Parenting

Meski Terlihat Sepele, Jangan Lakukan 5 Hal Ini Pada Bayi Yang baru Lahir!

newborn-baby-feet-basket-161709

Sembilan bulan sepuluh hari bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu kehadiran buah hati. Tak heran begitu bayi lahir, suara tangis pertamanya mampu membuat sang ibu meneteskan air mata suka cita. Bahagia dan terharu adalah dua hal yang dirasakan ibu saat melihat wajah polos dan bisa mengenggam tangan halus yang  masih suci itu.

Kebahagiaan itu dengan cepat menular ke sekelilingnya.  Orang-orang di sekitarnya pun jatuh hati begitu melihat wajah menggemaskan bayi. Tak heran bila mereka berebut memberi perhatiaan untuk si kecil. Dari mulai membuat ekspresi wajah lucu demi membuatnya tertawa atau mencium dengan gemas. Namun tahukan Bunda,  meski terlihat sepele melakukan 5 hal bisa memberi pengaruh kurang baik untuk bayi.

Bayi memang menggemaskan, namun membiarkan semua orang menciumnya bisa menularkan bakteri

Saat bayi lahir pasti sangat menggemaskan, tak heran bila semua orang ingin menggendong atau bahkan ingin menciumnya sebagai bentuk kasih sayang. Namun hal itu sebaiknya jangan dilakukan saat bayi baru saja lahir. Terdengar kolot memang, namun bukan tanpa alasan mengapa saat bayi lahir sebaiknya jangan dicium oleh banyak orang. Selama seminggu pertama bayi masih memiliki imun tubuh yang sangat lemah. Ketika ada yang menciumnya, bisa saja menularkan bakteri dan kuman. Apalagi jika kondisi orang yang mencium dan menggendong tidak sedang dalam keadaan bersih, baik tangan ataupun mulutnya.

Jika anak anda terkena bakteri dalam usia yang masih terlalu dini, maka pengobatannya masih sulit. Mengingat bayi tersebut juga sedang beradaptasi dengan lingkungan baru yang notabene berbeda dengaan rahim  ibunya. Jika ada yang ingin mencium sebaiknya mintalah mereka mencuci tangan dan mulutnya. Pastikan juga mereka dalam kondisi sehat. Untuk lebih meminimalisir penularan bakteri sebisa mungkin hindari bepergian ke tempat ramai. Jangan segan untuk melakukan hal-hal tersebut demi kesehatan bayi ya Bunda!

Biarkan si bayi beradaptasi dengan tidak merubah jadwal apapun di rumah

Saat memiliki bayi, entah disadar atau tidak, akan ada perubahan besar yang terjadi. Bayi memang butuh perhatian khusus, tetapi anda tidak perlu merubah jadwal atau kebiasaan di rumah. Tidak perlu meminta semua orang diam saat si bayi sedang tidur atau menutup jendela agar si kecil bisa terlelap saat tidur disiang hari. Biarkan suasana rumah apa adanya, suara berisik dengan anak kecil ataupun tv justru akan membantu bayi anda beradaptasi dengan cepat pada suara bising. Dengan begitu dia pun tetap akan bisa tidur dengan lelap meski ada suara bising di sekitarnya.

Sebaiknya jaga kebersihan popok si bayi dan hindari penggunaan dot terlalu dini ya Bunda!

Bayi yang baru lahir akan buang air dan kotoran lebih banyak daripada bayi umur 6 bulan. Ini berarti bayi yang baru lahir harus diganti popoknya lebih sering. Periksalah popoknya secara teratur untuk memastikannya tetap bersih. Lakukan hal ini mengurangi kemungkinan terkena penyakit kulit. Jangan biasakan penggunaan popok lebih dari enam jam sekalipun masih bersih. Dengan begini bayi anda bisa terhindar dari ruam kulit yang disebabkan oleh suhu yang lembab.

Bayi lahir dengan naluri untuk mengisap, pada saat itu asi tetaplah makanan terbaik untuknya. Mengisap empeng terlalu dini dapat mengganggu jadwal menyusuinya. Bayi Anda terbiasa dengan kehangatan tubuh, detak jantung dan aroma tubuh anda. Daripada memberikan dot, menyusui justru bisa memberikan kenyamanan bagi bayi. Namun tidak perlu tengelam dalam rasa bersalah yang berlebihan juga jika anda belum bisa memberinya asinya. Untuk mengatasinya anda masih tetao bisa memberikan susu dari botol sesuai denggan nasihat dokter. Pastikan juga untuk selalu mencuci botol dan dot dengan air mendidih sebelum menggunakannya.

