Kesehatan Ibu & Anak

Pasca Melahirkan, Bunda Juga Harus Lakukan Perawatan Agar Kecantikan Kembali Terpancar

pexels-photo-460292 (1)

Bunda baru saja melahirkan buah hati? Percayalah, setelah ini pasti Bunda pasti akan jauh lebih sibuk dari biasanya. Kalau yang tadinya masih sempat melakukan perawatan ini itu untuk tubuh, seiring hadirnya si kecil, mungkin harapan Bunda untuk bisa merawat diri seintens dulu akan berkurang. Tapi yang namanya kulit, kalau tidak dirawat sedemikian rupa pasti juga akan berubah jadi kusam dan tak secerah dulu.

Cari waktu untuk merawat diri memang sulit, Bun. Tapi bukan berarti tak bisa. Meski kesibukan jadi seorang ibu memang bisa memangkas seluruh waktu Bunda, setidaknya sediakan waktu tak sampai satu jam untuk merawat diri ya, Bun.

Utamakan Skincare, Demi Menenangkan Kulit Akibat Hormon yang Tidak Seimbang

pexels-photo-413924

Sejak masa awal kehamilan hingga Bunda melahirkan, kulit Bunda pasti mengalami beberapa masalah seperti jerawat, sensitivitas, hingga pigmentasi. Karenanya, jangan lupakan fungsi dan peran skincare, pilihlah rangkaian perawatan yang khusus untuk ibu baru pasca melahirkan lantaran pasti kandungannya diformulasikan untuk memperbaiki gejala ketidakseimbangan hormon pada kulit Bunda.

Demi Samarkan Kekurangan Kulit, Aplikasikan Concealer Juga Tak Masalah, Bun

woman-hand-girl-professional (2)

Yang namanya mengemban tugas baru sebagai ibu, pasti lelah akan mendera sehingga memiliki kantung mata hitam pun akan jadi hal biasa. Apalagi Bunda akan lebih sering bergadang sepanjang malam demi sang buah hati. Untuk menyamarkan masalah yang satu ini, percayakan saja pada concealer ya, Bun. Sebab concealer akan bagus untuk menyamarkan mata lelah Bunda.

Urusan Kulit Badan, Percayakan Pada Body Oil yang Bisa Membantu Melembabkan Kulit Bunda

pexels-photo-615493

Bunda pasti sudah mahfum kalau masa kehamilan turut memberi pengaruh pada tubuh. Termasuk pada tingkat kelembaban di kulit. Bisa jadi kulit Bunda malah lebih kering. Karenanya, carilah produk perawatan tubuh tepat, yaitu yang bisa memberi kelembaban ekstra seperti body oil. Produk perawatan yang satu ini bahkan mampu mengembalikan keremajaan serta elastisitas kulit.

Gantilah Sabun dengan Bubble Bath, Apalagi Seiring Berjalannya Waktu, Bunda Pasti Ingin Menghabiskan Banyak Waktu dengan Si Kecil. Terlebih Saat Mandi…

pexels-photo-1064724

Urusan mandi pun tak bisa disepelekan, Bun. Carilah produk sabun yang tepat. Apalagi untuk Bunda yang biasa berendam di bathtub. Setidaknya kenalilah beberapa brand kecantikan yang memiliki produk bubble bath yang juga bisa digunakan bersama buah hati. Menyenangkan bukan, kalau Bunda bisa merawat diri sekaligus mandi bersama si kecil tanpa khawatir buah hati Bunda akan mengalami alergi?

Selelah Apa pun Bunda di Siang Hari, Sempatkan Melakukan Perawatan Pada Malam Hari ya Bun

pexels-photo-460295

Malam hari saat Bunda tidur adalah waktu terbaik dimana kulit akan beregenerasi. Karenanya, sayang sekali kalau Bunda sampai melewatkan ritual melakukan perawatan kulit di malam hari. Sebab efeknya pasti terasa di keesokan harinya, yaitu memberi tampilan kulit yang lebih segar. Setidaknya, cukup untuk menyamarkan semua kelelahan yang Bunda rasakan saat menjalani rutinitas sebagai ibu baru. Mulai sekarang, cobalah untuk rutin mencari tahu dan memilih produk yang ditujukan untuk menyegarkan sekaligus mengembalikan keseimbangan kulit Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Kalau Gabung ke Komunitas Justru Tak Membawa Manfaat Berarti, Mending Tak Usah Ikut Deh!

moms

Demi bertukar informasi dan mencari wadah mendapatkan support system, kadang para Bunda memilih gabung ke beberapa komunitas. Ya kan, Bun? Nah, sebelum bergabung dengan salah satu komunitas, coba pertimbangkan dahulu tiga hal ini yuk Bun!

