Parenting

Menangani Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah Kuncinya Jangan Minder Bun

babyyy

Tidak semua Bunda dapat melahirkan buah hatinya dengan berat badan normal. Ada sebagian lain yang harus bergumul dengan realita kalau bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan rendah. Situasi semacam ini pasti membuat khawatir ibu manapun ya Bun.

Bahkan menurut Karen Mathewson, PhD, dari McMaster University mengatakan penelitian yang dilakukan membuktikan kalau individu yang memiliki berat lahir sangat rendah berisiko lebih tinggi mengalami masalah psikologis dibanding individu yang memiliki berat lahir normal.

Kondisi yang diderita bisa berupa masalah kecemasan dan masalah sosial. Tapi tak usah takut atau khawatir berlebihan Bun. Kemungkinan untuk bertahan hidup pada bayi dengan berat badan lahir rendah semakin meningkat seiring peningkatan perawatan untuk bayi prematur dan lemah. Sekarang waktunya untuk bersikap proaktif, yaitu dengan melakukan hal-hal ini.

  1. Menyusui: Jangan sampai Bunda menolak untuk memberikan ASI untuk si kecil ya. Sebab keberadaan ASI tak hanya meningkatkan berat badannya lho Bun. Melainkan juga memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Dengan kondisi bayi lahir dengan berat badan rendah, intensitas menyusui pun perlu Bunda tingkatkan lagi
  2. Jangan lupa untuk mengecek kesehatannya juga ya Bun. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Bawa bayi ke dokter secara teratur untuk memahami tumbuh kembangnya.
  3. Awasi terus soal berat badan bayi ya Bun. Saat bayi bertambah besar, coba periksa dengan rutin Bun soal penambahan berat badannya. Bila berat badannya meningkat drastis, hati-hati lho Bun. Hal itu justru berbahaya karena bisa menyebabkan masalah berat dan tinggi badan padanya.
  4. Pastikan berat badannya bertambah dan si kecil tetap sehat. Cukup berikan ASI secara rutin. Hal penting lainnya, hindari memberi gula tambahan untuk bayi dengan tujuan agar berat badannya bertambah. Tetap menyusui atau berikan susu formula hingga ia mencapai usia 6 bulan. Tawarkan makanan bernutrisi setelah usianya 6 bulan.
  5. Terpenting, Bunda harus tetap positif. Menambah berat adalah proses bertahap, dan bisa butuh waktu berbulan-bulan. Lakukan apa yang Bunda bisa dan jangan kehilangan harapan. Bersabar dan tetap berpikir positif.

Bunda, langkah-langkah di atas bisa bermanfaat bila berat badan bayi yang rendah masih bisa diatasi. Tapi bila beratnya terlalu rendah, bayi kemungkinan akan butuh penanganan di rumah sakit. Umumnya penanganan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah akan dirawat di Neonatal Intensive Care Unit atau NICU.

Pun dengan asupan gizi si kecil. Biasanya ada perlakuan khusus soal pemberian makanan dimana bayi mendapat makanan melalui selang langsung ke mulut bila ia tidak bisa menghisap atau bisa juga menggunakan infus.

Ada sebab kenapa bayi mengalami berat lahir yang rendah Bun. Faktor keturunan pun salah satunya. Tak hanya itu, faktor lainnya meliputi:

Bayi Lahir Prematur

Bayi dianggap prematur bila lahir sebelum minggu 37 kehamilan. Janin mendapat tambahan berat badan di tahap akhir kehamilan. Karenanya, bayi yang lahir awal punya waktu lebih sedikit untuk tumbuh dan berkembang di rahim ibu. Ini sebabnya bayi prematur beratnya kurang atau tidak bisa memiliki berat badan rata-rata.

Ibu Masih Berusia Remaja

Di penelitian tahun 2010 pada bayi yang lahir di Inggris, peneliti menemukan kalau ibu usia remaja lebih mungkin melahirkan prematur, dan bayi mereka lebih mungkin memiliki berat lahir rendah. Ini terutama terjadi pada kehamilan kedua. Peneliti juga menemukan, ibu usia remaja kurang mungkin mendapat perawatan kehamilan yang baik.

Penyakit Menular Seksual

Infeksi menular seksual bisa menyebabkan bencana pada seluruh tubuh wanita, dan ini termasuk serviks dan organ lainnya. Ada beberapa konsekuensi yang sangat serius pada bayi, termasuk kebutaan. Bila wanita mengidap penyakit menular seksual, ia perlu berkonsultasi ke dokter dan menjalani perawatan selama hamil dan menggunakan kondom untuk menghindarinya sejak awal.

