Parenting

Terdengar Remeh Sih, Namun 5 Hal Ini Bisa Mengancam Nyawa Anak. Jangan Abaikan Bunda!

pexels-photo-128893

Menjadi orang tua memang menghadirkan kebahagiaan dan tantangan tersendiri. Rasa sayang yang begitu besar membuat orang tua selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak. Mereka tak ingin bila sampai ada hal buruk yang menimpa anak, apalagi hingga membahayakan nyawanya.

Meski begitu orang tua biasanya hanya fokus pada hal-hal besar yang sekiranya bisa mengancam keselamatan anak. Nyatanya ada hal-hal kecil yang bsa membahayakan nyawa anak. Mungkin selama ini anda belum menyadarinya karena hal-hal tersebut terlihat remeh. Lalu apa saja hal kecil yang bisa mengancam nyawa anak? Berikut ulasannya.

Stopkontak Selalu Ada Di Berbagai Sudut Rumah. Lindungi Anak Dari Bahayanya

Setiap rumah biasanya memiliki stopkontak yang terpasang di setiap ruang. Meski terlihat biasa hal ini bisa mengancam nyawa anak anda kapanpun. Stopkontak yang tidak memiliki pelindung, bisa saja membuat anak anda tersengat listrik. Rasa ingin tahu yang besar bisa saja membuat sang anak penasaran dengan stopkontak dan tergoda untuk memasukkan jarinya ke dalam lubang stopkontak. Untuk melindungi anak, anda sebaiknya menggunakan pelindung pada setiap stopkontak. Penting juga memberikan tahu anak mengenaik bahaya stopkontak jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Peralatan Dapur Dan Tukang Pun Bisa Berbahaya Jika Digunakan Anak Tanpa Pengawasan Penuh

Benda lain yang ada di rumah namun bisa jadi berbahaya bagi anak jika  tidak digunakan tanpa pengawasan penuh adalah peralatan dapur seperti termos yang berisi air panas, pisau dapur, kompor atau kompor gas. Sebagai wadah penyimpan air panas termos sangat berbahaya bagi anak-anak, apalagi jika ada air yang baru mendidih langsung dimasukkan ke dalamnya. Akan lebih baik bila anda menyimpan termos berisi air panas jauh dari jangkauan anak-anak.

Pisau dapur sebaiknya juga tidak diletakkan sembarangan, apalagi sampai digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan dari orangtua. Kejadian seorang anak terluka akibat bermain dengan pisau dapur sudah banyak terjadi. Di Amerika, seorang anak harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan karena bermain pedang-pedangan menggunakan pisau dapur ibunya.

Baik kompor gas, kompor listrik ataupun oven saat sedang digunakan, sebaiknya hindarkan dari jangkauan anak. Bahaya terbakar atau terkena benda panas bisa kapan saja dialami oleh anak-anak, karena mereka belum mengerti  bahaya yang ditimbulkan oleh kompor yang sedang menyala. Meskipun relatif aman tabung gas bisa kapan saja “meledak” jika tidak digunakan dengan benar. Bahkan, bahaya keracunan akibat menghirup gas yang bocor dapat menjadi ancaman bagi siapa saja. Khususnya jika tabung gas diletakkan di dalam ruangan tertutup minim ventilasi udara.

Rasa ingin tahu anak, khususnya anak laki-laki, melihat sederet perkakas pertukangan sangatlah besar. Tanpa pengawasan dari orang dewasa sebaiknya jangan pernah izinkan mereka bermain di gudang tempat berbagai macam alat-alat pertukangan tersimpan. Alat-alat tersebut dapat melukai anak jika tidak digunakan dengan benar. Sebaiknya simpan di tempat yang sulit di jangkau serta ditemukan anak-anak.

Cairan Kimia Sebaiknya Diletakkan Jauh Dari Jangkauan Anak, Sebab Fatal Akibatnya Bila Tertelan!

