Parenting

Orangtua Wajib Tahu, Inilah Cara Mendidik Anak agar Patuh, Baik dan Religius

anakreligius

Memiliki anak-anak yang baik, patuh, cerdas dan religius merupakan sebuah harapan besar bagi para orang tua. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua wajib mendidik anak-anak kita sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggaan bagi orang tua. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar? Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk memaparkan caranya untuk anda.

Cara mendidik anak agar baik, patuh, cerdas dan religius

Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Nah, di bawah ini adalah cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini.

  1. Ajarkan kemandirian dan tanamkan rasa tanggungjawab kepada anak sejak usia dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa cemas pun khawatir yang berlebihan kepada anak-anaknya. Sebaiknya janganlah terlalu berlebihan mencemaskan dan mengkhawatirkan anak atau ofer protektif. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Namun cobalah untuk mempercayai buah hati anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain. Ketika sudah anak anda sudah memasuki masa sekolah maka ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang saku yang cukup dan cobalah untuk mengajarkannya menabung sedikit dari uang saku tersebut.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini.

Pada usia yang masih anak-anak mereka merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika melihat benda-benda dan sesuatu yang belum diketahui dan dipahami maka biasanya mereka akan banyak bertanya. Sebagai orang tua anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut.

Namun jika anak anda merupakan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya. Sebagai contoh: “Nak, itu kambing, makannya rumput, suaranya mengembek, dan dagingnya enak dimakan, dan biasa untuk korban,” begitulah kiranya.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat aak sejak dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapatnya. Mereka menganggap bahwa pendapat anak tidaklah penting karena masih anak-anak. Padahal jika anak tidak dipedulikan akan bisa berdampak minder dan tidak lagi berani untuk mengemukakan pendapat. Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Sebagai contoh kita bisa memberi respon yang baik dan positif ketika anak berpendapat dengan memberi pujian positif meski pun pendapat yang dikemukakan asal-asalan.

Namun jika anak anda termasuk anak yang memiliki sikap pemalu maka anda bisa memberikan umpan ddengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ringan sehingga dapat memicu si kecil untuk mengeluarkan pendapatnya.

  1. Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati dan empati.

Sebagai manusia yang sudah dikodratkan sebagai makhluk sosial tentu memiliki sikap sosial, simpati, dan empati sangatlah penting. Nah supaya anak tumbuh menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain maka ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita.

Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.

Sebagai contoh, ketika ada pengemis yang datang ke rumah anda, mintalah anak anda untuk memberikannya.

  1. Berikanlah sikap toladan yang baik.

Sebagai orang tua kita harus bisa bersikap sempurna dihadapan anak-anak kita. Sebab orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa didalam mendidik anak harus benar-benar matang dan jangan lupa berikanlah perhatian yang cukup. Jangan berlebih dan jangan kurang, sebab keduanya tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Demikianlah pembahasan tentang tips mendidik anak agar baik, patuh dan religius. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda Tak Perlu Bingung Apalagi Kesal ketika Si Kecil Terus Bertanya “Kenapa”, Ini Penjelasan Ilmiahnya Dan Cara Menghadapinya

Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.

Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.

Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai cara agar pertanyaan si kecil berhenti.

Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho, Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami kata-kata baru.

Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep, melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan menambah pengetahuan mereka.

Si Kecil Banyak Bertanya Karena Ingin Dekat dengan Bunda dan Ingin Tahu Lebih Banyak

1

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang disayanginya.

Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.

Hindari Meminta Anak Bertanya Ke Orang Lain Ya Bunda

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?

“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”

Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab, ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.

Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin Ayah tahu jawabannya”.

Rasa Ingin Tahu Ini Harus Dijaga, Bunda Harus Membuatnya Terus Tertarik

Happy Asian Family enjoying their time in the park

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.

Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.

Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa ikut keseruan bersama Shimajiro.
Yuk, Bunda, asah terus rasa ingin tahu si kecil melalui Rasa Ingin Tahu Shimajiro di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top