukan hanya ibu hamil, lho, Bun! Setelah melahirkan dan saat menyusui bayinya, Bunda juga masih membutuhkan konsumsi banyak air. Untuk itu, jangan sampai kurang minum ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bagaimana Kita Tahu Kapan Saat Melahirkan itu Sudah Tiba?

female-lady-mother-59894

Untuk para Bunda yang baru pertama kali merasakan kehamilan, tentu ada perasaan gugup saat usia kehamilan memasuki trimester akhir. Menantikan proses kelahiran menjadi momen langka karena Bunda sendiri tak tahu secara pasti kapan si kecil akan lahir. Hanya saja, Bunda dapat mengetahui waktu yang tepat untuk melahirkan melalui beberapa tanda.

Tahukah Bunda, ada kalanya kita sukar mengetahui apakah kontraksi yang Bunda rasakan adalah kontraksi menjelang melahirkan atau justru kontraksi palsu. Tapi yang pasti, kapan Bunda harus melahirkan adalah ketika air ketuban pecah. Nah, sebelum air ketuban pecah, Bunda atau Ayah harus menghubungi dokter saat kontraksi terjadi tiap 5 menit dan berlangsung selama 30-40 detik. Biasanya dokter akan meminta Bunda segera ke rumah sakit.

Tetap Tenang Saat Bunda Menelpon Dokter

Mungkin Bunda akan langsung berangkat ke rumah sakit begitu merasakan tanda-tanda melahirkan. Tapi ada juga yang menghubungi dokter sebelum memutuskan berangkat ke rumah sakit. Melalui telepon, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal di bawah ini:

  1. Kapan terakhir kali Bunda merasakan gerakan janin di dalam kandungan?
  2. Sejak kapan kontraksi terjadi, berapa sering dan berapa lamanya?
  3. Apakah ketuban Bunda sudah pecah atau Bunda mengalami pendarahan di vagina.

Bila Kontraksi Terasa Sakit, Ayah Jangan Tinggal Diam

Berdasarkan hal itu, dokter akan menyarankan apa Bunda masih harus menunggu di rumah atau segera ke rumah sakit. Nah itu tadi tanda-tanda umum, sementara untuk tanda-tanda darurat, dimana Bunda harus langsung berangkat ke rumah sakit dan menghubungi dokter jika Bunda merasakan hal-hal ini:

  1. Terjadi kontraksi, padahal kehamilan Bunda kurang dari 37 minggu.
  2. Bunda tidak merasakan gerakan bayi sekitar 8-10 jam atau kurang dari 10 gerakan dalam 24 jam.
  3. Kontraksi terlalu menyakitkan. Segera katakan pada Ayah kalau Bunda perlu ke Rumah Sakit.

Kenali Perbedaan Kontraksi  Nyata dan Palsu

Nah, mengenai kontraksi, ketika merasakan kontraksi, jangan terkecoh dengan kontraksi palsu atau dikenal juga dengan nama Braxton Hicks. Kalau ini kehamilan pertama dan Bunda belum mengenali kontraksi sebenarnya, mungkin Bunda mengira sudah saatnya melahirkan. Tapi tidak ada salahnya kalau Bunda menghubungi dokter untuk memastikannya. Jaga kondisi tubuh Bunda di masa kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan Bunda dan janin. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lengkap seputar nutrisi seimbang di masa kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Hal Sederhana Tentang Kehamilan Yang Sering Tak Dipahami Laki-laki

affection-couple-effect-2168821

Memang sudah kodratnya seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan penerus keturunan. Jangan disangka hamil adalah sesuatu yang mudah untuk dilalui. Sebab para Bunda punya cerita mereka masing-masing. Yang pasti, akan ada banyak perbedaan yang akan dirasakan ketika seorang wanita sedang mengandung buah hatinya. Tidak hanya tentang perubahan fisik, namun juga secara mental. Di saat seperti itu, peran seorang suami sangat diperlukan.