Bahan kimia tidak bisa terlepas dari bagian perlengkapan rumah. Kebutuhan cairan kimia dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk membersihkan kaca, membasmi serangga, pembersih lantai, membersihkan perabotan rumah tangga dan lain sebagainya. Beberapa cairan kimia memiliki bau yang khas dan sangat harum, bau tersebut dapat menggoda indra penciuman dan memancing rasa penasaran pada anak kecil. Sebaiknya letakkan di tempat yang tidak mudah ditemukan oleh anak dan jauh dari jangkauan anak-anak, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan pun bisa dihindari.

Rasanya akan menjadi  sulit untuk selalu mengawasi anak selama 24 jam penuh, akan lebih baik jika mengamankan bahan-bahan yang berbahaya bagi anak. Tidak hanya menghindari namun anda juga harus penjelasan yang masuk akal yang bisa diterima oleh pemikiran sang anak. Sehingga apabila suatu orang tua lengah, anak sudah bisa mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Lantai Yang Licin Tidak Hanya Berbahaya Untuk Orang Dewasa, Tapi Juga Bagi Anak

Lantai yang licin juga bisa menjadi sumber bahaya bagi anak, bahkan untuk orang dewasa. Lantai kamar mandi menjadi lantai yang memiliki risiko terbesar menjadi licin, karena kerap terkena sabun. Sebaiknya jika ibu atau ayah sedang mandi, bisa sambil menyikat lantai kamar mandi supaya tidak terlalu licin. Sehingga risiko terpleset akan semakin kecil. Apabila menemukan lantai dalam keadaan basah sebaiknya secepat mungkin dilap, agar tidak memakan korban.

Bisa juga dengan mengedukasi anak untuk memberitahu apa yang harus dilakukan jika dia menumpahkan air, karena akan bahaya jika lantai basah dan seseorang terpeleset bisa menyebabkan patah tulang dan kerusakan pada otak. Perlahan tapi pasti membiasakan anak mengetahui hal-hal apa saja yang membahayakan dirinya dan orang lain.

Jangan Remehkan Hal Kecil, Nyatanya Benda-benda Kecil Bisa Membahayakan Anak!

Mungkin sebagian orang meremehkan bentuknya yang kecil, bahkan menganggapnya tidak berbahaya. Seperti mainan anak yang berbentuk kecil-kecil, atau benda-benda yang terlihat  tak berbahaya namun berbentuk kecil. Tapi pernahkah anda terbayangkan bahwa hal kecil bisa menjadi malapetaka yang besar? Mungkin tidak melukai secara fisik luar, namun membahayakan jika ternyata sampai tertelan. Efeknya pun tak serta-merta diketahui.

Seperti sebuah kasus pernah terjadi, seorang balita nyaris tewas karena memakan kertas bon yang tergeletak di meja. Meski tidak langsung menujukkan gejala keracunan atau sejenisnya, namun anak tersebut tidak bisa buang air besar selama berhari-hari dan akhirnya demam hingga kejang serta sesak nafas. Hal itu terjadi karena dia memakan kertas bon serta kandungan bahan kimia dari tinta mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan anak. Hal yang terlihat sepele namun ternyata berdampak mengerikan jika orang tua salah menyikapinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan Fatal Orangtua Yang Bisa Membuat Anak Berperilaku Buruk: Membiarkan Anak Kurang Kasih Sayang

boy

Segala hal yang terjadi pada anak akan selalu menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtuanya, termasuk keluhan dan rasa tidak nyaman yang mungkin coba ditunjukkannya. Pada titik ini hal yang perlu dipertanyakan adalah pola asuh yang kita terapkan kepada mereka. Sudah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi segala kebutuhannya, baik itu fisik atau psikis. Satu hal yang sebanarnya mereka sangat butuhkan selain asupan gizi, air dan istirahat adalah kasih sayang.

Seorang pakar kasih dan sayang dari Psycholog Today, Kory Floyd PhD, mengatakan kurangnya semua itu tentu punya dampak merugikan bagi tubuh. Akan tetapi jangan pula merasa kurang kasih sayang tidak lantas jadi masalah selama masih bisa makan, minum, dan istirahat. Ini adalah satu kesatuan yang saling berhubungan dan berkesinambungan. Untuk itu penting untuk memastikan apakah kasih sayang yang kita berikan pada anak sudah cukup. Jangan sampai anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Bila hal ini terjadi, kita bisa melihatnya dari tanda-tanda perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan anak. Hal ini harus segera disikapi agar anak tidak menjadi korban dari kurangnya kasih sayang kita sebagai orangtua.

