Parenting

Mengurus Anak-anak Bukanlah Pekerjaan Mudah, Agar Lebih Sabar Hadapi Anak Lakukan 7 Cara Ini

mengurusanak

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang seharian mengurus anak-anak bukanlah pekerjaan mudah. Malah bisa dibilang paling sulit dibanding jadi ibu karier. Tetapi, meski begitu pekerjaan menjadi  seorang ibu rumah tangga adalah tugas yang mulia yang belum tentu bisa dilakukan semua orang.

Saat mengurus anak-anak, ada saja tingkah mereka yang bikin geleng-geleng kepala. Sebagai ibu, kita harus memutar otak agar bisa tetap bersabar dan mengurus mereka dengan baik.

Bunda, mau tahu rahasia tetap bersabar saat menghadapi tingkah lakunya yang bikin pusing 7 keliling? Simak tips ini.
1. Jika Merasa Masalah Sudah Tidak Bisa Ditangani, Tenangkan Diri dengan Diam dan Tinggalkan Sejenak
Mengurus anak tidak hanya menguras energi tapi juga menguras energi. Setiap hari ada saja masalah yang ditemukan saat mengasuh si kecil, entah itu anak yang suka menangis, anak yang tidak menurut ketika diminta untuk makan, anak yang tidak patuh terhadap perintah orangtua, dan sebagainya. Ketika emosi, biasanya melampiaskannya dengan kemarahan. Tetapi, jika ingin marah pada anak sebisa mungkin tahan dulu.

Hal ini karena ibu yang sering memarahi anak-anak dengan bahasa yang kasar dan nada bicara yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Jadi, bunda harus menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melontarkan respon pada tingkah anak yang menurut Bunda tidak baik.

Tenangkan diri dengan diam dan tinggalkan masalah sejenak, jika hati dan pikiran sudah tenang. Barulah kembali pada anak dengan memberinya nasihat dengan kata-kata yang baik.
2. Anak-anak yang terlalu aktif memang bikin lelah, tapi sadarilah mereka itu anak yang cerdas
Anak yang aktif dan sering bergerak mencirikan anak tersebut sehat lho Bun! Keceriaan yang mereka bawa setiap hari akan meningkatkan kecerdasan dan kepekaan mereka akan sesuatu hal yang baru. Anak yang aktif justru patut disyukuri, karena kalau mereka sakit pastinya Anda sebagai orang tua akan sedih melihat anak yang kesakitan dan akan merasa kesepian jika tidak ada ocehan mereka yang selalu mengisi hari-hari Bunda di rumah.
3. Tarik napas panjang-panjang agar tidak timbul keinginan untuk berbicara dengan nada tinggi
Tarik napas yang dalam merupakan sebuah cara yang bisa digunakan untuk meredam emosi. Sering-seringlah bersyukur agar tidak mudah marah kepada anak. Anak butuh sosok seorang pendamping dan penuntun agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan baik. Jika bukan Bunda yang mengajari, lalu siapa?
4. Ganti ekspresi marah Anda dengan memeluk dan mencium si buah hati
Daripada marah-marah malah membuang energi dan bikin tangisan si kecil makin kencang, lebih baik ganti ekspresi marah dengan peluk dan cium. Memeluk dan mencium adalah bahasa cinta yang baik yang bisa meredam amarah Anda pada si kecil. Pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai an mudah dimengerti oleh anak jika Anda menyampaikannya dengan penuh kasih sayang.
5. Ketika Anda jengkel mempunyai anak seperti mereka, ingatlah tidak semua wanita di luar sana dikaruniai anak
Beruntunglah Anda, karena tidak semua istri diluar sana bisa mendapatkan kesempatan menjadi seorang ibu. Saat Anda sedang jengkel dan ingin mengeluh selalu ingat dan bersyukur bahwa Anda adalah salah satu wanita yang beruntung karena punya keturunan. Masih banyak wanita yang hingga saat ini masih menunggu datangnya anak padahal sudah puluhan tahun menikah.
6. Anak butuh sosok teladan yang baik dari seorang ibu, saat ini mereka mungkin akan meniru segala tindakanmu
Pribadi anak tercipta dari bagaimana orang tua membentuknya. Jadi sebisa mungkin saat ia masih kanak-kanak, Bunda sudah mengajarkan hal yang baik-baik yang bisa jadi teladan hingga ia dewasa nanti. Anda pasti bangga, jika anakmu kelak, saat ia dewasa nanti punya sifat yang bisa membanggakan orangtuanya.

