Parenting

Terdengar Remeh Sih, Namun 5 Hal Ini Bisa Mengancam Nyawa Anak. Jangan Abaikan Bunda!

pexels-photo-128893

Menjadi orang tua memang menghadirkan kebahagiaan dan tantangan tersendiri. Rasa sayang yang begitu besar membuat orang tua selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak. Mereka tak ingin bila sampai ada hal buruk yang menimpa anak, apalagi hingga membahayakan nyawanya.

Meski begitu orang tua biasanya hanya fokus pada hal-hal besar yang sekiranya bisa mengancam keselamatan anak. Nyatanya ada hal-hal kecil yang bsa membahayakan nyawa anak. Mungkin selama ini anda belum menyadarinya karena hal-hal tersebut terlihat remeh. Lalu apa saja hal kecil yang bisa mengancam nyawa anak? Berikut ulasannya.

Stopkontak Selalu Ada Di Berbagai Sudut Rumah. Lindungi Anak Dari Bahayanya

Setiap rumah biasanya memiliki stopkontak yang terpasang di setiap ruang. Meski terlihat biasa hal ini bisa mengancam nyawa anak anda kapanpun. Stopkontak yang tidak memiliki pelindung, bisa saja membuat anak anda tersengat listrik. Rasa ingin tahu yang besar bisa saja membuat sang anak penasaran dengan stopkontak dan tergoda untuk memasukkan jarinya ke dalam lubang stopkontak. Untuk melindungi anak, anda sebaiknya menggunakan pelindung pada setiap stopkontak. Penting juga memberikan tahu anak mengenaik bahaya stopkontak jika tidak digunakan dengan hati-hati.

Peralatan Dapur Dan Tukang Pun Bisa Berbahaya Jika Digunakan Anak Tanpa Pengawasan Penuh

Benda lain yang ada di rumah namun bisa jadi berbahaya bagi anak jika  tidak digunakan tanpa pengawasan penuh adalah peralatan dapur seperti termos yang berisi air panas, pisau dapur, kompor atau kompor gas. Sebagai wadah penyimpan air panas termos sangat berbahaya bagi anak-anak, apalagi jika ada air yang baru mendidih langsung dimasukkan ke dalamnya. Akan lebih baik bila anda menyimpan termos berisi air panas jauh dari jangkauan anak-anak.

Pisau dapur sebaiknya juga tidak diletakkan sembarangan, apalagi sampai digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan dari orangtua. Kejadian seorang anak terluka akibat bermain dengan pisau dapur sudah banyak terjadi. Di Amerika, seorang anak harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan karena bermain pedang-pedangan menggunakan pisau dapur ibunya.

Baik kompor gas, kompor listrik ataupun oven saat sedang digunakan, sebaiknya hindarkan dari jangkauan anak. Bahaya terbakar atau terkena benda panas bisa kapan saja dialami oleh anak-anak, karena mereka belum mengerti  bahaya yang ditimbulkan oleh kompor yang sedang menyala. Meskipun relatif aman tabung gas bisa kapan saja “meledak” jika tidak digunakan dengan benar. Bahkan, bahaya keracunan akibat menghirup gas yang bocor dapat menjadi ancaman bagi siapa saja. Khususnya jika tabung gas diletakkan di dalam ruangan tertutup minim ventilasi udara.

Rasa ingin tahu anak, khususnya anak laki-laki, melihat sederet perkakas pertukangan sangatlah besar. Tanpa pengawasan dari orang dewasa sebaiknya jangan pernah izinkan mereka bermain di gudang tempat berbagai macam alat-alat pertukangan tersimpan. Alat-alat tersebut dapat melukai anak jika tidak digunakan dengan benar. Sebaiknya simpan di tempat yang sulit di jangkau serta ditemukan anak-anak.

Cairan Kimia Sebaiknya Diletakkan Jauh Dari Jangkauan Anak, Sebab Fatal Akibatnya Bila Tertelan!