Kurang Kasih Sayang Akan Mengakibatkan Anak Memiliki Tingkat Rasa Percaya Diri Yang Sangat Rendah

Berada dalam situasi tersebut akan membuatnya merasa bahwa rumah bukankah tempat yang akan sepenuhnya mengakui keberadaannya, sebab di tempat itu dia tidak mendapatkan kasih sayang yang dibutuhkannya. Tentu sebagai orangtua kita bisa membayangkan apa yang dirasakannya, dia tidak akan bisa membangun rasa percaya diri di lingkungannya dengan baik. Berbagai macam hal buruk akan berkecamuk dibenaknya. Apa hal yang mendasari orangtuanya tidak memerhatikannya berikut alasan-alasan buruk lain yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya. Dengan demikian ia akan menjadi lebih sulit untuk belajar membuka diri dan bergaul dengan lingkungan sosial di  luar rumah. Hal ini tentu juga akan berpengaruh pada tingkat kepedulian dan pola berpikir yang dimilikinya kelak.

Bisa Saja Kelak Dia Akan Tumbuh Jadi Anak Yang Cenderung Melakukan Tindak Kekerasan

Hal lain yang akan coba ditunjukkannya demi mendapat perhatian dari orang lain di luar rumah adalah dengan melakukan tindakan yang sekiranya bisa menarik perhatian. Dengan harapan dia akan mendapat kasih sayang dengan caranya sendiri, anak pun akan mencoba melakukan berbagai hal untuk mendapat tujuannya.

Maka tak heran bila dia berubah jadi pribadi yang cenderung sering melakukan tindak kekerasan, memukul teman dan menciptakan keributan di luar rumah. Perhatian dari orang lain sebagai reaksi atas sikapnya tersebut akan memberikan kepuasan tersendiri baginya, meski itu bukan tindakan yang bisa dibenarkan. Dia berpikir ketika ada orang lain yang mampu memberinya perhatian berarti orang tersebut memedulikannya walau ia sendiri belum bisa memahami bagaimana sebenarnya wujud peduli itu.

Menjadi Anak Yang Penakut Dengan Rasa Cemas Yang Berlebihan

Rasa tidak nyaman membuatnya merasa takut untuk berada di luar lingkungan, bayang-bayang tentang tak adanya kasih sayang dari orangtua selalu jadi momok yang mencengkram kehidupannya. Rasa tidak nyaman tersebut perlahan merubah dirinya menjadi  penakut. Dia pun lantas menutup diri karena rasa cemas berlebihan yang selalu menganggap bahwa tidak akan ada orang yang bisa menerimanya bahkan orangtuanya sekalipun. Lebih buruknya lagi meski lingkungan sudah berlaku baik dan mulai membuka diri untuknya, dia tetap saja tidak bisa menumbuhkan rasa percayanya pada orang lain. Dalam benaknya hanya rasa takut dan kecemasan, sebenarnya dia cuma membutuhkan orang yang bisa memberinya kasih sayang dengan utuh.

Kurangnya Kasih Sayang Dari Kita Sebagai Orangtua Berpengaruh Pada Tingkat Kepeduliannya Terhadap Rumah Dan Lingkungan Sekitar

Anak adalah cerminan dari diri orangtuanya, untuk itu dia akan melakukan hal yang dilihatnya pernah diperbuat oleh  anda. Terbiasa tidak mendapatkan kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi anak yang akan melakukan hal sama. Menjadi anak yang cuek dan terkesan tidak memiliki tingkat kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya bahkan pada penghuni rumah sekalipun. Lebih parahnya lagi sikap tersebut tidak akan hanya ditujukan kepada kita sebagai orangtunya, tetapi kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Hal ini jelas akan mempengaruhi pergaulan yang akan dijalaninya kelak, termasuk pada hal-hal sosial dalam hidup dan lingkungannya. Bahkan akan berefek buruk pada perkembangan pola pikirnya.

