Mainan Anak

Mengingatkan kembali! Ini Mainan Anak yang Jarang Dimainkan oleh Anak Masa Kini dan Cara Memainkannya

bermainanak

Sekarang ini kita sudah sangat jarang melihat anak memainkan permainan-permainan tradisional. Anak saat ini lebih banyak memainkan mainan-mainan berupa game digital baik di Komputer maupun di Smartphonenya.

Untuk mengingatkan kembali, berikan ini Mainan Anak yang Jarang Dimainkan oleh Anak Masa Kini dan Cara Memainkannya

Bola bekel

Salah satu permainan jadul yang mulai terlupakan adalah bola bekel. Permainan ini menggunakan bola karet yang bisa memantul dan juga biji logam yang harus ditangkap oleh pemain. Permainan bola bekel dimainkan berdasarkan level, semakin lama permainan akan menjadi semakin sulit, maka dari itu dibutuhkan keterampilan dan kesabaran. Kemampuan menangkap bola menjadi penentu permainan ini.

Congklak

Congklak atau disebut juga dakon di daerah Jawa ini merupakan permainan tertua di Indonesia dengan menggunakan papan dan juga biji – bijian. Papan panjang yang dilubangi menjadi wadah dan pemain harus memasukkan biji – biji ke dalamnya. Siapa yang memiliki biji terbanyak akan menjadi pemenangnya. Sayangnya, permainan ini hanya bisa dimainkan dengan dua orang saja.

Monopoli

Monopoli juga salah satu permainan papan paling terkenal di dunia lho! Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, jika mendarat di petak yang belum dimiliki orang lain, pemain dapat membeli petak tersebut dengan harga yang ditentukan. Sebaliknya, jika petak tersebut sudah dimiliki pemain lain, kita harus membayar pemilik petak dengan uang sewa yang ditentukan.

Kelereng

Kelereng atau gundu ini merupakan permainan yang biasa dilakukan oleh anak laki – laki. Permainan dimulai dengan menggambar segitiga sama kaki di tanah kemudian para pemain meletakkan satu kelereng mereka di atas gambaran segitiga tersebut. Lalu, masing – masing pemain melempar kelereng mereka dari jarak 2 – 3 meter. Permainan ini minimal dimainkan oleh 3 orang dan maksimal 6 orang. Pemain yang mampu mengenai semua kelereng di dalam segitiga tersebut akan keluar sebagai pemenangnya.

Petak Umpet

Sesuai dengan namanya, petak umpet adalah permainan dimana 1 orang menjadi penjaga, biasanya menghadap tembok dan menutup matanya lalu mulai menghitung sampai 10 atau hitungan yang sudah disepakati bersama, sementara pemain lain akan bersembunyi di beberapa tempat. Setelah si penjaga selesai menghitung, penjaga akan mulai mencari pemain lain yang bersembunyi. Permainan ini dapat dilakukan dengan minimal 2 orang.

Tapak Gunung

Biasa disebut juga dengan engklek di Jawa ini merupakan permainan yang simpel dan tidak memerlukan banyak alat. Yang menjadi kunci utama permainan ini adalah kekuatan dan keseimbangan kaki si pemain. Setiap pemain harus menapakkan satu kakinya di tanah sementara kaki yang lain harus diangkat. Permainan dimulai dengan melemparkan sebuah batu dan tidak boleh keluar dari garis, pemain harus melompat sesuai dengan angka yang tertulis di tanah. Jika batu atau kaki pemain melewati garis maka pemain akan kehilangan giliran dan harus berhenti.

Lompat Tali

Lompat tali biasanya identik dengan kaum perempuan tapi, tak sedikit juga anak laki – laki yang ikut bermain. Permainan ini tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu, mulai dari yang rendah sampai tertinggi. Namun, jika pemain gagal melompat maka pemain tersebut harus mengganti posisi dengan si pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

Ular Naga

Permainan ini dilakukan secara berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah pada sore hari. Permainan ular naga akan lebih menyenangkan jika dilakukan di area yang luas seperti lapangan atau taman dengan diikuti 5 – 10 orang pemain. Para pemain berbaris melewati ‘gerbang’ yakni dua pemain yang berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Sambil menyanyikan lagu, pemain yang berbaris akan berjalan melewati si ‘gerbang’ sampai akhirnya salah satu pemain akan ditangkap oleh ‘gerbang’ dan memilih ‘gerbang’ mana yang menjadi pilihan.

