Hiburan Anak

Nonton Film Kulari Ke Pantai Bisa Jadi Alternatif Mengisi Waktu Sepanjang Liburan Sekolah Lho Bun!

kularikepanta2

“Dunia perfilman Indonesia semakin ramai, namun terlalu sedikit film anak-anak yang diproduksi,”  ujar Mira Lesmana.

Bunda sadar tidak, apa yang dikatakan Mira ada benarnya lho. Film besutan sineas Tanah Air dengan genre anak-anak cenderung sangat kurang jumlahnya. Bahkan dalam kurun waktu 2008-2018, hanya ada sepuluh film anak-anak yang dirilis. Dan syukurlah Bun, berangkat dari kekhawatiran ini, Mira bersama Riri Riza akhirnya terdorong untuk mengambil bagian demi mendongkrak kembali genre film anak-anak agar tak semakin meredup.

Mira selaku produser dan Riri yang bertindak sebagai sutradara pernah sukses membuat film dengan genre anak-anak. Sedikit napaktilas, Bunda pasti ingat Petualangan Sherina, film ini meledak di pasaran bahkan bisa dibilang jadi salah satu film anak-anak yang legendaris sampai hari ini. Setelahnya, mereka berdua merilis proyek film dengan genre yang sama di tahun 2008 yang berjudul Laskar Pelangi.

Kini film baru mereka yang berjudul Ku Lari ke Pantai siap meramaikan dunia perfilman Indonesia dan semoga saja bisa mendulang sukses yang sama seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi.

Anak-anak Suka dengan Petualangan, Tinggal Sejauh Mana Kreativitas para Sineas Mengembangkan Ide Tersebut

kulari ke pantai

Di usia kanak-kanak, mereka gemar berimajinasi mengenai petualangan yang seru dan menyenangkan. Berangkat dari hal ini, ide dasar film anak-anak tak sedikit yang mengambil bagian soal petualangan. Sebut saja Petualangan Sherina atau Naura dan Genk Juara. Pun dengan film Ku Lari ke Pantai, tak melulu soal petualangan bersama teman-teman, namun lewat film ini Mira dan Riri hendak memunculkan perjalanan sederhana pun bisa diwarnai dengan konflik kecil. Namun justru disitulah anak-anak bisa mengambil nilai moral dari sebuah perjalanan dan memaknainya sebagai sebuah petualangan.

Yang Menarik, Agar Unsur Komedi yang Ada di Film Kulari Ke Pantai Semakin Kuat, Miles Production Bahkan Melibatkan Sejumlah Komika untuk Ikut Serta

dodit

Yang namanya film anak-anak tentu harus menyenangkan dan edukatif. Mira tahu soal itu. Karenanya, dalam film yang digarapnya kali ini ia menguatkan dua unsur itu. Soal unsur menyenangkan, Mira bahkan menggaet sejumlah komika seperti Dodit Mulyanto, Arie Kriting, Mo Sidik, Yudha Khan, serta Praz Teguh demi membuat komedi yang nantinya ditampilkan pun benar-benar terasa. Kalau begini, pasti yang menikmati filmnya bukan hanya anak-anak, tapi tak menutup kemungkinan orangtua pun akan terhibur.

Jangan Khawatir Soal Kualitas, Mira Lesmana dan Riri Riza Selalu Bisa Meracik Film dengan Cerita Sederhana tapi Berkelas

kulari kepantai1

Cerita yang akan digulirkan di film ini sejatinya sederhana lho Bun. Berkisah tentang dua orang sepupu bernama Sam dan Happy yang berseteru selama perjalanan mereka dari Jakarta ke Banyuwangi. Bayangkan, mereka menempuh kira-kira 1.000 km dengan perjalanan darat. Disinilah letak keunikannya, Mira memilih perjalanan darat karena kalau ada dalam satu mobil mau tidak mau, komunikasi dan kompromi akan terjadi. Banyak pesan moral terutama menumbuhkan kasih sayang, toleransi, serta menghargai sesama yang dibangun lewat film berdurasi 1 jam 52 menit ini.

“Harus bertoleransi satu sama lain padahal mereka berbeda. Itu yang jadi menarik,” ungkap Mira.

