Parenting

Saat Anak Rewel Karena Sedang Tumbuh Gigi, Atasi Dengan Cara Ini Bunda!

baby mouth

Menjadi ibu membuat kita senantiasa ingin mengiringi tumbuh kembang buah hati. Tahap demi tahap pertumbuhan anak selalu mewarnai hari-hari seorang ibu. Tawa dan canda buah hati seperti obat yang paling ampuh untuk menghilangkan lelah. Tapi kalau anak sudah rewel, tak ayal lagi rasa stres bercampur khawatir pun datang mendera.

Salah satu tahap yang pasti dilewati oleh ibu adalah saat buah hati sedang dalam masa tumbuh gigi. Hal itu merupakan salah satu masa yang tak mudah, karena pada fase ini anak akan lebih rewel dari biasanya. Bahkan, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa gejala yang tidak biasa. Oleh karena itu sebagai seorang ibu, kita harus bisa meminimalisir gejala tersebut agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius.

Ketahui Terlebih Dahulu Tanda-tanda Gigi Anak Sedang Tumbuh Agar Bisa Memperikan Penanganan Tepat Bun!

Gigi bayi sudah mulai berkembang di dalam gusi sejak di kandungan. Tak heran bila bakal gigi sudah dapat muncul saat bayi berusia tiga bulan, bahkan ada yang sudah nampak saat bayi baru lahir. Namun umumnya gigi bayi akan terlihat saat bayi 6 bulan. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah dua gigi bawah paling depan diikuti dua gigi atas paling depan. Pada usia tiga tahun, giginya baru akan lengkap seluruhnya.

Meskipun belum terlihat secara jelas, tapi anda bisa tahu bahwa buah hati anda sedang tumbuh gigi dengan mengenali ciri-ciri umumnya, antara lain suka memasukkan dan menggigiti benda yang dipegangnya, mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya, lebih rewel dari biasanya akibat gusi terasa nyeri atau bengkak, sulit tidur nyenyak, atau tidak mau makan. Gejala-gejala lain seperti demam dan diare ternyata tidak terbukti secara medis.

Bayi yang sedang tumbuh gigi banyak memasukkan benda ke mulut hingga mengeluarkan air liur lebih banyak dan lebih sering dari biasanya. Untuk mengurangi ruam akibat air liur, sering-seringlah mengelap wajah, terutama daerah sekitar mulut dengan lap basah yang lembut.

Jangan Panik Saat Anak Rewel, Tangani Dengan Melakukan Hal Ini!

Saat anda sudah mengetahui beberapa gejala tersebut, jangan langsung memberikan obat pereda nyeri atau semacamnya. Anda bisa melakukan beberapa cara yang efektif membantu anak meredakan rasa nyeri saat giginya sedang tumbuh.

Anda bisa menggunakan teether untuk meredakan rasa gatal atau tidak nyaman pada gusinya yang baru saja tumbuh gigi. Teether adalah mainan berbentuk lingkaran yang mudah digenggam bayi dan aman dimasukkan ke mulut. Beberapa teether dapat didinginkan lebih dulu di dalam lemari pendingin untuk kemudian digunakan bayi untuk meredakan rasa gatal atau tidak nyaman pada gusinya yang baru tumbuh gigi. Meski begitu, hindari meletakkannya di dalam freezer agar tidak membahayakan gusi bayi. Pastikan membeli teether dengan label yang menjamin bahwa benda tersebut terbuat dari bahan yang tidak berbahaya bagi bayi.

Memberikan camilan yang sehat pada saat anak sedang tumbuh gigi jadi salah satu cara yang ampuh. Hal ini jelas lebih baik daripada anak anda memasukkan benda-benda yang belum tentu bersih. Jika usianya sudah enam bulan, anda bisa berikan camilan sehat sebagai penggantinya. Sepotong wortel atau apel dapat menjadi pilihan yang tepat untuk digenggam dan digigit bayi. Namun hindari memberikan makanan yang mengandung gula, seperti cokelat atau permen untuk menghindari kerusakan gigi. Selalu dampingi bayi saat mengonsumsi makanan untuk mengurangi risiko tersedak.

