Parenting

Penyebab Anak Susah Makan Dan Trik Ampuh Mengatasinya

watermelon-summer-little-girl-eating-watermelon-food

Seorang ibu pasti ingin anaknya selalu mendapatkan nutrisi dan gizi yang cukup. Dengan begitu perkembangan anak pun bisa optimal. Sayangnya anak terkadang susah makan. Bahkan anak pun terlihat tak berselera saat anda memberikan makanan yang biasanya begitu digemari. Ada saja alasan dan tingkah anak demi menolak makanan yang anda berikan padanya.

Tak bisa dipungkiri, pada saat seperti itu anda tentu merasa khawatir. Memarahi anak atau memaksanya untuk makan jelas bukan tindakan bijak. Daripada terus menerus terjebak dalam rasa khawatir yang berkepanjangan, akan lebih baik bila anda mencari penyebab anak susah makan. Setelah mengetahui alasannya, anda pun bisa menemukan solusi yang tepat.

Si kecil sudah pandai membedakan rasa dan tekstur makanan. Bisa jadi dia bosan dengan makanan yang anda berikan

Saat anak mulai sulit makan, jangan sekali-kali menyalahkan anak. Tapi anda harus menyelidikanya lebih lanjut. Coba cek cita rasa makanan yang anda berikan pada anak. Karena bisa jadi dia sudah paham akan bermacam-macam rasa. Jika menurut ibu tidak enak, besar kemungkinan itu juga yang dirasakan anak. Tak heran bila si kecil jadi susah makan.

Bisa juga si kecil malas makan karena dia bosan dengan tekstur makanan yang monoton. Si kecil pun jadi malas makan dan lebih sering menolak. Kalau sudah begini ibu bisa menyiasati dengan membuat makanan yang lebih bervariasi misalnya makanan lembut di malam hari dan makanan yang bertekstur dipagi dan siang hari.

Sedang sakit atau dalam proses tumbuh gigi juga bisa menjadi alasan anak susah makan

Ini alasan yang kerap menyebabkan anak susah makan, kemungkinan besar anak sedang dalam masa pertumbuhan gigi. Dalam kondisi seperti ini ada baiknya jika memberikan makanan dengan tekstur kasar agar si kecil kembali nafsu makan. Lain halnya jika sang anak mengalami sariawan, sebaiknya berikan makanan dengan tekstur lembut dengan kuah yang banyak sehingga si anak tidak perlu merasakan perih saat makan.

Saat sakit tak hanya orang dewasa saja yang kehilangan selera makan, anak juga bisa kehilangan nafsu makan. Pada kondisi ini anak akan lebih rewel dan susah sekali makan. Jika seperti ini ibu bisa berikan susu agar si kecil tetep mendapatkan asupan gizi.

Sebenarnya dia tidak pernah benar-benar merasa lapar

Ini merupakan salah satu penyebab anak susah makan yang sering luput dari pemikiran anda. Saat anak tidak mau makan bukan berarti dia tidak nafsu makan, bisa jadi karena dia tidak tidak benar-benar lapar. Hal ini bisa saja terjadi jika anda selalu memberikan makanan selingan saat menunggu jam makan, entah makanan manis atau gurih. Inilah yang menjadi penyebab kenapa pada saat jam makan tiba, anak menjadi tidak selera makan. Kalaupun mau makan, anak hanya akan makan dalam porsi sangat sedikit .

Meskipun cemilan termasuk ringan namun bukan berarti tidak bisa membuat perut anak menjadi kenyang. Jika ingin membuat anak makan banyak, hindari memberikan cemilan terlalu banyak atau jika perlu tidak perlu memberikan anak makanan cemilan agar tidak kenyang pada saat jam makan. Namun jika tetap ingin memberikan cemilan ada baiknya tetapkan porsi perbandingan yang sama antara cemilan dengan makanannya, hindari terlalu banyak cemilan dibandingkan makanan pokoknya.

Kreativitas dan rasa ingin tahu yang besar dapat menjadi penyebab kenapa anak jadi malas makan

Saat memasuki usia batita, rasa ingin tahu anak akan semakin besar. Pada periode ini kreativitas anak akan mengalami perkembangan pesat. Tak heran bila buah hati lebih suka bermain atau memuaskan rasa penasarannya, dibandingkan makan. Jika sudah begitu anda sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan, namun bukan berarti dibiarkan untuk tidak makan.

