Hiburan Anak

Potret Lucu dari Baby Salma, Saat Sedang Liburan di Pantai Bersama Keluarga

Salma Feature

Tak hanya sebagai ajang untuk merayakan kemenangan atas ibadah puasa yang sudah dijalankan sebulan penuh. Lebaran juga selalu dipakai untuk menikmati momen bersama dengan keluarga tercinta. Begitu pula dengan para selebriti kita. Dan, jika ada satu keluarga yang cukup menarik perhatian atas aktivitas liburannya. Keluarga Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan jadi pasangan selebriti terlihat menggemaskan. Tapi bukan karena mereka berdua, semuanya karena potret-potret lucu putri pertamanya yang mereka bagikan di laman media sosial masing-masing.

Nah berikut ini, ada beberapa foto lucu dari Salma putri mereka yang senang terlihat sangat menikmati momen liburan bersama Ayah dan Bundanya.

Sebelum Sunset Datang, Salma Bermain Pasir dulu Bersama Ibu dan Bapaknya

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

 

Berlataskan Laut dan Jingga dibelakangnya, Salma Terlihat Lucu dengan Senyum yang Menghadap Kamera

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

 

Senyum Merekah dengan Memperlihatkan Giginya yang Mulai Tumbuh, Kali Ini Salma sedang Asik Bermain Pasir

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

 

Kali Ini, Dirinya Terlihat Berdiri dengan Bersandar Pada Sebuah Kursi Kayu

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

Sumber : www.instagram.com/riodewanto/

 

Kalau Potret yang Ini, Salma Tampak Sedang Mengajari Sang Bapak Untuk Bermain Pasir

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

 

Dan Menikmati Buah Kelapa Muda dengan Bapak dan Ibu Tercinta

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

 

Nah, Kalau Pada Potret Ini Kira-kira Salma Sedang Apa ya?

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

Sumber : www.instagram.com/atiqahhasiholan/

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Chrissy Teigen: Ibu Harus Tahu Batasan Ketika Mengunggah Sesuatu Tentang Anak

chrissy teigen

Nama Chrissy Teigen dan John Legend tentu sudah dikenal publik. Pasangan yang menikah pada 2010 lalu ini tak segan untuk membagikan pandangan dan pola pikirnya mengenai kesehariannya sebagai pesohor di Hollywood. Namun, lewat sebuah wawancara dengan PopSugar, Chrissy mengaku mempunyai aturan tersendiri soal mengunggah keseharian anak-anaknya, Luna dan Miles di media sosial.

“Aku tidak akan mengunggah apa pun yang sekiranya akan membuat mereka kelak malu atau marah karena disampaikan ke banyak orang,” kata model berusia 33 tahun itu. Chrissy mencontohkan banyak orang yang mengunggah foto atau video anak mereka yang sedang tantrum.

Model bernama lengkap Christine Diane Teigen itu mengaku memang gemar membagikan momen yang dilewatinya bersama sang anak. Namun ia memastikan akan melindungi anak-anaknya dengan cara apapun.

“Selain anak-anak, tidak ada batasan (unggahan) apa pun,” katanya sambil tertawa.

Mengutip Kompas.com, alasan Chrissy masih gemar bermain media sosial adalah ia sering merasa sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan para penggemarnya. Misalnya, ketika banyak orang membuka diri dengannya soal cerita pasca-melahirkan. Atau saat para penggemar mengenalinya di ruang publik. Para pengemar itu lalu menyampaikan bahwa mereka pernah membaca pandangan-pandangan yang pernah disampaikan oleh Chrissy di medsos.

“Itu sangat luar biasa. Aku senang berbincang dengan orang-orang tentang itu. Mereka selalu punya cerita untuk dibagikan,” kata dia.

Hal lainnya adalah betapa para penggemarnya juga begitu mencintai anak-anaknya. Misalnya, dengan memberikan hadiah untuk ulang tahun putra bungsunya, Miles. Chrissy mengaku sangat tersentuh karena mereka bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan hadiah bagi putranya.

“Itu sangat berkesan bagiku. Benar-benar para penggemar yang luar biasa. Itulah yang membuatku tetap ada di media sosial. Aku menganggap mereka seperti sahabat yang sebenarnya,” kata Chrissy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Viral Anak Kecil Habiskan Nastar Setoples, Ajarkan Si Kecil Adab Bertamu ya Bun

adorable-blur-child-1261408

Bun, mengenalkan adab bertamu pada anak-anak kita jelas pentingnya. Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan sebuah kisah seorang anak yang dibiarkan oleh orangtuanya untuk melahap setoples kue nastar saat sedang bertamu di rumah teman sang orangtua.