Sementara menurut Riri, melakukan perjalanan bersama keluarga adalah pengalaman yang tidak ada duanya. Menghabiskan waktu bersama, berinteraksi, konflik di dalamnya akan menjadi pengalaman dan memberi kenangan yang luar biasa. Inilah yang berusaha dibawakan dalam film Kulari Ke Pantai

Mengajarkan Si Kecil untuk Mencintai Alam Indonesia Sejak Dini Pun Bisa Dimulai dengan Menonton Film

kulari4

Kalau kecintaan terhadap alam Indonesia sudah dipupuk sedari kecil, maka buah hati Bunda akan memiliki karakter yang peduli terhadap negerinya sampai ia besar nanti. Belajar mencintai negeri pun bisa dipupuk sejak dini lewat tayangan edukatif yang Bunda berikan pada si kecil. Berangkat dari hal ini, film Kulari Ke Pantai ingin mengajak penontonnya yang notabene masih berusia kanak-kanak untuk memiliki pengalaman tersebut. Edukasi penting yang ditonjolkan, terutama di era digital yang saat ini serba menggunakan teknologi dan gawai, film ini mengajak anak-anak untuk mengenal dan menyayangi kekayaan alam Indonesia, pun juga menghargai bahasa Indonesia.

Nah Berikut Ini Sinopsisnya …

kulari3

Kulari ke Pantai mengisahkan tentang ibu-anak Uci (Marsha Timothy) dan Sam (Maisha Kanna) yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Banyuwangi dengan mobil demi menemui peselancar idola Sam.

Sayangnya, Ibu dan anak yang tinggal di pulau Rote itu akhirnya harus mengubah rencana mereka lantaran sepupu Sam, Happy (Lil’li Latisha) juga tanpa disangka ikut dalam perjalanan.

Sam dan Happy sempat akrab, tapi akhir-akhir ini hubungan mereka tidak sedekat dulu karena kepribadian yang bertolak belakang. Sam dikenal sebagai anak yang suka dengan alam, sementara Happy belakangan ini sudah terbiasa dengan gaya hidup perkotaan.

Melihat karakter Sam, Happy pun merendahkan sepupunya yang tinggal jauh dari Jakarta itu. Akibat ulahnya itu, Ibu Happy (Karina Suwandi) meminta putrinya ikut dalam perjalanan Sam dan ibunda Sam, Uci (Marsha Timothy). Perjalanan dari Jakarta sampai Banyuwangi tersebut begitu istimewa bagi Sam dan Happy.

Dengan perjalanan darat lebih dari 1000 km tersebut, harapannya, Happy bisa mengenal dan menghargai sepupunya lebih baik. Berbagai tempat menarik mereka kunjungi selama perjalanan. Mulai dari menjajal beragam kuliner di daerah yang mereka lewati sampai dengan mencoba hal-hal yang baru bagi mereka.

Sejumlah aktor seperti Lukman Sardi, Ibnu Jamil, Laksmi Notokusumo, lalu komika Dodit Mulyanto, aktor cilik M.Ahdiyat, seorang keturunan Kanada, Suku_Dani dan beberapa lainnya terlibat dalam film ini.

“Pesan film yang paling kuat: kadang kita dengan mudah menilai sesuatu. Dengan mudah menganggap orang yang berbeda dari kita sombong atau menyebalkan. Terkadang, kita harus memberi kesempatan diri sendiri untuk mengenali orang lain lebih dekat, misalnya lewat perjalanan,” ujar Riri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengatasi Si Kecil yang Kecanduan Gawai Bukanlah Dimarahi, Melainkan Ajaklah Ia Bernegosiasi

Innocent little kid using mobile phone

Bun, kalau si kecil mulai menunjukkan gejala kecanduan gawai, seperti tak bisa lepas dari gawai atau bahkan sampai merasa gelisah saat tak memegang gawai, jangan langsung melarang, memarahi, atau melakukan berbagai cara kasar demi membuat mereka jera. Cara semacam itu bukanlah cara yang efektif untuk membuat si kecil memahami perintah atau larangan dari Bunda.

Tapi kalau ditanya, pernahkah Bunda sebagai orangtua mencoba bernegoisasi dengan anak? Tanya Goodin, pendiri Time to Log off, mengatakan bahwa bernegosiasi dengan anak yang kecanduan gadget merupakan pendekatan yang lebih seimbang, Bun. Dibandingkan kalau Bunda hanya memarahi dan melarang.

