Parenting

Orangtua Mana yang Tidak Saya pada Anaknya, 10 Hal yang Tidak Harus Anda Lakukan Untuk Menunjukan Rasa Cinta

memberikan

Kita ingin memberikan anak-anak kita yang terbaik. Kita akan senang untuk memberikan anak-anak kita semua hal yang kita tidak pernah memiliki. Tapi kadang-kadang orang tua terlalu jauh dalam menunjukkan kasih sayang mereka. Dan ini tidak memberikan dampak yang baik untuk anak-anak kita. Karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, perhatikan poin-poin yang tercantum di bawah ini.

memberikan

1. Membuat mereka merasa seperti raja.

Memang penting untuk membuat anak-anak Anda merasa istimewa, tapi kehilangan otoritas Anda kepada mereka hanya akan memiliki konsekuensi negatif. Menegaskan otoritas Anda berarti membangun perbatasan, batas-batas dan keterbatasan Anda dalam membesarkan mereka. Meskipun penting untuk mempercayakan mereka dengan tanggung jawab tertentu, tugas Anda sebagai orang tua adalah untuk membimbing mereka melalui hal itu dan menjadikan keberhasilan sesuai dengan apa yang mereka raih dan lakukan.

2. Percayakan mereka dengan terlalu banyak uang.

Uang adalah alat; bukan hiasan. Semakin awal Anda membuat mereka mengerti ini, semakin paham anak-anak menggunakannya. Meskipun kita hidup berkecukupan dan begitu banyak pilihan yang mudah, tapi tugas Anda adalah untuk mengelola sumber daya, meskipun berlimpah. Mempercayakan mereka dengan satu juta dolar atau membeli perhiasan mahal bagi mereka di tahun-tahun awal mereka akan menjadi terlalu banyak bagi mereka, dan hasil akhirnya: mereka dapat tumbuh menjadi anak yang tidak bersyukur.

3. Tidak membuat mereka bekerja.

Kerja sangat penting dalam kehidupan. Setiap orang dewasa yang bertanggung jawab harus bekerja untuk mencari nafkah. Membuat mereka mengerti ini bermanfaat bagi keberhasilan mereka sebagai orang dewasa. Memang sangat dimaklumi bahwa Anda mungkin ingin melindungi mereka dari segala sesuatu yang melelahkan, tapi mengajarkan mereka pelajaran penting dari pekerjaan akan lebih protektif dari destruktif. Terutama mereka akan menghargainya saat mencoba ke jenjang perguruan tinggi. Biarkan mereka menghargai mendapatkan sesuatu yang bernilai dan merasa bangga karenanya.

4. Tidak mendorong mereka untuk memberi dan menolong tanpa pamrih

Salah satu pelajaran yang paling penting yang diajarkan orang tua dulu adalah adalah membalas kebaikan. Itu adalah aliran kehidupan. Kit amendapatkan sesuatu dan kita memberikan sesuatu. Berikan kebebasan kepada anak yang meminta ijin untuk berbagi, menolong, berbuat baik, dalam hal perbuatan atau amal.

5. Tidak mengharuskan mereka untuk bersyukur.

Anda mungkin merasa anak Anda layak mendapat segala sesuatu yang dia menerima dan tidak berutang apapun. Hal ini akan tidak akan membentuk semangat menghargai bagi mereka. Cobalah membiasakan kata sederhana seperti “terima kasih” sebagai cara untuk membuat mereka memahami pentingnya segala sesuatu yang mereka dapatkan.

6. Memberikan contoh sebagai perengek dan pengeluh

Kita sebagai orang tua seharusnya memimpin dengan contoh. Anak-anak kita harus melihat bahwa tanggung jawab ada dalam diri kita, bahwa kita tegas dan bijaksana. Kita tidak harus merengek dan mengeluh tentang segala sesuatu di depan mereka.

