Parenting

Mengurus Anak-anak Bukanlah Pekerjaan Mudah, Agar Lebih Sabar Hadapi Anak Lakukan 7 Cara Ini

mengurusanak

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang seharian mengurus anak-anak bukanlah pekerjaan mudah. Malah bisa dibilang paling sulit dibanding jadi ibu karier. Tetapi, meski begitu pekerjaan menjadi  seorang ibu rumah tangga adalah tugas yang mulia yang belum tentu bisa dilakukan semua orang.

Saat mengurus anak-anak, ada saja tingkah mereka yang bikin geleng-geleng kepala. Sebagai ibu, kita harus memutar otak agar bisa tetap bersabar dan mengurus mereka dengan baik.

Bunda, mau tahu rahasia tetap bersabar saat menghadapi tingkah lakunya yang bikin pusing 7 keliling? Simak tips ini.
1. Jika Merasa Masalah Sudah Tidak Bisa Ditangani, Tenangkan Diri dengan Diam dan Tinggalkan Sejenak
Mengurus anak tidak hanya menguras energi tapi juga menguras energi. Setiap hari ada saja masalah yang ditemukan saat mengasuh si kecil, entah itu anak yang suka menangis, anak yang tidak menurut ketika diminta untuk makan, anak yang tidak patuh terhadap perintah orangtua, dan sebagainya. Ketika emosi, biasanya melampiaskannya dengan kemarahan. Tetapi, jika ingin marah pada anak sebisa mungkin tahan dulu.

Hal ini karena ibu yang sering memarahi anak-anak dengan bahasa yang kasar dan nada bicara yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Jadi, bunda harus menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melontarkan respon pada tingkah anak yang menurut Bunda tidak baik.

Tenangkan diri dengan diam dan tinggalkan masalah sejenak, jika hati dan pikiran sudah tenang. Barulah kembali pada anak dengan memberinya nasihat dengan kata-kata yang baik.
2. Anak-anak yang terlalu aktif memang bikin lelah, tapi sadarilah mereka itu anak yang cerdas
Anak yang aktif dan sering bergerak mencirikan anak tersebut sehat lho Bun! Keceriaan yang mereka bawa setiap hari akan meningkatkan kecerdasan dan kepekaan mereka akan sesuatu hal yang baru. Anak yang aktif justru patut disyukuri, karena kalau mereka sakit pastinya Anda sebagai orang tua akan sedih melihat anak yang kesakitan dan akan merasa kesepian jika tidak ada ocehan mereka yang selalu mengisi hari-hari Bunda di rumah.
3. Tarik napas panjang-panjang agar tidak timbul keinginan untuk berbicara dengan nada tinggi
Tarik napas yang dalam merupakan sebuah cara yang bisa digunakan untuk meredam emosi. Sering-seringlah bersyukur agar tidak mudah marah kepada anak. Anak butuh sosok seorang pendamping dan penuntun agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan baik. Jika bukan Bunda yang mengajari, lalu siapa?
4. Ganti ekspresi marah Anda dengan memeluk dan mencium si buah hati
Daripada marah-marah malah membuang energi dan bikin tangisan si kecil makin kencang, lebih baik ganti ekspresi marah dengan peluk dan cium. Memeluk dan mencium adalah bahasa cinta yang baik yang bisa meredam amarah Anda pada si kecil. Pesan yang ingin disampaikan pun akan sampai an mudah dimengerti oleh anak jika Anda menyampaikannya dengan penuh kasih sayang.
5. Ketika Anda jengkel mempunyai anak seperti mereka, ingatlah tidak semua wanita di luar sana dikaruniai anak
Beruntunglah Anda, karena tidak semua istri diluar sana bisa mendapatkan kesempatan menjadi seorang ibu. Saat Anda sedang jengkel dan ingin mengeluh selalu ingat dan bersyukur bahwa Anda adalah salah satu wanita yang beruntung karena punya keturunan. Masih banyak wanita yang hingga saat ini masih menunggu datangnya anak padahal sudah puluhan tahun menikah.
6. Anak butuh sosok teladan yang baik dari seorang ibu, saat ini mereka mungkin akan meniru segala tindakanmu
Pribadi anak tercipta dari bagaimana orang tua membentuknya. Jadi sebisa mungkin saat ia masih kanak-kanak, Bunda sudah mengajarkan hal yang baik-baik yang bisa jadi teladan hingga ia dewasa nanti. Anda pasti bangga, jika anakmu kelak, saat ia dewasa nanti punya sifat yang bisa membanggakan orangtuanya.

