Parenting

Orangtua Wajib Tahu, Inilah Cara Mendidik Anak agar Patuh, Baik dan Religius

anakreligius

Memiliki anak-anak yang baik, patuh, cerdas dan religius merupakan sebuah harapan besar bagi para orang tua. Oleh karena itulah, kita sebagai orang tua wajib mendidik anak-anak kita sejak dini supaya dapat menjadi anak kebanggaan bagi orang tua. Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar? Dalam artikel ini penulis akan mencoba untuk memaparkan caranya untuk anda.

Cara mendidik anak agar baik, patuh, cerdas dan religius

Pada prinsipnya secara teori memang mudah mendidik anak, namun pada faktanya tidak semua orang tua bisa melakukannya. Hal itu banyak sekali anak-anak yang tumbuh kembangnya mengalami hambatan dan menjadi anak yang kehadirannya kurang diharapkan karena memiliki kepribadian yang kurang baik. Nah, di bawah ini adalah cara mendidik anak yang baik dan benar sejak dini.

  1. Ajarkan kemandirian dan tanamkan rasa tanggungjawab kepada anak sejak usia dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa cemas pun khawatir yang berlebihan kepada anak-anaknya. Sebaiknya janganlah terlalu berlebihan mencemaskan dan mengkhawatirkan anak atau ofer protektif. Hal itu justru tidak baik untuk penanaman kepribadian anak. Namun cobalah untuk mempercayai buah hati anda, tetapi harus tetap dipantau dari jauh tanpa ada pengekangan atau melindungi tatkala dia bersalah.Mulailah untuk mengajarkan kepada buah hati anda untuk mengetahui benda-benda miliknya, serta merapikannya setelah bermain. Ketika sudah anak anda sudah memasuki masa sekolah maka ajarkan dia untuk membantu mempersiapkan keperluannya, berilah uang saku yang cukup dan cobalah untuk mengajarkannya menabung sedikit dari uang saku tersebut.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan rasa ingin tahu pada anak sejak dini.

Pada usia yang masih anak-anak mereka merasa memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Ketika melihat benda-benda dan sesuatu yang belum diketahui dan dipahami maka biasanya mereka akan banyak bertanya. Sebagai orang tua anda tentunya harus menjawab dengan penjelasan yang mudah dan mampu dipahami oleh anak tersebut. Jika anda tidak mengetahui tentang apa yang ditanyakan, maka dalam memberi jawaban sebisa mungkin tidak berbohong, tetapi berusahalah untuk memberikan jawaban yang selogis mungkin. Sebaiknya anda menghindari kata “tidak tahu”. Anda bisa menyanggupi untuk mencari tahu tentang apa yang ditanyakan oleh anak tersebut.

Namun jika anak anda merupakan anak yang pasif atau tidak suka bertanya, maka cobalah untuk menjelaskan sesuatu tanpa ditanya. Sebagai contoh: “Nak, itu kambing, makannya rumput, suaranya mengembek, dan dagingnya enak dimakan, dan biasa untuk korban,” begitulah kiranya.

  1. Ajarkan dan tumbuhkan kemampuan berpendapat aak sejak dini.

Pada umumnya para orang tua akan merasa acuh terhadap anak yang mengemukakan pendapatnya. Mereka menganggap bahwa pendapat anak tidaklah penting karena masih anak-anak. Padahal jika anak tidak dipedulikan akan bisa berdampak minder dan tidak lagi berani untuk mengemukakan pendapat. Kita sebagai orang tua wajib belajar untuk selalu mendengarkan pendapat anak, apabila pendapatnya tidak benar kita sebagai orang tua bisa mengkoreksinya. Sebagai contoh kita bisa memberi respon yang baik dan positif ketika anak berpendapat dengan memberi pujian positif meski pun pendapat yang dikemukakan asal-asalan.

Namun jika anak anda termasuk anak yang memiliki sikap pemalu maka anda bisa memberikan umpan ddengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ringan sehingga dapat memicu si kecil untuk mengeluarkan pendapatnya.