Layang – Layang

Layang – layang, layangan atau wau adalah lembaran bahan tipis berkerangka yang terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali yang kemudian diterbangkan ke udara dengan memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Selain terkenal sebagai permainan, layangan juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Gasing

Disebut juga gasing, gangsing atau panggal, merupakan permainan yang bisa berputar pada poros dan seimbang pada suatu titik. Cara memainkannya tidak lah sulit, yang terpenting adalah si pemain tidak boleh ragu – ragu saat melemparkan gasing ke tanah.

Patah Pinggang

Cara memainkannya:  Cari satu buah batu yang gepeng, yang bisa diposisikan berdiri di atas tanah. Dan satu batu yang gepeng pula yang jadikan senjata untuk masing-masing anak. Kemudian sekumpulan anak beradu dengan hompimpa untuk mengundi urutan siapa yang akan bermain duluan. Setelah ditemukan urutan anak yang akan bermain, maka dimulailah permainan dengan meletakkan batu milik masing-masing anak di atas punggung kaki, kemudian dengan jarak yang ditentukan, kaki tersebut diayunkan kemudian diarahkan ke batu gepeng yang posisinya berdiri di atas tanah sebagai titik acuan, jika batu gepeng yang di atas tanah tersebut jatuh hingga posisinya tertidur, maka anak tersebut boleh melanjutkan permainan dengan gaya lempar batu gepeng hingga sampai pada posisi yang namanya patah pinggang. Namun jika belum berhasil, anak tersebut akan digantikan oleh teman lain dengan urutan selanjutnya, dan anak yang kalah tadi harus mengantri lagi pada urutan terakhir. Posisi patah pinggang tersebut adalah seperti posisi menungging, namun posisi menunggingnya terbalik, kepala di arahkan ke belakang mengarah pada punggung belakang kita, kemudian dengan posisi tersebutlah seorang anak melempar batu gepengnya ke arah batu gepeng acuan dengan pandangan seperti kaki di kepala, kepala di kaki.

Kuda Loncat

Cara memaninkannya: Satu orang anak diposisikan sebagai tiang yang akan diadu untuk suit pada lawan. Satu anak yang kalah pada sesi hompimpa harus bersedia memposisikan dirinya seperti kuda yang tertunduk seperti hendak rukuk pada saat sholat, dan tangannya bersandar pada anak yang menjadi tiang tadi. Lalu anak-anak lain yang menang pada sesi hompimpa, mereka berbaris satu persatu untuk menaiki punggung si kuda tadi secara bergantian, kemudian adu suit pada si anak tiang, jika si anak yang menunggang menang, maka dia harus berbaris lagi di belakang teman yang lain untuk menunggangi kuda lagi, namun jika si anak yang menunggangi kuda tersebut kalah, maka dialah yang akan berganti menjadi kuda. Begitu seterusnya.

Sambar Elang

Cara memaninkannya:  Dua anak yang kalah pada saat mengundi hompimpa harus mengambil posisi jongkok dengan tangan saling membentang, kedua anak ini memposisikan tubuh mereka seperti pintu gerbang. Kemudian kedua anak tersebut mengepak-ngepakkan tangan mereka layaknya seekor burung elang dengan gerakan yang berlawanan. Lalu anak-anak lain bergantian melompati kepakan tangan kedua anak tersebut, lompatan tersebut tidak boleh mengenai kepangan tangan sang elang, bila terkena harus menggantikan salah satu dari anak yang tadinya menjadi elang.

