Kesehatan Ibu & Anak

Menurut Survey, Ibu Rumah Tangga Adalah Profesi “Terberat”

yttt

Pasca menikah, pilihan untuk tetap jadi ibu rumah tangga kerap dipandang sebelah mata. Mulai dibilang tak punya penghasilan, hanya mendambakan gaji suami, dan sederet stigma yang sebenarnya ‘merendahkan’ panggilan mulia jadi ibu rumah tangga.

Padahal, melakoni peran yang satu ini butuh kesabaran dan perjuangan yang ekstra. Mental dan fisik pun jadi taruhannya. Menjadi ibu rumah tangga bukan hanya profesi paruh waktu, melainkan ibu harus mengorbankan setidaknya 98 jam kerja selama seminggu. Mengutip kompas.com, jumlah jam kerja sebanyak itu 2,5 lipat lebih besar dari profesi lainnya. Jadi, untuk mau yang mengatakan kalau jadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan biasa saja, coba baca dulu hasil risetnya.

Temuan tersebut didapatkan berdasarkan survei terhadap 2000 ibu rumah tangga di Amerika yang memiliki anak-anak berusia 5-12 tahun. Dari survei tersebut, terlihat kalau para ibu rumah tangga ternyata mulai ‘bekerja’ pada pukul 06.23 dan menyelesaikan semua tanggung jawabnya pada pukul 20.31. Hampir sama dengan kondisi ibu rumah tangga di Tanah Air ya Bun. Bunda juga mengalaminya?

Mengutip dari laman The Independent, sebuah riset dari Welch’s, perusahaan jus asal negeri Paman Sam, menemukan bahwa rata-rata setiap ibu rumah tangga hanya punya waktu 1 jam 7 menit untuk ber-me time alias beristirahat sejenak. Bahkan 40 persen ibu lainnya merasa kalau hidupnya didominasi oleh hal-hal yang tidak ada habisnya.

Casey Lewis, selaku pemimpin kesehatan dan gizi di Welch’s, mengungkapkan kalau ibu rumah tangga tak hanya punya beban kerja yang ketat, tapi ada tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan seperti memberi makan keluarga hari demi hari, minggu demi minggu, dan seterusnya.

Menariknya, para ibu ini mengatakan, ada hal-hal yang menurut mereka bisa meringankan tugas sehari-hari yaitu kalau mendapati persediaan kebutuhan pokok tetap aman serta bisa menyempatkan diri untuk tidur siang. Memang selalu begitu ya naluri para ibu rumah tangga, Bun. Selain itu, hal-hal yang sifatnya hiburan seperti menonton film, main games, atau mendengarkan musik di siang hari bisa lho jadi ‘penolong’ demi membuat tugas para ibu jadi terasa lebih ringan.

Riset dan penelitian yang dilakukan Welch’s bukanlah yang pertama. Sebelumnya, di tahun, 2013, ada sebuah riset yang dilakukan oleh ahli optik Jul_Eye dimana mereka menemukan bahwa daftar tugas ibu rata-rata terdiri dari 26 tugas yang mencakup mengorganisir makanan ringan, membuat sarapan, membersihkan rumah, hingga mengingat tanggal-tanggal penting.

Maka dari dua riset tadi kita bisa mengerti ya Bun, menjadi seorang ibu bukan hanya pekerjaan terhebat di dunia, tetapi barangkali juga yang terberat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda Bijak Harus Belajar Membuat Anak Mengerti Konsep Berbagi

baby-children-cute-264109 (1)

Anak-anak seringkali belum paham betul dengan konsep berbagi. Hal ini yang kemudian memicu munculnya pertengkaran karena hal sepele. Sebagai ibu dengan dua atau tiga anak, kondisi semacam ini pasti selalu dirasakan. Artis Angel Karamoy pun mengamini hal serupa. Ibu dua anak ini pun berbagi tips agar anaknya tak bertengkar dan berebut mainan.

Orangtua Harus Obyektif

Angel bilang hal yang pertama orang tua lakukan adalah harus melihat secara objektif, mana yang benar dan yang salah.

“Jangan kita main menuduh anak kita yang benar atau anak orang lain yang salah. Jadi pokoknya kita harus tahu dahulu nih akar permasalahannya,” kata Angel Karamoy. Saat anak bertengkar, ada baiknya orangtua memang harus bersikap netral dan tidak berpihak. Bunda harus jadi penengah dan negosiator ulung antara sang kakak dan adik.

Tunjukkan dengan Cara yang Sabar

Tips selanjutnya, Bunda harus memberi pengertian ke mereka dengan cara yang sabar. Tak boleh main tangan, jangan memberikan sanksi yang terlalu berat untuk anak-anak, apalagi menegur mereka di depan umum.

