Parenting

Mendengarkan Musik Selama Kehamilan Ternyata Bisa Membuat Anak Memiliki Keseimbangan Emosi Dan Daya Konsentrasi Tinggi

sun-2570589_640

Banyak para ahli kesehatan kandungan menyarankan para ibu hamil untuk sering-sering mendengarkan musik selama kehamilan. Musik dipercaya dapat mempengaruhi perkembangan janin yang ada di dalam rahim ibu. Dan pengaruh yang ditimbulkan dari musik adalah pengaruh-pengaruh positif yang sangat baik untuk perkembangan janin. Lantas, apakah benar seperti itu?

Menginjak Usia Ke-16, Janin Memang Sudah Mampu Menangkap Suara-suara yang Berasal dari Luar Tubuh Ibunya

Sebelum kita membahas tentang pengaruh musik pada kehamilan, Bunda juga perlu mengetahui tentang respon janin terhadap kondisi ibu dan sekitarnya. Menginjak usia minggu ke-10, janin sudah dapat mendengarkan suara-suara yang berasal dari tubuh ibunya. Suara-suara seperti detak jantung, aliran darah, sistem pernafasan, sampai belaian pada perut ibu dapat didengar oleh janin di dalam rahim. Menginjak usia 16 minggu, janin sudah mampu menangkap suara-suara yang berasal dari luar tubuh ibunya.

Untuk membuktikannya, cobalah untuk mengajak janin “berkomunikasi” atau memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci, maka secara otomatis janin akan bergerak-gerak. Tak terkecuali jika Bunda memperdengarkan musik pada janin. Selain sebagai respon terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, pergerakan janin di dalam rahim juga menandakan bahwa ada kehidupan di dalam perut ibu. Ini tentu sebuah keadaan yang sangat menggembirakan.

Memperdengarkan Musik dapat Merangsang Perkembangan Sel-sel di dalam Otaknya, Melatih Daya Konsentrasi, dan Melatih Penalaran Si Kecil

Sementara itu alunan musik yang diperdengarkan pada ibu hamil bisa merangsang perkembangan sel-sel yang ada di dalam otak janin. Setelah si kecil lahir, rangsangan musik dapat memicu percabangan sel-sel otaknya, melatih daya konsentrasi, dan mengasah daya nalarnya. Untuk itulah, banyak para ahli kandungan yang menyarankan para ibu hamil untuk mendengarkan musik-musik dengan irama santai. Jenis musik yang satu ini dapat membuat emosi ibu dan janin menjadi seimbang.

Bunda dapat memilih aneka jenis musik yang menjadi favorit selama ini, mulai dari musik pop, jazz, musik tradisional, atau musik klasik. Selama musik tersebut memiliki irama yang tenang dan santai, maka dapat dipergunakan untuk merangsang otak janin.

Jenis Musik Klasik Secara Ilmiah Dapat Meningkatkan Perkembangan Sel-sel Otak Janin

Namun para ahli kandungan lebih merekomendasikan para ibu hamil untuk memilih musik-musik klasik. Jenis musik yang satu ini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan perkembangan sel-sel otak janin. Hal itu karena musik klasik dianggap sebagai jenis musik yang memiliki komposisi lengkap dibandingkan dengan jenis musik lainnya. Sedangkan untuk musik-musik pop dan musik tradisional belum terbukti pengaruhnya terhadap perkembangan janin.

Anak Pun Jadi Memiliki Keseimbangan Emosi Dan Daya Konsentrasi Tinggi

Gubahan yang ada pada musik klasik tersebut terbukti mampu memberikan ketenangan dan menyeimbangkan emosi janin. Ini merupakan efek yang sangat positif karena anak yang memiliki ketenangan dan keseimbangan emosi akan menjadi anak yang mudah berkonsentrasi dan tidak cengeng. Efek positif yang lain adalah kemampuan bicaranya akan lebih baik sehingga secara otomatis kemampuan bersosialisasinya pun menjadi lebih cepat.

Efek-efek positif di atas juga sangat berpengaruh kepada kemampuannya saat dewasa nanti. Anak yang memiliki daya konsentrasi tinggi secara otomatis akan lebih cepat dalam menangkap sebuah informasi. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kemampuannya dibidang lain yang akan menunjang keberhasilannya.