Merasa Kesepian Dan Berpikir Bahwa Dirinya Tidaklah Penting Untuk Orangtuanya

Untuk hal yang satu ini memang akan selalu dirasakan oleh siapapun juga ketika tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya, begitu pula dengan anak. Mereka akan cenderung merasa kosong meski sebenarnya sedang di tengah keramaian sekalipun. Tidak mendapat kasih sayang membuatnya merasa hidup seorang diri tanpa ada yang akan memerhatikannya. Akibatnya ia akan lebih sering menyendiri,  hal ini dilakukannya sebagai pelarian dari rasa sepinya. Bahkah dia mulai berpikir bahwa keberadaannya mungkin tidak berarti bagi orangtua, karena kasih sayang yang sejatinya dibutuhkan oleh seorang anak tidak pernah ia dapatkan dari orangtuanya. Tegakah bila buah hati anda sampai berpikiran seperti itu ?

Emosional Karena Tidak Bisa Mengontrol Dirinya Sendiri Sehingga Sering Mencari Pelampiasan Kekesalan

Kurangnya kasih sayang yang diterima anak tidak hanya akan menjadikan dia sebagai satu-satunya korban, orang-orang disekitarnya juga akan ikut merasakan imbasnya. Hal-hal baik dari hubungan antara orangtua dan anak yang dilihatnya kadang memicu emosi dalam jiwanya untuk berbuat sesuatu yang merupakan pelampiasan dari kekecewaanya. Ia akan tumbuh sebagai anak emosional yang akan mudah merusak hubungannya dengan orang lain, baik di rumah, di sekolah, dan lingkungan lain tempatnya berada. Hal ini sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa betapa besar dampak buruk yang akan terjadi bagi mereka ketika orang tua tidak bisa memberinya kasih sayang yang semestinya.

Akibat Yang Paling Fatal Adalah Saat Dia Mulai Membenci Kita Sebagai Orangtuanya

Untuk orangtua manapun hal ini akan menjadi bencana. Membayangkan seseorang yang membenci kita saja sudah cukup membuat hati sakit. Lalu bagaimana jika ternyata anak jadi membenci kita hanya karena hal yang sebenarnya bisa disikapi dengan lebih baik? Dia akan sampai pada pemahaman bahwa yang dialaminya selama ini adalah sesuatu yang tidak adil baginya. Pemikirannya yang seperti itu jelas akan berpengaruh pada hubungan orangtua dengan anak. Hal ini akan jadi awal dari sebuah jarak yang selanjutnya akan tumbuh dan melebar jika kita tidak bisa segera mengatasinya. Ingat Bunda, tidak satupun anak di dunia ini yang ingin membenci orangtuanya!  Sebaliknya orangtua manapun juga tidak ingin membuat anaknya jadi membencinya!

Orangtua adalah guru pertama yang akan membantu anak menapaki tangga kehidupan. Untuk itu sudah menjadi tugas orangtua untuk lebih mengerti dan memahaminya. Sebab segala perbuatan dan tindakan yang orangtua tunjukkan padanya akan selalu berpengaruh pada pembentukan pola pikir dan jati dirinya kelak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ketahui Rahasia Penting Tumbuh Kembang Anak Dari Sebuah Sentuhan

Merawat dan membesarkan anak rasanya sudah menjadi prioritas kita sebagai orangtua. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, perawatan tubuh yang didapatkannya hingga hal-hal lain yang akan membantu tumbuh kembangnya tak pernah luput dari perhatian orangtua. Dari begitu banyak hal yang bisa kita berikan kepadanya ada satu hal yang sebenarnya terlihat sederhana tapi memiliki manfaat luar biasa bagi si kecil, yaitu stimulasi dari sebuah sentuhan.

Bukan hanya ampuh untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Hal ini juga jadi isyarat cinta dan kasih sayang orangtua untuknya. Setiap satu sentuhan yang kita berikan akan memberikan ketenangan dan kesenangan baginya. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa, “Interaksi orangtua dengan anak tidak hanya penting untuk menjalin kedekatan tapi penting juga untuk perkembangan fisik dan sosialnya”. Hal ini tentu membuat kita semakin penasaran, apa saja hal baik apa yang sebenarnya bisa didapat dari sebuah sentuhan. Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, ulasan di bawah ini akan menjadi jawababnya.