Nah, coba yuk katakan pada para ayah, untuk lebih sayang lagi ke Bunda yang sedang hamil. Lelaki tak cukup diam dan menunggu bayi sampai ia dilahirkan. Mereka pun juga perlu ambil tindakan dan memahami supaya sang istri merasa nyaman di masa-masa kehamilan sampai melahirkan. Teruntuk para ayah, ini dia sekelumit fakta yang sering tak disadari tentang kehamilan.

Adanya Hormon Kehamilan Bukanlah Mitos Semata

Mungkin istrimu tak akan memberi tahu tentang hal ini, tapi saat hamil, Ayah perlu tahu bahwa hormon-hormon kehamilan akan mengambil alih otak. Maklumi saja bila emosi Bunda kadang tak stabil. Atau saat ia lupa menaruh kunci bahkan melewatkan sesuatu yang biasanya selalu dilakukan. Tenang saja, hormonnya akan kembali normal saat bayi kalian lahir di dunia.

Ibu Hamil Selalu Perlu Bantal

Saat hamil, tubuh selalu terasa lelah. Apalagi bila usia kandungan sudah memasuki trimester akhir. Percayalah, Bunda pasti mencari sesuatu yang ‘empuk’ untuknya bersandar. Ya, ibu hamil selalu membutuhkan bantal. Sekarang bagaimanapun keadaannya, biarkan istrimu istirahat dengan bantal favoritnya.

Jangan Mengomentari Nafsu Makannya

Kunci utama kebahagiaan Bunda saat hamil adalah melihat makanan atau camilan yang tersedia di rumah. Maka bila ia lapar, sediakan makan untuknya. Saat hamil, seorang perempuan akan lebih banyak makan daripada biasanya. Ini karena bayi dalam perutnya juga perlu makan. Untuk itu, sediakan banyak makanan di dalam rumah, dan yang tak kalah penting, jangan mengomentari nafsu makannya ya.

Ayah Tak Perlu Mengkritik Apapun Tentang Bunda

Tak usah bicara yang aneh-aneh alias mengomentari seberapa besar perubahannya. Perempuan tentu menyadari hal itu. Bahkan ia mungkin tak mau membicarakan perubahan fisiknya kendati memang sangat terlihat kalau berat badannya bertambah. Jangan menambah lukanya dan katakan saja “Kamu sangat cantik”, iya katakan saja hal itu.

Sejatinya Seks Saat Hamil Tidaklah Berbahaya

Saat hamil, ada pasangan yang tetap aktif melakukan aktivitas seksual. Namun ketahui dulu suasana hati Bunda. Belum tentu istri ayah menikmatinya juga. Pertimbangkan tentang perubahan kebutuhan seks pada Bunda. Sebab ada beberapa perempuan yang menjadi hypersexual saat hamil, sementara yang lainnya kehilangan minat.

Kehamilan Adalah Tentang Dia

Pasangan mana yang tak bahagia bila mendapati kabar kehamilan istrinya? Ayah pun juga begitu kan? Tapi saat hamil, Bundalah yang paling mengalami perubahan selama kehamilan. Jadi biarkan dia yang menjadi pusat perhatian.

Tak Usah Banyak Bertanya, Lakukan Saja ya Ayah

Jika istrimu memintamu melakukan sesuatu, lakukan saja selama hal itu bisa kamu lakukan. Jangan membuatnya kecewa hanya dengan bertanya. Di lain sisi, ia bukannya berubah jadi pemalas, namun ia jadi cepat lelah. Bayangkan saja saat tubuhmu membesar 2 kali lipat dari ukuran normal, terjaga setiap malam karena perutnya yang besar terkadang tak membuatnya nyaman, tak boleh terlalu banyak duduk atau berdiri, dan hal lainnya. Pahamilah, dia hanya lelah. Jangan menyalahkannya karena malas ya ayah. Temani Bunda sampai di ruang persalinan dan si kecil lahir ya. Semangat untuk para ayah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top