Parenting

Mengucapkan Kata-kata Ini Ternyata Bisa Berdampak Buruk Pada Mental Anak. Hati-Hati Bunda!

kataanak

Pepatah yang mengatakan lidah lebih tajam daripada pisau memang benar adanya. Tanpa melihat gender ataupun usia, perkataan bisa saja mempengaruhi seseorang. Entah tersinggung ataupun merasa terinspirasi. Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak. Kata-kata yang hanya diucapkan sambil lalu bisa saja menimbulkan pengaruh buruk pada mental anak.

Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menyaring kata-kata yang diucapkannya pada anak. Melontarkan perkataan yang tidak selayaknya hanya akan memberi pengaruh buruk, bahkan bisa  membuat psikologis seorang anak jadi terganggu. Hal ini akan memberi pengaruh besar hingga mereka dewasa nanti.  Demi masa depan anak anda, hindari mengucapkan kata-kata berikut.

Meskipun sering menangis, sebaiknya tidak melontarkan kata “cengeng” padanya!

Saat kecil seorang anak belum bisa meluapkan emosinya. Menangis menjadi jalan satu-satunya berkomunikasi. Sebab saat dia baru lahir kita hanya akan tahu apa yang dia mau jika dia menangis, namun apa jadinya jika dia masih melakukannya bahkan setelah dia bisa berbicara dengan lancar. Jika anak anda menggunakan tangisan sebagai senjatanya untuk berkomunikasi, sebaiknya jangan marahi atau membombardirnya dengan kata-kata “cengeng”. Untuk usia batita sampai balita sangat wajar jika seorang anak menangis jika menginginkan sesuatu atau bahkan tantrum.

Jika anda merasakan hal ini sebaiknya jangan buru-buru marah atau mengancamnya agar berhenti menangis, mengeluarkan kalimat “Cengeng banget sih!” juga sebisa mungkin dihindari. Jika masih sering dilakukan, akan berdampak pada saat dia dewasa. Hal itu bisa menjadi bom waktu, dia pun akan tumbuh menjadi sosok tempramental karena tidak bisa meluapkan emosi dengan cara yang tepat. Sebaiknya saat anak menangis peluklah dia dengan erat sambil mencoba menenangkannya dengan mengusap punggungnya, tanya apa yang dia mau. Minta dia untuk menjelaskan dengan kalimat karena anda tidak mengerti jika dia menangis, beri penjelasan kalau dia tidak akan mendapatkan apa yang dia mau dengan cara menangis. Pelan-pelan ajari dia untuk mengungkapkan keinginan dan perasaannya dengan kalimat tanpa perlu anda memarahinya terlebih dahulu.

Anak Anda lahir dengan keunikannya sendiri, berhenti membanding-bandingkannya!

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hebat, pintar serta membanggakan. Bisa jadi itu merupakan salah satu tujuan anda mempunyai seorang anak. Tak heran saat anak anda mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan anda langsung bereaksi. Melihat anak lain yang nampak lebih hebat membuat anda berpikir bagaimana agar anak anda pun bisa seperti itu. Entah secara sadar atau tidak anda pun mulai  membanding-bandingkan anak dengan anak lain yang lebih hebat. Entah itu teman sekelasnya, tetangga, sepupu atau bahkan anak anda yang lainnya. Ketika anda melakukan itu, secara langsung anda sudah menjatuhkan mentalnya. Sikap anda tersebut membuat anak merasa hidupnya tidak berguna dan tidak bisa melakukan apapun dengan benar.

Percayalah semua anak pasti ingin membuat orang tuanya bangga padanya. Tangis bahagia orang tuanya  adalah hal yang diperjuangkan setiap anak. Namun masing-masing anak memiliki cara berbeda-beda untuk mencapainya. Sangat tidak bijak bila anda masih saja kerap membanding-bandingkan anak. Setiap anak telah terlahir dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Daripada anda terus sibuk membanding-bandingkan, lebih baik asah dan dukung bakat serta kelebihannya. Jika dia tidak hebat dibidang akademis, bisa jadi dia memiliki prestasi yang tak kalah membanggakan dibidang non akademis.

Anak yang aktif tanda sedang berkembang, jangan dianggap nakal!