Sebuah Sentuhan Dari Orangtua Mampu Menstimulasi Perkembangan Si Kecil

Ketika kita sudah membiasakan diri untuk memberikan si kecil sebuah sentuhan dengan rasa cinta, itu berarti kita telah membantunya untuk tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan yang kita berikan akan merangsang terbentuknya hormon pertumbuhan dan beberapa enzim tertentu yang berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dimana enzim tersebut akan memberikan rasa sensitif terhadap hormon pertumbuhan, serta mengoptimalkan setiap pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

Bukti nyata yang bisa kita lihat dari hebatnya sebuah sentuhan orangtua adalah kondisi bayi yang terlahir prematur. Untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat ia butuh banyak sentuhan terutama dari orangtuanya. Hal ini dipercaya akan meningkatkan berat badannya hingga 47% lebih cepat dibanding anak yang jarang mendapatkan sentuhan. Sentuhan dari orang tua  juga mampu memperkuat ikatan batin dengan anak.

Bahkan Mampu Menghantarkan Energi Positif Bagi Sikap Dan Perilaku Selama Tumbuh Kembangnya

Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa seorang anak yang dirawat dengan banyak sentuhan akan lebih mudah untuk diarahkan terutama dalam hal perilakunya. Tak hanya perilakunya, hal ini juga akan merambat kepada beberapa kebiasaan hidup anak. Mulai dari waktu sebelum tidur yang lebih mudah, karena kita tidak akan menjumpai kerewelan-kerewelan kecil darinya. Membuatnya mengerti akan sesuatu yang ingin kita sampaikan, contoh kecilnya ketika ia menangis lalu kita mengusap-usap tubuhnya, anak akan mengartikan itu sebagai perintah bahwa dirinya tidak boleh menangis lagi. Disamping karena rasa nyaman yang dimiliki, ia akan lebih merasa tenang dan bahagia. Ini adalah bukti nyata dari sebuah manfaat baik dari sebuah sentuhan. Kelak ia akan tumbuh sebagai anak yang mudah mengendalikan diri serta jadi pribadi yang hangat dan ramah pada sekelilingnya.

Sebuah Sentuhan Akan Membantu Anak Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Yang Dimilikinya Sejak Dini

Percaya diri adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua orang tak terkecuali si kecil. Kabar baiknya sentuhan dari orangtua ternyata bisa membantu anak untuk menemukan rasa percaya diri yang dimilikinya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) juga membenarkan hal ini. Katanya, “ Sentuhan ibu kepada si kecil mampu memberikan kenyamanan sekaligus membangun emosi antara orang tua dengan anak”. Jika selama ini masih ada beberapa ungkapan yang mengatakan, jika sentuhan hanya akan membuat anak manja. Kenyataan yang sebenarnya ternyata berbanding terbalik, justru ini jadi sesuatu yang akan membantu dirinya. Perlakuan yang diterimanya membuatnya merasa berharga, untuk itu ia akan tumbuh sebagai anak dengan rasa percaya diri yang kuat. Setiap sentuhan yang kita berikan pada si kecil itu artinya satu energi positif telah didapatkannya dari kita.

Pun Sentuhan Adalah Alat Penghantar Yang Akan Merangsang Perkembangan Otaknya

Menurut Dr. Nadja Reissland dari Jurusan Psikologi di Durham University, Inggris, ada lima langkah sentuhan yang akan membantu merangsang tumbuh kembang otak pada si kecil. Mulai dari menyentuh, menggendong, memeluk, mencium hingga memijatnya. Meski disampaikan dengan cara-cara yang berbeda tapi inilah cara menyentuh anak yang dianjurkan. Selain itu rasa nyaman yang telah diterima oleh si kecil akan membuatnya merasa lebih baik, perkembangan otaknya dapat lebih optimal karena minimnya produksi hormon kortisol. Suatu  hormon yang hanya akan diproduksi otak ketika seseorang merasa stres. Semakin tinggi produksi hormon kortisol  pada si kecil tentu akan berpengaruh buruk baginya. Bahkan bisa meningkatkan risiko terganggunya jaringan otak pada hippocampus atau bagian otak yang menyimpan ingatan. Itu berarti dirinya akan mengalami hambatan dalam menjalani proses belajar. Untuk itu banyak memberinya sentuhan akan membantu tumbuh kembang otaknya.

