Parenting

Mengucapkan Kata-kata Ini Ternyata Bisa Berdampak Buruk Pada Mental Anak. Hati-Hati Bunda!

kataanak

Pepatah yang mengatakan lidah lebih tajam daripada pisau memang benar adanya. Tanpa melihat gender ataupun usia, perkataan bisa saja mempengaruhi seseorang. Entah tersinggung ataupun merasa terinspirasi. Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak. Kata-kata yang hanya diucapkan sambil lalu bisa saja menimbulkan pengaruh buruk pada mental anak.

Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk menyaring kata-kata yang diucapkannya pada anak. Melontarkan perkataan yang tidak selayaknya hanya akan memberi pengaruh buruk, bahkan bisa  membuat psikologis seorang anak jadi terganggu. Hal ini akan memberi pengaruh besar hingga mereka dewasa nanti.  Demi masa depan anak anda, hindari mengucapkan kata-kata berikut.

Meskipun sering menangis, sebaiknya tidak melontarkan kata “cengeng” padanya!

Saat kecil seorang anak belum bisa meluapkan emosinya. Menangis menjadi jalan satu-satunya berkomunikasi. Sebab saat dia baru lahir kita hanya akan tahu apa yang dia mau jika dia menangis, namun apa jadinya jika dia masih melakukannya bahkan setelah dia bisa berbicara dengan lancar. Jika anak anda menggunakan tangisan sebagai senjatanya untuk berkomunikasi, sebaiknya jangan marahi atau membombardirnya dengan kata-kata “cengeng”. Untuk usia batita sampai balita sangat wajar jika seorang anak menangis jika menginginkan sesuatu atau bahkan tantrum.

Jika anda merasakan hal ini sebaiknya jangan buru-buru marah atau mengancamnya agar berhenti menangis, mengeluarkan kalimat “Cengeng banget sih!” juga sebisa mungkin dihindari. Jika masih sering dilakukan, akan berdampak pada saat dia dewasa. Hal itu bisa menjadi bom waktu, dia pun akan tumbuh menjadi sosok tempramental karena tidak bisa meluapkan emosi dengan cara yang tepat. Sebaiknya saat anak menangis peluklah dia dengan erat sambil mencoba menenangkannya dengan mengusap punggungnya, tanya apa yang dia mau. Minta dia untuk menjelaskan dengan kalimat karena anda tidak mengerti jika dia menangis, beri penjelasan kalau dia tidak akan mendapatkan apa yang dia mau dengan cara menangis. Pelan-pelan ajari dia untuk mengungkapkan keinginan dan perasaannya dengan kalimat tanpa perlu anda memarahinya terlebih dahulu.

Anak Anda lahir dengan keunikannya sendiri, berhenti membanding-bandingkannya!

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hebat, pintar serta membanggakan. Bisa jadi itu merupakan salah satu tujuan anda mempunyai seorang anak. Tak heran saat anak anda mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan anda langsung bereaksi. Melihat anak lain yang nampak lebih hebat membuat anda berpikir bagaimana agar anak anda pun bisa seperti itu. Entah secara sadar atau tidak anda pun mulai  membanding-bandingkan anak dengan anak lain yang lebih hebat. Entah itu teman sekelasnya, tetangga, sepupu atau bahkan anak anda yang lainnya. Ketika anda melakukan itu, secara langsung anda sudah menjatuhkan mentalnya. Sikap anda tersebut membuat anak merasa hidupnya tidak berguna dan tidak bisa melakukan apapun dengan benar.

Percayalah semua anak pasti ingin membuat orang tuanya bangga padanya. Tangis bahagia orang tuanya  adalah hal yang diperjuangkan setiap anak. Namun masing-masing anak memiliki cara berbeda-beda untuk mencapainya. Sangat tidak bijak bila anda masih saja kerap membanding-bandingkan anak. Setiap anak telah terlahir dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Daripada anda terus sibuk membanding-bandingkan, lebih baik asah dan dukung bakat serta kelebihannya. Jika dia tidak hebat dibidang akademis, bisa jadi dia memiliki prestasi yang tak kalah membanggakan dibidang non akademis.

Anak yang aktif tanda sedang berkembang, jangan dianggap nakal!

Saat anak sedang aktif-aktifnya, anda sebagai orang tua pasti pernah merasa kewalahan. Melihatnya berlari kesana kemari, menyentuh objek di dekatnya atau membuang barang-barang  bisa membuat kepala mendadak pusing. Kondisi rumah yang seperti kapal pecah pun tidak lagi bisa dihindari. Cap anak jadi melekat pada dirinya, namun tahukah anda kalau anak yang sangat aktif itu tandanya dia cerdas. Hanya saja memang tidak mudah untuk menyadari dan menanganinya. Jika sudah begini biasanya akan sulit menahan emosi bahkan anda tak segan untuk n memarahi mereka sambil memberinya cap “anak nakal”.

