Kesehatan Ibu & Anak

Ini Manfaat ASI dan Aturan Pemberiannya

Asi, manfaat asi

Bayi minum susu ternyata ada aturannya. Berikut penjelasannya:

• Hingga usia 1 tahun, susu (ASI atau Air Susu Ibu) merupakan makanan utama bayi. Hanya saja, diatas usia 6 bulan, susu tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jadi, mau tidak mau harus dilengkapi dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI).

• Agar kebutuhan susu bayi Anda tidak berkurang seiring dengan dimulainya pemberian MPASI, buat saja menu makanan yang dicampur dengan ASI atau susu. Di usia 7 bulan, tekstur makanan harus lembut.

• Pilih bahan dasar bubur, yakni beras, kentang, labu kuning, ubi cilembu, oatmeal, kukus apel atau pir, mangga, alpukat, jagung, brokoli, kacang hijau, dan lainnya. Setelah dilembutkan, masukkan ASI atau susu. Meski sudah mengonsumsi MPASI, asupan susunya harus tetap terjaga.

• Sebenarnya, tidak ada patokan baku berapa banyak susu yang dibutuhkanu. Sekitar 700 – 800cc (termasuk yang dimasukkan ke makanan, dengan asumsi makan 2 – 3 kali sehari) sudah cukup. Atau, Anda bisa menyiasatinya dengan cara memberinya minuman, berupa ASI atau susu, ketika anak makan. Agar asupan ASI tetap mencukupi kebutuhan bayi, pastikan MPASI tidak terlalu banyak dan sering.

 

Berikut manfaat ASI

 

Asi, manfaat asi

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Alasan Ketika Ibu Tak Menyusui Bayi | Sayangi Anak

  2. Pingback: Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Alasan Ketika Ibu Tak Menyusui Bayi | Sayangi Anak

  2. Pingback: Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Para Ibu Perah dengan Aktivitas Pumping di Tempat Kerja

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, dengan kemarin ketika Bunda masih mengandung buah hati.

Untuk Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Dan salah satu hal yang cukup membuat resah, adalah kebutuhan si kecil akan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi Bunda tak perlu khawatir, keputusan memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama ini justru akan menjadi pengalaman yang luar biasa indah.

Hal yang Paling Utama, Bunda Harus Belajar Bagaimana Teknik Pumping yang Benar

rsz_tanja-heffner-252586

Menjadi ibu perah untuk anak bayi di rumah itu artinya Bunda harus tahu bagaimana proses pumping. Mulai dari bagaimana caranya untuk mengeluarkan ASI dengan alat pumping, hingga pada waktu kapan payudara kita akan menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik tentunya.

Demi menghindari hal yang mungkin menganggu, Bunda bisa latihan terlebih dahulu saat di rumah. Dengan begitu saat nanti sedang ada di kantor untuk bekerja, Bunda tak kerepotan untuk melakukannya.

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Memang sih tujuan Bunda berangkat ke kantor tentu untuk bekerja, namun kini telah ada kewajiban lain yang harus dilakukan. Nikmatnya menjadi seorang ibu, adalah ketika Bunda tak pernah merasa terbebani untuk melakukan beberapa hal untuk si kecil yang disayangi.

Rasanya tak ada alasan untuk bisa lupa, kecuali Bunda mungkin sedang dalam situasi yang darurat dan buru-buru. Karena satu hari tanpa melakukan pumping saat di kantor, tentu akan mengurangi stok ASI di rumah yang harusnya sudah bisa bertambah.

Mulai dari alat peras, botol higienis ASI, kain lap untuk membersihkan alat peras dan area payudara, hingga cold storage untuk menyimpan ASI.

Mulailah Beradaptasi pada Aktivitas Pumping dengan Melatih Diri Lebih Rileks

rsz_linkedin-sales-navigator-402819

Untuk pengalaman pertama, aktivitas pumping ini tidak akan mudah. Kita bisa saja merasa nervous, takut atau bahkan tiba-tiba malu. Padahal kita melakukannya seorang diri loh. Dan kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, juga memicu berhentinya produksi ASI.

Jadi Bunda harus memastikan diri sedang rileks, nyaman dan dalam keadaan senang atau bahagia saat akan melakukan pumping.