Lewat laman Facebooknya, Fitra Wilis menceritakan perjumpaannya dengan keluarga tersebut. Ia mengaku sangat tidak nyaman ketika bertamu dalam rangka silaturahmi Lebaran ke sebuah rumah dan ternyata sang tuan rumah sedang kelabakan menghadapi ketidaksopanan seorang anak, tapi kedua orangtuanya mendiamkan begitu saja.

Berikut ini kisah viral di Facebook yang dituturkan Fitra Wilis selengkapnya .

Pada suatu hari, karena macet, kami memutar balik perjalanan, kami arahkan mobil ke sebuah perumahan untuk numpang muter aja, lalu tanpa sengaja, ternyata kami melewati rumah seorang teman lama suami.

Dan dia meminta kami mampir.

Kami serombongan dengan 4 anak. Menuju ruang tamunya yang mungil dan bersih.

Singkat cerita, di sana, juga ada tamu yang baru datang. sebuah keluarga -ayah, ibu dan 1 anak 7 tahunan.

Si anak langsung membuka toples kue nastar, membawa toples ke pangkuannya, dan lalu asyik makan.

Kita panggil saja si anak “Boy” yaa. Badannya bongsor.

Nastar itu terlihat “mahal”. Bentuknya seperti buah jambu. Cantik banget.

Hampir setengah toples berpindah ke perut Boy.

Sang Ayah sibuk mengobrol dengan tuan rumah, sang ibu sibuk dengan HP.

Aku mengajak anak-anak ke teras luar yang adem, aku takut menjadi ‘tertuduh’ terlibat menghabiskan 1 toples kue mahal

Nyonya rumah, santun berkata “namanya siapa Sayang? toplesnya taro sini aja yaa…biar nggak jatuh”, nyonya berusaha ‘meminta’ toples kaca itu agar dikembalikan ke meja.

Menurutku ini ‘kode’ kalo dia keberatan dengan adab si Boy. Boy menolak. Tangannya tetap mengeruk kue yang udah abis nyaris separo.

Mereka juga gak akrab kayaknya, buktinya nyonya rumah aja gak tau nama si anak.

Nyonya rumah masih bersabar kendati melihat isi toples nastar telah berkurang cukup banyak. Alih-alih meminta langsung toples tersebut dari sang anak, si nyonya menyarankan agar Boy mau membagikan kue tersebut kepada teman-temannya dan menawarkannya toples yang lain.

“Dibagi dong teman-temannya, itu belum kebagian,” kata si nyonya lagi menunjuk ke anak-anakku. “Nggak mau!” Jawab Boy

Lama kemudian.

“Mau coba ini?” Nyonya rumah membuka toples astor. Sepertinya berusaha menawarkan alternatif agar gak hanya nastar jambu yang dimakan si Boy.

“Nggak mau,” jawab si Boy lagi, berteriak.

“Boy suka banget sama nastar yaa,” tutur nyonya rumah, suaranya tenang.

“Oiya… bisa abis setoples dia,” sahut sang ayah. Si ibu mendongak sedikit dari HP.

“Dia sukanya nastar sama sagu keju, bisa setoples sekali duduk abis, tapi kalo kastengel, sebiji pun dia lepeh, gak suka,” kata si ibu tersenyum, lalu kembali ke HP.

Bun, situasi semacam ini tentu membuat tamu yang lainnya jadi tak nyaman, kan? Apalagi tuan rumah memang tak mengadakan open house besar-besaran, tentu stok kuenya tak banyak ya Bun. Belum lagi harga setoples kue kering lebaran yang relatif mahal, belum tentu si pemilik rumah memiliki stok kue kering tambahan.