Maka itu, sebisa mungkin jangan perlihatkan perbuatan buruk atau kasar di depan anak-anak, karena anak-anak adalah peniru yang ulung!
7. Ketika Anda merasa lelah, ingatlah bahwa momen tidak akan bisa terulang. Nikmati setiap detik pertumbuhan mereka dengan ikhlas
Waktu akan terus berjalan maju, dan apa yang terjadi saat ini tidak bisa terulang di masa depan. Masa anak-anak tumbuh hingga menjadi dewasa kelak patut dihargai dan dibanggakan, karena saat anak-anak dewasa nanti, Anda sebagai orangtuanya akan merasa kesepian karena saat ia dewasa akan mempunyai kesibukannya sendiri.
Nikmatilah momen yang Bunda alami hari ini, karena Anda akan merindukannya suatu saat nanti.

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kualitas Baby Sitter Akan Berpengaruh Pada Tumbuh Kembang Buah Hati, Pastikan Kualitasnya Dengan 8 Kriteria Ini Bun

pexels-photo-315265

Pola asuh merupakan hal penting bagi anak. Bahkan hal itu sangat mempengaruhi kepribadian anak saat dia dewasa nanti. Untuk itulah, banyak orang tua yang sangat selektif dalam menentukan pola asuh bagi anak-anaknya. Tapi bagaimana jika anda termasuk orang dengan tingkat kesibukan yang tinggi? Disisi lain anda ingin tetap memastikan anak-anak untuk mendapatkan pola asuh yang baik, namun karier yang bagus dan terus berkembang juga tetap menjadi tujuan.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan jasa baby sitter. Baby sitter adalah orang yang dilatih secara khusus untuk memberikan pola asuh yang baik untuk anak-anak. Meski sebagian besar kualitas seorang baby sitter sudah terjamin, tapi tidak ada salahnya jika anda selektif dalam menentukan kriterianya.

Pastikan Calon Baby Sister Memiliki Kesehatan Yang Baik Bun

Sebagai orangtua tentu anda menginginkan anak selalu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Untuk itu, pilihlah seorang baby sitter yang memiliki riwayat kesehatan baik. Hal ini sangat penting dilakukan demi menjaga kesehatan anak. Bukan hanya itu saja, pastikan bahwa calon baby sitter anak anda terbebas dari perilaku-perilaku yang membahayakan, seperti penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang.

Untuk itu, tidak ada salahnya anda meminta surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa dia adalah seorang baby sitter yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan obat-obat terlarang.

Kepribadiannya Pun Harus Menyenangkan

Untuk mengetahuinya, Bunda bisa melakukan beberapa tes wawancara. Perhatikan cara bicaranya dan tingkah lakunya di depan anda. Anda juga bisa mengenalkannya kepada anak anda dan amati responnya. Dari situlah dapat diketahui apakah dia termasuk orang dengan kepribadian yang menyenangkan atau tidak.

Juga Mengetahui Dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Sebaiknya pilihlah baby sitter yang memiliki pengetahuan tentang penanganan pertama pada kondisi darurat. Ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat anak mengalami sesuatu yang darurat. Setidaknya saat anak dalam kondisi darurat, dan anda tidak sedang berada di dekatnya, baby sitternya dapat memberikan penanganan tepat

Perhatikan Juga Kemampuan Berkomunikasinya Bun

Sebagai orangtua tentunya anda ingin mengetahui perkembangan anak dari waktu ke waktu. Untuk itu orang yang bisa memberikan informasi secara detil mengenai kondisi anak anda adalah baby sitter yang komunikatif. Dia akan memberikan informasi sesuai dengan yang anda minta.

