Parenting

Orangtua Wajib Tahu, Inilah Cara Mendidik Anak agar Patuh, Baik dan Religius

anakreligius

Memiliki anak-anak yang baik, patuh, cerdas dan religius merupakan sebuah harapan besar bagi para orang tua. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua wajib mendidik anak-anak kita sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggaan bagi orang tua. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar? Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk memaparkan caranya untuk anda.

Cara mendidik anak agar baik, patuh, cerdas dan religius

Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Nah, di bawah ini adalah cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini.

  1. Ajarkan kemandirian dan tanamkan rasa tanggungjawab kepada anak sejak usia dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa cemas pun khawatir yang berlebihan kepada anak-anaknya. Sebaiknya janganlah terlalu berlebihan mencemaskan dan mengkhawatirkan anak atau ofer protektif. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Namun cobalah untuk mempercayai buah hati anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain. Ketika sudah anak anda sudah memasuki masa sekolah maka ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang saku yang cukup dan cobalah untuk mengajarkannya menabung sedikit dari uang saku tersebut.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini.

Pada usia yang masih anak-anak mereka merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika melihat benda-benda dan sesuatu yang belum diketahui dan dipahami maka biasanya mereka akan banyak bertanya. Sebagai orang tua anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut.

Namun jika anak anda merupakan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya. Sebagai contoh: “Nak, itu kambing, makannya rumput, suaranya mengembek, dan dagingnya enak dimakan, dan biasa untuk korban,” begitulah kiranya.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat aak sejak dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapatnya. Mereka menganggap bahwa pendapat anak tidaklah penting karena masih anak-anak. Padahal jika anak tidak dipedulikan akan bisa berdampak minder dan tidak lagi berani untuk mengemukakan pendapat. Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Sebagai contoh kita bisa memberi respon yang baik dan positif ketika anak berpendapat dengan memberi pujian positif meski pun pendapat yang dikemukakan asal-asalan.

Namun jika anak anda termasuk anak yang memiliki sikap pemalu maka anda bisa memberikan umpan ddengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ringan sehingga dapat memicu si kecil untuk mengeluarkan pendapatnya.

  1. Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati dan empati.

Sebagai manusia yang sudah dikodratkan sebagai makhluk sosial tentu memiliki sikap sosial, simpati, dan empati sangatlah penting. Nah supaya anak tumbuh menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain maka ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita.

Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.

Sebagai contoh, ketika ada pengemis yang datang ke rumah anda, mintalah anak anda untuk memberikannya.

  1. Berikanlah sikap toladan yang baik.

Sebagai orang tua kita harus bisa bersikap sempurna dihadapan anak-anak kita. Sebab orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa didalam mendidik anak harus benar-benar matang dan jangan lupa berikanlah perhatian yang cukup. Jangan berlebih dan jangan kurang, sebab keduanya tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Demikianlah pembahasan tentang tips mendidik anak agar baik, patuh dan religius. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bukan Sekedar Tiup Lilin, Merayakan Ulang Tahun Anak Juga Akan Memberikan Banyak Manfaat Untuknya. Bunda Harus Tahu Nih!

Mungkin Bunda Pikir Merayakan Ulangtahun Si Kecil Tak Terlalu Penting, Tapi Coba Tengok Dulu Manfaat Ini

Perihal baik dan buruknya perayaan ulang tahun anak memang telah lama diperdebatkan. Tak mudah untuk mendapatkan kesimpulan dari pro kontra tesebut. Namun, terlepas dari itu, pesta ulang tahun anak sebenarnya merupakan bentuk apresiasi orangtua untuk buah hati.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan segala yang terbaik untuk buah hati. Termasuk menyiapkan perayaan ulang tahun. Kalau sudah begitu, rasanya tak perlu terlalu menanggapi cibiran orang-orang yang kurang setuju dengan perayaan ulang tahun. Bagaimana pun anda yang paling tahu apa yang terbaik untuk buah hati. Toh, merayakan ulang tahun juga akan memberi banyak manfaat untuk anak.

