Mainan Anak

Mengingatkan kembali! Ini Mainan Anak yang Jarang Dimainkan oleh Anak Masa Kini dan Cara Memainkannya

bermainanak

Sekarang ini kita sudah sangat jarang melihat anak memainkan permainan-permainan tradisional. Anak saat ini lebih banyak memainkan mainan-mainan berupa game digital baik di Komputer maupun di Smartphonenya.

Untuk mengingatkan kembali, berikan ini Mainan Anak yang Jarang Dimainkan oleh Anak Masa Kini dan Cara Memainkannya

Bola bekel

Salah satu permainan jadul yang mulai terlupakan adalah bola bekel. Permainan ini menggunakan bola karet yang bisa memantul dan juga biji logam yang harus ditangkap oleh pemain. Permainan bola bekel dimainkan berdasarkan level, semakin lama permainan akan menjadi semakin sulit, maka dari itu dibutuhkan keterampilan dan kesabaran. Kemampuan menangkap bola menjadi penentu permainan ini.

Congklak

Congklak atau disebut juga dakon di daerah Jawa ini merupakan permainan tertua di Indonesia dengan menggunakan papan dan juga biji – bijian. Papan panjang yang dilubangi menjadi wadah dan pemain harus memasukkan biji – biji ke dalamnya. Siapa yang memiliki biji terbanyak akan menjadi pemenangnya. Sayangnya, permainan ini hanya bisa dimainkan dengan dua orang saja.

Monopoli

Monopoli juga salah satu permainan papan paling terkenal di dunia lho! Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, jika mendarat di petak yang belum dimiliki orang lain, pemain dapat membeli petak tersebut dengan harga yang ditentukan. Sebaliknya, jika petak tersebut sudah dimiliki pemain lain, kita harus membayar pemilik petak dengan uang sewa yang ditentukan.

Kelereng

Kelereng atau gundu ini merupakan permainan yang biasa dilakukan oleh anak laki – laki. Permainan dimulai dengan menggambar segitiga sama kaki di tanah kemudian para pemain meletakkan satu kelereng mereka di atas gambaran segitiga tersebut. Lalu, masing – masing pemain melempar kelereng mereka dari jarak 2 – 3 meter. Permainan ini minimal dimainkan oleh 3 orang dan maksimal 6 orang. Pemain yang mampu mengenai semua kelereng di dalam segitiga tersebut akan keluar sebagai pemenangnya.

Petak Umpet

Sesuai dengan namanya, petak umpet adalah permainan dimana 1 orang menjadi penjaga, biasanya menghadap tembok dan menutup matanya lalu mulai menghitung sampai 10 atau hitungan yang sudah disepakati bersama, sementara pemain lain akan bersembunyi di beberapa tempat. Setelah si penjaga selesai menghitung, penjaga akan mulai mencari pemain lain yang bersembunyi. Permainan ini dapat dilakukan dengan minimal 2 orang.

Tapak Gunung

Biasa disebut juga dengan engklek di Jawa ini merupakan permainan yang simpel dan tidak memerlukan banyak alat. Yang menjadi kunci utama permainan ini adalah kekuatan dan keseimbangan kaki si pemain. Setiap pemain harus menapakkan satu kakinya di tanah sementara kaki yang lain harus diangkat. Permainan dimulai dengan melemparkan sebuah batu dan tidak boleh keluar dari garis, pemain harus melompat sesuai dengan angka yang tertulis di tanah. Jika batu atau kaki pemain melewati garis maka pemain akan kehilangan giliran dan harus berhenti.

Lompat Tali

Lompat tali biasanya identik dengan kaum perempuan tapi, tak sedikit juga anak laki – laki yang ikut bermain. Permainan ini tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu, mulai dari yang rendah sampai tertinggi. Namun, jika pemain gagal melompat maka pemain tersebut harus mengganti posisi dengan si pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

Ular Naga

Permainan ini dilakukan secara berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah pada sore hari. Permainan ular naga akan lebih menyenangkan jika dilakukan di area yang luas seperti lapangan atau taman dengan diikuti 5 – 10 orang pemain. Para pemain berbaris melewati ‘gerbang’ yakni dua pemain yang berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Sambil menyanyikan lagu, pemain yang berbaris akan berjalan melewati si ‘gerbang’ sampai akhirnya salah satu pemain akan ditangkap oleh ‘gerbang’ dan memilih ‘gerbang’ mana yang menjadi pilihan.