Sebab Kejujuran Adalah Hal Yang Sangat Penting, Pastikan Kualitas Ini Juga Ada Pada Dirinya

Ini adalah kriteria yang sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang baby sitter. Seorang baby sitter yang jujur akan memberikan informasi kepada anda tentang segala hal yang dia ketahui sehingga jika terjadi sesuatu maka  dapat dilakukan tindakan secepatnya.

Memiliki Latar Belakang Pendidikan Khusus Merawat Anak

Seorang baby sitter yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana prosedur merawat bayi yang benar, maka dia akan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Baby sitter yang memiliki latar belakang pendidikan khusus merawat anak akan tahu bagaimana cara membentuk kepribadian buah hati anda.

Calon Baby Sitter Untuk Buah Hati Juga Harus Berasal Dari Lembaga Yang Terpercaya

Pada umumnya baby sitter berasal dari lembaga pendidikan tertentu. Lembaga-lembaga tersebut akan menyalurkan baby sitter setelah selesai mengikuti pelatihan selama beberapa waktu. Perlu anda tahu bahwa tidak semua lembaga memiliki kredibilitas yang baik. Untuk itu, anda harus jeli saat memilih baby sitter

Dia Juga Memiliki Rekomendasi, Dengan Demikian Bunda Bisa Dengan Mudah Mendapatkan Semua Informasi Tentangnya

Meskipun hal ini bukanlah hal yang sangat penting tapi tidak ada salahnya jika anda memilih baby sitter yang sudah direkomendasikan oleh pihak-pihak yang terpercaya. Dengan begitu, anda bisa dengan mudah memperoleh informasi tentang baby sitter tersebut.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Bunda Suka Sekali Jajan? Siasati Dengan Menyesuaikan Uang Saku Dan Kebutuhannya Bun

girl-person-human-female

Jajan merupakan aktivitas yang menjadi kegemaran anak. Jika kita perhatikan, sebagian besar anak-anak suka jajan. Meski begitu memberikan uang jajan secara berlebihan juga tidak baik untuk perkembangan anak.

Anak yang mendapatkan uang jajan banyak akan cenderung berperilaku konsumtif sehingga jadi sulit untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan sekedar keinginannya saja. Untuk itu, berikanlah uang saku secukupnya kepada anak. Tips-tips berikut akan membantu Bunda untuk mengatur uang saku anak.

Pertama, Bandingkan Uang Saku Anak Dengan Teman Sebayanya

Sebelum anda menentukan uang jajan untuk anak, sebaiknya cari tahu jumlah uang saku yang didapat oleh teman-teman sebayanya. Hal ini bertujuan agar anda tidak berlebihan saat memberikan uang untuk anak. Pemberian uang saku dengan nominal yang relatif sama juga dapat menghindarkan terjadinya kecemburuan sosial antara anak dan teman-temannya.

Selanjutnya Sesuaikan Uang Saku Anak Dengan Kebutuhannya

Tips berikutnya adalah anda harus menghitung apa saja yang anak butuhkan dalam sehari atau seminggu. Hitunglah biaya untuk jajan, transportasi, iuran sekolah, dan sebagainya, setelah itu baru berikan uang sesuai dengan perhitungan anda. Jangan lupa memberikan sedikit uang tambahan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak diluar perhitungan. Tapi ingat, berikan uang tersebut secukupnya saja.

Beri Pemahaman Pada Anak Untuk Memilah-milah Antara Kebutuhan dan Keinginan

Selain anda menghitung apa saja yang menjadi kebutuhan anak, anda juga perlu mengenalkan apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan. Anak harus tahu dua hal itu. Setelah mereka memahaminya, maka anda perlu menekankan kepada anak untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Dengan begitu anak dapat menggunakan uangnya sesuai dengan kebutuhan.

Ajari Anak Menabung Dengan Menggunakan Celengan Atau Membuka Rekening Tabungan Di Bank

Suatu waktu pastilah akan ada uang saku yang sisa dan tidak terpakai. Apalagi jika uang jaga-jaga tersebut rutin anda berikan, sedangkan kebutuhan mendadak tidak terjadi setiap hari, maka pastinya dia memiliki uang yang tidak terpakai. Untuk menghindari sifat konsumtifnya, berikan anak celengan dengan karakter favoritnya.