Patok Lele

Cara memaninkannya Sekumpulan anak dibagi menjadi dua kelompok, yang kemudian mencari potongan kayu dalam dua bagian, yang panjang menjadi induk dan yang pendek menjadi anak. Kemudian menggalih lubang kecil di atas tanah, setelah itu letakkan anak kayu di atas lubang, lalu kelompok anak yang mendapat giliran untuk main harus melayangkan anak kayu dengan sabetan induk kayu ke arah lawan yang sudah berpencar mengatur posisi untuk menangkap anak kayu yang akan terlempar. Jika anak kayu tertangkap oleh kelompok lawan, maka posisi main digantikan oleh lawan.

Tak Tik Bum Wer

Cara memaninkannya:  Empat orang anak membentuk lingkaran dan duduk di atas lantai, masing-masing anak memegang alih julukan hukuman, diantaranya tak, tik, bum dan wer. Kemudian saling menghempaskan jari tangan ataupun jari kaki ke atas lantai setelah dikatakan secara serentak kalimat tak tik bum wer, yang artinya tak berarti jitak, tik berarti selintik, bum berarti terkena bum namun bum di sini diartikan bahwa telapak tangan akan dipukul dengan gumpalan satu tangan, wer berarti jewer. Jika hitungan jari berhenti di kata wer, maka anak yang mengambil alih kata wer anakn menjewer tiga anak lainnya. Begitu seterusnya.

Yaoma-Yaoma

Cara memaninkannya: Ini merupakan permainan yang saling mengadu nyanyian. Dua kelompok anak masing-masing bergandeng dengan kelompoknya lalu secara bergantian menyanyikan semboyan Kami ini orang kaya yaoma-yaoma. Kemudian kelompok lain membalas Kami ini orang miskin yaoma-yaoma. Titik penghabisan permainan ini adalah ketika salah satu kelompok yang mengaku miskin menyanyikan semboyan bahwa mereka menginginkan anak dari kelompok yang kaya, atau sebaliknya. Diantara yang kaya dan yang miskin sama-sama boleh meminta anak ataupun memberikan anak. Hingga habislah anak mereka, permainan akan diulang kembali.

Kereta Api

Cara memaninkannya:  Sekelompok anak mengundi dengan hompimpa, dua anak yang terakhir kalah dalam hompimpa harus bersedia menjadi gerbong gereta api dengan saling merekatkan tangan mereka berdua dan saling berhadapan lalu dibentangkan ke atas. Kemudian anak-anak lain saling membahu mengitari gerbong kereta api tersebut sembari menyanyikan lagu naik kereta api. Kemudian setelah lagu kereta apinya selesai maka dua anak yang menjadi gerbong kereta api tersebut akan menangkap salah satu dari anak yang mengitari gerbong kereta. Kemudian dua anak yang menjadi gerbong kereta api tadi berkompromi untuk memilih satu diantara kata benda yang telah disepekati untuk menjadi kata kunci yang akan ditawarkan pada anak yang tertangkap tadi. maka anak tersebut harus memilih satu diantara dua kata kunci, kata lunci yang dipilih akan menentukan siapa yang akan menjadi induknya setelah permainan kereta api ini usai. Karena setelah anak-anak yang tertangkap memilih induknya, maka akan diadu kembali dengan induk lawan dengan cara bermain tarik tambang.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Waktu Bersama Anak Jangan Dihabiskan Pergi ke Mal, Lakukan 7 Kegiatan Quality Time Seru Ini Bersama si Kecil

Screen Shot 2016-08-08 at 8.44.41 AM

Untuk ibu bekerja, kesempatan menghabiskan waktu bersama Si Kecil merupakan sesuatu yang sangat berharga. Jangan sia-siakan waktu bersama si Kecil.

Akan tetapi sering kali momen tersebut dihabiskan dengan pergi ke mal, karena dianggap praktis. Padahal, ada banyak kegiatan seru yang dapat dilakukan di rumah dan akan membuat kebersamaan Anda dengan Si Kecil terasa lebih menyenangkan.