Ibu bisa menggunakan siasat dengan membuat makanan berbagai bentuk. Dengan begini makanan pun akan terlihat lebih menarik. Anak pun jadi berselera untuk makan, si kecil bisa sekaligus mengenal bentuk-bentuk.  Anda pun jadi tenang karena asupan anak tercukupi. Bahkan anda bisa memanfaatkan momen makan anak untuk mengedukasinya dengan berbagai macam hal. Jadi teman main sekaligus gurunya adalah cara yang tepat untuk dapat mencairkan suasana sehingga tetap bisa memberikan asupan yang tepat pada anak. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Para Orang Tua Wajib Tahu, Inilah Berbagai Jenis Permainan Anak Dan Manfaatnya!

permainan anak

Tentu kita sebagai orang tua tahu bahwa dunia anak adalah bermain. Bagi anak-anak bermain merupakan proses untuk dirinya belajar. Belajar dalam hal apapun, termasuk belajar mengenai keberanian diri. Oleh karena itulah, sebagai orang tua kita harus memilihkan permainan yang edukatif untuk anak dan mampu merangsang perkembangannya.

Jika anda bingung permainan apa yang bisa melatih anak untuk belajar, Di bawah ini adalah beberapa contoh jenis permainan yang bisa merangsang perkembangan si kecil. Permainan tersebut diantaranya adalah:

1. Permainan tentang aktifitas sehari-hari

Imajinasi anak sangat perlu untuk dikembangkan karena dengan berkembangnya imajinasi tentu dapat melatih kreatifitas serta kemampuan dalambersosialisasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itulah, disarankan bagi orang tua agar memilihkan jenis permainan yang mirip seperti aktifitas sehari-hari, misalnya: mainan masak-masakan, perlengkapan untuk bermain dokter-dokteran, permainan orang-orangan, atau bisa juga memilihkan permainan sepasang telpon-telponan.

Permainan-permainan seperti di atas tentu bisa membuat si kecil dekat dengan kehidupan sehari-hari disekitar mereka. Pada saat si kecil sedang bermain masak-masakan bisa menggunakan bahan sungguhan, misal wortel dan sayuran hijau, supaya anak merasa sedang masak sungguhan. Untuk sayuran hijaunya anda bisa mengganti dedaunan yang dipetik dari taman. Nah untuk permainan seperti ini sebaiknya dimainkan dengan bersama-sama, tidak sendirian. Jika si kecil masih belum punya teman, maka anda bisa menemaninya untuk bermain bersama.

2. Puzzle

Pastinya anda sudah tahu permainan puzzle. Nah permainan yang satu ini memiliki manfaat yang baik bagi si kecil. Dengan permainan ini maka anda bisa melatih anak untuk memecahkan masalah dan melatih konsentrasi. Kedua kemampuan tersebut tentu sangat berguna ketika anak sudah mulai masuk sekolah.

3. Tebak gambar

Permainan tebak gambar ini merupakan salah satu permainan yang bermanfaat bagi buah hati anda. Karena dengan adanya permainan tersebut bisa melatih anak untuk mengetahui  benda-benda disekitar. Permainan tersebut juga mampu melatih konsentrasi serta dapat memberikan wawasan baik bagi si kecil.

4. Bermain tanah

Anak kecil biasanya sangat menyukai tanah untuk bermain. Tetapi, terkadang orang tua merasa khawatir karena tanah itu kotor. Sebenarnya jika si kecil mulai senang bermain tanah tidak perlu khawatir, karena permainan ini dapat melatih anak untuk mengasah kekreatifan mereka. Misal, mereka seringkali membuat gundukan tanah dengan sangat tinggi, mereka mengibaratkan gundukan tanah tersebut adalah gunung.

Dengan begitu mereka akan tahu bahwa gunung itu tinggi. Selain itu, permainan tanah juga bisa membuat mereka kebal terhadap suatu penyakit. Namun Sebagai orang tua anda harus rajin membersihkan si kecil agar tetap terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan

5. Bermain boneka

Boneka adalah permainan yang biasa dimainkan oleh anak perempuan. Jika anda memiliki seorang anak perempuan, maka anda bisa memilihkan boneka sebagai permainan yang tepat. Permainan yang satu ini bisa melatih mereka untuk bertanggungjawab. Mereka akan mengerti bahwa tugas seorang ibu itu adalah merawat anak-anaknya. Misal, dalam permainan tersebut boneka adalah anak, dan dia menangis, maka si kecil akan tahu lalu kemudian menggendong boneka tersebut dan memberinya minum.