Menumbuhkan Ikatan Batin Yang Kuat Antara Orangtua Dengan Dirinya Adalah Kebaikan Yang Diperoleh Dari Sebuah Sentuhan

Memberikan sentuhan tak hanya memberi pengaruh baik pada anak, tapi juga untuk orangtuanya. Ikatan atau bonding yang terjalin selama bersentuhan akan menguatkan ikatan batin. Sebagai orangtua kita akan lebih mudah memahami satiap gerak dan bahasa tubuhnya. Mengerti ketika tidak menyukai sesuatu dan paham jika dirinya memang sedang ingin dekat dengan kita. Dari hal ini akan lahir komunikasi antara orangtua dan si kecil. Dengan kata lain kita akan jauh lebih sensitif untuk hal-hal yang dirasakan anak. Begitupula dengannya yang akan lebih responsif lagi untuk semua hal yang kita sampaikan. Saat komunikasi dan jalinan batin ini berjalan dengan baik, maka secara keseluruhan tumbuh kembangnya akan jauh lebih optimal.

Bukan hanya sentuhan dari orangtuanya, sesekali mintalah anggota keluarga yang lain untuk bersentuhan langsung dengan si kecil demi menumbuhkan ikatan batin yang jauh lebih kuat lagi. Sebuah sentuhan sederhana yang terlihat sepele ini nyatanya mampu memberikan manfaat luar biasa untuknya, hal ini akan menjadi benteng yang kokoh bagi dirinya ketika kelak tumbuh dewasa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Inilah Makanan Sehat Yang Aman Untuk Si Kecil Yang Sedang Sakit

food

Perubahan cuaca yang begitu cepat membuat anak mudah jauh sakit. Selain pengobatan yang tepat, pemilihan makanan yang sesuai akan membantu proses penyembuhannya. Saat sedang sakit tentu daya tahan tubuhnya menurun, maka anda pun harus lebih hati-hati saat memilihkan jenis makanan untuk anak.

Wajar sebenarnya bila orang tua, terlebih ibu jadi lebih berhati-hati saat memilihkan jenis makanan untuk anak, karena salah satu faktor penyebab anak sakit adalah pola makan yang kurang sehat. Untuk itu anda perlu mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh kita berikan kepada anak saat dirinya sedang sakit. Tentunya dengan tetap memerhatikan selera makan dan jenis makanan yang anda berikan.

Nasi Tim Adalah Pilihan Tepat Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil Yang Sedang Sakit

Meski sedang sakit anda harus bisa memastikan bahwa asupan nutrisi yang diterima oleh si kecil haruslah tepat. Nasi tim bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan anak. Agar anak makan dengan lahap,  anda bisa mengkreasikan cara penyajiannya. Komposisi nasi, daging, dan beberapa jenis sayuran pada nasi tim dapat membantu proses penyembuhan lebih cepat. Kandungan protein, lemak, dan karbohidrat di dalamnya akan membantu si kecil memperoleh kekuatan baru. Dengan begini anak pun bisa lekas pulih.

Tak Hanya Mudah Diolah, Telur Juga Mengandung Banyak Vitamin Dan Mineral

Mengandung 12 jenis vitamin dan mineral yang sangat baik, membuat telur sangat baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Anda bisa mencoba beberapa cara memasak agar sesuai dengan selera anak. Jika anak tidak suka dengan telur rebus, anda bisa memilih cara memasak lainnya. Menjadikannya omelet, dicampur dengan nasi atau dijadikan soup rasanya tidak terlalu sulit dilakukan. Bisa dengan memberikan kuning telurnya saja atau dengan putih telurnya juga. Anda juga tetap memperhatikan jika mungkin ada gejala alergi yang dimiliki oleh si kecil pada telur. Jika hal itu terjadi sebaiknya berikan jenis makanan lain yang aman untuknya.