Mengutip Haibunda.com, psikolog keluarga dan pernikahan Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion, menyarankan untuk mempertimbangkan dan menanyakan pada diri sendiri. Sudahkah Bunda memiliki tujuan pasti untuk bergabung dengan komunitas yang akan dituju? Adakah yang dicari dari komunitas tersebut? Kalau hanya iseng atau karena ikut-ikut teman, lebih baik pertimbangkan lagi ya Bun.

“Karena beranjak dari kebutuhan itu kita akan skrining komunitas yang ada. Misalnya pertama, ada komunitas ibu-ibu yang bisa memenuhi kebutuhan kita ya sudah gabung aja,” kata Nadya.

Pertimbangan selanjutnya, sebelum gabung ke komunitas tersebut, yakinkan diri, akankah Bunda menemukan kenyamanan bersama dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Seperti saat sekolah aja, Bun, kata Nadya biasanya kita berkelompok. Nah, perhatikan apakah lingkungan kelompok tersebut bikin nyaman.

Meskipun, kenyamanan relatif ya, berbeda-beda tiap orang. Nadya menyarankan, demi mengetahui nyaman atau tidaknya saat mencoba masuk ke komunitas ibu-ibu tersebut, lakukan interaksi ya Bun. Apakah kita merasa nyaman saat berbagi cerita kemudian dapat info yang dicari? Lalu apakah kita percaya dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Bila ada keterikatan tersebut bisa dibilang kita nyaman.

Terakhir, yaitu soal diversitas. Cobalah identifikasi keragaman yang ada di komunitas ibu-ibu tersebut. “Makin besar diversitas otomatis pengetahuan yang kita dapat lebih beragam,” tambah Nadya.

Komunitas ibu-ibu termasuk untuk ibu baru memang membantu kok, Bun. Komunitas ibu-ibu penting untuk media belajar. Khususnya untuk orangtua baru yang pasti menurut mereka sangatlah penting. Hal ini agar ibu-ibu tak hanya dapat pengetahuan dari baca aja tapi juga bisa berdiskusi secara langsung.

“Komunitas orang tua ini bagus banget dilakukan, kalau perlu ada kurikulum. Memang jadinya dia sekolah rutin dan dia dapat sesuatu yang baru entah cuma seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali yang penting ada hal baru yang didapat tentang parenting dan itu dilakukan berdasar usia anak,” tambah Ratih seperti dikutip dari detikcom.

Jadi kalau sejauh ini Bunda tak menemukan hal-hal tersebut di komunitas yang Bunda ikuti, lebih baik tak usah memaksakan atau melanjutkan untuk terlibat atau berinteraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Lima Menu Puree Sehat untuk Si Kecil dalam Mengawali Fase MPASI

Feeding

Saat si kecil sudah menginjak 6 bulan, Bunda tak cukup mengurusi asupan makanan sendiri agar ASI tetap lancar. Yup, masa ASI eksklusif selama 6 bulan sudah selesai, sekarang giliran memperkenalkan si kecil dengan makanan pendamping ASI (MPASI) nih Bun. Di usianya tersebut, ketrampilan makan si kecil sudah meningkat karena jika sebelumnya ia hanya mampu menghisap, sekarang dia bisa mengegrakan mulut dan lidah untuk menggerakan makanan.

Di momen seperti inilah Bunda sudah mulai memperkenalkan tekstur makanan secara bertahap. Pastinya, mulai dari yang paling halus. Dari tekstur makanan halus ini kemudian si kecil akan menggerakan lidah dari depan ke belakang dan menelan makanan. Dari beragam menu, coba yuk Bun membuat racikan puree atau bubur halus yang memang diperuntukkan bagi bayi.

Puree Ubi Kuning

Bahan:
50 gr ubi kuning, kupas, cuci, potong dadu kecil-kecil
ASIP/susu formula
Cara membuat:
Kukus ubi kuning di dalam steamer hingga lunak. Setelahnya, haluskan ubi yang telah dikukus bersama 100 ml air yang dipakai untuk mengkukus ubi. Setelah halus, tambahkan ASI atau susu formula sampai tercampur rata. Tuang ke dalam mangkuk kecil dan sajikan untuk si kecil selagi hangat ya Bun.

Ubi kuning merupakan sumber karbohidrat, vitamin B, vitamin D, vitamin E, dan betakaroten. Umbi-umbian yang satu ini sangat baik untuk membantu menjaga imun dan bentuk tubuh serta pencernaan bayi. Ubi jalar sejatinya banyak variannya. Tapi ubi yang berwarna kuning lebih cocok digunakan untuk mengawali MPASI karena lebih lembut dan manis di lidah.

