Parenting

Menu Olahan Menarik untuk Buah Hati yang Enggan Makan Sayur

pexels-photo-973970 (1)

Banyak anak-anak suka memilih-milih makanan dan terutama tidak menyukai sayur. Alasannya berbagai macam, ada yang merasa pahit, hambar, dan lain sebagainya. Hal ini tentu membuat Bunda kebingungan harus menyiapkan sayuran apa supaya ia mau makan.

Apalagi di dalam sayuran terdapat asupan nutrisi yang diperlukan si kecil. Untuk itu, sebagai orangtua memang perlu pintar-pintar menyusun siasat, Bun. Salah satunya dengan mengolah sayuran jadi makanan menarik. Dari sekian banyak menu, Bunda bisa coba menu ini demi membuat asupan gizi buah hati tetap terpenuhi lewat konsumsi sayuran.

Olahan Sayur Dibuat Saja Jadi Nugget Sayur

Anak-anak paling suka dengan chicken nugget. Mereka pasti semangat kalau bertemu olahan makanan yang satu ini. Untuk itu, Bunda bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik yaitu dengan membuat kreasi nugget sayur Bun. Nugget yang dibuat tetap dari bahan dasar daging ayam giling yang adonannya ditambah irisan sayur bayam dan wortel.

Buatlah cetakan nugget menyerupai binatang atau bentuk yang si Kecil sukai. Setelah digoreng hingga matang, sajikan bersama saus tomat. Selain menarik, nugget ini tentu menyehatkan dan baik untuk menambah nutrisi bagi tubuh si kecil. Ini dia resepnya Bun!

100 gram Wortel
100 gram Kol Putih (Kubis Bunga Putih)
80 gram Bawang Bombay
100 gram Daging Ayam
4 butir Telur
100 gram Tepung Terigu
100 ml Air
2 sendok teh Garam
1 sendok teh Lada (Merica)
1 sendok teh Gula Pasir
2 sendok teh Kaldu Ayam
4 siung Bawang Putih

bahan pencelup:

50 gram Tepung Terigu
100 ml Air
100 gram Tepung Panir

secukupnya Minyak Goreng

Langkah-langkah:

  1. Siapkan bahan-bahan, wortel, kol, bawang bombay, bawang putih dan daging ayam.
  2. Campur terigu, air, lada, garam, kaldu bubuk,gula. Aduk sampai tercampur rata, kemudian masukkan telur. Aduk-aduk kembali sampai tercampur.
  3. Siapkan loyang yang sudah dioles mentega dan di dasar loyang letakkan plastik (plastik khusus untuk tahan panas). Masukkan adonan nugget, kemudian kukus selama 30 menit. Setelah matang, dinginkan, lalu potong sesuai selera. Siapkan tepung panir dan bahan pencelup.

Bahan pencelup :

Masukkan potongan nugget ke dalam bahan pencelup kemudian lumuri dengan tepung panir. Goreng dengan api sedang sampai matang. Nugget sayur pun siap dihidangkan.

Mie Bayam Juga Baik untuk Menu Alternatif

Selain chicken nugget, yang namanya mie juga salah satu makanan yang akan disukai anak-anak. Kali ini, cukup campurkan bayam dengan mie, bahkan demi menarik perhatian, Bunda bisa tambahkan saus putih dan meraciknya jadi seporsi mie bayam saus putih. Ini dia resepnya:

300 gram tepung terigu protein tinggi
75 gram tepung sagu
50 gram bayam, blender bersama 30 ml air, ambil airnya
2 butir telur
1 sdt garam
50 gram tepung terigu untuk taburan

Topping:

2 sdm margarin
1/2 buah bawang bombai, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
150 gram daging giling
1 sdt italian seasoning
100 gram jamur kancing, iris
250 ml susu cair
1 sdm tepung terigu
Garam dan merica bubuk secukupnya
100 gram keju, parut

Cara membuat:

Mie: Campur tepung terigu, tepung sagu, air bayam, telur dan garam kemudian aduk rata. Uleni adonan hingga kalis, diamkan 15 menit. Giling tipis adonan dengan penggiling mi dari ketebalan 1 sampai 4. Lakukan hal yang sama hingga dua kali agar adonan halus, taburi terigu agar tidak lengket. Potong panjang mie sesuai selera Bunda.

