Parenting

Perkataan Buruk Adalah Hal Yang Paling Berpengaruh Terhadap Kerusakan Mental Pada Anak

pexels-photo-236215

Disadari atau tidak, ada banyak anak yang telah mengalami kekerasan verbal. Kekerasan verbal memang tidak berbentuk seperti kekerasan fisik yang akibatnya bisa langsung terlihat, tapi kekerasan verbal adalah kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar anak dengan menggunakan kata-kata.

Kekerasan jenis ini tidak berdampak secara langsung, namun justru akan sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Bunda dapat memperhatikan begitu banyaknya anak-anak yang tidak mengenal sopan santun. Dan akibatnya anak pun terbiasa mengucapkan kata-kata kasar. Kata-kata yang seharusnya belum diketahuinya tapi karena pengaruh lingkungan yang buruk membuatnya terbiasa mengucapkan kata-kata buruk itu. Ketika hal ini terjadi maka pihak pertama yang harus disalahkan adalah orangtua. Bagaimana bisa anak sekecil itu sudah mengucapkan kata-kata kasar dan buruk, tentu ada hal salah yang dilakukan oleh orangtua.

Kondisi ini seperti sudah banyak terjadi di mana-mana. Bunda tidak mungkin dapat menyelesaikannya sendiri karena begitu banyaknya anak dan orangtua yang harus diberi pemahaman. Tapi paling tidak Bunda dapat berbuat sesuatu pada lingkup keluarga. Dengan begitu harapannya para orangtua yang lain pun akan mengikutinya. Selain itu, ada sejumlah langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi hal ini.

Keluarga Menjadi Tempat Terbaik Untuk Memulainya

Keluarga adalah tempat yang sangat baik untuk melakukan bimbingan pada anak. Pada keluargalah anak akan mendapatkan teladan, bimbingan, dan kasih sayang yang tidak dia dapatkan di tempat lain. Kisah di bawah ini bisa kita jadikan contoh betapa perkataan baik itu sangat penting bagi perkembangan mental anak.

Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison? Suatu hari, ia membawa sepucuk surat dari sekolah untuk ibunya. Menurut pihak sekolah, surat tersebut hanya boleh diberikan dan dibaca oleh ibu Thomas Alva Edison saja. Setelah menerima dan membaca surat tersebut, ibu Thomas Alva Edison pun menyampaikan isi surat itu kepada anaknya. Sambil berlinang air mata ibu Thomas Alva Edison berkata surat tersebut mengabarkan bahwa Thomas Alva Edison adalah anak yang terlalu jenius dan sekolah tersebut tidak memiliki guru-guru yang dapat mengajarnya. Untuk itu, sekolah meminta kepada ibu Thomas Alva Edison agar dapat mendidiknya di rumah saja.

Tahun pun berganti dan ibu Thomas Alva Edison telah meninggal dunia. Kini Thomas Alva Edison sudah menjelma menjadi seorang ilmuwan yang sangat hebat. Banyak penemuan-penemuannya yang sangat berguna bagi manusia. Suatu hari, ketika Thomas Alva Edison sedang membersihkan rumahnya, dia menemukan sepucuk surat yang dulu dia terima dari sekolah untuk ibunya. Isi surat tersebut adalah “Anak kamu memiliki masalah kejiwaaan, kami tidak mengizinkannya untuk datang ke sekolah ini lagi.” membaca hal itu, Thomas Alva Edison pun merasa sedih dan menangis berjam-jam disana.

Kemudian dalam buku hariannya dia pun menuliskan kalimat yang bisa kita jadikan sebagai motivasi “Thomas Alva Edison adalah anak gila yang oleh seorang pahlawan bernama ibu diubahnya menjadi yang paling jenius sepanjang abad. Perkataan yang buruk merusak mental dan moral seseorang, tetapi perkataan yang baik mampu memotivasi seseorang untuk menjadi yang terbaik.”

Setelah Itu Bunda Bisa Menyampaikannya Pada Orangtua Yang Lain

Tidak ada salahnya jika Bunda pun ikut menyampaikan kepada orangtua. Ajak mereka untuk tidak melakukan kekerasan verbal agar jumlah anak yang mengalami kekerasan verbal pun dapat dikurangi. Dengan demikian akan terbentuk lingkungan yang ramah anak. Bukankah segala sesuatu akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama Bun?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top