Parenting

Produk-produk Yang Bisa Membuat Cantik Ini Ternyata Bisa Membahayakan Janin Loh. Ibu Hamil Wajib Tahu!

pregnant2

Menjadi seorang ibu merupakan sebuah anugerah tidak terhingga bagi seorang wanita. Membuat dirinya menjadi cantik juga menjadi satu hal yang selalu ingin dilakukan seorang wanita. Menjadi calon ibu yang tetap menjaga penampilan agar tetap terlihat cantik menjadi hal yang sama pentingnya. Namun kita juga harus memikirkan kondisi janin. Tidak hanya asupan makanan, penggunaan produk kecantikan saat sedang hamil juga harus diperhatikan.

Saat anda hamil, apa saja yang masuk ke dalam tubuh dapat mempengaruhi janin yang sedang tumbuh. Begitu juga dengan penggunaan produk kecantikan. Setiap produk kecantikan yang dioles pada kulit mempunyai potensi untuk diserap ke dalam aliran darah dan mungkin juga bisa melewati plasenta. Lalu apa saja produk kecantikan yang harus menjadi perhatian seorang calon ibu demi bayi yang ada di dalam kandungan?

Gigi Putih Dan Bersih Memang Cantik, Namun Pemutih Gigi Bisa Mengganggu Janin Di Dalam Rahim Loh Bun!

Saat tidak mengandung, memutihkan gigi bisa jadi hal yang biasa atau mungkin rutin dilakukan untuk beberapa orang. Namun pada saat hamil sebaiknya menghindari kebiasaan ke klinik untuk memutihkan gigi. Sebab kandungan peroksida yang terdapat pada pemutih gigi merupakan bahan aktif. Walaupun aman digunakan, namun belum diketahui apakah zat tersebut dalam mempengaruhi janin saat kehamilan. Untuk itu, selama kehamilan, disarankan untuk menghindari tindakan pemutihan gigi. Kamu bisa memilih pasta gigi dengan pemutih sebagai alternatif yang lebih aman. Namun pastikan untuk tetap menyikat gigi dan memeriksakan gigi secara teratur ke dokter gigi.

Suncreen Menjadi Salah Satu Produk Penting Perawatan Wajah, Namun Demi Menjaga Kondisi Janin Pastikan Juga Kandungan Bahannya!

Suncreen atau tabir surya menjadi suatu produk perawatan kulit yang sangat penting. Fungsinya yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari menjadikan suncreen produk yang tidak boleh ketinggalan dari list perawatan wajah. Tidak terkecuali saat sedang hamil, anda tetap perlu mendapatkan perlindungan dari sinar UV dengan menggunakan tabir surya yang memiliki SPF minimal 30.

Sayangnya tidak semua tabir surya aman digunakan oleh ibu hamil. Karena zat yang terkandung di dalamnya dapat masuk ke dalam aliran darah dan mempengaruhi kondisi janin. Anda perlu memperhatikan kandungan yang terdapat pada tabir surya yang akan digunakan. Hindari produk yang memiliki kandungan oksibenzon, sebab kemungkinan mempengaruhi berat badan bayi yang rendah. Selain itu, bahan-bahan lain seperti octocrylene, homosalate, 4-methylbenzylidene camphor dan para-aminobenzoic acid (PABA) dapat memicu iritasi serta alergi, terutama pada kulit sensitif.

Hormon Yang Tidak Stabil Saat Hamil Bisa Memicu Jerawat, Meski Begitu Penggunaan Produk Penghilang Jerawat Juga Tidak Bisa Sembarangan

Pada saat hamil, kondisi hormonal pada wanita menjadi tidak stabil. Hal ini bisa menjadi pemicu jerawat, terutama pada saat memasuki trisemester pertama pada saat kehamilan karena adanya perubahan kadar estrogen atau fluktuasi hormon pada saat hamil. Sebaiknya hindari penggunaan produk untuk jerawat yang mengandung isotretinoin, tretinoin dan tetrasiklin, karena berbahaya selama kehamilan dan dapat menyebabkan cacat lahir.

