Parenting

Mengurus Anak-anak Bukanlah Pekerjaan Mudah, Agar Lebih Sabar Hadapi Anak Lakukan 7 Cara Ini

mengurusanak

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang seharian mengurus anak-anak bukanlah pekerjaan mudah. Malah bisa dibilang paling sulit dibanding jadi ibu karier. Tetapi, meski begitu pekerjaan menjadi  seorang ibu rumah tangga adalah tugas yang mulia yang belum tentu bisa dilakukan semua orang.

Saat mengurus anak-anak, ada saja tingkah mereka yang bikin geleng-geleng kepala. Sebagai ibu, kita harus memutar otak agar bisa tetap bersabar dan mengurus mereka dengan baik.

Bunda, mau tahu rahasia tetap bersabar saat menghadapi tingkah lakunya yang bikin pusing 7 keliling? Simak tips ini.
1. Jika Merasa Masalah Sudah Tidak Bisa Ditangani, Tenangkan Diri dengan Diam dan Tinggalkan Sejenak
Mengurus anak tidak hanya menguras energi tapi juga menguras energi. Setiap hari ada saja masalah yang ditemukan saat mengasuh si kecil, entah itu anak yang suka menangis, anak yang tidak menurut ketika diminta untuk makan, anak yang tidak patuh terhadap perintah orangtua, dan sebagainya. Ketika emosi, biasanya melampiaskannya dengan kemarahan. Tetapi, jika ingin marah pada anak sebisa mungkin tahan dulu.

Hal ini karena ibu yang sering memarahi anak-anak dengan bahasa yang kasar dan nada bicara yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Jadi, bunda harus menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melontarkan respon pada tingkah anak yang menurut Bunda tidak baik.

Tenangkan diri dengan diam dan tinggalkan masalah sejenak, jika hati dan pikiran sudah tenang. Barulah kembali pada anak dengan memberinya nasihat dengan kata-kata yang baik.
2. Anak-anak yang terlalu aktif memang bikin lelah, tapi sadarilah mereka itu anak yang cerdas
Anak yang aktif dan sering bergerak mencirikan anak tersebut sehat lho Bun! Keceriaan yang mereka bawa setiap hari akan meningkatkan kecerdasan dan kepekaan mereka akan sesuatu hal yang baru. Anak yang aktif justru patut disyukuri, karena kalau mereka sakit pastinya Anda sebagai orang tua akan sedih melihat anak yang kesakitan dan akan merasa kesepian jika tidak ada ocehan mereka yang selalu mengisi hari-hari Bunda di rumah.
3. Tarik napas panjang-panjang agar tidak timbul keinginan untuk berbicara dengan nada tinggi
Tarik napas yang dalam merupakan sebuah cara yang bisa digunakan untuk meredam emosi. Sering-seringlah bersyukur agar tidak mudah marah kepada anak. Anak butuh sosok seorang pendamping dan penuntun agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan baik. Jika bukan Bunda yang mengajari, lalu siapa?
4. Ganti ekspresi marah Anda dengan memeluk dan mencium si buah hati
Daripada marah-marah malah membuang energi dan bikin tangisan si kecil makin kencang, lebih baik ganti ekspresi marah dengan peluk dan cium. Memeluk dan mencium adalah bahasa cinta yang baik yang bisa meredam amarah Anda pada si kecil. Pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai an mudah dimengerti oleh anak jika Anda menyampaikannya dengan penuh kasih sayang.
5. Ketika Anda jengkel mempunyai anak seperti mereka, ingatlah tidak semua wanita di luar sana dikaruniai anak
Beruntunglah Anda, karena tidak semua istri diluar sana bisa mendapatkan kesempatan menjadi seorang ibu. Saat Anda sedang jengkel dan ingin mengeluh selalu ingat dan bersyukur bahwa Anda adalah salah satu wanita yang beruntung karena punya keturunan. Masih banyak wanita yang hingga saat ini masih menunggu datangnya anak padahal sudah puluhan tahun menikah.
6. Anak butuh sosok teladan yang baik dari seorang ibu, saat ini mereka mungkin akan meniru segala tindakanmu
Pribadi anak tercipta dari bagaimana orang tua membentuknya. Jadi sebisa mungkin saat ia masih kanak-kanak, Bunda sudah mengajarkan hal yang baik-baik yang bisa jadi teladan hingga ia dewasa nanti. Anda pasti bangga, jika anakmu kelak, saat ia dewasa nanti punya sifat yang bisa membanggakan orangtuanya.