Nah selamat memilih permainan untuk buah hati anda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Penting untuk Bunda Ajarkan pada Anak, Ini Tips Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak

Anak kecil tentu belum bisa memahami pentingnya sebuah kejujuran. Jika anak-anak tidak belajar sejak dini mengenai kejujuran maka akan memiliki dampak yang kurang baik bagi masa depannya kelak. Anak-anak akan berbicara apa saja agar tidak terkena marah saat berbuat kesalahan. Sebagai contoh saja, ketika dia telah mengambil uang milik ibunya seribu rupiah untuk jajan, dia akan mengatakan tidak mengambil saat ditanya oleh ibunya.

Sebab dia merasa takut jika terkena marah. Jika tidak begitu, maka dia akan bilang apa saja yang menurutnya benar untuk menghindari kesalahan tersebut. Tentu bunda tidak mau kan jika anaknya suka berbohong atau tidak jujur?

Maka dari itulah, yuk kita ajari anak-anak kita mengerti arti tentang sebuah kejujuran sejak dini. Dalam artikel ini penulis akan membahas mengenai tips mengajari anak tentang kejujuran. Jika bunda ingin mengetahui seperti apa tipsnya, maka simak artikel ini sampai selesai.

Tips Jitu Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak Sejak Dini

Apakah sebenarnya kejujuran itu? Ya, kejujuran adalah berbicara dengan berterus terang. Kejujuran juga bisa berarti memenangkan kepercayaan orang lain dan membiarkan mereka mengetahui ketika anda berbuat salah. Anak-anak kecil tentu belum mampu memahami pentingnya sebuah kejujuran. Jika mereka tidak mempelajari asas kejujuran sejak dini, maka akan berdampak dalam seumur hidupnya. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua harus berhati-hati dalam mendidik anak. Supaya anak kita dapat menjadi toladan yang baik, maka bunda bisa melihat tips sederhana di bawah ini dalam melatih kejujuran anak. Panduan tersebut di antaranya adalah:

  1. Bunda jangan segan-segan untuk memuji kejujuran yang sudah dilakukan oleh sang buah hati

Bunda mungkin akan merasa kesal atau pun marah saat sang buah hati diam-diam telah mengambil sebagian uang belanjaan bunda yang diletakkan di atas lemari kecil. Atau mungkin dia akan mengaku bahwa secara diam-diam telah merobek semua buku gambarnya. Menghadapi anak yang seperti itu bunda tidak perlu marah, tetapi pujilah ia. Ucapkan terimakasih karena dia sudah memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.Lagipula jika bundamemuji anak-anak bunda karena telah berbuat hal yang benar, maka perasaan itu akan tertanam dalambenak mereka, dan tentunya mereka akan melakukan apa saja untuk kembali mendapatkan perasaan itu. Bunda tidak perlu secara berlebihan mengucapkan terimakasih atas kejujuran mereka. Tetapi cukup mereka paham bahwa bunda menghargai kejujuran mereka, mengasihi dan menyayangi mereka. Dengan perlahan mereka akan memahami perasaan-perasaan tersebut.

  1. Berikan hukuman pada anak sesuai dengan kesalahannya

Apabila bunda sudah meulai menyadari bahwa anak telah berbohong, jangan dibiarkan begitu saja. Namun biarkan mereka sadar jika telah berbuat kesalahan. Berikan hukuman yang sesuai dengan usia anaknya. Jika anak bunda salah tetapi dibiarkan saja maka anak akan melakukan kesalahan yang sama lagi dengan harapan karena tidak ketahuan. Sebelum semua terlambat, maka hentikan sikap seperti itu, karena nanti bunda akan kualahan menghadapinya jika didiamkan saja. Sekarang ini banyak anak melakukan kesalahan dibelakang bunda. Jangan sampai kecolongan bunda, awasi anak kita dengan baik.

  1. Jangan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong anak berdusta

Jika bunda telah mengetahui anak bunda berbohong, jangan bertanya terus sehingga menjadikan dia akan berbohong lebih banyak lagi. Salah satu aspek dari kejujuran adalah berterus terang. Memang tidak ada salahnya jika bertanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, namun jika anak bunda berbohong secara terus menerus, maka biarkan dia sadar bahwa bunda tahu dia telah berbohong. Bunda bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajari dan jelaskan padanya bagaimana bunda bisa tahu jika dia berbohong. Jika anda terus mencecar pertanyaan, maka anak bunda akan menumpuk untuk menghindari kemarahan dengan cara menipu dan bunda akan menghadapi masalah yang lebih besar lagi dimasa yang akan datang.

