Kesehatan Ibu & Anak

5 Penyakit Ini Sering Menyerang Anak Balita, Kenali Penanganannya Agar Bunda Tak Panik

StockSnap_WEVW54ATOC

Anak balita (bawah lima tahun) adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak balita belumlah sempurna sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang ada pada orang dewasa.

Dengan demikian penyakit-penyakit ringan yang menyerang orang dewasa bisa menjadi sebuah penyakit yang berbahaya jika terjadi pada anak balita. Nah Bunda, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang biasa menyerang anak balita.

Diare Menjadi Salah Satu Penyakit Yang Cukup Sering Menyerang Si Kecil

Menurut para ahli kesehatan bayi dan anak, diare merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering menyerang anak balita. Ada banyak faktor terjadinya diare pada anak balita, seperti sensitif terhadap jenis makanan tertentu, terlalu sering mengonsumsi jus buah, hingga terjadinya infeksi pada saluran pencernaannya.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperbanyak asupan air putih kepada anak. Cara lainnya adalah dengan memberikan oralit pada si kecil sesuai dengan porsinya. Hal ini untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Namun jika dalam waktu 24 jam diare belum reda, atau bahkan diikuti dengan muntah-muntah, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Demam Pada Balita Juga Harus Diwaspadai Bun

Perlu Bunda ketahui, sebenarnya demam bukanlah termasuk jenis penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh.  Misalnya saat influenza atau setelah imunisasi.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mengompres kepala dan tubuh anak dengan menggunakan air dingin. Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Namun jika suhu badannya telah mencapai 38 derajat Celcius, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Untuk mengetahui suhu tubuhnya, Bunda dapat melakukan pengukuran suhu dengan termometer melalui anus si kecil.

Konstipasi Atau Sembelit Pun Umum Menyerang Anak Balita

Konstipasi atau sembelit pun termasuk jenis penyakit yang umum menyerang anak. Tanda-tanda si kecil mengalami konstipasi adalah dia akan menangis saat bab, atau vesesnya terlihat keras saat dia BAB. Untuk mengatasinya, Bunda dapat menambah asupan ASI atau jus buah. Namun jika langkah tersebut sudah dilakukan dan kondisi si kecil masih belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Ruam Pada Balita Biasanya Disebabkan Oleh Alergi, Infeksi, Kulit Kering, dan Lecet pada Kulit

Sama seperti ketiga jenis penyakit di atas, ruam pun termasuk salah satu penyakit yang umum menyerang kulit balita. Biasanya penyakit yang satu ini disebabkan oleh alergi, infeksi, kulit kering, dan lecet pada kulit. Selain itu, ruam juga terjadi akibat pemakaian popok basah dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, gantilah popok buah hati anda sesering mungkin. Selain itu, Bunda dapat menggunakan baby oil atau lotion khusus untuk anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit anak.

Saat Batuk Belum Juga Reda Hingga 4 Hari, Segera Bawa Buah Hati Ke Dokter Ya Bun!

Jenis penyakit lainnya yang cukup sering menyerang si kecil adalah batuk. Pada umumnya batuk disebabkan akibat serangan virus. Jika si kecil terkena batuk disertai dengan demam ringan, maka kemungkinan besar batuk tersebut terjadi akibat infeksi virus.

Untuk mengatasinya, anda dapat menambah jumlah asupan ASI pada anak. Hal ini dilakukan karena para ahli kesehatan bayi dan anak tidak menganjurkan bayi berusia dibawah 4 bulan untuk mengonsumsi obat batuk. Untuk itu, ASI dianggap sebagai cairan yang dapat memenuhi asupan nutrisi si kecil. Namun jika demam dan batuk tersebut belum juga reda hingga 4 hari, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Penyakit-penyakit seperti demam, batuk, konstipasi atau sembelit, dan juga diare merupakan penyakit yang biasa ketika menyerang orang dewasa. Namun Bunda harus waspada jika penyakit-penyakit tersebut menyerang bayi atau anak karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Anak Makin Nyaman Belajar, Siapkan Gadget Ini Saat Dia Kembali Masuk Sekolah Bun

child-1822471_640

Libur telah tiba. Anak-anak pun antusias menikmati liburan. Untuk sejenak mereka tak lagi menjalani rutinitas belajar di sekolah. Bunda tentu juga telah menyiapkan agenda seru agar liburan terasa menyenangkan bukan? Meski begitu, sebaiknya Bunda pun meluangkan waktu untuk menyiapkan gadget-gadget yang akan kembali dibutuhkan si kecil begitu liburan usai.