Maka itu, sebisa mungkin jangan perlihatkan perbuatan buruk atau kasar di depan anak-anak, karena anak-anak adalah peniru yang ulung!
7. Ketika Anda merasa lelah, ingatlah bahwa momen tidak akan bisa terulang. Nikmati setiap detik pertumbuhan mereka dengan ikhlas
Waktu akan terus berjalan maju, dan apa yang terjadi saat ini tidak bisa terulang di masa depan. Masa anak-anak tumbuh hingga menjadi dewasa kelak patut dihargai dan dibanggakan, karena saat anak-anak dewasa nanti, Anda sebagai orangtuanya akan merasa kesepian karena saat ia dewasa akan mempunyai kesibukannya sendiri.
Nikmatilah momen yang Bunda alami hari ini, karena Anda akan merindukannya suatu saat nanti.

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Meski Jadi Ibu Rumah Tangga, Bunda Juga Tetap Perlu Me Time

Hampir semua perempuan yang memilih menjadi istri sekaligus ibu, tak pernah membayangkan apa yang kemudian akan dihadapinya kelak. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam sehari dengan 7 hari seminggu. Tidak mengenal jam istirahat dan tak ada hari libur. Mulai dari merawat anak, mendidiknya, menyayangi pasangan, merawat rumah dan setumpuk kewajiban lain yang harus diselesaikan tiap harinya.

Hal tersebut memang benar adanya. Namun Bunda, meski demikian keadaannya, bukan berarti bunda harus melupakan me time yang mungkin saat sebelum menikah jauh lebih sering dilakukan. Me time atau waktu untuk menyenangkan diri sendiri adalah hak setiap orang, termasuk bagi seorang ibu rumah tangga.

Mengapa? Karena dengan me time nyatanya ampuh mengusir rasa suntuk, penat, bosan, atau bahkan lelah dari seorang ibu rumah tangga. Bukankah rumah tangga akan bahagia bila bunda pun bahagia?

Ibu yang Tak Punya Me Time Rentan Depresi yang Membuat Emosinya Bisa Meledak Sewaktu-waktu

ibu depresi

Meski dari luar terlihat baik-baik saja, bunda yang tak punya kesempatan untuk me time sejatinya tengah menimbun depresi. Jika terus dibiarkan, emosi dan depresi bunda yang sudah menumpuk bisa saja meledak sewaktu-waktu. Sayangnya banyak Bunda yang tak menyadari hal ini dan membiarkan tekanan ini terus menumpuk dalam diri.

Bahkan Sedihnya Karena Tertekan dengan Segala Rutinitas Pekerjaan Rumah, Bunda pun Rentan Melampiaskan Kekesalan pada Anak-anak

anak takut

Nyatanya me time memang sangat diperlukan. Efeknya bukan hanya pada bunda saja, karena seringkali jika bunda sudah kesal, anak-anak menjadi pelampiasan. Karena depresi dan lelah menyatu, bunda mulai berpikir bahwa anak-anak yang membuatnya tak memiliki me time seperti dulu.

Bunda itu Ibarat ceret air kebahagian. Tak mungkin bisa menuang kebahagiaan ke seluruh keluarga jika bunda sendiri tak bahagia bukan?

Ujungnya Bunda Bisa Mulai Menyesal dengan Pernikahan. Agar Hal itu Tak Terjadi, Sebaiknya Bunda Segera Konsultasi dengan Suami untuk Melakukan Me Time

berdua suami

Berkonsultasi dengan suami mengenai masalah ini sangatlah perlu. Karena nyatanya masih ada yang merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, Pernikahan yang telah bunda lalui bersama suami bukanlah hal yang layak disesali. Pasti suami mengizinkan apalagi demi kebahagiaan bunda.