  1. Ajarkan pada anak sejak dini rasa sosial, bersimpati dan empati.

Sebagai manusia yang sudah dikodratkan sebagai makhluk sosial tentu memiliki sikap sosial, simpati, dan empati sangatlah penting. Nah supaya anak tumbuh menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain maka ajarkanlah sedini mungkin pada mereka tentang bagaimana menghargai orang lain, bagaimana menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara memahami lingkungan disekitar kita.

Anda bisa mengajarkan pada anak anda tentang bagaimana cara memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan bantuannya, dan ajarkan pula sikap tidak sombong pada anak anda.

Sebagai contoh, ketika ada pengemis yang datang ke rumah anda, mintalah anak anda untuk memberikannya.

  1. Berikanlah sikap toladan yang baik.

Sebagai orang tua kita harus bisa bersikap sempurna dihadapan anak-anak kita. Sebab orang tua merupakan contoh yang akan dianut oleh anak-anak hingga dewasa nanti. Jika kita ingin anak-anak kita bersikap sopan, bertutur kata yang lembut dan baik, maka kita harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Namun jika kita ingin anak kita memiliki sikap religius, maka kita harus memberi contoh seperti orang yang memiliki sikap religius.

Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa didalam mendidik anak harus benar-benar matang dan jangan lupa berikanlah perhatian yang cukup. Jangan berlebih dan jangan kurang, sebab keduanya tidak baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Demikianlah pembahasan tentang tips mendidik anak agar baik, patuh dan religius. Semoga dapat bermanfaat.

1 Comment

1 Comment

  1. agus

    March 14, 2018 at 10:00 am

    terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali. Dalam mendidik anak memang dibutuhkan kesungguh-sungguh apalagi di era digital saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

1 Comment

1 Comment

  1. agus

    March 14, 2018 at 10:00 am

    terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali. Dalam mendidik anak memang dibutuhkan kesungguh-sungguh apalagi di era digital saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Kesal ya Bun Saat Si Kecil Cenderung Aktif dan Tak Bisa Diam

baseball-player-running-sport-163239

Punya anak kecil pasti tak bisa dilepaskan dari yang namanya kerepotan ya, Bun. Apalagi kalau si kecil sedang aktif-aktifnya. Berlarian kesana kemari, bahkan tak jarang tingkah lakunya jadi membuat rumah jadi berantakan. Pada situasi semacam ini, kesabaran memang diperlukan, Bun. Jangan buru-buru kesal kalau si kecil terlalu aktif. Sebab ternyata dibalik keaktifannya itu, ada hal yang sepatutnya Bunda syukuri. Belum tentu balita di luar sana dianugerahi fisik sekuat dan setangguh si kecil.

Kalau Si Kecil Aktif, Ada Potensi Ia Akan Tumbuh Jadi Pribadi yang Lebih Cerdas

pexels-photo-1042440

Bunda perlu tahu, gerakan yang dibuat si kecil ternyata berdampak pada perkembangan otaknya. Berdasarkan pemaparan dari Bindy Cummings, seorang konsultan pengembangan anak mengungkapkan kalau orangtua perlu mendorong anaknya bergerak lebih banyak sejak usia dini.

Gerakan aktif tersebut mampu membantu anak untuk mengontrol tubuh serta posturnya agar berkembang dengan baik. Di lain sisi, semakin sering ia bergerak maka sistem motoriknya pun akan semakin terlatih dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan otaknya. Karenanya, saat si kecil tampak tak bisa diam, sejatinya Bunda justru harus hadir serta membantunya untuk mengenali mana yang perlu dilakukan dan tidak boleh di lakukan. Hal ini akan membuat si kecil justru lebih cerdas dalam mengatur dirinya sendiri.

Keaktifan si Kecil Menolongnya Untuk Mau dan Mampu Mengenali Lebih Banyak Hal

people-children-child-happy-160946

Sally Fitzgerald, seorang konsultan dari Goodstart Early Learning mengatakan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar. Ia menambahkan, anak dengan tipikal semacam ini mereka akan lebih banyak mengenal dunia luar dan lebih mudah dalam menyelesaikan tugas belajar yang tampak lebih kompleks. Keaktifannya mendukung pertumbuhan kognitif dan kemampuan berbahasa. Nah di masa-masa semacam inilah Bunda perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara Bunda dan si kecil.

