Parenting

Perkembangan Motorik Anak usia 1 – 5 tahun

SA16

Dalam perkembangan anak dikenal proses tumbuh kembang kemampuan geran seorang anak disebuat perkembangan motorik. Secara umum, perkembangan motorik terbagi kedalam perkembangan motorik kasar dan motorik halus.

Masa 5 tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik anak. Hal ini disebabkan pada usia ini bada anak masih begitu lentur dan mudah diarahkan.

Berikut ini tabel perkembangan anak berupa perkembangan motorik kasar dan halus pada usia 1 – 5 tahun

Perkembangan motorik anak pada usia 1 – 2 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Merangkak Mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
Berdiri dan berjalan beberapa langkah pada sekitar 12 bulan Mengambil benda kecil dalam membungkuk
Berjalan cepat pada sekitar usia 15 bulan Membuka 2 – 3 halaman buku secara bersamaan
Cepat-cepat duduk agar tidak jatuh Menyusun beberapa balok menjadi menara
Merangkak ditangga Menuang cairan dari wadah ke wadah lainnya
Berdiri dikursi tanpa berpegangan Memakai kaus kaki, sepatu sendiri dengan hasil kurang sempurna
Menarik dan mendorong benda keras seperti kursi Memutar tombol Radio atau TV
Melempar bola Mengupas Pisang dengan hasil kurang sempurna

Perkembangan motorik anak pada usia 2 – 3 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Melompat ditempat Melakukan kegiatan dengan satu tnagan seperti mencoret-coret
Berjalan Mundur hingga 3 meter Menggambar garis lurus serti lingkarang tak beraturan
Menendang bola dengan mengayunkan kaki Membuka Gerdel pintu
Memanjat mebel dan berdiri diatasnya Menggenggam Pensil
Langsung bangun tanpa berpegangan ketika berbaring Menggunting dengan hasil yang kurang sempurna
Berjinjit dan berdiri sebelah kaki Mengancingkan Baju
Naik tangga dengan kaki dan lompat dari anak tangga terakhir membuka tutup toples
Mengayuh sepeda Memakai baju lengkap sendiri

Perkembangan motorik anak pada usia 3 – 4 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Berdiri dengan tumit, tangan di samping tanpa kehilangan keseimbangan Menggambar badan manusia
Melompat dengan satu kaki Menyendok cairan
Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik Mencuci dan melap tangan sendiri
Menggunakan bahu dan siku pada saat melempat bola hingga 3 meter Membawa wadah tanpa menumpahkan isinya
Menangkap bola besar
Mengendarai sepeda roda 3

Perkembangan motorik anak pada usia 4 – 5 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Menuruni tangga langkah demi Langkah Nebggunakan gunting dengan baik, tidak, meski belum lurus
Tetap seimbang ketika berjalan Memasukan surat kedalam amplop
Melompat selokan sekitar 1/2 meter dengan satu kaki Membawa Secangkir kopi beberapa meter tanpa tumpah
Melempar bola melebihi 4 meter! Memasukan benang kedalam jarum
Membuat belokan tajam dengan seperti roda 3 Mengoleskan selai diatas roti
Memanjat tanggal dilapangan bermain

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Si Kecil Nantinya Tak Tumbuh Jadi Pribadi yang Boros, Bunda Perlu Lakukan 9 Cara Ini

kids count money

Bun, saat si kecil menginjak usia lima tahun, jangan sampai Bunda melewatkan untuk mengenalkannya soal konsep keuangan. Sebab ini adalah salah satu pelajaran yang tidak boleh terlewatkan untuk diberikan kepada anak. Bagaimanapun, pendidikan mengenai keuangan sangat penting supaya saat dewasa, si kecil pun punya kemampuan mengelola keuangannya sendiri, Bun.

Dengan pengajaran yang tepat, anak juga akan lebih menghargai uang. Tapi Bun, mengenalkan soal konsep keuangan bukanlah hal yang mudah. Kendati bukan berarti Bunda tak bisa melakukannya. Nah Bun, agar proses pengenalannya tidak menyebabkan stres, yuk lakukan dengan cara menyenangkan seperti ini:

1. Mengunjungi Bank

Dengan melihat transaksi yang Anda lakukan, ia akan belajar apa arti uang sebenarnya. Cobalah libatkan anak dari hal-hal sederhana, seperti memberikan uang kepada teller. Seiring bertambah besarnya Si kecil, Anda dapat membukakan rekening khusus untuknya. Melalui rekening tersebut, ia dapat memantau arus pengeluaran dan pemasukan dalam rekeningnya.

2. Ajak Berbelanja

Baik di mall maupun pasar tradisional. Cobalah membeli barang dengan jumlah uang yang sama. Tujuannya agar ia memahami mengenai perbedaan harga. Ia akan tahu bahwa dengan membelanjakan sejumlah uang yang sama besar, belum tentu bisa mendapatkan barang dengan jumlah yang sama. Agar semakin seru, mintalah Si kecil memilih barang yang hendak dibeli dan memberikan uangnya kepada penjual.