Saat mengalami jerawat atau keluhan pada wajah anda lebih baik konsultasikan terlebih dahulu produk apa yang bisa digunakan tanpa mengganggu janin yang ada di dalam kandungan. Atau untuk membantu mengurangi jerawat, gunakan produk pembersih wajah yang mengandung asam salisilat tidak lebih dari 2%. Kandungan sebesar ini masih dianggap aman untuk ibu hamil.

Tidak Hanya Menghasilkan Wangi, Penggunaan Parfum Saat Hamil Juga Tak Bisa Sembarangan

Selain ingin terlihat cantik, seorang wanita juga ingin wangi. Tidak hanya untuk menambah rasa percaya diri, menjaga agar bau badan tidak mengganggu aktivitas, parfum menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan. Sayangnya lagi-lagi hal ini juga harus menjadi perhatian utama bagi seseorang wanita yang sedang mengandung anaknya. Saat sedang hamil sebaiknya hindari parfum yang mengandung phthalate. Meski belum memiliki bukti klinis yang jelas namun bahan yang membantu menjaga wangi bisa bertahan lebih lama itu diketahui mungkin bisa mengganggu janin dalam kandungan.

Penggunaan parfum sebaiknya juga dibatasi saat sedang hamil. Karena parfum juga memiliki kemungkinan memicu sensitivitas penciuman, bisa memancing sakit kepala, mual hingga muntah. Sebagai alternatif, wanita yang sedang hamil bisa memanfaatkan beberapa tetes minyak esensial untuk meningkatkan mood dan sebagai pengganti parfum.

Produk Sampo Ataupun Sabun Juga Harus Menjadi Perhatian Demi Mencegah Bayi Lahir Cacat

Produk lainnya yang sebaiknya juga menjadi perhatian saat hamil adalah produk yang mengandung Sodium lauryl sulfate (SLS). Sodium lauryl sulfate merupakan salah satu bahan yang banyak terkandung pada sampo ataupun sabun cair dan sering dikaitkan dengan cacat lahir jika digunakan oleh ibu hamil. Bahan lain yang biasa terkandung seperti paraben, wewangian sintetis, phthalate dan pengawet methylisothiazolinone, kemungkinan dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Sebisa mungkin gunakan produk yang bebas dari SLS untuk menjaga janin dari efek sampingnya.

Make Up Menjadi Item Penting Bagi Wanita, Namun Kandungan Yang Terdapat Di Dalamnya Juga Harus Dipikirkan

Semalas-malasnya wanita, pasti memiliki satu atau dua produk make up yang terdapat di dalam tasnya. Entah hanya sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan agar tidak terlihat pucat, atau juga tututan kerja yang mengharuskan dirinya untuk berdandan. Namun pada saat hamil anda harus lebih jeli memperhatikan kandungan yang terdapat di dalam make up. Jika memerlukan make up selama kehamilan pilihlah yang mempunyai label noncomedogenic atau nonacnegenic, yaitu bahan yang bebas minyak dan tidak menyumbat pori-pori. Produk ini dianggap aman untuk janin. Untuk lebih aman, kamu bisa menggunakan make up dengan bahan dasar mineral.

Penggunaan lipstik pada saat hamil juga harus menjadi diperhatikan. Kandungan timbal pada lipstik yang digunakan ibu hamil dapat menyebabkan keracunan pada janin dan meningkatkan risiko keguguran. Risiko ini meningkat seiring semakin seringnya terpapar oleh bahan tersebut, yang dikhawatirkan dapat membahayakan perkembangan otak, ginjal, dan sistem saraf bayi. Sebaiknya kurangi penggunaan lipstik pada saat hamil, demi kesehatan bayi di dalam kandungan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Faktor yang Memicu Gigi Permanen Harus Dicabut

dentist-1639683_1920

Saat dalam masa pertumbuhan, tentu seseorang akan mengalami pencabutan gigi susu yang kemudian akan digantikan dengan gigi-gigi permanen dengan fungsi lebih baik. Hal ini memang merupakan sebuah siklus dan terjadi secara wajar dan natural, yang harus dijalani oleh setiap orang.

