Event and Komunitas

Berbagi Pengalaman dan Cerita Bagaimana Mendidik Anak Yuk, Agar Menjadi Pembelajaran bagi Orangtua Lainnya

TidakadaSekolahorangtua

Menjadi Dokter, ada Sekolahnya. Menjadi Arsitek, ada sekolahnya. Tapi mejadi Orangtua Tidak Pernah Ada Sekolahnya.  Padahal menjadi orang tua adalah peran akan dimainkan oleh setiap orang.

Itulah kenapa para orang tua harus terus belajar menjadi orang tua. Belajar mendidik dan membesarkan anaknya.  Orang tua bisa belajar dari banyak pengalaman orang tua lainnya. Tentu setiap anak berbeda, setidaknya bisa menjadi pembejalaran.

TidakadaSekolahorangtua

Hi para Orang tua yang sudah memiliki anak, yuks cerita pengalaman #PunyaAnakPertama. Bagaimana keseruannya, bagaimana perjuangannya, bagaimana proses belajarnya. Ceritakan saja. Semoga ceritanya  membantu orang tua baru untuk belajar membesarkan dan mendidik anak, membantu orang tua baru mendapat gambaran bagaimana membesarkan anaknya.

Bagaimana ikuta berbagi  #PunyaAnakPertama?  Caranya gampang! Tinggaal posting cerita di socimedia dan gunakan hestag #PunyaAnakPertama. Agar SayangiAnak tahu mendion Sayangianak di twitter @sayangianakyuk, Instagram @sayangianakyuk dan fb.com/sayangianak. Jika di posting di blog, jangan lupa posting di wall/dinding page Sayangianak

Hadiah apa? hadiah terbesarnya adalah Ibu dan Ayah membantu orang tua baru untuk belajar membesarkan dan mendidik anak, membantu orang tua baru mendapat gambaran bagaimana membesarkan anaknya. hadiah terbesarnya adalah berbagi.  Untuk yang menarik? Ya bisa di posting di fan page Sayangianak dan di website sayangianak. Dibaca oleh banyak orang tua dan itu merupakan sebuah kebangga tersendiri.

Yuk…jangan ragu  #PunyaAnakPertama

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top