3. Jadikan Bill Asisten

Apa yang dipikirkan Si kecil ketika Anda berhasil membawa pulang mainan hanya dengan menggesekkan kartu kredit? Mungkin ia menganggap kartu kredit Anda sebagai benda ajaib yang bisa mengabulkan berbagai permintaan. Agar ia mengerti dengan cara kerja kartu ini, ajaklah ia ketika Anda membayar tagihan bulanan.

Tunjukkan rincian tagihan dan ingatkan kembali saat Anda melakukan berbagai transaksi tersebut. Jelaskan padanya bahwa Anda hendak membayar hal-hal yang telah dibelanjakan tersebut. Selain pengetahuan tentang arus keuangan, kegiatan ini dapat membuat Si kecil turut berperan menghemat pengeluaran. Terutama setelah memahami besar biaya yang diperlukan untuk membayarnya.

4. Berburu Kupon

Jangan membuang voucher potongan harga yang Anda terima. Sebaiknya biarkan Si kecil menyimpannya dan gunakan saat diperlukan. Beritahu jumlah uang yang dapat dihemat dengan menggunakan kupon tersebut.

5. Membeli Langsung dari Petani

Ketika bunda sedang kembali ke kampung halaman, tidak jarang banyak buah atau sayur yang dapat dibeli langsung dari petani. Ini adalah kesempatan kita untuk mengajarkan bagaimana seseorang memeroleh uang. Mintalah ia memilih sayuran terbaik dan memberikan uang kepada petani tersebut.

Jelaskan bahwa petani tersebut yang menanam sayuran dan menentukan harganya. Dengan menjual sayuran, petani akan memeroleh uang yang dapat digunakan untuk menanam lebih banyak sayuran.

6. Mengikuti Kelas

Semakin banyak konsultan yang memberikan kelas keuangan untuk anak dengan cara menyenangkan. Bahkan ada yang menyederhanakan konsep keuangan melalui permainan sederhana, salah satunya Praxis. Si kecil dihadapkan langsung dengan berbagai pilihan dan kemungkinan, seperti membeli rumah dan memilih profesi.

7. Menetapkan Tujuan

Apakah si memimpikan pergi ke Universal Studio? Mulailah mengumpulkan dana bersama dalam sebuah wadah. Si kecil bisa ikut berkontribusi dengan memasukkan sisa uang jajannya. Melalui cara ini, anak akan merasa bahwa menabung adalah kegiatan yang menyenangkan.

8. Berdonasi

Salah satu tujuan dari melek keuangan adalah untuk memahami bahwa beberapa orang memiliki lebih banyak uang dibandingkan yang lain. Dengan kelebihan tersebut, seseorang mampu membantu kekurangan. Bentuk sifat sosial ini dalam diri Si kecil, seperti dengan berbagi makanan di panti asuhan saat ulang tahunnya atau membelikan makanan untuk hewan di penampungan.

9. Menghasilkan Uang Sendiri

Sekolah pun sering menyelenggarakan bazar dengan melibatkan anak-anak untuk membawa sesuatu untuk dijual, tentu saja didampingi oleh guru. Melalui cara ini, ia akan memiliki gambaran mengenai konsep bisnis dan penghasilan. Agar lebih menyenangkan, ajak Si kecil berdiskusi mengenai jualannya dan bantu ia menyiapkan dagangannya.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menegur, Bukan Berarti Harus Memarahi Lho Bun…

kids menegur

Saat balita melakukan kesalahan atau hal lain yang kurang baik, sudah sewajarnya Bunda menegurnya. Tapi Bun, menegur bukan berarti memarahi atau menghukum nya Bun. Seringkali orangtua tak tahu cara menegur dengan tepat. Padahal, dampak yang ditimbulkan kalau Bunda salah memilih cara menegur akan berdampak pada psikologisnya.

Karenanya, pilihlah cara yang tepat ya Bun. Dengan menemukan cara yang tepat, hal ini akan meminimalisasi dampak negatif pada mental anak. Misalnya…

1. Saat Menegur, Tekankan Pada Perilaku Anak, Bukan Pada Pribadinya

Bagaimanapun, percayalah, semua anak itu baik ya Bun. Hanya saja, perilakunya yang kadang salah. Untuk itu, Bunda perlu membimbingnya. Ketika Bunda mengajarkan anak naik sepeda dan ia gagal, Bunda tidak langsung memarahinya, bukan? Bunda pasti menyemangati dan memberi petunjuk agar ia melakukannya lebih baik.

Hal ini pun yang dianjurkan oleh para ahli, termasuk dijelaskan Rex Forehand, Ph.D., dan Nicholas Long, Ph.D., dalam buku Parenting the Strong-Willed Child.