Penelitian pun Mengatakan Menyediakan Waktu Me Time Ternyata Memberi Manfaat Baik Secara Psikologis dan Meningkatkan Kesejahteraan di dalam Keluarga

keluarga

Hasil studi dari Alyssa Westring, asisten professor di DePaul University, Chicago dan Stew Friedman, professor manajemen di Wharton School membuktikan bahwa me time penting dan bermanfaat bagi individu. Mereka melakukan penelitian terhadap sekumpulan orang dewasa yang berstatus ayah dan ibu yang rutin menyediakan waktu me time sepanjang 12-15 minggu ternyata mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka. Hal itu lantaran me time memberi manfaat baik secara psikologis dan fisik.

Saat Sudah Merencanakan Waktu Me Time, Yakinkan pada Suami Bahwa Semua Urusan Rumah Tangga Tetap Akan Berjalan Normal Selama Bunda Istirahat

ayah anak

Ada kalanya saat berkonsultasi, suami bisa saja tak setuju saat bunda harus meninggalkan urusan rumah tangga. Jika demikian, bunda harus pintar-pintar bernegosiasi dan meyakinkannya. Apalagi jika bunda telah memiliki rencana yang matang dan optimis jika me time tak akan mengganggu rutinitas dan urusan rumah tangga yang selama ini bunda kerjakan.

Tak ada salahnya meminta tolong pada orang terdekat selain suami jika memang bunda merasa perlu bantuan untuk membereskan urusan ini. Namun bunda juga bisa mencoba cara lain yaitu dengan melibatkan suami dalam mengurus rumah dan mengasuh anak secara bertahap. Jadi ketika tiba waktunya bunda beristirahat, suami tak akan kaget dan lebih santai karena sudah terbiasa menangani masalah keluarga.

Me Time Bisa Dilakukan Dimana Saja, Termasuk Di Rumah Menonton Tayangan Favorit

menonton televisi

Kekeliruan yang sering terjadi adalah berpikir bahwa me time haruslah berlibur dengan memakan waktu yang lama dan perlu perencanaan matang. Padahal sesungguhnya esensi dari me time adalah dengan menyisihkan waktu “istirahat” untuk diri sendiri.

Hal ini bisa bunda lakukan di rumah dan setiap hari kok. Seperti juga semua aktivitas pekerjaan lainnya, Bunda bisa beristirahat dan menarik nafas sejenak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari membaca buku hingga menonton tayangan televisi yang mengasyikan.

Nah, untuk Me Time tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu istirahat bunda tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini punya promo gelegar kemerdekaan. Dengan berlangganan paket Eazy 12 bulan bunda bisa merdeka selama 3 bulan plus bisa mengupgrade semua channel.

Atau Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Paling tidak, untuk di rumah Bunda bisa menikmati tayangan FirstMediaX dimana saja di seluruh ruangan. Apalagi paket ini sudah juga disertakan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited. Sementara untuk akses internet di luar rumah akan diberikan starter pack bolt gratis.

Kalau 69 channel belum cukup, Bunda bisa memilih Eazy 1 Big Star Unlimited dengan harga 439 ribu rupiah per bulan. Pilihan Channelnya lebih banyak hingga 92 channel dengan 32 diantaranya sudah berkualitas HD. Tambahannya Bunda tetap punya akses ke FirstMediaX, plus akses internet hingga 20 Mbps unlimited dan starter pack bolt gratis.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk Me time Bunda!

big-tv

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Si Kecil Tak Gundah, Persiapkan Dia Menjadi (Calon) Kakak Dengan Tetap Membuatnya Merasa Diperhatikan Bun!

Sebentar Lagi Si Kecil Akan Punya Adik ? Begini Cara Untuk Menghilangkan Kegundahannya Bun!

Masa kehamilan adalah momen yang paling berkesan untuk orangtua. Kehadiran anggota baru dalam keluarga menjadi sesuatu yang membahagiakan. Meski akan kembali disibukkan dengan berbagai rutinitas mengurus bayi dan kakaknya yang juga belum terlalu besar, namun rasanya hal itu tidak jadi masalah.

Kebahagian yang anda rasakan, tentu juga harus dibagikan pada si kecil yang sebentar lagi akan menjadi kakak. Namun mengingat usianya yang belum terlalu besar, butuh waktu untuknya memahami semua itu. Tapi Bunda tak perlu terlalu khawatir, pelan-pelan berikan penjelasan agar dia mengerti.