Bahan kimia tidak bisa terlepas dari bagian perlengkapan rumah. Kebutuhan cairan kimia dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk membersihkan kaca, membasmi serangga, pembersih lantai, membersihkan perabotan rumah tangga dan lain sebagainya. Beberapa cairan kimia memiliki bau yang khas dan sangat harum, bau tersebut dapat menggoda indra penciuman dan memancing rasa penasaran pada anak kecil. Sebaiknya letakkan di tempat yang tidak mudah ditemukan oleh anak dan jauh dari jangkauan anak-anak, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan pun bisa dihindari.

Rasanya akan menjadi  sulit untuk selalu mengawasi anak selama 24 jam penuh, akan lebih baik jika mengamankan bahan-bahan yang berbahaya bagi anak. Tidak hanya menghindari namun anda juga harus penjelasan yang masuk akal yang bisa diterima oleh pemikiran sang anak. Sehingga apabila suatu orang tua lengah, anak sudah bisa mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Lantai Yang Licin Tidak Hanya Berbahaya Untuk Orang Dewasa, Tapi Juga Bagi Anak

Lantai yang licin juga bisa menjadi sumber bahaya bagi anak, bahkan untuk orang dewasa. Lantai kamar mandi menjadi lantai yang memiliki risiko terbesar menjadi licin, karena kerap terkena sabun. Sebaiknya jika ibu atau ayah sedang mandi, bisa sambil menyikat lantai kamar mandi supaya tidak terlalu licin. Sehingga risiko terpleset akan semakin kecil. Apabila menemukan lantai dalam keadaan basah sebaiknya secepat mungkin dilap, agar tidak memakan korban.

Bisa juga dengan mengedukasi anak untuk memberitahu apa yang harus dilakukan jika dia menumpahkan air, karena akan bahaya jika lantai basah dan seseorang terpeleset bisa menyebabkan patah tulang dan kerusakan pada otak. Perlahan tapi pasti membiasakan anak mengetahui hal-hal apa saja yang membahayakan dirinya dan orang lain.

Jangan Remehkan Hal Kecil, Nyatanya Benda-benda Kecil Bisa Membahayakan Anak!

Mungkin sebagian orang meremehkan bentuknya yang kecil, bahkan menganggapnya tidak berbahaya. Seperti mainan anak yang berbentuk kecil-kecil, atau benda-benda yang terlihat  tak berbahaya namun berbentuk kecil. Tapi pernahkah anda terbayangkan bahwa hal kecil bisa menjadi malapetaka yang besar? Mungkin tidak melukai secara fisik luar, namun membahayakan jika ternyata sampai tertelan. Efeknya pun tak serta-merta diketahui.

Seperti sebuah kasus pernah terjadi, seorang balita nyaris tewas karena memakan kertas bon yang tergeletak di meja. Meski tidak langsung menujukkan gejala keracunan atau sejenisnya, namun anak tersebut tidak bisa buang air besar selama berhari-hari dan akhirnya demam hingga kejang serta sesak nafas. Hal itu terjadi karena dia memakan kertas bon serta kandungan bahan kimia dari tinta mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan anak. Hal yang terlihat sepele namun ternyata berdampak mengerikan jika orang tua salah menyikapinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Setiap Anak Istimewa, Jangan Paksa Mereka Menjadi Seperti Yang Anda Mau. Kenali Karakter Anak Untuk Lebih Bisa Memahaminya

memilikianak

Tidak ada anak yang sama. Tiap anak hadir dengan karakternya masing-masing. Sekalipun anak kembar, mereka tetap tak sama. Karena perbedaan itu, orangtua pun tak bisa menggunakan cara yang sama untuk menangani buah hatinya.

Setiap karakter tentu membutuhkan cara tersendiri untuk menghadapi. Agar bisa ditangani dengan tepat, orangtua harus lebih dulu mengetahui bagaimana karakter anak tersebut. Dengan demikian salah penangananan yang bisa berakibat buruk pada anak pun tak akan terjadi.

Jangan Memaksa Anak Dengan Karakter Dominan Penakut Dan Pemalu Untuk Aktif Di Depan Orang Banyak

Jika anda merasa karakter anak anda dominan penakut dan juga pemalu, jangan paksakan mereka aktif di depan orang banyak. Karena dengan memaksakan hal tersebut bisa membuat mereka mengalami trauma. Memang tidak mudah baginya untuk bisa langsung bergabung dalam suatu aktivitas dengan mudah.