Setelah itu, rebus mie dalam air yang sudah mendidih dan diberi minyak, masak 2-3 menit, angkat. Beri sedikit minyak agar tidak lengket, sisihkan. Panaskan margarin, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum, tambahkan daging giling, masak hingga berubah warna.

Masukkan jamur, masak sebentar kemudian tuang susu cair, beri garam dan merica bubuk, aduk sebentar. Tambahkan tepung terigu, aduk rata dan masak hingga mengental. Masukkan mi bayam, aduk rata, angkat. Sajikan dengan keju parut di atasnya

Buat Saja Olahan Spaghetti Saus Tomat

Kalau buah hati tak terlalu menggemari spaghetti, maka ide lainnya adalah menyajikan seporsi spaghetti dengan saus tompat. Pasta dengan bentuk seperti mie dan tekstur yang kenyal ini pasti akan mengenyangkankan buah hati. Hanya saja, kali  ini Bunda harus membuat spaghetti dengan campuran tomat segar, bukan dengan saus instan yang banyak dijual.

Saus dari tomat segar tadi dicampur daging sapi giling. Dengan begitu sang buah hati bisa tetap makan dan mendapat asupan sayur yang terjaga. Supaya tak kesulitan mencari resep, ini dia Bun resep spaghetti saus tomat:

Bahan:

340 gram spaghetti
453 gram daging sapi tanpa lemak
1 sendok teh garam
3/4 sendok teh gula
1/4 sendok teh merica
1/8 sendok teh bawang putih bubuk
2 sendok makan bawang cincang
2 1/2 cangkir tomat cincang
130 gram jamur cincang
Saus tomat secukupnya

Langkah:

Cincang daging sesuai selera Bunda kemudian goreng di atas wajan dengan api sedang. Campurkan daging sapi, garam, gula, merica, bawang putih bubuk, bawang cincang, tomat, saus tomat, dan jamur ke dalam panci. Setelahnya, didihkan kurang lebih dua jam dengan api kecil, jangan lupa untuk mengaduk sesekali. Di panci terpisah, masak pasta sesuai petunjuk.

Tiriskan pasta dan sajikan dengan siraman bahan yang sudah Bunda masak sebelumnya. Sajikan selagi masih hangat. Mudah bukan, Bun?

Omelette Makaroni Bayam

Trik lainnya agar si kecil mau makan sayur adalah menyajikan sayur dalam bentuk omelette. Mungkin bayamnya akan menyatu dengan makaroni dan telur, tapi tak masalah Bun. Yang penting si kecil mau mencicip sayuran dan tak takut untuk melahapnya. Nah, membuat makaroni bayam pun tak susah. Ini dia cara-caranya.

50 grams pasta makaroni rebus dalam air mendidih selama 12 menit, tiriskan
10 grams Bawang Putih, cincang halus
25 grams Bawang Bombay, cincang halus
1 buah Tomat, potong kecil-kecil
50 grams Bayam, potong halus
5 butir Telur Ayam, kocok sampai kental
50 grams Keju Cheddar
2 sdm Minyak Kedelai

Petunjuk :

Siapkan telur yang sudah dikocok dengan bayam, keju, dan minyak kedelai. Di wadah terpisah, rebus makaroni dalam air mendidih selama kurang lebih 12 menit. Kemudian tiriskan. Cincang halus bawang putih dan bawang bombay. Panaskan minyak sayur, tumis bawang putih dan bawang bombay bersama irisan tomat hingga harum. Tuang campuran telur ke campuran bahan-bahan yang sudah ditumis. Diamkan dan angkat bila warnanya sudah kecoklatan.

Bagaimana dengan Sate Sayuran?

Sayuran yang dipanggang juga tak kalah menarik lho. Buatlah sate sayuran dengan menyediakan potongan wortel, brokoli, keju, dan daging asap. Mulailah menusukkan sayur-sayuran tersebut ke tusukan sate, Bun. Supaya warnanya nanti kelihatan cantik saat disajikan, sebelumnya lumuri satenya dengan margarin dan panggang hingga matang. Dijamin si Kecil suka. Menu sayur di atas dapat memenuhi gizi si Kecil, dari sayuran yang dikonsumsi kaya akan serat, vitamin, kalium, zat besi, dan folat bagus untuk pertumbuhan sang buah hati.

