Parenting

Manfaat Bernyanyi untuk Anak; Meningkatkan Memori dan Semangat Belajarnya

mother-84628_640

Musik merupakan salah satu bagian yang penting dalam kehidupan ini. Bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak pun menyukai musik beserta nyanyiannya. Itulah sebabnya banyak para orangtua dan guru yang sering menggunakan metode menyanyi saat mengajarkan sesuatu kepada anak. Dengan metode menyanyi inilah anak akan lebih cepat menyerap sesuatu yang sedang diajarkan. Selain itu, musik pun memiliki fungsi sebagai sarana untuk menenangkan anak. Hal itu terbukti saat anak menangis atau saat mereka mau tidur, para orangtua biasanya akan menyanyikan lagu-lagu untuk anaknya sampai dia tertidur.

Sementara menurut psikolog dari Kanada, Sandra Trehub mengungkapkan bahwa bayi lebih cepat untuk mengenal suara ibunya dibandingkan dengan wajah. Ini sebagai bukti bahwa suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk anak. Sehingga wajar saja jika banyak orang tua jaman dulu banyak yang menggunakan suara, baik itu berbentuk nyanyian maupun dongeng saat akan menidurkan anaknya.

Memberikan Ketenangan bagi Anak

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas bahwa salah satu manfaat dari nyanyian adalah dapat memberi efek menenangkan bagi anak. Si kecil akan meraasa tenang saat dia mendengarkan nyanyian, terutama jika itu dinyanyikan oleh ibunya.

Karena dapat menenangkan, maka alangkah baiknya jika anda menyanyikan beberapa lagu saat anak berisik dan membuat suara-suara gaduh. Cara tersebut akan jauh lebih baik dibandingkan bila Bunda marah-marah yang justru membuat anak menjadi stres oleh ucapan Bunda. Apalagi jika Bunda sampai mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya diketahui oleh anak. Namun dengan musik dan nyanyian, Bunda bisa menenangkan anak tanpa harus berteriak dan marah-marah.

Sarana untuk Memberi Pemahaman Emosi pada Buah Hati

Manfaat kedua dari nyanyian adalah dapat menjadi sarana untuk memberi pemahaman emosi kepada anak. Musik merupakan sarana yang baik untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan. Baik ada liriknya ataupun tidak, musik tetap bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik lagi. Selain itu, musik pun mampu mengatur ritme kegiatan sehari-hari seseorang. Melalui musik, anak bisa belajar untuk mengartikan emosinya.

Mempererat Hubungan Antara Bunda dan Si Kecil

Ternyata musik juga memiliki manfaat untuk mempererat hubungan antara orangtua dengan anaknya. Suara-suara seluruh anggota keluarga, terutama suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk perkembangan bayi. Selain itu, melalui musik pula bayi akan mengikuti kondisi yang ada di sekitarnya. Si kecil akan mengingat suara-suara yang didengarnya. Begitu banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa musik merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan memori dan semangat belajar.

Media Belajar yang Menyenangkan untuk Anak

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mempercepat anak dalam menangkap materi pelajaran adalah dengan menggunakan metode menyanyi. Melalui metode yang satu ini, belajar menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak, dia akan lebih cepat menerima pelajaran karena suasana belajar yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadi Seorang Ibu Tak Ada Sekolahnya, Itu Dulu Bun, Karena Sekarang Sudah Ada!

omar-lopez-716653-unsplash

Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, bahkan banyak pula yang menyerah karena merasa tak sanggup untuk menjalaninya. Benar memang, setiap orang memang pula pandangan yang berbeda-beda. Tapi, jika beberapa perempuan akan bilang tak bisa menjadi seorang ibu karena tak paham bagaimana carannya. Kali ini pemerintah Kota Bogor menjawabnya.

Diharapkan akan jadi sarana yang bisa membantu para perempuan mempersiapkan dirinya. Kemarin, pemerintah Kota Bogor, baru saja meresmikan Sekolah Ibu yang juga merupakan wadah pertama di Indonesia, yang akan jadi tempat untuk para ibu bisa belajar. Didirikan sebagai wadah yang akan menyelamatkan keluarga dari berbagai macam masalah, sekolah ini diharapkan akan bisa membantu para perempuan meningkatkan kapasitasnya dalam hal mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak.

tanja-heffner-252586-unsplash

“Jadi persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian, pada hari Selasa, 17 Juli 2018 kemarin.

Rencananya, Sekolah Ibu ini akan mulai berjalan pada Kamis, 19 Juli 2018 besok, secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Adapun tempat atau ruang pembelajaran yang akan digunakan, adalah aula yang berada di setiap  kantor kelurahan.

