Parenting

Meski Terlihat Sepele, Jangan Lakukan 5 Hal Ini Pada Bayi Yang baru Lahir!

newborn-baby-feet-basket-161709

Sembilan bulan sepuluh hari bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu kehadiran buah hati. Tak heran begitu bayi lahir, suara tangis pertamanya mampu membuat sang ibu meneteskan air mata suka cita. Bahagia dan terharu adalah dua hal yang dirasakan ibu saat melihat wajah polos dan bisa mengenggam tangan halus yang  masih suci itu.

Kebahagiaan itu dengan cepat menular ke sekelilingnya.  Orang-orang di sekitarnya pun jatuh hati begitu melihat wajah menggemaskan bayi. Tak heran bila mereka berebut memberi perhatiaan untuk si kecil. Dari mulai membuat ekspresi wajah lucu demi membuatnya tertawa atau mencium dengan gemas. Namun tahukan Bunda,  meski terlihat sepele melakukan 5 hal bisa memberi pengaruh kurang baik untuk bayi.

Bayi memang menggemaskan, namun membiarkan semua orang menciumnya bisa menularkan bakteri

Saat bayi lahir pasti sangat menggemaskan, tak heran bila semua orang ingin menggendong atau bahkan ingin menciumnya sebagai bentuk kasih sayang. Namun hal itu sebaiknya jangan dilakukan saat bayi baru saja lahir. Terdengar kolot memang, namun bukan tanpa alasan mengapa saat bayi lahir sebaiknya jangan dicium oleh banyak orang. Selama seminggu pertama bayi masih memiliki imun tubuh yang sangat lemah. Ketika ada yang menciumnya, bisa saja menularkan bakteri dan kuman. Apalagi jika kondisi orang yang mencium dan menggendong tidak sedang dalam keadaan bersih, baik tangan ataupun mulutnya.

Jika anak anda terkena bakteri dalam usia yang masih terlalu dini, maka pengobatannya masih sulit. Mengingat bayi tersebut juga sedang beradaptasi dengan lingkungan baru yang notabene berbeda dengaan rahim  ibunya. Jika ada yang ingin mencium sebaiknya mintalah mereka mencuci tangan dan mulutnya. Pastikan juga mereka dalam kondisi sehat. Untuk lebih meminimalisir penularan bakteri sebisa mungkin hindari bepergian ke tempat ramai. Jangan segan untuk melakukan hal-hal tersebut demi kesehatan bayi ya Bunda!

Biarkan si bayi beradaptasi dengan tidak merubah jadwal apapun di rumah

Saat memiliki bayi, entah disadar atau tidak, akan ada perubahan besar yang terjadi. Bayi memang butuh perhatian khusus, tetapi anda tidak perlu merubah jadwal atau kebiasaan di rumah. Tidak perlu meminta semua orang diam saat si bayi sedang tidur atau menutup jendela agar si kecil bisa terlelap saat tidur disiang hari. Biarkan suasana rumah apa adanya, suara berisik dengan anak kecil ataupun tv justru akan membantu bayi anda beradaptasi dengan cepat pada suara bising. Dengan begitu dia pun tetap akan bisa tidur dengan lelap meski ada suara bising di sekitarnya.

Sebaiknya jaga kebersihan popok si bayi dan hindari penggunaan dot terlalu dini ya Bunda!

Bayi yang baru lahir akan buang air dan kotoran lebih banyak daripada bayi umur 6 bulan. Ini berarti bayi yang baru lahir harus diganti popoknya lebih sering. Periksalah popoknya secara teratur untuk memastikannya tetap bersih. Lakukan hal ini mengurangi kemungkinan terkena penyakit kulit. Jangan biasakan penggunaan popok lebih dari enam jam sekalipun masih bersih. Dengan begini bayi anda bisa terhindar dari ruam kulit yang disebabkan oleh suhu yang lembab.