Minuman dingin bebas gula dapat diberikan sebagai pereda nyeri atau gatal bagi balita enam bulan ke atas yang tumbuh gigi. Tetapi pastikan minuman itu tidak terlalu dingin. Mengusap gusi yang gatal dengan jari atau kain flanel kecil yang bersih juga bisa anda lakukan untuk membantu si kecil. Tekanan ringan ini diharapkan akan membuat bayi lebih nyaman. Jangan lupa untuk membersihkannya, karena kebersihan juga jadi faktor penting untuk menjaga kesehatan anak.

Bawa Anak Anda Ke Dokter Jika Dalam Fase Ini Anda Kesulitan Mengatasinya Sendiri

Untuk beberapa kasus, si kecil akan menunjukkan gejala yang bisa membuat kita sebagai orangtua menjadi sangat khawatir. Seperti demam tinggi atau tangisan yang tidak berhenti karena rasa sakit yang dirasakan sang anak. Jika memang sudah benar-benar mengganggu, anda bisa membawa ke rumah sakit untuk meminta obat. Jangan berikan obat pada anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter demi menghindari pemberian dosis yang berlebih pada anak. Karena pada usia dini sistem kekebalan tubuh anak masih rentan, orang tua sebaiknya berhati-hati jika ingin memberikan obat pada anak.

Dokter biasanya akan memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri akibat tumbuh gigi. Jangan sekali-sekali memberikan obat yang dijual bebas pada anak, terutama aspirin untuk balita karena bahan ini berisiko menyebabkan gangguan pada otak dan hati, sehingga baru boleh diberikan untuk pasien dengan umur diatas 16 tahun. Obat oles seperti benzocaine juga berisiko mendatangkan efek samping seperti turunnya kadar oksigen darah secara drastis atau metemoglobinemia. Jadi usahakan untuk teliti dan cermat sebelum memberikan obat untuk anak ya Bun!

Karena Giginya Baru Saja Tumbuh, Perawatan Giginya Juga Butuh Penanganan Khusus

Merawat gigi bayi yang baru tumbuh memerlukan penanganan khusus yang berbeda dari orang dewasa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat gigi buah hati yang baru saja tumbuh. Untuk menjaga agar bakteri tidak menempel, bersihkan giginya dengan menggunakan waslap atau kain flanel bersih yang dililitkan ke ujung telunjuk ibu tiap selesai makan dan menjelang tidur. Lakukan dengan lembut ya Bunda!

Setelah bayi agak besar, anda dapat mulai menggunakan pasta gigi khusus untuk balita yang tidak pedas. Jika gigi bayi telah tumbuh beberapa, anda juga dapat beralih menggunakan sikat gigi kecil yang lembut khusus untuk balita. Pilih sikat gigi dengan pegangan yang cukup besar untuk tangan Anda, kepala sikat kecil, dengan bulu sikat yang lembut.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Memiliki Anak Yang Tak Manja Dan Mandiri Hanya Bisa Dicapai Jika Bunda Mendidiknya Dengan Tepat. Simak Tips Pentingnya!

pexels-photo-54536

Bisa memiliki anak-anak yang memiliki kepribadian baik, perilaku sopan, serta dapat diandalkan adalah harapan setiap orangtua. Maka tak heran, bila banyak orangtua yang rela melakukan segala hal demi mewujudkan keinginannya. Termasuk menyediakan beragam fasilitas untuk mencukupi kebutuhan anak.

Namun tindakan tersebut malah mendorong anak untuk berperilaku manja. Aneka macam fasilitas yang disediakan malah disikapi anak dengan bertingkah manja. Lalu apa yang sebenarnya harus dilakukan orangtua agar anak tak jadi manja dan lekas mandiri?

Mari Mulai Dengan Tidak Selalu Menuruti Kemauan Anak

Setiap orangtua tentulah memiliki cinta kasih yang sangat mendalam kepada anak-anaknya. Namun bukan berarti anda lantas menuruti apa pun yang dia inginkan. Sikap ini dapat menjadikannya manja dan pemalas. Untuk itu, anda harus memilah-milah mana saja keinginan anak yang harus dipenuhi dan tidak. Sikap ini akan melatih anak untuk berpikir membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Jangan Membombardir Anak Dengan Larangan, Terus Mengekangnya Juga Membuat Si Kecil Tak Berkembang Optimal

Seringkali karena kehawatiran terhadap keselamatan anak orangtua memberlakukan aturan yang sangat ketat. Apa pun yang dilakukan anak akan diawasi orangtua, bahkan bila perlu memberikan larangan padanya. Memang tujuan awalnya baik tapi jika ini dilakukan secara berlebihan justru akan membuatnya merasa terkekang.