Tak hanya meresmikan pembukaan Sekolah Ibu-nya saja, Pemkot Bogor juga melakukan pelantikan untuk beberapa tenaga pengajar yang akan jadi pendidik di Sekolah tersebut. Disamping itu, para pengajarnya pun juga telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Dimana sebelumnya, mereka juga telah mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan ramadan lalu.

pedro-nogueira-637466-unsplash

Masih dari Yane, ia mengatakan bahwa “Untuk jumlah pengajarnya sendiri ada 68 orang, dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga,”

Hal lain yang juga dipaparkan pada acara peresmian Sekolah Ibu ini adalah, modul yang diberikan para pengajar ini disusun langsung oleh pengurus TP-PKK. Nah, jika kamu adalah seorang perempuan yang masih belum merasa mampu jadi ibu, ingin belajar jadi ibu atau yang sedang ingin menikah dan akan jadi ibu. Kamu boleh mendaftar di kelurahan masing-masing, yang berarti kamu adalah warga kota Bogor ya. Untuk bahan pembelajaran dan modul nanti akan disesuaikan, dengan kapisitas pertemuan wajib sebanyak 18 kali.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti juga menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

Nah, para bunda bagaimana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Muda Perlu Tahu Caranya Membesarkan Anak Demi Tumbuh Jadi Balita yang Selalu Bahagia

pexels-photo-713959 (1)

Menjadi orangtua itu tak ada pendidikan, pelatihan, atau sekolahnya. Semua tugas selama jadi ibu dan ayah semula dilakoni dengan bermodalkan intuisi, keyakinan, dan rasa percaya kalau kita bisa jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita. Tapi pernahkah kita memikirkan, sudah bahagiakah anak kita selama ini? Sebab di usianya, terutama untuk anak Bunda yang masih berusia balita, kebahagiaan ditentukan juga karena pola asuh orangtuanya lho. Selagi ia masih kecil dan masih membutuhkan dua tangan orangtuanya untuk selalu menjaganya, maka kebahagiaan anak adalah tanggung jawab besar setiap orangtua.

Berusaha Tidak Jaim Saat Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Ada tipikal anak yang suka aktivitas di luar ruangan dan aktif sekali. Ia suka main sepeda, berlari kesana kemari, bahkan sering mengajak ayah ibunya untuk mau melibatkan diri dengannya alias jadi teman mainnya. Tapi sayangnya, ada tipikal orangtua yang masih merasa jaim sehingga memilih untuk membiarkan si anak main sendiri kendati buah hatinya sudah meminta agar ditemani main. Hmmm, besok-besok coba yuk Bun untuk menepis dahulu rasa malu atau jaim dan utamakan keceriaan si kecil karena puas dan senang bisa bermain dengan orangtuanya.

Menyuapi Anak Tidak Membuat Anak Lantas Jadi Manja, Justru Itu Semakin Membuatmu Akrab dengan Buah Hati

Tak usah ambil pusing perkara omongan orang yang suka bilang kalau terbiasa menyuapi anak justru bisa membuat si anak menjadi manja. Di lain sisi, menyuapi anak sebenarnya memperkuat ikatan orangtua dan kita jadi lebih sering bercengkrama dengan si kecil lho Bun. Si kecl akan merasa diperhatikan dan menemukan kawan yang tepat yang bisa selalu ada untuknya, yaitu Bunda sebagai orangtuanya. Karenanya, jangan pikirkan pendapat orang ya Bun. Kalau mau suapi si kecil, suapi saja sembari mengajaknya bercengkrama.

Mengajarkan Si Kecil Untuk Menganalisis Sesuatu Lebih Baik Dimulai Sejak Ia Masih Kecil, Bun!

Kelak saat ia dewasa, modal yang diperlukan untuk jadi sosok yang bahagia adalah bisa melihat segala sisi dengan tetap positif. Hal ini tak akan diperoleh si kecil kalau sejak dini Bunda tak mengajarkan ia untuk menganalisis sesuatu. Membuat si kecil untuk lebih peka terhadap sekitarnya ya saat usianya masih balita. Ajarkan hal-hal yang sekiranya bisa mengasah intuisinya agar lebih detail dan berempati dalam melihat sekitarnya ya Bun.

Orangtua Pun Punya Peran Mengenalkan Cara Komunikasi yang Baik pada Si Kecil

Bun, soal etika dan perilaku si kecil, ini juga jadi tanggung jawab Bunda. Mendidik si kecil agar tumbuh jadi anak yang sopan akan membuatnya disukai lingkungannya dan akhirnya membuatnya ceria dan tidak jadi anak yang minder. Mendidiknya untuk bisa berkomunikasi dengan baik, tak hanya dengan anak sebaya tapi juga dengan orang dewasa, akan membuat si kecil belajar menghargai dan menumbuhkan semangat positif dalam dirinya.

Orangtua yang Mau Anaknya Bahagia, Tak Akan Pernah Membentak Anak Mereka

Ini juga penting. Ketika anak melakukan kesalahan atau ia sedang sedih namun tak mau menceritakan sesuatu pada orangtuanya, Bunda jangan sampai membentaknya ya. Hal semacam itu hanya membuat psikologisnya jadi terganggu dan menurunkan rasa percaya buah hati ke orangtuanya. Jadilah orangtua yang hangat yang bisa mau melembutkan hati untuk terus memahami si kecil ya Bun!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top