Hiburan Anak

Saat Anak Anda Malas Mengulang Pelajaran Di Rumah, Siasati Dengan Membuatnya Merasa Nyaman Bun!

Macam-Macam Alasan Yang Menjadi Penyebab Anak Malas Mengulangi Pelajaran Sekolah Di Rumah

Kegiatan pembelajaran anak nyatanya tak  hanya di sekolah, namun di rumah pun anak perlu mengulangi pelajarannya lagi. Dengan harapan anak akan lebih memahami pelajaran yang telah didapatkan di sekolahnya. Demi memastikan hal itu terlaksana, guru pun memberikan PR agar anak mau mengulangi pelajarannya di rumah. Meski begitu, orangtua pun tak lantas bisa lepas tangan.

Untuk mewujudkan hal itu, orangtua pun harus berperan aktif. Anda bisa mengawasi dan memantau anak agar mau mengulangi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. Walau terlihat mudah dilakukan, pada kenyataannya tak sedikit anak yang malas mengulangi pelajarannya. Nah agar anda bisa menemukan solusi tepat untuk masalah tersebut, ketahui dulu penyebabnya!

Anak Merasa Lingkungan Di Rumah dan Sarana Yang Ada Tidak Mendukung Kegiatan Belajarnya

Ciptakan suasana yang nyaman untuknya agar bisa belajar  dengan nyaman, misalnya dengan memberikan dia ruang khusus untuk belajar dan memastikan bahwa suasananya tidak berisik karena akan menganggu konsentrasinya. Pilihan ini bisa membantunya lebih fokus untuk mengerjakan PR atau hanya sekedar mengulang pelajarannya, karena ruang belajar bagi seorang anak itu sama seperti suasana bekerja bagi orang dewasa, ruangan yang baik akan membantunya konsentrasi dan keinginannnya belajar lebih baik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sarana lain yang mendukung proses belajarnya, bisa dalam bentuk  buku-buku pelajaran lain dan buku referensi lain yang akan membantunya untuk mengerjakan PR. Jika kebutuhan ini tidak memadai, bisa saja ini menjadi alasan untuk anak malas belajar.

Tidak Menyukai Mata Pelajaran dan Teknik Belajarnya, Karena Itu Anak Jadi Malas Belajar Di Rumah

Sebelum marah karena melihat anak yang malas belajar sebaiknya kita cara tahu apa yang menjadi penyebabnya. Salah satunya bisa disebabkan kemampuannya yang sulit memahami mata pelajaran dan teknik belajarnya. Cobalah untuk bertanya bagian mana yang sekiranya dia tidak suka, dan berikan cara asyik untuk mengerjakan pelajaran yang tidak disukainya tersebut. Misalnya memberi dia pilihan untuk beberapa cara yang bisa dia pakai untuk mengerjakan pelajaran tersebut. Dengan begitu dia pun merasa bahwa belajar itu menyenangkan.

Merasa Sendiri Karena Tidak Ada Yang Membimbingnya Untuk Belajar

Ada beberapa anak yang memang bisa belajar sendiri untuk membaca buku atau mengerjakan latihan soal. Tapi bagi sebagian anak ia hanya akan bersemangat jika ada seseorang  yang menemani dan membimbing dalam belajar. Dan jika dibiarkan sendiri dia merasa kurang percaya diri dan malas. Cobalah meluangkan waktu untuk menemaninya belajar, namun jika memang hal ini tidak bisa dilakukan oleh orangtua karena alasan tertentu anda bisa meminta tolong pada orang lain yang bisa dipercaya. Meminta bantuan guru privat misalnya.

Terlalu Lelah Ketika Sampai Di Rumah, Karena Beban Studi Yang Mungkin Terlalu Berlebihan

Kegiatannya belajar di sekolah memang mungkin cukup padat sehingga menguras energi anak. Berangkat pagi sampai siang atau menjelang sore sudah pasti membutuhkan energi yang tak sedikit, Belum lagi jika beban studinya banyak dan terlalu berlebihan. Sesampainya di rumah anak sering merasa keletihan sehingga perlu istirahat dan tidur lebih cepat, akhirnya dia pun jadimalas belajar di rumah. Tapi sebagian anak lain memilih mencari hiburan untuk menghilangkan lelah dengan caranya sendiri, pergi kerumah teman atau tempat bermain.