Bunda perlu tahu, dalam bernegosiasi dengan anak, perlu siasat yang pintar lho. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan meluangkan waktu dengan buah hati. Nah, di saat Bunda dan buah hati berbicara empat mata, jelaskan padanya kalau gawai memang dibuat untuk membuat orang kecanduan, dengan segala kemudahan berhubungan dengan orang di berbagai tempat dan waktu, serta notifikasi yang selalu memanggil-manggil.

“Diskusikan sebagai sebuah keluarga. Anak-anak yang lebih besar pasti akan tertarik dan itu akan membuat mereka lebih sadar akan jebakan kecanduan gadget yang dapat mereka alami,” jelas Tanya.

Penulis buku Stop Staring at Screens ini juga yakin, untuk “mengobati” anak yang kecanduan gawai tentu dimulai dari orangtuanya. Coba evaluasi sejenak Bun, kalau Bunda juga justru sering ‘bercengkrama’ dengan gawai, maka akan sulit untuk bernegosiasi dengan buah hati. Ini karena anak kemungkinan akan mengikuti Bunda. Jadi, Bunda pun juga perlu melakukan langkah yang resolutif yaitu mengurangi penggunaan gawai di depan buah hati.

Selain itu, yang terpenting menurut Tanya adalah tidak perlu berteriak, yang justru hanya akan membuat situasi menjadi lebih rumit. Ajak anak untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan tenang dan temukan jalan keluar yang terbaik untuk semua.

“Terkadang pendekatan terbaik adalah membiarkan anak merasa bosan tanpa gadget, sehingga mereka menemukan solusi hiburan sendiri atau bisa dengan bantuan Anda, yang bisa membuat kecanduan gawai mereka dapat teratasi,” saran Tanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

10 Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Tidak Manja

boys

Mendidik anak laki-laki tentu tak bisa disamakan dengan mendidik anak perempuan ya Bun. Anak laki-laki harus dilatih kemandirian sedini mungkin lho Bun. Hal ini karena kelak dirinya akan menjadi pemimpin di rumah tangganya. Walau mungkin hal ini masih terlampau jauh, tapi tak ada salahnya untuk mengajarkannya soal tanggung jawab dan menempa mentalnya agar jadi sosok anak yang kuat.

Ajarkan si Kecil untuk Selalu Menaati Peraturan

Cara pertama untuk mendidik anak laki-laki agar tak manja, yakni dengan mengajarkan ia untuk mulai menaati peraturan semenjak dini. Hal ini wajib Bunda lakukan! Tujuannya supaya si kecil bisa hidup dengan tertib dan bertanggung jawab. Dia juga harus tahu bahwa hidup itu memiliki batasan-batasan tertentu, dimana ada hal-hal yang memang tidak boleh dilakukan.

Bunda bisa mengenalkannya dengan aturan yang sederhana yang perlu dipatuhi. Misalnya, jika ingin BAB, harus bilang ke Bunda (Toilet training ini bisa diajarkan saat usianya 1,5 – 2 tahun). Kedua, latihlah buah hati untuk membereskan mainan setelah digunakan.

Selanjutnya, beritahukan kalau mengambil barang milik orang lain itu tidak boleh. Hal-hal semacam itu bisa Bunda lakukan.  Kendati mengajarkan peraturan ke anak tentunya tidak mudah. Bunda harus terus memperingatkannya dengan sabar. Karena segala sesuatu butuh proses.

Jangan Selalu Menuruti Kemauannya ya Bun…

Orang tua mana sih yang tak  ingin membahagiakan anaknya? Pastinya Bunda pun selalu berusaha untuk menyenangkan buah hatinya, kan? Tapi Bun, demi menghindari munculnya sifat manja, baiknya sih jangan selalu menuruti kemauan si kecil.

Misalnya saja, dia meminta dibelikan mainan setiap hari, sering minta diajak jalan-jalan, lalu makannya pilih-pilih. Wah, semua kebiasaan tersebut belum tentu baik, lho! Selain berpotensi membuat si kecil jadi manja, juga bikin anak jadi keras kepala.