Hal yang mungkin dilakukan adalah dengan membawa anak anda ketempat yang sama secara berulang, mengenali mereka dengan lingkungan sekitar, menceritakan bahwa tempat tersebut menyenangkan sehingga bisa membuat si anak menjadi nyaman bersosialisasi di tempat tersebut. Jika anak sudah bisa berbaur maka anda bisa pelan-pelan melepaskan anak anda.

Menangani Anak Yang Aktif, Cerewet, Dan Rewel Memang Butuh Tenaga Ekstra Bun!

Berbeda dengan anak yang penakut dan pemalu, menghadapi anak yang aktif akan membuat anda harus menyiapkan tenaga ekstra. Selain tenaga fisik juga harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk bisa menghadapi karakter anak yang aktif. Menurut Alice Sterling Honig, Ph.D, penulis secure relationships; nurturing infant-Toddler Attachment in early care settings, anak-anak yang suka rewel, moody, atau gampang ngambek memiliki perasaan yang lebih peka dibandingkan karakter yang lain.

Untuk bisa menghadapi anak yang mempunyai karakter seperti itu cobalah lebih fleksibel terhadapnya. Jika dia sedang asik bermain jangan menghentikan kegiatannya untuk tidur siang. Bukan mengikuti kehendak anda, justru bisa memberikan respon tantrum kepada ada. Berikan pula ruang gerak yang lebih leluasa untuknya bisa berekspresi. Ketika anda ingin dia mengikuti keinginan anda, ada baiknya anda memberikan alasan yang tepat. Jika sudah sesuai berikan apresiasi kepadanya hingga dia merasa senang.

Berbeda Dengan Anak Yang Aktif, Memiliki Buah Hati Yang Manis Dan Penurut Membuat Anda Tidak Perlu Mengeluarkan Banyak Tenaga

Mungkin ini adalah idaman semua orang tua ketika memiliki anak yang manis dan penurut. Karena anda bisa lebih santai melewatkan waktu bersamanya. Karena dia tidak terlalu meminta perhatian, tetapi anda harus lebih peka dengan memberikan dia perhatian yang lebih untuknya, agar dia merasa anda menyayanginya. Karena meskipun anak anda manis dan penurut, hatinya juga tidak kalah peka, yang membedakan adalah dia tidak akan mengatakan apa yang dia rasakan. Jadi anda bertugas untuk melatih dia mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan baik itu sedih atau bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Saat Anak Demam Jangan Langsung Panik Bun! Ketahui Dulu Penyebabnya Agar Si Kecil Mendapat Penanganan Tepat

pexels-photo-286625

Saat si kecil demam, Bunda jangan langsung panik. Bunda perlu tahu, demam bukanlah penyakit tetapi sebuah gejala. Saat demam itu tandanya sistem kekebalan tubuh si kecil sedang berperang melawan infeksi. Sekalipun masih kanak-kanak, seseorang dapat dikatakan mengalami demam saat suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius.

Agar tidak panik, Bunda bisa mulai membaca banyak literatur mengenai demam dan berbagai hal yang biasanya dikaitkan saat suhu badan si kecil mulai tinggi. Mengapa? Ini penting karena seringkali orangtua masih sering salah kaprah mengartikan demam yang dialami buah hatinya. Padahal, di luar sana masih ada informasi yang salah bahkan hanya mitos belaka namun dipercaya turun temurun. Tak heran, banyak ibu yang dibuat khawatir saat demam melanda si kecil. Berikut hal-hal yang harus bunda tepis agar tak termakan mitos dan tentunya membuat demam si kecil reda dengan penanganan yang tepat.

child weak

Saat Demam Melanda, Jangan Panik dengan Mengiranya Sebagai Penyakit

Sebagaimana dikatakan sebelumnya, demam adalah gejala. Jika sudah muncul demam, berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh si kecil. Berusahalah tetap tenang dengan mengompres si kecil. Jika hingga keesokan harinya suhu badan belum turun, Bunda boleh membawanya ke dokter

pexels-photo-101523

Demam Baik Untuk Si Kecil Karena Tubuhnya Sedang Melawan Infeksi yang Artinya Kekebalan Tubuh Buah Hati Anda Sedang ‘Diuji’