Merayakan Ulang Tahun Bisa Jadi Langkah Awal Untuk Mengajarinya Berbagi Dan Bersosialisasi Dengan Lingkungan

Jika sebagian orangtua akan menggambarkan perayaan ulangtahun dengan pesta yang sia-sia, itu adalah sebuah kesalahan. Justru disini kita bisa mulai memberinya pelajaran berharga, yang kelak tentu berguna untuknya. Kita bisa mengajari si kecil untuk berbagi dengan teman seusianya, lewat perayaan ulangtahun yang kita gelar. Momen makan bersama, bernyanyi hingga bermain bersama dengan teman dan saudara-saudaranya akan membuatnya mengerti bahwa berbagi itu indah.

Secara tak langsung dia jadi paham, bahwa sosialiasi yang kita ajarkan adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan. Hingga kelak ia akan tumbuh jadi seseorang yang tahu arti dari nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan. Baik dalam hubungannya dengan saudara maupun orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya.

Secara Tak Langsung Perayaan Ulang Tahun Juga Mendidiknya Untuk Belajar Bertanggung Jawab

Sedini mungkin si kecil memang sudah harus kita ajarkan untuk mulai bertanggung jawab atas beberapa hal. Momen ulang tahun menjadi waktu yang tepat untuk mengajarinya bertanggung jawab. Mintalah dia untuk memilih siapa saja teman yang akan diundang, hingga konsep perayaan seperti apa yang dia inginkan. Jika ternyata ada beberapa hal yang tak dia suka, maka itu adalah kesempatan untuk memberitahunya bahwa itu adalah bagian dari pilihan yang sudah dia buat. Hingga apapun hasilnya nanti, si kecil harus bisa menerima dan memahaminya. Dengan begitu buah hati pun jadi tahu bahwa setiap pilihan yang telah dia putuskan, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan.

Membantu Anak Untuk Belajar Menghargai Setiap Orang Yang Hadir Dalam Perayaan Ulang Tahunnya

Pesta ulang tahun tanpa kado jadi sesuatu yang terasa kurang lengkap. Hal ini jadi poin penting lain yang akan membantu kita untuk membimbingnya. Pada sesi membuka setiap kado, tentu ada beberapa jenis kado yang berbeda-beda. Biasanya si kecil akan merasa kecewa jika ternyata ada beberapa kado yang dia dapati tak sesuai dengan keinginannya.

Peran kita sebagai orangtua adalah memberinya pemahaman untuk hadiah yang tak disukainya tersebut. Jelaskan padanya bahwa tak semua yang dia mau, bisa didapatkan. Dengan demikian dia akan belajar untuk lebih menghargai setiap proses yang ada. Mulai dari usaha orangtua yang memberinya perayaan ulang tahun, hingga kado-kado yang dia terima sebagai hadiah.

Lagi Pula Ini Adalah Bentuk Syukur Terhadap Sang Pemilik Hidup, Atas Hadirnya Buah Hati Dalam Kehidupan Orangtuanya

Beberapa orangtua lain bisa saja memilih tak pernah merayakan ulangtahun anaknya. Toh itu adalah hak masing-masing orang. Meski disebut-sebut sebagai budaya atau trend ikut-ikutan, kita bisa menilai ini sebagai ungkapan rasa syukur. Kehadiran si kecil ditengah-tengah keluarga, tentu jadi hal penting dalam hidup kita. Lalu apa salahnya jika kita ingin bersyukur atas pemberian ini. Lagi pula sebagai orangtua setiap orang tentu punya cara yang berbeda-beda untuk mensyukuri karunia tersebut. Namun pandangan yang tak sama, bukan berarti jadi alasan kita untuk menyalahkan mereka yang berbeda. 