Saat anak sedang aktif-aktifnya, anda sebagai orang tua pasti pernah merasa kewalahan. Melihatnya berlari kesana kemari, menyentuh objek di dekatnya atau membuang barang-barang  bisa membuat kepala mendadak pusing. Kondisi rumah yang seperti kapal pecah pun tidak lagi bisa dihindari. Cap anak jadi melekat pada dirinya, namun tahukah anda kalau anak yang sangat aktif itu tandanya dia cerdas. Hanya saja memang tidak mudah untuk menyadari dan menanganinya. Jika sudah begini biasanya akan sulit menahan emosi bahkan anda tak segan untuk n memarahi mereka sambil memberinya cap “anak nakal”.

Tanpa anda sadari perkataan itu akan terekam oleh alam bawah sadarnya sehingga membuatnya berpikiran bahwa dia adalah anak yang nakal. Daripada memarahinya, lebih baik ajarkan untuk membereskan apa yang sudah dia buat berantakan. Jangan menyuruhnya, tapi temani dia membereskan sampai dia memiliki inisiatif untuk melakukan sendiri tanpa diminta. Awasi setiap gerak geriknya dan berikan penjelasan jika ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta alasan yang tidak dibuat-buat. Alihkan juga tenaganya ke hal-hal yang mendukung perkembangannya seperti olahraga atau melakukan hal yang disenangi. Dengan begitu energi berlebih yang dimiliki anak bisa diarahkan untuk hal-hal yang lebih positif.

Belajar tidak memandang usia dan akan dilakukan sampai tutup usia, jadi jangan langsung menyalahkan dia jika tidak bisa melakukan sesuatu

Anda tentu masih ingat bagaimana wajah polos nan menggemaskan si kecil saat dilahirkan yang bisa membuat orang-orang langsung jatuh hati begitu melihanya. Aktivitas yang dilakukan pada saat itu tidak lebih dari tidur, makan, buang air besar dan kecil. Namun setelah dia semakin tumbuh dan berkembang, anda lupa bahwa masih banyak hal yang belum bisa dia lakukan. Anda seringkali menganggap bahwa dalam usianya sekarang  seharusnya dia bisa melakukan hal yang menurut anda sangat mudah. Parahnya pada saat dia tidak bisa memenuhi harapan tersebut anda lantas meremehkan anak dengan kalimat “Masa seperti ini saja tidak bisa!”.

Coba bayangkan jika ada orang lain yang mengatakan hal demikian kepada anda? Apa yang anda rasakan bisa jadi juga dirasakan oleh anak anda. Pada saat kalimat tersebut meluncur dari mulut orang yang pertama kali dia percaya, maka bisa meruntuhkan mentalnya. Membuat rasa percaya dirinya runtuh dalam sekejap. Bisa jadi dia membenarkan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dampaknya anak anda pun jadi takut melakukan sesuatu dan tidak memiliki kepercayaan pada kemampuan dirinya sendiri. Bahkan bila terus dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh hingga dia dewasa nanti.

Menjadi orang tua sama dengan belajar jujur, tempatkan pujian dan marah di situasi yang tepat dan benar

Apakah anda pernah mengalami kejadian ini? Pada saat anak anda terjatuh dan menangis anda menyalahkan tanah dan memarahi tanah karena sudah membuat anak anda terjatuh. Atau malah memukul dan memarahi tembok pada saat anak anda menangis karena terbentur. Jika anda masih sering menggunakan cara ini, sebaiknya segera hentikan. Sikap anda yang seperti ini hanya akan membuat anak anda mudah menyalahkan pihak lain pada setiap kejadian yang tidak mengenakkan. Entah itu barang atau benda.

Menjadi orang tua itu memang membutuhkan kesabaran khusus. Penting untuk mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini. Jika dia melakukan kesalahan katakan bahwa itu salah, berikan alasan dan beri tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Jika dia benar dan pintar pujilah dia dengan tulus, sehingga anak mengerti apa yang baik dan tidak seharusnya dia lakukan. Jika anak anda terjatuh katakan padanya bahwa rasa sakit yang mereka rasakan karena benturan tubuhnya dengan tanah sehingga menimbulkan rasa sakit, dia terjatuh karena kurang hati-hati berjalan sehingga tersandung dan jatuh. Semakin anda menjelaskan sesuatu dengan benar dan bahasa yang mudah dipahami, dia akan terbiasa dengan berbagai perasaan yang menimpanya sehingga dia bisa bertindak sesuai dengan nilai-nilai kejujuran yang sudah anda asah sejak dini.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Para Orang Tua Wajib Tahu, Inilah Berbagai Jenis Permainan Anak Dan Manfaatnya!