Perlu anda ketahui bahwa anak-anak cenderung memiliki rasa penasaran sangat tinggi. Dia ingin mengetahui lebih detail apa yang didengar dan dilihatnya. Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan komunikasi dua arah. Beri tahu apa yang harus dia lakukan saat ingin melakukan sesuatu.

Kejujuran Adalah Hal Yang Sangat Penting. Biasakan Anak Untuk Jujur Ya Bun!

Biasakan anak untuk berbicara apa adanya. Ajari si kecil untuk bersikap terbuka tentang apa yang dia rasakan saat itu. Sikap tersebut akan sangat bermanfaat agar jika ada sesuatu yang harus dicegah maka anda bisa mengantisipasinya lebih awal. Selain itu, sikap ini akan semakin meningkatkan kualitas hubungan antara anda sebagai orangtua dengan anak.

Sebisa Mungkin Hindari Memberi Hukuman Fisik Untuk Anak!

Terkadang perilaku anak membuat orangtua jengkel dan marah. Sebagai akibatnya banyak orangtua yang menghukum anaknya dengan hukuman fisik. Perlu anda ketahui apa pun bentuknya hukuman fisik tidak baik untuk perkembangan anak. Anak yang terlalu sering mendapat hukuman fisik akan terluka jiwanya.

Hal itu juga akan berdampak pada kepribadiannya saat dia dewasa nanti. Selain itu, hukuman fisik dapat menjadikan anak berani dan memberontak kepada anda sehingga semakin lama dia lagi menghargai anda. Daripada memberinya hukuman fisik, menasihatinya dengan bahasa yang mudah dipahami akan jauh lebih efektif.

Memberikan Tugas Pada Anak Akan Membuat Kemandirianya Terlatih

Memang masa anak-anak adalah masa-masa untuk belajar dan bermain. Tapi tidak ada salahnya jika anda memberikan sejumlah tugas yang harus dilakukannya diluar tugas-tugas belajar anak. Hal itu bisa melatih kemandiriannya agar anak mengerti tentang tugas dan kewajibannya sendiri.

Jangan lupa juga untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hasil pekerjaannya. Berikan arahan dengan bahasa yang mudah dipahami saat dia melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugasnya.

Sebab kepribadian anak harus dibentuk sejak kecil. Pola asuh dan cara Bunda memperlakukan anak akan berpengaruh bagi kehidupannya saat dewasa nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bisa Jadi Solusi Mudah, Nyatanya Menyerahkan Pengasuhan Anak Pada Kakek Dan Neneknya Tetap Memiliki Dampak Positif Dan Negatif

pexels-photo-302083

Jaman terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bukan hanya perubahan pada berkembangnya teknologi dan informasi saja, tapi juga pada sektor tatanan masyarakat atau sosial pun ikut berubah. Sebagai contoh adalah kini banyak sosok ibu mencari nafkah. Jika pada jaman dulu suami atau ayah adalah satu-satunya orang yang menjadi tulang punggung keluarga, maka kini ibu pun memiliki peran yang sama.

Keputusan ibu untuk mencari nafkah ternyata membawa konsekuensi sendiri, khususnya pada pola pengasuhan anak. Ibu yang bekerja di luar akan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada baby sitter atau pembantu. Atau beberapa orang menyerahkan pengasuhan anaknya kepada kakek dan neneknya. Lalu apakah keputusan menyerahkan pengasuhan anak kepada kakek dan nenek juga memiliki dampak negatif?

Terbantu Dari Segi Teknis dan Vinansial Merupakan Dampak Positifnya Yang Sangat Berarti

Jika anda menyerahkan pengasuhan anak kepada kakek dan neneknya atau kedua orang tua anda sendiri, maka itu merupakan bantuan teknis dan vinansial yang tidak ternilai. Mereka adalah pengasuh yang baik sebagaimana dulu mengasuh anda. Mereka dapat melakukan semua pekerjaan pengasuhan, mulai dari menidurkannya, mengajaknya bermain, membuatkan mainan untuk anak, dan sebagainya.