Dengan Tak Mengekangnya Saat Si Kecil Sedang ‘Banyak Tingkah’, Hal Itu Akan Membantunya Jadi Anak yang Lebih Bahagia

pexels-photo-220455 (1)

Anak yang tak bisa diam biasanya akan sangat suka melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari bahkan melompat. Nah, aktivitas semacam ini sejatinya membawa dampak yang sama seperti saat ia sedang berolahraga, salah satunya serotonin di dalam tubuh akan meningkat. Bunda perlu tahu, serotonin adalah salah satu hormon yang bisa memicu perasaan bahagia, meningkatkan napsu makan, bahkan mengurangi depresi. Di lain sisi, anak yang tidak bisa diam juga akan jauh lebih sehat karena melakukan aktivitas fisik dengan sendirinya.

 

1 Comment

1 Comment

  1. agus

    March 14, 2018 at 10:00 am

    terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali. Dalam mendidik anak memang dibutuhkan kesungguh-sungguh apalagi di era digital saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Sang Anak Jadi Siswa Terbaik, Deddy Corbuzier Buktikan Jika Anak Broken Home Juga Bisa Berprestasi

Selain kemampuannya dalam dunia hiburan tanah air, hal lain yang sering jadi sorotan dari seorang Deddy Corbuzier adalah caranya mendidik anaknya Azka. Dimedia sosial, ia kerap bercerita tentang bagaimana ia memberikan pemahaman pada Azka, mengajarinya untuk bertata krama, dan tak pernah memaksa anaknya untuk jadi seperti apa yang ia suka.

Dan baru-baru ini, dari laman Instagram pribadinya. Ada berita bahagia yang ia bagikan, tentang betapa bangganya Deddy pada sang anak. Memakai busana hitam lengkap dengan topi kelulusannya dari Sekolah Dasar. Azka tampak berdiri ditengah-tengah antara Ayah dan Ibunya. Kompak untuk berpose senyum, baik Deddy maupun Kalina, mantan istrinya menuangkan rasa bangganya meraka pada keterangan foto yang dibagikan pada Instagram masing-masing.

Dedy

“Pelajar dengan LULUSAN TERBAIK! So who said Broken Home is a broken Kid?
Dari semua anak yang Lulus ke SMP he Got the Best student award!! Yes. THE BEST.
Broken Home u said.. Dislexian u said… Champion I said. Congrats @azkacorbuzier u never fail to amaze me. Again… And again. – A Proud Father.” begitu tulis Deddy.

Dari Deddy dan Kalina, kita bisa belajar bun, bahwa meski memiliki orangtua yang sudah bercerai bukan berarti sang anak akan kehilangan kasih sayang dari keduanya, dan bukan berarti pula ia akan jadi anak yang nakal dan rusak seperti yang selama ini banyak digambarkan.

Keberhasilan Azka yang lulus jadi siswa terbaik jelas adalah hasil dari didikan orangtuanya, yang ternyata tak hanya membuat kedua orangtua bangga. Sebab beberapa netizen di Instagram juga menyampaikan rasa kagum pada kolom komentar foto yang diunggah Daddy.

Wah, selamat buat Azka, sudah jadi Siswa lulusan terbaik, dan selamat juga untuk kedua orangtuanya yang saat ini pasti bangga.

1 Comment

1 Comment

  1. agus

    March 14, 2018 at 10:00 am

    terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali. Dalam mendidik anak memang dibutuhkan kesungguh-sungguh apalagi di era digital saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Risau Bun, Ada Lho Penjelasannya Mengapa Anak Perempuan Bisa Beralih Jadi Tomboy

pexels-photo-755043

Istilah tomboy disematkan untuk perempuan yang memiliki karakter atau perilaku seperti laki-laki. Biasanya perempuan seperti ini justru cenderung suka dengan hal-hal yang berbau maskulin mulai dari pakaian, gaya, sampai mungkin pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki. Bunda sering mendapati situasi semacam ini? Atau jangan-jangan si kecil yang notabene perempuan justru terlihat tomboy ya Bun? Tenang ya Bun, jangan khawatir. Sebab ada alasan logis mengapa si kecil jadi terlihat tomboy.

