Parenting

Menidurkan Bayi dengan Cara Digendong Mnguras Tenaga, Ini Tips Menidurkan Bayi Tanpa Digendong

tidurbayi

Pada umumnya para orang tua menidurkan bayi dengan menggendong atau mengayun-ayun hingga tertidur. Cara tersebut memang sangat efektif karena kebanyakan bayi akan langsung terlelep ketika digendong sambil diayun-ayun.

Tetapi, meski pun demikian, cara menidurkan bayi dengan harus menggendong kurang baik karena bisa membuat bayi tersebut ketergantungan hingga besar nanti, ketika hendak tidur harus digendong lebih dahulu.

Selain itu, menidurkan bayi dengan cara digendong juga bisa menguras tenaga para bunda, sehingga pekerjaan rumah sedikit tertinggalkan. Memang memiliki buah hati adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, bahkan membuat hari-hari semakin berwarna dengan kehadirannya dalam keluarga. Tetapi, disisi lain sebagai seorang isteri sekaligus seorang ibu rumah tangga pasti bunda merasa kerepotan ketika mengurus bayi dan menjalankan tugas untuk mengurus rumah.

Dua kegiatan tersebut tentu tidak bisa dilakukan dengan mudah seperti membalikan telapak tangan. Namun ada perjuangan yang cukup keras untuk menjadi seorang ibu dan juga isteri yang baik. Tetapi menjalankan kedua hal tersebut secara bersamaan dengan dibarengi perjuangan yang keras merupakan hal yang sangat luar biasa yang tidak semua orang bisa menjalankannya dengan baik.

Meski pun tidak bisa dipungkiri itu tugas yang sangat berat dan melelahkan, tetapi hanya orang-orang yang memiliki mental dan kelapangan hati yang kuatlah yang mampu menjalankan tugas yang amat mulia ini.

Semua akan dapat terselesaikan dengan sangat indah apabila memiliki keinginan untuk terus berusaha berjuang didalam menyeimbangkan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu sekaligus isteri yang baik akan membuat bunda merasa terbiasa dengan hal tersebut.

Sehingga dengan demikian, pada akhirnya tugas-tugas tersebut akan dapat dijalankan dengan mudah, baik dan tertata. Hanya satu permasalahan yang membelenggunya yakni waktu. Nah bagi bunda yang memiliki seorang anak bayi dan memiliki tanggung jawab besar dalam mengurusi rumah tangga, maka sebaiknya bunda harus mulai merancang kegiatan-kegiatan yang ingin bunda lakukan.

Pada intinya hanya satu kuncinya, yakni manejemen waktu yang tepat akan menjadi kunci kesuksesan untuk menjalankan tugas mulia tersebut.

Biasanya bunda akan bisa mengerjakan pekerjaan rumah ketika si kecil sedang tertidur, tetapi jika si kecil belum tertidur tentu akan merecoki pekerjaan anda. Apalagi jika ketika tidur harus digendong, ini sangat merepotkan karena ketika bunda mengerjakan pekerjaan rumah harus selalu bersama si kecil dalam gendongannya. Mungkin kebiasaan tersebut harus mulai diubah, sebab jika tidak maka bunda akan repot sendiri.

Biasakanlah untuk menidurkan bayi tanpa harus degendong, memang itu bukan hal yang mudah, tetapi jika bunda memiliki niat dan keinginan untuk melakukannya pasti bisa. Untuk para bunda yang memiliki si kecil atau bayi, berikut ini ada tips menidurkan bayi tanpa digendong.

Tips menidurkan bayi tanpa digendong

Pada dasarnya salah satu hal yang bisa dilakukan supaya anak-anak tenang ketika bunda beranjak jauh dari mereka untuk mengerjakan pekerjaan lain yakni dengan menidurkan mereka. Namun anak-anak pada umumnya lebih cenderung untuk selalu minta ditemani karena ingin digendong.

Ketika bunda ingin menidurkannya diranjang akan terbangun dan rewel minta untuk selalu ditemani. Tentu hal tersebut membuat bunda repot dan membuat bunda tidak bisa jauh dari mereka. Maka dari itulah, mulai sekarang bunda harus membiasakan untuk melatih si bayi agar bisa tidur dengan tanpa digendong setiap waktu.

Lalu bagaimana cara menidurkan bayi dengan tanpa digendong dengan cepat? Berikut ini adalah tipsnya.

1. Bantu bayi atau si kecil untuk tidur tanpa digendong.

Jika pada umumnya metode menidurkan bayi yang paling efektif adalah dengan cara digendong dan ditepuk-tepuk dengan menggunakan tangan. Hal itu bisa terjadi karena kebiasaan yang diterapkan oleh bunda sehingga bayi akan lebih sulit tidur jika tidak digendong terlebih dahulu.

