Hiburan Anak

Menggemaskan Bak Boneka, 15 Potret Salma Anak Atiqah yang Membuat Bunda Ingin Segera Punya Anak Sepertinya

Cover Salma

Baby Salma, jadi nama baru yang jadi kecintaan semua orang di sosial media instagram. Diberi nama Salma Jihane Putri Dewanto, Sal panggilan akrab dari orangtuanya lahir pada 23 Juni 2017 lalu. Dan jelas ia juga jadi salah satu pelengkap kebahagian kedua orangtuanya Rio Dewanto dan Atiqa Hasiholan yang menikah pada 2013 lalu.

Dua bulan lagi Salma akan genap berusia 1 tahun, pertumbuhan putri pertama dari Rio Dewanto ini memang kerap mengundang perhatian banyak orang. Sebab tak hanya memiliki wajah yang menggemaskan dan mirip bapaknya saja, Salma juga terbilang cukup sadar kamera pada setiap foto yang diunggah bapak dan ibunya.

Nah, untuk bunda yang mungkin sedang berencana untuk kembali hasil lagi dan ingin punya anak selucu Salma. Ada 10 Foto lucu dan menggemaskan dari Salma yang Sayangianak telah kumpulkan. Sebab konon, membayangkan seorang anak lucu saat tengah hamil katanya, berpotensi juga pada anak yang sedang dalam kandungan bunda.

Lirikan menggemaskan dari Salma saat usianya masih satu bulan.

Sumber : https://www.instagram.com/atiqahhasiholan/

Sumber : https://www.instagram.com/atiqahhasiholan/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Muda Perlu Tahu Caranya Membesarkan Anak Demi Tumbuh Jadi Balita yang Selalu Bahagia

pexels-photo-713959 (1)

Menjadi orangtua itu tak ada pendidikan, pelatihan, atau sekolahnya. Semua tugas selama jadi ibu dan ayah semula dilakoni dengan bermodalkan intuisi, keyakinan, dan rasa percaya kalau kita bisa jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita. Tapi pernahkah kita memikirkan, sudah bahagiakah anak kita selama ini? Sebab di usianya, terutama untuk anak Bunda yang masih berusia balita, kebahagiaan ditentukan juga karena pola asuh orangtuanya lho. Selagi ia masih kecil dan masih membutuhkan dua tangan orangtuanya untuk selalu menjaganya, maka kebahagiaan anak adalah tanggung jawab besar setiap orangtua.

Berusaha Tidak Jaim Saat Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Ada tipikal anak yang suka aktivitas di luar ruangan dan aktif sekali. Ia suka main sepeda, berlari kesana kemari, bahkan sering mengajak ayah ibunya untuk mau melibatkan diri dengannya alias jadi teman mainnya. Tapi sayangnya, ada tipikal orangtua yang masih merasa jaim sehingga memilih untuk membiarkan si anak main sendiri kendati buah hatinya sudah meminta agar ditemani main. Hmmm, besok-besok coba yuk Bun untuk menepis dahulu rasa malu atau jaim dan utamakan keceriaan si kecil karena puas dan senang bisa bermain dengan orangtuanya.

Menyuapi Anak Tidak Membuat Anak Lantas Jadi Manja, Justru Itu Semakin Membuatmu Akrab dengan Buah Hati

Tak usah ambil pusing perkara omongan orang yang suka bilang kalau terbiasa menyuapi anak justru bisa membuat si anak menjadi manja. Di lain sisi, menyuapi anak sebenarnya memperkuat ikatan orangtua dan kita jadi lebih sering bercengkrama dengan si kecil lho Bun. Si kecl akan merasa diperhatikan dan menemukan kawan yang tepat yang bisa selalu ada untuknya, yaitu Bunda sebagai orangtuanya. Karenanya, jangan pikirkan pendapat orang ya Bun. Kalau mau suapi si kecil, suapi saja sembari mengajaknya bercengkrama.

Mengajarkan Si Kecil Untuk Menganalisis Sesuatu Lebih Baik Dimulai Sejak Ia Masih Kecil, Bun!