Layang – Layang

Layang – layang, layangan atau wau adalah lembaran bahan tipis berkerangka yang terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali yang kemudian diterbangkan ke udara dengan memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya. Selain terkenal sebagai permainan, layangan juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Gasing

Disebut juga gasing, gangsing atau panggal, merupakan permainan yang bisa berputar pada poros dan seimbang pada suatu titik. Cara memainkannya tidak lah sulit, yang terpenting adalah si pemain tidak boleh ragu – ragu saat melemparkan gasing ke tanah.

Patah Pinggang

Cara memainkannya:  Cari satu buah batu yang gepeng, yang bisa diposisikan berdiri di atas tanah. Dan satu batu yang gepeng pula yang jadikan senjata untuk masing-masing anak. Kemudian sekumpulan anak beradu dengan hompimpa untuk mengundi urutan siapa yang akan bermain duluan. Setelah ditemukan urutan anak yang akan bermain, maka dimulailah permainan dengan meletakkan batu milik masing-masing anak di atas punggung kaki, kemudian dengan jarak yang ditentukan, kaki tersebut diayunkan kemudian diarahkan ke batu gepeng yang posisinya berdiri di atas tanah sebagai titik acuan, jika batu gepeng yang di atas tanah tersebut jatuh hingga posisinya tertidur, maka anak tersebut boleh melanjutkan permainan dengan gaya lempar batu gepeng hingga sampai pada posisi yang namanya patah pinggang. Namun jika belum berhasil, anak tersebut akan digantikan oleh teman lain dengan urutan selanjutnya, dan anak yang kalah tadi harus mengantri lagi pada urutan terakhir. Posisi patah pinggang tersebut adalah seperti posisi menungging, namun posisi menunggingnya terbalik, kepala di arahkan ke belakang mengarah pada punggung belakang kita, kemudian dengan posisi tersebutlah seorang anak melempar batu gepengnya ke arah batu gepeng acuan dengan pandangan seperti kaki di kepala, kepala di kaki.

Kuda Loncat

Cara memaninkannya: Satu orang anak diposisikan sebagai tiang yang akan diadu untuk suit pada lawan. Satu anak yang kalah pada sesi hompimpa harus bersedia memposisikan dirinya seperti kuda yang tertunduk seperti hendak rukuk pada saat sholat, dan tangannya bersandar pada anak yang menjadi tiang tadi. Lalu anak-anak lain yang menang pada sesi hompimpa, mereka berbaris satu persatu untuk menaiki punggung si kuda tadi secara bergantian, kemudian adu suit pada si anak tiang, jika si anak yang menunggang menang, maka dia harus berbaris lagi di belakang teman yang lain untuk menunggangi kuda lagi, namun jika si anak yang menunggangi kuda tersebut kalah, maka dialah yang akan berganti menjadi kuda. Begitu seterusnya.

Sambar Elang

Cara memaninkannya:  Dua anak yang kalah pada saat mengundi hompimpa harus mengambil posisi jongkok dengan tangan saling membentang, kedua anak ini memposisikan tubuh mereka seperti pintu gerbang. Kemudian kedua anak tersebut mengepak-ngepakkan tangan mereka layaknya seekor burung elang dengan gerakan yang berlawanan. Lalu anak-anak lain bergantian melompati kepakan tangan kedua anak tersebut, lompatan tersebut tidak boleh mengenai kepangan tangan sang elang, bila terkena harus menggantikan salah satu dari anak yang tadinya menjadi elang.

Patok Lele

Cara memaninkannya Sekumpulan anak dibagi menjadi dua kelompok, yang kemudian mencari potongan kayu dalam dua bagian, yang panjang menjadi induk dan yang pendek menjadi anak. Kemudian menggalih lubang kecil di atas tanah, setelah itu letakkan anak kayu di atas lubang, lalu kelompok anak yang mendapat giliran untuk main harus melayangkan anak kayu dengan sabetan induk kayu ke arah lawan yang sudah berpencar mengatur posisi untuk menangkap anak kayu yang akan terlempar. Jika anak kayu tertangkap oleh kelompok lawan, maka posisi main digantikan oleh lawan.

