Parenting

Menu Olahan Menarik untuk Buah Hati yang Enggan Makan Sayur

pexels-photo-973970 (1)

Banyak anak-anak suka memilih-milih makanan dan terutama tidak menyukai sayur. Alasannya berbagai macam, ada yang merasa pahit, hambar, dan lain sebagainya. Hal ini tentu membuat Bunda kebingungan harus menyiapkan sayuran apa supaya ia mau makan.

Apalagi di dalam sayuran terdapat asupan nutrisi yang diperlukan si kecil. Untuk itu, sebagai orangtua memang perlu pintar-pintar menyusun siasat, Bun. Salah satunya dengan mengolah sayuran jadi makanan menarik. Dari sekian banyak menu, Bunda bisa coba menu ini demi membuat asupan gizi buah hati tetap terpenuhi lewat konsumsi sayuran.

Olahan Sayur Dibuat Saja Jadi Nugget Sayur

Anak-anak paling suka dengan chicken nugget. Mereka pasti semangat kalau bertemu olahan makanan yang satu ini. Untuk itu, Bunda bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik yaitu dengan membuat kreasi nugget sayur Bun. Nugget yang dibuat tetap dari bahan dasar daging ayam giling yang adonannya ditambah irisan sayur bayam dan wortel.

Buatlah cetakan nugget menyerupai binatang atau bentuk yang si Kecil sukai. Setelah digoreng hingga matang, sajikan bersama saus tomat. Selain menarik, nugget ini tentu menyehatkan dan baik untuk menambah nutrisi bagi tubuh si kecil. Ini dia resepnya Bun!

100 gram Wortel
100 gram Kol Putih (Kubis Bunga Putih)
80 gram Bawang Bombay
100 gram Daging Ayam
4 butir Telur
100 gram Tepung Terigu
100 ml Air
2 sendok teh Garam
1 sendok teh Lada (Merica)
1 sendok teh Gula Pasir
2 sendok teh Kaldu Ayam
4 siung Bawang Putih

bahan pencelup:

50 gram Tepung Terigu
100 ml Air
100 gram Tepung Panir

secukupnya Minyak Goreng

Langkah-langkah:

  1. Siapkan bahan-bahan, wortel, kol, bawang bombay, bawang putih dan daging ayam.
  2. Campur terigu, air, lada, garam, kaldu bubuk,gula. Aduk sampai tercampur rata, kemudian masukkan telur. Aduk-aduk kembali sampai tercampur.
  3. Siapkan loyang yang sudah dioles mentega dan di dasar loyang letakkan plastik (plastik khusus untuk tahan panas). Masukkan adonan nugget, kemudian kukus selama 30 menit. Setelah matang, dinginkan, lalu potong sesuai selera. Siapkan tepung panir dan bahan pencelup.

Bahan pencelup :

Masukkan potongan nugget ke dalam bahan pencelup kemudian lumuri dengan tepung panir. Goreng dengan api sedang sampai matang. Nugget sayur pun siap dihidangkan.

Mie Bayam Juga Baik untuk Menu Alternatif

Selain chicken nugget, yang namanya mie juga salah satu makanan yang akan disukai anak-anak. Kali ini, cukup campurkan bayam dengan mie, bahkan demi menarik perhatian, Bunda bisa tambahkan saus putih dan meraciknya jadi seporsi mie bayam saus putih. Ini dia resepnya:

300 gram tepung terigu protein tinggi
75 gram tepung sagu
50 gram bayam, blender bersama 30 ml air, ambil airnya
2 butir telur
1 sdt garam
50 gram tepung terigu untuk taburan

Topping:

2 sdm margarin
1/2 buah bawang bombai, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
150 gram daging giling
1 sdt italian seasoning
100 gram jamur kancing, iris
250 ml susu cair
1 sdm tepung terigu
Garam dan merica bubuk secukupnya
100 gram keju, parut

Cara membuat:

Mie: Campur tepung terigu, tepung sagu, air bayam, telur dan garam kemudian aduk rata. Uleni adonan hingga kalis, diamkan 15 menit. Giling tipis adonan dengan penggiling mi dari ketebalan 1 sampai 4. Lakukan hal yang sama hingga dua kali agar adonan halus, taburi terigu agar tidak lengket. Potong panjang mie sesuai selera Bunda.