Maka itu, sebisa mungkin jangan perlihatkan perbuatan buruk atau kasar di depan anak-anak, karena anak-anak adalah peniru yang ulung!
7. Ketika Anda merasa lelah, ingatlah bahwa momen tidak akan bisa terulang. Nikmati setiap detik pertumbuhan mereka dengan ikhlas
Waktu akan terus berjalan maju, dan apa yang terjadi saat ini tidak bisa terulang di masa depan. Masa anak-anak tumbuh hingga menjadi dewasa kelak patut dihargai dan dibanggakan, karena saat anak-anak dewasa nanti, Anda sebagai orangtuanya akan merasa kesepian karena saat ia dewasa akan mempunyai kesibukannya sendiri.
Nikmatilah momen yang Bunda alami hari ini, karena Anda akan merindukannya suatu saat nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sedang Merencanakan Liburan Keluarga yang Menyenangkan? Ini Caranya!

pengalaman unik

Hai Bunda, sudah lirik kalender? Tanggal libur lebaran kali ini panjang loh. Jangan sampai momen berharga ini terlewati begitu saja. Iya, ini adalah saat yang tepat untuk seluruh keluarga menikmati waktu bersama.

Masalahnya sebagian bunda mungkin menyepelekan urusan perencanaan ini. Padahal semua perlu direncanakan dengan baik. Sebab ini bisa jadi momen pengikat penuh romansa yang akan memperkuat hubungan ayah, bunda dan tentunya si kecil.

Untuk itu kita perlu menyambangi tempat yang bisa dinikmati bersama-sama. Kalau perlu yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga besar juga. Tapi dimana?

Ingat Ya Bunda, Tempatnya Itu Harus Luas, Tak Membosankan, Cocok Segala Usia

alap-alap

Paling mudah diingat mungkin mal. Tapi apa iya harus ke mal lagi ke mal lagi? Lalu apa bedanya dengan weekend biasa? Tentunya harus dicarikan alternatif yang lebih seru.

Pergi bersama anak-anak tentunya memerlukan penyesuaian tersendiri. Jangan sampai si kecil merasa bosan. Kegiatannya harus bisa mengadopsi energi anak-anak yang seringnya berlebih. Itu kenapa diperlukan area wisata yang luas tempat anak-anak bisa berekspresi. Tentunya Ayah Bunda juga jangan sampai bosan bukan?

Nah, coba deh melirik arena rekreasi yang melegenda sejak diresmikan pada tahun 1985, Dunia Fantasi alias Dufan. Bunda tentu masih ingat bagaimana senangnya diajak ke tempat ini. Dengan puluhan wahana yang asik dan memorable, Dufan yang menjadi bagian dari Taman Impian Jaya Ancol ini selalu punya daya tarik tersendiri.

Mereka yang sudah cukup umur seperti ayah bunda bisa menjajal wahana uji nyali macam Halilintar. Sementara si kecil bisa mencoba wahana yang menyenangkan macam Istana Boneka, Hello Kitty, Kalila, Gajah Beledug, dll. Sementara kalau ajak kakek dan nenek bisa tetap menikmati suasana menyenangkan sambil menikmati camilan dan bercengkrama bersama bukan?

Tempat Luas Juga Masih Belum Cukup, Kegiatannya Pun Harus Menyenangkan

magic of light

Berlibur terutama diwaktu panjang seperti libur lebaran, tentunya bukanlah pelesiran satu dua jam. Ini seharusnya menjadi satu hari berkegiatan bersama. Sekaligus ajang makin mempererat hubungan keluarga.

Karena itu, pastikan tujuan wisatanya punya aktivitas yang tak membosankan. Apalagi untuk si buah hati tentunya perlu kegiatan yang variatif dan memacu kreativitasnya.

Arena macam Dufan itu yang cocok dengan kriteria tersebut. Apalagi dari tahun ke tahun Dufan terus bersolek lebih menarik. Kapan terakhir Ayah Bunda mengunjungi Dufan?

Jangan kaget ya kalau nanti melihat perubahan di Dufan. Sudah banyak terjadi peremajaan sana-sini sejak masa muda bunda dulu bermain di sana. Modernisasi membuat Dufan makin terasa apik dan nyaman.