Karena Selama Tak Diadakan Secara Berlebihan, Perayaan Ulang Tahun Akan Jadi Kado Termanis Yang Kelak Akan Ia Kenang

Tak hanya kegembiraan untuk senyum dan tawa yang kita lihat saat perasaan tersebut. Momen tersebut sampai kapan pun akan menjadi kenangan manis untuk buah hati dan kita sebagai orangtuanya. Sehingga kelak jika ada yang bertanya tentang perayaan ulang tahun semasa dia kecil, buah hati pun akan menjawab dengan wajah bahagia dan senyum mengembang. Mulai dari mengingat wajah-wajah orang yang hadir, kejadian lucu yang tak terlupa, hingga legitnya kue ulang tahun semasa kecil.

Sebagai orangtua, kita tentu punya pandangan masing-masing dalam hal mendidik dan memperlakukan anak. Namun bukan berarti karena benar dan salah. Sebab apa pun itu, setiap orangtua pasti memiliki alasan dan hal itu tentu dilakukan demi kebaikan anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menjadi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Pengusaha, Anak Tak Terbengkalai, Bisnis Pun Tetap Jalan. Begini Caranya!

women (2)

Bisa menyaksikan tumbuh kembang anak merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai bagi orangtua. Sayangnya tidak semua orangtua berkesempatan untuk merasakan hal itu. Kesibukan sehari-hari membuat kita sibuk dengan aktivitas pribadi. Hingga tanpa terasa, kita pun melewatkan momen tumbuh kembang buah hati.

Sebagian dari kita yang menjadi pengusaha, pasti pernah merasa kewalahan saat harus mengurus usaha dan anak pada waktu yang bersamaan. Dua hal yang sama-sama membutuhkan perhatian. Sebenarnya, bila kita mampu mengatur waktu maka mengurus anak sembari menjalankan usaha bukanlah hal yang mustahil. Untuk mewujudkan hal itu, Bunda hanya perlu melakukan 4 hal ini.

Bunda Bisa Memulainya Dengan Melakukan Manajemen Waktu Dan Membentuk Tim Yang Solid

Peranan manajemen waktu yang baik bagi bisnis adalah salah satu hal yang paling penting untuk mendukung kelancarannya, begitu pula dalam mendidik anak. Kita harus mampu menyeimbangkan waktu untuk menjalankan bisnis dan mengurus mereka, walau kadang akan ada  penolakan kecil yang mereka sampaikan.

Tidak perlu langsung memaksanya untuk memahami apa yang sedang anda jalani, pelan-pelan beri tahu mereka bahwa apa yang sedang anda geluti saat ini juga demi kebaikannya. Untuk menyiasati hal itu, ciptakan momen berkualitas saat bersama anak. Tak harus lama, yang penting anda bisa konsisten meluangkan waktu untuk anak setiap hari. Dengan begini bukan hanya bisnis saja yang berjalan lancar, anda pun tetap bisa menyaksikan tumbuh kembang buah hati.

Rancanglah Skema Kegiatan Yang Tetap Menghubungkan Anda Dengan Anak

Sesekali mungkin kita akan merasa khawatir dengan kegiatan anak disaat tidak bersama dengan orangtuanya. Untuk menyiasati hal itu, anda bisa mencoba memberikannya masukan terhadap kegiataan yang akan dilakukannya. Setelah sampai di rumah, anda bisa membahasnya bersama anak. Hal ini akan membuat anda selalu terhubung dengan anak walaupun disibukkan dengan aktivitas masing-masing.

Anda juga bisa memberi tugas untuk membaca sebuah buku yang sudah disiapkan untuknya. Pilihlan sebuah buku yang memang sesuai dengan usianya dan tentunya memiliki pesan moral yang baik. Lalu anda bisa meminta anak untuk menceritakan apa yang telah dibacanya tersebut. Memberikan ragam aktivitas lain yang tidak membosankan juga bisa dilakuakn. Selain buku, anda juga bisa memintanya untuk menonton film, memberikanya lagu, atau permainan baru yang bisa dilakukannya sendiri. Jangan lupa untuk memberikannya saran dan evaluasi yang membangun, serta apresiasi atas apa yang telah dikerjakannya ya Bun!

