Parenting

Terdengar Remeh Sih, Namun 5 Hal Ini Bisa Mengancam Nyawa Anak. Jangan Abaikan Bunda!

pexels-photo-128893

Menjadi orang tua memang menghadirkan kebahagiaan dan tantangan tersendiri. Rasa sayang yang begitu besar membuat orang tua selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak. Mereka tak ingin bila sampai ada hal buruk yang menimpa anak, apalagi hingga membahayakan nyawanya.

Meski begitu orang tua biasanya hanya fokus pada hal-hal besar yang sekiranya bisa mengancam keselamatan anak. Nyatanya ada hal-hal kecil yang bsa membahayakan nyawa anak. Mungkin selama ini anda belum menyadarinya karena hal-hal tersebut terlihat remeh. Lalu apa saja hal kecil yang bisa mengancam nyawa anak? Berikut ulasannya.

Stopkontak Selalu Ada Di Berbagai Sudut Rumah. Lindungi Anak Dari Bahayanya

Setiap rumah biasanya memiliki stopkontak yang terpasang di setiap ruang. Meski terlihat biasa hal ini bisa mengancam nyawa anak anda kapanpun. Stopkontak yang tidak memiliki pelindung, bisa saja membuat anak anda tersengat listrik. Rasa ingin tahu yang besar bisa saja membuat sang anak penasaran dengan stopkontak dan tergoda untuk memasukkan jarinya ke dalam lubang stopkontak. Untuk melindungi anak, anda sebaiknya menggunakan pelindung pada setiap stopkontak. Penting juga memberikan tahu anak mengenaik bahaya stopkontak jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Peralatan Dapur Dan Tukang Pun Bisa Berbahaya Jika Digunakan Anak Tanpa Pengawasan Penuh

Benda lain yang ada di rumah namun bisa jadi berbahaya bagi anak jika  tidak digunakan tanpa pengawasan penuh adalah peralatan dapur seperti termos yang berisi air panas, pisau dapur, kompor atau kompor gas. Sebagai wadah penyimpan air panas termos sangat berbahaya bagi anak-anak, apalagi jika ada air yang baru mendidih langsung dimasukkan ke dalamnya. Akan lebih baik bila anda menyimpan termos berisi air panas jauh dari jangkauan anak-anak.

Pisau dapur sebaiknya juga tidak diletakkan sembarangan, apalagi sampai digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan dari orangtua. Kejadian seorang anak terluka akibat bermain dengan pisau dapur sudah banyak terjadi. Di Amerika, seorang anak harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan karena bermain pedang-pedangan menggunakan pisau dapur ibunya.

Baik kompor gas, kompor listrik ataupun oven saat sedang digunakan, sebaiknya hindarkan dari jangkauan anak. Bahaya terbakar atau terkena benda panas bisa kapan saja dialami oleh anak-anak, karena mereka belum mengerti  bahaya yang ditimbulkan oleh kompor yang sedang menyala. Meskipun relatif aman tabung gas bisa kapan saja “meledak” jika tidak digunakan dengan benar. Bahkan, bahaya keracunan akibat menghirup gas yang bocor dapat menjadi ancaman bagi siapa saja. Khususnya jika tabung gas diletakkan di dalam ruangan tertutup minim ventilasi udara.

Rasa ingin tahu anak, khususnya anak laki-laki, melihat sederet perkakas pertukangan sangatlah besar. Tanpa pengawasan dari orang dewasa sebaiknya jangan pernah izinkan mereka bermain di gudang tempat berbagai macam alat-alat pertukangan tersimpan. Alat-alat tersebut dapat melukai anak jika tidak digunakan dengan benar. Sebaiknya simpan di tempat yang sulit di jangkau serta ditemukan anak-anak.

Cairan Kimia Sebaiknya Diletakkan Jauh Dari Jangkauan Anak, Sebab Fatal Akibatnya Bila Tertelan!

Bahan kimia tidak bisa terlepas dari bagian perlengkapan rumah. Kebutuhan cairan kimia dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk membersihkan kaca, membasmi serangga, pembersih lantai, membersihkan perabotan rumah tangga dan lain sebagainya. Beberapa cairan kimia memiliki bau yang khas dan sangat harum, bau tersebut dapat menggoda indra penciuman dan memancing rasa penasaran pada anak kecil. Sebaiknya letakkan di tempat yang tidak mudah ditemukan oleh anak dan jauh dari jangkauan anak-anak, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan pun bisa dihindari.