Nah bagi bunda yang ingin mengatasi permasalahan ini maka bunda bisa menidurkan bayi atau si kecil dengan cara lain seperti mengayun-ayunkan bayi dalam ayunan hingga tertidur.

Cara ini memang relatif sulit membuat si kecil dapat tidur dengan cepat dan pulas, tetapi jika bunda membiasakannya maka si kecil akan terbiasa tidur tanpa digendong.

2. Ajaklah bayi tidur diranjang.

Jika bayi sudah mulai rewel maka biasakanlah bunda untuk mengajaknya di ranjang. Temanilah tidur si kecil dengan memberikan asi sampai dia terlelap, kemudian setelah dia benar-benar pulas tertidur maka barulah lepas asi pelan-pelan dari mulutnya. Betulkan perlahan posisi si kecil tidur supaya nyaman dan tidak cepat terbangun.

3. Memindahkan bayi separoh tidur diranjang.

Langkah berikutnya yang harus bunda lakukan adalah dengan menunggu si kecil tertidur di kursi ketika bunda menggendongnya. Kemudian berdiri dan gendong si kecil dalam kondisi tidur pulas. Ketika bayi terbangun maka ayunlah kembali hingga kembali tidur.

Setelah bayi tersebut tidur kembali dengan pulas maka rebahkan di atas ranjang. Lakukanlah dengan perlahan, karena getar atau suara-suara kecil yang muncul akan membuatnya kembali terbangun, dan ketika bayi kembali bangun maka bunda akan sulit untuk menidurkannya kembali.

Itulah tadi beberapa tips yang bisa bunda lakukan untuk menidurkan bayi tanpa harus digendong. Semoga para bunda menjadi terinspirasi dengan tips di atas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Saat Si Kecil Diam-diam Ketahuan Membatalkan Puasa, Lakukan Hal Ini Bun

adorable-blonde-blur-1912868 (1)

Saat si kecil terbangun lebih awal untuk sahur tentu membuat Bunda bangga. Artinya, ia mau belajar untuk berpuasa ya Bun. Tapi lucunya, kadang kala justru sebelum adzam maghrib berkumandang, Bunda tak sengaja mendapati si kecil makan atau minum sembunyi-sembunyi. Saat melihat si kecil berlaku demikian, kira-kira apa yang akan Bunda lakukan?

Untuk anak-anak dibawah usia 11 tahun, berpuasa masih butuh latihan. Mereka masih beradaptasi dengan ibadah wajib yang harus mereka jalani di bulan Ramadan. Untuk itu, jangan menciptakan momen yang membuat si kecil jadi merasa ngeri ya Bun. Sebab kalau Bunda langsung melontarkan omelan, yang ada mereka justru tertekan dan jadi malas berpuasa lagi.

Nah, berikut ini hal-hal yang dapat Bunda lakukan saat si kecil ketahuan membatalkan puasanya dengan sembunyi-sembunyi.

Bunda Tak Perlu Reaktif

Si Kecil akan terkejut bila melihat respon Bunda yang reaktif saat ia ketahuan membatalkan puasa. Tak usah mengagetkan atau membuatnya merasa sangat bersalah, justru tunjukkan ekspresi yang tenang dan diskusikan mengenai puasa tanpa mengintimdasinya ya Bun. Dengan begini ia akan tetap tenang.

Diskusi dan Komunikasi Adalah Kunci

Cobalah tanyakan dulu pada si kecil, apa yang membuat ia tak kuat. Bantu ia menemukan masalahnya ya Bun. Misalkan saja, ia merasa tak kuat berpuasa lantaran tak sempat sahur karena sulit dibangunkan. Atau ia tak kuat puasa karena menurutnya terlalu lamaa menahan rasa lapar.

Tetap diskusikan apapun masalahnya ya Bun. Hal ini akan melatih kemampuan analisisnya. Setelah ia menemukan akar masalahnya, bantu ia menemukan solusi. Misalnya saja, tidur lebih awal agar bisa bangun saat jam sahur.

Berikan Respon Pada Sanggahannya

Saat diajak berdiskusi mengenai apa yang membuat ia tak kuat, bisa saja lho Bun ia mengeluarkan beberapa kalimat sanggahan yang menjelaskan bahwa ia bukan satu-satunya anak yang membatalkan puasanya diam-diam.

Bila anak berkata: “Tapi si A juga membatalkan puasa. Tadi aku lihat dia, makanya aku juga ikut membatalkan.”
Jawab dengan: “Barangkali cara dia berpuasa berbeda dengan cara kamu. Dia mungkin sudah bikin kesepakatan untuk bisa membatalkan puasa di jam itu untuk kemudian dilanjutkan lagi.”
Bila anak berkata: “Si B nggak puasa. Enak banget dia bisa minum es siang-siang gitu.”
Jawab dengan: “Tidak semua orang punya kewajiban puasa. Kalau di agama kita, memang ada perintah puasa di bulan Ramadan. Lagi pula, nanti kalau sudah buka puasa, kan, kamu juga bisa minum es.”