Kelak saat ia dewasa, modal yang diperlukan untuk jadi sosok yang bahagia adalah bisa melihat segala sisi dengan tetap positif. Hal ini tak akan diperoleh si kecil kalau sejak dini Bunda tak mengajarkan ia untuk menganalisis sesuatu. Membuat si kecil untuk lebih peka terhadap sekitarnya ya saat usianya masih balita. Ajarkan hal-hal yang sekiranya bisa mengasah intuisinya agar lebih detail dan berempati dalam melihat sekitarnya ya Bun.

Orangtua Pun Punya Peran Mengenalkan Cara Komunikasi yang Baik pada Si Kecil

Bun, soal etika dan perilaku si kecil, ini juga jadi tanggung jawab Bunda. Mendidik si kecil agar tumbuh jadi anak yang sopan akan membuatnya disukai lingkungannya dan akhirnya membuatnya ceria dan tidak jadi anak yang minder. Mendidiknya untuk bisa berkomunikasi dengan baik, tak hanya dengan anak sebaya tapi juga dengan orang dewasa, akan membuat si kecil belajar menghargai dan menumbuhkan semangat positif dalam dirinya.

Orangtua yang Mau Anaknya Bahagia, Tak Akan Pernah Membentak Anak Mereka

Ini juga penting. Ketika anak melakukan kesalahan atau ia sedang sedih namun tak mau menceritakan sesuatu pada orangtuanya, Bunda jangan sampai membentaknya ya. Hal semacam itu hanya membuat psikologisnya jadi terganggu dan menurunkan rasa percaya buah hati ke orangtuanya. Jadilah orangtua yang hangat yang bisa mau melembutkan hati untuk terus memahami si kecil ya Bun!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Belajar Hidup Hemat, yang Perlu Bunda Ingat

jordan-rowland-716367-unsplash

Hemat merupakan salah satu cara jitu untuk hidup dengan aman. Di era modern seperti sekarang, ada juga fakta yang belakang mulai kita sadari. Apalagi kalau bukan, mengetahui bahwa biaya gaya hidup lebih mahal dari biaya hidup. Bunda pasti pernah, atau setidaknya melihat beberapa teman, yang memilih nongkrong di tempat beken, dengan nuansa yang sangat instagramabl. Hanya untuk keplerluan postingan semata.

Tanpa terkecuali, semua orang memang nampaknya ingin terlihat tenar dengan postingan-postingan kece di media sosial. Tapi bun, apa ita itu adalah sesuatu yang kita butuh? sayangnya, seringkali tidak kan?

Lebih penting dari hal-hal itu, nampaknya keperluan anak dan biaya rumah tangga jadi hal lain yang lebih perlu. Nah, jika memang selama ini bunda merasa masih tak bisa belajar untuk berhemat. Bunda boleh memulainya dari sini…

Mulai Merincikan Pengeluaran Dengan Mencatat Berapa Banyak Pengeluaran

tomas-yates-696872-unsplash

Pengeluaran bunda dalam waktu sebulan bisa menjadi salah satu hal yang sulit dipahami. Terkadang bunda merasa, “kok uang sudah habis saja ya”, ya bagaimana tidak habis kalau tiap hari bunda bergaya bak sosialita yang tak memperhitungan pengeluaran harian sampai bulanan.

Jangan malas untuk menghitung pengeluaran bun, sebab dengan membuat buku pengeluaran kita bisa tahu apakah selama ini lebih besar pasak dari pada tiang. Sehingga dari sini kita kan paham, mana anggaran yang perlu dipanggas untuk memperkecil pengeluaran.

Kurangi Bepergian Akhir Pekan, Coba Ganti dengan Aktivitas yang Tak Kalah Menyenangkan

kelly-sikkema-605025-unsplash

Aktivitas akhir pekan bersama dengan suami dan si kecil, lazimnya akan dihabiskan dengan mengunjungi beberapa tempat makan di luar. Bersantai di Mall, atau cafe kesukaan sampai pengeluaran untuk anak demi bebas bermain di area pilihan. Bukan tak mungkin, bunda akan mengeluarkan kocek ratusan ribu bahkan jutaan hanya untuk satu kali akhir pekan saja.

Nah, sebagai alternatifnya. Cobalah ganti kegiatan ini dengan hal lain yang sama serunya. Bunda bisa memberi arahan pada si kecil untuk bermain di rumah dulu. Membuatkan mereka cemilan kesukaan, hingga memasak makanan spesial pada pasangan. Ini akan jauh lebih menghemat loh bun.

