Kesehatan Ibu & Anak

Para Ibu Perah dengan Aktivitas Pumping di Tempat Kerja

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, dengan kemarin ketika Bunda masih mengandung buah hati.

Untuk Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Dan salah satu hal yang cukup membuat resah, adalah kebutuhan si kecil akan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi Bunda tak perlu khawatir, keputusan memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama ini justru akan menjadi pengalaman yang luar biasa indah.

Hal yang Paling Utama, Bunda Harus Belajar Bagaimana Teknik Pumping yang Benar

rsz_tanja-heffner-252586

Menjadi ibu perah untuk anak bayi di rumah itu artinya Bunda harus tahu bagaimana proses pumping. Mulai dari bagaimana caranya untuk mengeluarkan ASI dengan alat pumping, hingga pada waktu kapan payudara kita akan menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik tentunya.

Demi menghindari hal yang mungkin menganggu, Bunda bisa latihan terlebih dahulu saat di rumah. Dengan begitu saat nanti sedang ada di kantor untuk bekerja, Bunda tak kerepotan untuk melakukannya.

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Memang sih tujuan Bunda berangkat ke kantor tentu untuk bekerja, namun kini telah ada kewajiban lain yang harus dilakukan. Nikmatnya menjadi seorang ibu, adalah ketika Bunda tak pernah merasa terbebani untuk melakukan beberapa hal untuk si kecil yang disayangi.

Rasanya tak ada alasan untuk bisa lupa, kecuali Bunda mungkin sedang dalam situasi yang darurat dan buru-buru. Karena satu hari tanpa melakukan pumping saat di kantor, tentu akan mengurangi stok ASI di rumah yang harusnya sudah bisa bertambah.

Mulai dari alat peras, botol higienis ASI, kain lap untuk membersihkan alat peras dan area payudara, hingga cold storage untuk menyimpan ASI.

Mulailah Beradaptasi pada Aktivitas Pumping dengan Melatih Diri Lebih Rileks

rsz_linkedin-sales-navigator-402819

Untuk pengalaman pertama, aktivitas pumping ini tidak akan mudah. Kita bisa saja merasa nervous, takut atau bahkan tiba-tiba malu. Padahal kita melakukannya seorang diri loh. Dan kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, juga memicu berhentinya produksi ASI.

Jadi Bunda harus memastikan diri sedang rileks, nyaman dan dalam keadaan senang atau bahagia saat akan melakukan pumping.

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan yang Benar-benar Nyaman

rsz_samantha-gades-367198

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk karyawati yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

Tak Berada di Rumah Bersamanya Itu Berarti Bunda Harus Bisa Mengatur Stok ASI Agar Cukup Untuknya

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

Suatu kali mungkin tanpa tahu apa sebabnya, si kecil tiba-tiba kehabisan stok ASI di rumah. Dan jelas, hal-hal seperti ini harusnya jadi tanggung jawab kita sebagai ibunya. Bukan dia yang menjaga anak di rumah.

Aktivitas memerah ASI umumnya bisa kita lakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika tidak bersama bayi. Kuncinya, Bunda memang harus disiplin dengan berusaha memerah ASI setidaknya 3 jam sekali dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk setiap payudara. Bunda pun perlu tahu jika frekuensi memerah akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

rsz_sean-roy-202825

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui  si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah.

Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Bagaimana Bun? Pernah merasakan perjuangan yang sama? Yuk share di kolom komentar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Sebelum Si Kecil Masuk Prasekolah, Pastikan Empat Hal Ini Sudah Melekat Padanya

kids school

Setiap orangtua pasti mau anaknya sukses di masa depan. Banyak cara yang dilakukan, termasuk mempersiapkan si kecil sejak dini yaitu dengan mendaftarkannya masuk ke prasekolah. Sebagai orangtua, memang sudah tugas kita memastikan fondasi belajar anak agar ia siap menghadapi masa-masa sekolahnya.

Nah Bun, menyiapkan anak masuk prasekolah, bukan hanya membuatnya lancar menyebutkan angka dan warna. Lebih dari itu, pastikan si kecil juga siap memasuki masa transisi untuk mengenal dunia lebih luas lagi ya Bun. Untuk itu, pastikan si kecil sudah dibekali lima hal ini Bun!

Kemandirian

Bukankah pepatah bilang kalau kegagalan adalah kunci keberhasilan? Karenanya, biarkan si anak belajar dari kesalahan yang dilakukannya ya Bun! Jangan terburu-buru membantunya saat anak melepas sepatunya sendiri, misalnya, beri anak waktu dan terus bimbing dia selalu.

Sebab kalau sudah masuk masa prasekolah, biasanya balita diharapkan sudah bisa melakukan tugas sederhana seperti menyimpan tas atau ikut kegiatan di kelas tanpa perlu didampingi orangtua. Nah Bun, membiarkan si kecil melakukan tugas sederhana sejatinya bisa memupuk kemandiriannya.