Puree Kacang Polong

Bahan:
150 gram kacang polong segar/beku.
ASIP/susu formula
Cara Membuat:
Kalau kacang polongnya beku, cairkan terlebih dahulu ya Bun. Setelahnya, kukus kacang polong dengan steamer sampai empuk. Tiriskan terlebih dahulu kemudian haluskan dengan blender sampai jadi puree yang lembut. Bunda juga bisa menambahkan ASIP atau susu formula.

Kacang polong bermanfaat sebagai sumber protein, zat besi, seng, dan biotin. Protein yang terkandung di dalam kacang-kacangan bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan kuku dan rambut serta merawatnya agar tetap kuat. Sedangkan zat besi sangat baik untuk mencegah anemia pada buah hati.

Puree Pisang Mangga

Bahan:
1 buah pisang ambon (atau jenis lainnya)
1 buah manga ukuran kecil
ASIP/susu formula
Cara Membuat:
Kupas pisang dan mangga kemudian potong kecil, lalu masukkan ke dalam food processor atau blender. Haluskan sampai teksturnya lembut. Baru tambahkan sedikit ASIP/susu formula. Puree yang satu ini tahan tiga bulan di dalam freezer dalam wadah kedap udara lho Bun. Menurut pernyataan dr. Yusi Capriyanti seperti yang dilansir alodokter.com, pisang merupakan buah yang sangat lunak sehingga mudah dicerna oleh usus bayi yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Buah ini dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu dicuci terlebih dahulu. Di lain sisi, pisang mengandung karbohidrat yang mudah dicerna sehingga dapat menjadi sumber energi bagi aktivitas si Kecil. Selain itu pisang kaya akan vitamin C dan kalium yang dapat membantu perkembangan otot bayi. Sementara buah mangga mengandung banyak vitamin A, B, C dan kalsium. Mama perlu memilih mangga yang telah matang sempurna dan memiliki rasa yang manis untuk MPASI.

Puree Alpukat

Bahan:
1 buah alpukat
ASIP/susu formula
Cara membuat:
Belah alpukat kemudian buang bijinya. Kerok daging buahnya lalu blender atau lumatkan hingga halus. Tambahkan ASIP/susu formula untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. Tuang ke dalam mangkuk kecil.

Bun, alpukat sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak karena mengandung protein, vitamin, mineral dan lemak sehat.

Asam lemak omega 3 pada alpukat sangat bagus untuk perkembangan otak bayi. Kadar karbohidrat dan gula yang terkandung di dalam buah alpukat cukup rendah sehingga tidak akan menyebabkan si Kecil kelebihan konsumsi gula. Rasa buah yang ringan dan cenderung tawar ini akan mudah disukai oleh anak yang baru diperkenalkan dengan MPASI.

Puree Kentang Keju

Bahan:
1 buah kentang
Sepotong keju yang sudah di pasteurisasi (secukupnya)
Air mineral
Cara membuat:
Kupas kentang kemudian kukus di dalam steamer hingga lunak. Haluskan/blender kentang bersama potongan keju dan 100 ml air bekas mengukusnya. Aduk hingga tercampur rata. Tuang ke dalam mangkuk kecil.
Kentang bermanfaat sebagai sumber energi alami untuk anak, mencerahkan kulit dan membantu perkembangan otak bayi.

Selain itu kentang pun memiliki kandungan yang sangat penting untuk melindungi usus dari bakteri jahat yang akan merusak sistem pencernaan si kecil, Bun. Sementara keju bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi, sumber energi, antioksidan dan menjaga kesehatan mata.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Sedang Hamil Sebaiknya Bunda Lebih Hati-hati Lagi Memperhatikan Posisi Tidur

save1

Perempuan yang sedang hamil sering menghadapi situasi yang tidak biasa. Terlebih  untuk mereka yang mengalami kehamilan pertama, karena selain jadi pengalaman baru, banyak masalah yang akan dihadapi. Salah satunya kondisi sulit tidur ya Bun.

Saat sedang hamil, Bunda disarankan agar punya cukup waktu untuk istirahat. Padahal banyak ibu hamil yang tak bisa beristirahat dengan baik sampai-sampai kesehatannya pun terganggu. Di lain sisi, jangan hanya memikirkan durasi selama istirahat Bun, sebab ibu hamil juga harus tetap waspada terhadap posisi tidur yang bisa membahayakan kehamilan.

Jangan Tidur Telentang pada Trimester Kedua ya Bun

Tidur telentang saat trimester kedua jelas sangat berbahaya untuk janin dan ibu hamil lantaran pada saat masuk trimester kedua, uterus berada di bagian tekanan vena yang berfungsi untuk mengembalikan aliran darah ke jantung ibu hamil.

Nah, kalau posisi telentang dalam waktu lama maka bisa membuat aliran darah ke plasenta janin menjadi lebih kecil. Selain itu Bun, kondisi dimana Bunda tidur telentang justru bisa membatasi asupan gizi dan oksigen ke janin Posisi semacam ini pun biasanya akan menyebabkan mual dan pusing untuk ibu hamil.