Jika anak anda sudah besar, maka ajaklah dia untuk membuka rekening tabungan di bank sendiri, selain dapat menghindarkan anak dari sifat konsumtif, cara ini juga dapat melatih anak untuk menabung. Hasilnya mereka akan kegirangan saat membuka celengan ataupun isi tabungannya.

Dalam Jangka Waktu Tertentu, Sebaiknya Bunda Melakukan Evaluasi Untuk Mengetahui Apakah Uang Saku Yang Anda Berikan Saat Itu Masih Sesuai Dengan Kebutuhan Anak

Tidak ada salahnya suatu waktu anda mengevaluasi uang jajan yang sudah diberikan kepada anak. Evaluasi ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah uang saku yang dia terima masih sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Sebab harga-harga kebutuhan terus mengalami perubahan, bahkan cenderung mengalami kenaikan. Sedangkan seiring dengan pertambahan usia kebutuhan anak pun semakin bertambah.

Sebagai contoh saja jika dulu anak akan kenyang saat makan bubur ayam 5 ribu, maka seiring dengan pertambahan usianya bubur ayam 5 ribu sudah tidak lagi mengenyangkannya. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi. Usahakan untuk mengajak anak saat melakukan evaluasi. Hal ini agar anda dapat menentukan uang saku sesuai dengan kebutuhan anak saat itu.

Lima tips di atas perlu anda lakukan saat mengatur uang saku anak. anak harus sejak dini diajarkan untuk mengatur keuangannya sendiri sehingga ketika dia sudah besar dan sudah mengetahui banyak hal, dia dapat mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhannya.

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Film Superhero Semakin Marak, Perlukah Pendampingan Orangtua Meski Sudah Dilabeli Rating PG?

1

Anak-anak pasti kenal dengan Captain America, Iron Man, Superman, hingga Wonder Woman. Kehadiran para superhero tentu meninggalkan kesan tersendiri nantinya jika mereka sudah beranjak remaja. Namun zaman berubah, saat ini kehadiran superhero terasa lebih nyata. Jika dulu anak-anak cukup menikmati cerita heroik lewat komik, sekarang industri perfilman Hollywood justru tengah gencar membuat film dengan tokoh utama para superhero yang semula hanya populer di komik.

Kemunculan para superhero tentu memberi dampak, entah positif maupun negatif. Jeff Greenberg, professor psikologi sosial dari University of Arizona mengatakan, salah satu dampak positifnya yaitu kehadiran superhero ternyata memberi kekuatan pada anak-anak berupa panutan. Hal ini mengacu lantaran di usianya, anak-anak masih membutuhkan pelindung dari berbagai macam bahaya yang terlintas di benak mereka. Karenanya mereka membutuhkan sosok yang dapat diandalkan selain orangtua. Tak heran, figure superhero yang kuat dan hebat kemudian meninggalkan kesan mendalam di benak anak-anak.

Meski demikian, Bunda tetap perlu mengarahkan jika si kecil mulai mengidolakan figur superhero, termasuk mengawasinya ketika menonton film keluaran Marvel dan DC Comic. Terlebih jika film itu sudah diberi rating PG (Parental Guide). Karena tanpa disadari, film superhero pun meninggalkan dampak negatif tersendiri bagi si kecil.

photo_original_1606345_577ad1e067ad1

Si Kecil Akan Meniru Cara Berpikir Superhero Idolanya dalam Berbagai Aspek di Kehidupan Nyata

Tak sedikit anak-anak yang mulai menganggap para tokoh superhero adalah representasi dirinya. Mereka merasa kisah Superman atau Iron Man mewakili kehidupannya. Saat itulah biasanya si kecil mulai meresapi setiap perilaku superhero untuk kemudian ditiru.

Mereka dengan daya imajinasi yang tinggi bahkan ikut menantikan keajaiban semisal Peter Parker yang digigit laba-laba tetiba jadi Spiderman. Bunda perlu mengarahkan jika hal seperti itu tidak akan benar-benar terjadi di dunia nyata. Karena jika terlambat diarahkan, hal itu membuat si kecil memiliki perilaku pasif ketika mencari solusi dari sebuah masalah. Di kemudian hari mereka biasanya melarikan diri dalam dunianya sendiri.