Kuncinya, respon yang tepat diperlukan saat si kecil mencoba memberi sanggahan. Tak usah emosi, tetap tenang ya Bun.

Beritahu Mengenai Konsekuensi Logis yang Akan Dihadapinya

Bila Bunda dan si kecil sebelumnya sudah membuat kesepakatan tentang puasa, maka ini waktunya untuk menjalankan aturan dan konsekuensinya. Kesepakatan bisa saja berisi tentang pada pukul berapa ia bisa membatalkan puasa dan pada pukul berapa ia harus melanjutkan.

Sementara itu, contoh konsekuensi yang bisa diambil misalnya, Bunda tidak jadi memasakkan apa yang dia inginkan untuk berbuka atau tidak jadi membelikan minuman kesukaannya. Konsekuensi tidak perlu berlebihan agar anak-anak tidak terbebani. Yang paling penting, konsekuensi itu harus ada kaitannya dengan tindakannya.

Dan Begini Caranya Agar Tak Terjadi Lagi ya Bun

Walaupun berpuasa untuk anak-anak sifatnya baru latihan, namun ia juga patut terus didorong agar bisa menjalankannya lebih baik. Untuk meminimalisir risikonya membatalkan puasa diam-diam. Untuk Bunda yang belum pernah membuat kesepakatan dengan si kecil, inilah saatnya.

Evaluasilah kekuatan si kecil menjalankan puasa. Lalu buat kesepakatan yang berisi kapan ia boleh membatalkan. Yang penting lakukan pelan-pelan hingga ia terbiasa dan lebih kuat lagi. Itu akan lebih mudah. Kesepakatan ini dapat mengakomodir kebutuhan mereka dan membuatnya lebih bahagia menjalani puasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kenali Penyebab Sekaligus Tips Atasi Obesitas pada Anak

boy-child-drink-332091

Bun, obesitas pada anak bisa menjadi salah satu faktor yang mengkhawatirkan lho. Ini karena banyak penyakit berbahaya yang otomatis mengintai si kecil. Misalnya saja kolesterol, stroke, hingga penyakit jantung bisa lebih rentan. Di lain sisi, faktanya 216 juta anak di dunia masih mengalami obesitas. Jika didiamkan, obesitas akan mengancam tumbuh kembang anak. Untuk itu, Bunda perlu mengenali penyebab berikut juga dengan pencegahan obesitas agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Penyebab obesitas pada anak salah satunya adalah faktor genetik. Jadi, kalau orangtuanya mengalami obesitas dan diabetes, anaknya pun memiliki kemungkinan 50:50. Bila hal itu terjadi, maka Bunda sudah harus berhati-hati terhadap kebiasaan makan dan aktivitsa fisik si kecil. Biasakan si kecil untuk makan dan hidup sehat sedari dini.

Tak hanya itu, gawai pun bisa menjadi pemicu obesitas. Banyak orangtua yang tak menyadari hal ini. Faktanya, bermain gadget memang suatu hal yang menyenangkan. Namun berlama-lama bermain gawai justru bisa membuatnya malas beraktivitas fisik.

Anak yang sudah kecanduan gadget bisa menjadi malas bermain yang melibatkan fisiknya secara langsung. Karena pemicu diabetes ada yang tak disadari oleh orangtua, untuk Itu, yuk Bun cegah diabetes pada anak dengan melakukan tips-tips ini.

Pertama, Yuk Mulai Batasi Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan dari Sekarang

Seperti yang dikutip dari cdc.gov, kunci mencegah diabetes pada anak adalah menyeimbangkan kalorinya. Selain memberikan makanan sehat, Bunda jangan lupa untuk memperhatikan minuman yang diberikan pada si kecil.

Sebisa mungkin batasi minuman yang mengandung pemanis buatan. Konsumsi gula fruktosa berlebih bisa membuat berat badan anak naik dengan cepat. Jadi, setiap kali akan memberikannya makanan atau minuman, perhatikan komposisinya, ya Bun. Hindari yang mengandung pemanis buatan.

Kedua, Mulailah Kurangi Penggunaan Gawai dan Bantu Ia Melakukan Beragam Kegiatan yang Aktif

Penggunaan gawai dan sejenisnya harus mulai dibatasi. Biasakan untuk membuat jadwal screen time untuk is kecil. Faktanya, kebiasaan ini bisa membuat anak malas, mulai dari malas untuk makan hingga aktivitas fisik.

Di lain sisi, bantu anak untuk melakukan berbagai aktivitas fisik seperti bermain sepak bola, lompat tali, berenang, atau bersepeda. Selain membantu pengaturan berat badan, melakukan aktivitas fisik bisa membantu menurunkan tekanan darah pada anak, meluruskan tulang, hingga mengurangi stres.