Tidur Miring Ke Kanan pun Berbahaya Bun

Nah, posisi tidur yang berbahaya selanjutnya yaitu miring ke kanan. HaL ini lantaran bisa menyebabkan tekanan yang kuat pada organ hati ibu hamil. Kondisi ini juga bisa menyebabkan asupan untuk janin menjadi lebih terbatas. Tidak hanya nutrisi yang mengalami pengurangan tapi juga oksigen yang mengalir melalui plasenta. Di lain sisi, posisi ini juga bisa menyebabkan gangguan tidak nyaman karena ibu hamil akan kekurangan oksigen.

Yang Jelas, Tidur Tengkurap Pun Tak Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Di trimester pertama, tidur tengkurap jelas masih diperbolehkan. Tapi setelah ibu hamil merasa ada tekanan yang lebih besar maka posisi ini bisa sangat berbahaya. Hal ini akan menyebabkan janin tergencet dan bisa mengancam jiwa janin.

Di lain sisi, posisi ini justru bisa memicu komplikasi seperti: pencernaan yang buruk dan tekanan pernapasan yang sangat berat sehingga memicu ibu hamil kekurangan oksigen, kekurangan oksigen, serta gangguan nutrisi dan oksigen untuk janin. Tidur dengan posisi ini memperkuat peluang janin gugur, Bun.

Di Awal Kehamilan, Jangan Tidur Sembari Mengangkat Kaki Keatas

Kehamilan di trimester pertama memang akan menyebabkan gangguan kehamilan seperti badan yang terlalu lelah dan sering buang air kecil. Kemudian ada beberapa ibu hamil mencoba untuk menempatkan bantal agar kaki menjadi lebih tinggi. pada dasarnya posisi ini harus dihindari. Padahal, tidur dengan kaki yang lebih tinggi bisa menyebabkan ruang janin menjadi lebih kecil. Selain itu kondisi ini juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen.

Kalau Memang Mengantuk, Jangan Tidur di Sofa ya Bun

Saat Bunda merasa mengantuk, atau ingin merasa lega setelah mengalami gangguan kehamilan seperti mual dan mulas yang berlebihan, biasanya ibu hamil akan mencoba untuk tidur di sofa sambil duduk. Padahal posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil ini. Karena bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang berlebihan untuk jantung. Selain itu, bisa menyebabkan rasa lelah yang berlebihan pada bagian punggung. Bagi ibu hamil yang memiliki wasir maka posisi ini bisa memperburuk keadaan.

Nah, Supaya Tidur Bunda Bisa Tetap Nyaman, Coba Saja Ikuti Tips Ini Bun.

Gunakan banyak bantal disekitar tempat tidur. Bunda bisa memilih jenis bantal yang lembut agar kepala, tangan, kaki dan punggung bisa mendapatkan posisi yang paling nyaman.

Jika Bunda bangun dan menyadari posisi tidur yang berbahaya bagi ibu hamil dengan posisi miring ke kanan, maka hal ini memang sangat wajar. Untuk menjaga posisi tidur agar tetap pada posisi maka gunakan bantal penopang untuk punggung dan kaki. Posisi ini sangat disarankan untuk ibu hamil.

Gunakan pakaian yang longgar, tidak panas dan tetap lembut untuk kulit. Pakaian ini akan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman sehingga tidur menjadi lebih baik. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat karena bisa menyebabkan tubuh kurang leluasa.

Jika Bunda tidak bisa tidur dan mengalami banyak gangguan tidur selama trimester ketiga, maka bisa menggunakan bantal atau sofa khusus yang dilengkapi dengan banyak bantal. Hindari mengkonsumsi makanan pedas saat malam hari. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan sehingga ibu hamil bisa diare.

Cobalah untuk rileks sepanjang kehamilan dan menjauhkan pikiran dari tekanan. Pikiran yang santai dan rileks juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Atur asupan nutrisi selama hamil. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein tinggi akan menyebabkan perasaan yang lebih nyaman. Selain itu, makanan ini juga akan meningkatkan kadar gula darah sehingga bisa membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Minum segelas susu hangat menjelang tidur juga bisa menjadi salah satu cara untuk tetap nyaman selama tidur. Jika mengalami gangguan mual yang parah maka hindari minuman dan makanan yang bisa memicu mual dan muntah.

Olahraga ringan selama kehamilan. Bagi ibu hamil olahraga ringan seperti berjalan-jalan bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi gangguan tidur. Jika tubuh tetap berolahraga selama kehamilam maka bisa membantu tubuh dalam membakar kalori dan lemak. Selain itu olahraga juga bisa meningkatkan kualitas tidur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top