Bayi lahir dengan naluri untuk mengisap, pada saat itu asi tetaplah makanan terbaik untuknya. Mengisap empeng terlalu dini dapat mengganggu jadwal menyusuinya. Bayi Anda terbiasa dengan kehangatan tubuh, detak jantung dan aroma tubuh anda. Daripada memberikan dot, menyusui justru bisa memberikan kenyamanan bagi bayi. Namun tidak perlu tengelam dalam rasa bersalah yang berlebihan juga jika anda belum bisa memberinya asinya. Untuk mengatasinya anda masih tetao bisa memberikan susu dari botol sesuai denggan nasihat dokter. Pastikan juga untuk selalu mencuci botol dan dot dengan air mendidih sebelum menggunakannya.

Gunakan baju sesuai dengan kondisi

Saat melihat bayi mungkin anda anda berpikir bahwa dia adalah mahkluk kecil yang rentan pada beberapa kondisi tertentu, termasuk cuaca. Mungkin bayi terlihat seperti kedinginan. Meskipun begitu, jangan memberi baju berlebihan. Gunakan baju sesuai dengan kondisi cuaca saat itu, jangan memberinya baju yang terlalu tebal  untuk menghindari suhu badan panas dan dehidrasi. Namun jangan juga memberikan baju yang terlalu tipis untuk menghindari si kecil masuk angin. Cara ampuh untuk menyiasati hal ini adalah dengan memberikan baju berlapis, sehingga mudah untuk ditambah atau dilepas agar mudah disesuaikan dengan suhu udara.

Meskipun terlihat sehat, jangan abaikan kontrol teratur ke dokter ya Bunda!

Mengingat bayi yang baru masih masih rentan terhadap beberapa kondisi tertentu, sebaiknya tetap lakukan kontrol ke dokter dengan teratur. Selain untuk memantau kesehatannnya, anda juga jadi bisa melihat perkembangan buah hati. Jadwalkan kunjungan ke dokter secara teratur.Kunjungan ke dokter juga dapat membuat anda cepat mengetahui bila sesuatu yang tidak normal terjadi bayi. Rasanya sulit bagi anda untuk melakukan sendiri, sebab hanya dokter yang bisa memastikan hal ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Saat Anak Demam Jangan Langsung Panik Bun! Ketahui Dulu Penyebabnya Agar Si Kecil Mendapat Penanganan Tepat

pexels-photo-286625

Saat si kecil demam, Bunda jangan langsung panik. Bunda perlu tahu, demam bukanlah penyakit tetapi sebuah gejala. Saat demam itu tandanya sistem kekebalan tubuh si kecil sedang berperang melawan infeksi. Sekalipun masih kanak-kanak, seseorang dapat dikatakan mengalami demam saat suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius.

Agar tidak panik, Bunda bisa mulai membaca banyak literatur mengenai demam dan berbagai hal yang biasanya dikaitkan saat suhu badan si kecil mulai tinggi. Mengapa? Ini penting karena seringkali orangtua masih sering salah kaprah mengartikan demam yang dialami buah hatinya. Padahal, di luar sana masih ada informasi yang salah bahkan hanya mitos belaka namun dipercaya turun temurun. Tak heran, banyak ibu yang dibuat khawatir saat demam melanda si kecil. Berikut hal-hal yang harus bunda tepis agar tak termakan mitos dan tentunya membuat demam si kecil reda dengan penanganan yang tepat.

child weak

Saat Demam Melanda, Jangan Panik dengan Mengiranya Sebagai Penyakit

Sebagaimana dikatakan sebelumnya, demam adalah gejala. Jika sudah muncul demam, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh si kecil. Berusahalah tetap tenang dengan mengompres si kecil. Jika hingga keesokan harinya suhu badan belum turun, Bunda boleh membawanya ke dokter

pexels-photo-101523

Demam Baik Untuk Si Kecil Karena Tubuhnya Sedang Melawan Infeksi yang Artinya Kekebalan Tubuh Buah Hati Anda Sedang ‘Diuji’