Tak Tik Bum Wer

Cara memaninkannya:  Empat orang anak membentuk lingkaran dan duduk di atas lantai, masing-masing anak memegang alih julukan hukuman, diantaranya tak, tik, bum dan wer. Kemudian saling menghempaskan jari tangan ataupun jari kaki ke atas lantai setelah dikatakan secara serentak kalimat tak tik bum wer, yang artinya tak berarti jitak, tik berarti selintik, bum berarti terkena bum namun bum di sini diartikan bahwa telapak tangan akan dipukul dengan gumpalan satu tangan, wer berarti jewer. Jika hitungan jari berhenti di kata wer, maka anak yang mengambil alih kata wer anakn menjewer tiga anak lainnya. Begitu seterusnya.

Yaoma-Yaoma

Cara memaninkannya: Ini merupakan permainan yang saling mengadu nyanyian. Dua kelompok anak masing-masing bergandeng dengan kelompoknya lalu secara bergantian menyanyikan semboyan Kami ini orang kaya yaoma-yaoma. Kemudian kelompok lain membalas Kami ini orang miskin yaoma-yaoma. Titik penghabisan permainan ini adalah ketika salah satu kelompok yang mengaku miskin menyanyikan semboyan bahwa mereka menginginkan anak dari kelompok yang kaya, atau sebaliknya. Diantara yang kaya dan yang miskin sama-sama boleh meminta anak ataupun memberikan anak. Hingga habislah anak mereka, permainan akan diulang kembali.

Kereta Api

Cara memaninkannya:  Sekelompok anak mengundi dengan hompimpa, dua anak yang terakhir kalah dalam hompimpa harus bersedia menjadi gerbong gereta api dengan saling merekatkan tangan mereka berdua dan saling berhadapan lalu dibentangkan ke atas. Kemudian anak-anak lain saling membahu mengitari gerbong kereta api tersebut sembari menyanyikan lagu naik kereta api. Kemudian setelah lagu kereta apinya selesai maka dua anak yang menjadi gerbong kereta api tersebut akan menangkap salah satu dari anak yang mengitari gerbong kereta. Kemudian dua anak yang menjadi gerbong kereta api tadi berkompromi untuk memilih satu diantara kata benda yang telah disepekati untuk menjadi kata kunci yang akan ditawarkan pada anak yang tertangkap tadi. maka anak tersebut harus memilih satu diantara dua kata kunci, kata lunci yang dipilih akan menentukan siapa yang akan menjadi induknya setelah permainan kereta api ini usai. Karena setelah anak-anak yang tertangkap memilih induknya, maka akan diadu kembali dengan induk lawan dengan cara bermain tarik tambang.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Ibu Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri Setelah Melahirkan Si Buah Hati

Tadinya bunda mungkin berpikir, jika berbagai persoalan saat hamil akan usai ketika si kecil lahir. Padahal faktanya tidaklah demikian, pasca melahirkan mau tak mau kita memang harus beradaptasi. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama, berbagai macam keluhan dan rasa tak percaya mungkin masih akan sering bunda rasakan.

Bahkan berdasarkan data yang didapat dari Boldsky, hampir 75 persen perempuan mengalami postpartum blues, yakni semacam perubahan suasana hati, depresi, kelesuan, lekas marah, frustrasi, insomnia, menangis, dan berbagai macam gejala tertentu lainnya.

Ini adalah sesautu yang wajar tentunya, sebab selain rasa bahagia karena kini sudah bisa melihat sang anak di pangkuan kita, ada hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan sebagai ibu muda yang baru saja melahirkan. Bagaimana kita akan tetap jadi diri sendiri, atau berubah jadi orang asing yang mungkin tak bisa kita kenali.

Menerima Masukan dari Banyak Orang Itu Wajar, Tapi Bunda Boleh Memilah Mana Yang Prioritas

prioritas

“Waktu ibu dulu, menyusui cukup dengan begini, tidak perlu begitu” atau “Kalau sekarang harus begitu, jangan begitu”.