Atau, Coba Kenalkan Rasa Jagung yang Manis, Pasti Si Kecil Suka

Ya Bun, jagung memiliki rasa manis yang membuat ia banyak digemari anak-anak. Sesekali kalau si kecil memang menolak makan sayuran hijau, coba dulu kenalkan menu olah-olahan jagung. Salah satunya menu fiesta jagung. Ini dia resepnya:

1 batang jagung segar
3/4 cangkir paprika merah dan hijau cincang
1 sdm minyak kanola
1 1/2 cangkir jagung pipil
1/2 sdt cabai bubuk
1/4 sdt garam
1 sendok makan ketumbar segar

Cara Memasak:

Tumis paprika dalam minyak kanola dengan api sedang selama 3 menit. Tambahkan jagung. Aduk-aduk selama kurang lebih 2 menit. Tambahkan cabai bubuk, garam, dan daun ketumbar segar. Baru setelahnya masukkan jagung segar yang sudah Bunda kupas.

Keripik Wortel Bisa Jadi Camilan yang Aman untuk Si Kecil

Makanan renyah memang paling mudah mengambil hati anak-anak, keripik salah satunya. Keripik bisa dibuat hampir dari seluruh bahan makanan, termasuk sayuran seperti wortel. Cara membuatnya pun mudah lho Bun. Cukup potong tipis-tipis, dan keringkan hingga tidak ada lagi air tersisa. Setelah itu, panggang wortel dalam oven bersuhu 150-180º C hingga renyah, lalu hidangkan deh.

Ya, keripik ini tak melalui proses rebus atau goreng sehingga nutrisnya pun masih tetap terjaga dengan baik. Masukkan campuran tersebut ke adonan telur, aduk rata. Cetak adonan ke dalam wajan dadar. Masak sampai adonan mengeras sesaat sebelum matang, taburi irisan tomat dan keju parut. Tutup wajan dadar. Lalu masak dengan api kecil sampai benar-benar matang. Setelah matang, potong menjadi 6 bagian, dan sajikan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ada Kalanya Anak Susah Tidur Akibat Bunda Tak Mengajarinya Tidur Teratur

pexels-photo-1172937

Memiliki buah hati yang aktif dan selalu riang tentu jadi kebanggaan tersendiri untuk orangtua. Energi positif yang dipancarkan si kecil turut membuat orangtuanya pun senang. Hanya saja, segala aktivitas yang dilakoni buah hati seringkali juga membuat tenaganya terkuras.

Untuk itu alangkah bijaknya sebagai orangtua, Bunda pun perlu memperhatikan lagi kegiatan si kecil. Sekalipun di siang hari ia memiliki serangkaian kegiatan positif, jangan sampai malamnya justru ia didera masalah sulit tidur.

Mengutip dari Baby Center, orangtua biasanya melakukan beberapa kesalahan umum orangtua saat menyuruh anaknya pergi tidur. Hati-hati Bun, dengan begini dia akan sulit tidur malam dan malah kekurangan waktu istirahatnya. Padahal, istirahat cukup adalah kebutuhan yang diperlukan si kecil agar kesehatannya tak terganggu. Supaya lebih jelas, berikut lima kesalahan orangtua beserta solusinya.

Anak Perlu Jadwal Tidur yang Teratur, Sudahkah Bunda Melakukan Hal Tersebut?

Bun, umumnya waktu tidur anak yang sudah sekolah akan berkurang 60 menit dibanding mereka yang belum masuk sekolah. Untuk itu, diperlukan jadwal tidur yang teratur supaya tidurnya tetap cukup dan berkualitas. Marc Weissbluth, seorang dokter anak dan penulis dari Healthy Sleep Habits, Happy Child mengatakan,

“Membiarkan anak tidur terlambat akan membuat anak menjadi orang yang lemah atau selalu terlihat kelelahan,” ujar Jill Spivack, co-creator dari The Sleepeasy Solution: The Exhausted Parent’s Guide to Getting Your Child to Sleep from Birth to Age 5.

Solusi untuk masalah ini: cukup buat jadwal tidur malam untuk anak yang teratur. Bahkan, jika bisa ditambah tidur siang. Jangan menunggu anak menguap, mengusap mata, hingga merengek, baru Bunda mengajaknya pergi tidur. Lantaran setiap anak berbeda-beda, National Sleep Foundation mengatakan bahwa balita biasanya membutuhkan 12 jam waktu tidur pada malam hari.