Untuk mengatasi anak yang terlalu lelah karena belajar seharian di sekolah, kita bisa memberinya asupan sarapan dan bekal yang bisa memenuhi kebutuhannya. Dengan begitu, meski anak telah seharian belajar di sekolah, dia masih tetap memiliki energi untuk mengulang pelajaran di rumah.

Kurang Mendapat Perhatian Dari Kita Sebagai Orang Tua

Sebagian besar anak yang  punya masalah di sekolah entah itu prestasi jelek, berantem, atau bolos itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dari kita sebagai orangtuanya. Perhatian yang dimaksudkan adalah kasih sayang. Anak akan merasa lebih bersemangat lagi untuk mengerjakan segala sesuatu, termasuk untuk belajar dirumah jika kita memberikan perhatian khusus. Meski hanya sekedar bertanya dan mengingatkannya untuk belajar.

Masalah Psikologi dan Kurang Mendapat Motivasi Dari Kita

Rasa malas yang dimiliki anak untuk belajar dapat disebabkan masalah psikologis. Ada sesuatu yang memang tengah mengganjal hati dan pikirannya sering ditunjukkan dalam bentuk penolakan untuk perintah yang ditujukan kepadanya. Dia pun menjadi malas dan tidak mau belajar.

Pada momen inilah peran kita sebagai orangtua sangat dibutuhkan. Kita dapat memberinya pemahaman untuk manfaat dan tujuan yang akan didapatkannya ketika belajar. Jangan mengabaikan dan tak memerdulikannya dia, sebab hal ini dapat  membuatnya bertindak sesuka hati. Ingat, peran orangtua tak sebatas pada pemenuhan kebutuhan fisik anak, namun kondisi psikologisnya juga menjadi tanggung jawab kita.

Terpengaruh Oleh Gadget atau Mainan Yang Ada Di Sekitarnya

Kita memang tidak dapat menghambat kemajuan dan teknologi dizaman sekarang, anak sekarang bisa  melakukan segala sesuatu dengan gadget dan kontak sosial media maupun browsing dengan leluasa. Ini pula yang sering membuat mereka lupa untuk mengulang pelajaran di rumah. Bila hal itu terjadi, cobalah berbicara dari hati ke hati dengannya Bun! Beri gambaran padanya mengenai apa yang akan terjadi bila dia terus bermain gadget dan tak belajar di rumah. Anda juga bisa membuat kesepakatan dengan anak, kapan dia boleh bermain gadget dan harus belajar.

Nah dari hal-hal di atas, bisa kita simpulkan penyebab anak malas belajar dirumah diakibatkan oleh situasi dan kondisi yang tidak mendukungnya. Tidak perlu langsung marah-marah dan memvonis anak malas belajar ada baiknya kita lihat perilaku yang ditunjukkannya dan coba memahami apa kendala yang dialaminya dan bereskan sesegera mungkin..

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda Tak Perlu Bingung Apalagi Kesal ketika Si Kecil Terus Bertanya “Kenapa”, Ini Penjelasan Ilmiahnya Dan Cara Menghadapinya

Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.

Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.

Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai cara agar pertanyaan si kecil berhenti.

Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho, Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami kata-kata baru.

Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep, melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan menambah pengetahuan mereka.

Si Kecil Banyak Bertanya Karena Ingin Dekat dengan Bunda dan Ingin Tahu Lebih Banyak

1

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang disayanginya.

Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.

Hindari Meminta Anak Bertanya Ke Orang Lain Ya Bunda

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?

“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”

Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab, ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.

Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin Ayah tahu jawabannya”.

Rasa Ingin Tahu Ini Harus Dijaga, Bunda Harus Membuatnya Terus Tertarik

Happy Asian Family enjoying their time in the park

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.

Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.

Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa ikut keseruan bersama Shimajiro.
Yuk, Bunda, asah terus rasa ingin tahu si kecil melalui Rasa Ingin Tahu Shimajiro di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top