Namun, bagaimana jika justru gigi permanen yang harus dicabut? Tentu banyak dari Bunda yang tidak rela jika hal ini terjadi. Pasalnya, tak ada lagi gigi yang akan tumbuh menggantikan gigi permanen saat dicabut, hingga rongga mulut Bunda akan terlihat ompong.

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, Bunda harus merelakan gigi permanen untuk dicabut jika mengalami salah satu dari kondisi di bawah ini. Kondisi apa sajakah yang dimaksud?

  1. Gigi berlubang

Tentu Bunda sudah mengetahui, bahwa banyak hal bisa menyebabkan gigi-gigi Bunda menjadi berlubang, mulai dari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, jarang menggosok gigi, terlalu sering meminum kopi, hingga kebiasaan merokok.

Nah, saat gigi berlubang sudah menjadi parah dan biasanya menimbulkan rasa sakit, maka gigi Bunda perlu untuk dicabut. Pasalnya, gigi berlubang ini mungkin sudah kehilangan fungsinya dan jika dibiarkan malah akan menginfeksi jaringan lainnya sehingga harus dilakukan metode pencabutan gigi.

  1. Gigi mati atau busuk

Suatu gigi dikatakan telah mati atau membusuk, saat tak ada lagi darah yang mengalir menuju gigi tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh trauma, benturan, maupun gigi berlubang.

Biasanya, gigi yang membusuk akan menimbulkan rasa nyeri, membengkak, berubah warna, dan menimbulkan bau tak sedap. Jika perawatan dari dokter ternyata tidak bisa memperbaiki kondisi tersebut, maka kemungkinan besar gigi Bunda harus dicabut sebagai satu-satunya cara menyembuhkan sakit gigi agar tidak menyebarkan infeksi ke gigi yang masih sehat.

  1. Gigi memiliki risiko terkena infeksi

Tentunya dokter memiliki pertimbangan sebelum mencabut gigi seseorang. Nah, ketika dokter melihat adanya potensi infeksi pada gigi, kemungkinan besar dokter akan mencabut gigi Bunda.

Salah satu kondisinya ialah jika sistem imun Bunda dalam kondisi membahayakan, seperti saat menjalani perawatan kemoterapi atau transplantasi organ. Jika dokter melihat adanya kemungkinan infeksi, meskipun hanya sedikit dan terjadi pada salah satu gigi Bunda, itu sudah menjadi alasan yang cukup untuk mencabut gigi Bunda, lho.

  1. Terjadi infeksi

Jika kerusakan gigi Bunda sudah mencapai area pulpa (bagian tengah gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah), maka bakteri bisa dengan mudah masuk ke bagian tersebut. Bagi yang belum tahu, bagian ini sangat vital bagi gigi Bunda, dan bakteri yang masuk tentu bisa menyebabkan infeksi.

Nah, jika infeksi ini menjadi parah sehingga tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, maka kemungkinan besar Bunda harus mencabut gigi agar mencegah infeksi menyebar ke area gigi lainnya.

  1. Penyakit gusi periodontal

Selanjutnya, alasan harus mencabut gigi permanen karena adanya penyakit gusi periodontal. Penyakit ini merupakan suatu infeksi yang menyerang jaringan dan tulang yang mengelilingi dan menyokong gigi-gigi Bunda. Nah, jika infeksi gusi ini menjadi parah sehingga menyebabkan Bunda kehilangan gigi, maka dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi Bunda.