Sebagai Langkah Awal, Kita Bisa Mencoba Untuk Bertanya Padanya. Apakah Dia Menginginkan Seorang Adik Atau Teman Bermain?

brothers-family-siblings-boys-50692

Keberadaan anggota keluarga baru tentu membuatnya harus beradaptasi, untuk itu sampaikan hal tersebut dengan cara yang menyenangkan.Bunda bisa menyelipkan informasi ini ketika sedang melakukan interaksi dengannya. Saat sedang makan atau bermain bersama hingga ketika membacakan sebuah cerita untuknya, cobalah bertanya apakah dirinya tak ingin punya adik atau teman bermain.

Bunda juga bisa memberinya pertanyaan untuk memancing reaksinya. “Kalau Bunda kasih adik untuk Kakak, mau nggak?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan jadi sesuatu yang terlihat menyenangkan baginya. Bahkan tanpa terlihat seperti sedang menjelaskan sesuatu, dirinya akan berimajinasi sendiri bahwa sebentar lagi ia akan mendapat hadiah seorang adik baru.

Secara Perlahan Mulailah Melibatnya Dalam Proses Kehamilan Yang Sedang Anda Lalui

Seiring dengan perkembangan usia kehamilan, tentu akan ada beberapa perubahan dalam diri Bunda.  Jika memang cukup jeli, si kakak akan menghujani Bunda dengan beberapa pertanyaan ajaibnya. Hal ini jadi salah satu momen tepat yang akan membantu kita untuk memberinya pemahaman.

Perlihatkan padanya bentuk perut yang sudah mulai membesar, serta perubahan lain yang akan menjelaskan. Sebisa mungkin libatkan dia dalam setiap proses kehamilan yang anda jalani. Seperti ketika sedang melakukan check up rutin ke dokter kandungan hingga aktivitas ibu hamil lainnya. Untuk membantunya memahami lebih mudah, kita juga bisa menggunakan media lain sebagai alat. Mulai dari gambar-gambar ibu hamil, bayi yang baru lahir hingga ibu lain yang juga sedang hamil. Sesekali mintalah ia untuk mencoba merasakan pergerakan yang sedang terjadi dalam perut anda. Jelaskan pula bahwa di dalamnya sedang ada mahkluk hidup yang sama sepertinya dulu saat masih di kandungan.

Buatlah Dia Merasa Hebat Dengan Bertanggung Jawab Membantu Bunda Menyambut Kelahiran Bayi

pexels-photo-235243

Untuk kegiatan yang satu ini tentu akan jadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Karena anak seusianya tentu masih senang untuk hal-hal yang bersifat seperti permainan. Bawalah ia untuk turut serta dalam proses penyambutan anggota keluarga baru yang akan lahir. Mulai dari berbelanja keperluan bayi, hingga kegiatan menghias kamar untuk adiknya kelak. Biarkan ia berimajinasi untuk sesuatu yang akan dilakukannya, serta beri ia tanggung jawab untuk beberapa hal yang kelak akan jadi tugasnya. Misalnya “Kakak pilih ya warna apa yang cocok untuk adik?”. Tak hanya membuatnya senang karena diikutsertakan, ini jadi momen yang akan menjelaskan bahwa sebagai kakak ia bertanggung jawab atas beberapa hal yang dibutuhkan adiknya nanti.

Karena Sebentar Lagi Bunda Harus Membagi Perhatiannya, Ajari Dia Untuk Mulai Belajar Mandiri Sejak Dini

Sebagai seseorang yang akan menjadi kakak, dia memang sudah sepantasnya belajar mandiri sejak sekarang. Namun mandiri yang dimaksud disini bukanlah pekerjaan-pekerjaan berat yang selayaknya dilakukan orang dewasa ya! Ajak buah hati untuk mandiri pada hal-hal kecil yang biasa dia lakukan. Seperti menyimpan kembali mainan ketika sudah selesai bermain, atau menyimpan kembali buku bacaannya ke tempat semula.