Sebab kalau permintaannya tak dituruti, bisa saja dia marah-marah. Karenanya, Bunda harus belajar untuk tak selalu menuruti semua kemauan anak.

Ajarkan Konsep Timbal-Balik

Trik selanjutnya, untuk mendidik anak laki-laki agar tidak manja adalah dengan mengajarkan konsep timbal balik. Maksudnya, si kecil tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan hanya dengan sekedar meminta. Ajarkan ia untuk bekerja dulu.

Melakukan sesuatu yang ringan. Jika ia berhasil, maka Bunda bisa memberikannya imbalan, misalnya uang atau mainan. Konsep ini akan memberikan ia pelajaran bahwa segala sesuatu dapat diperoleh lewat kerja keras. Dia tak bisa hanya berpangku tangan kepada orang lain, tetapi harus mandiri sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ajarkan Juga Caranya Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Sikap bertanggung jawab juga perlu ditanamkan pada anak sejak ia kecil, Bun. Terutama bagi anak laki-laki yang kelak ia bakal menjadi pemimpin. Tentunya sikap tanggung jawab sangat diperlukan. Cara melatih si kecil agar bisa bertanggung jawab pun bisa mulai dari hal-hal sederhana.

Misalnya saja, ia harus membereskan kasur setelah bangun tidur, merapikan mainan, meletakkan pakaian kotor di tempatnya, dan sebagainya. Apabila si kecil berhasil melakukan semua hal itu, maka jangan lupa memberikannya apresiasi dengan mengatakan ‘duh pintarnya’ atau ‘terima kasih’.

Agar Jangan Jadi Sosok yang Pemarah, Ajarkan Cara Mengendalikan Emosi

Dibandingkan perempuan, laki-laki biasanya lebih sulit mengendalikan emosi. Hal ini dikarenakan laki-laki memiliki hormon testosteron yang berpengaruh terhadap perilaku agresif. Nah, Bunda tentu tak ingin si kecil tumbuh jadi sosok yang pemarah, kan?

Untuk menghindari hal tersebut, maka ajarkan ia caranya mengendalikan emosi semenjak dini. Bun, didiklah si kecil agar jadi pribadi yang ramah dan menyenangkan. Ajarkan pada dia bahwa tidak semua keinginannya bisa dikabulkan begitu saja. Dia harus menerima itu dan tidak boleh marah-marah.

Agar Anak Tumbuh Kuat, Kenalkan Ia Pada Dunia Olahraga Sejak Kecil

Mendidik buah hati agar bisa tumbuh menjadi pribadi mandiri dan tak manja, tidak cukup melatih mentalnya saja. Tapi juga perlu dilatih fisiknya, Bun. Bunda bisa mengenalkannya pada dunia olahraga sejak dini. Misalnya saja, mengajaknya pergi berenang, berjalan-jalan di sore hari, bersepeda, bermain bola di lapangan, atau lainnya.

Dengan berolahraga, maka tubuh si kecil akan menjadi sehat dan kuat. Tentunya bila tubuh sehat, ia juga lebih lincah. Hal itu memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembangnya sehingga ia akan mampu melakukan beragam aktivitas tanpa adanya hambatan.

Asah Kemampuannya dengan Melibatkan Ia Dalam Aktivitas Sederhana

Karena anak laki-laki kelak menjadi tulang punggung keluarga, yang mana ia harus bisa cekatan dalam bekerja, maka itu sangat penting mengasah kemampuannya semenjak dini.

Bunda bisa melibatkan ia dalam sebuah aktivitas edukatif. Misalnya melakukan permainan menyusun lego, puzzle, membaca buku, dan menggambar. Atau bisa juga mengajarkan ia cara bersepeda, bermain bola, bulu tangkis, atau olahraga jenis lain.

Selain itu, Ayah juga bisa sesekali mengajak si kecil ikut bekerja, seperti mengajak memancing, mencuci mobil di halaman, berjualan di toko, menyemir sepatu, atau hal-hal lainnya. Semua kegiatan tersebut bisa membantu mengembangkan potensi si kecil, sekaligus mengurangi sikap manja.