“Mereka pasti akan merasa malu dan gengsi dan yang terakhir memberikan anak-anak kita pengertian bahwa mereka harus sabar dan harus sportif terutama harus berbagi dengan yang lain,” ujar Angel Karamoy.

Pahami Bahwa Situasi Semacam Itu Normal Adanya

Di lain sisi, Bunda perlu mengerti bahwa anak-anak di bawah usia tiga tahun biasanya belum paham dengan konsep berbagi. Sekalipun di usia 2 tahun anak sudah bisa diajari untuk berbagi. Namun, ada anak batita yang cenderung ‘pelit’. Bunda tapi tak boleh kesal, karena ini artinya memang tahap tumbuh kembang anak belum mencapai hal itu. Kondisi ini sejatinya adalah hal yang normal. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina.

“Sebenarnya salah satu yang normal adalah ketika anak batita dia enggak berbagi. Nah kalau dia bisa berbagi, itu bagus banget, tapi bukan berarti dia nggak normal ya. Jadi justru kita pada anak yang belum mau berbagi yang penting jangan dipaksa dan ciptakan momen untuk dia berbagi,” kata Nina dikutip dari detikcom.

Orang tua perlu menciptakan momen bagi anak untuk saling berbagi misalnya saja dengan mengajak teman si anak bermain ke rumah. Kemudian, sediakan kue atau kacang di stoples misalnya, lalu minta anak untuk membagikannya ke temannya.

“Hal terpenting, ketika orang tua mau melatih anak berbagi misalnya berbagi mainan, jangan memaksa karena keinginan berbagi memang baiknya muncul dari diri sendiri. Kepekaan orang tua amat penting untuk melihat bahwa secara tidak langsung anak sudah mau berbagi,” tutur ibu dua anak ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Ajarkan Anak Tetap Tenang Saat Ia Tersesat di Jalan

adorable-book-boy-1250722

Sebagai orangtua, Bunda pasti merasa senang saat memiliki anak yang aktif dan punya rasa ingin tahu yang tinggi ya Bun. Apalagi untuk si kecil yang punya hobi sekali bereksplorasi, pasti ia tak betah bila hanya bermain di lingkungan rumahnya. Saking aktifnya, kadang si kecil terlalu jauh mainnya sehingga ia pun rentan tersesat dan hilang lantaran fokus dengan apa yang dilihatnya, Bun.

Sebagai orangtua, Bunda tentu hal tersebut sampai terjadi. Namun memang hal-hal buruk tersebut perlu dicegah dan diantisipasi ya Bun. Dilansir dari The Bumps, berikut lima hal yang bisa Anda sampaikan ke anak jika suatu waktu hilang atau tersesat.

Ajarkan Si Kecil untuk Menghapal Nomor ya Bun

Saat si kecil sadar bahwa ia tersesat, maka orang yang pertama dicari tentu orangtuanya. Untuk itu, ajarkan si kecil menghapal nomor telepon Bunda atau ayahnya ya. Kendati demikian, mengajarkan si kecil untuk mengapal nomor telepon bukanlah hal yang mudah ya Bun. Elisabeth Stitt dari Joyful Parenting Coaching menyarankan untuk membantu proses penghafalan melalui sebuah lagu. Namun Bunda juga bisa menyesuaikan dengan cara lain yang dianggap lebih efektif.

Ajarkan Pula Si Kecil untuk Menghapal Nama Lengkap Bunda

Selain mengajarkan si kecil menghafal nomor telepon, maka beritahu juga ya Bun bil aia perlu tahu siapa saja nama lengkap orangtuanya. Karena bisa saja, si kecil meminta bantuan orang lain untuk mencari Bunda, sehingga hal itu bisa mempermudah pencarian.

Ajarkan untuk Berada Tetap di Satu Tempat

Biasanya, bila orangtua terpisah dengan anaknya, mereka akan kembali menelusuri jalan dan tempat yang akan dilewati. Karenanya, Bunda bisa menjelaskan ke anak betapa pentingnya untuk tetap diam di suatu tempat jika terpisah, agar mudah untuk ditemukan.

Serta, ajarkan agar si kecil tetap tenang dan tidak panik saat berpisah dengan Bunda. Melainkan harus diam di lokasi tersebut menuju tempat yang mudah terlihat ya Bun.

Ajarkan Juga Si Kecil untuk Meminta Bantuan ke Ibu Lainnya

Selanjutnya, ajarkan anak untuk meminta bantuan ke ibu lain yang juga terlihat membawa anak. Menurut Keating, naluri yang dimiliki seorang ibu, biasanya akan membantu anak Bunda ke tempat yang aman atau bahkan hingga bertemu kembali dengan orang tuanya.