Keberadaan gadget tersebut tidak bisa dianggap remeh, sebab bisa digunakan untuk memantau keberadaan buah hati dan juga digunakan anak untuk menunjang proses pembelajarannya. Lalu apa sajakah gadget-gadget yang dibutuhkan anak?

Jam Tangan Pintar Untuk Memantau Keberadaan Anak

Keamanan anak menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan orangtua. Apa lagi baru-baru ini banyak berita adanya penculikan terhadap anak sekolah. Hal itu membuat orangtua semakin khawatir dan cemas akan keberadaan anak-anaknya. Maka akan lebih baik jika orangtua bisa memberikan jam tangan yang memiliki fitur untuk mengetahui lokasi anak. Dengan demikian Bunda pun bisa lebih tenang.

Bekali Anak Dengan Handphone, Namun Sebaiknya Bunda Tidak Memberinya Smartphone

Menurut seorang psikolog anak dan remaja, anak yang berusia 10 tahun sudah boleh dibekali dengan gadget. Maka dari itulah, kita sebagai orangtua bisa memberikan gadget pada anak ketika dia duduk di bangku sekolah dasar sesuai kebutuhannya. Karena kebutuhan akan gadget masih sebatas untuk mengetahui keberadaan anak dan melakukan komunikasi dengan Bunda, maka memberinya smartphone sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Komputer atau Laptop Juga Tak Kalah Penting. Lengkapi Juga Dengan Printer ya Bun!

Dizaman sekarang ini, anak yang duduk dibangku sekolah dasar sudah membutuhkan laptop atau komputer untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Maka, orangtua sebaiknya memberikan komputer atau laptop untuk anak mengerjakan tugas sekolahnya. Namun dengan catatan, jangan diletakan di kamar anak, melainkan letakanlah di ruang keluarga atau kamar Bunda. Dengan demikian Bunda bisa mengecek apa saja yang telah diakses oleh anak saat berselancar di dunia maya.

Bunda sebaiknya juga menyiapkan printer demi kelancaran anak mengerjakan tugass. Sebab banyak tugas yang harus dikerjakan dengan komputer kemudian dicetak. Sebagai contoh saja, ketika anak memiliki PR untuk membuat silsilah keluarga dan diminta mengumpulkannya dalam bentuk hard copy, maka tentu harus dicetak dengan menggunakan printer.

Sebaiknya Bunda pun Menyediakan Koneksi Internet atau Modem

Sekarang ini sudah zamannya serba online, maka koneksi internet juga sangat diperlukan oleh anak. Namun meski demikian, kita sebagai orangtua harus benar-benar ketat memantau kondisi anak saat dia mulai mengoperasikan internet, sebab jika dibiarkan akan sangat berbahaya. Selain itu, jika kita tidak memantaunya, dikhawatirkan anak akan membuka hal-hal yang tidak mendidik. Misalnya membuka game atau mengakses tayangan yang tidak layak untuk anak.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak perlu dibekali dengan gadget, tetapi kita sebagai orangtua wajib untuk memantau penggunaannya. Hal itu dimaksudkan supaya anak-anak kita tak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya sampai kecanduan gadget atau game online hingga tak mau belajar. Oleh karena itu peran aktif orangtua untuk mengontrol anak dalam hal penggunaan gadget sangat dibutuhkan

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Jaga Kulit Lembut Bayi Agar Tak Kering Dengan Perlindungan Menyeluruh

baby-cute-child-lying-40724

Tahukah Bunda jika tubuh bayi dibekali kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di sekitarnya? Termasuk juga dengan kulitnya. Jika kita perhatikan, kulit bayi tidak sama dengan orang dewasa. Ketebalan kulit bayi hanya 2/3 ketebalan kulit orang dewasa. Selain itu, kulit bayi pun 5 kali lebih cepat kehilangan kelembaban alaminya. Dengan produksi minyak pelembab alami yang lebih sedikit membuat kulit bayi jadi lebih mudah iritasi.