Sedangkan anak-anak pra-sekolah butuh sampai 13 jam istirahat pada malam ditambah siang hari. Anak-anak yang sudah beranjak remaja wajib mengistirahatkan tubuh 10 sampai 11 jam per hari. Cari informasi supaya anak selalu konsekuen dengan aturan yang telah dibuat ya Bun.

Orangtua Gemar Menaruh Banyak Mainan di Tempat Tidur Anak

Masih banyak orangtua yang suka menaruh banyak mainan di tempat tidur buah hatinya. Cara ini dilakukan supaya si kecil tidak mudah rewel atau manja pada ibunya jelang tidur. Padahal, kebiasaan ini pun bisa membuat anak jadi kurang tidur karena fokus dengan mainan-mainannya sehingga membuatnya terjaga sepanjang malam.

Solusinya, demi memaksimalkan tidur si kecil, lebih baik Bunda menyetel cahaya kamar buah hati jadi lebih redup supaya otaknya pun beristirahat. Kamar yang redup akan membuat tidur lebih nyenyak daripada kamar yang penuh cahaya.

Jika si kecil takut menghadapi kamar gelap, ajari berhitung 1 sampai 10, lalu matikan lampu pada hitungan ke-10. Hindari juga barang-barang elektronik, seperti televisi, DVD, atau komputer yang bisa mengurangi jam tidur si balita. Biarkan anak terlelap dalam keadaan yang sunyi dan tambahkan pendingin ruangan agar dia semakin pulas ya Bun.

Bunda Terbiasa Melewati Rutinitasnya Jelang Tidur

Melewatkan rutinitas yang seharusnya dilakukan sebelum tidur sejatinya merugikan buah hati Bunda lho. Justru dengan membimbingnya melakukan rutinitas sebelum tidur, hal itu akan membuatnya belajar disiplin dengan waktu tidurnya. Bunda mungkin berpikir belum saatnya balita menggosok gigi atau membaca buku. Namun, jangan sepelkan hal tersebut.

“Sangat penting memiliki berbagai cara untuk membuat anak tahu kapan dia harus pergi tidur,” ujar Judith Owens, seorang direktur klinik gangguan tidur anak di Hasbro Children’s Hospital di Providence, Rhode Island.

Solusinya, mulailah rutin membuat panggilan isyarat supaya si kecil mengerti bahwa dia harus tidur. Misalnya, Bunda menyetel alarm pada jam weker dengan suara yang khas di dalam kamar. Dengan begitu, anak akan merasa terpanggil dan segera meninggalkan aktivitasnya. Bunda juga bisa menceritakan beberapa dongeng dari buku anak pada waktu yang sama setiap harinya sehingga anak terbiasa tidur tepat waktu.

Kebanyakan Orangtua Masih Tak Konsisten dengan Aturan yang Mereka Buat

Kebanyakan orangtua tidak konsisten dengan aturan yang mereka buat. Biasanya dipicu karena Bunda dan si kecil terlalu banyak kegiatan sehingga berimbas pada jadwal tidur anak yang berantakan. Orangtua juga membiarkan anak selalu tidur bukan di tempat tidur mereka. Padahal anak bisa menjadi manja karena kebiasaan ini.

Solusi satu-satunya tentu sebagai orangtua pun harus belajar menaati peraturan dan membimbing si kecil untuk melakukan hal serupa ya Bun. Latih si kecil untuk menaati jadwal tidur yang sudah dibuat orangtuanya. Bahkan ketika anak sedang ngambek dan meminta tidur dengan Anda, berikan persyaratan. Jangan uruti permintaan si kecil terlalu sering. Sedikit memberikan ketegasan bagus buat anak disiplin mematuhi aturan Bunda.

Orangtua Biasanya Terlalu Cepat Memutuskan Membuatkan Kamar untuk Buah Hati 

Ada beberapa orangtua yang sudah menyiapkan kamar sendiri bahkan saat buah hatinya masih dalam kandungan. Padahal, ada lho tipikal anak yang suka sulit tidur kalau tidak ada orangtua di dalam kamarnya.

Terutama yang usianya masih dibawah satu tahun. Namun, orangtua lebih mendahulukan keinginan mereka agar anak tidur di kamar sendiri. Kendati Bunda memang mendambakan si kecil bisa tidur mandiri, ada pertimbangan tersendiri lho urusan kamar.