Lulus Toilet-Training

Setelah selesai menyapih anak, Bunda masih punya tugas besar yaitu toilet-training. Sebelum anak masuk prasekolah, cek apakah ada kebijakan anak sudah harus lulus toilet-training. Kalau si kecil mungkin belum siap, jangan memaksanya ya Bun.

Bunda harus secara bertahap mengajarinya dengan cara meminta anak mengatakan bila ingin buang air kecil atau buang air besar. Lalu, lanjutkan dengan membawa anak menyelesaikan urusannya di toilet. Ketika anak sudah bisa pergi ke toilet tanpa dibantu, ia akan merasa lebih nyaman saat berada di sekolah.

Bisa Berkomunikasi Dua Arah

Sebelum masuk masa prasekolah, pastikan si kecil sudah mengerti saat orangtuanya berusaha memberikan instruksi. Yuk Bun, mulailah dari instruksi sederhana hingga yang bertahap seperti, “Bereskan mainanmu, kemudian cuci tangan dan masuk ke kamar”.

Dengan menguasai komunikasi dua arah, si kecil pun nantinya akan mudah berinteraksi dengan guru dan teman-temannya di sekolah.

Mau Bersosialisasi dengan Orang Lain

Bun, tujuan masuk sekolah salah satunya agar si kecil mau berkenalan dengan dunia yang lebih luas selain anggota keluarga inti di rumah. Nah, saat anak sudah bisa bermain bersama teman, entah main secara berdampingan atau main dalam kelompok, ia akan lebih mudah merasa nyaman di sekolah.

Karenanya, jangan heran bila sesekali balita Bunda masih suka merebut mainan temannya atau tidak sabar menunggu giliran. Bunda maupun gurunya di sekolah dapat mengingatkannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Harus Ekstra Sabar ya Menghadapi Si Kecil yang Sering Terbangun di Malam Hari

paint

Saat si kecil sudah menginjak usia satu tahun, mungkin sebagian orangtua mengira kalau masa-masa begadang akan segera berakhir. Padahal tidak selalu demikian, masih ada tantangan yang harus Bunda atasi dimana balita akan susah tertidur lelap dan masih suka bangun pada dini hari lho Bun.

Mereka tak hanya terbangun dan menangis sembari membangunkan orangtuanya, kadang justru ada balita yang sampai berteriak dan mengigau dengan suara yang keras.  Nah, demi mengantisipasi munculnya stress pada orangtua, Bunda ketahui dulu penyebab si kecil sukar tertidur lelap di malam hari.

Ia belum Bisa Beranjak dari Kebiasaannya Saat Bayi yaitu Saat Ingin Menyusu

Kalau si kecil masih menyusu, mungkin ia ingin melakukan hal tersebut di saat-saat larut seperti saat dirinya masih bayi. Bunda perlu tahu, menyusui di malam hari biasanya sedikit berkurang saat si batita semakin besar. Karenanya, saat si kecil mungkin sudah tak menyusu lagi, ia tetap ingin berada di dekat sang ibu dan terus ingin menempel di dada ibunya.

Bisa Jadi Ia Juga Lapar atau Haus di Malam Hari

Pertumbuhan balita sangat pesat lho Bun baik secara fisik maupun psikis. Kinerja otak mereka pun jauh lebih besar daripada orang dewasa. Yup Bun, otak balita membutuhkan glukosa dua kali lebih banyak daripada otak dewasa.

Untuk itu mereka cenderung sering bangun di malam hari dan merasa lapar karena secara kimiawi, tubuhnya memerintahkan untuk mengasup kembali sumber glukosa. Karenanya, lebih baik Bunda berikan makanan yang padat gizi saat makan malam dan susu sebelum tidur.

Jika mereka masih sering bangun tengah malam, berikan makanan kecil yang bergizi seperti yogurt dengan kandungan lemak penuh, alpukat, atau roti isi selai kacang. Jangan lupa, sikat kembali gigi mereka sebelum tidur lagi.

Atau Bisa Jadi Mereka Sedang Dalam Masa Tumbuh Gigi nih Bun

Banyak orang tua mengira bahwa problem tumbuh gigi pada anak akan berakhir saat ia memasuki usia satu tahun. Padahal, ada beberapa gigi seperti gigi taring dan—terutama—gigi geraham yang akan tumbuh setelah si kecil melewati usia satu tahun. Gejalanya mulai dari gusi kemerahan, bengkak dan rasa nyeri lainnya yang akhirnya memang membuat si anak kecil jadi susah tidur. Bagaimanapun, Bunda memang dituntut jadi ekstra sabar.

Bisa Jadi Si Kecil Justru Sedang Sering Merasakan Mimpi Buruk

Balita di atas 3 tahun sedang memiliki imajinasi berlebihan, sehingga apa yang terjadi selama seharian akan tertancap di otaknya. Entah itu tontonan di televisi, atau pembicaraan seru tentang monster, hantu dan semacamnya.