Gunakan baju sesuai dengan kondisi

Saat melihat bayi mungkin anda anda berpikir bahwa dia adalah mahkluk kecil yang rentan pada beberapa kondisi tertentu, termasuk cuaca. Mungkin bayi terlihat seperti kedinginan. Meskipun begitu, jangan memberi baju berlebihan. Gunakan baju sesuai dengan kondisi cuaca saat itu, jangan memberinya baju yang terlalu tebal  untuk menghindari suhu badan panas dan dehidrasi. Namun jangan juga memberikan baju yang terlalu tipis untuk menghindari si kecil masuk angin. Cara ampuh untuk menyiasati hal ini adalah dengan memberikan baju berlapis, sehingga mudah untuk ditambah atau dilepas agar mudah disesuaikan dengan suhu udara.

Meskipun terlihat sehat, jangan abaikan kontrol teratur ke dokter ya Bunda!

Mengingat bayi yang baru masih masih rentan terhadap beberapa kondisi tertentu, sebaiknya tetap lakukan kontrol ke dokter dengan teratur. Selain untuk memantau kesehatannnya, anda juga jadi bisa melihat perkembangan buah hati. Jadwalkan kunjungan ke dokter secara teratur.Kunjungan ke dokter juga dapat membuat anda cepat mengetahui bila sesuatu yang tidak normal terjadi bayi. Rasanya sulit bagi anda untuk melakukan sendiri, sebab hanya dokter yang bisa memastikan hal ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

5 Penyakit Ini Sering Menyerang Anak Balita, Kenali Penanganannya Agar Bunda Tak Panik

StockSnap_WEVW54ATOC

Anak balita (bawah lima tahun) adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak balita belumlah sempurna sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang ada pada orang dewasa.

Dengan demikian penyakit-penyakit ringan yang menyerang orang dewasa bisa menjadi sebuah penyakit yang berbahaya jika terjadi pada anak balita. Nah Bunda, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang biasa menyerang anak balita.

Diare Menjadi Salah Satu Penyakit Yang Cukup Sering Menyerang Si Kecil

Menurut para ahli kesehatan bayi dan anak, diare merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering menyerang anak balita. Ada banyak faktor terjadinya diare pada anak balita, seperti sensitif terhadap jenis makanan tertentu, terlalu sering mengonsumsi jus buah, hingga terjadinya infeksi pada saluran pencernaannya.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperbanyak asupan air putih kepada anak. Cara lainnya adalah dengan memberikan oralit pada si kecil sesuai dengan porsinya. Hal ini untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Namun jika dalam waktu 24 jam diare belum reda, atau bahkan diikuti dengan muntah-muntah, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Demam Pada Balita Juga Harus Diwaspadai Bun

Perlu Bunda ketahui, sebenarnya demam bukanlah termasuk jenis penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh.  Misalnya saat influenza atau setelah imunisasi.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mengompres kepala dan tubuh anak dengan menggunakan air dingin. Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Namun jika suhu badannya telah mencapai 38 derajat Celcius, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Untuk mengetahui suhu tubuhnya, Bunda dapat melakukan pengukuran suhu dengan termometer melalui anus si kecil.

Konstipasi Atau Sembelit Pun Umum Menyerang Anak Balita

Konstipasi atau sembelit pun termasuk jenis penyakit yang umum menyerang anak. Tanda-tanda si kecil mengalami konstipasi adalah dia akan menangis saat bab, atau vesesnya terlihat keras saat dia BAB. Untuk mengatasinya, Bunda dapat menambah asupan ASI atau jus buah. Namun jika langkah tersebut sudah dilakukan dan kondisi si kecil masih belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Ruam Pada Balita Biasanya Disebabkan Oleh Alergi, Infeksi, Kulit Kering, dan Lecet pada Kulit

Sama seperti ketiga jenis penyakit di atas, ruam pun termasuk salah satu penyakit yang umum menyerang kulit balita. Biasanya penyakit yang satu ini disebabkan oleh alergi, infeksi, kulit kering, dan lecet pada kulit. Selain itu, ruam juga terjadi akibat pemakaian popok basah dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, gantilah popok buah hati anda sesering mungkin. Selain itu, Bunda dapat menggunakan baby oil atau lotion khusus untuk anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit anak.

Saat Batuk Belum Juga Reda Hingga 4 Hari, Segera Bawa Buah Hati Ke Dokter Ya Bun!

Jenis penyakit lainnya yang cukup sering menyerang si kecil adalah batuk. Pada umumnya batuk disebabkan akibat serangan virus. Jika si kecil terkena batuk disertai dengan demam ringan, maka kemungkinan besar batuk tersebut terjadi akibat infeksi virus.