Jika perlu Bunda bisa memberinya sebuah aturan yang menyenangkan. Contohnya jika anak berhasil melakukan kegiatan itu dengan baik, berarti dia sudah membantu dan berhak mendapat hadiah. Bukan bermaksud mengajari anak untuk melakukan sesuatu dengan imbalan, hal lain yang tentu ia dapatkan adalah pelajaran penting tentang arti sebuah usaha. Dengan begitu ia tahu bahwa untuk sesuatu yang mungkin sedang diinginkannya, ada usaha yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Tapi Jelaskan Pula Padanya, Kehadiran Sang Adik Tak Lantas Merebut Kasih Sayang Anda Sebagai Orangtua

Disatu sisi momen kelahiran adik ini memang sering dipandang sebagai sesuatu yang akan merebut kasih sayang orangtua darinya. Karena secara tak langsung kelahiran bayi di rumahnya memang membutuhkan perhatian khusus. Belum lagi kedatangan tamu saat adiknya lahir nanti, mau tak mau pada saat itu perhatian jadi terfokus pada adiknya saja.

Bersamaan dengan itu sang kakak akan merasa tersingkirkan, atau bahkan berpikir bahwa sang adik telah merebut semua miliknya. Nah disinilah peran serta kita sebagai orangtua sangat dibutuhkan, sebisa mungkin berilah pengertian padanya. Bahwa situasi saat itu memang menjadikan sang adik jadi fokus utama, tapi bukan berarti semua orang akan melupakannya. Katakan padanya bahwa kita akan tetap ada untuknya. Demi menghibur hatinya, jelaskan padanya bahwa dulu ketika ia lahir, hal itu juga terjadi padanya. Jadi dia tidak perlu iri atau merasa dilupakan. Penjelasan tersebut akan membantu untuk menenangkan hatinya.

Mengingat usianya yang masih anak-anak, memang tak akan mudah untuk memberinya pengertian akan kehadiran anggota baru dalam keluarga. Namun setidaknya beberapa cara di atas akan membantu anda untuk membuatnya lebih mudah mengerti dan menerima kehadiran adik kecilnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenalkan Soulmate Baruku, Dia Anakku

Dahulu kita berpikir, belahan jiwa alias soulmate itu adalah pasangan romansa kita yang kemudian bahagia selamanya sampai menikah. Tak pernah terpikir ada yang lain, selain mereka yang kita pilih untuk menghabiskan hidup sampai akhir hayat.

Namun semua berubah ketika si kecil datang. Mulai dari dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh berkembang. Iya, dialah Soulmate kita yang baru. Belahan jiwa yang tumbuh dari bagian kita secara biologis.

Dia Membuatmu Belajar Bahwa Cinta Tak Perlu Dibagi, Karena Cinta Bisa Bertumbuh

keluarga

Ketika masih berdua dengan pasangan rasanya sulit membayangkan bagaimana jika ada kehadiran sosok lain diantara kalian berdua. Romansa yang terjalin antara suami istri, membuat dunia rasanya milik berdua. Dan tak tega serta tak mau rasanya jika harus membagi cinta ini dengan yang lain.

Tetapi kehadirannya membuat kita belajar hal baru. Bahwa benar cinta yang telah ada diantara pasangan tak bisa dibagi, namun cinta sejati itu juga mengajarkan bahwa cinta itu bisa tumbuh. Bisa bertambah. Kasih sayang kita kepada buah hati, ternyata tidak lantas mengurangi perhatian dan kasih terhadap pasangan. Justru kehadirannya membuat ikatan kita sebagai keluarga makin menguat.

Cinta Pada Pandangan Pertama Sudah Biasa, Inilah Cinta Sebelum Pandangan Pertama

hamil

Dulu kita begitu takjub dengan istilah cinta pada pandangan pertama. Bagaimana rasa tertarik yang begitu kuat bisa muncul hanya sepersekian detik sejak kita menaruh pandangan kepada sang calon kekasih. Memutuskan bahwa dialah Soulmate kita secepat itu pula.

Itu tak keliru, namun kehadiran anak mengajarkan kita rasa yang lain. Sebuah cinta yang bahkan lebih unik dari itu. Perasaan cinta memiliki belahan jiwa lain bahkan sebelum kita bisa melihatnya. Soulmate itu sudah membuat kita begitu sayang, begitu perhatian dan begitu menjaganya sedari Ia dalam kandungan. Ikatan yaang dibangun melampaui pengelihatan fisik.