Para ilmuwan dari Rumah Sakit Great Ormond Street, Inggris mengatakan suhu tubuh yang tinggi ternyata dapat membunuh bakteri penyebab penyakit yang bersarang di dalam tubuh. Karenanya demam tak harus dipandang buruk, sebab nyatanya dapat membantu proses kesembuhan anak jadi lebih cepat. Terutama untuk penyakit yang disebabkan oleh virus.

pexels-photo-191034 (1)

Mitos yang Beredar Menyatakan Jika Suhu Tubuh adalah Petunjuk Penting. Faktanya, Bunda Justru Harus Lebih Peka dengan Kondisi Si Kecil

Dibanding dibuat panik saat melihat angka suhu tubuh, Bunda dapat sering-sering mengecek keadaan si kecil. Misalnya, apakah si kecil tampak sesak napas, lesu, atau hilang nafsu makan? Jika demikian, Bunda wajib merawat dan memeriksakannya ke tenaga medis.

Tapi kalau anak cenderung terlihat baik-baik saja, Bunda cukup pantau aktivitas buah hati. Karena sejatinya ada tipe anak yang tetap lincah meski suhu tubuhnya meningkat dari biasanya. Selama anak tidak menunjukkan gejala buruk, it will be fine.

Saat Si Kecil Demam, Perhatikan Asupan Makanannya. Jangan Ikuti Mitos untuk Mengajaknya ‘Berpuasa’

Bunda, jangan terbawa mitos yang satu ini. Membuat si kecil berpuasa sama saja Bunda memperparah kondisinya. Saat demam, si kecil perlu asupan energi untuk melawan infeksi dan bakteri yang ada di dalam tubuh. Karenanya Bunda tetap perlu memberinya makan yang cukup yang kaya akan nutrisi.

baby-hand-infant-child-451853

Jangan Membebat Tubuhnya dengan Pakaian atau Selimut Tebal Karena Suhu Tubuh Justru Sulit Turun

Faktanya, hingga hari ini masih banyak ibu yang mengira dengan memakaikan selimut tebal pada anak yang didera demam dapat membantu menurunkan demamnya. Padahal sejatinya pakaian atau selimut hangat justru meningkatkan suhu tubuh. Baju atau selimut tersebut justru membuat suhu tubuh tertahan sehingga menyulitkan suhu tubuh menurun. Sebaiknya, pakaikan baju yang menyerap keringat seperti pakaian yang berbahan katun pada si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dibalik Sosoknya Yang Susah Diatur, Anak Kedua Adalah Pribadi Nan Gigih. Sikapi Dengan Bijak Ya Bun!

Katanya Anak Kedua Cenderung Lebih Sulit Diatur Dibanding Kakaknya, Bener Nggak Sih Bun ?

Meski terlihat tak jauh berbeda, pengalaman mengurus anak pertama tak selalu bisa dipakai pada anak kedua. Faktanya dia yang menjadi adik dari si sulung memang cenderung lebih sulit diatur. Tak heran bila anda justru lebih kewalahan saat mengurus anak kedua.

Tak tanggung-tanggung, sikap dan perilaku mereka pun bisa sangat jauh berbeda. Bahkan hasil dari sebuah penelitian juga telah mengamini hal itu. Si kecil yang menjadi anak kedua memang lebih susah diatur, dibanding anak pertama.

Sebenarnya Wajar Jika Mereka Berbeda, Karena Setiap Anak Memang Lahir Dengan Karakternya Masing-Masing

child-childrens-baby-children-s

Momen bahagia dalam mengurus buah hati tentu jadi hari-hari yang selalu kita nanti. Meski rasa lelah menggelayut, semuanya tetap terasa membahagiakan. Sebagaimana anda dengan saudara-saudara, si kecil yang jadi anak kedua tentu berbeda dengan kakaknya. Mereka hadir untuk memenuhi kebahagian hidup kita, dengan sikap dan karakternya masing-masing

Jadi jangan heran jika anak pertama tak suka bermain di pantai, maka anak kedua justru sebaliknya. Begitu pula dengan sikap dan tindakan-tindakan lain yang mereka punya. Mereka tak sama dan itu memang wajar.