Rasanya akan menjadi  sulit untuk selalu mengawasi anak selama 24 jam penuh, akan lebih baik jika mengamankan bahan-bahan yang berbahaya bagi anak. Tidak hanya menghindari namun anda juga harus penjelasan yang masuk akal yang bisa diterima oleh pemikiran sang anak. Sehingga apabila suatu orang tua lengah, anak sudah bisa mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Lantai Yang Licin Tidak Hanya Berbahaya Untuk Orang Dewasa, Tapi Juga Bagi Anak

Lantai yang licin juga bisa menjadi sumber bahaya bagi anak, bahkan untuk orang dewasa. Lantai kamar mandi menjadi lantai yang memiliki risiko terbesar menjadi licin, karena kerap terkena sabun. Sebaiknya jika ibu atau ayah sedang mandi, bisa sambil menyikat lantai kamar mandi supaya tidak terlalu licin. Sehingga risiko terpleset akan semakin kecil. Apabila menemukan lantai dalam keadaan basah sebaiknya secepat mungkin dilap, agar tidak memakan korban.

Bisa juga dengan mengedukasi anak untuk memberitahu apa yang harus dilakukan jika dia menumpahkan air, karena akan bahaya jika lantai basah dan seseorang terpeleset bisa menyebabkan patah tulang dan kerusakan pada otak. Perlahan tapi pasti membiasakan anak mengetahui hal-hal apa saja yang membahayakan dirinya dan orang lain.

Jangan Remehkan Hal Kecil, Nyatanya Benda-benda Kecil Bisa Membahayakan Anak!

Mungkin sebagian orang meremehkan bentuknya yang kecil, bahkan menganggapnya tidak berbahaya. Seperti mainan anak yang berbentuk kecil-kecil, atau benda-benda yang terlihat  tak berbahaya namun berbentuk kecil. Tapi pernahkah anda terbayangkan bahwa hal kecil bisa menjadi malapetaka yang besar? Mungkin tidak melukai secara fisik luar, namun membahayakan jika ternyata sampai tertelan. Efeknya pun tak serta-merta diketahui.

Seperti sebuah kasus pernah terjadi, seorang balita nyaris tewas karena memakan kertas bon yang tergeletak di meja. Meski tidak langsung menujukkan gejala keracunan atau sejenisnya, namun anak tersebut tidak bisa buang air besar selama berhari-hari dan akhirnya demam hingga kejang serta sesak nafas. Hal itu terjadi karena dia memakan kertas bon serta kandungan bahan kimia dari tinta mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan anak. Hal yang terlihat sepele namun ternyata berdampak mengerikan jika orang tua salah menyikapinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dilema Orangtua, Ketika Sang Anak yang Sudah Remaja Tiba-tiba Mogok Bicara

rsz_rachael-crowe-94002

Tak hanya saat buah hati masih bayi dan anak-anak saja, perubahan sikap anak ketika sudah beranjak dewasa nyatanya lebih menguras pikiran dan tenaga. Lalu tanpa tahu sebabnya, dia jadi lebih sering diam tanpa kata. Situasi ini tentu membuat orangtua bertanya-tanya.

Bila Bunda pikir memarahi atau menyuruhnya untuk berbicara akan menjadi sesuatu yang membantu, nampaknya Bunda harus melupakan hal itu. Seiring bertambah luasnya pengetahuan yang dia punya, kita memang harus bersiap dengan segala kemungkinan yang bisa saja dilakukan oleh anak. Lalu bagaimana upaya yang seharusnya Bunda lakukan untuk mengatasi situasi tersebut?

Hal Pertama Kali yang Harus Diketahui Bunda Adalah Penyebab Anak Mendadak Tak Mau Bersuara Sepanjang Waktu

rsz_pexels-photo-262103

Ada banyak hal yang kadang membuatnya diam, meski kita sendiri sebenarnya belum mengetahui penyebabnya secara pasti. Salah satunya bisa bermula dari beberapa aturan rumah yang Bunda buat.

Berpikir bahwa hal tersebut tak sesuai dengannya, dia kerap menunjukkan protes dengan diam dan tak mau bicara. Biar bagaimana pun dia mungkin sadar bahwa menentang orangtua bukanlah sikap yang baik.

Kemampuan untuk mendekati dan memintanya berterus terang akan memudahkan Bunda untuk mengetahui penyebabnya, dengan begitu kita jadi tahu tindakan mana yang harus dilakukan lebih dulu.

Membentaknya Agar Mau Bicara Bukanlah Pilihan Baik Bun, Justru Malah Bisa Jadi Bumerang

rsz_caroline-hernandez-315551

Bunda harus ingat, apa pun masalahnya, membentak anak tak akan memberikan solusi apa-apa. Ini justru akan jadi contoh buruk bagi dirinya. Bisa-bisa anak malah akan mengembalikan sikap yang kerap dia terima kepada kita di momen yang berbeda. Apa Bunda mau si kecil jadi sosok yang pembangkang? Tentu tidak kan?

