Parenting

Penyebab Anak Susah Tidur Bisa Dipicu Dari Hal Sederhana yang Ternyata Tak Bunda Sadari

pexels-photo-1296145

Anak susah tidur sering jadi beban tersendiri untuk orangtuanya. Bunda pernah berada di situasi semacam ini? Entah mengapa rasanya sukar sekali membuat buah hati tertidur di jam yang telah ditentukan. Kendati sudah membujuk atau mencoba menidurkannya, tetap saja si kecil tetap segar sepanjang malam.

Sejatinya, saat anak menginjak usia empat tahun, mereka mulai memiliki jam tidur yang normal lho Bun. Karenanya, kalau si kecil mulai kesulitan tidur, berarti ada hal yang mungkin membuatnya merasa tak nyaman untuk memejamkan mata. Apa saja ya kira-kira? Ini dia beberapa diantaranya.

Si Kecil Mengalami Masalah Kesehatan

Bunda berasumsi si kecil sehat-sehat saja, padahal di malam hari, ia justru sukar sekali terlelap. Atau, kondisinya mungkin ia sudah tertidur, namun tiba-tiba bangun di tengah malam. Jika Bunda menemukan kondisi semacam ini, sebaiknya Bunda perlu curiga ya.

Terlebih jika anak mengorok atau mengeluarkan bunyi saat berbaring, keesokan paginya lebih baik Bunda bawa si kecil ke dokter anak. Dari sekian banyak persoalan, masalah kesehatan yang seringkali memicu buah hati jadi sulit tidur adalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

Si Kecil Mungkin Saja Mengalami Sleep Walking

Bunda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini. Bayangkan saja, si kecil yang mengalami sleepwalking umumnya melakukan sesuatu secara tak sadar. Kejadian ini pun memiliki presentase yanng cukup tinggi di kalangan anak usia sekolah, sekitar 20 hingga 40 persen. Menurut dr Karen Ballaban-Gill, seorang dokter spesalis anak dan neurologist dari Children’s Hospital di Montefiore, penyebab sleepwalking adalah tahapan transisi tidur yang tak komplet.

Akibatnya otak merasa badan sudah tidur namun badan belum merasa istirahat. Karenanya, apabila si kecil mengalami sleepwalking, pastikan lantai aman dan tak ada barang berbahaya yang membuat si kecil rentan terpeleset. Di lain sisi, ada baiknya juga Bunda dan Ayah mengajak si kecil berkonsultasi ke dokter demi meredakan masalah sleepwalking-nya ini Bun.

Sering Gelisah pun Bisa Jadi Pemicunya

Bun, kondisi gelisah tak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak, kendati penyebab gelisahnya pun berbeda-beda. Kegelisahan anak-anak biasanya berasal dari ketakutan seperti tak mau tidur sendiri. Yang terpenting, yang perlu diingat adalah jangan sampai orangtua marah saat mengatasi anak yang susah tidur dan gelisah.

Bunda sebaiknya menenangkan dan bertanya tentang apa yang dikhawatirkan oleh buah hati. Kita bisa meminta anak mengatakan ketakutannya lewat tulisan atau gambar. Jika memang butuh ke dokter atau terapis, jangan sungkan untuk berkonsultasi ya, Bun.

Sudahkah Si Kecil Sering Diajak Berolahraga?

Mager alias malas gerak sejatinya bisa memicu anak jadi kian susah tidur. Coba perhatikan lagi keseharian si kecil, apakah dia tipikal yang aktif, atau justru lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di depan gawai? Hati-hati Bun, hal itu bisa membuat mereka susah tidur.

Menurut dr Shariar Shahzeidi dari University of Miami, olahraga bisa memproduksi zat kimia pada otak yang bisa membuat anak lebih mudah tidur dan rileks ketika jam tidur tiba. Karenanya, pastikan anak kita berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Jika memang anak tak olahraga di sekolah, ajak mereka keluar rumah dan bermain. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk membuat anak tetap aktif lho. Apalagi yoga juga bisa membuat mereka tenang.

Mulailah Kurangi Waktu Bermain Gawai Pada Si Kecil

Bun, screen time yang terlalu sering dan relatif lama bisa membuat anak susah tidur. Apalagi kalau main gadget-nya menjelang waktu tidur. Untuk itu, yuk Bun atur jadwal anak main gadget sebijak mungkin supaya anak tak kecanduan.

Susah tidur juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas lho. Dibanding membiarkan buah hati terlalu lama menatap gawai, lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti baca buku dongeng atau saling bertukar cerita ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top