Parenting

Risiko Kematian saat Persalinan Sesar lebih Besar Ketimbang Normal, Ini 7 Risiko Operasi Sesar yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

cesar

Tak sedikit perempuan yang memilih untuk operasi sesar daripada melahirkan secara normal. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari rasa sakit yang berlebih. Namun, apakah kita tahu bahwa operasi sesar juga memiliki risiko yang membahayakan, terlebih bila operasi gagal?

Risiko kematian saat persalinan caesar lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal

Sekarang banyak perempuan hamil yang ngotot melakukan operasi caesar meskipun risiko mortalitas (kematian) pada caesar lebih tinggi. Risiko kematian saat persalinan sesar lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal melalui jalan lahir vagina

Seperti dikutif dari health.detik.com (5/08/2016)  Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) mengatakan ” Secara teori risiko untuk mortalitas (kematian) pada persalinan caesar lebih tinggi dibandingkan per vaginam. Risiko kematian pada persalinan caesar lebih tinggi disebabkan karena beberapa faktor, antara lain anestesi (pembiusan) dan jumlah darah yang keluar.

Selain kematian, inilah 7 risiko operasi sesar yang perlu diketahui

1. Operasi sesat dapat menyebabkan dinding perut yang disayat serta rahim menjadi iritasi bahkan infeksi. Infeksi biasanya dapat terjadi di sekitaran sayatan perut, di dalam rahim atau di dekat kandung kemih.

2. Selama proses operasi berlangsung, ada kemungkinan untuk kehilangan darah yang berlebihan, yang kemudian dapat menyebabkan anemia. Banyak wanita yang harus mendapatkan transfusi darah setelah operasi sesar.

3. Wanita hamil juga dapat mengalami cedera kandung kemih dan usus selama operasi berlangsung.

4. Operasi akan memengaruhi usus, termasuk mengganggu gerakan usus setelah operasi selesai. Ini kemudian akan menimbulkan ketidaknyamanan, kembung, pembesaran perut karena disfungsi usus.

5. Selama opesi berlangsung pula, ada kemungkinan terbentuknya jaringan parut di dalam area panggul yang menyebabkan rasa sakit dan penyumbatan. Ini kemudian dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan selanjutnya.

6. Operasi sesar juga memungkinkan untuk dilakukannya operasi tambahan, meliputi perbaikan kandung kemih atau yang lainnya.

7. Risiko operasi sesar yang terakhir adalah ditunjukkan oleh penelitian yang menyebut bahwa dalam beberapa kasus, terdapat reaksi negated untuk anestesi yang diberikan selama operasi, bahkan dengan obat yang dikonsumsi setelah operasi.

1 Comment

1 Comment

  1. nita

    February 7, 2018 at 12:24 am

    saya 2x proses persalinan sesar..bhkan anak k3 pun perencanaan sesar. tapi pun bukan tanpa alasan atau trend seperti yg dibilng. pilihan sesar atau normal tidak smua khendak dr sang ibu. krna dlm kasus sesar tdk smua krna trend. contoh saya..anak pertma terpaksa harus sesar, krna nyawa sang bayi dalm taruhan..ktuban pecah trlbih dahulu..tp pembukaan tdk bertmbh..dan denyut baby..menurun. akhirnya diambil jalan sesar krna to mnyelamatkan baby, dan trnya..c baby kelilit dileher tali pusar, jd itu yg mnyebabkan pembukaan tdk bertmbh. dan pda kehmilan k2, dokter dr 4 bln sdh mngatakan..bu bbynya sungsang..kmngkinan untuk diposisi baik sulit..krna ari” nya..dblakng kakinya..jd akan sulit untuk dia pndah posisi..dan posisi sungsang trus berlnjut. dan smpai pd hari dimana sy pndarahan dan mau tidak mau hrus tindakan to sesar..krna dihawatirkan bby keracuan. dan bnar saja bby qu saat itu bs dikata kan baby kurang sehat..stlah peristiwa prihal baby yg lmyan bikin hati seorang ibu ntah gmn perasaan nya..krna c anak sdang berjuang. tp alhmdulillah skrng..baik n sehat. dan smpai pd khmilan k3 ini..baby sya pun sungsang lagi. dan mau tidak mau..sya sesar lagi. jdi tlong bikin aritekel jgn sperti menakut- nakuti. terlbih dibaca oleh yg sndg hamil. infonya bagus..tapi mngkin judul dan bhasa didlamnya diperhalus jgn sperti menakut-nakuti. trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bayi yang Lahir Lebih dari 41 Minggu, Lebih Pintar Matematika Loh, Bun