Nah, solusinya, tunggu hingga anak siap tidur di dalam ruangan yang berbeda kamar dengan orangtuanya. Pelan-pelan atau saat usianya tiga tahun, kenalkan si kecil pada kamar baru mereka. Akan tetapi, jangan langsung memaksanya supaya tidur terpisah dari Bunda. Ada saatnya anak Bunda meminta tidur sendiri yaitu ketika memasuki lingkungan sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Penyebab Anak Susah Tidur Bisa Dipicu Dari Hal Sederhana yang Ternyata Tak Bunda Sadari

pexels-photo-1296145

Anak susah tidur sering jadi beban tersendiri untuk orangtuanya. Bunda pernah berada di situasi semacam ini? Entah mengapa rasanya sukar sekali membuat buah hati tertidur di jam yang telah ditentukan. Kendati sudah membujuk atau mencoba menidurkannya, tetap saja si kecil tetap segar sepanjang malam.

Sejatinya, saat anak menginjak usia empat tahun, mereka mulai memiliki jam tidur yang normal lho Bun. Karenanya, kalau si kecil mulai kesulitan tidur, berarti ada hal yang mungkin membuatnya merasa tak nyaman untuk memejamkan mata. Apa saja ya kira-kira? Ini dia beberapa diantaranya.

Si Kecil Mengalami Masalah Kesehatan

Bunda berasumsi si kecil sehat-sehat saja, padahal di malam hari, ia justru sukar sekali terlelap. Atau, kondisinya mungkin ia sudah tertidur, namun tiba-tiba bangun di tengah malam. Jika Bunda menemukan kondisi semacam ini, sebaiknya Bunda perlu curiga ya.

Terlebih jika anak mengorok atau mengeluarkan bunyi saat berbaring, keesokan paginya lebih baik Bunda bawa si kecil ke dokter anak. Dari sekian banyak persoalan, masalah kesehatan yang seringkali memicu buah hati jadi sulit tidur adalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

Si Kecil Mungkin Saja Mengalami Sleep Walking

Bunda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini. Bayangkan saja, si kecil yang mengalami sleepwalking umumnya melakukan sesuatu secara tak sadar. Kejadian ini pun memiliki presentase yanng cukup tinggi di kalangan anak usia sekolah, sekitar 20 hingga 40 persen. Menurut dr Karen Ballaban-Gill, seorang dokter spesalis anak dan neurologist dari Children’s Hospital di Montefiore, penyebab sleepwalking adalah tahapan transisi tidur yang tak komplet.

Akibatnya otak merasa badan sudah tidur namun badan belum merasa istirahat. Karenanya, apabila si kecil mengalami sleepwalking, pastikan lantai aman dan tak ada barang berbahaya yang membuat si kecil rentan terpeleset. Di lain sisi, ada baiknya juga Bunda dan Ayah mengajak si kecil berkonsultasi ke dokter demi meredakan masalah sleepwalking-nya ini Bun.

Sering Gelisah pun Bisa Jadi Pemicunya

Bun, kondisi gelisah tak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak, kendati penyebab gelisahnya pun berbeda-beda. Kegelisahan anak-anak biasanya berasal dari ketakutan seperti tak mau tidur sendiri. Yang terpenting, yang perlu diingat adalah jangan sampai orangtua marah saat mengatasi anak yang susah tidur dan gelisah.

Bunda sebaiknya menenangkan dan bertanya tentang apa yang dikhawatirkan oleh buah hati. Kita bisa meminta anak mengatakan ketakutannya lewat tulisan atau gambar. Jika memang butuh ke dokter atau terapis, jangan sungkan untuk berkonsultasi ya, Bun.

Sudahkah Si Kecil Sering Diajak Berolahraga?

Mager alias malas gerak sejatinya bisa memicu anak jadi kian susah tidur. Coba perhatikan lagi keseharian si kecil, apakah dia tipikal yang aktif, atau justru lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di depan gawai? Hati-hati Bun, hal itu bisa membuat mereka susah tidur.

Menurut dr Shariar Shahzeidi dari University of Miami, olahraga bisa memproduksi zat kimia pada otak yang bisa membuat anak lebih mudah tidur dan rileks ketika jam tidur tiba. Karenanya, pastikan anak kita berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Jika memang anak tak olahraga di sekolah, ajak mereka keluar rumah dan bermain. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk membuat anak tetap aktif lho. Apalagi yoga juga bisa membuat mereka tenang.