Ajarkan Anak Sikap Tolong-Menolong

Mendidik anak laki-laki agar tidak manja, bisa pula dilakukan dengan cara mengajarkannya sikap tolong-menolong. Sikap ini tidak hanya melatih kemandirian si kecil, tapi juga membantu menumbuhkan rasa empati serta kepeduliaan.

Bunda bisa mengajarkan si kecil bagaimana cara menolong teman-temannya yang kesusahan. Misalnya, bila ada temannya yang terjatuh hendaknya dibantu. Atau juga bisa menyisihkan uang saku untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sedangkan untuk di rumah, si kecil bisa membantu dalam hal pekerjaan rumah. Seperti meletakkan tempat makan di westafel, menyapu, menata tempat tidur, dan sebagainya.

Ajarkan Kepada Si Kecil Cara Merawat Diri Sendiri

Ketika masih bayi, anak kecil memang tidak bisa melakukan apapun. Dia butuh bantuan dari orang tuanya. Namun ketika usianya mulai bertambah, memasuki 2-3 tahun, maka di saat itu Bunda harus mulai mengajarkannya hidup mandiri.

Ajarkan kepada si kecil bagaimana cara merawat dirinya sendiri. Mulai dari sesuatu yang ringan, misalnya mencuci tangan sendiri, makan sendiri, memakai sepatu, dan sebagainya. Ajarkan semua itu dengan bertahap.

Dengan begitu, saat dewasa ia sudah terbiasa melakukan sesuatu sendiri. Tidak terlalu menggantungkan hidup pada orang lain.

Dan Didik Anak Menjadi Sosok yang Tangguh dan Tegar

Selanjutnya, untuk mendidik anak laki-laki agar tak manja, Bunda perlu mengajarkan padanya bagaimana cara menjadi pribadi yang tangguh dan tegar. Berikan penjelasan pada si kecil bahwa segala sesuatu di kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginannya. Adakalnya ia harus menerima dan bangkit dari kegagalan. Ia juga wajib belajar bersyukur.

Patut diingat, mengajarkan sikap tangguh bukan berarti Bunda menekannya, ya! Jangan menyuruh anak melakukan sesuatu yang terlalu membebani. Misalnya memaksa ia untuk selalu juara kelas. Itu tidak perlu! Cukup ajarkan ia jadi anak yang rajin belajar.

Apalagi setiap anak punya stBundar kemampuan berbeda-beda. Jadi jangan membanding-bandingkan dia dengan yang lain ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

20 Cara Kenalkan Angka Pada Si kecil nih Bun…

kids counting

Mengenalkan angka pada si kecil seringkali dilakukan dengan cara membosankan. Inilah alasan kenapa si kecil pun jadi kurang antusias, Bun. Padahal, mengenalkan angka pada balita bisa dilakukan dengan banyak cara yang tak membosankan, lho.

Justru ini jadi tantangan bagi orangtua supaya menemukan cara yang tepat supaya si kecil antusias belajar angka dan jumlah. Susan A. Miller Ed.D., pakar pendidikan anak usia dini dan profesor di University of Pennsylvania, AS, mengatakan kalau mengajarkan konsep pramatematika dapat menstimulasi anak untuk berpikir logis dan sistematis sejak dini, melalui pengamatan terhadap benda atau gambar di sekitarnya.

Mengutip dari ayahbunda.com, ini dia tips yang bisa Bunda terapkan saat berusaha mengenalkan angka pada si kecil.

1. Menyanyikan Lagu Tentang Angka

Melalui nyanyian, anak akan lebih mudah mengenal konsep angka. Ajak balita bernyanyi bersama lagu Satu-satu Aku Sayang Ibu. Lagu itu mengenalkan anak kepada bilangan dan urutan. Lagu lain yang bisa dinyanyikan, misalnya, Dua Mata Saya. Selain angka, lagu itu juga mengajarkan balita tentang konsep jumlah.

2. Menghitung Mainannya

Bunda bisa menggunakan mainan balita sebagai sarana mengenalkan angka. Saat anak bermain atau membereskan mainan bersama Bunda, ajak ia menghitung jumlahnya, seperti, “Lihat, bonekanya ada dua. Satu… dan dua.” Atau, “Yuk, kita masukkan mobil-mobilannya ke kotak, sambil dihitung. Satu… dua… tiga….” Jadi, setiap bermain, anak akan terbiasa menghitung secara sederhana.