Para ilmuwan dari Rumah Sakit Great Ormond Street, Inggris mengatakan suhu tubuh yang tinggi ternyata dapat membunuh bakteri penyebab penyakit yang bersarang di dalam tubuh. Karenanya demam tak harus dipandang buruk, sebab nyatanya dapat membantu proses kesembuhan anak jadi lebih cepat. Terutama untuk penyakit yang disebabkan oleh virus.

pexels-photo-191034 (1)

Mitos yang Beredar Menyatakan Jika Suhu Tubuh adalah Petunjuk Penting. Faktanya, Bunda Justru Harus Lebih Peka dengan Kondisi Si Kecil

Dibanding dibuat panik saat melihat angka suhu tubuh, Bunda dapat sering-sering mengecek keadaan si kecil. Misalnya, apakah si kecil tampak sesak napas, lesu, atau hilang nafsu makan? Jika demikian, Bunda wajib merawat dan memeriksakannya ke tenaga medis.

Tapi kalau anak cenderung terlihat baik-baik saja, Bunda cukup pantau aktivitas buah hati. Karena sejatinya ada tipe anak yang tetap lincah meski suhu tubuhnya meningkat dari biasanya. Selama anak tidak menunjukkan gejala buruk, it will be fine.

Saat Si Kecil Demam, Perhatikan Asupan Makanannya. Jangan Ikuti Mitos untuk Mengajaknya ‘Berpuasa’

Bunda, jangan terbawa mitos yang satu ini. Membuat si kecil berpuasa sama saja Bunda memperparah kondisinya. Saat demam, si kecil perlu asupan energi untuk melawan infeksi dan bakteri yang ada di dalam tubuh. Karenanya Bunda tetap perlu memberinya makan yang cukup yang kaya akan nutrisi.

baby-hand-infant-child-451853

Jangan Membebat Tubuhnya dengan Pakaian atau Selimut Tebal Karena Suhu Tubuh Justru Sulit Turun

Faktanya, hingga hari ini masih banyak ibu yang mengira dengan memakaikan selimut tebal pada anak yang didera demam dapat membantu menurunkan demamnya. Padahal sejatinya pakaian atau selimut hangat justru meningkatkan suhu tubuh. Baju atau selimut tersebut justru membuat suhu tubuh tertahan sehingga menyulitkan suhu tubuh menurun. Sebaiknya, pakaikan baju yang menyerap keringat seperti pakaian yang berbahan katun pada si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dibalik Sosoknya Yang Susah Diatur, Anak Kedua Adalah Pribadi Nan Gigih. Sikapi Dengan Bijak Ya Bun!

Katanya Anak Kedua Cenderung Lebih Sulit Diatur Dibanding Kakaknya, Bener Nggak Sih Bun ?

Meski terlihat tak jauh berbeda, pengalaman mengurus anak pertama tak selalu bisa dipakai pada anak kedua. Faktanya dia yang menjadi adik dari si sulung memang cenderung lebih sulit diatur. Tak heran bila anda justru lebih kewalahan saat mengurus anak kedua.

Tak tanggung-tanggung, sikap dan perilaku mereka pun bisa sangat jauh berbeda. Bahkan hasil dari sebuah penelitian juga telah mengamini hal itu. Si kecil yang menjadi anak kedua memang lebih susah diatur, dibanding anak pertama.

Sebenarnya Wajar Jika Mereka Berbeda, Karena Setiap Anak Memang Lahir Dengan Karakternya Masing-Masing

child-childrens-baby-children-s

Momen bahagia dalam mengurus buah hati tentu jadi hari-hari yang selalu kita nanti. Meski rasa lelah menggelayut, semuanya tetap terasa membahagiakan. Sebagaimana anda dengan saudara-saudara, si kecil yang jadi anak kedua tentu berbeda dengan kakaknya. Mereka hadir untuk memenuhi kebahagian hidup kita, dengan sikap dan karakternya masing-masing

Jadi jangan heran jika anak pertama tak suka bermain di pantai, maka anak kedua justru sebaliknya. Begitu pula dengan sikap dan tindakan-tindakan lain yang mereka punya. Mereka tak sama dan itu memang wajar.