Ketiga, Upayakan Membuat Jadwal Makan dan Ngemil yang Rutin ya Bun

Sejak dini, anak perlu diberi pemahaman soal perlunya makan secukupnya lho Bun. Nah, sebagai orangtua, ada baiknya dibantu dengan mengatur jadwal makan dan ngemilnya setiap hari. Dengan mengatur jadwal makan seperti ini, kita juga lebih mudah memonitor asupan makanan dan kalorinya dengan lebih baik sehingga si kecil pun tak menerima asupan makanan berlebih yang dapat memicu obesitas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cara Atasi Si Kecil yang Hobinya Mogok Sekolah

candid-children-cute-1720188 (1)

Dilema yang sering dialami orangtua saat si kecil memasuki usia sekolah adalah problem mogok sekolah ya Bun. Ada saja alasan si kecil menolak untuk berangkat ke sekolah. Seakan ia tak pernah kehabisan akal untuk membuat Bunda memaklumi alasannya agar akhirnya ia tak perlu ke sekolah.

Sebagai orangtua, Bunda pun tak dianjurkan untuk memaksa si kecil. Tenang, tetap ada cara untuk membuatnya mau berangkat ke sekolah lho Bun. Menurut para psikolog, salah satu alasan si kecil menolak ke sekolah sejatinya karena ia belum merasa nyaman atau didera rasa cemas karena saat di sekolah, ia merasa jauh dari orangtuanya.

Bahkan, Anxiety Disorders Associaton of America mengatakan kalau masalah mogok sekolah ini biasa terjadi pada 5% – 28 % anak usia 5 – 6 tahun dan anak usia 10 – 11 tahun. Jika anak melakukan aksi mogok untuk datang ke sekolah, bebrapa kiat yang dapat Bunda lakukan.

Perhatikan Dulu Kondisi Anak Menjelang Tidur ya Bun

Sebelum tidur, usahakan si kecil bisa tertidur dalam keadaan bahagia ya Bun. Sebab kondisi mentalnya menjelang tidur akan berpengaruh ketika anak bangun pagi . Bila ia tidur dengan perasaan nyaman, maka ia pun tak akan mengalami kesulitan tidur dan bangun pun dengan perasaan bahagia juga.

Siasati dengan Membeli Perlengkapan Sekolah yang Disukainya

Trik selanjutnya yang dapat Bunda lakukan adalah mencari tahu karakter kesukaan si kecil ya Bun. Siasati dengan membelikannya pernak pernik kebutuhan sekolah sesuai karakter favorit si kecil. Misalnya pensil, tas, buku, atau bahkan sepatu dan kaos kaki yang akan dia kenakan sehingga anak pun bisa lebih termotivasi untuk berangkat ke sekolah.

Temani Ia Supaya Rasa Cemasnya Hilang

Bun, jauh dari orangtua sekalipun hanya pergi ke sekolah sering membuat si kecil cemas atau tidak nyaman. Untuk itu, pendampingan orangtua pun diperlukan. Tak apa lho Bun menemani si kecil sembari mengatakan padanya bahwa ia akan baik-baik saja. Si kecil pun butuh adaptasi dengan lingkungannya. Bila ia sudah merasa nyaman, pelan-pelan yakinkan ia bahwa Bunda akan menjemputnya saat pulang sekolah.

Katakan Betapa Nyamannya Berada di Sekolah Karena Banyak Aktivitas yang Bisa Ia Lakukan

Bun, anak merasa ogah-ogahan ke sekolah bisa jadi karena ia merasa tak menemukan tantangan baru di sekolah. Padahal, bila ia bersosialisasi dan bereksplorasi dengan banyak hal yang ada di sekitarnya saat sedang di sekolah. Maka ia pun akan merasa nyaman untuk datang ke sekolah. Karenanya, katakan padanya ya Bun bahwa di sekolah pun ia bisa melakukan banyak aktivitas menyenangkan bersama teman-teman dan gurunya.

Jangan Memarahi Bila Si Kecil Mogok Sekolah

Salah satu hal sangat penting untuk dilakukan adalah bagaimana respon Bunda saat mengetahui anak mogok sekolah. Kesal tentu saja boleh. Tapi tidak perlu sampai mengomel terus-terusa pada si kecil ya Bun. Sebab kalau Bunda terus mengomelinya, bukannya termotivasi untuk sekolah, si kecil justru akan merasa bahwa dirinya mendapat tekanan dari orangtuanya.

Ujung-ujungnya, akan timbul perasaan bahwa datang ke sekolah hanya ia lakukan karena ingin membuat orangtuanya bahagia dan senang, bukan karena dorongan dari dalam dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top