Hal semacam ini yang bisa memicu munculnya mimpi buruk dalam benak mereka, Bun. Di lain sisi, tidak ada yang bisa mencegah mimpi buruk, tetapi orang tua bisa mengurangi kemungkinan tersebut dengan tidak memberi tontonan atau membicarakan—apalagi menakut-nakuti—tentang monster, hantu dan ‘kawan-kawannya’.

Kalaupun ia terbangun karena mimpi buruk, Bunda bisa hibur si kecil dan mengatakan kalau makhluk menyeramkan yang ada dalam mimpinya itu tidak ada.

Lantaran hal ini, si kecil bisa saja bisa tertekan. Karenanya Bun, cobalah lebih sering untuk memberikan mereka ketenangan batin sepanjang hari dan yakinkan mereka bahwa kita selalu ada untuk mereka. Ciuman, pelukan dan ungkapan sayang punya kekuatan maha dahsyat untuk menghilangkan rasa gelisah.

Bun, memang untuk menjadi seorang ibu, banyak sekali waktu yang dikorbankan, tapi yakinlah bahwa setiap hal yang Bunda lakukan adalah bentuk sayang yang paling berharga untuk si kecil. Masa  kanak-kanak hanya sebentar, Bunda akan merindukan segala kesenangan dan kesusahannya saat si kecil beranjak dewasa.

Karenanya, nikmatilah setiap momen berharga baik suka dan duka bersama si kecil yuk Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ini Alasan Kenapa Si Kecil Terlalu Pilih-pilih Makanan

Bun, pernah dengar istilah picky eater? Sebutan ini umum untuk anak yang terlalu pemilih soal menu makanan dan hanya mau makan makanan yang itu-itu saja. Kalau akhirnya Bunda menuruti ego si kecil, justru hal ini akan berpengaruh pada kurangnya asupan nutrisi untuk tubuhnya,  Bun.

Anak yang menjelma jadi picky eater umumnya sering terjadi di usia prasekolah atau balita. Hal ini terjadi lantaran si kecil sedang mengalami perkembangan psikis menjadi lebih mandiri dan dapat berinteraksi dengan lingkungannya, serta lebih mengekspresikan emosinya. Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya itulah yang akhirnya memengaruhi pola makan anak.

Di lain sisi, angka kejadian masalah kesulitan makan di beberapa negara cukup tinggi. Sebuah penelitian oleh The Gateshead Millenium Baby Study pada tahun 2006 di Inggris menyebutkan, 20 persen orangtua mengatakan anaknya mengalami masalah makan, dengan prevalensi tertinggi anak hanya mau makan makanan tertentu. Survei lain di Amerika Serikat tahun 2004 menyebutkan, 19-50 persen orangtua mengeluhkan anaknya sangat pemilih dalam makan sehingga terjadi defisiensi zat gizi tertentu.

Sementara itu, penelitian di Tanah Air yang dilakukan oleh National Institute of Health Research and Development terhadap anak prasekolah di Jakarta tahun 2015 menunjukkan hasil prevalensi kesulitan makan sebesar 33,6 persen. Mengutip kompas.com,  44,5 persen di antaranya menderita malnutrisi ringan sampai sedang dan 79,2 persen dari subjek penelitian telah mengalami kesulitan makan lebih dari 3 bulan.

Kelompok usia terbanyak mengalami kesulitan makan adalah usia 1 sampai 5 tahun. Sebanyak 43 persen anak yang mengalami kesulitan makan mengalami gizi buruk.

Kondisi Ini Disebabkan Oleh Kurangnya Variasi Makanan, Bun…

Di lain sisi, menurut Prof. Dr. Rini Sekartini, SpA, picky eater merupakan gangguan perilaku makan pada anak yang berhubungan dengan perkembangan psikologis tumbuh kembangnya dan ditandai dengan keengganan anak mencoba jenis makanan baru. Biasanya kondisi picky eater disebabkan kurangnya variasi makanan anak.

“Anak tidak boleh memilih makanan yang disukai, suasana di rumah tidak menyenangkan, kurang perhatian orangtua, atau contoh yang kurang baik dari orangtua,” katanya. Nah, kalau Bunda menghadapi anak dengan kondisi semacam ini, tetaplah tenang dan kreatif. Coba lebih variatif lagi dalam menyajikan makanan ya Bun.

Kalau anak hanya mau mengonsumsi ikan atau telur, maka sajikan juga makanan kesukaannya itu dengan variasi makanan lain seperti sayur bayam atau sup. Di kesempatan lain, kombinasikan dengan makanan lainnya. Orangtua juga perlu memberi contoh pola makan yang sehat dan bervariasi sambil makan bersama.

Kalau perlu, Bunda pun sesekali bisa melibatkannya saat memasak mulai dari proses belanja sampai proses pembuatan. Aktivitas ini bisa mendorong ketertarikan anak untuk mencicipi makanan pilihannya sendiri. Yang terpenting, orangtua perlu sabar dan tidak memaksa anak untuk makan sehingga anak tidak trauma dan malah semakin jadi pemilih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top