pexels-photo-459953

Selama bayi berada di dalam kandungan, perkembangan otaknya terus terjadi setiap waktu. Dan normalnya, bayi akan lahir setelah berada di dalam kandungan selama 40 minggu. Nah kalau bayi belum lahir kendati sudah melebihi due date yang diperkirakan dokter kandungan, bukan berarti pertumbuhan dan perkembangan otaknya terhenti. Justru itu pertanda baik karena sel-sel pada otak bayi semakin matang lagi dalam proses perkembangannya.

The New York Daily News melaporkan sebuah studi 2012 yang diterbitkan di Pediatrics bahwa bayi yang lahir lebih dari 41 minggu memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih kuat daripada bayi yang lahir lebih cepat hingga usia kehamilan 37 minggu. Tapi kecerdasan bayi bukan hanya ditentukan berdasarkan berapa lama ia berada di dalam kandungan. Faktor-faktor lain dari luar kandungan pun bisa ikut berpengaruh terhadap kecerdasan bayi lho, Bun.

Demi Si Kecil Agar Tumbuh Jadi Bayi yang Cerdas, Hindari Mencicip Akar Manis atau Licorice Saat Hamil

pexels-photo-1145997

Pernahkah Bunda mengonsumsi makanan yang satu ini? Bunda perlu tahu, menurut penelitian tahun 2009 dari University of Edinburgh di Skotlandia dan Universitas Helsinki di Finlandia, mendapati temuan jika mengonsumsi akar manis saat hamil ternyata bisa berdampak negatif pada kecerdasan bayi.

Ada Bunda yang sewaktu hamil ingin makan licorice? Kalau iya Bunda perlu tahu penelitian tahun 2009 dari University of Edinburgh di Skotlandia dan Universitas Helsinki di Finlandia menemukan kalau makan licorice saat hamil bisa berdampak negatif pada kecerdasan bayi.

Hindari Stres Saat Hamil, Pancing Agar Mood Bunda Selalu Aman                   

 pexels-photo-254069

Ikatan antara ibu dan anak memang tak bisa dibohongi. Kalau Bunda stres, pasti membawa pengaruh tersendiri bagi bayinya. Live Science melaporkan, dua peneliti mereka yaitu Elysia Poggi Davis dan Pilyoung Kim menemukan hormon stres yang terpapar ke bayi saat Bunda hamil bisa berdampak lebih lama dari yang dibayangkan lho Bun. Kalau hal semacam ini terjadi terus-menerus, tentu akan berdampak pada perkembangan otak si kecil ‘kan, Bun?

Diskusilah dengan Dokter Kandungan Bunda Terkait Intensitas Morning Sickness

 pexels-photo-618923 (1)

Faktanya, morning sickness yang dialami Bunda akan memberi pengaruh juga pada si kecil. Reuters melaporkan sebuah studi di tahun 20009 dimana morning sickness ternyata memberi dampak pada perkembangan mental dan kecerdasan bayi.

Para peneliti mencatat anak-anak ini masih dalam rentang normal pada tes kecerdasan. Tapi mereka mendapat skor lebih tinggi di tes tertentu terutama jika ibu mengalami morning sickness lebih sering saat hamil.

Bahkan Masalah Tiroid Pun Bisa Membawa Pengaruh Terhadap Waktu Kelahiran Buah Hati Lho, Bun

pexels-photo-346796

Masalah tiroid pada ibu hamil pun bisa mempengaruhi kecerdasan bayi. Karenanya, demi menghindari masalah ini, coba untuk skrining hormone tiroid sebelum hamil ya, Bun.

Dr Lise Eliot, PhD, penulis ‘What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life‘ mengatakan terlalu banyak atau tidak cukupnya hormon tiroid dalam darah saat hamil bisa merugikan. Tingkat yang terlalu rendah dapat dikaitkan dengan IQ bayi yang lebih rendah di kemudian hari.