Menyerahkan pengasuhan anak pada kakek dan neneknya juga memberikan bantuan finansial untuk anda. Bisa anda bayangkan berapa uang yang harus anda keluarkan jika menyerahkan pengasuhan anak kepada baby sitter ataupun daycare. Tapi dengan menyerahkan pengasuhan kepada kakek dan neneknya,  biaya-biaya tersebut tidak perlu anda keluarkan.

Anda Pun Dapat Bekerja Dengan Lebih Tenang Sebab Anak Benar-benar Berada Dalam Asuhan Orang Terpercaya

Meskipun telah lanjut usia tapi kedua orangtua anda adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Mereka memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam hal pengasuhan pada anak. Hal ini membuat anda relatif tenang saat meninggalkan anak-anak untuk bekerja.

Kakek Nenek Si Kecil Pun Tak Lagi Merasa Sepi. Celoteh Dan Gelak Tawanya Akan Membuat Seisi Rumah Penuh Kebahagiaan

Salah satu beban yang biasanya ditanggung oleh para lansia adalah rasa kesepian. Sedikit demi sedikit orang-orang yang dulu dekat dengan mereka akan pergi, mulai dari teman kerja, anak-anak yang sudah menikah, hingga teman-teman sebayanya yang sudah meninggal. Namun dengan diberikannya tanggung jawab untuk mengasuh cucu, maka semangat hidupnya pun berkobar kembali. Mereka menganggap bahwa mengasuh cucu bukanlah sebuah beban tapi hiburan yang dapat mengusir kesepiannya.

Bukan Tanpa Dampak Negatif, Dalam Pengasuhan Kakek Neneknya Pun Biasanya Anak Akan Cenderung Dimanja

Dalam kebanyakan kasus, kakek dan nenek justru lebih memanjakan cucunya daripada orangtuanya sendiri. Hal ini terjadi karena bagi mereka kehadiran cucu merupakan hiburan tersendiri. Jika terus dibiarkan, hal itu akan memiliki dampak kurang baik untuk perkembangan anak. Anak pun akan cenderung manja dan kurang mandiri.

Bisa Jadi Ada Perbedaan Pola Pengasuhan Anak Yang Bisa Membuat Si Kecil Kebingungan

Meskipun anda tinggal dalam satu atap dengan kedua orangtua tapi kadang terjadi perbedaan dalam hal mengasuh anak. Orangtua anda merasa lebih berpengalaman dalam mengasuh anak, sedangkan anda merasa  memiliki hak sepenuhnya terhadap pola pengasuhan buah hati.

Akibatnya terjadi pola pengasuhan yang tidak konsisten. Misalnya anda melarang anak untuk makan permen, tapi ternyata oleh kakek dan neneknya diperbolehkan untuk makan permen. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus akan membingungkan anak. Maka jangan heran jika anak akan memilih aturan yang dianggap menguntungkannya.

Hingga Terjadi persaingan Dalam Hal Mengasuh Anak Antara Anda Dan Orangtua

Saat kedua belah pihak merasa memiliki hak yang sama untuk mengasuh anak, maka disitulah persaingan pengasuhan anak terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan keretakan hubungan antara anda dengan kedua orangtua anda. Untuk menyikapinya anda dapat melakukan komunikasi dua arah dengan orangtua anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tumbuh Kembang Balita Adalah Indikator Penting Status Kesehatannya, Oleh Karena Itu Pastikan Tumbuh kembangnya Sudah Sesuai Usianya

StockSnap_AXIRTFTYRA

Pertumbuhan memiliki kaitan yang alamiah dan sangat erat mengenai perubahan dalam besar, jumlah, atau juga ukuran yang memang bisa diukur dengan menggunakan ukuran berat, ukuran panjang, usia, hingga struktur tulang yang berkembang secara alami sesuai dengan usianya dan keseimbangan metabolisme.

Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan pada struktur serta fungsi tubuh yang semakin bertambah komplit dalam sistem pola yang teratur dan mampu untuk diramalkan, sebagai hasil dari pelaksanaan proses pematangan.

Begitupun yang terjadi pada anak. Setelah melewati masa tumbuh kembang di dalam rahim, si kecil akan mulai mengenal dan beradaptasi dengan lingkungannya. Berbagai aspek perkembangan motorik, kognitif, serta bahasa pada anak balita terjadi sangat pesat. Lantas bagaimana perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada anak balita?