2. Jangan Berteriak ya Bun, Hal itu Hanya Akan Menghentikan Seketika Perilaku Balita yang Berbahaya

Misalnya saat si kecil berusaha menyentuh api, tegur ya Bun. Tapi jangan dimarahi apalagi berteriak di depannya ya Bun. Cukup katakan saja, “Stop!” Jangan dilanjutkan dengan kalimat ini, “Kamu nakal!” Sebaliknya, tanya pada si kecil kenapa dia mau menyentuh api itu dan baru jelaskan kenapa Bunda melarangnya.

3. Hindari Gertak Sambal.

Jika Bunda menegur sekali, Bunda bisa mengulanginya lagi satu kali. Jika teguran Bunda masih tidak dihiraukan oleh buah hati, baru Bunda bisa mempertimbangkan hukuman secara bijak, contohnya dengan ‘mengambil’ sesuatu yang menjadi kesenangan anak.

4. Menegur atau Memarahi Dalam Batas Wajar 

Masih boleh, tetapi jangan sampai memukul anak, ya, Bun. Bagaimanapun, orangtua harus bisa mengajari dan mengasihi buah hati dengan lemah lembut. Kalau si kecil sampai menerima hukuman fisik, ada yang perlu dievaluasi dari cara asuh Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Mengajak si Kecil yang Susah Mandi Tak Sesukar yang Bunda Bayangkan

pexels-photo-1097496

Seringkali anak-anak di usia balita agak susah ya Bun kalau disuruh mandi. Banyak alasan dipakai agar ia tak pergi mandi. Padahal, aktivitas yang sudah mereka lakoni di luar ruangan menyebabkan mereka berkeringat dan perlu mandi untuk membersihkan badan, kan?

Tapi Bun, urusan si kecil susah mandi bukan hanya Bunda yang merasakannya. Hal ini juga turut dirasakan orangtua lainnya. Kuncinya jangan patah arang mengajak si kecil mandi. Anak yang malas mandi bisa berdampak pada kesehatannya, selain itu nantinya si kecil terbiasa malas mandi sehingga jadi kebiasaan buruk sampai ia besar nanti.

Padahal jika dibiasakan mandi 2 kali sehari, tentu ia akan tumbuh menjadi anak yang sehat, bersih, dan terbebas dari penyakit. Nah, demi mensiasatinya agar tak susah diajak mandi, ada beberapa tips dan trik yang bunda perlu coba.

Jangan Langsung Mengajaknya Mandi Air Dingin

Salah satu alasan anak malas mandi yaitu karena airnya dingin. Cara ini bisa Bunda akali dengan mengubah cara mandinya menggunakan air hangat. Dengan mandi pakai air hangat, si kecil tak akan kedinginan dan tentunya ia akan nyaman saat mandi.

Di Usianya Kini, Ia Selalu ingin Bermain, Maka Ajaklah Ia Mandi Sembari Bermain

Cara kedua ini bisa Bunda terapkan agar anak tak lagi malas mandi, yaitu membiarkan si Kecil mandi sambil bermain. Biarkan si kecil membawa barang atau mainan kesukaannya supaya kegiatan mandinya menyenangkan. Dengan begini, tak terasa mandinya pun selesai. Atau, gunakan gelembung atau busa mandi yang biasanya bisa dihasilkan dari sabun.

Cara ini adalah pilihan tepat untuk si Kecil jadi rajin mandi. Suasana yang menyenangkan sembari bermain dengan Bunda akan membuat si Kecil tak malas untuk diajak mandi. Sembari si kecil bermain busa, Bunda bisa membersihkan seluruh area badannya.

Nasihati dengan Sabar dan Tenang

Apabila anak tidak mau mandi, Bunda bisa mengajaknya mandi secara perlahan dan sabar tanpa menakut-nakutinya. Bunda bisa menasehati sembari memberi contoh baik seperti lewat tokoh kesukaannya. Misalnya tokoh atau karaktun kesukaannya itu pintar dan lucu karena rajin mandi sehingga disukai banyak orang. Dengan cara itu anak pun akan antusias dan melakukan apa yang dilakukan tokoh kartunnya.

Berikan Penghargaan Terbaik untuknya, Setiap Kali Menuruti apa yang Bunda Minta

Namanya juga anak-anak, mereka paling suka dikasih hadiah. Oleh karena itu Bunda harus memberikan penghargaan untuk si Kecil jika berhasil melakukan misi yang Bunda berikan. Barang-barang seperti handuk baru, shampoo dengan aroma favoritnya, atau mainan, apapun itu bisa Bunda jadikan penghargaan karena si kecil jadi tak malas mandi. Dengan begitu anak akan merasa disayangi orangtuanya dan juga sayang jika melewatkan waktu mandinya.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top