Tak hanya faktor ekonomi dan situasi yang sudah berubah, ada berbagai macam hal lain yang memang tak bisa kita samakan dalam hal mengurus anak. Seba biar bagaimanapun setiap anak datang dengan pembawaan yang berbeda. Barangkali apa yang dikatakan oleh ibu kita berlaku pada zamannya, namun tak selalu bisa diterapkan untuk si kecil yang lahir di era sekarang.

Semua masukan jelas baik, biar bagaimanapun mereka opini yang mereka berikan wajib dihargai. Namun menjadi seorang ibu, bunda tak harus mendengarkan semuanya. Bijaklah dalam hal memilah-milah informasi yang ada, dan sesuaikan dengan kondisi si kecil pula. Sebab seorang ibu, pasti tahu yang terbaik untuk anaknya.

Wajar Kalau Bunda Merasa Gundah, Sebab Ini Jadi Peran Baru yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

gundah

Lupakan dulu foto-foto manis dari wajah sumringah ibu-ibu muda yang sering bunda lihat di sosial media. Sebab dibalik itu semua ada berjuta-juta kekhawatiran yang kadang tak bisa dijelaskan.
Bahkan berdasarkan sebuah riset, perempuan sekarang banyak mengalami kesulitan setelah melahirkan. Dengan catatan, ada sekitar 52% mengaku merasa kehilangan identitas diri setelah melahirkan, 55% mengakui bahwa mereka tidak terbiasa dengan fakta bahwa mereka sudah tidak bisa lagi keluar kapan saja, dan 24% berkata bahwa menyusui adalah sebuah tantangan.

Namun menariknya, ada sekitar 8 dari 10 ibu juga mengatakan bahwa mempunyai anak adalah ‘hal terbaik yang pernah mereka lakukan’, dengan kata lain aspek positif dari menjadi ibu jauh melebihi aspek negatif. Maka saat ini, sesuatu yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita tetap menjadi diri sendiri dengan status baru sebagai ibu.

Situasi yang Tak Lagi Sama, Mengubah Kita Selalu Berusaha Untuk Jadi Ibu yang Sempurna

ibu sempurna

Beberapa saat setelah menjadi ibu, ada banyak hal yang tak lagi bisa kita lakukan seorang diri. Bahkan kerap membuat kita merasa telah bersalah pada pasangan, hanya karena tak lagi bisa menyiapkan sarapan, hingga pernah merasa sedih jika suatu kali emosi tak bisa diatasi. Tak perlu merasa khawatir secara berlebihan, sebab ini semua adalah sesuatu yang wajar bun.

Tetap lakoni semua hal semampu yang kita bisa, dengan tetap memastikan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang terbaik dari segala yang ada. Masa-masa ini memang sering membuat gundah, namun juga membuat kita belajar setiap harinya.

Banyak Hal yang Mesti Dipertimbangkan, Salah Satunya Destinasi Tujuan Saat Ingin Bepergian

destinasi

Ruang lingkup yang baru, jelas membawa kita pada aktivitas yang baru pula. Bunda tak lagi bisa bepergian keluar meski hanya bertemu teman, hingga mengontrol asupan makanan yang jelas berpengaruh pada kesehatan, hingga kegiatan lain yang harus dilakukan demi mendukung pengetahuan agar menjadi orangtua yang baik untuk dia yang tersayang.

Dan tempat bepergian jadi sesuatu yang memang wajib untuk dipikirkan. Katakanlah bunda dan keluarga berencana akan menghabiskan akhir pekan di luar bersama keluarga. Tak hanya jenis makanan, dan posisi tempatnya saja. Hal lain yang kadang harus diperhatikan jelas situasi tempat dan fasilitas yang disajikan pula. Perkara seperti ini jadi salah satu contoh sederhana yang memang harus kita pertimbangkan, ketika sudah menjadi orangtua.

Untuk Itu Buba and Bump Hadir Sebagai Destinasi yang Nampaknya Patut Untuk Dikunjungi

launching buba

Banyak dari bunda mungkin masih merasa kebingungan, tentang tempat asik yang akan menjawab semua keresahan. Tapi berita baiknya, saat ini ada tempat pilihan yang bisa jadi destinasi All in one untuk bunda, keluarga dan si kecil tentunya yakni Buba and Bump Jakarta.