Apa wahana seru terakhir yang Bunda ingat? RollerCoster Halilintar yang melegenda itu? Atau Bianglala yang penuh keromantisan? Tentu wahana klasik itu tak lekang ditempa zaman dan masih terlihat keren saat ini.

Namun di luar itu Dufan punya banyak wahana baru. Sebut saja misalnya Ice Age Arctic Adventure, dingin seperti di antartika dan seramnya berada disuasana ketika para hewan purba masa lalu masih hidup. Atau wahana Fantasy Light Magic of Dufan, taman dengan konsep digital Lights yang memiliki aneka pepohonan, tunnel serta aneka binatang yang bisa memancarkan cahaya. Itu baru sebagian dari kegiatan menyenangkan untuk anak.

Sementara buat ayah bunda atau kerabat yang sudah dewasa lainnya juga bisa mencicipi wahana-wahana macam Treasureland yang bertemakan petualangan, Tornado dan hysteria yang memacu adrenaline. Dan sejumlah wahana lainnya yang sangat variatif.

mysterious

Kalau mau mencicipi yang paling baru, kita bisa coba untuk menengok wahana The Mysterious Island. Kita akan dibawa bertualang ke sebuah pulau yang semula tenggelam. Dengan teknologi 4-D kita dibawa bertualang pulau dengan “menaiki” seekor lebah.

Terbayang ekspresi takjub si kecil dibawa terbang kesana dan kemari oleh lebah. Sembari menikmati rindangnya hutan belantara, serunya menghindari burung-burung nakal yang lapar serta menghindari pepohonan-pepohonan. Tentunya ini pengalaman baru yang akan seru kamu ceritakan ke kawan-kawan lainnya.

Punya Pengalaman Unik Tak Terlupakan Jadi Syarat Utama Ketika Liburan

tmnt

Liburan itu soal mendapatkan pengalaman seru. Karena itu yang paling utama adalah menciptakan momen-momen yang tak bisa diulang dan dilupakan. Sesuatu yang bisa terus diceritakan karena hanya terjadi pada saat waktu istimewa liburan itu

Nah coba tengok daftar pertunjukan tebaru dari Dufan. Pasti kenal dong dengan Teenage Mutant Ninja Turtle alias kura-kura ninja? Untuk pertama kalinya mereka datang ke Indonesia. Para jagoan yang biasa dikenal dengan sebutan Kura-kura Ninja ini, siap menghibur pengunjung Dunia Fantasi dengan beragam atraksi seru.

Tetunya terbayang betapa hal itu akan jadi peristiwa penuh kenangan buat si kecil. Karena tokoh idolanya yang semula hanya dilihat di film bisa tampil secara nyata.

Mulai tanggal 24 Juni 2017 hingga 30 Juli 2017, TMNT akan hadir di area panggung Dufan Glow indoor Dufan. Serunya lagi TMNT Show tidak dikenakan tiket tambahan dan sudah termasuk tiket masuk Dufan. Selain melihat aksi keren mereka, pengunjung juga bisa meet and greet sambil berfoto selfie dengan para anggota TMNT. Siapkan gadgetnya dan rasakan pertunjukan seru dari Teenage Mutant Ninja Turtles.

Liburan Seru Bukan Berarti Harus Boros Biaya

ontang-anting

Nah, ini dia yang jadi alasan utama kenapa kita harus pergi ke Dufan di libur lebaran ini. Karena terhitung tanggal 24 Juni sampai 16 juli 2017, kalau kita beli tiket reguler Dufan kita bisa gratis mendapatkan kartu Annual Pass Dufan. Kartu Annual Pass Dufan adalah kartu untuk bisa mendapatkan akses gratis masuk dan main semua wahana Dufan setiap hari selama satu tahun.