Pola makan vegetarian

Ada beberapa Bunda yang menerapkan pola makan vegetarian dan sangat sehat selama kehamilan, tapi Bunda harus sangat berhati-hati dalam memastikan jumlah protein yang cukup dan makanan kaya zat besi lainnya. Kacang, bayam, rumput laut, dan kedelai menjadi penyedia zat besi yang bagus, tapi sering kali dokter menyarankan orang yang menerapkan pola makan sehat untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Kehamilan Kembar

Bila Anda hamil lebih dari satu bayi, berat masing-masing bayi akan di bawah 2,5 kg. Ini karena bayi berkompetisi untuk memperoleh nutrisi, sehingga membuat rahim kencang dan memberi tekanan lebih pada ibu.

Tekanan Darah Tinggi

Bila Bunda mengalami tekanan darah tinggi, aliran darah ke bayi dari plasenta akan terganggu, dan menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.

Konsumsi Obat Terlarang dan Alkohol

Konsumsi obat-obatan dan alkohol selama hamil akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dan berdampak pada berat badannya. Alkohol dan narkotika melepas bahan kimia berbahaya di plasenta yang mengganggu persediaan oksigen untuk bayi dan karenanya menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Masalah Plasenta

Bila Bunda mengalami masalah terkait plasenta, baik plasenta pervia dimana posisi plasenta di rahim menutup serviks atau preeklampsia dimana Bunda mengalami komplikasi kehamilan, hal tersebut bisa mempengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin, sehingga membuat bayi memiliki berat badan lahir rendah.

Diabetes

Diabetes biasanya terkait dengan bayi besar, tapi juga menyebabkan persalinan prematur di beberapa kasus yang akan mempengaruhi berat badan lahir bayi.

Abnormal pada Serviks

Serviks yang abnormal bisa menstimulasi kelahiran prematur sehingga menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi. Tapi dokter mengatasi kondisi ini dengan menggunakan teknik jahitan yang disebut cerclage, dan Bunda disarankan untuk menjalani bed rest total selama melakukan perawatan tersebut.

Dengan penanganan tepat, beberapa bayi bisa berhasil mengatasi berat lahir rendah dalam beberapa bulan pertama. Kuncinya, Bunda jangan cemas bila dokter memberitahu tentang berat bayi yang rendah. Kecemasan Bunda tidak membantu menambah berat badan bayi.

Bila situasi semacam ini sedang Bunda alami, jangan sungkan untuk bicara pada bidan atau dokter. Terpenting, cintailah tubuh Bunda dan usahakan untuk tetap hidup sehat baik fisik maupun mentalnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda Patut Waspada, Ancaman Penyakit Mental pun Menghantui Anak-anak

kids sad

Bun, belum lama ini dunia baru saja memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Peringatan semacam ini perlu ada lantaran masalah kesehatan jiwa masih sering jadi salah satu masalah yang suka diabaikan. Di Indonesia misalnya, masih banyak yang suka salah arti. Penderita penyakit mental dianggap kerasukan roh jahat atau dituduh kurang memiliki iman. Stigma yang salah terhadap penyakit seolah-olah menjadi tindakan diskriminatif atau terkesan menyudutkan.

Di lain sisi, Bunda juga perlu sadar kalau kalau penyakit mental tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja, namun juga bisa juga dirasakan anak-anak. Sebagai orangtua, Bunda pun harus bisa mengetahui tanda-tanda si anak mulai mengalami penyakit mental.

Si Kecil Mengalami Perubahan Perilaku

Terkadang perubahan perilaku seringkali terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Untuk mengidentifikasinya, bunda hanya perlu peka terhadap aktivitas sehari-hari si Anak. Perubahan perilaku pada anak bisa terlihat saat dirinya berada di dalam rumah.

Misalnya, si anak biasanya patuh terhadap perintah bunda, seiring berjalannya waktu dirinya lebih cenderung menentang atau mulai berperilaku kasar. Kondisi ini akan memicu hubungan orangtua dan anak kurang harmonis di dalam rumah.

Perubahan perilaku ini bisa saja menandakan kalau dirinya sedang mengalami masalah. Tak jarang permasalahan yang terjadi pada si kecil justru dipendam sendiri bahkan belum bisa diselesaikan, sehingga  ia mudah frustasi bahkan berujung depresi.

Ia Pun Juga Rentan Mengalami Perubahan Mood yang Tak Stabil

Kalau Bunda perhatikan, perubahan mood pada anak-anak cenderung berubah secara mendadak dan konstan. Ketidakstabilan ini perlu dicurigai lho Bun, apalagi saat ia belum bisa memposisikan mood dirinya sendiri di situasi yang tepat.

Si kecil bisa tiba-tiba menangis, berteriak atau bahkan merasa takut secara berlebihan tanpa alasan. Hal seperti ini tidak bisa dianggap remeh karena akan berpengaruh terhadap perkembangan kesehariannya.  Bun, ketidakstabilan perubahan mood dan emosi pada anak perlu diperhatikan karena ini bisa jadi tanda apakah dirinya memiliki gejala depresi atau kelainan bipolar.