Setelah itu, rebus mie dalam air yang sudah mendidih dan diberi minyak, masak 2-3 menit, angkat. Beri sedikit minyak agar tidak lengket, sisihkan. Panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum, tambahkan daging giling, masak hingga berubah warna.

Masukkan jamur, masak sebentar kemudian tuang susu cair, beri garam dan merica bubuk, aduk sebentar. Tambahkan tepung terigu, aduk rata dan masak hingga mengental. Masukkan mi bayam, aduk rata, angkat. Sajikan dengan keju parut di atasnya

Buat Saja Olahan Spaghetti Saus Tomat

Kalau buah hati tak terlalu menggemari spaghetti, maka ide lainnya adalah menyajikan seporsi spaghetti dengan saus tompat. Pasta dengan bentuk seperti mie dan tekstur yang kenyal ini pasti akan mengenyangkankan buah hati. Hanya saja, kali  ini Bunda harus membuat spaghetti dengan campuran tomat segar, bukan dengan saus instan yang banyak dijual.

Saus dari tomat segar tadi dicampur daging sapi giling. Dengan begitu sang buah hati bisa tetap makan dan mendapat asupan sayur yang terjaga. Supaya tak kesulitan mencari resep, ini dia Bun resep spaghetti saus tomat:

Bahan:

340 gram spaghetti
453 gram daging sapi tanpa lemak
1 sendok teh garam
3/4 sendok teh gula
1/4 sendok teh merica
1/8 sendok teh bawang putih bubuk
2 sendok makan bawang cincang
2 1/2 cangkir tomat cincang
130 gram jamur cincang
Saus tomat secukupnya

Langkah:

Cincang daging sesuai selera Bunda kemudian goreng di atas wajan dengan api sedang. Campurkan daging sapi, garam, gula, merica, bawang putih bubuk, bawang cincang, tomat, saus tomat, dan jamur ke dalam panci. Setelahnya, didihkan kurang lebih dua jam dengan api kecil, jangan lupa untuk mengaduk sesekali. Di panci terpisah, masak pasta sesuai petunjuk.

Tiriskan pasta dan sajikan dengan siraman bahan yang sudah Bunda masak sebelumnya. Sajikan selagi masih hangat. Mudah bukan, Bun?

Omelette Makaroni Bayam

Trik lainnya agar si kecil mau makan sayur adalah menyajikan sayur dalam bentuk omelette. Mungkin bayamnya akan menyatu dengan makaroni dan telur, tapi tak masalah Bun. Yang penting si kecil mau mencicip sayuran dan tak takut untuk melahapnya. Nah, membuat makaroni bayam pun tak susah. Ini dia cara-caranya.

50 grams pasta makaroni rebus dalam air mendidih selama 12 menit, tiriskan
10 grams Bawang Putih, cincang halus
25 grams Bawang Bombay, cincang halus
1 buah Tomat, potong kecil-kecil
50 grams Bayam, potong halus
5 butir Telur Ayam, kocok sampai kental
50 grams Keju Cheddar
2 sdm Minyak Kedelai

Petunjuk :

Siapkan telur yang sudah dikocok dengan bayam, keju, dan minyak kedelai. Di wadah terpisah, rebus makaroni dalam air mendidih selama kurang lebih 12 menit. Kemudian tiriskan. Cincang halus bawang putih dan bawang bombay. Panaskan minyak sayur, tumis bawang putih dan bawang bombay bersama irisan tomat hingga harum. Tuang campuran telur ke campuran bahan-bahan yang sudah ditumis. Diamkan dan angkat bila warnanya sudah kecoklatan.