Kita cukup beli tiket Dufan dengan harga reguler. Kemudianpotongan tiket Dufan dibawa ke Balai kota Dufan dekat gerbang masuk Dufan. Nanti disana kita tukarkan potongan tiket Dufan dengan formulir pembuatan Annual Pass Dufan. Setelah diisi dengan benar dan diserahkan, kita akan diminta scan sidik jari dan foto dengan alat yang telah disediakan. Prosesnya sendiri cuma makan waktu 5 menit hingga kartu Annual Pass Dufan selesai dibuat

Besok-besok menggunakannya bagaimana? Langsung saja menuju gerbang Dufan tanpa perlu ke loket Dufan karena kan sudah Gratis. Serahkan Annual Pass Dufan kepada petugas gerbang Dufan untuk di scan. Lalu scan sidik jari pengguna Annual Pass sampai pagar gerbang terbuka. Jangan lupa meminta kembali kartu Annual Pass Dufan kita. Kemudian setelahnya tangan kanan akan di stempel Dufan. Sudah deh, kita bisa menikmati semua wahana Dufan secara Gratis.

Jadi sudah siap berlibur ke Dufan di lebaran kali ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut

Orangtua Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Menjadikan Mereka Penakut

Setiap orang pasti pernah memiliki rasa takut tak terkecuali anak-anak kita, rasa takut terhadap binatang, bayangan hantu dan hal-hal lain yang menurut mereka itu menyeramkan. Tak sering pula rasa takut yang dimiliki anak membuat kita orangtua sering kelabakan untuk menghadapinya, karena rasa takut yang dimilikinya membuatnya takut ketika sendiri, takut ke kamar mandi, takut gelap bahkan akan menangis histeris jika mengunjungi tempat baru. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sifat penakut pada anak bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan orangtua yang membuat anak selalu ragu dan panik menjadi lebih mandiri.

Seorang Psikolog bernama Jodie Benveniste juga mengatakan bahwa kurangnya kehangatan yang diberikan orang tua bisa membuat anak merasa ketakutan hingga cemas. Atau justru sebaliknya, ketika orang tua terlalu protektif dan mendikte buah hatinya, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang takut bertindak sesuai dengan kehendaknya. Dan tanpa sadar ternyata rasa takut yang dimiliki anak disebabkan oleh kebiasaan kita dalam mendidik mereka yang ternyata salah.

Berpikir Bahwa Mengontrol Anak Dengan Cara Berlebihan Adalah Baik Justru Malah Sebaliknya

Terbiasa tergantung pada orang tua membuat anak kita mengalami cemas berlebih ketika ia akan melakukan suatu kegiatan. Peran kita yang selalu ada untuknya dalam segala hal, bahkan tak pernah meninggalkannya untuk menyelesaikan suatu masalah yang dibuatnya menjadi kebiasaan. Yang tadinya kita pikir adalah peranan baik bagi orangtua ternyata menjadi alasan mengapa anak menjadi penakut. Mereka terbiasa bergantung kepada kita untuk segala sesuatunya, sehingga ketika menghadapi sesuatu yang diluar kemampuannya dia akan cenderung merasakan takut yang berlebihan. Meski pada dasarnya membantu anak menyelesaikan suatu masalahnya itu sah-sah saja, tapi kita perlu melihat situasi dan kondisinya. Sehingga dia memiliki ruang gerak untuk terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu merasa cemas atau takut lagi.

Menakut-nakuti Anak Yang Sering Kita Gunakan Jadi Solusi Ketika Mereka Susah Di Atur

Hal ini pasti sering kita lakukan, menakut-nakuti anak untuk sesuatu yang sebenarnya bukan jadi ketakutan, misalnya kita sering sekali berkata “Kalau kakak ga mau makan nanti disuntik dokter loh” kalimat yang kita pikir akan menbantunya untuk bisa makan lebih mudah, perlahan akan membentuknya menjadi anak yang memiliki pandangan bahwa seorang dokter itu adalah sosok yang akan menyakitinya dengan jarum suntik jika dia tidak mau makan dan perlu ditakuti. Yang sering berujung anak akan merasa takut sekali ketika harus bertemu sosok dokter, yang dalam pikirannya ia akan disakiti dengan jarum suntik, padahal belum tentu.

 

Tidak Menghargai dan Mengabaikan Pendapat Yang Sering Mereka Kemukakan

Sebagai orangtua kita pasti sering mendengarkan berbagai macam keinginan dan pendapat yang sering dilontarkan oleh anak, alih-alih merasa apa yang diungkapkanya kadang tidak penting kita malah mengabaikannya atau memintanya berhenti untuk mengungkap hal-hal yang sering diucapkannya itu. Ini akan membuatnya merasa patah semangat dan takut untuk mengungkapkan keinginannya lagi, ada baiknya kita berikan dia waktu untuk mengungkapkan pendapatnya dan mendengarkannya. Jika sekiranya hal-hal yang di utarakannya tidak penting, cobalah beri dia pengertian dengan bahawa yang mudah dipahaminya.