Tanpa anda sadari perkataan itu akan terekam oleh alam bawah sadarnya sehingga membuatnya berpikiran bahwa dia adalah anak yang nakal. Daripada memarahinya, lebih baik ajarkan untuk membereskan apa yang sudah dia buat berantakan. Jangan menyuruhnya, tapi temani dia membereskan sampai dia memiliki inisiatif untuk melakukan sendiri tanpa diminta. Awasi setiap gerak geriknya dan berikan penjelasan jika ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta alasan yang tidak dibuat-buat. Alihkan juga tenaganya ke hal-hal yang mendukung perkembangannya seperti olahraga atau melakukan hal yang disenangi. Dengan begitu energi berlebih yang dimiliki anak bisa diarahkan untuk hal-hal yang lebih positif.

Belajar tidak memandang usia dan akan dilakukan sampai tutup usia, jadi jangan langsung menyalahkan dia jika tidak bisa melakukan sesuatu

Anda tentu masih ingat bagaimana wajah polos nan menggemaskan si kecil saat dilahirkan yang bisa membuat orang-orang langsung jatuh hati begitu melihanya. Aktivitas yang dilakukan pada saat itu tidak lebih dari tidur, makan, buang air besar dan kecil. Namun setelah dia semakin tumbuh dan berkembang, anda lupa bahwa masih banyak hal yang belum bisa dia lakukan. Anda seringkali menganggap bahwa dalam usianya sekarang  seharusnya dia bisa melakukan hal yang menurut anda sangat mudah. Parahnya pada saat dia tidak bisa memenuhi harapan tersebut anda lantas meremehkan anak dengan kalimat “Masa seperti ini saja tidak bisa!”.

Coba bayangkan jika ada orang lain yang mengatakan hal demikian kepada anda? Apa yang anda rasakan bisa jadi juga dirasakan oleh anak anda. Pada saat kalimat tersebut meluncur dari mulut orang yang pertama kali dia percaya, maka bisa meruntuhkan mentalnya. Membuat rasa percaya dirinya runtuh dalam sekejap. Bisa jadi dia membenarkan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dampaknya anak anda pun jadi takut melakukan sesuatu dan tidak memiliki kepercayaan pada kemampuan dirinya sendiri. Bahkan bila terus dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh hingga dia dewasa nanti.

Menjadi orang tua sama dengan belajar jujur, tempatkan pujian dan marah di situasi yang tepat dan benar

Apakah anda pernah mengalami kejadian ini? Pada saat anak anda terjatuh dan menangis anda menyalahkan tanah dan memarahi tanah karena sudah membuat anak anda terjatuh. Atau malah memukul dan memarahi tembok pada saat anak anda menangis karena terbentur. Jika anda masih sering menggunakan cara ini, sebaiknya segera hentikan. Sikap anda yang seperti ini hanya akan membuat anak anda mudah menyalahkan pihak lain pada setiap kejadian yang tidak mengenakkan. Entah itu barang atau benda.

Menjadi orang tua itu memang membutuhkan kesabaran khusus. Penting untuk mengajarkan kejujuran pada anak sejak usia dini. Jika dia melakukan kesalahan katakan bahwa itu salah, berikan alasan dan beri tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Jika dia benar dan pintar pujilah dia dengan tulus, sehingga anak mengerti apa yang baik dan tidak seharusnya dia lakukan. Jika anak anda terjatuh katakan padanya bahwa rasa sakit yang mereka rasakan karena benturan tubuhnya dengan tanah sehingga menimbulkan rasa sakit, dia terjatuh karena kurang hati-hati berjalan sehingga tersandung dan jatuh. Semakin anda menjelaskan sesuatu dengan benar dan bahasa yang mudah dipahami, dia akan terbiasa dengan berbagai perasaan yang menimpanya sehingga dia bisa bertindak sesuai dengan nilai-nilai kejujuran yang sudah anda asah sejak dini.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Bisa Sembarangan Bun, Pertimbangkan 6 Hal ini Saat Memberi Nama pada Anak

pexels-photo-377058

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris pada Mei 2010 yang melibatkan 3000 orangtua menyimpulkan bahwa 1 dari 5 orangtua mengaku menyesal dengan nama  yang mereka berikan padanya. Wah, padahal sebuah nama pasti akan melekat pada anak itu selamanya. Lantas kalau menyesal, orangtua bisa apa?

Berdasarkan temuan tersebut, terutama untuk Bunda yang hendak menyambut kelahiran buah hati ada baiknya Bunda harus sangat mempersiapkan nama yang hendak diberikan pada putra atau putri nantinya. Apalagi perihal nama, bisa memberi efek psikologis bagi anak-anak nantinya.

pexels-photo-266004

Dalam penelitian yang dilakukan oleh David N. Figlio, PhD, Director Institute for Policy Research dari Northwestern University, Illinois Amerika Serikat menemukan, anak laki-laki yang memiliki nama seperti anak perempuan kemungkinannya besar untuk berperilaku buruk dibanding anak laki-laki dengan nama maskulin. Hal ini terjadi lantaran nama feminine membuat anak laki-laki jadi tak percaya diri dan malu saat mendapat ejekan dari teman-temannya. Nah untuk itu, Bunda harus tahu tips-tipsnya sebelum menentukan sebuah nama untuk buah hati Bunda.