Jangan menghadapinya dengan penuh emosi atau kemarahan yang tak berkesudahan. Cobalah beri buah hati pengertian, akan hal-hal yang nanti bisa terjadi jika dirinya masih terus diam. Disisi lain, Bunda juga harus adil padanya, dengan tak buru-buru menutup perdebatan kala dia sedang menyampaikan isi hatinya. Cobalah terima apa yang dikatakan anak dengan baik.

Lalu Pelan-pelan Beri Tahu Dia, Bahwa Tak Ada Masalah yang Akan Selesai Jika Dirinya Hanya Diam Saja

rsz_claudia-soraya-290053

Kesabaran dan kemampuan untuk bisa memberikan jawaban yang tepat, jadi sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang tua. Tak hanya ayahnya saja, akan tetapi ibunya juga. Meski dengan kondisi yang masih sedikit memberontak, biasanya hal-hal yang dibicarakan dengan lembut memudahkan kita untuk menyampaikan saran.

Bunda memang tak bisa berbuat banyak, karena hanya bisa bersabar sembari memberinya peringatan. Sampaikan pula, jika tak akan ada orang yang tahu isi hatinya jika dia sendiri tak mau buka suara.

Jika Dirasa Masih Kurang, Bantulah Anak Untuk Lebih Mengerti Bahwa Memang Ada Aturan yang Harus Ditaati

rsz_rachael-crowe-94002

Kadang kala situasi seperti ini merupakan fase perkembangan anak yang harus dilewati. Saat anak bertambah umur serta pengalaman, maka dia akan semakin mudah diajak berbicara dan bertukar pikiran. Termasuk saat dia tiba-tiba bersikap diam, hanya karena beberapa hal yang dirasanya tak sesuai dengan keadaaan.

Sosoknya sedang ingin jadi elang yang bebas. Melakukan banyak hal tanpa dilarang. Jadi wajar saja, jika pada beberapa kesempatan anak akan lebih banyak diam untuk menyuarakan protesnya. Dengan begitu, sebenarnya, perubahan sikap ini kadang memudahkan orang lain untuk membaca situasi hatinya.

Dan Untuk Mengembalikan Situasi Hatinya, Bunda Harus Tetap Bersikap Seperti Biasa

rsz_guillaume-de-germain-329206

Tidak hanya anak kecil saja yang butuh direngkuh untuk merasa tenang. Sosok yang kini sudah tumbuh remaja itu, juga berhak mendapatkan hal serupa Bun. Cobalah peluk dirinya, sembari Bunda menyampaikan hal-hal yang memang harus terjadi, dan yang tidak. Hal yang harus diutarakan atau pun mesti disimpan.

Ketenangan itu akan membantu dirinya untuk bisa membuka diri dan menyampaikan isi hati. Pelan-pelan dia akan sadar bahwa hal-hal yang memang tak sejalan dengan pikiran harus disampaikan bukan malah disimpan dalam hati.

Bunda mungkin merasa ini jadi tantangan berat sebagai orangtua. Disamping mesti sabar, kita memang tetap harus bisa menahan diri untuk tak berpikiran buruk terhadapnya. Percayalah Bun, saat ini si kecil hanya sedang butuh dimengerti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

5 Penyakit Ini Sering Menyerang Anak Balita, Kenali Penanganannya Agar Bunda Tak Panik

StockSnap_WEVW54ATOC

Anak balita (bawah lima tahun) adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak balita belumlah sempurna sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang ada pada orang dewasa.

Dengan demikian penyakit-penyakit ringan yang menyerang orang dewasa bisa menjadi sebuah penyakit yang berbahaya jika terjadi pada anak balita. Nah Bunda, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang biasa menyerang anak balita.

Diare Menjadi Salah Satu Penyakit Yang Cukup Sering Menyerang Si Kecil

Menurut para ahli kesehatan bayi dan anak, diare merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering menyerang anak balita. Ada banyak faktor terjadinya diare pada anak balita, seperti sensitif terhadap jenis makanan tertentu, terlalu sering mengonsumsi jus buah, hingga terjadinya infeksi pada saluran pencernaannya.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperbanyak asupan air putih kepada anak. Cara lainnya adalah dengan memberikan oralit pada si kecil sesuai dengan porsinya. Hal ini untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Namun jika dalam waktu 24 jam diare belum reda, atau bahkan diikuti dengan muntah-muntah, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Demam Pada Balita Juga Harus Diwaspadai Bun

Perlu Bunda ketahui, sebenarnya demam bukanlah termasuk jenis penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh.  Misalnya saat influenza atau setelah imunisasi.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mengompres kepala dan tubuh anak dengan menggunakan air dingin. Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Namun jika suhu badannya telah mencapai 38 derajat Celcius, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Untuk mengetahui suhu tubuhnya, Bunda dapat melakukan pengukuran suhu dengan termometer melalui anus si kecil.