 

Memberinya Hukuman Untuk Beberapa Kesalahannya Mungkin Baik, Tapi Akan Berbeda Jika Hukumannya Terlalu Berlebihan

Memberi anak pelajaran ketika dia melakukan sebuah kesalahan memang wajar, tapi dengan hukuman yang berlebihan akan membuatnya menjadi sangat takut untuk mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan ia akan memilih untuk tidak berbuat apa-apa lagi demi menghindari hukuman yang akan diterimanya, karena rasa cemas dan trauma yang telah dialaminya. Bebaskan dia melakukan sesuatu yang dia inginkan tapi tetap berdasarkan aturan yang disesuaikan, karena megekangnya hanya akan mengurasi rasa pencaya diri yang dimilikinya.

 

Coba Ingat Kembali Mungkin Saja Anak Kita Memiliki Pengalaman Pribadi Yang Memang Membuatnya Takut

Pengalaman tidak menyenangkan yang pernah di alami oleh anak juga menjadi salah satu faktor yang perlu kita perhatikan untuk penyebab mengapa ia menjadi penakut. Mungkin anak kita pernah dicakar kucing, atau di gigit serangga dan berbagai kejadian lain yang menyakitinya. Hal tersebut masuk dan terekam dalam memorynya sehingga ketika dai coba mengingat kembali hal tersebut ia akan merasa takut karena benda atau binatang itu pernah mencelakainya.

Kebiasaan Kita Dalam Menceritakan Kisah dan Cerita Fiktif Setan Yang Terlalu Menyeramkan

Memberikan anak cerita memang adalah salah satu yang perlu dilakukan, termaksud cerita-cerita fiktif yang bercerita tentang setan demi menumbuhkan rasa berani dalam dirinya. Akan tetapi kebiasaan kita yang sering menggambarkan setan dengan bentuk yang sangat menyeramkan membuat anak berimajinasi bahwa setan sangat menyeramkan dan menakutkan. Ini akan membuat mereka terbayang-bayang dan akan mempengaruhi rasa takut yang mereka miliki,

 

Niat Orangtua Yang Ingin Memotivasi Dengan Memberikan Perbandingan Malah Berujung Pada Rasa Takut

Sering menjadikan anak sebagai objek untuk perbandingan dengan anak lain malah mungkin bisa jadi salah satu cara untuk memotivasinya. Tapi jika hal ini dilakukan dengan salah hasilnya malah membuat anak menjadi kurang percaya diri dan takut untuk mulai melakukan sesuatu yang baru lagi. Ia akan merasakan bahwa akan ada teman lain yang akan lebih hebat dairnya dan selalu menjadi bahan perbandingan denganya. Biarkan ia melakukan banyak hal meski salah, justru dari kesalah itu dia akan belajar banyak. Kita hanya perlu mengawasi dan membimbingnya.
Untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan pada anak kita perlu memerhatikan pendidikan yang diterimanya, baik dari guru disekolah dan dari kita orangtuanya dirumah. Jangan biarkan rasa takut membuat dirinya enggan untuk melakukan hal-hal baru yang penting bagi perkembangannya. Dan berhentilah untuk menakutinya hanya karena dia tak mengikuti kemauan kita, tanamkan kepada mereka bahwa kita sebagai orangtua siap untuk membantu dan mendukungnya untuk menjadi anak yang lebih berani lagi dengan penuh cinta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Salah Satu Pengertian Yang Harus Diajarkan Orangtua,Mengelola Rasa Dendam Pada Anak Dengan Baik

Anakdendam

Membesarkan anak menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup, akan ada banyak fase yang kita lalui dalam mendidik anak. Mulai dari perubahan tumbuh kembang fisik hingga perubahan sikap yang dimilikinya, sebagai orangtua yang akan menjadi panutannya kelak kita juga harus bisa memberikan contoh yang baik untuk sang anak. Baik itu contoh baik dalam perbuatan, ucapan dan pola sikap yang kita tunjukkan.

