Kesehatan Ibu & Anak

Meski Bermaksud Baik, Kesalahan Ini Justru Kerap Dilakukan Orangtua Saat Menghadapi Anak Demam

pexels-photo-101523

Demam merupakan salah satu penyakit yang biasa dialami oleh anak. Kondisi-kondisi seperti usai imunisasi, terkena hujan, mengonsumsi minuman dingin, dan perubahan cuaca seringkali menjadi penyebab terjadinya demam pada anak.

Namun begitu tidak semua orangtua memiliki pengetahuan yang benar tentang bagaimana cara menyikapi anak yang sedang demam. Hal itulah yang bisa memperlama proses penyembuhan demam pada si kecil itu sendiri. Ada sejumlah kesalahan yang disadari atau tidak, malah kerap dilakukan orangtua saat anaknya sedang demam.

Bersikap Panik Saat Anak Demam Tentu Tak Akan Membuat Situasi Membaik

Menurut medis, demam merupakan gejala penyakit umum yang dialami oleh manusia. Namun banyak orangtua yang panik saat menghadapi anaknya yang demam. Mendapati suhu tubuhnya naik beberapa derajat membuat para orangtua menjadi panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Bersikap panik justru akan semakin memperburuk keadaan. Orangtua menjadi tidak fokus lagi dalam memberikan perhatian dan perawatan pada anak. Seharusnya orangtua mengompres tubuh anak dan memantau perkembangannya. Jika suhu badannya berangsur turun, maka Bunda bisa berhenti mengompresnya. Namun jika dalam beberapa waktu suhu anak tidak turun juga, Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Menyelimuti Anak Yang Sedang Demam Menggunakan Selimut Tebal Sebaiknya Tak Dilakukan

Banyak orang tua yang berfikir anak membutuhkan selimut tebal saat demam. Hal itu wajar karena biasanya saat demam anak akan kedinginan, bahkan beberapa diantaranya seperti mengigil. Namun memberikan selimut yang tebal adalah solusi yang salah.

Untuk menghadapi situasi tersebut yang perlu  dilakukan adalah memberinya pakaian yang ringan dan tipis. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang agar panas tersebut bisa keluar dari tubuhnya. Namun jika anak masih mengeluh dingin, maka anda boleh memberikan sebuah selimut tipis kepadanya agar tubuhnya yang mengigil bisa jadi hangat.

Mengompres Anak Yang Tengah Demam Dengan Air Es Justru Akan Menaikkan Suhu Tubuhnya

Banyak pula orangtua yang berpikir dinginnya air es dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Namun bukannya menurunkan suhu tubuh, mengompres dengan air es justru akan menaikan suhu tubuh menjadi semakin panas. Hal itu sebagai akibat adanya perlawanan yang timbul dari dalam tubuh untuk menghadapi dinginnya air es yang menempel pada kulit.

Mengompres anak dengan waslap sebenarnya bisa dilakukan asalkan tidak menggunakan air es. Rendam waslap pada air hangat lalu basuhlah kening, leher, ketiak, dan beberapa lipatan tubuh lainnya. Cara ini dianggap lebih baik daripada menggunakan air es untuk mengompres anak.

Jika Demam Anak Belum Turun Sampai Beberapa Hari, Maka Segera Bawa Si Kecil Ke Dokter Ya Bun!

Memang demam bukanlah sebuah penyakit yang serius. Demam justru menjadi tanda bahwa sistem kekebalan yang ada di dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh anak akan demam setelah main hujan-hujanan. Kondisi ini membuat tubuh menjadi dingin. Dan untuk menghadapi rasa dingin tersebut maka tubuh akan menaikan suhunya sehingga menjadi hangat kembali.

Hal itu sebagai tanda bahwa sistem kekebalan yang ada di dalam tubuh si kecil berjalan dengan baik. Namun begitu, anda juga harus berhati-hati. Jika demam si kecil belum turun sampai beberapa hari, maka anda harus segera membawanya ke dokter. Dokterlah yang akan memeriksa dan mengetahui penyebab demam si kecil itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top