Demi Kesehatan Bayi, Yuk Bun Konsumsi Lebih Banyak Omega Tiga

pregnant-pregnancy-mom-child

Ibu hamil tentu harus makan makanan yang sehat ya,Bun. Untuk itu, jangan lupakan asupan makanan yang mengandung omega-3. Mengutip dari BBC, konsumsi omega-3 saat hamil sangat penting karena penelitian telah menunjukkan omega-3 bisa meningkatkan perkembangan mental.

1 Comment

1 Comment

  1. nita

    February 7, 2018 at 12:24 am

    saya 2x proses persalinan sesar..bhkan anak k3 pun perencanaan sesar. tapi pun bukan tanpa alasan atau trend seperti yg dibilng. pilihan sesar atau normal tidak smua khendak dr sang ibu. krna dlm kasus sesar tdk smua krna trend. contoh saya..anak pertma terpaksa harus sesar, krna nyawa sang bayi dalm taruhan..ktuban pecah trlbih dahulu..tp pembukaan tdk bertmbh..dan denyut baby..menurun. akhirnya diambil jalan sesar krna to mnyelamatkan baby, dan trnya..c baby kelilit dileher tali pusar, jd itu yg mnyebabkan pembukaan tdk bertmbh. dan pda kehmilan k2, dokter dr 4 bln sdh mngatakan..bu bbynya sungsang..kmngkinan untuk diposisi baik sulit..krna ari” nya..dblakng kakinya..jd akan sulit untuk dia pndah posisi..dan posisi sungsang trus berlnjut. dan smpai pd hari dimana sy pndarahan dan mau tidak mau hrus tindakan to sesar..krna dihawatirkan bby keracuan. dan bnar saja bby qu saat itu bs dikata kan baby kurang sehat..stlah peristiwa prihal baby yg lmyan bikin hati seorang ibu ntah gmn perasaan nya..krna c anak sdang berjuang. tp alhmdulillah skrng..baik n sehat. dan smpai pd khmilan k3 ini..baby sya pun sungsang lagi. dan mau tidak mau..sya sesar lagi. jdi tlong bikin aritekel jgn sperti menakut- nakuti. terlbih dibaca oleh yg sndg hamil. infonya bagus..tapi mngkin judul dan bhasa didlamnya diperhalus jgn sperti menakut-nakuti. trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Menjaga Kepala Bayi Agar Tak Peyang Dari dr Reisa Broto Asmoro

pexels-photo-421879 (1)

Setelah si kecil lahir, sebagai orangtua pasti pernah terlintas di benak Bunda soal kekhawatiran pemakaian bantal dan posisi kepala bayi saat tidur ya, Bun. Ada yang menasehati untuk hal yang satu ini jangan sampai salah posisi sebab bisa-bisa justru membuat kepala bayi jadi peyang. Sejauh ini, para orangtua dengan bayi yang baru lahir biasanya menyiasati dengan memakaikan bantal yang bagian tengahnya datar supaya kepala bayi tidak peyang.

Tapi Bun, bicara soal bentuk kepala bayi yang rentan peyang, dr Reisa Broto Asmoro punya pemaparannya tersendiri. Ia mengatakan, pada dasarnya bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak. Di lain sisi, sambungan antar tulang tengkorak pun masih fleksibel demi memberi ruang bagi pertumbuhan otak di tahun pertama kehidupan. Untuk itulah mengapa kepala bayi masih sangat bisa mengalami perubahan bentuk.

“Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang. Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yaitu plagiocephaly dan brachycephaly,” kata dr Reisa seperti dikutip dari akun Instagram-nya.

Bunda perlu tahu, plagiocephaly adalah kondisi dimana salah satu sisi kepala bayi datar sehingga bentuk kepala terkesan asimetris. Posisi kedua telinga pun tak sejajar sehingga kepala bayi terlihat tidak bulat kalau dari atas. Untuk situasi semacam ini, dr Reisa mengungkapkan kalau plagiocephaly kadang membuat dahi dan wajah bisa menonjol sedikit dari sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar.