Untuk mengatasinya, anda dapat menambah jumlah asupan ASI pada anak. Hal ini dilakukan karena para ahli kesehatan bayi dan anak tidak menganjurkan bayi berusia dibawah 4 bulan untuk mengonsumsi obat batuk. Untuk itu, ASI dianggap sebagai cairan yang dapat memenuhi asupan nutrisi si kecil. Namun jika demam dan batuk tersebut belum juga reda hingga 4 hari, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Penyakit-penyakit seperti demam, batuk, konstipasi atau sembelit, dan juga diare merupakan penyakit yang biasa ketika menyerang orang dewasa. Namun Bunda harus waspada jika penyakit-penyakit tersebut menyerang bayi atau anak karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Bahan Alami Yang Ada Di Rumah Ini Manjur Mengatasi Batuk Pada Bayi Dan Balita Loh

pexels-photo-265958

Batuk merupakan salah satu jenis penyakit yang umum menyerang bayi dan balita. Hal itu karena bayi dan juga balita sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rawan terserang penyakit. Namun perlu anda tahu bahwa batuk bukanlah penyakit biasa jika menyerang bayi. Batuk bisa menjadi sebuah tanda adanya penyakit tertentu yang menyerang bayi anda sehingga Bunda harus waspada.

Untuk itu batuk pada bayi dan balita pun sebisa mungkin harus segera diatasi. Tak melulu terpancang pada obat kimia, bahan-bahan alami yang banyak terdapat di rumah ini ternyata manjur untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita.

Minyak Rosemary, Minyak Peppermint, Dan Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan Batuk Pada Bayi Dan Balita

Beberapa jenis minyak tradisional yang beredar di masyarakat seperti minyak rosemary, minyak peppermint, dan minyak kayu putih dipercaya dapat menjadi penyembuh batuk pada bayi dan balita. Untuk menggunakannya, oleskan salah satu jenis minyak tradisional pada dada bayi. Ingat, hanya dioleskan saja bukannya dikonsumsi atau diminumkan. Pada awalnya Bunda hanya perlu mengoleskan sedikit minyak tradisional ini ke dada bayi. Cara ini dapat diterapkan pada bayi dengan usia paling tidak 5 bulan.

Khasiat Bawang Putih Pun Bisa Menyembuhkan Batuk Si Kecil

Selain dapat digunakan sebagai pereda sakit gigi pada orang dewasa, bawang putih juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi dan balita. Untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan, Bunda dapat membakar atau memanaskan bawang putih lalu setelah dingin masukan ke dalam kain. Letakan kain tersebut di tempat tidur si kecil dan pastikan aman dari jangkauannya. Sedangkan untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan, Bunda bisa langsung menggosokkan kain yang berisi bawang putih tersebut ke dada si kecil. Pastikan temperatur atau suhu bawang tersebut sudah benar-benar dingin ya Bun!

Campurkan Madu dan Air Jeruk Nipis Dengan Setengah Gelas Air Hangat Untuk Meredakan Batuk Anak

Madu dan jeruk nipis merupakan ramuan obat batuk alamiah yang sangat populer di masyarakat. bukan hanya untuk orang dewasa saja, ramuan ini pun dapat digunakan untuk meredakan batuk pada balita. Ramuan madu dan jeruk nipis dapat membantu keluarnya lendir penyebab batuk yang ada pada tenggorokan. Untuk membuatnya sangatlah mudah. Campurkan setengah sendok teh madu dan sedikit air jeruk nipis dengan setengah gelas air hangat. Minumkan pada anak sebelum dia tidur. Ramuan ini hanya boleh digunakan pada anak berusia 1-5 tahun.

Bukan Hanya Manjur Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi, Kunyit Juga Ampuh Menyembuhkan Batuk

Kunyit dipercaya sebagai tumbuhan yang mampu mengurangi inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Untuk menggunakannya sangatlah mudah. bagi bayi yang masih minum ASI, Bunda dapat mengoleskan bubuk kunyit ini pada payudara sebelum menyusui si kecil. Atau cara lainnya adalah dengan mencampurkan sedikit bubuk kunyit ke dalam susu si kecil. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Saat Anak Sakit Tetap Berikan Air Hangat Agar Kekebalan Tubuhnya Meningkat Bun

Cara lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan memberikan air putih hangat kepada si kecil. Berikan air putih hangat secukupnya. Hal ini bertujuan agar tubuh si kecil tetap terhidrasi sehingga kekebalan tubuhnya pun meningkat.

Nah Bunda, bahan-bahan alami di atas bisa digunakan untuk mengatasi batuk pada si kecil. Memang dampak yang ditimbulkan tidaklah terlalu cepat seperti ketika kita menggunakan obat-obatan kimia. Namun efek samping yang ditimbulkan pun relatif lebih sedikit, bahkan mungkin tanpa efek samping. Namun jika kondisi bayi atau balita belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mengenal Lebih Dekat Metode Mpasi Baby Led Weaning, Si Kecil Yang Makan Sendiri

Tumbuh kembang si kecil memang jadi proses istimewa yang harus kita ikuti. Bagaimana dirinya mulai berkata-kata, merangkak hingga akhirnya belajar untuk makan. Saat si kecil memasuki enam bulan, biasanya ini adalah masa aktif untuknya melakukan banyak hal. Bahkan menjadi momen bagus untuk mulai memberinya makan padat. Nah, untuk memberinya makan, ada beberapa jenis Mpasi yang kita berikan pada si kecil.