Wajib Membagi Pendapatan Dengan Tabungan dan Pengeluaran

artem-bali-590545-unsplash

Tak perduli bunda bekerja atau tidak, yang namanya mengatur keuangan memang jadi tanggung jawab setiap perempuan. Maka, bunda harus bijak untuk menempatkan semua dana sesuai pada porsinya. Berapa banyak yang akan masuk pada tabungan pendidikan anak, dana mendesak, tabungan masa depan, pengeluaran bulanan, sampai biaya lain-lain yang mungkin diperlukan.

Belajar untuk membuat kalkulasi yang jelas, akan memudahkan bunda dalam mengatur keuangan keluarga. Kalau memang sama-sama bekerja dengan suami, cobalah pakai pola Pendapatan istri untuk biaya rumah tangga, pendapat suami untuk alokasi tabungan dan pendidikan anak di masa depan.

Dan Jika Memang Sempat Untuk Memasak, Membawa Bekal Untuk Bekerja Jadi Hal yang Cukup Membantu Kita 

sharon-chen-352895-unsplash

Aroma masakan di kantin kantor mungkin sangat menggoda, sehingga membuat kita kerap merogoh kocek untuk jajan. Nah, bukannya bermaksud pelit. Ada baiknya bunda membawa makan dari rumah, begitu pula dengan si ayah. Selain untuk menjaga kesehatan dengan tak makan sembarangan, dana untuk memberli makan bisa di alokasikan pada kebutuhan lain yang mungkin diperlukan.

Entah untuk menambah-nambah tabungan liburan keluarga, membeli perabotan baru di rumah, dan hal-hal lain yang menjadi keinginan bunda.

Hal Lain yang Tak Kalah Penting, Membawa Tunggangan yang Irit dan Tidak Boros

Jarak yang ditempuh dari rumah ke kantor sangat jauh. Sehingga bunda atau si ayah harus rela merogoh kocek cukup banyak untuk biaya transportasi saja. Dan jika akan dikalikan dalam sebulan, bisa jadi 30 persen jadi habis untuk biaya di jalan.

Nah Lebih baik bunda membeli tunggangan yang ramah di kantong. Yakni Suzuki Nex II, yang dibanderol Rp 13 jutaan on the road Jakarta. Dengan harga yang ekonomis seperti ini, bunda sudah dapat motor yang punya tampilan modern. Bisa dipakai untuk bekerja, atau mengantar jempur si kecil ke sekolah.

nex-elegant-premium-black

Selain itu, Suzuki Nex II ini, bisa dibilang benar-benar berbeda dari motor generasi sebelumnya. Tampilan yang tadinya minimalis diterabas pada generasi terbaru ini. Dan salah satu faktor yang membuat motor ini nampak modern dan futuristik, adalah tampilan headlamp yang berada di dalam fairing depannya. Sementara di samping lampu terdapat lubang udara kecil yang menunjang aerodimikanya. Desain bentuk lampu depan dan lapisan pelindung yang futuristik, terdapat unsur DNA dari motor sport Suzuki bermesin besar seperti GSX-1000.

Tidak hanya murah dari segi pembelian, Suzuki Nex II juga mengedepankan soal konsumsi bahan bakar yang irit lho. Nah, fakta lain yang bunda juga perlu tahu adalah, berdasarkan Worldwide Motorcycles Cycle Test (WMCT) dengan kapasitas penuh sekitar 3,6 liter bisa diandalkan untuk melaju sejauh 176,4 km. Wah, irit kan bun?

Skutik irit ini dimodali oleh Suzuki dengan mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Mesin ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Torsinya sendiri saja bisa mencapai 8,5 Nm di 6000 RPM. Kombinasi ini tentunya cocok untuk penggunaan harian, jika akan bunda pakai untuk bekerja atau antar jemput si kecil ke sekolah. Selain itu, skuter matic ini juga memiliki fitur lain yang membuatnya mudah dihidupkan. Jadi bunda tak perlu khawatir jika, motornya nanti akan mendadak mati di jalan.

Nah jika hal-hal yang tadi sudah dijelaskan, bisa bunda jalankan. Maka itu artinya bunda berhasil untuk bisa mengingat semua langkah-langkah hidup hemat yang perlu kita ingat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top