Kejadian-kejadian buruk dan tidak menyenangkan yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan banyak orang ternyata banyak dipicu oleh sakit hati dan Rasa dendam, tak hanya antara orang dewasa ternyata anak-anak pun tak luput menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku untuk berbagai kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Hanya karena rasa Sakit hati dan dendam seseorang bisa melukai oranglain bahkan hingga membunuh. Betapa ternyata hal ini bisa berakibat fatal bagi si pelaku juga yang menjadi korban. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah dendam yang setiap orang atau setiap anak bisa begitu buruknya ? tentu saja tidak, jika kita bisa mengontrol diri dan mengajari anak. Dendam tak melulu berujung tragis seperti kebanyakan kejadian sekarang ini. Lalu apa saja sih yang perlu kita tanamkan kepada anak untuk mampu mengelola rasa dendamnya dengan baik? Kita bisa lihat di point-point berikut ini

Kita Harus Mampu Menyadari Dendam Yang Dirasakan Oleh Anak

Sebagai langkah awal, kita sebagai orang tua harus mampu menyadari rasa dendam yang dirasakan oleh anak. Bisa dilakukan dengan cara memperhatikan dan memahami emosi yang sedang dirasakannya, dengan menyadari emosi yang dirasakan olehnya, kita akan dapat memahami pengaruh dendam yang sedang dirasakannya tersebut pada caranya berinteraksi dengan kita ataupun oranglain. Untuk mencegahnya tetap memelihara dendam kita bisa memberinya pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah hal yang baik, selain membuatnya mengerti dia juga akan tahu bahwa hal tersebut merupakan salah satu bukti kepekaan kita terhadapnya.

Membantunya Untuk Mengontrol Diri Untuk Segala Dendam Yang Dimilikinya

“Sebenarnya dendam dapat dikendalikan agar tidak merugikan diri sendiri atau menyakiti orang lain. Dendam boleh ada tapi anak tidak boleh jadi pendendam,” – Vera Itabiliana Hadiwidjojo,S.Psi., Psi , Seorang Psikolog Anak dan Remaja
Selama mampu mengotrol anak dengan baik dendamnya takkan mungkin merugikan orang lain, lalu jika sudah mampu mengontrol diri lantas darimana dendam itu bisa datang ? selain dengan karena perbuatan yang memang ditimbulkan orang lain kepadanya, dendam pada diri anak juga bisa tumbuh karena pola didik orangtua yang memang keliru yang kadang kita lakukan secara langsung atau tidak langsung. Contoh sederhananya kita sering menyalahkan lantai ketika anak kita terjatuh, yang secara tidak langsung memberikan dia pandangan untuk melihat suatu masalah sebagai ulah orang lain dibanding intropeksi pada diri sendiri.

Memberikan Contoh Dengan Mengungkapkan dan Menamakan Segala Rasa Yang Dimiliki

Sebagai orang tua kita juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan dan menamakan semua rasa  yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada anak “Mama sedih kalau kakak buang-buang makanan” atau “papa bangga kalau adik mau berbagi mainan dengan teman”. Sehingga anak kita akan terbiasa dengan hal tersebut, mengungkapkan segala yang dirasakannya. Menyatakan rasa atau keinginan ke dalam kata-kata (labeling) memiliki fungsi untuk memaknai ulang rasa yang dirasakan sehingga dapat mengalihkan dari tindakan emosional atau menyimpan suatu dendam untuk segala sesuatu dan memberikan rasa bahwa dia dapat mengontrol kondisi yang sedang dihadapi

Mengamati dan Mendengarkan Cara Anak Mengekspresikan Berbagai Macam Emosinya

Untuk hal ini kita tentu mampu melihat semua perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh anak, kita bisa tahu bagaimana wajahnya saat marah, sedih, kecewa dan memelas. Terlebih ketika anak sedang marah dan emosi usahakan untuk tidak menghindari dan mengalihkannya dari rasa marahnya tersebut, tunjukkan bahwa kita memang memahaminya bahkan saat marah sekalipun dan kita dapat membantunya dengan menamakan emosi yang sedang dirasakannya Misalnya “Kakak marah ya ? cakenya mama habisin?”

Kita juga harus memberi mereka pengertian bahwa menyimpan dendam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada, selalu ajarkan anak untuk bisa lebih mudah memafkan ketika ada orang lain yang sekiranya berbuat salah karena menyimpan dendam hanyalah akan menyakiti hati dan jiwanya sendiri atau bahkan oranglain.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 10 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

gadget

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top