Ajarkan Ia untuk Tidak Jauh dari Orang yang Menolongnya

Yang tak kalah penting adalah mengajarkan anak untuk tetap berada di sisi orang yang menolongnya. Namun yang harus lebih ditekankan adalah untuk selalu berada di suatu tempat dan tidak pergi kemana-mana.
Ajarkan anak untuk selalu dekat dengan orang yang membantunya. Kemudian mintalah orang tersebut tersebut untuk menelepon Anda atau mengantarkannya ke pusat informasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Mengenal Treatment Femilift untuk Vagina yang Lebih Sehat

bed-bedroom-blanket-545015 (2)

Sebagai wanita, kita tak hanya mendambakan kulit yang sehat atau wajah cantik. Sebab ada hal lain yang tak boleh dilewatkan yakni kesehatan organ intim. Bunda sendiri, apakah tetap rutin merawat organ intim? Terutama untuk yang baru atau memang sudah pernah melahirkan, biasanya merawat organ intim akan jadi prioritas demi menyenangkan suami ya Bun.

Tapi tak hanya itu, dari sisi kesehatan, merawat organ intim memang perlu sebab banyak penyakit yang bisa Bunda alami apabila tidak menjaga kesehatan vagina. Nah, salah satu perawatan peremajaan vagina yaitu dengan femilift, Bun. Apa itu femilift, simak ulasannya berikut ini ya.

Apa Itu Treatment Femilift?

Femilift adalah sebuah proses peremajaan vagina dengan memakai teknologi laser CO2 guna memanaskan jaringan kulit dan mukosa yang dapat meningkatkan pembentukan kolagen baru. Rejuvenation tersebut berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang sebelumnya karena banyak hal yang terjadi di area vagina.

Apalagi untuk ibu yang baru melahirkan, pasti biasanya merasa vagina lebih kendur sehingga merasa kehilangan sensasi sensual. Atau wanita yang memang menjalani pengobatan akibat radiasi penyakit kanker. Lantas, siapa saja yang dapat melakukan treatment ini?

Tentunya semua wanita yang sudah pernah berhubungan intim bisa melakukan perawatan ini biasanya dari umur 18 ke atas. Namun perlu dipertimbangkan lagi, untuk perempuan yang masih perawan, disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini ya Bun lantaran saat proses perawatan, dokter akan memasukkan sebuah alat berukuran kecil yakni sebuah laser ke dalam vagina.

Namun, untuk perempuan yang masih virgin disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini karena saat melakukan treatment ini dokter akan memasukan sebuah alat berukuran kecil semacam laser ke dalam vagina.

Prosedur Femilift Seperti Apa Sih?

Sejatinya prosedur femilift adalah berupa laser yang membentuk vagina terasa lebih kenyal serta merangsang pembentukan kolagen. Tapi perlu diketahui, prosedur laser ini tidak menggantikan prosedur operasi. Tetapi operasi benar-benar menutup celah yang longgar dengan menghilangkan mukosa dan menarik otot yang longgar jadi tidak bisa mengembalikan bentuk pada vagina.

Tenang, untuk urusan keamanan, perawatan ini tidak berbahaya bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat letah menyetujui fraksional perawatan ini.

Perawatan rejuvenation vagina tidak berbahaya, bahkan food and drug administration (FDA) telah menyetujui fraksional perawatan ini pada brand-brand tertentu sehingga diklaim aman dan tikda menimbulkan efek samping jangka panjang, Bun.

Perlu diingat pula, melakukan perawatan ini juga perlu pengulangan, sama halnya seperti melakukan laser di wajah. Pengulangan bisa dilakukan setelah 6 bulan untuk hasil maksimal. Biasanya memerlukan sampai 3 kali treatment agar hasil sempurna.

Dan Ada Sesi Pemeriksaan Sebelum Kamu Melakukan Perawatan

Bun, ternyata melakukan perawatan femilift bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu ketelitian dan pemeriksaan lebih dulu jika Bunda memang ingin melakukan perawatan ini. Bahkan dokter yang bertanggungjawab pun sudah harus dengan dokter yang memiliki sertifikat internasional.

Dengan melakukan prosedur perawatan ini, maka masalah seperti vagina yang kering. Dan tentu saja, untuk pasien yang ingin melakukan femilift, diutamakan pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang baik akan lebih mendapatkan hasil yang lebih efektif jika melakukan perawatan Femilift.

Bagi pasien yang mungkin memiliki riwayat merokok, sebaiknya hentikan dulu rutinitas tersebut lantaran pasien yang merokok akan lebih lama mengalami perubahan dari perawatan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top