Dia Yang Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dan Membuatmu Ingin Menjadi Lebih Baik Lagi

bermain-dengan-anak

Ini salah satu faktor paling penting yang menjadi indikator apakah dia soulmatemu atau sekedar hal yang kamu suka. Berapa banyak misalnya hubungan yang kamu jalin dan hanya membawamu ke kondisi yang lebih buruk?

Soulmate tidaklah demikian. Ketika menemukannya, kamu berubah menjadi lebih baik. Bukan hanya tanpa kamu sadari, tapi bahkan kamu sendiri pun punya keinginan untuk menjadi lebih baik. Kamu secara sadar mengubah dirimu dan memperbaiki segala kekuranganmu.

Dorongan inilah yang muncul ketika kita memiliki buah hati. Kebiasaan buruk dengan mudah kita tinggalkan. Aksi memperbaiki diri dilakukan tiada henti, demi untuk menjadi yang terbaik baginya.

Bukan Hanya Yang Kamu Ingat Ketika Bahagia, Tapi Yang Membantumu Dikala Sulit Dan Tak Enak

ayah anak

Ini kekeliruan lainnya. Soulmate sering disederhanakan sebagai seseorang atau sesuatu yang kita kaitkan hanya ketika kita bahagia. Padahal seharusnya, soulmate itu hadir dalam hidupmu di kala senang dan susah.

Dalam keadaan tak enak pun kamu mengingatnya. Ketika hidup mulai terasa menghimpit, pekerjaan mulai menimbulkan stres, anak lah tumpuan kita untuk berkasih sayang. Melihat wajahnya sudah berhasil menghilangkan dahaga kebahagian. Bisa memeluknya seolah menemukan harta paling berharga di dunia.

Sulit Membayangkan Hidupmu Sebelum Bertemu Dengannya, Dan Hidupmu Tanpanya

keluarga kecil

Ketika kamu menyadari keberdaan soulmate kamu akan membalutnya di sekitar kehidupanmu. Segala aktivitasmu akan tak terlepas darinya. Tanpa ada paksaan, namun kamu jadi sulit membayangkan bagaimana hidupmu dahulu sebelum ada belahan jiwa itu. Pada akhirnya, kamu tak mudah juga bagimu untuk membayangkan ketidakhadiran satu sama lainnya.

Kehidupan dengan anak kita seperti permainan puzzle. Masing-masing bagian tak bisa berdiri sendiri. Dan tak cuma saling melengkapi, tapi potongan-potongan puzzle itu akan saling mengunci satu sama lainnya jika sudah bertemu dengan pasangannya.

Soulmate Itu Bukan Ditemukan, Tapi Kamu Ciptakan

bayi lucu

Menariknya Penelitian Spike W.S. Lee dari University of Toronto’s Rotman School of Management menyebut bahwa, gagasan soulmate justru membuat hubungan dua belah pihak menjadi rawan. Karena mereka yang percaya kalau mereka adalah belahan jiwa untuk satu sama lain cenderung tidak puas dengan hubungan mereka saat dihadapkan dengan konflik. Padahal konflik merupakan hal yang tak terhindarkan dalam suatu hubungan dan penting untuk proses pendewasaan bagi anak maupun orang tua.

Menurut psikolog seperti Shauna Springer, Ph.D., yang namanya belahan jiwa itu memang ada dan bukan sekedar mitos. Namun belahan jiwa tidak jatuh begitu saja dari langit. Kita sendiri yang harus ‘menciptakan’ mereka. Ya inilah kekeliruan yang sering sekali dilakukan oleh kita.

Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa hubungan dengan anak akan semudah berjalan kaki di pagi hari. Sedari kecil hingga dia mendewasa, kita akan terus ditemui dengan beragam kendala. Namun keinginan untuk saling belajar dan memberikan yang terbaiklah yang membuat hubungan orang tua dan anak akan semakin kuat.

Soulmate yang sejati, yang selalu melengkapi satu sama lain. sama halnya dengan Tolak Angin Cair dan Tolak Angin Care yang selalu melengkapi dan menjaga keluarga Indonesia untuk tetap sehat dan bugar dalam menjalani hari-hari. Obat masuk angin dan obat herbal terstandar untuk masuk angin.