Hadir sebagai jawaban atas keresahan yang mungkin selama ini bunda rasakan ketika menjadi ibu mulai kehamilan hingga pasca melahirkan, Buba and Bump jadi satu-satunya tempat yang memberikan kenyamanan dan edukasi mengenai 1000 hari pertama si kecil. Sebab di sini, bunda juga menemukan berbagai macam workshop edukasi untuk calon ibu, orang tua, bayi, dan balita.

Bahkan fasilitas yang tersedia pun kian beragam, mulai dari kamar nursery untuk ibu dan bayi, area bermain untuk bayi dan balita, kafe sehat untuk orang dewasa dan anak-anak, hingga toko bayi premium.

Dan Tak Berhenti Di situ Saja, Di sini Bunda dan Si Kecil Bisa Belajar dan Menikmati Waktu Bersama Keluarga Seperti Di rumah

seperti di rumah

Tak bisa dipungkiri memang jika rumah jadi satu-satu tempat yang akan membuat kita merasa nyaman dan aman selama beraktivitas seharian. Akan tetapi biar bagaimanapun, sesekali kebosanan pasti akan ada.

Hal itu pulalah yang mendasari ketiga founder yakni Priscilla Angriawan, Kimberly Sarah Yo, dan Cynthia Larasati untuk mendirikan Buba and Bump untuk para ibu dan keluarga. Karena Buba and Bump ingin menjadi partner yang melengkapi dan mempersiapkan para ibu dengan semua pengetahuan yang sedang butuhkan untuk memasuki masa-masa menjadi ibu.

Untuk itu ada berbagai macam kelas yang tersedia, dimulai dari Prenatal Yoga, Childbirth Education, Kelas Menyusui, dan Kelas Newborn Care yang diajarkan oleh Dokter dan instruktur yang sudah disertifikasi.

Dan tidak hanya itu, Buba and Bump juga menawarkan kelas bagi ibu dan orang tua untuk memperkuat ikatan antara buah hati dan orang tua seperti Music Engagement, Kelas Sensory, Kelas Mom & Baby Dance, Kids’ Yoga.

“Saya dulu bahkan sampai ke Singapur, demi belajar bagaimana jadi ibu yang baik untuk anak saya. Karena saya juga seorang ibu, jadi saya tahu bagaimana yang teman-teman butuhkan, seperti tempat pumping, makanan sehat, sampai tempat bermain untuk anak. Untuk itu Buba and Bump kami dirikan” kata Priscilla di acara pembukaan Buba and Bump, Jakarta pada Sabtu, 27 Januari 2018 lalu.

Sebab Bahagia Akan Semakin Sempurna Jika Si Kecil dan Keluarga Pun Turut Serta Bahagia

bahagia

Seperti yang tadi sudah disebutkan, Buba and Bump memang jadi destinasi All in One pertama yang akan memanjakan bunda dan si kecil bersama keluarga. Lupakan dulu janjian di mall dengan teman yang jelas akan membuat bunda kewalahan, sebab di sini bunda akan mendapatkan semua kebutuhan dalam satu lokasi.

produk bayi

Buba and Bump juga menyediakan produk-produk terbaik di pasaran, segala yang tersedia disini adalah produk yang telah dipilih secara seksama dan diberikan review positif oleh ibu-ibu lainnya. Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari perawatan kulit bayi alami, pakaian buatan lokal yang unik, mainan edukatif hingga pompa payudara hospital grade dan masih banyak produk lainnya yang bermanfaat untuk 1000 hari pertama si kecil.

Menjadi ibu memang bukanlah peran yang mudah, namun Buba and Bump siap menemani bunda untuk menjalaninya agar lebih berwarna dan mudah #livingthemotherhood.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Supaya Tak Membahayakan Buah Hati, Bunda Jangan Asal Membelikan Mainan Untuk Anak

thomas-and-friends-2435542_640

Mainan merupakan benda yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak-anak. Bahkan sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk bermain. Meski begitu Bunda juga harus tahu bahwa tidak semua mainan aman untuk anak. Banyak mainan yang justru berbahaya untuk anak-anak.

Untuk itu, Bunda bisa memilihkan mainan yang memenuhi standar keamanan untuk anak-anak. Nah untuk menyiasati hal itu, Bunda bisa membelikan mainan yang aman untuk buah hati dengan karakteristik berikut ini.