Bagaimana dengan Sate Sayuran?

Sayuran yang dipanggang juga tak kalah menarik lho. Buatlah sate sayuran dengan menyediakan potongan wortel, brokoli, keju, dan daging asap. Mulailah menusukkan sayur-sayuran tersebut ke tusukan sate, Bun. Supaya warnanya nanti kelihatan cantik saat disajikan, sebelumnya lumuri satenya dengan margarin dan panggang hingga matang. Dijamin si Kecil suka. Menu sayur di atas dapat memenuhi gizi si Kecil, dari sayuran yang dikonsumsi kaya akan serat, vitamin, kalium, zat besi, dan folat bagus untuk pertumbuhan sang buah hati.

Atau, Coba Kenalkan Rasa Jagung yang Manis, Pasti Si Kecil Suka

Ya Bun, jagung memiliki rasa manis yang membuat ia banyak digemari anak-anak. Sesekali kalau si kecil memang menolak makan sayuran hijau, coba dulu kenalkan menu olah-olahan jagung. Salah satunya menu fiesta jagung. Ini dia resepnya:

1 batang jagung segar
3/4 cangkir paprika merah dan hijau cincang
1 sdm minyak kanola
1 1/2 cangkir jagung pipil
1/2 sdt cabai bubuk
1/4 sdt garam
1 sendok makan ketumbar segar

Cara Memasak:

Tumis paprika dalam minyak kanola dengan api sedang selama 3 menit. Tambahkan jagung. Aduk-aduk selama kurang lebih 2 menit. Tambahkan cabai bubuk, garam, dan daun ketumbar segar. Baru setelahnya masukkan jagung segar yang sudah Bunda kupas.

Keripik Wortel Bisa Jadi Camilan yang Aman untuk Si Kecil

Makanan renyah memang paling mudah mengambil hati anak-anak, keripik salah satunya. Keripik bisa dibuat hampir dari seluruh bahan makanan, termasuk sayuran seperti wortel. Cara membuatnya pun mudah lho Bun. Cukup potong tipis-tipis, dan keringkan hingga tidak ada lagi air tersisa. Setelah itu, panggang wortel dalam oven bersuhu 150-180º C hingga renyah, lalu hidangkan deh.

Ya, keripik ini tak melalui proses rebus atau goreng sehingga nutrisnya pun masih tetap terjaga dengan baik. Masukkan campuran tersebut ke adonan telur, aduk rata. Cetak adonan ke dalam wajan dadar. Masak sampai adonan mengeras sesaat sebelum matang, taburi irisan tomat dan keju parut. Tutup wajan dadar. Lalu masak dengan api kecil sampai benar-benar matang. Setelah matang, potong menjadi 6 bagian, dan sajikan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan yang Umum Dilakukan Orangtua Saat Menyuapi Anak

baby-baby-eating-chair-973970 (4)

Proses memberikan makan pada si kecil seharusnya menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Hanya saja, sebagai orangtua, ada kalanya Bunda mengabaikan beberapa hal yang akhirnya justru merugikan si kecil. Baik kebiasaan maupun asupan makanan yang diberikan, bisa jadi pemicu si kecil jadi bermasalah dengan kebiasaan makannya kelak. Untuk itu, perhatikan lagi ya Bun apa-apa saja yang sebaiknya tak dilakukan saat menyuapi si kecil.

Anti Makan Berantakan

Saat menyuapi si kecil dan suapan tersebut luber kemana-mana, pasti Bunda segera mencari lap basah dan membersihkannya sesegera mungkin. Rasanya jangan sampai si kecil terlihat kotor karena sisa makanan yang berantakan ke sisi-sisi wajah atau bahkan bajunya. Padahal, kebiasaan ini justru sebaiknya dikurangi. Biarkan si kecil bereksplorasi dengan kondisi ‘kotor’ yang muncul saat ia makan. Ia akan belajar tentang apa yang dikonsumsinya dari situ.