Ada Perubahan pada Si Kecil yang Terlihat dari Gejala Fisik

Bunda perlu tahu, ada tanda-tanda fisik yang diberitahukan oleh tubuh bukan hanya untuk sakit fisik saja, namun juga karena penyakit mental. Penyakit mental yang terjadi pada anak-anak bisa menyebabkan sakit kepala apalagi kalau permasalahan hidupnya belum bisa terselesaikan.

Si kecil yang menderita penyakit mental juga lebih mudah terkena berbagai penyakit semisal flu, demam atau sakit perut. Bahkan aktivitas keseharian si kecil juga akan terganggu karena dirinya memiliki kesulitan untuk bernapas hingga merasa detak jantung yang berdebar cepat.

Hal ini bisa terjadi karena ada rasa cemas sedang dirasakan olehnya.  Bahkan di beberapa kasus, kondisi kesehatan si kecil bisa dianggap serius saat ia berusaha melukai dirinya sendiri dengan benda tajam atau usaha percobaan bunuh diri lho Bun.

Dan Berat Badan Si Kecil Tiba-tiba Menurun

Penurunan berat badan yang begitu drastis pada anak-anak tidak bisa dianggap remeh ya, Bun. Bisa saja penurunan berat badan ini dikarenakan si kecil sedang mengalami banyak masalah dan dirinya belum bisa menyelesaikannya dengan baik.

Perlu disadari kalau penurunan berat badan pada si kecil bisa terjadi karena dua hal, terkena penyakit fisik atau sedang mengalami masalah mental. Sebagai orangtua, Bunda harus peka terhadap penurunan berat badan ini karena dapat menyebabkan efek negatif yang serius untuk si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bun, Ternyata Kemampuan Mengeja Tidaklah Sama dengan Membaca

reading

Membaca dan mengeja itu dua kegiatan yang berbeda. Bunda harus memahami hal mendasar ini dulu sebelum mengenalkan huruf pada si kecil. Banyak orangtua yang sering merasa membaca dan mengeja itu sama. Padahal, yang perlu diajarkan kepada anak adalah membaca, bukan mengeja. Terbaru, presenter sekaligus sekaligus Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab, menjelaskan kenapa membaca dan mengeja itu berbeda. Ketika anak sudah bisa mengeja, belum tentu dia bisa membaca lho, Bun.

“Membaca adalah upaya untuk menemukan makna,” kata Najwa Shihab seperti dikutip dari haibunda.com. Saat anak bisa mengeja tulisan tapi ia belum menemukan makna tulisan tersebut, berarti si kecil belum sampai tahap membaca.

Bun, di fase ini, Bunda tak usah terburu-buru. Kalaupun ia baru mampu mengeja, maka Bunda tinggal pelan-pelan membimbingnya untuk bisa menemukan makna kata yang diejanya. Bagaimana caranya?

Pertama, mulailah dengan mengenalkan huruf padanya. Mintalah si kecil untuk mengucapkannya setelah Bunda. Kemudian ajarkan si kecil untuk menghapal urutan huruf mulai dari A hingga Z. Bunda bisa mengakali dengan mengajarinya lima huruf setiap harinya.

Setelah si kecil mengerti dan paham deretan huruf abjad dan cara melafalkannya, maka selanjutnya adalah mengenalkan huruf vokal dan konsonan. Cobalah berikan contoh dan ajarkan si kecil cara melafalkannya. Tak usah terburu-buru ya Bun, yang penting si kecil tak merasa jenuh dan mudah bosan.

Saat si kecil sudah menguasai tahapan ini, Bunda bisa mengajarkannya membaca kata demi kata. Dalam hal in bantulah kembali mengejanya huruf per huruf demi memudahkan si kecil. Saat melatih si kecil mengucapkan kata, sebaiknya pilihlah kata-kata yang mudah diingat dan biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Bunda bisa memulainya dengan dua suku kata terlebih dahulu seperti gigi, kuku, bola, dan semacamnya. Baru secara bertahap, Bunda bisa menaikkan tingkat kesulitannya.

Nah, agar suasana belajar lebih menarik lagi, Bunda bisa menerapkan belajar mengeja dengan lagu. Cara ini banyak dipakai oleh orangtua supaya mereka tak mudah bosan. Belajar mengeja dengan lagu akan membuat si kecil lebih mudah diingat. Yuk Bun, cobalah berkreasi dengan mengarang lagu-lagu yang mudah diingat atau mengubah lirik lagu anak yang sudah ada.