Hal Pertama yang Harus Bunda Perhatikan Adalah Ukuran Mainan

Untuk Bunda yang memiliki bayi dengan usia dibawah 2 tahun, memperhatikan ukuran mainan adalah hal yang sangat penting. Pilihlah mainan dengan ukuran yang sedikit lebih besar, paling tidak memiliki diameter 3 cm dan panjang 6 cm agar mainan tersebut tidak tertelan oleh si kecil.

Bentuk Mainan Juga Tidak Boleh Diabaikan Ya Bun!

Bunda pun perlu menghindari mainan berbentuk koin, kelereng, ataupun bola-bolaan. Jenis mainan seperti ini rawan untuk dimasukan ke dalam mulut. Selain itu, jenis mainan seperti ini akan sangat membahayakan si kecil jika sampai tertelan.

Luangkan Waktu Untuk Membaca Aturan Penggunaan Mainan Anak

Biasanya pada mainan yang dijual di toko-toko khusus mainan anak terdapat aturan penggunaannya. Bacalah baik-baik aturan penggunaan tersebut. Jangan sampai Bunda salah dalam menggunakannya karena hal itu bisa membahayakan si kecil.

Setelah Itu Baca Petunjuk Rekomendasi Mainan Yang Tertera Pada Jenis Makanan Tertentu. Pastikan Si Kecil Telah Cukup Umur Ya Bun

Pada beberapa jenis mainan tertentu terdapat petunjuk rekomendasi mainan. Pada petunjuk rekomendasi mainan ini tertera usia anak yang sudah dan belum diperbolehkan untuk menggunakan mainan tersebut. Hal ini penting untuk diperhatikan agar tujuan dari pemberian mainan tersebut dapat tersampaikan.

Perhatikan Seluruh Bagian Mainan Dengan Cermat Dan Pastikan Tidak Menimbulkan Bahaya Bagi Si Kecil

Sebelum memutuskan untuk membeli jenis mainan tertentu, Bunda harus memperhatikan seluruh bagian dari mainan itu. Perhatikan dengan cermat apakah ada bagian-bagian yang memungkinkan untuk menimbulkan bahaya bagi si kecil atau tidak. Bukan hanya pada bagian luar saja, untuk memastikan keamanan dari mainan tersebut Bunda juga perlu memperhatikan hingga bagian-bagian terkecilnya.

Bila Bunda Ingin Memberikan Mainan Elektronik Untuk Si Kecil, Pastikan Baterai Yang Terdapat Di Dalamnya Telah Ditutup Dengan Benar

Saat ini banyak beredar jenis mainan elektronik. Kebanyakan jenis mainan seperti ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Jika jenis mainan ini yang Bunda pilih, maka pastikan bahwa baterainya telah ditutup rapi dengan sekrup. Ini bertujuan agar si kecil tidak bisa membukanya. Perlu  Bunda tahu bahwa di dalam baterai terdapat bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi anak. Jika baterai tersebut mudah untuk dikeluarkan dihawatirkan akan diemut oleh si kecil dan ini sangat berbahaya.

Akan Lebih Baik Bila Bunda Membeli Mainan Untuk Si Kecil Di Authorized Toys Store

Authorized toys store adalah toko yang khusus menjual mainan anak. Toko yang resmi dan legal ini akan menaati standar mainan yang aman untuk anak. Jadi Bunda tak perlu lagi khawatir jika di dalam mainan tersebut mengandung material berbahaya. Dengan demikian, anak bisa bermain dengan riang, dan Bunda pun tetap tenang.

Untuk mengatahui Jenis Bahan Yang Digunakan Dalam Mainan, Bunda Bisa Membeli Mainan Yang Dilengkapi Dengan Kotak

Biasanya pada kotak mainan tertera berbagai jenis material yang digunakan dalam membuat mainan tersebut. Dengan demikian Bunda jadi tahu apakah mainan tersebut aman atau tidak untuk dimainkan anak. Hal ini tentu tidak akan Bunda dapatkan jika membeli mainan tanpa kotak. Namun, hal ini dapat diatasi dengan bertanya pada penjaga tokonya bila Bunda berbelanja di toko resmi.