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan yang Benar-benar Nyaman

rsz_samantha-gades-367198

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk karyawati yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

Tak Berada di Rumah Bersamanya Itu Berarti Bunda Harus Bisa Mengatur Stok ASI Agar Cukup Untuknya

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

Suatu kali mungkin tanpa tahu apa sebabnya, si kecil tiba-tiba kehabisan stok ASI di rumah. Dan jelas, hal-hal seperti ini harusnya jadi tanggung jawab kita sebagai ibunya. Bukan dia yang menjaga anak di rumah.

Aktivitas memerah ASI umumnya bisa kita lakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika tidak bersama bayi. Kuncinya, Bunda memang harus disiplin dengan berusaha memerah ASI setidaknya 3 jam sekali dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk setiap payudara. Bunda pun perlu tahu jika frekuensi memerah akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

rsz_sean-roy-202825

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui  si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah.

Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Bagaimana Bun? Pernah merasakan perjuangan yang sama? Yuk share di kolom komentar.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Alasan Ketika Ibu Tak Menyusui Bayi | Sayangi Anak

  2. Pingback: Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kerap Dilakukan Sehari-hari, Menyusui Sambil Bermain Gadget Ternyata Berbahaya

pexels-photo-235243

Gadget telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, ponsel pintar telah berhasil menarik jutaan orang yang ada di seluruh dunia, bukan hanya mereka yang berusia muda tapi orang tua pun banyak yang tertarik. Aneka fitur yang disematkan di dalamnya, membuat keberadaaan gadget layaknya kebutuhan.

Namun ternyata kecanggihan teknologi yang satu ini tidak selalu menimbulkan dampak baik. Salah satu dampak negatif dari gadget adalah adanya para ibu yang menyusui sambil bermain gadget. Aktivitas ini ternyata memiliki dampak negatif, terutama untuk si kecil loh Bunda.

Dapat Menghilangkan Kepekaan Ibu Terhadap Keadaan Anaknya Yang Tengah Disusui

Keasyikan bermain gadget dapat membuat ibu tak tahu keadaan buah hatinya. Bisa saja karena fokus dengan gadgetnya, ibu jadi tak tahu saat anaknya telah kenyang atau bahkan ngompol. Kondisi-kondisi seperti ini hendaknya diketahui oleh ibu agar dapat memberikan ASI-nya sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Belum Lagi Keterikatan Antara Ibu Dan Anak Yang Bisa Ikut Rusak

Keterikatan antara ibu dan anak pada masa-masa awal usianya sangatlah penting. Namun hal itu bisa rusak akibat ibu yang memainkan gadget-nya pada saat menyusui. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosi anak pada saat telah dewasa nanti. Salah satu dampak yang cukup serius adalah anak jadi bisa memiliki masalah kecemasan saat dia besar nanti.

Lebih Parahnya Lagi, Anak Pun Merasa “Dicuekin”

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anda sedang mengajak bicara dengan suami namun dia justru lebih memperhatikan tayangan pertandingan sepak bola yang ada di layar kaca? Rasa kesal dan jengkel tentu akan anda rasakan. Begitu pula dengan bayi anda. Dia akan merasa bahwa ibunya lebih perhatian dengan gadget atau hal lainnya dari pada dengan dirinya.

Sehingga pada beberapa kasus, ada ibu yang putingnya digigit oleh anaknya saat sedang menyusui. Hal itu terjadi karena saat sedang menyusui ibu tidak fokus terhadap anaknya. Mungkin saat itu ibu sedang bermain gadget, menonton TV, atau aktivitas lainnya yang membuat konsentrasi ibu terpecah. Mengigit puting adalah salah satu ekspresi anak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada ibunya.

Meski Begitu Ada Beberapa Ahli Psikologi Anak Yang Memperbolehkan Ibu Menyusui Sambil Memainkan Gadget

Meskipun banyak ahli psikologi anak yang tidak menyarankan para orangtua memainkan gadget sambil menyusui, namun ada beberapa ahli psikologi anak juga yang menganggapnya tidak masalah. Menurut mereka bahwa ibu adalah seseorang yang mampu melakukan beberapa aktivitas sekaligus atau disebut multitasking. Sehingga meskipun sambil menyusui buah hatinya, ibu masih diperbolehkan untuk memainkan gadgetnya.

