Mom Life

Memilih Nama untuk Si Kecil Perlu Tiga Tahapan Penting Nih Bun

adorable-baby-blanket-161709

Nama untuk si kecil kelak akan menjadi identitasnya. Untuk itu, dalam memberikan nama untuknya tentu butuh persiapan yang panjang ya Bun. Butuh pertimbangan terbaik untuk menyematkan nama pada si Kecil. Nah, pada dasarnya ada tiga tahapan untuk mencari nama si keci. Meliputi pencarian nama, menggagas ide dan menyempitkan ide, baru akhirnya menemukan nama yang tepat. Berikut ini ulasannya Bun.

Tahap Mencari Ide untuk Nama Si Kecil

Siapkan buku catatan, kemudian tulislah setiap ide yang muncul di pikiran dalam sebuah daftar. Ide tersebut bisa saja muncul dari nama-nama tokoh terkenal, yang sedang hits ketika si anak lahir. Atau nama-nama yang memang diidam-idamkan sejak lama.

Namun ada pula tipikal orangtua yang hendak menamai anaknya dengan nama-nama religius atau kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang indah. Hal ini baik, namun pastikan Bunda dan ayah harus benar-benar tahu terlebih dahulu apa arti dari kata tersebut.

Misalnya “Akbar”, yang dalam bahasa Arab berarti “Besar dan Hebat”. Intinya, ide-ide yang berkesan dan mungkin terkait dengan pengalaman hidup Bunda dan Ayah.

Persempit Pemilihan Nama dengan Cara Berikut

Selain mencari ide-ide sendiri, pertimbangkan juga ya Bun bila mendapat saran dari keluarga untuk dimasukkan ke daftar ide. Setelah itu, mulailah untuk mengeliminasi ide-ide nama yang kiranya kurang pas. Ada beberapa pertimbangan untuk mencari nama bayi yang tepat, salah satunya adalah tidak sulit diingat dan dilafalkan.

Adam Alter, seorang psikolok asal New York University pernah mengatakan bahwa seseorang akan lebih senang mendengar nama-nama yang mudah dipahami otak. Bahkan hal ini tidak hanya bisa dilakukan untuk menamai anak, tapi juga perusahaan. Penelitian Alter di tahun 2005 menemukan bahwa nama perusahaan yang singkat dan dicetak tebal mempunyai performa yang lebih baik.

Hasil penelitian tersebut pun dapat diterapkan saat mencari nama bayi, terutama untuk lebih memudahkannya dalam berkehidupan di masa depan seperti saat sekolah dan memasuki dunia kerja.

Barulah Memilih Nama yang Tepat

Nah, di tahap ini, Bunda dan ayah diharapkan sudah sepakat dengan satu nama. Caranya, dari sejumlah ide yang ada tadi sudah dikerucutkan jadi beberapa saja. Pertimbangan utamanya yakni jangan gunakan nama yang terlalu panjang.

Cukup terdiri dari dua atau 3 kata saja, karena nama yang terdiri dari 4 kata atau lebih sangat terkesan kepanjangan. Biasanya kata terakhir adalah marga atau nama keluarga, sehingga yang kamu dan pasangan sebaiknya hanya mencari kata pertama dan kedua saja. Nah, Bunda pikirkan juga mengenai panggilan untuk si kecil. Jangan sampai menyiapkan nama panggilan yang sukar.

Langkah terakhir setelah menemukan nama yang tepat, cobalah untuk mengganti sebagian huruf agar terbentuk nama baru yang berbeda. Misal Bunda ingin menamai Si Kecil dengan “Hani”, mungkin bisa diganti menjadi “Hanny” atau “Hanni”, dan sebagainya.

Intinya, para orangtua tidak boleh sembarangan dalam mencari nama bayi. Sebab, ini akan berpengaruh pada kepercayaan diri si anak di masa depan. Hindari kata-kata berkonotasi negatif atau yang terlalu aneh yang bisa membuat anak di-bully nantinya. Selamat memilih nama bayi untuk si Kecil ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kurang Minum Air Saat Hamil Picu Kelainan pada Tumbuh Kembang Janin

drink-drinking-female-1458671

Bun, saat hamil, jangan sampai Bunda kurang minum ya. Sebab minum adalah aktivitas penting yang tak boleh dilewatkan. Bunda tentu tak ingin tumbuh kembang bayi dalam kandungan bermasalah kan?

Mengutip Kumparan.com, Ketua Indonesian Hydration Working Group, Prof. Budi Wiweko menjelaskan alasan mengapa Bunda yang sedang hamil harus tetap terhidrasi.

“Kita sudah melakukan studi pada ibu hamil di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, dan hasilnya menyatakan ibu hamil dia butuh kurang lebih 2,5 liter setiap hari,” papar Budi.