permainan anak

Tentu kita sebagai orang tua tahu bahwa dunia anak adalah bermain. Bagi anak-anak bermain merupakan proses untuk dirinya belajar. Belajar dalam hal apapun, termasuk belajar mengenai keberanian diri. Oleh karena itulah, sebagai orang tua kita harus memilihkan permainan yang edukatif untuk anak dan mampu merangsang perkembangannya.

Jika anda bingung permainan apa yang bisa melatih anak untuk belajar, Di bawah ini adalah beberapa contoh jenis permainan yang bisa merangsang perkembangan si kecil. Permainan tersebut diantaranya adalah:

1. Permainan tentang aktifitas sehari-hari

Imajinasi anak sangat perlu untuk dikembangkan karena dengan berkembangnya imajinasi tentu dapat melatih kreatifitas serta kemampuan dalambersosialisasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itulah, disarankan bagi orang tua agar memilihkan jenis permainan yang mirip seperti aktifitas sehari-hari, misalnya: mainan masak-masakan, perlengkapan untuk bermain dokter-dokteran, permainan orang-orangan, atau bisa juga memilihkan permainan sepasang telpon-telponan.

Permainan-permainan seperti di atas tentu bisa membuat si kecil dekat dengan kehidupan sehari-hari disekitar mereka. Pada saat si kecil sedang bermain masak-masakan bisa menggunakan bahan sungguhan, misal wortel dan sayuran hijau, supaya anak merasa sedang masak sungguhan. Untuk sayuran hijaunya anda bisa mengganti dedaunan yang dipetik dari taman. Nah untuk permainan seperti ini sebaiknya dimainkan dengan bersama-sama, tidak sendirian. Jika si kecil masih belum punya teman, maka anda bisa menemaninya untuk bermain bersama.

2. Puzzle

Pastinya anda sudah tahu permainan puzzle. Nah permainan yang satu ini memiliki manfaat yang baik bagi si kecil. Dengan permainan ini maka anda bisa melatih anak untuk memecahkan masalah dan melatih konsentrasi. Kedua kemampuan tersebut tentu sangat berguna ketika anak sudah mulai masuk sekolah.

3. Tebak gambar

Permainan tebak gambar ini merupakan salah satu permainan yang bermanfaat bagi buah hati anda. Karena dengan adanya permainan tersebut bisa melatih anak untuk mengetahui  benda-benda disekitar. Permainan tersebut juga mampu melatih konsentrasi serta dapat memberikan wawasan baik bagi si kecil.

4. Bermain tanah

Anak kecil biasanya sangat menyukai tanah untuk bermain. Tetapi, terkadang orang tua merasa khawatir karena tanah itu kotor. Sebenarnya jika si kecil mulai senang bermain tanah tidak perlu khawatir, karena permainan ini dapat melatih anak untuk mengasah kekreatifan mereka. Misal, mereka seringkali membuat gundukan tanah dengan sangat tinggi, mereka mengibaratkan gundukan tanah tersebut adalah gunung.

Dengan begitu mereka akan tahu bahwa gunung itu tinggi. Selain itu, permainan tanah juga bisa membuat mereka kebal terhadap suatu penyakit. Namun Sebagai orang tua anda harus rajin membersihkan si kecil agar tetap terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan

5. Bermain boneka

Boneka adalah permainan yang biasa dimainkan oleh anak perempuan. Jika anda memiliki seorang anak perempuan, maka anda bisa memilihkan boneka sebagai permainan yang tepat. Permainan yang satu ini bisa melatih mereka untuk bertanggungjawab. Mereka akan mengerti bahwa tugas seorang ibu itu adalah merawat anak-anaknya. Misal, dalam permainan tersebut boneka adalah anak, dan dia menangis, maka si kecil akan tahu lalu kemudian menggendong boneka tersebut dan memberinya minum.