Pada Akhirnya Fokus Saat Menyusui Dan Hanya Menggunakan Gadget Saat Ada Hal Yang Penting Saja Akan Jauh Lebih Berarti Untuk Anak

Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang menurut anda paling bisa diikuti? Tentu yang paling tepat adalah berhati-hati dalam mendidik dan menjaga buah hati kita. Tentu para ibu lebih menyayangi anak-anak daripada sebuah gadget bukan? Untuk itu, fokuskan diri saat sedang menyusuinya. Anda dapat bermain gadget saat sedang menyusui si kecil jika memang ada pesan yang sangat penting dan membutuhkan balasan segera. Cara ini jauh lebih baik dari pada anda keasyikan bermain gadget sementara si kecil yang ada di pangkuan dicuekin begitu saja.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Alasan Ketika Ibu Tak Menyusui Bayi | Sayangi Anak

  2. Pingback: Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Menyusui untuk Memberikan ASI Ekslkusif Memang Butuh Perjuangan, Tapi Demi yang Terbaik untuk Buah Hati akan di Perjuangkan

perjuanganASI

Sudah semakin banyak ibu dan calon ibu yang sudah menyadari pentingnya ASI Ekskusif untuk buah hatinya.  Kini nemberikan ASI Ekskusif tentu saja menjadi keinginan para ibu. Karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

perjuanganASINamun bukan sesuatu yang mudah memberikan ASI Ekskusif. Memberikannya penuh tantangan dan perjuangan. Tantangan  ada dalam ibu itu sendiri, dari pasangan maupun dari lingkingan. Butuh perjuangan dan tidak mudah, terkadang harus ada yang di korbankan.

Tak Semua Ibu bisa memberi ASI nya, bukan karena sepenuhnya tidak bisa

Menerima ASI Ekskusif adalah hak setiap bayi. Dan memberi ASI adalah sebuah kewajiban yang harus dijalani oleh seorang ibu pada bayinya paling tidak sampai bayi berusia 6 bulan. Memang, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Namun pada beberapa keadaan, seorang ibu sebaiknya menunda sampai menghentikan pemberian ASI dengan alasan manfaat kesehatan pada diri ibu dan bayi.

Perjuangan ketika Inisiasi Menyusui Dini (IMD), jangan menyerah

Moment pertama menyusui tentu sesuatu yg luar biasa bagi seorang ibu.  Jika ASI lancar, tentu membuat Ibu bahagia. Apalagi bisa terus-terusan lancar.

Akan tetapi jika tidak lancar atau kendala? Puting susu ibu yang  datar atau terbenam, memang kurang menguntungkan tetapi sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Pada puting susu ibu lecet dan sangat perih. Pada payudara bengkak sehingga badan demam. peradangan pada payudara dan masalah-pasalah lainnya.

Akan tetapi demi buah hati tercinta, tidak menyerah dan terus memotivasi diri. Memang berat tapi untuk buah hati harus di perjuangkan.

Jika ASI Belum Keluar dalam beberapa hari setelah melahirkan tentu saja Panik, walau tahu bayi dapat bertahan selama itu tanpa asupan apapun

Ibu paham bahwa bayi dapat bertahan selama itu tanpa asupan apapun, namun tetap saja masa-masa menunggu keluarnya ASI tersebut merupakan masa-masa yang menyesakkan dada. Godaan dan tekanan untuk memberikan susu Formula pun datang. Terkadang godaan banyak bermunculan justru dari orang-orang terdekat.

Memberikan ASI ekslusif memang membutuhkan Komitment banyak pihak. Tidak hanya Ibu dan pasangan, tapi semua keluarga besar

Memberikan ASI Ekskusif  tentu saja butuh komitment dari Ibu dan pasangannya. Termasuk ketegasan diri, membentengi anak agar tidak gampang menerima pemberian sufor atas beberapa saran dari keluarga besar.

Sebelum melahirkan, Ibu perlu mengkomunikasikan jika akan memberikan ASI Ekskusif pada si buah hati. Tak hanya pada suami, tetapi pada keluarga lainnya, seperti ayah dan Ibu kita serta mertua. Komunikasinyapun tidak cukup hanya sekali, perlu berkali-kali.

Setiap Tiap 2-3 jam sekali mama menyusui dan memompa

Demi memberikan ASI Ekskusif, Ibu rela dan iklas setiap 2-3 jam sekali menyusui dan memompa. Itu agar kebutuhan ASI Ekskusif buat hati tercukupi.

Apalagi untuk Ibu yang bekerja dan masih dalam waktu cuti. Selama masih libur adalah waktu terbaik untuk pumping dan menyetok persediaan ASI agar ketika waktu kerja, ASIP untuk buah hati tetap tersedia.