Konstipasi Atau Sembelit Pun Umum Menyerang Anak Balita

Konstipasi atau sembelit pun termasuk jenis penyakit yang umum menyerang anak. Tanda-tanda si kecil mengalami konstipasi adalah dia akan menangis saat bab, atau vesesnya terlihat keras saat dia BAB. Untuk mengatasinya, Bunda dapat menambah asupan ASI atau jus buah. Namun jika langkah tersebut sudah dilakukan dan kondisi si kecil masih belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Ruam Pada Balita Biasanya Disebabkan Oleh Alergi, Infeksi, Kulit Kering, dan Lecet pada Kulit

Sama seperti ketiga jenis penyakit di atas, ruam pun termasuk salah satu penyakit yang umum menyerang kulit balita. Biasanya penyakit yang satu ini disebabkan oleh alergi, infeksi, kulit kering, dan lecet pada kulit. Selain itu, ruam juga terjadi akibat pemakaian popok basah dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, gantilah popok buah hati anda sesering mungkin. Selain itu, Bunda dapat menggunakan baby oil atau lotion khusus untuk anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit anak.

Saat Batuk Belum Juga Reda Hingga 4 Hari, Segera Bawa Buah Hati Ke Dokter Ya Bun!

Jenis penyakit lainnya yang cukup sering menyerang si kecil adalah batuk. Pada umumnya batuk disebabkan akibat serangan virus. Jika si kecil terkena batuk disertai dengan demam ringan, maka kemungkinan besar batuk tersebut terjadi akibat infeksi virus.

Untuk mengatasinya, anda dapat menambah jumlah asupan ASI pada anak. Hal ini dilakukan karena para ahli kesehatan bayi dan anak tidak menganjurkan bayi berusia dibawah 4 bulan untuk mengonsumsi obat batuk. Untuk itu, ASI dianggap sebagai cairan yang dapat memenuhi asupan nutrisi si kecil. Namun jika demam dan batuk tersebut belum juga reda hingga 4 hari, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Penyakit-penyakit seperti demam, batuk, konstipasi atau sembelit, dan juga diare merupakan penyakit yang biasa ketika menyerang orang dewasa. Namun Bunda harus waspada jika penyakit-penyakit tersebut menyerang bayi atau anak karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Keterlambatan Si Kecil dalam Berjalan Tak Selalu Berarti Buruk

rsz_ismail-taibi-408252

Kemampuan si kecil dalam berjalan jadi salah satu indikasi dari tumbuh kembangnya. Namun bagaimana jika ternyata dia masih belum bisa berjalan saat anak-anak seusianya sudah berjalan?

Sebagai orangtua kita tentu menginginkan buah hati bisa berkembang dengan baik. Namun faktanya, perkembangan motorik khususnya kemampuan berjalan usia normal anak dapat berjalan sebenarnya berbeda-beda, mulai dari usia 9 hingga 18 bulan Bunda.

Brenda Nixon, seorang ahli parenting, pada salah satu jurnalnya pernah berkata bahwa “Jika seorang bayi belum bisa berjalan pada akhir usia 18 bulan, bisa jadi karena beberapa alasan, seperti: kurangnya kesempatan dan latihan, genetik, atau temperamen.”

Nah, agar Bunda tak terlalu khawatir, mari kita pahami masalah tersebut mulai dari sini!

Bunda Bisa Memulainya Dengan Kembali Mengingat Bagaimana Tumbuh Kembang Si Kecil Sejak Terlahir Ke Dunia

rsz_daniela-rey-357038

Setiap anak hadir dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya. Ini akan jadi sesuatu yang sangat wajar tentunya. Tapi sebagai orangtua, Bunda tak perlu terlalu cemas. Keresahan ini bisa kita atasi dengan pelan-pelan mencari solusi.

Coba ingat dulu, berapa usianya ketika anak sudah mampu duduk dengan tegak. Jika ternyata dulu si kecil juga mengalami keterlambatan motorik dalam kemampuan untuk duduk, hal ini tentu akan berpengaruh pada kemampuannya untuk berjalan.