  1. Sesaknya bagian dalam mulut

Terkadang, dokter gigi harus mencabut beberapa gigi Bunda sebagai langkah persiapan untuk memakai kawat gigi atau behel. Kawat gigi ini berfungsi untuk menyelaraskan susunan gigi dan membuatnya rapi. Nah, fungsi ini biasanya tidak bisa terlaksana jika gigi-gigi Bunda berukuran terlalu besar untuk mulut, misalnya memiliki gigi yang tonggos.

Selain untuk memasang kawat gigi, biasanya gigi juga harus dicabut jika gusi Bunda terlalu penuh sehingga tidak ada tempat bagi gigi lain yang akan tumbuh. Contohnya, saat geraham bungsu Bunda akan tumbuh, dan sudah tidak ada lagi ruang di dalam mulut untuknya, maka salah satu dari gigi yang lain harus dicabut.

Pasalnya, jika tidak dilakukan, maka keadaan justru akan menjadi rumit dan kemungkinan besar harus dilakukan operasi nantinya.

Nah, apakah ada salah satu kondisi di atas yang sedang Bunda rasakan? Jika iya, bersiap-siap saja salah satu gigi Bunda harus segera dicabut!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Tumbuh Jadi Pribadi yang Lebih Kreatif, Latih Si Kecil untuk Rajin Menulis Tangan ya Bun

girl-kids-training-school-159782

Tahukah Bunda, tingkat kompetensi anak-anak di Indonesia ternyata berada dalam status kritis. Kira-kira apa ya penyebabnya? Ternyata fakta ini ada korelasinya dengan kemampuan menulis anak-anak lho, Bun.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kemendikbud, ternyata tak sedikit anak yang masih kesulitan menangkap materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Tapi sebentar Bun, jangan terburu-buru mengkambinghitamkan guru-guru di sekolah.

Sebab bagaimanapun juga, yang namanya pendidikan bagi si kecil bukanlah semata-mata tanggung jawab guru di sekolah saja. Tapi juga jadi tugas dan kewajiban orangtua, bukan?

Diungkapkan Nurman Siagian selaku pakar edukasi anak dari Wahana Visi Indonesia, penyebab penguasaan kompetensi yang cenderung rendah lantaran kebiasaan mengekspresikan ide dan argumentasi mereka pun sangat rendah.

Sementara dari sisi pengajar, ya kompetensi guru memang turut mempengaruhi. Bahkan Nurman memaparkan, berdasarkan hasil studi, kompetensi guru yang ideal bernilai 70. Sementara nilai kompetensi guru di negeri ini baru sekitar 44,5.

“Hal ini terjadi karena sebagian besar gurunya juga masih kesulitan saat menulis RPP. Kebanyakan masih copy-paste tanpa ada proses mencerna kembali,” ujarnya. Nah, itu dari sisi guru, kalau dari sisi orangtua?

Bun, Yuk Evaluasi Sebentar, Selama Ini Si Kecil Lebih Akrab dengan Gawai Atau Alat Tulis?

kids-girl-pencil-drawing-159823

Dalam acara talkshow yang dihelat APP Sinar Dunia bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis” di Jakarta, Selasa (5/8/2018), segenap orangtua yang kebetulan mengikuti gelaran acara tersebut diajak mengevaluasi kembali sejauh mana keberadaan gawai sudah mempengaruhi aktivitas si kecil.

Foto 1

Sadar tak sadar, banyak orangtua yang cenderung mengabaikan efek gawai kedepannya. Kita merasa tak masalah menyodorkan gawai dengan durasi berjam-jam di usia anak yang sejatinya sedang dalam proses tumbuh  kembang. Sementara kalau Bunda ditanya seputar kebiasaan melatih si kecil menulis dengan alat tulis konvensional, sudahkah Bunda rajin mengajari si kecil untuk kebiasaan yang satu ini?