Lalu Bagaimana Jika Selama Kehamilan Ibu Tidak Sempat Memperdengarkan Musik Kepada Janin?

Bunda tidak perlu hawatir. Para ahli berpendapat bahwa ibu masih dapat memberikan terapi musik ini sampai anak menginjak usia 3 tahun, bahkan lebih. Jadi sebenarnya tidak ada kata terlambat bagi Bunda untuk menggunakan terapi musik ini. Anda masih bisa melakukan terapi musik ini selama usianya dibawah 5 tahun atau balita.

Nah, setelah mengetahui efek positif yang ditimbulkan dari musik untuk ibu hamil, maka sudah saatnya Bunda menerapkan terapi ini pada masa kehamilan. Terapi musik bukanlah jenis terapi yang sulit dan mahal. Bunda dapat melakukannya di manapun berada, bahkan terapi yang satu ini dapat dilakukan ditengah kesibukan anda. Untuk itu, jangan lewatkan segudang manfaat dari terapi musik ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Hanya Soal Jajan, Anak Juga Perlu Mengenal Uang, Tinggal Bagaimana Kebijakan Orangtua dalam Mengenalkannya

pexels-photo-1246954

Kalau tidak bijak dalam mengelola uang, dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang lho Bun. Bukan hanya jajan, mengajarkan disiplin mengelola uang sejatinya memang wajib  diperkenalkan pada buah hati sejak dini.

Terlebih kalau si kecil sampai detik ini tahunya hanya menghabiskan uang ( jajan) dan orangtua sangat royal terhadap materi kepada anak. Sebab kalau si kecil tak tahu banyak hal soal uang, justru bisa jadi sumber masalah suatu hari nanti.

Menurut ahli pendidikan terkemuka di Sydney, Pauline Haycraft, masalah uang saku untuk anak memang bukan perkara mudah. Ada cara sederhana yang bisa diterapkan orangtua yaitu dengan memberikan daftar berupa hal apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Seperti dibawah ini ya Bun

Yang Boleh Dilakukan:

  1. Yuk Bun ajari anak mengenai nilai uang. Hal ini perlu supaya mereka mengerti mana uang yang bernilai kecil dan mana yang nilainya lebih besar supaya mereka tak mudah tertipu.
  2. Saat si kecil masih kecil, berikan uang saku dalam bentuk fisik. Biasakan hal ini sejak dini sehingga saat dewasa, yang dilihatnya bukan hanya berdasarkan nilai transfer bank. Dengan begitu, si kecil bisa melihat sendiri wujud uang yang dimilikinya.
  3. Sebaiknya berikan uang secara harian atau mingguan. Apalagi bila si kecil masih di usia sekolah dasar. Bukan hanya si kecil yang belum pandai mengelolanya, tapi karena dengan begini Bunda pun ikut melatihnya untuk lebih disiplin soal menabung.
  4. Terutama bila Bunda ingin mengenalkan konsep tidak menghamburkan uang, maka sejak dini harus dilatih untuk menabung. Dan sebaiknya berikan uang saku saat umurnya tujuh tahun atau saat menginjak kelas satu SD ya bun.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

  1. Jangan terbiasa memberikan uang sebagai bentuk imbalan setelah si kecil melakukan tugas-tugas di rumah. Sebab kalau dibiasakan, yang terjadi justru yang tertanam di dalam benak si kecil hingga ia besar adalah mengharapkan uang saat membantu orangtuanya.
  2. Bila si kecil berperilaku buruk, jangan memberi hukuman berupa memotong uang saku si kecil. Sebagai Bunda, sebaiknya berikanlah hukuman yang lebih tepat semisal time out, atau tak membolehkan ia bermain game online, atau hukuman sejenisnya ya Bun.
  3. Mencoba memberikan uang saku bulanan bukanlah hal yang bagus kalau Bunda sejatinya belum mengajarkan cara mengelolanya. Kendati si kecil nanti beranjak remaja, tugas untuk mengajarkan dirinya mengelola uang bulanan adalah tugas Bunda sebagai orangtua.
  4. Jangan mengharapkan si kecil membeli berbagai keperluan mereka dengan uang yang diberikan ya Bun. Biar bagaimana, orangtua tetaplah yang utama dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Golongan Darah si Kecil Apa? Pahami si Kecil Berdasarkan Golongan Darahnya