Meluangkan waktu untuk beraktivitas bersama keluarga bisa semakin menguatkan bonding dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak

Luangkahlah waktu beraktivitas bersama keluarga. Studi membuktikan bahwa meluangkan waktu untuk beraktivitas bersama keluarga bisa semakin menguatkan bonding dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Studi yang dilakukan oleh Zabriskie dan McCormick dan dipublikasikan dalam jurnal Family Relations vol. 50 ini menyatakan bahwa aktivitas rumahan yang biasanya dilakukan harian atau mingguan oleh keluarga, seperti bermain bola di halaman, berkebun, atau hanya menonton televisi bersama bisa meningkatkan ikatan emosional antara anggota keluarga.

Studi bertajuk The Influences of Family Leisure Patterns on Perceptions of Family Functioning tersebut juga dikaitkan dengan kemampuan keluarga untuk beradaptasi satu sama lain.

Tak perlu khawatir kehabisan ide untuk bersenang-senang dengan si kecil saat quality time bersamanya. Beberapa hal berikut bisa Anda coba.

1. Luangkan waktu di akhir pekan untuk movie marathon, dan dampingi saat menonton

Ajak si kecil untuk memilih sendiri DVD kartun, animasi, atau film bertema keluarga yang disukainya. Luangkan waktu di akhir pekan untuk movie marathon, dan dampingi saat menonton. Persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan sederhana tapi tak terduga seperti misalnya mengapa Superman bisa tebang dan dia tidak bisa.

dengan menonton tayangan-tayangan edukatif memberi manfaat untuk anak melatih daya tangkap anak, menanamkan nilai-nilai pada anak melalui movie dan melatih kreativitas anak.

2. Ajak Si Kecil ke dapur dan libatkan ia dalam pembuatan cupcakes

Warna-warni cupcakes dengan berbagai topping menarik pasti disukai oleh Si Kecil. Kalau biasanya Anda selalu membelinya di toko kue favorit, sekarang saatnya membuat sendiri bersama Si Kecil.

Caranya sangat mudah dan bahan-bahannya pun cukup sederhana. Ajak Si Kecil ke dapur dan libatkan ia dalam pembuatan cupcakes tersebut, misalnya minta ia meletakkan kertas ke dalam cetakan atau mengaduk adonan.

Membuat Cupcakes bersama si kecil dapat melatih motorik halus, indera penciuman dan perasa, Membangun bounding antara anak dan orangtua, Mengembangkan kreatifitas dan Mengisi liburan yang bermanfaat.

3. Melibatkan si kecil untuk membantu menata ulang dekorasi kamarnya

Quality time dengan anak ternyata bisa dimanfaatkan juga untuk membuat rumah menjadi lebih indah dan menarik! Anda bisa melibatkan si kecil untuk membantu menata ulang dekorasi kamarnya.

Tanyakan kepadanya, wallpaper apa yang diinginkan. Ajak dia membantu meletakkan barang-barang di tempatnya, atau malah ikut membuat kerajinan tangan yang bisa dijadikan pajangan lucu.

4. Kreasi Mading Keluarga, cukup pasang papan berukuran cukup besar di ruang keluarga

Kreasi Mading Keluarga. Caranya mudah, cukup pasang papan berukuran cukup besar di ruang keluarga. Setelah itu, ajak Si Kecil mengisi majalah dinding atau mading dengan tulisan, gambar atau foto-foto saat liburan dan sebagainya.

Katakan juga bahwa ia dapat mengungkapkan apapun yang ia rasakan di mading tersebut. Agar lebih seru dan tidak membosankan, ubah isi mading setiap seminggu sekali.

Dengan mading, anak dapat mengasah kreativitasnya. dia dapat menampilkan karya-karyanya. Juga dapat menyalurkan emosi-emosinya.

5. Karaoke keluarga, Putarkan lagu anak-anak favoritnya

Jika hobi menyanyi sudah mendarah daging dalam keluarga, bahkan hingga si kecil, karaoke akan menjadi aktivitas seru yang menghangatkan weekend Anda. Putarkan lagu anak-anak favoritnya dan ajak bernyanyi sambil berjoget!

karaoke dapat membuat hati senang. Karena saat karaoke, tubuh mengeluarkan hormon endorphine yang bermanfaat untuk menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Selain itu, karaoke dapat menyalurkan dan mengasah bakat anak dalam bernyanyi.