Jadikan Aktivitas Menulis dengan Tangan Sebagai Kebiasaan yang Berlaku Tak Hanya Ketika di Luar Kelas

pexels-photo-256468

Meski terkesan sederhana, jangan sepelekan aktivitas yang satu ini ya Bun. Sebab manfaatnya akan terasa sampai si anak dewasa. Sayangnya, orangtua selalu kompromi kalau soal tulis menulis biar menjadi tugas anak ketika di sekolah. Jangan sampai saat si kecil sudah tanggap sekali dengan teknologi, bahkan bisa mengirim pesan instan kepada anggota keluarganya, namun kemampuannya menulis dengan tangan justru dipertanyakan.

Ya, Bunda perlu memahami yang namanya menulis dan mengetik adalah dua hal yang berbeda. Saat menulis, ada proses dimana sensor motorik si kecil akan dilatih untuk menangkap informasi, mencerna, kemudian mengingatnya. Dan hal itu tidak bisa dirasakan kalau hanya dengan mengetik.

Sebagai Orangtua, Pastikan Bunda Tahu Alasan Mengapa Si Kecil Harus Membiasakan Diri dengan Aktivitas yang Satu Ini

girl-kids-training-school-159782

Menulis kalau tidak dibiasakan akan berdampak pada pembelajarannya sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di New Dorp High School, Amerika Serikat, penyebab menurunnya kompetensi para siswa di sekolah tersebut pada periode 1988 hingga 1999 lantaran fenomena bad writing.

Ya, para siswa kesulitan mencerna pelajaran yang diterimanya dan menuangkannya dalam tulisan. Hal ini membuktikan kalau kemampuan menulis jelas penting lantaran dianggap sebagai kemampuan dasar. Bunda tentu ingin si kecil lebih berprestasi, bukan? Maka tekunlah mengajaknya latihan menulis.

Bunda Sudah Tahu Kalau Menulis dengan Tangan Nyatanya Selalu Membawa Manfaat Baik untuk Pembentukan Karakter Pada Si Kecil?

pexels-photo-207653

Faktanya, menulis tak hanya membuat si kecil menguasai huruf dan fonemik, juga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan si kecil. Di lain sisi, kebiasaan menulis pun membantu pembentukan karakter pada si kecil, Bun. Berdasarkan paparan dari Melly Kiong, praktisi Mindful Parenting, menulis merupakan cara komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua. Terlebih jika kondisi Bunda adalah ibu sekaligus pekerja.

“Melalui aktivitas tulis menulis sederhana seperti menumbuhkan kebiasaan mengisi jurnal atau berkirim memo kecil pada orangtua setiap harinya, misalnya dengan menuliskan pencapaiannya atau hal-hal baik yang dia lakukan di hari itu, anak akan terbiasa melakukan banyak hal baik di kemudian hari,” ujar Melly.

Luangkan Waktu Bunda untuk Mencari Cara yang Tepat Agar Buah Hati Terbiasa Melakukan Aktivitas Ini

pexels-photo-236164

Kita tak bisa menutup mata bahwa kini Bunda dengan status pekerja jumlahnya cukup banyak. Fakta ini pun juga tak bisa dijadikan tolok ukur kalau ibu yang bekerja bukan berarti tak bisa mendidik anak. Bunda perlu mematahkan stigma tersebut. Saat Bunda bekerja, tetaplah si kecil yang jadi prioritas. Jangan sampai tertukar antara pekerjaan dengan panggilan sebagai ibu. Ketika si kecil yang jadi prioritas, maka Bunda akan selalu punya motivasi untuk meluangkan waktu yang Bunda miliki agar bisa dimanfaatkan bersama si kecil.

Seperti halnya yang sudah dipaparkan Melly, Bunda dapat mencontoh metode tersebut. Yaitu dengan mengajak si kecil sama-sama menuliskan jurnal harian, dimana saat Bunda tiba di rumah, si kecil pun akan tergugah membagikan pengalaman yang sudah ditulisnya. Dengan demikian, ia tak hanya antusias menanti kepulangan Bunda dari kantor, tapi juga termotivasi untuk terus membiasakan diri untuk menulis. Pelan tapi pasti, motorik si kecil pun akan bekerja dengan baik.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top