Dari beberapa teknik Mpasi yang bisa kita terapkan, saat ini Mpasi dengan metode Baby Led Weaning sedang digemari oleh sebagian besar ibu. Ini adalah metode memperkenalkan makanan pada bayi dengan cara self-feeding, yaitu bayi memberi makan dirinya sendiri. Sebelum memutuskan untuk mencoba metode ini, Bunda dapat membaca ulasan berikut.

Sama Halnya Dengan Metode Lain, Baby Led Weaning Juga Bertujuan Memperkenalkan Makanan Kepada Si Kecil

Dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris, Baby Led Weaning adalah cara memperkenalkan makanan kepada si kecil dengan membiarkannya makan sendiri. Si kecil pun jadi berkesempatan untuk memegang dan menyuapi makanannya sendiri. Intinya BLW adalah kebebasan untuk anak bisa mengeksplorasi makanannya sendiri.

Ketahui Waktu Yang Pas Untuk Mulai Melakukan Baby Led Weaning

Meski usia bukanlah satu-satunya patokan yang harus kita jadikan syarat untuk memperbolehkannya makan sendiri. Tapi hal ini memang jadi faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian. Untuk itu para ahli dari The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan Baby Led Weaning pada usia 6 bulan.  Pada usia tersebut fungsi lidah untuk mengecap rasa juga sudah berfungsi lebih baik, si kecil pun sudah bisa mengunyah dan melepehkan makanan jika dirasanya tak enak.

Pilihan Makanan Yang Diberikan Saat BLW Juga Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk memperkenalkannya pada Baby Led Weaning kita perlu tahu makanan apa saja yang cocok. Karena si kecil masih baru ingin memulai makan, tidak ada salahnya jika kita memberinya makanan dengan jenis yang berbeda-beda. Pastikan juga jika makanan yang ia konsumsi mengandung gizi yang tinggi.

Seperti wortel, brokoli dan beberapa jenis sayuran dan buah-buah lainnya. Untuk cara penyajian, sayuran sebaiknya dikukus agar memudahkan si kecil mengunyah makanan. Sedangkan untuk buah-buahan, Bunda bisa menyajikannnya dengan ukuran yang cukup bisa dia pegang. Tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil untuk meminimalisir kemungkinan buah hati tersedak.

Lalu Bagaimana Teknik Pemberian Baby Led Weaning Yang Tepat Untuk Si Kecil?

Untuk yang satu ini kita mungkin masih banyak bertanya-tanya, tentang bagaimana teknik yang tepat dan benar. Seperti yang dikatakan penyanyi Andien pada akun instagramnya beberapa waktu lalu. Andien menjelaskan bahwa proses makan adalah proses stimulasi. Anak belajar, dia belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang dipegangnya. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya.

Nah jika Bunda masih merasa khawatir jika ternya si kecil akan tersedak, sebaiknya hindari makanan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang, anggur utuh, serta apel dengan kulitnya. Pastikan pula jika kita tetap bersama dengannya ketika dia sedang makan. Pastikan pula dia tetap duduk selama makan dan hindari juga pemberian makanan yang mengundang alergi untuk si kecil.

Kecemasan Karena Si Kecil Makan Sendiri Memang Wajar Tapi Ini Bukan Berarti Hal Yang Tak Boleh Di Lakukan, Karena BLW Adalah Hal Yang Patut Di Coba

Untuk permulaan mungkin kita akan merasa sedikit was-was ketika buah hati mulai mengambil beberapa makanan dan mengunyahnya sendiri. Pada tahap itu tentu akan sangat wajar jika dia berkali-kali akan menjatuhkan beberapa makanannya. Daripada harus repot-repot untuk membersihkan lantai sebaiknya kita memberinya alas di lantai, untuk menampung semua makanan yang dia jatuhkan.

Karena ini adalah awalan untuk si kecil belajar makan, mungkin dia akan mengalami kekurangan zat besi. Untuk itu selain memberinya makanan yang mengandung asupan zat besi yang tinggi, kita juga bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang bisa diterimanya dengan baik. Bunda harus tetap bersamanya ketika si kecil sedang makan untuk  memastikan sudah seberapa banyak makanan yang dia masukkan ke dalam mulutnya. Dengan begitu kita bisa mengukur seberapa banyak asupan gizi yang telah masuk ke dalam tubuhnya

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top