Tolak Angin Cair menjadi Suplemen herbal untuk masuk angin yang diproses di pabrik berstandar GMP (Good Manufacturing Practice) sehingga tetap terjaga kualitasnya. Dengan minum Tolak Angin 2 sachet setiap hari selama 7 hari berturut-turut dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari dalam. Sementara kalau ingin daya tahan tubuh tetap terjaga cukup konsumsi 1 sachet setiap harinya. Tolak Angin Cair membantu mengatasi berbagai gejala masuk angin, seperti mual, pusing, flu, dan demam, serta menjaga daya tahan tubuh saat beraktifitas atau melakukan perjalanan jauh.

Sementara untuk menjaga kita tetap sehat dari luar, pasangan sejatinya adalah Tolak Angin Care. Minyak angin aromateraphy yang dikemas dalam botol roll on untuk menghangatkan tubuh, mengatasi gejala masuk angin dari luar, dan menghilangkan gatal akibat gigitan serangga. Bentuknya yang roll on tentunya membuatnya mudah untuk dibawa kemana saja tanpa khawatir tumpah.

Jadi buatmu #SoulmateItuApa? Mana Buah Hati yang sudah menjadi Soulmatemu itu? Coba Tunjukan!

kumpulan foto

Kamu saat ini sudah memiliki anak sebagai soulmatemu? Anak yang kehadirannya kamu merasa menjadi lengkap. Dia yang kamu sulit bayangkan hidup tanpanya. Jangan kamu simpan sendiri pengalaman itu. Biarkan orang lain belajar dari kebahagianmu.

Karena Tolak Angin sedang mengadakan kompetisi pencarian #SoulmateItuApa menurut versi kamu. Syaratnya mudah:

1.Unggah foto bersama anak sebagai Soulmate Kamu dengan hastag #SoulmateItuApa dan deskrispikan Soulmate itu apa menurut Kamu.

2.Unggah foto tersebut di akun sosial media Anda dengan menyebut akun Instagram @tolak_angin atau Facebook Tolak Angin Tolakangin Sidomuncul serta juga menyertakan #SoulmateItuApa

3.Jangan lupa juga syaratnya harus mengikutinya harus follow Instagram @tolak_angin dan Like Facebook Pagenya Tolakangin Sidomuncul

Nantinya Periode kompetisi berlangsung dari tanggal 10 Juli 2017 sampai dengan 06 Agustus 2017. Dan 2 orang pemenang akan mendapatkan Voucher MAP senilai total Rp 2.000. 000. Ketentuan lengkapnya bisa dilihat di sini. Jadi yuk ceritakan #SoulmateItuApa menurut versi kamu!

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

6 Tips Efektif Agar Anak Tak Hobi Jajan

candy

Menjadi orangtua memang akan selalu dihadapkan dengan berbagai fase yang membutuhkahkan kesabaran ekstra untuk menghadapi perubahan sikap dan perilaku anak. Termasuk kebiasan-kebiasan kurang baik yang bisa saja terjadi dalam masa tumbuh kembang buah hati, salah satunya adalah kebiasaan anak yang lebih suka jajan di luar ketimbang menikmati makanan yang tersedia di rumah.

Pada dasarnya kesukaan anak terhadap beraneka ragam jajanan adalah hal yang wajar. Hanya saja kita juga perlu membatasi agar kesukaan anak pada jajanan tidak berlebihan. Meski untuk mencegah anak yang suka jajan di luar juga tidaklah mudah, apalagi bila hal itu telah terpola cukup lama. Dibutuhkan ekstra kesabaran untuk memberinya pengertian. Orangtua yang sudah mengerti tentang bahayanya jajan sembarangan juga harus mengajarkan dan mengingatkan kepada orang-orang di sekeliling anak agar tidak membiasakan si kecil untuk jajan. Lalu apa saja harus dilakukan orangtua untuk mengurangi kebiasaan anak yang sering jajan di luar?