Tetap Ciptakan Komunikasi Yang Baik Dengannya Agar Mereka Merasa Bahwa Kesibukan Tak Membuat Anda Melupakannya

Didalam hubungan apa pun sepertinya komunikasi tetap menjadi hal yang penting. Hal itu juga berlaku dalam hubungan bisnis juga dalam hal mengurus anak. Jalinan komunikasi yang kita harus bangun dengan anak kadang tak  melulu harus secara intens yang mengharuskan kita bertatap muka secara langsung. Komunikasi pun bisa dilakukan lewat handphone jika kebetulan sedang tak bersama.

Memberikan beberapa pertanyaan seputar kegiatannya akan membuatnya lebih bersemangat dan merasa diperhatikan. Hal ini akan tetap membuat hubungan dan perhatian kita sebagai orangtua tercurah kepadanya. Meski  tidak sedang bersama, meraka tidak akan merasa sendirian atau jauh dari orangtua karena disela-sela kesibukan dan aktivitas kita masih bisa mencurahkan kasih sayang untuknya.

Tetap Berikan Pengawasan Yang Baik Untuk Semua Kegiatan Dan Perubahan Tumbuh Kembangnya

Aktivitas mengontrol dan memeriksa semua hal yang berhubungan langsung dalam bisnis yang anda jalani rasanya telah menjadi kewajiban. Namun hal itu juga berlaku saat mengurus anak. Kita harus memerhatikan semua kegiatan lengkap dengan berbagai sebab akibat yang akan ditimbulkan dari kegiatan yang dia lakukan. Pastikan apakah perubahan yang dia terima itu positif atau negatif.  Ketahui juga apakah dia memang benar menyukai hal tersebut atau malah sebaliknya. Kita bisa memberikan saran untuk segala kegiatannya, dengan begitu sang anak tetap merasa diperhatikan meski orangtuanya sibuk menjalankan usahanya.

Empat kiat di atas merupakan hal yang paling penting kita perhatikan ditengah-tengah kesibukan menjalankan kegiatan usaha dan kewajiban mengurus anak. Kunci utamanya adalah dengan tetap menyeimbangkan segala sesuatu sesuai kebutuhannya baik itu untuk kegiatan usaha maupun anak. Sebab momen tumbuh kembang anak tak akan lagi terulang, maka tak ada salahnya bila Bunda memprioritaskan kepentingan buah hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, 17 Agustus Sudah Di Depan Mata. Jangan Lupa Latih Si Kecil Untuk Mulai Memaknai Arti Kemerdekaan!

pexels-photo-173666

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Berbagai jenis perlombaan pun digelar untuk memeriahkan momen itu. Bukan hanya untuk orang dewasa, sederat lomba untuk anak-anak pun menarik perhatian si kecil. Inilah saatnya dia ikut berpartisipasi. Membiarkan anak mengikuti lomba 17-an adalah cara awal mengenalkan momen hari kemerdekaan padanya, meski ia mungkin belum tahu makna sesungguhnya tentang kemerdekaan. Selanjutnya, giliran Bunda untuk berperan aktif agar si kecil jadi lebih tahu tentang kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.