7. Gagal menetapkan batas-batas.

Secara alami, anak-anak ingin dimanja. Ini bukan tugas Anda sebagai orang tua untuk selalu membuat hal ini terjadi. Sebaliknya, Anda perlu mendidik dan memastikan berperilaku baik dan menyenangkan. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu memberlakukan pembatasan; jika tidak, anak akan menjadi tidak sopan dan kasar.

8. Membiarkan mereka memilih cara mereka sendiri sepanjang waktu.

Kesemuanya ini adalah tentang memilih apa yang Anda harus berikan kepada mereka dan apa yang tidak. Ada perbedaan dengan menginginkan gadget baru atau memiliki permen. Hal yang tersisa bagi Anda untuk memilih hal-hal yang harus mereka miliki dengan cara mereka dan hal-hal yang tidak sebaiknya mereka miliki.

9. Menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah.

Jika anak Anda bosan dengan mainan lama, Anda akan membelikan dan menawarkan mainan yang baru sebagai cara untuk menghentikan mereka dari merengek. Jika Anda melakukannya, maka Anda menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah. Hadiah harus ditawarkan untuk menunjukkan bahwa mereka layak dan telah menunjukkan mereka cukup bertanggung jawab untuk menangani dan mengelola diri mereka sendiri.

10. Mencegah mereka berteman.

Hal ini bukan tentang berteman dengan anak-anak lainnya. Kadang-kadang, banyak manfaat yang bisa dipetik jika Anda membawa mereka ke pertemuan orang tua yang berbagi pengetahuan mendalam. Biarkan mereka melihat manfaat dari bersyukur. Undang orang-orang yang berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela ke rumah Anda. Menyesakkan anak dalam hubungan yang tidak sehat akan merusak anak.

11. Melepaskan Anak dari Tanggung Jawab

Anak Anda harus bertanggung jawab atas / tindakannya. Ya anak Anda akan membuat kesalahan, tapi membiarkan mereka lolos dari tanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan ini tidak membuat mereka melihat pentingnya belajar dari kesalahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Salah Satu Pengertian Yang Harus Diajarkan Orangtua,Mengelola Rasa Dendam Pada Anak Dengan Baik

Anakdendam

Membesarkan anak menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup, akan ada banyak fase yang kita lalui dalam mendidik anak. Mulai dari perubahan tumbuh kembang fisik hingga perubahan sikap yang dimilikinya, sebagai orangtua yang akan menjadi panutannya kelak kita juga harus bisa memberikan contoh yang baik untuk sang anak. Baik itu contoh baik dalam perbuatan, ucapan dan pola sikap yang kita tunjukkan.

Kejadian-kejadian buruk dan tidak menyenangkan yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan banyak orang ternyata banyak dipicu oleh sakit hati dan Rasa dendam, tak hanya antara orang dewasa ternyata anak-anak pun tak luput menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku untuk berbagai kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Hanya karena rasa Sakit hati dan dendam seseorang bisa melukai oranglain bahkan hingga membunuh. Betapa ternyata hal ini bisa berakibat fatal bagi si pelaku juga yang menjadi korban. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah dendam yang setiap orang atau setiap anak bisa begitu buruknya ? tentu saja tidak, jika kita bisa mengontrol diri dan mengajari anak. Dendam tak melulu berujung tragis seperti kebanyakan kejadian sekarang ini. Lalu apa saja sih yang perlu kita tanamkan kepada anak untuk mampu mengelola rasa dendamnya dengan baik? Kita bisa lihat di point-point berikut ini

Kita Harus Mampu Menyadari Dendam Yang Dirasakan Oleh Anak

Sebagai langkah awal, kita sebagai orang tua harus mampu menyadari rasa dendam yang dirasakan oleh anak. Bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan memahami emosi yang sedang dirasakannya, dengan menyadari emosi yang dirasakan olehnya, kita akan dapat memahami pengaruh dendam yang sedang dirasakannya tersebut pada caranya berinteraksi dengan kita ataupun oranglain. Untuk mencegahnya tetap memelihara dendam kita bisa memberinya pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah hal yang baik, selain membuatnya mengerti dia juga akan tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu bukti kepekaan kita terhadapnya.