3. Mencocokkan Angka dan Gambar

Caranya, Bunda menulis angka 1 sampai 10 di satu set kartu, lantas menggambar jumlah benda yang sesuai dengan angka yang ditulis (misalnya, 2 lingkaran atau 3 kotak) di set kartu lain. Ambil selembar kartu berisi angka, dan minta balita mencocokkannya dengan gambar yang sesuai jumlahnya.

Sebutkan juga angkanya saat mengambil kartu. Contohnya, Bunda berkata, “Enam,” saat mengambil kartu angka 6. Ajak juga balita menyebutkan angkanya saat ia mencocokkan.

4. Membuat Gambar

Salah satu kegiatan favorit anak adalah menggambar. Nah, Bunda juga bisa mengajarinya tentang jumlah dan angka lewat aktivitas tersebut. Tulis sebuah angka di selembar kertas, dan minta anak Bunda membuat gambar sejumlah angka yang Bunda tulis tadi. Misalnya, jika Bunda menulis angka 1, maka anak menggambar sebuah lingkaran. Bisa juga Bunda menulis angka 1, balita menempelkan sebuah stiker di kertas tersebut.

5. Bermain Engklek

Saat hari cerah, ajak anak melakukan permainan tradisional engklek di luar rumah. Selain mengasah kemampuan motorik kasarnya, engklek juga bisa melatih anak belajar urutan bilangan. Gambarlah kotak-kotak engklek disertai angka-angkanya dengan kapur.

Ajak balita melompat ke kotak nomor 1, lalu nomor 2, dan seterusnya, sembari menyebutkan angka di dalam kotak yang ia pijak.

6. Bergoyang Angka

Ajak anak melakukan goyangan angka. Saat Bunda menyebutkan sebuah angka, anak akan menari dan bergoyang sebanyak angka yang disebutkan. Misalnya, jika Bunda bilang, “Tiga,” balita dapat menari dan menggoyangkan pinggulnya tiga kali.

7. Berburu Angka

Permainan mencari harta karun bisa Bunda modifikasi untuk mengajarkan anak mengenal angka dan jumlah. Bunda tulis masing-masing angka di selembar kertas, dan letakkan di beberapa tempat di rumah. Misalnya, di dalam lemari, di balik bantal, atau di bawah kursi.

Anak harus mencari angka-angka tersebut dan menyerahkan kepada Bunda, sambil menyebutkan angka yang ia temukan. Minta juga ia menemukan empat buah krayon atau dua buah buku yang sudah Bunda taruh sebelumnya.

8. Menebak Angka

Ajak balita bermain tebak-tebakan angka. Minta ia menebak angka berdasarkan petunjuk yang Bunda berikan. Misalnya, Bunda katakan, “Aku ada sebelum angka 5 dan sesudah angka 3. Angka berapakah aku?” Jika balita sudah mulai mahir, minta ia yang memberikan petunjuk, dan Bunda yang menebaknya.

9. Menghitung Cucian

Ubah rutinitas mencuci pakaian yang membosankan menjadi permainan menghitung untuk anak. Ajak balita membantu memisahkan antara pakaian putih dan pakaian berwarna, sambil menghitungnya. Selain belajar menghitung, anak juga bisa mengenal aneka warna. Namun, jangan biarkan anak berada dekat mesin cuci yang sedang menyala.

10. Membilang Sambil Berbelanja

Bahkan momen belanja bulanan atau mingguan bisa menjadi cara menyenangkan buat balita untuk mengenal jumlah. Saat berbelanja, katakan kepada anak bahwa Bunda perlu 4 buah jeruk dan 6 buah apel. Ajak ia membantu menghitungnya, saat Bunda mengambil dan memasukkan buah-buahan tersebut ke keranjang belanja.

11. Memasak Bersama

Aktivitas memasak di dapur juga bisa Bunda manfaatkan untuk mengajarkan balita keterampilan berhitung secara sederhana. Minta ia, misalnya, memberi dua sendok teh garam ke dalam masakan, mengambil tiga buah tomat atau lima siung bawang putih. Usai memasak, Bunda dan balita bisa menikmati makanan yang dibuat bersama-sama itu.