michal-parzuchowski-224092-unsplash

Tanpa bisa kita hindari, setiap anak dicintakan dengan cara unik yang berbeda-beda. Bahkan meski si kecil adalah dua anak kembar, pasti ada satu-dua hal yang membedakan mereka berdua. Namun terlepas dari sikap berbeda dari setiap anak, golongan darah jadi sesuatu yang akan menggabungkan kemiripan mereka.

Yap, golongan darah disebut-sebut sebagai salah satu hal yang akan memudahkan kita untuk tahu bagaimana karakter setiap anak. Dari sini, kita akan bisa menemukan bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya, dan mengawasi tumbuh kembangnya sesuai dengan karakter aslinya.

Si Kecil yang Bergolongan Darah A

enis-yavuz-387710-unsplash

Dia yang memiliki golongan darah A kerap jadi anak manis yang jadi penurut baik. Anak yang memiliki golongan darah A, cenderung untuk memilih menghindari masalah yang mungkin akan membuatnya merasa terbebani. Jadi tak heran, jika ia akan mematuhi semua saran dan aturan yang bunda berikan.

Bahkan jika harus diminta mengalah, dengan senang hati akan ia lakukan. Selama itu jadi sesuatu yang benar. Anak ini mudah belajar sesuatu yang baru, dan senantiasa memegang teguh janji dan tugas yang mungkin kita beri. Tapi sejalan dengan itu, ia sedikit tidak berani. Nah, disinilah peran kita mungkin akan dibutuhkannya. Cobalah bunda berikan suntikan semangat untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya lebih besar. Sampaikan padanya, bahwa apapun bisa ia lakukan dengan baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah B

Berbanding terbalik dengan si kecil yang bergolongan darah A, anak yang memiliki golongan darah B, cenderung lebih aktif. Ia merasa gelisah jika harus dihadapkan dengan sesuatu yang itu-itu saja secara terus menerus. Dirinya juga dikenal mudah bosan, tapi juga tak pernah kehabisan akal untuk berkreasi sesuka hati.

ashton-bingham-113943-unsplash

Dirinya senang mencobai hal-hal baru, disaat bersamaan bunda mungkin bisa memberikannya wadah yang tepat untuk berkreasi. Jangan sibuk memberi aturan, karena biasanya itu akan dilanggar. Sebaliknya, kita hanya perlu mengawasinya dan memberikan arahan bagaiman bersikap yang benar. Tanpa terkesan sedang menuntunnya untuk mengikuti aturan yang kita buat.

Si Kecil dengan Golongan Darah AB

Sulit ditebak dan sedikit sulit untuk menentukan pilihan, jadi dua gambaran yang akan menunjukkan sikap asli dari anak bergolongan darah AB. Tak hanya itu saja, si kecil ini juga dikenal jadi sosok yang kritis dan idealis. Ia akan bersuara untuk menyatakan hal-hal yang tak ia suka, dan memberikan kita gambaran seperti apa yang ia mau.

jeshoots-com-357165-unsplash

Memang sih, bunda akan sedikit kesulitan dalam hal menghadapinya dirinya. Tapi kita bisa dengan mudah memahami dia ketika kita  mampu membebaskan ia dengan privasinya. Ia tak suka mengambil benda atau mainan orang lain, untuk itu pula ia tak suka ada orang yang mengusiknya. Tapi pelan-pelan, bunda bisa memberinya arahan. Jika berbagi dengan teman, adalah sesuatu yang baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah O

tina-floersch-39144-unsplash

Anak yang memiliki golongan darah ini, terbilang spesial. Karena selain terkenal sangat aktif sekali, ia juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan semua hal. Dan tak sampai disitu saja, sosoknya juga dipercaya mampu berbaur dengan mudah bersama orang baru.