Membantunya Untuk Mengontrol Diri Untuk Segala Dendam Yang Dimilikinya

“Sebenarnya dendam dapat dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri atau menyakiti orang lain. Dendam boleh ada tapi anak tidak boleh jadi pendendam,” – Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psi , Seorang Psikolog Anak dan Remaja
Selama mampu mengotrol anak dengan baik dendamnya takkan mungkin merugikan orang lain, lalu jika sudah mampu mengontrol diri lantas darimana dendam itu bisa datang ? selain dengan karena perbuatan yang memang ditimbulkan orang lain kepadanya, dendam pada diri anak juga bisa tumbuh karena pola didik orangtua yang memang keliru yang kadang kita lakukan secara langsung atau tidak langsung. Contoh sederhananya kita sering menyalahkan lantai ketika anak kita terjatuh, yang secara tidak langsung memberikan dia pandangan untuk melihat suatu masalah sebagai ulah orang lain dibanding intropeksi pada diri sendiri.

Memberikan Contoh Dengan Mengungkapkan dan Menamakan Segala Rasa Yang Dimiliki

Sebagai orang tua kita juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan dan menamakan semua rasa  yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada anak “Mama sedih kalau kakak buang-buang makanan” atau “papa bangga kalau adik mau berbagi mainan dengan teman”. Sehingga anak kita akan terbiasa dengan hal tersebut, mengungkapkan segala yang dirasakannya. Menyatakan rasa atau keinginan ke dalam kata-kata (labeling) memiliki fungsi untuk memaknai ulang rasa yang dirasakan sehingga dapat mengalihkan dari tindakan emosional atau menyimpan suatu dendam untuk segala sesuatu dan memberikan rasa bahwa dia dapat mengontrol kondisi yang sedang dihadapi

Mengamati dan Mendengarkan Cara Anak Mengekspresikan Berbagai Macam Emosinya

Untuk hal ini kita tentu mampu melihat semua perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak, kita bisa tahu bagaimana wajahnya saat marah, sedih, kecewa dan memelas. Terlebih ketika anak sedang marah dan emosi usahakan untuk tidak menghindari dan mengalihkannya dari rasa marahnya tersebut, tunjukkan bahwa kita memang memahaminya bahkan saat marah sekalipun dan kita dapat membantunya dengan menamakan emosi yang sedang dirasakannya Misalnya “Kakak marah ya ? cakenya mama habisin?”

Kita juga harus memberi mereka pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada, selalu ajarkan anak untuk bisa lebih mudah memafkan ketika ada orang lain yang sekiranya berbuat salah karena menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti hati dan jiwanya sendiri atau bahkan oranglain.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengurus Anak-anak Bukanlah Pekerjaan Mudah, Agar Lebih Sabar Hadapi Anak Lakukan 7 Cara Ini

mengurusanak

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang seharian mengurus anak-anak bukanlah pekerjaan mudah. Malah bisa dibilang paling sulit dibanding jadi ibu karier. Tetapi, meski begitu pekerjaan menjadi  seorang ibu rumah tangga adalah tugas yang mulia yang belum tentu bisa dilakukan semua orang.

Saat mengurus anak-anak, ada saja tingkah mereka yang bikin geleng-geleng kepala. Sebagai ibu, kita harus memutar otak agar bisa tetap bersabar dan mengurus mereka dengan baik.

Bunda, mau tahu rahasia tetap bersabar saat menghadapi tingkah lakunya yang bikin pusing 7 keliling? Simak tips ini.
1. Jika Merasa Masalah Sudah Tidak Bisa Ditangani, Tenangkan Diri dengan Diam dan Tinggalkan Sejenak
Mengurus anak tidak hanya menguras energi tapi juga menguras energi. Setiap hari ada saja masalah yang ditemukan saat mengasuh si kecil, entah itu anak yang suka menangis, anak yang tidak menurut ketika diminta untuk makan, anak yang tidak patuh terhadap perintah orangtua, dan sebagainya. Ketika emosi, biasanya melampiaskannya dengan kemarahan. Tetapi, jika ingin marah pada anak sebisa mungkin tahan dulu.