Pastikan Anak Telah Makan Cukup, Biasakan Juga Untuk Membawa Bekal Dari Rumah

Orang yang sudah merasa kenyang karena porsi makan yang sudah terpenuhi dengan baik tidak akan berniat membeli makanan di luar lagi, begitu pula yang terjadi pada anak. Meskipun memiliki uang jajan, jika dia mendapat makanan yang cukup dari rumah maka uang yang dimilikinya tidak akan selalu digunakan untuk membeli jajan. Selain itu jika kegiatan yang harus dia lakukan membuatnyanya tidak berada di rumah dalam jangka waktu yang lama, saat sekolah misalnya, anda bisa menyiapkan bekal untuk anak. Selain mengurangi kebiasaan jajan di luar, memberi bekal juga membuat orangtua merasa tenang karena si kecil sudah pasti mengonsumsi makanan yang sehat dan aman.

Pastikan Bahwa Uang Saku Yang Anda Berikan Tidak Terlalu Banyak, Jika Berlebih Arahkan Anak Untuk Menabung

Hindari untuk memberikan uang saku terlalu banyak pada anak, karna kebiasaan ini dapat membuat anak jajan berlebihan. Ia merasa bahwa uang yang dimilikinya selalu cukup untuk membeli jajanan manapun yang dia suka. Akan lebih baik bila anda melatih buah hati agar selalu menyisihkan sebagian dari uang saku miliknya untuk ditabung. Hal ini akan membuatnya terbiasa berhemat dan menabung, sehingga mampu menahan diri untuk tak lagi lagi menggunakan uangnya untuk jajan.

Perhatikan Makanan Kesukaannya, Cobalah Untuk Membuatnya Di Rumah!

Ketika anak lebih memilih untuk makan jajanan di luar dibandingkan makanan yang tersedia di rumah bisa jadi makanan yang anda sediakan tidak disukai olehnya. Cobalah untuk lebih memerhatikan apa saja makanan yang menjadi kesukaannya, dengan begitu kita bisa menyediakan makanan yang menjadi favoritnya. Buatlah semenarik mungkin agar anak lebih tertarik dengan makanan yang tersedia di rumah agar  kebiasaan jajannya jadi berkurang. Bunda juga bisa belajar tentang bagaimana menyajikan makanan dengan tampilan menarik dan cita rasa lezat agar anak lebih memilih masakan rumah.

Berikan Pengertian Tentang Bahaya Dari Jajan Sembarangan Bunda!

Cobalah untuk mengenalkan pengetahuan dasar tentang beberapa zat berbahaya yang biasa digunakan pada jajanan yang dibelinya di luar. Berikan beberapa cotoh gambar dan warna makanan yang bisa saja mengandung zat berbahaya untuk tubuhnya. Hal ini akan membantu kita untuk mengajarkan kepada anak agar lebih selektif dan pandai dalam memilih makanan yang sehat dan bersih.

Manfaatkan Waktu Luang Untuk Mencoba Membuat Makanan Ringan Yang Dia Inginkan Di Rumah

Sebagian besar anak yang suka jajan di luar biasanya di sebabkan karena di rumah tidak ada cemilan atau makanan ringan yang dimakan. Makanan yang sering mereka temukan adalah nasi dan lauk untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Jika kita bisa menyisihkan sedikit dari waktu yang kita miliki untuk membuat makan ringan sendiri, ini akan sangat membantu anak untuk  merubah kebiasaannya jajan di luar.

Usaha Untuk Menasihati Anak Agar Tak Sering Jajan Akan Jadi Efektif Bila Anda Juga Melakukan Hal Yang Sama!

Pada akhirnya kebiasaan kita sebagai orangtualah yang akan berpengaruh pada sikap dan perilaku dari seorang anak. Bukan hanya terus menasihatinya saja, orangtua harus bisa memberikan contoh nyata. Dengan begitu anak pun akan mengikuti apa yang orangtuanya lakukan. Akan menjadi percuma bila anda getol menasihati anak untuk tidak jajan, namun anda sendiri masih suka jajan.

Memang dibutuhkan kesabaran ekstra untuk mengurangi kebiasaan anak yang sering jajan. Bukan hanya dibutuhkan pola didik yang tepat, orangtua pun dituntut melakukan hal yang sama dalam keseharian. Sebab anak adalah cermin dari orangtuanya.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top