Bahkan Penelitian Pun Membenarkan, Jika Anak Kedua Memang Cenderung Lebih Sulit Untuk Diatur Bila Dibandingkan Dengan Anak Pertama

portrait-child-hands-57449

Sebagai orangtua yang terus belajar kita memang akan selalu diuji dalam hal mengurus anak. Untuk itu pengalaman mengasuh si sulung, tak selalu bisa anda pakai untuk menangani si bungsu. Bahkan mungkin anda berpikir bahwa karakter yang dimiliki anak kedua adalah sebuah kesalahan karena berbeda dengan kakaknya.

Padahal berdasarkan laporan dari penelitian yang dilakukan oleh Joseph Doyle seorang ekonom dari MIT pada ribuan pasang saudara di Amerika dan Eropa diketahui bahwa anak kedua terlebih laki-laki cenderung lebih berontak dari anak pertama. Joseph juga mengatakan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi pola asuh kita yang lebih memerhatikan anak pertama. Dimana hal ini membuat si anak kedua, berusaha untuk merebut perhatian dari orangtua. Termasuk dengan bersikap beda atau cenderung sulit diatur.

Disamping Itu Urutan Lahir Yang Mereka Miliki Jadi Salah Satu Penyebabnya

brothers-family-siblings-boys-50692

Dalam penelitian yang dilakukan sejak 1920-an oleh seorang psikoterapis bernama Alfred Alder, yang juga  pendiri The School of Individual Psychology, beliau mengungkapkan bahwa kepribadian seorang anak juga dipengaruhi oleh urutan lahir. Dengan kata lain, ada beberapa hal yang memang mengakibatkan dia menjadi sulit diatur dan berbeda. Belum lagi pada kebiasaan kita, yang sering memintanya untuk mengikuti jejak kakaknya. Secara tak sadar sikap ini mengubahnya untuk bisa bersikap lebih dari si sulung. Jadi jangan heran jika tiba-tiba ia mampu lebih unggul atau berbeda dengan kakaknya. Untuk itu sebagai orangtua seharusnya kita tak perlu mempermasalahkan sikapnya tersebut. Selama itu baik, rasanya sah-sah saja.

Tapi Selama Kita Mampu Mencari Akal Untuk Melakukan Pendekatan, Tentu Dia Juga Akan Bersikap Manis

pexels-photo-225017

Kata ‘berbeda’ tentu tak selalu memiliki makna yang buruk, begitu pula dengannya. Sikapnya yang berbeda dengan sang kakak membuat kita sebagai orangtua untuk lebih jeli memenuhi kebutuhannya. Jika cara yang kita pakai untuk mengasuhnya salah tentu akan berpengaruh buruk pada kepribadiannya. Selama kita mampu mencari teknik membimbing yang tepat untuknya, tentu ia akan jadi anak yang baik nantinya. Kata ‘sulit diatur’ yang ada dalam bayangan kita hanyalah deksripsi dari kebiasaanya yang berbeda. Bukan berarti ia memang anak yang tak mau mendengar kata orangtua.

Karena Terkadang Ia Memiliki Beberapa Kemampuan Yang Lebih Unggul Dari Anak Pertama

pexels-photo-207653

Menariknya jika kita mampu jadi orangtua yang memang baik untuknya, perubahan sikapnya akan jadi sebuah keberhasilan kita. Dia yang tadinya dikenal sebagai anak yang sulit diatur berubah jauh lebih penurut berkat pola asuh anda.

Bahkan dari studi yang dilakukan di Stanford University, menunjukkan meski anak kedua dikenal sebagai pribadi yang suka iri dan keras kepala. Mereka adalah orang yang ambisius dan sangat gigih untuk sebuah keinginannya. Maka jika salah dalam mengartikan sikap yang ia miliki, tak heran ia bisa berubah jadi anak yang susah di atur.

Tapi hal ini tak berlaku untuk semua anak kedua, semuanya tergantung pada pola asuh yang kita pakai untuk mendidik mereka. Hanya saja kita memang perlu tahu dan paham apa yang menjadi kebutuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top