Four-kids-watching-a-movie

Peran dan Arahan Orangtua Sangat Penting Agar Si Kecil Tak Ketergantungan dengan Imajinasi Superhero

Ada kalanya anak-anak akan memposisikan dirinya sebagai tokoh inferior. Mereka merasa tidak berdaya dan tak punya kekuatan untuk mengatasi berbagai gangguan yang datang. Karenanya ia mulai berimajinasi akan superhero dan berharap ada sosok penyelamat yang datang.

Di sini, peran orangtua dalam mengarahkan si kecil sangatlah penting. Bunda patut memberitahunya jika ia harus memiliki keberanian mengatasi berbagai hal yang dipandangnya sebagai sebuah masalah serius. Tekankan pada si kecil jika mereka bukan korban atau obyek dari suatu peristiwa. Jika tak ada peran aktif dari orangtua, bukan tak mungkin si kecil akan tumbuh jadi pribadi yang punya komitmen lemah dan tidak bertanggung jawab.

Meski Dirasa Punya Banyak Dampak Negatif, Tekankan Nilai-nilai Positif yang Diajarkan Lewat Film Superhero

Melatih si kecil agar mau bekerjasama adalah salah satu fase yang tak boleh dilewatkan. Bunda bisa menilik, film superhero meski hanya ditekankan satu pahlawan super yang menjadi tokoh utama, biasanya ia punya tim yang membantunya memenangkan perlawanan atas villain yang muncul di film tersebut. Latih si kecil agar mau diarahkan mengenai kerjasama dan kekompakan yang dimiliki para tokoh tersebut. Meski di dunia nyata tak ada pahlawan super, tekankan pada si kecil jika tetap ada orangtua, kakak, kakek, nenek, atau bahkan teman-teman yang akan selalu mendukungnya.

pexels-photo-173666 (1)

Pentingnya Mengatakan Pada Si Kecil Jika Sosok Pahlawan Sejati Tak Berharap Pamrih dan Tidak Merusak Sesuatu

Para superhero selalu lekat dengan reward berupa wanita cantik di akhir film. Hal ini jelas bukan contoh yang baik. Jika bunda tidak mengarahkannya, bukan tak mungkin anak-anak terutama anak laki-laki akan beranggapan bahwa wanita adalah properti yang layak diberikan kepadanya sebagai hadiah. Mengajarkannya agar respect terhadap wanita adalah satu hal yang harus ditanamkan sejak kecil.

Film superhero seringkali menampilkan aksi vandalism atau pengrusakan. Secara tidak langsung, si kecil akan menangkap jika barang orang lain kalau untuk tujuan kebaikan itu tidak masalah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Akan jauh lebih baik kalau anak belajar bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah dengan menimbulkan kerusakan sesedikit mungkin.

Dari segala kemungkinan negatif yang diulas di atas, sejatinya orangtua masih punya banyak cara untuk menghalau dampak tersebut. Misalnya dengan:

  1. Mendampingi anak ketika menonton film. Bukan hanya duduk berdampingan, tapi mengajaknya berbincang tentang film itu.
  2. Mengajak anak berkomunikasi tentang dirinya sesering mungkin. Banyak hal positif yang akan diperoleh orangtua.
  3. Mengalihkan atau membatasi jenis film yang ditonton anak. Biarkan anak menangis, protes, dan sebagainya karena keinginannya tidak terpenuhi.
  4. Mencari kesibukan lain sebagai ganti menonton film. Misalnya dengan bermain permainan-permainan edukatif, menghafal Al Qur’an, membaca buku, mendengar cerita sahabat Nabi, dongeng, dan sebagainya.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Desy ariyani

    August 12, 2017 at 3:17 pm

    Anak ku malah kadang harua gimana dia gk mau di atur aku soal baju , kalu menurut ku salah tapi dia keras tth begitu aku nya jadi kesal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top