Bangun tengah malam untuk menyusui walau dari pagi sampe malam sudah beraktivitas

Walau harus terbangun tengah malam untuk menyusui langsung, walau seharian berakitivitas tidak menjadi masalah. Kantuk menyerang bukan halangan, lelah menerpa bukan jadi kendala karena yang terpenting buah hati mendapatkan ASI Ekskusif.

Setelah itu dilanjutkan dengan pumping asip utk stok bukan hal yg mudah tapi tetap dilakukan.

Ibu yang tak pernah bosa membersihkan botol-botol ASI

Ibu juga tidak penah bosa akan aktivitas steril botol-botol bekas ASIP dan pompanya. Mungkin kadang sampai harus menahan kantuk agar semua peralatan bisa kembali bersih dan hygienis-siap pakai besoknya,sehingga berangkat kantor semua sudah tinggal angkut.

Demi ASI Ekskusif, Badan tidak mudah kembali singset seperti dulu. Tapi tidak jadi masalah

Tentu saja ibu tidak bisa berharap badan bisa kembali langsing singset mempesona seperti dulu. Ibu harus merelakan, minimal setahun ini mengkesampingkan semua keinginan utk kembali tampil kurus dan seksi demi sang buah hati. Karena jika diet itu sama dengan mengurangi produksi ASI.

Merelakan diri mengurangi untuk Jalan. Kalaupun bisa ya, ya harus siap dengan semua kerepotan membawa peralatannya

Tentu sebelum hamil dan melahirkan, ibu bisa jalan bersama keluarga dan teman. Entah hanya sekedar belaja ke mall, nongkrong dll.  Setelah melahirkan tentu saja kegiatan itu harus dikurangi.  Kalaupun bisa ya, ya harus siap dengan semua kerepotan membawa perlajaran pompa ASI,beberapa botol,cooler bag dan blue ice dll.

Jalan harus wajib kubawa kemana mana adalah pompa ASI,beberapa botol,cooler bag dan blue ice

Ketika terpaksa harus jalan, ya ibu harus siap dengan peralatan ASI seperti pompa ASI, beberapa botol,cooler bag, blue ice dan lainnya. Ketika jalannya juga harus mencari tempat dan menyempatkan untuk memberikan ASI langsung atau sekedar untuk pumping.

Apalagi untuk Ibu yang bekerja. Waktu cuti habis dan bersiaplah dengan perjuangan ASI Ekskusif untuk Ibu bekerja

Rela meluangkan waktu di jam istirahat dan makan siang untuk pumping. kadang curi-curi waktu di jam kerja ketika kerjaan tidak menumpuk

Mengorbankan waktu istirahat dan makan siang untuk memerah demi buah hati. Kala teman-teman yang lain di makan siang, ibu malah merah. Kadang jika tidak bisa dilakukan di jam makan siang, ibu mencuri-curi waktu saat perkerjaan tidak terlalu banyak.

Menyenangkan jika kantorya menyediakan nursery room. Untuk yang tidak, kadang pumping harus di pantry, jika terpaksa harus di meja sendiri

Tidak semua kantor menyediakan nursery room  walaupun secara undang-undang mengharuskan. Ibu yang harus pumping tentu saja menyenangkan jika harus  nursery room. Jika tidak ada ada nursery room, kadang harus  pantry kantor atau di meja sendiri.

Selain tas untuk urusan kerjaan, satu tas perlatan ASI lagi yang wajib dibawan

Selain membawa tas untuk kerjaan kantor,  Ibu juga bawa satu tas lainnya. Tas ini wajib dobawa berisi pompa ASI,beberapa botol,cooler bag, blue ice dll. Tentu sangat melelahkan. Apalagi kalau harus naik kendaraan umum, di jakarta pula. ribetnya luar biasa.  tapi untuk persediaan ASI untuk sang buah hati, itu tetap dilakukan.

Panik dan Sedih jika tidak bisa pumping  karena kita tidak bisa meninggalkan urusan kantor

Jika sudah mendekati Waktunya pumping, tapi masih meeting. Waktunya pumping tapi kerjaan belum selesai. itu rasanya panik sekali, ada rasa sesak didada.

di Kantor menahan kantuk dan lelah luar biasa karena semalam harus begadang demi sang buah hati

Ngantuk di kantor adalah makanan hari-hari. di Kantor lelah karena sudah terlalu ribet dengan aktivitas rumah. Karena semalam sudah begitu sibuk untuk mengurus buah hati dan rumah.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Alasan Ketika Ibu Tak Menyusui Bayi | Sayangi Anak

  2. Pingback: Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top