6. Belajar Menanam pohon, kita mengarjarkan anak untuk menjaga dan mencintai tumbuhan dan alam

Bermain dengan tanah dan tanaman juga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi Si Kecil. Ajaklah ia belajar menanam tanaman yang menarik, seperti bunga atau pohon buah. Bimbing ia untuk melakukan semua proses penanaman sendiri, dari mulai memasukkan tanah ke dalam pot, meletakkan bibit, memberi pupuk sampai menyiram tanaman tersebut.

Dengan menanam pohon kita mengajarkan anak untuk menjaga dan mencintai tumbuhan dan alam. Ajarkan anak bahwa tanpa tumbuhan, kita tidak dapat hidup karena kekurangan oksigen. Cukup dengan menjelaskan bahwa manusia membutuhkan banyak oksigen untuk dihirup supaya bisa hidup. Untuk berterima kasih kepada tanaman maka kita harus melestarikan hayati tanaman dengan cara menanam berbagai tumbuhan di sekitar kita.

7. Mencuci Kendaraan

Mobil atau motor Anda kotor? Tidak perlu membawanya ke tempat pencucian kendaraan! Gunakan kesempatan tersebut untuk lebih dekat dengan Si Kecil dengan mengajaknya mencuci kendaraan bersama. Ia pasti senang bermain dengan air dan busa sabun yang digunakan untuk mencuci mobil atau motor Anda.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Anak Tumbuh Cerdas, Orangtua Harus Sering Bermain dengan Anak, Ini alasannya

maindopamine

Setiap orangtua pasti menginginkan buah hati mereka tumbuh cerdas dan memiliki perkembangan mental yang stabil.  Untuk mencerdaskan anak, selain memberkan nutrisi yang tepat untuk otak. Ayah dan Bunda dapar melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memberikan ‘makanan’ lain diluar tubuh.

Bermain dapat Merangsang kecerdaskan anak, bermain adalah ‘pekerjaan’ utama anak

Para ahli menemukan bahwa bermain adalah makanan otak dari luar tubuh yang yang efektif menujang tumbuh kembang optimal. Selain untuk merangsang kecerdaskan anak, bermain adalah ‘pekerjaan’ utama anak. Oleh karena itu orang tua perlu meluangkan waktu bermain bersama anak.

Namun, tak sedikit orangtua yang akhirnya melupakan bahwa salah satu cara ampuh dalam membesarkan anak agar cerdas dan berperilaku baik adalah orangtua harus lebih sering menghabiskan waktu bermain dengan anak. Pasalnya, komunikasi dua arah yang baik antar orangtua dan anak, memberikan keuntungan pada otak mereka untuk berkembang dan terbentuk sehat serta sempurna.

Agar anak Antusias Dalam mempelajari banyak hal, Orangtua harus ikut bermain bersama anak

Margot Sunderland, Psychotherapist dari Child Mental Health mengatakan “Jika Anda ingin memiliki anak yang antusias dalam mempelajari banyak hal di sekeliling mereka, dan dapat membangun hubungan yang baik dengan teman-teman sebayanya, maka orangtua harus membantu anak untuk meningkatkan level dopamine pada otak mereka,”

Dopamine adalah senyawa transmisi saraf yang berperan penting dalam menimbulkan perasaan senang atau nyaman. Lalu, menurut Sunderland, dopamine pelepasan hormon dopamine semakin optimal saat anak merasa bahagia dan senang saat dapat mampu memecahkan atau menemukan jawaban dari sebuah persoalan. Pada kondisi tersebut kualitas otak terus meningkat.