Sebenarnya Ada Beberapa Penyebab Kulit Bayi Menjadi Kering

Ada beberapa faktor yang membuat kulit bayi menjadi kering yang harus Bunda ketahui. Antara lain cuaca dingin dan juga udara yang kering, pemanas ataupun pendingin ruangan yang dioperasikan secara berlebihan, akibat terpapar sinar matahari yang menyengat, terkena air laut, atau klorin yang ada di dalam air kolam renang.

Agar Kulit Bayi Tak Jadi Kering, Bunda Perlu Memberikan Perhatian Khusus Pada Saat Dia Mandi

Ketika bayi mandi maka kulit akan kehilangan minyak alaminya. Hal ini akibat dari kotoran yang menempel pada kulit tersapu oleh sabun dan air. Kondisi tersebut dapat membuat kulit bayi menjadi kering.

Agar kulit bayi tak jadi kering, sebaiknya Bunda membatasi waktu mandinya tidak lebih dari 10 menit, gunakan air suam-suam kuku atau hangat untuk mandi, pilihlah sabun mandi yang lembut, tanpa pewangi, dan sudah teruji hipoalergenik. Sebisa mungkin jangan biarkan bayi berendam dalam air sabun, keringkan kulit bayi dengan menepuk-nepuk handuk secara perlahan pada badan bayi, dan pilihkan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca saat itu.

Menggunakan Pelembab Kulit Juga Akan Membuat Kulit Bayi Tetap Lembut

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga membutuhkan pelembab kulit agar kulitnya tidak kering. Hal ini untuk menjaga agar kelembaban kulit bayi tidak hilang. Produk ini paling baik dipakai 3 menit sebelum mandi. Meski begitu, Bunda juga harus tetap jeli dalam memilih pelembab kulit yang cocok untuk buah hati ya Bun!

Berikan Perlindungan Saat Si Kecil Bermain Air Di Kolam Renang Bun

Perlu Bunda tahu bahwa setelah bayi bermain air di kolam renang, kulitnya akan kering. Hal ini disebabkan oleh kandungan klorin dan garam yang berada di dalam air tersebut. Untuk itu, memandikan bayi setelah berenang tetap harus Bunda lakukan. Agar efektif, gunakan air dan sabun agar klorin hilang dari kulitnya.

Agar Kulitnya Tak Iritasi, Bunda Juga Harus Mencukupi Kebutuhan Cairan Si Kecil

Selain perlindungan secara eksternal, Bunda juga perlu melakukan perlindungan dari dalam. Mencukupi kebutuhan cairan bayi adalah langkah yang bagus untuk mengatasi kulit bayi yang kering. ASI, susu formula, sayur-sayuran, buah-buahan, dan air putih dapat Bunda berikan pada si kecil untuk mencukupi kebutuhan cairannya.

Sesuaikan Bahan Pakaian Yang Digunakan Si Kecil Dengan Kondisi Udara Ya Bun!

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Sebagai negara yang beriklim tropis tentunya memiliki kondisi udara yang bervariasi. Untuk mengatasi hal ini, lindungi si kecil dari perubahan cuaca.

Saat dingin, lindungi bayi dengan pakaian yang tebal dan hangat. Sebaliknya, saat udara terasa panas, berikan dia pakaian yang tidak membuat badannya kian gerah. Perhatikan juga bahan pakaian yang digunakan. Sebaiknya gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat.

Selain itu, Bunda perlu memperhatikan pendingin ruangan yang digunakan. Sebaiknya beri jeda beberapa saat pada bayi agar tidak terus menerus berada di dalam ruangan ber-AC. Atau Bunda juga bisa menggunakan air humidifier agar kelembaban udara di ruangan tetap terjaga.

Bunda juga bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan pakaian yang membuat rasa gatal dan tidak nyaman, seperti bahan wol dan sebagainya. Selain itu, penggunaan detergen yang komposisinya terlalu keras juga akan berpengaruh pada kulit bayi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top