Parenting

Pantang Ucapkan Lima Kalimat Ini Saat Mengasuh Buah Hati ya Bun

pexels-photo-755028

Memiliki anak tentu anugerah yang istimewa ya Bun. Tapi urusan mengurus anak, jelas punya tantangan tersendiri. Sebab pada kenyataannya, mendidik anak bukanlah hal mudah dan tidak bisa dianggap remeh.  Orangtua bisa saja marah dan tanpa disadari keluar kalimat terlarang dari lisan orangtua.

Padahal Bun, sebagai orangtua, Bunda harus lebih bijak dalam berkata-kata. Jangan sampai saat merasa marah atau jengkel kepada anak. Ada beberapa kalimat yang sejatinya pantang untuk diucapkan di depan anak. Ini karena dampaknya tak baik untuk si anak saat ia bisa mencerna kalimat yang Bunda katakan.

“Jangan Menangis! Kamu Jadi Anak Jangan Cengeng,”

Bukankah menangis adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak kecil? Bun, menangis adalah cara ampuh yang biasa dilakukan oleh anak untuk menyalurkan emosi dan perasaannya entah itu saat takut, cemas ataupun sedih.  Kalau Bunda justru mengucapkan “Jangan menangis” dan kalimat serupa lainnya,

Melarangnya untuk tidak menangis hanya akan membuatnya berpikir bahwa menangis adalah hal yang tidak wajar dan tidak pantas dilakukan. Akan lebih baik kalau Mama meminta anak untuk menjelaskan emosi yang dirasakannya.

Ucapkan, “Bagaimana perasaan kamu saat ini, Nak?” Dengan begitu, secara tak langsung Bunda telah mengajarkan sikap simpati dan empati.  Anak juga jadi bisa jujur tentang perasaanya pada dirinya sendiri.

“Bukan Begitu Caranya, Biar Bunda Aja Sini yang Kerjain,”

Kalimat ini seringkali terlontar ketika kinerja anak tidak sesuai dengan keinginan Bunda sebagai orangtua. Misalnya, saat menyuruh untuk melipat sebuah kertas, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kalimat semacam itu pasti pernah terucap entah disadari maupun tak disadari. Padahal Bun, efeknya, kalimat tersebut ternyata dapat menghambat perkembangan anak untuk lebih aktif melakukan sesuatu.

Sederhananya, anak akan merasa takut salah dan minder saat melakukan suatu pekerjaan. Jadi, jauh lebih baik kalau Bunda membiarkan buah hati untuk melakukan pekerjaan secara berbarengan sambil dijelaskan cara melakukannya dengan baik dan benar. Mengerjakan bersama-sama justru bisa membantu anak untuk semakin mengerti dan bisa tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.

“Kamu Nakal Sekali Jadi Anak,” 

Bunda perlu ingat, anak akan mudah menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orangtua dan lingkungannya. Jadi, jangan kaget jika kamu sering mengucapkan kata-kata buruk seperti, nakal, gemuk, atau bodoh, lambat laun anak juga akan berkembang dan sering mengatakan apa yang kamu katakan.

Jauh lebih baik kalau Bunda mengubah kata-kata negatif tersebut jadi kalimat yang memberikan energi positif. Misalnya, “Jika kamu rajin belajar kamu akan mengerti banyak hal, kamu kan anak yang pintar,” atau Bunda juga bisa menjelaskan, apa sih untungnya menjadi orang pintar. Dengan begitu, anak akan merasa lebih semangat dan termotivasi.

“Bunda Lagi Sibuk, Jangan Ganggu Dulu,”

Saat Bunda lagi sibuk, hindari mengatakan padanya kalau Bunda sedang tak mau diganggu. Bun hati-hati, si kecil nanti bisa merasa kalau kehadirannya tak berarti buatmu. Anak juga bisa merasa terbuang dan seperti dianggap tidak diinginkan. Ini sangat bahaya untuk perkembangan mental anak.

Kadang orangtua mengalihkan perhatian anak dengan memberikan game online atau memberikan smartphone agar anak-anak sibuk sendiri. Padahal hal semacam itu bukan jadi solusi. Langkah terbaik yang bisa Bunda lakukan adalah mengalihkan perhatian mereka dengan kegiatan positif. Hindari dulu pemberian smartphone tanpa pengawasan Bunda.

“Dulu Kakakmu Saja Bisa Melakukan Hal Ini, Kok Kamu Nggak Bisa?”

Pernahkah Bunda berpikir bahwa membandingkan anak dengan si Kakak atau dengan teman sebayanya akan berdampak buruk untuk masa depannya.  Anak akan tumbuh dengan rasa minder dan rendah diri. Selain itu, saat dewasa anak juga akan mencoba berperilaku seperti orang lain. Karenanya, sekalipun mungkin caranya berbeda atau dia merasa kesulitan mengerjakan sesuatu yang lain, maka biarkan saja Bun. Jauh lebih baik jika si anak tumbuh sebagai dirinya sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top