Bahkan Penelitian Pun Membenarkan, Jika Anak Kedua Memang Cenderung Lebih Sulit Untuk Diatur Bila Dibandingkan Dengan Anak Pertama

portrait-child-hands-57449

Sebagai orangtua yang terus belajar kita memang akan selalu diuji dalam hal mengurus anak. Untuk itu pengalaman mengasuh si sulung, tak selalu bisa anda pakai untuk menangani si bungsu. Bahkan mungkin anda berpikir bahwa karakter yang dimiliki anak kedua adalah sebuah kesalahan karena berbeda dengan kakaknya.

Padahal berdasarkan laporan dari penelitian yang dilakukan oleh Joseph Doyle seorang ekonom dari MIT pada ribuan pasang saudara di Amerika dan Eropa diketahui bahwa anak kedua terlebih laki-laki cenderung lebih berontak dari anak pertama. Joseph juga mengatakan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi pola asuh kita yang lebih memerhatikan anak pertama. Dimana hal ini membuat si anak kedua, berusaha untuk merebut perhatian dari orangtua. Termasuk dengan bersikap beda atau cenderung sulit diatur.

Disamping Itu Urutan Lahir Yang Mereka Miliki Jadi Salah Satu Penyebabnya

brothers-family-siblings-boys-50692

Dalam penelitian yang dilakukan sejak 1920-an oleh seorang psikoterapis bernama Alfred Alder, yang juga  pendiri The School of Individual Psychology, beliau mengungkapkan bahwa kepribadian seorang anak juga dipengaruhi oleh urutan lahir. Dengan kata lain, ada beberapa hal yang memang mengakibatkan dia menjadi sulit diatur dan berbeda. Belum lagi pada kebiasaan kita, yang sering memintanya untuk mengikuti jejak kakaknya. Secara tak sadar sikap ini mengubahnya untuk bisa bersikap lebih dari si sulung. Jadi jangan heran jika tiba-tiba ia mampu lebih unggul atau berbeda dengan kakaknya. Untuk itu sebagai orangtua seharusnya kita tak perlu mempermasalahkan sikapnya tersebut. Selama itu baik, rasanya sah-sah saja.

Tapi Selama Kita Mampu Mencari Akal Untuk Melakukan Pendekatan, Tentu Dia Juga Akan Bersikap Manis

pexels-photo-225017

Kata ‘berbeda’ tentu tak selalu memiliki makna yang buruk, begitu pula dengannya. Sikapnya yang berbeda dengan sang kakak membuat kita sebagai orangtua untuk lebih jeli memenuhi kebutuhannya. Jika cara yang kita pakai untuk mengasuhnya salah tentu akan berpengaruh buruk pada kepribadiannya. Selama kita mampu mencari teknik membimbing yang tepat untuknya, tentu ia akan jadi anak yang baik nantinya. Kata ‘sulit diatur’ yang ada dalam bayangan kita hanyalah deksripsi dari kebiasaanya yang berbeda. Bukan berarti ia memang anak yang tak mau mendengar kata orangtua.

Karena Terkadang Ia Memiliki Beberapa Kemampuan Yang Lebih Unggul Dari Anak Pertama

pexels-photo-207653

Menariknya jika kita mampu jadi orangtua yang memang baik untuknya, perubahan sikapnya akan jadi sebuah keberhasilan kita. Dia yang tadinya dikenal sebagai anak yang sulit diatur berubah jauh lebih penurut berkat pola asuh anda.

Bahkan dari studi yang dilakukan di Stanford University, menunjukkan meski anak kedua dikenal sebagai pribadi yang suka iri dan keras kepala. Mereka adalah orang yang ambisius dan sangat gigih untuk sebuah keinginannya. Maka jika salah dalam mengartikan sikap yang ia miliki, tak heran ia bisa berubah jadi anak yang susah di atur.

Tapi hal ini tak berlaku untuk semua anak kedua, semuanya tergantung pada pola asuh yang kita pakai untuk mendidik mereka. Hanya saja kita memang perlu tahu dan paham apa yang menjadi kebutuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top