Ia tak suka menyendiri, untuk itu ia akan merasa sangat senang setiap kali ada beberapa temannya yang datang bermain ke rumah. Tapi, ia terbilang cukup mudah terbawa emosi. Kadang-kadang kala ia akan melakukan sesuatu yang menurutnya menyenangkan. Tapi bunda jangan terlalu khawatirnya, karena kita hanya perlu memberinya pemahaman akan resiko yang akan didapatkan dari semua pilihan.

Berikan ia kebebasan untuk melakukan apapun, tapi ajari juga untuk bertanggung jawab untuk segala hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Pola Asuh yang Salah Bisa Membuat Buah Hati Rentan Alami Stres Lho, Bun

pexels-photo (2)

Masa tumbuh kembang buah hati adalah momen yang Bunda dambakan sejak si kecil masih dalam kandungan. Bunda ingin selalu memberikan yang terbaik, termasuk soal urusan pola asuh. Tentu hal ini sah-sah saja, Bun. Hanya saja, sudahkah Bunda rutin berkonsultasi pada dokter anak atau orangtua Bunda mengenai pola asuh yang Bunda terapkan? Terkhusus ibu baru, banyak mungkin yang membekali diri dengan membaca banyak buku parenting. Nyatanya, dalam penerapannya tak selalu berhasil. Alih-alih membuat si kecil merasa nyaman, yang ada pola asuh yang salah justru memicu stres.

Misalnya seperti kasus dimana seorang ibu menerapkan sistem BLW atau Baby Led Weaning pada anaknya. Kalau tak dilakukan dengan tepat, sistem BLW hanya akan membuat anak ‘sengsara’ lho, Bun. Atau mengajak si kecil terlibat dalam aktivitas orangtuanya. Bun, pertimbangkan lagi soal yang satu ini. Sebagai balita, mereka punya hak untuk beristirahat dan punya waktu mainnya sendiri, lho. Jangan lantaran alasan Bunda ingin mengenalkannya pada dunia, tapi membuat Bunda lupa ‘hak-hak’nya sebagai balita. Karena kalau haknya terenggut, jelas saja buah hati Bunda akan rentan stres.

Mengutip saran dari situs Kids Health, kalau si kecil sudah terlanjur merasa stres, bukan hanya pola asuh yang perlu diubah, tapi juga ada tips penanganan yang perlu Bunda lakukan, lho.

Ajak Si Kecil untuk Menarik Napas Panjang
child-children-girl-happy

Sama halnya dengan orang dewasa, anak kecil yang sedang mengalami stres atau merasa tertekan perlu dibimbing untuk menarik napas panjang. Bila stres datang, ajak si kecil duduk di tempat yang tenang, lalu tarik napas lewat hidung secara perlahan. Kemudian minta si kecil untuk menahan napas setidaknya selama lima detik. Lalu arahkan buah hati untuk menghembuskan lewat mulut secara perlahan. Lakukan hal ini selama lima kali dan biarkan si kecil merasakan sendiri ‘terapi’ yang bisa membuatnya jauh lebih lega.

Di Samping Itu, Bunda pun Perlu Membimbingnya untuk Rileks supaya Ototnya Tak Tegang
pexels-photo-122101 (1)

Saat stres, otot pada badan si kecil akan ikut menegang. Bila hal ini terjadi, ajari si kecil untuk mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menahannya selama 5 detik. Jika perlu, Bunda juga ikut mengepalkan tangan sambil menunjukkan ekspresi menahan. Kemudian, lepaskan kepalan dengan perlahan. Hal ini akan membimbingnya supaya jauh lebih rileks dan ototnya tidak tegang.

Menutup Mata dan Membayangkan Sesuatu yang Menyenangkan Juga Bisa Jadi Terapi Stres Lho, Bun

pexels-photo-755049

Coba Bunda ajak Si Kecil menutup matanya dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan, misalnya makan es krim atau bermain di tempat favoritnya. Saat membayangkan hal indah inilah tingkat stres pada si kecil akan berkurang dengan perlahan. Selanjutnya, giliran Bunda mengajaknya mengobrol baik-baik serta berusaha mengembalikan mood-nya seperti sedia kala ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top