Nah selamat memilih permainan untuk buah hati anda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Penting untuk Bunda Ajarkan pada Anak, Ini Tips Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak

Anak kecil tentu belum bisa memahami pentingnya sebuah kejujuran. Jika anak-anak tidak belajar sejak dini mengenai kejujuran maka akan memiliki dampak yang kurang baik bagi masa depannya kelak. Anak-anak akan berbicara apa saja agar tidak terkena marah saat berbuat kesalahan. Sebagai contoh saja, ketika dia telah mengambil uang milik ibunya seribu rupiah untuk jajan, dia akan mengatakan tidak mengambil saat ditanya oleh ibunya.

Sebab dia merasa takut jika terkena marah. Jika tidak begitu, maka dia akan bilang apa saja yang menurutnya benar untuk menghindari kesalahan tersebut. Tentu bunda tidak mau kan jika anaknya suka berbohong atau tidak jujur?

Maka dari itulah, yuk kita ajari anak-anak kita mengerti arti tentang sebuah kejujuran sejak dini. Dalam artikel ini penulis akan membahas mengenai tips mengajari anak tentang kejujuran. Jika bunda ingin mengetahui seperti apa tipsnya, maka simak artikel ini sampai selesai.

Tips Jitu Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak Sejak Dini

Apakah sebenarnya kejujuran itu? Ya, kejujuran adalah berbicara dengan berterus terang. Kejujuran juga bisa berarti memenangkan kepercayaan orang lain dan membiarkan mereka mengetahui ketika anda berbuat salah. Anak-anak kecil tentu belum mampu memahami pentingnya sebuah kejujuran. Jika mereka tidak mempelajari asas kejujuran sejak dini, maka akan berdampak dalam seumur hidupnya. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua harus berhati-hati dalam mendidik anak. Supaya anak kita dapat menjadi toladan yang baik, maka bunda bisa melihat tips sederhana di bawah ini dalam melatih kejujuran anak. Panduan tersebut di antaranya adalah:

  1. Bunda jangan segan-segan untuk memuji kejujuran yang sudah dilakukan oleh sang buah hati

Bunda mungkin akan merasa kesal atau pun marah saat sang buah hati diam-diam telah mengambil sebagian uang belanjaan bunda yang diletakkan di atas lemari kecil. Atau mungkin dia akan mengaku bahwa secara diam-diam telah merobek semua buku gambarnya. Menghadapi anak yang seperti itu bunda tidak perlu marah, tetapi pujilah ia. Ucapkan terimakasih karena dia sudah memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.Lagipula jika bundamemuji anak-anak bunda karena telah berbuat hal yang benar, maka perasaan itu akan tertanam dalambenak mereka, dan tentunya mereka akan melakukan apa saja untuk kembali mendapatkan perasaan itu. Bunda tidak perlu secara berlebihan mengucapkan terimakasih atas kejujuran mereka. Tetapi cukup mereka paham bahwa bunda menghargai kejujuran mereka, mengasihi dan menyayangi mereka. Dengan perlahan mereka akan memahami perasaan-perasaan tersebut.

  1. Berikan hukuman pada anak sesuai dengan kesalahannya

Apabila bunda sudah meulai menyadari bahwa anak telah berbohong, jangan dibiarkan begitu saja. Namun biarkan mereka sadar jika telah berbuat kesalahan. Berikan hukuman yang sesuai dengan usia anaknya. Jika anak bunda salah tetapi dibiarkan saja maka anak akan melakukan kesalahan yang sama lagi dengan harapan karena tidak ketahuan. Sebelum semua terlambat, maka hentikan sikap seperti itu, karena nanti bunda akan kualahan menghadapinya jika didiamkan saja. Sekarang ini banyak anak melakukan kesalahan dibelakang bunda. Jangan sampai kecolongan bunda, awasi anak kita dengan baik.

  1. Jangan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong anak berdusta

Jika bunda telah mengetahui anak bunda berbohong, jangan bertanya terus sehingga menjadikan dia akan berbohong lebih banyak lagi. Salah satu aspek dari kejujuran adalah berterus terang. Memang tidak ada salahnya jika bertanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun jika anak bunda berbohong secara terus menerus, maka biarkan dia sadar bahwa bunda tahu dia telah berbohong. Bunda bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajari dan jelaskan padanya bagaimana bunda bisa tahu jika dia berbohong. Jika anda terus mencecar pertanyaan, maka anak bunda akan menumpuk untuk menghindari kemarahan dengan cara menipu dan bunda akan menghadapi masalah yang lebih besar lagi dimasa yang akan datang.