Pertama, berdasarkan sebuah studi dari Child Development, hal ini disebabkan lantaran meningkatnya kadar testosteron selama masa kehamilan serta pengaruh lingkungan sebelum anak perempuan memasuki masa sekolah. Menurut studi ini, semakin banyak paparan testoteron pada si kecil ketika masih di dalam rahim, semakin besar pula kemungkinan ia akan jadi seorang yang tomboy. Tak menutup kemungkinan, saat dirinya tumbuh dewasa, dia akan lebih suka permainan yang umumnya dimainkan oleh anak laki-laki.

pexels-photo-220455

Kemudian seperti dikutip di laman WebMD, Melissa Hines, PhD, peneliti dari City University di London mengatakan, faktor lain seperti pendidikan ibu, saudara laki-laki dan perempuan yang lebih tua atau orang dewasa laki-laki di rumah, serta pandangan orang tua terhadap peran gender tertentu, juga dapat memengaruhi munculnya perilaku tomboy lho, Bun. Namun, para peneliti mengatakan bahwa beberapa faktor tersebut belum diperhitungkan mengenai keterkaitan antara testosteron dan perilaku yang ditemukan dalam penelitian ini.

Nah, saat Bunda sudah mengetahui alasan ilmiah mengapa si kecil mungkin bisa berperilaku tomboy, baru Bunda bisa menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi kebiasaan si kecil. Satu hal yang diungkapkan penelitian yaitu faktor sosial bisa berdampak pada perilakunya di kemudian hari bisa jadi pedoman bagi Bunda dalam mengarahkan si kecil.

Bunda boleh khawatir, tapi jangan sampai si kecil jadi melewatkan beberapa tahapan dalam masa tumbuh kembangnya. Ya, si kecil harus melewati tahapan baik secara fisik, kognitif, ataupun psikososial. Disinilah peran Bunda dan Ayah sangat krusial dalam mempersiapkan si anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kendala sudah pasti akan dijumpai. Namun dari sinilah anak belajar untuk berproses. Berikut ini tips-tips yang Bunda perlu lakukan:

Jangan Memaksakan si Kecil untuk Jadi Seseorang yang Dia Tidak Sukai

pexels-photo-301977

Ya, Bunda perlu mengakui secara jujur kalau memang si kecil itu tomboy. Tak perlu mengelak ya Bun. Sebab kalau dari hati Bunda saja menolak, justru akan mempersulit fase si kecil nantinya supaya tak kian tomboy. Pahami dirinya Bun, dengan tak memaksanya untuk menjadi seperti yang Bunda mau.

Ajarkan Si Kecil Jadi Sosok Putri Sungguhan

pexels-photo-173666

Sebagai orangtua, Bunda bisa coba mengisahkan banyak tokoh perempuan atau puteri yang menginspirasi dunia. Ajak juga si kecil menonton acara fesyen agar lebih terbuka wawasannya mengenai dunia perempuan. Dengan begitu, dia akan tahu kalau menjadi perempuan itu juga sama menyenangkannya.

Kemudian Biarkan Dia Mengadaptasi Gayanya Sendiri

pexels-photo-755043

Saat dia mulai bisa menyukai dunianya, biarkan dia mengadaptasi gayanya sendiri. Dia pasti akan dibekali naluri untuk berdandan atau mencoba pakaian ibunya atau apa pun itu. Yang penting, Bunda selalu mendukungnya. Dengan demikian, si kecil akan merasa nyaman saat mengadaptasi gayanya sendiri. Dalam hal ini, dukungan Bunda akan sangat berarti untuknya.

 

1 Comment

1 Comment

  1. agus

    March 14, 2018 at 10:00 am

    terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali. Dalam mendidik anak memang dibutuhkan kesungguh-sungguh apalagi di era digital saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top