Lain lagi dengan brachycephaly, yaitu kondisi bagian belakang kepala bayi yang rata sehingga menyebabkan kepala terkesan melebar. Bahkan Bun, dahi juga bisa menonjol ke depan. Menurut dr Reisa, penyebab paling umum dari kepala peyang adalah posisi tidur bayi selama berjam-jam dengan posisi yang sama.
“Ini bisa menyebabkan kepala terlalu lama tertekan pada satu sisi dan dapat menyebabkan kepala peyang Kemudian, tekanan juga bisa terjadi di kepala bayi sebelum lahir yang disebabkan adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi,” lanjut ibu dua anak ini.

Jangan khawatir Bun, bagaimanapun soal kepala peyang juga bisa dicegah. Menurut dr Reisa, salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah mengubah posisi tidur bayi dari telentang kemudian ke posisi kepala miring ke kanan atau kiri secara bergantian. Atau bahkan Bunda juga bisa mengubah harah tempat tidur atau arah bayi saat tidur.

Penting diingat ya Bun, bayi tertarik melihat benda-benda yang bercahaya terang atau ke arah jendela. Nah, memancing perhatian bayi bisa dilakukan dengan memindahkan posisi mainan yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, posisi kepalanya pun akan berubah. Pun dengan cara menggendong lho, Bun!

“Memvariasikan cara menggendong juga dapat membantu. Misalnya menggendong dengan posisi bayi tegak, baik didekap atau posisi miring bisa mengurangi penekanan pada bagian belakang kepalanya,” pungkas dr Raisa.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nita

    February 7, 2018 at 12:24 am

    saya 2x proses persalinan sesar..bhkan anak k3 pun perencanaan sesar. tapi pun bukan tanpa alasan atau trend seperti yg dibilng. pilihan sesar atau normal tidak smua khendak dr sang ibu. krna dlm kasus sesar tdk smua krna trend. contoh saya..anak pertma terpaksa harus sesar, krna nyawa sang bayi dalm taruhan..ktuban pecah trlbih dahulu..tp pembukaan tdk bertmbh..dan denyut baby..menurun. akhirnya diambil jalan sesar krna to mnyelamatkan baby, dan trnya..c baby kelilit dileher tali pusar, jd itu yg mnyebabkan pembukaan tdk bertmbh. dan pda kehmilan k2, dokter dr 4 bln sdh mngatakan..bu bbynya sungsang..kmngkinan untuk diposisi baik sulit..krna ari” nya..dblakng kakinya..jd akan sulit untuk dia pndah posisi..dan posisi sungsang trus berlnjut. dan smpai pd hari dimana sy pndarahan dan mau tidak mau hrus tindakan to sesar..krna dihawatirkan bby keracuan. dan bnar saja bby qu saat itu bs dikata kan baby kurang sehat..stlah peristiwa prihal baby yg lmyan bikin hati seorang ibu ntah gmn perasaan nya..krna c anak sdang berjuang. tp alhmdulillah skrng..baik n sehat. dan smpai pd khmilan k3 ini..baby sya pun sungsang lagi. dan mau tidak mau..sya sesar lagi. jdi tlong bikin aritekel jgn sperti menakut- nakuti. terlbih dibaca oleh yg sndg hamil. infonya bagus..tapi mngkin judul dan bhasa didlamnya diperhalus jgn sperti menakut-nakuti. trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bukan Mitos Lho Bun, Ini Lima Tanda Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-57529

Adanya teknologi ultrasonografi alias USG begitu membantu orangtua baru untuk mengetahui jenis kelamin buah hati yang ada di dalam kandungan. Meski begitu, ada lho sebagian orangtua yang memilih untuk belum mau memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan tertentu. Tapi yang namanya orangtua pasti ada rasa penasaran untuk tahu jenis kelamin anak mereka, bukan begitu Bun? Nah, menyikapi hal itu, berikut ini adalah tanda-tanda jika Bunda sedang mengandung anak laki-laki.

Bunda Cenderung Rentan Mengalami Sakit Kepala di Awal-awal Kehamilan

pexels-photo-1122891

Kebanyakan ibu hamil memang pasti akan mengalami morning sickness pada trimester pertama masa kehamilannya. Namun kondisi ini agak sedikit berbeda dengan mereka yang mengandung janin laki-laki. Biasanya Bunda justru tak mengalami gejala morning sickness tapi lebih sering mengalami sakit kepala di awal-awal kehamilan.