  1. Ajarilah mereka sejak dini

Bunda jangan menunggu anak sampai besar untuk mengajarkan tentang arti kejujuran. Anak-anak akan mulai berbohong secepat mereka dapat merangkai kalimat. Jika bunda menunda-nunda untuk mengajarkan tentang pentingnya kejujuran pada anak, berarti bunda telah mendorong dan mengajarkan kebiasaan buruk. Bunda bisa memanfaatkan kegiatan sehari-hari untuk belajar mengenai pentingnya suatu kejujuran. Dengan menggerakkan usaha selagi anak-anak bunda masih kecil. Tentu itu dapat mengurangi waktu dan rasa stres jika dibandingkan mengajarkan kejujuran anak ketika dia sudah besar nanti.

  1. Jadilah orang tua teladan

Anak-anak akan dapat belajar lebih banyak hanya dari orang tua. Tentu dia akan meniru perilaku, perkataan, tindakkan dan banyak lagi. Oleh karena itulah dengan bunda memberi teladan dan berlaku jujur, maka anak pun akan menyadari bahwa asas itu sangat penting bagi anda. Jika anak-anak sudah mulai menyadari bahwa suatu asas penting bagi orang tuanya, maka mereka pun akan berusaha keras menjalankannya dalam hidupnya kelak. Penting juga bagi mereka untuk mendapatkan kasih sayang, pujian, dan penghargaan dari orang-orang yang mereka junjung.

Itulah tadi tips mengajarkan tentang kejujuran pada anak. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat.

Jadilah bunda yang cerdas untuk mencerdaskan anak-anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Ini Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Perut kembung pada bayi seringkali membuat bayi rewel, muntah bahkan sampai demam. Tentu, Bunda merasa khawatir dengan kondisi buah hati yang seperti ini. Jangan khwatir, Bunda! Segera atasi kembung pada bayi dengan praktikkan langkah jitunya berikut ini!

1. Menepuk lembut punggung bayi

Atasi kembung pada bayi dengan menepuk lembut punggungnya setiap kali ia habis menyusui. Caranya, angkat tubuh bayi dalam posisi tegak dan posisikan kepalanya berada di pundak Anda. Setelah itu, tepuk-tepuk punggungnya secara lembut hingga ia sendawa. Mudah, bukan?

2. Gosok perut bayi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menelentangkan tubuh si kecil, lalu oleskan sedikit minyak telon atau minyak kayu putih ke permukaan perutnya. Setelah itu, gosok lembut perut bayi searah jarum jam. Cara ini dijamin dapat membuat perut bayi terasa nyaman sekaligus mendorong gas berlebih agar keluar.

3. Betulkan posisi menyusui

Satu hal yang sering terlupakan oleh ibu muda adalah seperti apa posisi menyusui yang benar. Karena, jika sampai salah, maka hal ini justru akan membuat perut bayi kembung dan begah. Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, selalu pastikan bahwa kepala bayi lebih tinggi dibanding perutnya. Dengan begitu, bayi akan lebih mudah sendawa karena susu akan langsung mengalir ke perut dan mendorong gas berlebih keluar

4. Buat bayi agar lebih aktif

Bagi Anda yang memiliki buah hati yang sudah bisa berjalan atau merangkak, maka selalu berikan ia stimulus agar terus bergerak aktif. Nah, khusus untuk bayi yang masih belum bisa berjalan atau merangkak, maka cobalah cara berikut ini: posisi tubuh bayi dalam keadaan telentang, lalu angkat kedua kakinya dan buatlah gerakan seakan-akan sedang berjalan. Jika dilakukan dengan benar, cara ini dijamin dapat membuat kembung pada bayi reda dengan segera..

5. Mandikan dengan air hangat

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang terakhir adalah dengan memandikannya menggunakan air hangat. Jika si kecil sudah mulai rewel, dan cara yang telah disebutkan sebelumnya tetap tidak memberikan hasil maksimal, maka segera mandikan ia dengan air hangat suam-suam kuku. Suhu hangat terbukti dapat membuat perut bayi terasa lebih nyaman, Dengan begitu, dijamin kondisinya akan membaik dan tidak akan rewel lagi.

Itu tadi 6 cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat dicoba oleh para ibu. Semoga bermanfaat, Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top