Pada Saat Anak Sakit, Daging Ayam Akan Menjadi Pilihan Makanan Yang Membantu Penyembuhannya

Makanan ini menjadi salah satu asupan yang perlu diutamakan untuk anak karena daging kaya akan zat besi yang baik bagi perkembangan otak, pertumbuhan serta sumber energi. Pada saat anak sedang sakit, semua kandungan tersebut akan sangat membantu penyembuhannya. Pilihlah jenis daging yang jenis rasa dan teksturnya halus seperti daging ayam dan kalkun. Sajikan daging dengan beberapa potong-potongan kecil yang halus, agar lebih mudah untuk dikunyah oleh si kecil. Jika ingin memilih jenis daging lain, anda juga bisa memberinya daging sapi. Dengan tetap memotongnya dalam beberapa potongan kecil, namun jika dalam keadaan sakit daging ayam lebih dianjurkan.

Tak Hanya Segar, Salad Buah Juga Akan Membantu Si Kecil Lebih Kuat Lagi

Memberinya sajian makanan menarik dengan berbagai jenis buah tentu akan membuat si kecil lebih tertarik. Pilihlah jenis buah yang memang sesuai dengan kebutuhannya saat proses penyembuhan. Pastikan pula buah yang anda pakai benar-benar bersih dan bebas dari zat kimia, serta pestisida lainya. Buah-buahan adalah sumber gizi yang sehat, apalagi anda bisa memberikan berbagai jenis buah untuk si kecil. Vitamin, mineral, dan zat besi yang tinggi pun bisa didapatkan anak. Dengan begitu kandungan berbagai jenis vitamin yang ada akan membantu si kecil lebih kuat lagi.

Tak Perlu Ragu Untuk Memberikan Sereal Dan Biskuit Pada Anak Bunda

Sering digunakan untuk bahan makanan untuk diet, ternyata sereal dan biskuit juga baik untuk sarapan si kecil. Selain mengandung karbohidrat, vitamin serta nutrisi yang terdapat dalam sereal dan biskuit juga mudah dicerna olehnya. Hal lain yang akan membantu proses penyembuhan pada si kecil saat sakit adalah kandungan vitamin B kompleks yang terdapat didalamnya. Sereal juga kaya akan zat besi (Fe) dan copper (Co). Jenis mineral ini  sangat membantu proses pertumbuhan anak. Zat besi juga untuk pembentukan sel darah merah dan copper untuk pembentukan kerangka tulang. Jadi mulai sekarang tentu bunda tak merasa ragu lagi untuk memberikan sereal dan biskuit pada anak bukan?

Makanan Bervariasi Yang Disesuaikan Dengan Selera Makannya Akan Membuat Anak Lahap Makan

Ketika kesehatannya sedang terganggu tentu ia akan sedikit lebih rewel dari biasanya, termasuk dalam soal makanan. Untuk itu anda bisa mengakalinya dengan memberinya makanan yang bervariasi untuk mendatangkan selera makannya. Aturlah makanan dengan jenis yang berbeda untuk dikonsumsi pada saat sarapan, makan siang dan malam. Dengan begitu ia tidak akan merasa bosan karena akan mengonsumsi makanan yang sama selama tiga kali dalam sehari.

Berikan Juga Makanan Yang Kaya Protein!

Untuk menstabilkan kondisi kesehatan si kecil, tentu anda harus memberikan makanan dengan kandungan protein yang banyak. Anda bisa memberinya beberapa jenis makanan yang memang kaya akan protein seperti keju dan yogurt misalnya. Olahlah beberapa jenis makanan dan jangan lupa untuk mencampurkan keju ke dalamnya. Ketika nafsu makannya sudah mulai membaik itu akan sangat membantu dalam upaya proses penyembuhannya.

Asupan Air Juga Penting Bunda!

Anda juga harus memerhatikan kebutuhan anak saat ia sedang sakit. Karena ini menjadi sumber energi yang paling utama bagi tubuh, jangan sampai tubuhnyanya kekurangan cairan. Hal itu bisa berdampak buruk baginya nanti, sebaliknya jika kebutuhan airnya terpenuhi proses penyembuhannya dari sakit pun akan lebih mudah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top