Mulailah Kurangi Waktu Bermain Gawai Pada Si Kecil

Bun, screen time yang terlalu sering dan relatif lama bisa membuat anak susah tidur. Apalagi kalau main gadget-nya menjelang waktu tidur. Untuk itu, yuk Bun atur jadwal anak main gadget sebijak mungkin supaya anak tak kecanduan.

Susah tidur juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas lho. Dibanding membiarkan buah hati terlalu lama menatap gawai, lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti baca buku dongeng atau saling bertukar cerita ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kenapa Buah Hati Wajib Tidur Tepat Waktu? Ini Dia Jawabannya Bun!

pexels-photo-1789388

Para peneliti mengungkapkan, pentingnya orangtua mengajarkan buah hati agar tidur tepat waktu akan berdampak baik pada kualitas tidurnya lho Bun. Sementara anak yang cenderung tak terbiasa tidur tepat waktu akan membawa dampak pada konsentrasinya di keesokan harinya. Lama kelamaan, hal ini pun juga membawa pengaruh terhadap kecerdasan si kecil.

Membiasakan si Kecil Tidur Lebih Awal Pertanda Bunda Bersikap Bijaksana

Bunda tentu tahu bahwa anak-anak yang masih berusia balita membutuhkan waktu tidur paling tidak selama 12 jam perhari demi perkembangan tubuh dan otak yang lebih baik. Hanya saja, masih banyak orangtua yang lalai dan tak membiasakan anak-anak tidur pada jam yang sama setiap malam.

Padahal ini perlu diterapkan agar anak-anak juga dapat terbangun pada jam yang sama keesokan harinya. Sementara untuk Bunda yang sudah terbiasa melakukan hal ini, berarti Bunda sudah melakukan hal bijak terhadap kesehatan dan pertumbuhan buah hati Bunda.

Ajarkan Si Kecil Untuk Tidur Tepat Waktu demi Peningkatan Kemampuan Kognitifnya

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang memiliki jam tidur terjadwal dan tepat waktu menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik Melansir dari Hufftington Post, lebih dari 11 ribu anak di Inggris dari berbagai usia, yaitu 3,5 dan 7 tahun dianalisa dan diuji dalam hal kemampuan membaca, matematika dan ketrampilan spasial.

Dalam penelitian tersebut, menunjukkan jika anak-anak yang tidur di jam yang berbeda-beda setiap harinya mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam tes membaca dan matematika. Sedangkan anak-anak yang sering tidur larut menunjukkan adanya kekurangan dalam hal kemampuan kognitif. Karenanya, supaya perkembangan otaknya tetap berjalan dengan baik, pastikan si kecil tidur cukup dan waktunya pun sama setiap harinya ya Bun.

Jangan Biarkan si Kecil Terbiasa Begadang ya

Bun, kenapa si kecil perlu diajarkan untuk tidur teratur? Ini karena menerapkan jam istirahat yang sama setiap malam penting untuk menjaga ritme sirkadian untuk berfungsi dengan baik sehingga tubuh dan otak akan menjadi lebih sehat. Jam internal ini dijalankan oleh jadwal kita, cahaya serta pelepasan melatonin.

Bunda perlu tahu, penerapan jam istirahat bisa dilakukan dengan pergi tidur pada jam yang sama selama tujuh hari dalam satu minggu, hal ini agar jam internal dapat diatur secara otomatis dan tingkat melatonin meningkat pada jam yang sama setiap hari.

Dan Ini yang Perlu Bunda Lakukan Saat Jam Tidur Si Kecil Bermasalah

Menurut hasil survey, seorang anak berumur 4 tahun yang tidur kurang dari 9 jam 45 menit di malam hari ternyata memiliki bermasalah dalam hal mengontrol emosi, rasa marah, dan cenderung agresif. Sementara seorang anak dengan jam istirahat yang konsisten tidak hanya mengalami perkembangan kognitif yang lebih baik, namun juga kebiasaan dan sikap yang lebih baik.

Demi memenuhi kebutuhan tidur buah hati, Bunda perlu mengikuti anjuran National Sleep Foundation yang merekomendasikan agar anak-anak usia 1 sampai 3 tahun tidur selama 12-24 jam per hari. Anak-anak usia 3 sampai 5 tahun memerlukan tidur selama 11 hingga 12 jam per hari, sementara anak-anak usia 5 hingga 12 tahun memerlukan waktu tidur selama 10-11 jam per hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top