Pada Usia 0-4 Bulan Bayi Mulai Berbicara

Melatih senyum dan bicara dari si kecil, membiasakan bayi usia ini untuk mengenal tentang music juga sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi juga sudah mampu diajak tersenyum dan mulai berbicara.

Bayi Berusia 1 Bulan Mengeluarkan suara “o….o…o…”, Menggerakkan Tangan Serta Kakinya, Dan Tersenyum.

Fokus si kecil akan semakin bertambah pada usia ini. karena bayi akan mampu fokus menatap ke Ibu jika sedang di ajak berbicara. Mengeluarkan suara “o….o…o…”, menggerakkan tangan serta kakinya, dan tersenyum.

Pada Usia 3 Bulan Bayi Bisa mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap Dan Mengoceh

Pertumbuhan dengan mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap dan spontanitas mulai mengoceh adalah langkah lanjutan pertumbuhan dan perkembangannya.

Di Usia 4-6 Bulan Bayi Mulai Bisa Diajak Bermain Bun

Pada usia 4-6 bulan bayi akan lebih sering tengkurep. Bayi juga sudah mulai dapat diajak bermain dengan bantuan benda yang menarik motoriknya, dan matanya dengan warna-warna dari benda tersebut.

Pada Usia 6 Bulan Bayi Dapat Berbalik Dari Posisi Tengkurap Ke Telentang

Mulai dapat berbalik dari posisi tengkurap ke posisi telentang, dan si kecil juga sudah mulai mampu mempertahankan kepalanya dalam posisi tegak.

Saat Si Kecil Berusia 6-12 Bulan, Dia Sudah Mulai Bisa Duduk

Permainan ci-luk-ba sudah mulai dimainkan, karena bayi sudah mulai bisa duduk, memegang biskuitnya sendiri, hingga mulai berjalan dengan berpegangan.

“Ma…ma…Pa…pa…” Akan Mulai Terdengar Saat Bayi Berumur 9 Bulan

Ma…ma…Pa…pa… sudah mulai bisa memanggil sapaan pada orang tua dengan baik, bayi juga sudah mulai bisa mencari atau mengikuti mainannya yang bergerak atau yang jatuh.

Pada Usia 12 Bulan Bayi Mulai Berjalan Dengan Cara Berpegangan

Bayi sudah mulai dapat berjalan dengan cara berpegangan, bayi juga bisa mengenali anggota keluarga, hingga respon menangis jika ada orang baru.

Bayi Berusia 1-2 Tahun Sudah Dapat Mencoret-coret Kertas Dan Bercerita

Memulai mengajari anak berjalan di anak tangga dapat mulai Anda lakukan, bayi juga sudah dapat mencorat-coret di kertas, hingga menyebut anggota tubuh dan juga bercerita.

Pada Usia 2 Tahun Anak Dapat Berlari-lari Dan Menyebut 3-6 Kata Yang Mempunyai Arti

Naik tangga dan berlari-lari, selanjutnya adalah menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring dan sebagainya, mengajari anak untuk mulai berpakaian sendiri, cuci tangan, juga buang air kecil dan buang air besar di tempatnya.

Anak Dapat Berdiri Satu Kaki Tanpa Berpegangan Tangan Saat Berusia 3 Tahun

Anak sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga, anak juga bisa mulai berdiri satu kaki tanpa berpegangan tangan, serta mampu memakai sepatunya sendiri.

Pada usia 3-5 tahun Anak Sudah Dapat Menceritakan Apa Yang Dilakukannya

Anak sudah dapat menceritakan apa yang dilakukan, bahkan anak juga mampu menceritakan sesuatu yang merupakan hal baru yang ia coba.

Di Usia 5 Tahun Anak Bisa Melakukan Banyak Hal. Dari Berinteraksi Dengan Temannya, Melompat, Berlari, Hingga Bersekolah

Anak sudah dapat melakukan banyak hal, dari berinteraksi dengan teman seumurannya, melompat, berlari, sekolah, hingga menyebut angka dan pengertian tentang pelajaran si sekolah, anak juga sudah mampu diberikan tanggung jawab seperti berpakaian sendiri serta menggosok giginya saat mandi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top