Hal ini karena ibu yang sering memarahi anak-anak dengan bahasa yang kasar dan nada bicara yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Jadi, bunda harus menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melontarkan respon pada tingkah anak yang menurut Bunda tidak baik.

Tenangkan diri dengan diam dan tinggalkan masalah sejenak, jika hati dan pikiran sudah tenang. Barulah kembali pada anak dengan memberinya nasihat dengan kata-kata yang baik.
2. Anak-anak yang terlalu aktif memang bikin lelah, tapi sadarilah mereka itu anak yang cerdas
Anak yang aktif dan sering bergerak mencirikan anak tersebut sehat lho Bun! Keceriaan yang mereka bawa setiap hari akan meningkatkan kecerdasan dan kepekaan mereka akan sesuatu hal yang baru. Anak yang aktif justru patut disyukuri, karena kalau mereka sakit pastinya Anda sebagai orang tua akan sedih melihat anak yang kesakitan dan akan merasa kesepian jika tidak ada ocehan mereka yang selalu mengisi hari-hari Bunda di rumah.
3. Tarik napas panjang-panjang agar tidak timbul keinginan untuk berbicara dengan nada tinggi
Tarik napas yang dalam merupakan sebuah cara yang bisa digunakan untuk meredam emosi. Sering-seringlah bersyukur agar tidak mudah marah kepada anak. Anak butuh sosok seorang pendamping dan penuntun agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan baik. Jika bukan Bunda yang mengajari, lalu siapa?
4. Ganti ekspresi marah Anda dengan memeluk dan mencium si buah hati
Daripada marah-marah malah membuang energi dan bikin tangisan si kecil makin kencang, lebih baik ganti ekspresi marah dengan peluk dan cium. Memeluk dan mencium adalah bahasa cinta yang baik yang bisa meredam amarah Anda pada si kecil. Pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai an mudah dimengerti oleh anak jika Anda menyampaikannya dengan penuh kasih sayang.
5. Ketika Anda jengkel mempunyai anak seperti mereka, ingatlah tidak semua wanita di luar sana dikaruniai anak
Beruntunglah Anda, karena tidak semua istri diluar sana bisa mendapatkan kesempatan menjadi seorang ibu. Saat Anda sedang jengkel dan ingin mengeluh selalu ingat dan bersyukur bahwa Anda adalah salah satu wanita yang beruntung karena punya keturunan. Masih banyak wanita yang hingga saat ini masih menunggu datangnya anak padahal sudah puluhan tahun menikah.
6. Anak butuh sosok teladan yang baik dari seorang ibu, saat ini mereka mungkin akan meniru segala tindakanmu
Pribadi anak tercipta dari bagaimana orang tua membentuknya. Jadi sebisa mungkin saat ia masih kanak-kanak, Bunda sudah mengajarkan hal yang baik-baik yang bisa jadi teladan hingga ia dewasa nanti. Anda pasti bangga, jika anakmu kelak, saat ia dewasa nanti punya sifat yang bisa membanggakan orangtuanya.

Maka itu, sebisa mungkin jangan perlihatkan perbuatan buruk atau kasar di depan anak-anak, karena anak-anak adalah peniru yang ulung!
7. Ketika Anda merasa lelah, ingatlah bahwa momen tidak akan bisa terulang. Nikmati setiap detik pertumbuhan mereka dengan ikhlas
Waktu akan terus berjalan maju, dan apa yang terjadi saat ini tidak bisa terulang di masa depan. Masa anak-anak tumbuh hingga menjadi dewasa kelak patut dihargai dan dibanggakan, karena saat anak-anak dewasa nanti, Anda sebagai orangtuanya akan merasa kesepian karena saat ia dewasa akan mempunyai kesibukannya sendiri.
Nikmatilah momen yang Bunda alami hari ini, karena Anda akan merindukannya suatu saat nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 10 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

gadget

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top