Hal lain yang kerap mempengaruhinya, mungkin dikarenakan anak fokus mengembangkan diri pada kemampuan lain. Seperti kemampuan berbicara, mendengar, dan memerhatikan sekelilingnya.

Kemungkinan Si Kecil Memang Ada Kelainan Untuk Beberapa Penyakit Tertentu

rsz_1feliphe-schiarolli-420093

Beberapa anak lahir dengan cara yang tak biasa. Katakanlah si kecil mungkin lahir secara caesar dan prematur. Tak hanya pada masa awal kelahirannya saja, hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Coba Bunda ingat-ingat dulu apa saja hal-hal yang pernah si kecil derita. Seperti beberapa penyakit tertentu, hingga kelainan lain yang memang jadi salah satu penyebab tumbuh kembangnya menjadi tidak normal.

Dimana kelainan tersebut mempengaruhi kemampuan otot kakinya untuk menopang tubuhnya saat berdiri dan berjalan. Bunda hanya perlu paham apa yang sedang dialami si kecil, untuk kemudian bisa memberinya penanganan yang tepat.

Tapi Lingkungan Eksternal Juga Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

rsz_janko-ferlic-153521

Suatu kali si kecil sudah pernah menunjukkan kemampuannya untuk bisa berdiri dan kemudian berjalan. Tanpa disadari dia terjatuh hingga membuatnya terluka. Selain membuatnya merasakan sakit, kejadian tersebut kadang menimbulkan trauma baginya. Sehingga pada masa tertentu anak pun jadi belum ingin melakukan hal yang sama lagi.

Tak berhenti disitu saja, pemicu yang datang dari lingkungan bisa terjadi saat Bunda mengandungnya. Nutrisi dan kebutuhan gizi yang tak terpenuhi saat masa kehamilan, jadi salah satu hal yang berpengaruh pada kemampuan berjalannya.

Atau Untuk Saat Ini Dirinya Mungkin Masih Lebih Merasa Nyaman Jika Tetap Tengkurap

rsz_daniela-rey-357045

Keinginan si kecil sebenarnya jadi salah satu faktor yang paling berpengaruh untuk kemampuan berjalannya. Karena biar bagaimana pun, usaha dari luar akan menjadi tak efektif jika ternyata si kecil masih belum ingin berdiri dan berjalan. Tentu semuanya akan sia-sia saja.

Kadang kala, ada sosok anak yang nampaknya lebih suka berbaring, atau merangkak untuk menggerakkan tubuhnya. Karena dia hanya akan bangkit dan berdiri, jika dirasa sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya.

Tak ada yang bisa kita lakukan selain, tetap memberinya semangat dan pengertian untuk berjalan. Dan jangan lupa untuk tetap memberikan buah hati makanan serta nutrisi yang akan membantu tumbuh kembangnya.

Dan Sebagai Orangtua, Kita Jadi Pihak Yang Paling Bertanggung Jawab Untuk Menanganinya

pexels-photo-235243

Barangkali syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarafnya belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik belum terbentuk dengan sempurna. Meski teman sesuainya sudah mampu berjalan dan berlari, Bunda tak boleh menjadikan anak lain sebagai acuan. Karena setiap anak tentu berbeda. Wajar memang jika akan hal tersebut membuat kita khawatir dan was-was. Tapi tak perlu takut secara berlebihan.

Justru Bunda harus tetap mengawasi tumbuh kembanganya. Memberinya nutrisi yang cukup dengan porsi yang memang dia butuhkan. Sembari mulai mengajarinya untuk kembali berdiri dan melangkahkan kakinya.

Meski Begitu Biarkan Buah Hati Tumbuh Sesuai Dengan Keinginannya Ya Bun!

rsz_thiago-cerqueira-191866

Jangan dipakasa, dia akan berjalan jika sudah waktunya!

Meski kata-kata ini terdengar sangat pasrah, bukan berarti kita tak akan berusaha. Tapi cara terbaik untuk melatihnya memang dengan memberinya kebebasan memilih. Kapan anak akan mulai berdiri dan berjalan.

Ingat, dia hanyalah anak kecil yang masih belum tahu apa-apa. Bisa jadi menurutnya, berjalan bukanlah kewajiban. Disini peran kita sebagai orangtua dibutuhkan. Tetap berikan dirinya pengertian untuk hal-hal yang memang seharusnya dilakukanya.

Jika Bunda sudah tahu, apa yang memang menyebabkan si kecil delayed walking. Tentu tahu apa penanganan yang memang seharusnya dilakukan. Tetap berada di sampingnya untuk memberi dukungan dan stimulasi lewat makanan dan nutrisi. Bantu pula dia untuk menghilangkan keraguannya. Tetap Semangat Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top