Untuk itu, tak usah khawatir atau takut kotor, justru biarkan si kecil makan sendiri saat usianya sudah cukup mampu untuk memegang sendok sendiri. Di masa-masa eksplorasi, berikan varian menu yang semakin beragam. Sembari mengajarinya tentang makanan, Bunda juga bisa mengajarinya untuk belajar bersih-bersih sendiri setelah makan.

Proses Menyuapi yang Terlalu Lama

Banyak sekali orangtua yang memilih untuk memanjakan buah hati mereka dengan selalu menyuapinya saat makan. Padahal, Bunda disarankan melatih si kecil untuk makan sendiri sejak usia 8-9. Baru kemudian di usia 12 bulan, ia sudah benar-benar memilih untuk makan sendiri dan menggunakan peralatan makan dengan baik. Jangan takut si kecil justru tak mau makan, bersabarlah dalam membimbingnya dan biarkan si kecil berproses.

Memilih Makanan yang Terlalu Sehat untuknya

Orangtua selalu terperangkap pada pemikiran bahwa bayi dan anak-anak harus diberikan makanan terbaik dan menyehatkan. Di lain sisi, tren makanan sehat pun semakin berkembang, dan menekankan bahwa golongan makanan sehat adalah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Padahal makanan tersebut rendah lemak dan lebih cocok untuk orang dewasa yang tengah menjalankan diet sehat. Untuk itu, lebih bijaklah untuk urusan memberikan makanan pada si kecil ya Bun. Di usianya, mereka membutuhkan asupan lemak untuk tumbuh kembangnya.

Membiarkan Si Kecil Menggigit Makanan atau Mengonsumsi Minuman orang Dewasa

Mungkin Bunda sama sekali tak sadar ada beberapa kebiasaan orang dewasa yang justru membahayakan si kecil. Misalnya membiarkan ia menyeruput sedikit kopi atau atau memberikannya sepotong brownies. Padahal, ada bahaya yang mengintai. Kafein, soda, yang mungkin terkandung dalam minuman, akan mengancam kesehatannya.

Serta makanan manis akan membahayakan kesehatan giginya. Bahkan kalau si kecil sudah terlanjur menyukai rasanya, tak menutup kemungkinan ia akan meminta makanan itu lagi. Untuk itu, lebih berhati-hati ya Bun saat memberikan makanan atau snack pada si kecil. Di usianya, tak semua makanan disarankan untuk dikonsumsi. Terutama yang tinggi gula.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Di AS, Mainan Forky Ditarik dari Pasaran Lantaran Dinilai Tak Aman

forky

Karakter baru Forky dalam film Toy Story 4 menuai polemik baru di kehidupan nyata. Terbaru, Disney telah mengeluarkan imbauan penarikan secara sukarela mainan Forky dengan alasan masalah keamanan. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen Disney melaporkan bila bagian mata Forky dapat terlepas dan menuai risiko tertelan pada anak di bawah umur tiga tahun.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu, 10 Juli 2019 perusahaan akan mengembalikan dana secara penuh kepada pelanggan yang mengembalikan mainan tersebut.

“Kami mendukung pengembalian penuh mainan Forky. Tidak ada ada yang lebih penting dibanding keselamatan konsumen kami,” ujar Disney dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter pada Senin, 8 Juli. “Silakan hubungi 866-537-7649 atau kembalikan barang tersebut ke toko Disney / Disney Parks Amerika Utara.”

Mainan Forky memang dijual di Toko Disney, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui toko Disney di Amazon Marketplace dari April hingga Juni dengan harga sekitar US$20 atau Rp 281 ribu. Sekitar 80.650 mainan telah terjual di AS dan Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena belum ada cedera yang dilaporkan.

Dalam film Toy Story 4, Forky berjuang dengan krisis percaya diri setelah Bonnie menciptakannya dari sampah. Tubuh Forky terbuat dari senpu atau sendok garpu dan ditambahkan aksesoris lain sehingga membuatnya menjadi mainan yang utuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top