Di lain sisi, tokoh literasi Maman Suherman mengatakan, cara lain yang bisa dimanfaatkan adalah meminta anak menceritakan ulang bacaan saat si kecil sudah selesai membaca. “Jadi dia tidak cuma mengeja. Tapi dia bisa menceritakan ulang. Kalau dia bisa menceritakan ulang, berarti dia sudah menangkap pesan dari apa yang dia baca,” katanya.  Jika anak sudah bisa menceritakan ulang atau menuliskan kembali isi buku yang dia baca, berarti anak sudah bisa membaca. Kata Maman, pada dasarnya anak-anak suka ‘menemukan’ sesuatu yang baru.

Maman mengatakan, “Tiba-tiba dia menemukan sesuatu lewat bacaan, menemukan sesuatu yang dia tidak pahami menjadi paham, itu akan mendorong anak untuk tidak berhenti melakukan hal tersebut.”

Urusan membaca, tugas Bunda memang tak hanya mengajarkannya mengeja. Tapi juga mendorongnya membaca dan menemukan makna dalam tulisan. Bunda bisa melatih anak membaca dengan memintanya menceritakan kembali apa yang mereka baca.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Usah Minder, Gagap yang Dirasakan si Kecil Bisa Hilang Asal Bunda Sabar Membimbingnya

anak bicara

Dalam masa tumbuh kembangnya, si kecil akan melewati beberapa fase. Salah satunya fase yang penting yaitu saat kemampuan berkomunikasinya meningkat. Kepintaran si kecil dalam berkomunikasi tergantung dari sistem tumbuh kembangnya. Hanya saja, banyak orangtua yang masih khawatir kalau anaknya gagap. Gagap adalah kondisi dimana seseorang melakukan pengulangan frasa atau kata. Di usia anak-anak, sejatinya hal ini wajar terjadi lho Bun.

Mengutip Nakita, sekitar 5% dari semua anak cenderung sedikit sulit berbicara di beberapa titik dalam perkembangannya, biasanya antara usia 2,5 dan 5 tahun. Gagap terjadi tanpa alasan yang jelas. Tetapi seringkali ini terjadi ketika seorang anak merasa senang, lelah, atau merasa terburu-buru untuk berbicara. Ada beberapa faktor mengapa seorang anak bisa gagap atai mengalami gangguan bicara.

Mulai dari riwayat keluarga, hal ini bisa jadi faktor terbesar si kecil seorang anak jadi cenderung gagap atau tidak. Di lain sisi, jenis kelamin pun berpengaruh. Anak laki-laki punya kemungkinan dua kali lebih besar dibanding anak perempuan muda untuk gagap. Sementara itu, anak laki-laki usia sekolah dasar memiliki kemungkinan 3-4 kali lebih gagap daripada anak perempuan.

Bunda perlu tahu, anak-anak yang terindikasi gagap dan baru mengalami kesulitan di usia 4 tahun lebih mungkin punya risiko gagap berkelanjutan. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orangtua demi mengatasi gagap?

Kurangi Bentuk Stres atau Tekanan Saat Berkomunikasi dengan Si Kecil

Ada beberapa teknik berbeda yang bisa dipakai demi mengurangi tekanan pada anak saat sedang berbicara nih Bun. Bunda bisa memakai komentar seperti “Kamu bermain di luar hari ini di sekolah. Pasti menyenangkan!” dibanding hanya bertanya “Apa yang kamu lakukan di sekolah?”

Jangan Sungkan Mengajak Si Kecil Bicara Soal Kondisinya

Saat si kecil sadar kalau ia gagap, maka cara terbaik adalah bersikap terbuka dan membicarakannya dengan cara yang positif. Biarkan mereka tahu dan merasa tak masalah yang dialaminya. Tapi kalau ia justru merasa tak sadar dengan masalah ini, tidak perlu membahasnya lebih dahulu sampai Bunda menemui ahli patologi wicara-bahasa.

Latihlah Kesabaran Si Kecil ya Bun!

Bunda perlu memberikan waktu untuk si kecil demi menyelesaikan apa yang mereka katakan. Jangan terburu-buru atau mengganggunya. Jangan minta mereka untuk memperlambat atau mengatakan “pikirkan dulu apa yang ingin kamu katakan.” Kalimat seperti itu umumnya tidak akan menolong Si Kecil yang menghadapi kondisi gagap.

Bunda Bisa Jadi Sosok Model Bicara yang Baik

Bun, jadilah teman sekaligus model yang baik yang bisa memberikan kebiasaan bicara demi membantu si kecil yang gagap. Bunda bisa memperlambat kecepatan ketika sedang berbicara, memasukkan lebih banyak jeda di antara kalimat, dan berbicara dengan santai.

Carilah Seorang Profesional untuk Membantu si Kecil

Ada banyak cara untuk menemukan ahli patologi wicara-bahasa. Atau cobalah konsultasikan ke dokter anak supaya bisa memberikan rekomendasi. Bunda juga bisa bertanya kepada teman dan kerabat dengan anak yang juga memiliki masalah berbicara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top