Untuk itu, saat berkunjung ke rumah saudara dalam rangka bersilaturahmi, memang penting memberikan pemahaman tentang adab pada si kecil. Bunda dapat mengajarkan beberapa hal baik tentang silaturahmi. Contohkan waktu-waktu yang tepat untuk bertamu dan bagaimana menghargai tuan rumah dengan meminum atau memakan sajian yang disuguhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hidup Sehat Ala Denmark yang Bisa Kita Contoh untuk Seluruh Keluarga

boy-children-couple-2253879

Bun, tahukah negara mana yang warganya dianggap paling bahagia? Jawabannya adalah Denmark. Negara yang satu ini memang langganan terpilih jadi ‘juara’ dalam berbagai studi internasional yang mengukur kebahagian, kesehatan dan kualitas hidup manusia. Bahkan ibukota Denmark, Copenhagen secara konsisten dinobatkan sebagai kota percontohan dalam inisiatif Kota Sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara data OECD Better Life Index menunjukkan angka harapan hidup masyarakat Denmark mencapai usia 81 tahun! Jauh dari Indonesia yang mencapai 69 tahun saja. Tidak heran kalau menurut data OECD 72% orang di Denmark dilaporkan dalam keadaan sehat, lebih dari rata-rata 36 negara maju anggota OECD lain yang ‘hanya’ mencapai 69%.

Kira-kira apa rahasianya ya Bun? Mengutip dari Kumparan, berikut ini rahasia hidup bahagia dan sehat ala orang Denmark.

Pilihlah Menu Makanan yang Segar dan Serba Organik

Orang Denmark, suka segala sesuatu yang segar dan ringan. Maksudnya, bahan-bahan makanan yang mereka pilih selalu diusahakan masih segar, baik kondisinya dan bukan merupakan makanan yang diberi banyak pengawet atau makanan kalengan.

Selain itu, mereka pun mengusahakan untuk mengonsumsi bahan makanan atau produk organik lantaran mereka percaya dengan memberikan makanan yang berbahan dasar produk organik, maka hal itu tak akan memperbesar risiko terpapar residu pestisida dan hal-hal yang tak baik lainnya.

Organic Denmark, sebuah asosiasi perusahaan, petani organik, dan konsumen di dengan lebih dari 200 perusahaan anggota mencatat penjualan organik di Denmark terus meningkat cepat. Misalnya, dari 2016 hingga 2017 penjualan makanan organik meningkat 31%. Selain itu, 51,4 % penduduk Denmark diketahui membeli makanan organik setiap minggu, baik itu sayuran, buah-buahan, hingga susu.

Usahakan untuk Mengonsumsi Susu

Penduduk Denmark dikenal gemar sekali minum susu dan mengonsumsi beragam olahan susu setiap hari. Anak-anak di bawah usia satu tahun direkomendasikan untuk mengonsumsi ASI atau susu formula, sementara anak-anak yang berusia 2 tahun ke atas diberi susu rendah lemak.

Tidak hanya di rumah, anak-anak Denmark minum setidaknya satu porsi susu di sekolah tiap hari. Mengutip laman resmi Danish Agriculture & Food Council, Denmark masuk 10 besar negara konsumsi susu perkapita terbanyak.

Mereka rata-rata mengonsumsi hingga 117 liter susu per kapita per tahun! Mungkin itu juga sebabnya pemerintah Denmark mematok standar peternakan dan pengolahan susu yang sangat tinggi. Hal ini kontras sekali dengan Indonesia yang hanya mengonsumsi 12 liter susu per kapita setiap tahunnya.

Biasakan Bawa Bekal ke Sekolah

Jurnal akademis yang ditulis oleh Christensen LM, Kørup K, Trolle E, dari Technical University of Denmark dengan judul Dietary Habits of Children and Adolescent (2012) menyebutkan, kebanyakan siswa sekolah dasar di Denmark membawa bekal ke sekolah.

Menariknya, bekal sekolah mereka merupakan menu khas Denmark dengan isian daging sapi, ayam, ikan atau babi ditambah buah-buahan dan sayuran. Tentu saja semua ini dinikmati dengan seporsi susu segar yang anak peroleh di sekolah. Jadi, tak ada budaya jajan di sekolah lho Bun.

Biasakan Anggota Keluarga untuk dekat Dengan Alam

Orang Denmark suka dengan segala kegiatan yang sifatnya natural dan alami. Mereka suka bersepeda dan jalan-jalan. Bahkan tak jarang ada yang gemar rebah-rebahan atau bermain di taman. Sebab, mereka suka sekali berada di luar ruangan.

Rasa suka ini juga berkembang menjadi cinta dan kepedulian yang besar akan alam atau lingkungan. Itulah kenapa selain label organik, orang Denmark juga akan lebih memilih produk yang berlabel ramah lingkungan bahkan ramah pada hewan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top