Tak Sekedar Bermain, Saat bermain dengan anak, orangtua harus memperlihatkan dukungan

Kemudian, Sunderland yang juga penulis buku The Science of Parenting tersebut menegaskan, aktivitas bermain yang membutuhkan gerakan fisik antara anak dan orangtua, disinyalir mampu menstimulasi rasa penasaran dan kritis pada anak. Sebab, hubungan yang baik antara orangtua dan anak membentuk sifat berani bertanya pada anak.

maindopamine

“Saat bermain dengan anak, orangtua harus memperlihatkan dukungan. Jadi, bila sedang main lompat tali, orangtua jangan ragu untuk berteriak ‘Wow lompatanmu tinggi sekali, nak’. Seruan yang demikian membuat produksi dopamine pada otak anak semakin aktif. Sebaliknya, jika orangtua diam saja, maka level dopamine pada otak anak terus menurun,” urai Sutherland

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mainan Bukan Hanya Sekadar Alat Bermain, Mainan Bisa Mempengaruhi Masa Depan Anak

Membersihkan Mainan Anak Itu Penting

Anak bermain tentu itu hal biasa. Tugas anak memang bermain selain belajar.

Kita beragapan bawah mainan adalah alat untuk bermain atau barang yang dipermainkan.Akan tetapi tahukah Anda bahwa mainan bukan hanya sekadar alat bermain?

Membersihkan Mainan Anak Itu Penting

Mainan tidak sekedar mainan, karena mainan dapat mempengaruhi pilihan karir dan masa depan anak

Becky Francis, profesor bidang pendidikan di Roehampton University percaya bahwa mainan dapat mempengaruhi pilihan karir dan masa depan anak. Pemilihan karir tersebut dipengaruhi oleh stereotip jenis kelamin yang juga berlaku pada mainan anak.

Jenis Manan yang dipilih mempengaruhi pendidikan dan berdampak pada pemilihan karir di masa depan

“Jenis mainan yang berbeda tentunya mempunyai pesan yang berbeda pula tentang apa yang pantas dan tidak untuk laki-laki dan perempuan. Tentunya hal tersebut mempengaruhi pendidikan dan berdampak pada pemilihan karir di masa depan,” ujarnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (13/1/2015).

Ia menuturkan bahwa mainan laki-laki yang mengedepankan aksi dan konstruksi seperti Lego menyampaikan pesan bahwa laki-laki diharuskan untuk membuat sesuatu atau memecahkan masalah. Sementara boneka pada perempuan membuat mereka diharuskan mempunyai sifat perhatian dan lemah lembut.

“Mainan laki-laki lebih banyak mengandung informasi dan instruksi seperti bagaimana membangun bangunan yang kuat dari Lego. Sementara boneka atau Barbie pada perempuan cenderung menuntut mereka untuk bermain lebih kreatif dan imajinatif,” sambung Francis lagi.

Karena bermain balok kayu dan membuat bangunan ketika kecil banyak yang mengaku bekerja di bidang arsitektur dan desainer

Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Argos, salah satu perusahaan retail mainan terbesar di Inggris. Hasil penelitian mereka mengatakan bahwa 60 persen orang dewasa yang bekerja di bidang arsitektur dan desainer mengaku senang bermain balok kayu dan membuat bangunan ketika kecil.

Mereka yang menggemari menyusun gambar pada permainan puzzle pekerjaanya berhubungan matematika dan hitung menghitung seperti akuntan dan bankir

Hasil lainnya menunjukkan bahwa 66 persen orang dewasa yang pekerjaanya berhubungan matematika dan hitung menghitung seperti akuntan dan bankir menggemari menyusun gambar pada permainan puzzle. Psikolog tumbuh kembang anak dr Amanda Gummer yang diminta pendapatnya mengatakan bahwa sebenarnya, bukan mainan yang berpengaruh terhadap karir dan masa depan anak.

“Sebenarnya bukan Lego atau mainan balok yang membuat anak dapat membangun rumah atau gedung bertingkat ketika mereka dewasa. Faktor terpenting dari bermain dengan Lego adalah membangun kepercayaan diri dan terbiasa membangun balok yang tidak beraturan menjadi bangunan yang stabil dan terstruktur dengan rapi,” lanjut
Francis..

Orang tua harus memilih mainan yang tepat bukan berdasarkan apa jenis kelamin anak Anda, tetapi berdasarkan minat mereka

“Orang tua harus mampu mengenalkan berbagai macam pengalaman kepada anak, salah satunya adalah dengan mainan. Memilih mainan yang tepat bukan berdasarkan apa jenis kelamin anak Anda, tetapi berdasarkan minat mereka,” pungkasnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top