Budi mengatakan, ibu hamil membutuhkan lebih banyak air minum untuk membantu produksi air ketuban.

“Air ketuban itu berasal dari, yang paling banyak adalah dari urinenya bayi. Dan bayi itu volume urinenya akan cukup kalau dia mendapatkan jumlah nutrisi dan cairan yang cukup dari ibunya.”

Konsumsi air putih yang banyak pun akan membantu Bunda terhindar dari oligohidramnion atau jumlah air ketuban yang terlalu sedikit. Untuk ibu yang sedang hamil, konsumsi air bisa mencapai tiga liter air setiap harinya. Bunda perlu tahu, air ketuban yang terlalu sedikit dapat pertumbuhan bayi pun terhambat.

“Kalau janin, air ketubannya berkurang, efek sampingnya bisa satu pertumbuhan janinnya bisa terhambat. Dia kan untuk tumbuh butuh bergerak dengan aktif, jadi janinnya bisa kecil,” kata Budi.

Lebih lanjut, kekurangan air ketuban pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi memiliki kelainan anatomi, bahkan hingga menyebabkan kematian. Konsumsi air pada ibu hamil bisa mendukung periode emas 1.000 hari pertama anak. Pada 270 hari pertama periode emas, anak masih berada dalam kandungan dan bergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu.

“Selama di dalam rahim, komponen nutrisi itu menjadi komponen yang sangat penting dan salah satunya adalah air. Air itu merupakan makro nutrisi. Tentu sangat berpengaruh.”

Tapi bukan hanya ibu hamil, lho, Bun! Setelah melahirkan dan saat menyusui bayinya, Bunda juga masih membutuhkan konsumsi banyak air. Untuk itu, jangan sampai kurang minum ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bagaimana Kita Tahu Kapan Saat Melahirkan itu Sudah Tiba?

female-lady-mother-59894

Untuk para Bunda yang baru pertama kali merasakan kehamilan, tentu ada perasaan gugup saat usia kehamilan memasuki trimester akhir. Menantikan proses kelahiran menjadi momen langka karena Bunda sendiri tak tahu secara pasti kapan si kecil akan lahir. Hanya saja, Bunda dapat mengetahui waktu yang tepat untuk melahirkan melalui beberapa tanda.

Tahukah Bunda, ada kalanya kita sukar mengetahui apakah kontraksi yang Bunda rasakan adalah kontraksi menjelang melahirkan atau justru kontraksi palsu. Tapi yang pasti, kapan Bunda harus melahirkan adalah ketika air ketuban pecah. Nah, sebelum air ketuban pecah, Bunda atau Ayah harus menghubungi dokter saat kontraksi terjadi tiap 5 menit dan berlangsung selama 30-40 detik. Biasanya dokter akan meminta Bunda segera ke rumah sakit.

Tetap Tenang Saat Bunda Menelpon Dokter

Mungkin Bunda akan langsung berangkat ke rumah sakit begitu merasakan tanda-tanda melahirkan. Tapi ada juga yang menghubungi dokter sebelum memutuskan berangkat ke rumah sakit. Melalui telepon, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal di bawah ini:

  1. Kapan terakhir kali Bunda merasakan gerakan janin di dalam kandungan?
  2. Sejak kapan kontraksi terjadi, berapa sering dan berapa lamanya?
  3. Apakah ketuban Bunda sudah pecah atau Bunda mengalami pendarahan di vagina.

Bila Kontraksi Terasa Sakit, Ayah Jangan Tinggal Diam

Berdasarkan hal itu, dokter akan menyarankan apa Bunda masih harus menunggu di rumah atau segera ke rumah sakit. Nah itu tadi tanda-tanda umum, sementara untuk tanda-tanda darurat, dimana Bunda harus langsung berangkat ke rumah sakit dan menghubungi dokter jika Bunda merasakan hal-hal ini:

  1. Terjadi kontraksi, padahal kehamilan Bunda kurang dari 37 minggu.
  2. Bunda tidak merasakan gerakan bayi sekitar 8-10 jam atau kurang dari 10 gerakan dalam 24 jam.
  3. Kontraksi terlalu menyakitkan. Segera katakan pada Ayah kalau Bunda perlu ke Rumah Sakit.