Pada dasarnya, mengenalkan arti kemerdekaan pada buah hati bisa dilakukan kapan pun. Termasuk menjelang momen 17-an seperti ini. Banyak cara yang dapat Bunda lakukan dari sekadar mengajak anak berpartisipasi dalam lomba di lingkungan tempat tinggal. Bunda harus memahami bahwa mengenalkan nasionalisme pada buah hati juga penting. Terapkan lima hal berikut agar si kecil mulai memahami makna hari kemerdekaan.

pexels-photo-54536

Mengajaknya Berkunjung ke Museum Agar Si Kecil Mulai ‘Melek’ Sejarah

Untuk mengisi liburan saat tanggal merah nanti tak ada salahnya Bunda mengajak si kecil berkunjung ke museum. Di sana, biarkan si kecil bereksplorasi melihat foto-foto pahlawan dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam museum. Bunda tak perlu terlalu serius atau menekannya untuk mengenal satu demi satu wajah pahlawan atau cerita perjuangan semasa penjajahan dulu. Cukup arahkan si kecil agar ia bisa memahami jika ada perjuangan berat nan heroik yang harus dilalui para pahlawan demi merebut kemerdekaan.

reading-77167 (1)

Ajak Si Kecil Untuk Mengenal Wajah dan Mengingat Nama Para Pahlawan Lewat Buku Cerita Bergambar, Cara Ini Lebih Dinamis dan Ekspresif

Saat Bunda berinisiatif mengenalkan wajah para pahlawan pada si kecil, lupakan gaya serius nan monoton yang membuat anda tampak seperti guru sejarah. Justru Bunda bisa ajari anak dengan gaya yang lebih dinamis yaitu memberinya sebuah buku cerita atau poster bergambar pahlawan, lalu menuturkan cerita perjuangan pahlawan tersebut pada si kecil. Sesekali kisah perjuangan para pahlawan bangsa pun dapat Bunda tuturkan sebagai cerita pengantar tidur si kecil. Atau jika buah hati Bunda cukup ekspresif, ajaklah dia menyelesaikan kuis sederhana seperti mencocokan nama pahlawan dengan foto wajah pahlawan tersebut. Meski sederhana, justru kuis semacam ini akan melatih daya ingatnya.

Four-kids-watching-a-movie

Televisi Swasta Biasanya Menyuguhkan Tayangan Langsung Upacara Pengibaran Bendera di Istana Negara, Ajak Si Kecil Untuk Ikut Menonton Tayangan Tersebut!

Upacara pengibaran bendera di Istana Negara adalah momen yang hanya terjadi setahun sekali. Mengajaknya menonton tayangan tersebut justru sangat tepat agar si kecil mulai paham makna menghormati bendera. Alihkan perhatiannya agar sejenak meninggalkan mainan kesukaan atau gadget yang ada di tangannya agar mau menonton upacara pengibaran bendera. Jika anak mulai tertarik lantaran terkesima melihat formasi para paskibraka, katakan padanya suatu saat kesempatan itu pasti datang bila ia sudah menginjak remaja.

pexels-photo-235554 (1)

Setel Lagu-lagu Wajib Nasional dan Jelaskan Alasan Bunda Melakukan Hal Itu!

Memaksa si kecil untuk mendengarkan lagu wajib nasional bukanlah ide yang bagus. Apalagi memintanya menyanyikan secara resmi. Bunda harus mulai berpikir kreatif dan memberinya opsi berupa aransemen atau instrument lagu-lagu wajib nasional yang mulai banyak dinyanyikan oleh penyanyi anak. Saat di rumah, sesekali selingi lagu anak dengan lagu-lagu kebangsaan. Jika si kecil mulai bertanya, Bunda bisa jelaskan alasan mengapa menyuguhkan lagu tersebut, yaitu agar dia nantinya tak asing dengan lagu-lagu tersebut.

pexels-photo-220455

Melibatkan Si Kecil Ketika Memasang Atribut 17-an Akan Membuatnya Senang

Bendera adalah atribut 17-an yang biasanya hampir terpasang di setiap rumah menjelang hari kemerdekaan. Nah, Bunda dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak si kecil ikut membantu mengikatkan atau mengerek bendera hingga mencapai puncak. Ketika si kecil mulai membantu, Bunda dapat mengajaknya mengobrol sembari bercerita tentang makna kemerdekaan sekaligus menjelaskan arti warna bendera merah putih pada si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top