Selain Itu, Urine Ibu Hamil Biasanya Berwarna Kuning Cerah

pexels-photo-421879

Bun, saat buang air kecil, coba perhatikan warna urine Bunda. Nyatanya, hal kecil seperti warna urine pun bisa membantu Bunda mengidentifikasi jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan lho Bun. Ya, untuk warna urine, kalau warnanya cenderung kuning cerah, berarti Bunda  sedang mengandung bayi laki-laki.

Bunda Cenderung Suka Ngidam Makanan dengan Rasa Asam Atau  Asin

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663 (1)

Ibu hamil memang dikenal dengan kebiasaan ngidam yang cenderung unik. Bahkan ada mitos yang mengatakan kalau ngidam tak dituruti, nantinya si anak cenderung suka ngiler. Tentu hal ini tak bisa dibuktikan kebenarannya secara medis. Namun ada satu yang unik, kalau Bunda cenderung ngidam makanan dengan rasa yang asam atau asin, orang dulu percaya ini salah satu tanda kalau Bunda mengandung anak laki-laki.

Detak Jantung Bayi Biasanya Kurang dari 150 detik per Menit

pexels-photo-132730 (1)

Bun, biasanya saat Bunda menempelkan tangan  di atas perut, Bunda pasti bisa merasakan denyut jantung buah hati, bukan? Nah, cobalah untuk menghitung denyut jantung bayi Bunda selama satu menit. Kalau hasilnya dibawah 150 per menit, kemungkinan Bunda memang mengandung bayi laki-laki.

Bahkan Ukuran Payudara pun Berubah Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-249211

Hal yang paling menonjol yang dirasakan ibu hamil tentu adalah ukuran payudara yang semakin membesar lantaran dipengaruhi oleh hormon agar sang ibu dapat menghasilkan ASI untuk anaknya. Diantara sekian banyak kondisi dan situasi, perubahan ukuran payudara memang pasti  terjadi. Namun, kalau Bunda merasakan ukuran payudara kanan lebih besar dari payudara kiri, hal tersebut dapat diartikan bahwa Bunda mengandung anak laki-laki.

 

1 Comment

1 Comment

  1. nita

    February 7, 2018 at 12:24 am

    saya 2x proses persalinan sesar..bhkan anak k3 pun perencanaan sesar. tapi pun bukan tanpa alasan atau trend seperti yg dibilng. pilihan sesar atau normal tidak smua khendak dr sang ibu. krna dlm kasus sesar tdk smua krna trend. contoh saya..anak pertma terpaksa harus sesar, krna nyawa sang bayi dalm taruhan..ktuban pecah trlbih dahulu..tp pembukaan tdk bertmbh..dan denyut baby..menurun. akhirnya diambil jalan sesar krna to mnyelamatkan baby, dan trnya..c baby kelilit dileher tali pusar, jd itu yg mnyebabkan pembukaan tdk bertmbh. dan pda kehmilan k2, dokter dr 4 bln sdh mngatakan..bu bbynya sungsang..kmngkinan untuk diposisi baik sulit..krna ari” nya..dblakng kakinya..jd akan sulit untuk dia pndah posisi..dan posisi sungsang trus berlnjut. dan smpai pd hari dimana sy pndarahan dan mau tidak mau hrus tindakan to sesar..krna dihawatirkan bby keracuan. dan bnar saja bby qu saat itu bs dikata kan baby kurang sehat..stlah peristiwa prihal baby yg lmyan bikin hati seorang ibu ntah gmn perasaan nya..krna c anak sdang berjuang. tp alhmdulillah skrng..baik n sehat. dan smpai pd khmilan k3 ini..baby sya pun sungsang lagi. dan mau tidak mau..sya sesar lagi. jdi tlong bikin aritekel jgn sperti menakut- nakuti. terlbih dibaca oleh yg sndg hamil. infonya bagus..tapi mngkin judul dan bhasa didlamnya diperhalus jgn sperti menakut-nakuti. trima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top