Kenali Perbedaan Kontraksi  Nyata dan Palsu

Nah, mengenai kontraksi, ketika merasakan kontraksi, jangan terkecoh dengan kontraksi palsu atau dikenal juga dengan nama Braxton Hicks. Kalau ini kehamilan pertama dan Bunda belum mengenali kontraksi sebenarnya, mungkin Bunda mengira sudah saatnya melahirkan. Tapi tidak ada salahnya kalau Bunda menghubungi dokter untuk memastikannya. Jaga kondisi tubuh Bunda di masa kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan Bunda dan janin. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lengkap seputar nutrisi seimbang di masa kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Hal Sederhana Tentang Kehamilan Yang Sering Tak Dipahami Laki-laki

affection-couple-effect-2168821

Memang sudah kodratnya seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan penerus keturunan. Jangan disangka hamil adalah sesuatu yang mudah untuk dilalui. Sebab para Bunda punya cerita mereka masing-masing. Yang pasti, akan ada banyak perbedaan yang akan dirasakan ketika seorang wanita sedang mengandung buah hatinya. Tidak hanya tentang perubahan fisik, namun juga secara mental. Di saat seperti itu, peran seorang suami sangat diperlukan.

Nah, coba yuk katakan pada para ayah, untuk lebih sayang lagi ke Bunda yang sedang hamil. Lelaki tak cukup diam dan menunggu bayi sampai ia dilahirkan. Mereka pun juga perlu ambil tindakan dan memahami supaya sang istri merasa nyaman di masa-masa kehamilan sampai melahirkan. Teruntuk para ayah, ini dia sekelumit fakta yang sering tak disadari tentang kehamilan.

Adanya Hormon Kehamilan Bukanlah Mitos Semata

Mungkin istrimu tak akan memberi tahu tentang hal ini, tapi saat hamil, Ayah perlu tahu bahwa hormon-hormon kehamilan akan mengambil alih otak. Maklumi saja bila emosi Bunda kadang tak stabil. Atau saat ia lupa menaruh kunci bahkan melewatkan sesuatu yang biasanya selalu dilakukan. Tenang saja, hormonnya akan kembali normal saat bayi kalian lahir di dunia.

Ibu Hamil Selalu Perlu Bantal

Saat hamil, tubuh selalu terasa lelah. Apalagi bila usia kandungan sudah memasuki trimester akhir. Percayalah, Bunda pasti mencari sesuatu yang ‘empuk’ untuknya bersandar. Ya, ibu hamil selalu membutuhkan bantal. Sekarang bagaimanapun keadaannya, biarkan istrimu istirahat dengan bantal favoritnya.

Jangan Mengomentari Nafsu Makannya

Kunci utama kebahagiaan Bunda saat hamil adalah melihat makanan atau camilan yang tersedia di rumah. Maka bila ia lapar, sediakan makan untuknya. Saat hamil, seorang perempuan akan lebih banyak makan daripada biasanya. Ini karena bayi dalam perutnya juga perlu makan. Untuk itu, sediakan banyak makanan di dalam rumah, dan yang tak kalah penting, jangan mengomentari nafsu makannya ya.

Ayah Tak Perlu Mengkritik Apapun Tentang Bunda

Tak usah bicara yang aneh-aneh alias mengomentari seberapa besar perubahannya. Perempuan tentu menyadari hal itu. Bahkan ia mungkin tak mau membicarakan perubahan fisiknya kendati memang sangat terlihat kalau berat badannya bertambah. Jangan menambah lukanya dan katakan saja “Kamu sangat cantik”, iya katakan saja hal itu.

Sejatinya Seks Saat Hamil Tidaklah Berbahaya

Saat hamil, ada pasangan yang tetap aktif melakukan aktivitas seksual. Namun ketahui dulu suasana hati Bunda. Belum tentu istri ayah menikmatinya juga. Pertimbangkan tentang perubahan kebutuhan seks pada Bunda. Sebab ada beberapa perempuan yang menjadi hypersexual saat hamil, sementara yang lainnya kehilangan minat.

Kehamilan Adalah Tentang Dia

Pasangan mana yang tak bahagia bila mendapati kabar kehamilan istrinya? Ayah pun juga begitu kan? Tapi saat hamil, Bundalah yang paling mengalami perubahan selama kehamilan. Jadi biarkan dia yang menjadi pusat perhatian.

Tak Usah Banyak Bertanya, Lakukan Saja ya Ayah

Jika istrimu memintamu melakukan sesuatu, lakukan saja selama hal itu bisa kamu lakukan. Jangan membuatnya kecewa hanya dengan bertanya. Di lain sisi, ia bukannya berubah jadi pemalas, namun ia jadi cepat lelah. Bayangkan saja saat tubuhmu membesar 2 kali lipat dari ukuran normal, terjaga setiap malam karena perutnya yang besar terkadang tak membuatnya nyaman, tak boleh terlalu banyak duduk atau berdiri, dan hal lainnya. Pahamilah, dia hanya lelah. Jangan menyalahkannya karena malas ya ayah. Temani Bunda sampai di ruang persalinan dan si kecil lahir ya. Semangat untuk para ayah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top