12. Bermain Lego

Mainan Lego memang seru! Bunda bisa menggunakan Lego untuk mengajarkan anak konsep angka, jumlah, atau menghitung secara sederhana. Tuliskan angka di selembar kertas, dan minta anak mengambil Lego sesuai jumlah angka yang tertulis di kertas. Bunda juga bisa mengajak anak belajar berhitung, misalnya, 1 buah Lego dengan 2 buah Lego digabung menjadi 3 buah Lego.

13. Mencari Jumlah Benda di Rumah

Benda-benda di rumah juga bisa menjadi sarana belajar angka. Minta balita menghitung jumlah pintu di rumah, bantal di sofa ruang tamu, atau kursi di ruang makan. Ia juga bisa belajar menghitung benda-benda yang ada di kamarnya sendiri.

14. Bermain Ular Tangga

Siapa yang tidak kenal dengan permainan ular tangga? Permainan itu merangsang balita belajar berhitung sederhana, yaitu saat membilang mata dadu yang keluar, dan langkah yang harus dilakukan pada kotak-kotak papan permainan. Ia bisa mengajak teman-temannya bermain bersama juga. Ajarkan mereka aturan permainan terlebih dulu, jika mereka belum terlalu mengerti permainan ini.

15. Menghitung Kelopak Bunga

Jika aktivitas belajar angka di dalam rumah membuat balita bosan, Bunda bisa mengajak ia pergi ke taman di dekat rumah. Di sana, Bunda dan anak akan melihat bunga beraneka rupa dan warna. Ajak ia menghitung jumlah kelopak bunga. Tanyakan ia, bunga mana yang memiliki jumlah kelopak terbanyak.

16. Menghubungkan Titik

Kegiatan ini juga populer sebagai sarana edukasi anak belajar angka. Bunda bisa membuat gambar sendiri di sehelai kertas, mencetak gambar dari internet, atau men-download app-nya di smartphone. Minta anak menghubungkan titik-titik dengan garis sesuai urutan angka, lantas menyebutkan gambar apakah itu. Setelah selesai, ia bisa mewarnai gambar dengan warna-warna favoritnya.

17. Menyebutkan Jumlah Kendaraan

Biasanya saat melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan, anak akan merasa lekas jemu. Untuk mengusir kebosanannya, Bunda bisa mengajak ia menghitung kendaraan di jalan. Minta ia menyebutkan jumlah mobil berwarna merah yang lewat, atau bus yang ada di jalan. Tidak perlu banyak-banyak, cukup sampai hitungan kelima.

18. Melahap Camilan

Saat snack time balita, Bunda bisa menyajikan buah-buahan yang dipotong kecil-kecil. Lalu, ambil sebuah dadu, dan minta anak melempar dadu tersebut. Jika mata dadu yang keluar adalah dua, maka anak akan memakan 2 potong buah. Begitu seterusnya, hingga semua buah habis dimakan. Permainan ini bisa membuat snack time balita jadi lebih menarik.

19.  Jalan-jalan di Kompleks

Di lingkungan rumah Bunda juga terdapat banyak tBunda berkaitan dengan angka, seperti nomor rumah atau jalan. Jadi, saat mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks, Bunda juga bisa sekalian mengenalkan angka. Ajak juga ia membilang dari 1 sampai angka yang tertera di nomor rumah Bunda, misalnya. Atau, hitung jumlah mobil yang diparkir di tepi jalan, pohon, bahkan kucing yang ia temui di jalan.

20.  Memancing Ikan Kertas

Bunda bisa membuat sendiri kolam-kolaman kecil dari kotak bekas sepatu yang berisi potongan kertas berwarna biru, beberapa ekor ikan, dan alat pancingnya. Gambar bentuk ikan di atas kertas karton atau lembaran busa warna-warni, lantas gunting. Tulis angka 1 sampai 6 di setiap badan ikan, dan selipkan klip kertas.

Taruh ikan-ikan tersebut di “kolam” buatan Bunda. Siapkan alat pancing yang terbuat dari seutas tali yang satu ujungnya diikatkan pada sebuah tusuk satai, dan ujung yang lain pada magnet kecil. Sediakan juga dadu. Minta anak melempar dadu, kemudian memancing ikan yang memiliki angka sesuai dengan jumlah yang ditunjukkan oleh mata dadu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top