  1. Kalau Bunda tertarik dengan sebuah nama atau kata, pastikan Bunda sudah mencari tahu terlebih dahulu apa artinya secara detail. Pastikan nama tersebut memiliki arti yang positif dan tak akan membuat buah hati Bunda jadi minder dengan nama yang akan melekat sepanjang hidupnya.
  2. Penting! Pastikan nama buah hati adalah nama yang mudah diucapkan dan ditulis. Hal ini akan menolong kelak jika Bunda mengurus data penting seperti akta kelahiran dan dokumen penting lainnya demi meminimalisir kesalahan ketik.
  3. Pastikan nama yang Bunda berikan tak berpotensi untuk diejek. Seperti yang sering terjadi, hindari memberikan nama feminin untuk bayi laki-laki. Dari jauh-jauh hari lebih baik Bunda menyiapkan dua nama untuk jenis kelamin yang berbeda.
  4. Hindari memberikan nama yang terlalu panjang. Demi menghindari kesulitan saat buah hati Bunda hendak menulis data atau mengisi kolom nama pada lembar ujian atau formulir sejenisnya.
  5. Jika hendak memberikan nama unik, pastikan dan cek dengan seksama agar di kemudian hari si anak tak akan bermasalah dengan nama yang sudah melekat padanya.
  6. Terakhir, pilihlah nama panggilan yang sekiranya tak akan menggiring buah hati Bunda ke arah bullying. Seringkali di sekolah terjadi bullying hanya karena teman-teman si anak tak ada rasa bersalah saat mengejek nama temannya sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tak Menolak Diajak Si Ayah Ke IIMS Karena Ada Motor Yang Cocok Buat Bunda

selubung suzuki

Minggu ini besar kemungkinan si Ayah akan ajak bunda ke kemayoran. Apalagi kalau bukan ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Ayah mau memanjakan mata pasti lirik-lirik model otomotif terbaru.

Bunda sekedar ikut? Tidak dong Bunda, karena ada motor yang pantas bunda lirik nih. Masih ingat dengan motor pemecah rekor irit bahan bakar Suzuki Nex bukan? Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit dengan pemecahan rekor mampu menempuh jarak 109,8 Kilometer untuk setiap liternya. Motor yang bikin Bunda punya uang berbelanja lebih tiap bulan karena iritnya itu.

Nah, di gelaran Indonesia International Motor Show 2018, Suzuki mengenalkan suksesor alias penerus dari motor tadi. Dikenalkan dengan nama Suzuki Nex II, tampilannya dijamin bikin mata terus tergoda.

suzuki nex II

Yup, mengusung tema #KerenCaraBaru, Suzuki Memperbaharui tampilan Nex II dengan konsep compact, slim dan awesome, yang kemudian diterjemahkan dalam desain yang simple dan clean, sehingga menghasilkan tampilan visual yang sesuai dengan tren saat ini.

Salah satu perubahan signifikan juga terlihat pada Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih besar dibanding generasi pertamanya. Sehingga Bunda akan merasa lebih nyaman, karena ruang kaki terasa lebih lega. Lalu juga terdapat ruang kompartemen yang disematkan pada sisi kiri dan kanan tentunya bisa membawa barang bawaan yang banyak.

Selain itu, berbeda dengan generasi Nex terdahulu yang cuma punya satu varian, Suzuki Nex II kini punya opsi 5 varian berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

nex 2

Salah satu varian yang bisa Bunda lirik adalah varian Elegant. Karena tampilannya mewah elegan dengan warna polos Mat Stellar Blue dan Solid Black. Sementara kalau ingin fitur lebih, Bunda bisa memilih Elegant Premium. Warnanya serupa dengan varian Elegant namun fiturnya sudah menggunakan lampu LED sehingga pancaran warna putihnya akan menambah kemewahan. Ditambah lagi ada fitur USB charger untuk smartphone.
Tapi sah saja kalau bunda ingin memilih varian lain. Intinya dengan Suzuki Nex II ini, Bunda bisa menyesuaikan dengan masing-masing karakter yang sesuai dengan penampilanmu. Inilah yang disebut Suzuki sebagai #KerenCaraBaru.

“Seri terbaru (NEX II) ini jadi solusi transportasi dan gaya hidup anak muda yang sedang mencari sepeda motor pertama yang paling tepat. Entry terbaru ini memiliki beberapa penyempurnaan dan diperbanyak variannya, sehingga mewakili beragam karakter anak muda” ungkap Seiji Itayama selaku Managing Director 2W PT Suzuki Indomobil Sales.

Lalu harganya berapa? Nah, untuk urusan satu ini perlu bersabar sedikit karena Suzuki belum membuka harga untuk Suzuki Nex II ini. Nantinya akan diumumkan pada peluncuran resminya ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top