  1. Ajarilah mereka sejak dini

Bunda jangan menunggu anak sampai besar untuk mengajarkan tentang arti kejujuran. Anak-anak akan mulai berbohong secepat mereka dapat merangkai kalimat. Jika bunda menunda-nunda untuk mengajarkan tentang pentingnya kejujuran pada anak, berarti bunda telah mendorong dan mengajarkan kebiasaan buruk. Bunda bisa memanfaatkan kegiatan sehari-hari untuk belajar mengenai pentingnya suatu kejujuran. Dengan menggerakkan usaha selagi anak-anak bunda masih kecil. Tentu itu dapat mengurangi waktu dan rasa stres jika dibandingkan mengajarkan kejujuran anak ketika dia sudah besar nanti.

  1. Jadilah orang tua teladan

Anak-anak akan dapat belajar lebih banyak hanya dari orang tua. Tentu dia akan meniru perilaku, perkataan, tindakkan dan banyak lagi. Oleh karena itulah dengan bunda memberi teladan dan berlaku jujur, maka anak pun akan menyadari bahwa asas itu sangat penting bagi anda. Jika anak-anak sudah mulai menyadari bahwa suatu asas penting bagi orang tuanya, maka mereka pun akan berusaha keras menjalankannya dalam hidupnya kelak. Penting juga bagi mereka untuk mendapatkan kasih sayang, pujian, dan penghargaan dari orang-orang yang mereka junjung.

Itulah tadi tips mengajarkan tentang kejujuran pada anak. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat.

Jadilah bunda yang cerdas untuk mencerdaskan anak-anaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Ini Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Perut kembung pada bayi seringkali membuat bayi rewel, muntah bahkan sampai demam. Tentu, Bunda merasa khawatir dengan kondisi buah hati yang seperti ini. Jangan khwatir, Bunda! Segera atasi kembung pada bayi dengan praktikkan langkah jitunya berikut ini!

1. Menepuk lembut punggung bayi

Atasi kembung pada bayi dengan menepuk lembut punggungnya setiap kali ia habis menyusui. Caranya, angkat tubuh bayi dalam posisi tegak dan posisikan kepalanya berada di pundak Anda. Setelah itu, tepuk-tepuk punggungnya secara lembut hingga ia sendawa. Mudah, bukan?

2. Gosok perut bayi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menelentangkan tubuh si kecil, lalu oleskan sedikit minyak telon atau minyak kayu putih ke permukaan perutnya. Setelah itu, gosok lembut perut bayi searah jarum jam. Cara ini dijamin dapat membuat perut bayi terasa nyaman sekaligus mendorong gas berlebih agar keluar.

3. Betulkan posisi menyusui

Satu hal yang sering terlupakan oleh ibu muda adalah seperti apa posisi menyusui yang benar. Karena, jika sampai salah, maka hal ini justru akan membuat perut bayi kembung dan begah. Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, selalu pastikan bahwa kepala bayi lebih tinggi dibanding perutnya. Dengan begitu, bayi akan lebih mudah sendawa karena susu akan langsung mengalir ke perut dan mendorong gas berlebih keluar

4. Buat bayi agar lebih aktif

Bagi Anda yang memiliki buah hati yang sudah bisa berjalan atau merangkak, maka selalu berikan ia stimulus agar terus bergerak aktif. Nah, khusus untuk bayi yang masih belum bisa berjalan atau merangkak, maka cobalah cara berikut ini: posisi tubuh bayi dalam keadaan telentang, lalu angkat kedua kakinya dan buatlah gerakan seakan-akan sedang berjalan. Jika dilakukan dengan benar, cara ini dijamin dapat membuat kembung pada bayi reda dengan segera..

5. Mandikan dengan air hangat

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang terakhir adalah dengan memandikannya menggunakan air hangat. Jika si kecil sudah mulai rewel, dan cara yang telah disebutkan sebelumnya tetap tidak memberikan hasil maksimal, maka segera mandikan ia dengan air hangat suam-suam kuku. Suhu hangat terbukti dapat membuat perut bayi terasa lebih nyaman, Dengan begitu, dijamin kondisinya akan membaik dan tidak akan rewel lagi.

Itu tadi 6 cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat dicoba oleh para ibu. Semoga bermanfaat, Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top