Selalu Periksa Kondisi Mainan Setelah Digunakan Bermain Anak

Saat Bunda membantu si kecil untuk membereskan mainannya, lakukan pengecekan kondisi mainan tersebut. Pastikan mainan dalam kondisi yang aman. Tidak ada baut yang lepas dan tidak ada bagian mainan yang keluar. Hal ini sangat penting dilakukan Bun, sebab mainan yang tidak dalam kondisi semestinya bisa saja melukai si kecil.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk memilihkan mainan si kecil. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, pilihlah mainan yang benar-benar aman untuk anak. Jangan sampai Bunda menuruti keinginan si kecil begitu saja tanpa memperhatikan keamanan mainan tersebut.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Langsung Panik Saat Anak Belum Juga Bisa Berjalan Bunda, Latih Si Kecil Dengan Cara Ini

StockSnap_23EYZEIAO7

Menurut beberapa ahli tumbuh kembang anak, pada umumnya anak mulai melangkahkan kakinya antara usia 9-12 bulan, dan mereka dapat berjalan secara lancar pada usia antara 14-15 bulan. Namun pada kenyataannya ada beberapa anak yang pada usia tersebut belum dapat berjalan dengan lancar.

Hal ini seringkali membuat para orangtua mengkhawatirkan perkembangan anaknya. Tapi anda tidak perlu khawatir. Selama si kecil tidak menunjukan adanya gangguan pada tubuhnya, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan rasa panik berlebihan.

Tak Perlu Terlalu Cemas, Yuk Kenali Dulu Tahap Perkembangan Gerak Anak Anda Bun!

  • Pada Usia 5 Bulan Pertama

Pada usia 5 bulan pertama pertumbuhan anak, dia telah masuk ke tahap gerak reflek. Hal ini dapat terlihat ketika anda menempelkan kaki si kecil ke lantai, maka dia akan langsung merespon dengan cara menggerak-gerakan kakinya seolah-olah ingin berjalan. Inilah yang disebut dengan gerak refleks.

  • Usia 6-9 Bulan

Memasuki usia 6 bulan pertama otot-otot anak sudah mulai kuat. Ketika kakinya ditempelkan ke lantai maka dia akan menekan-nekan lantai seolah ingin meloncat. Proses ini berlangsung antara usia 6 hingga 9 bulan. Pada tahap ini pula anak akan belajar merangkak, berguling, dan duduk.

  • Usia 9-12 Bulan

Pada usia ini, anak akan berusaha untuk berdiri. Dia akan menarik benda apa pun yang ada di dekatnya sebagai cara untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh. Pada tahap inilah proses anak berjalan dimulai. Bahkan beberapa anak pada usia ini sudah mampu berdiri dan berjalan tertatih-tatih untuk meraih mainan yang diinginkannya.

Agar Anak Bisa Cepat Berjalan, Anda Bisa Melatihnya Untuk Berdiri Tegak

Latihlah si kecil untuk berdiri tegak saat usianya 9-10 bulan. Dan jika anda melihatnya terjatuh, maka motivasi dia agar mau berdiri sendiri tanpa bantuan anda. Namun begitu, jangan paksa buah hati untuk terus berlatih berdiri tegak hanya karena anda tak sabar melihatnya bisa berjalan ya Bun!

Latih Anak Untuk Berjalan Dengan Memegang Satu Tangannya Bun!

Tips selanjutnya untuk melatih si kecil berjalan adalah dengan melatihnya untuk berjalan dengan bantuan anda. Anda dapat memegang satu tangannya kemudian ajaklah dia untuk berjalan secara perlahan. Dan jika dirasa si kecil sudah dapat berjalan dengan lancar, maka biarkan dia yang memegang tangan anda. Ini adalah cara untuk menghilangkan ketakutan anak untuk berjalan sendiri, karena pada suatu saat anda pasti akan melepasnya untuk berjalan sendiri.

Ajak Anak Untuk Berjalan Menelusuri Box Tidurnya Dengan Berpegangan Pada Bagian Tepinya

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mengajaknya untuk berdiri di dalam box tidurnya. Ajak anak untuk berjalan menelusuri box tidurnya dengan berpegangan pada bagian tepinya. Cara ini cukup efektif untuk mempercepat anak berjalan.

Gunakan Stimulus Mainan Bunda!

Anda dapat meletakan mainan kesukaan si kecil pada posisi tertentu lalu mintalah dia untuk mengambil mainan tersebut dengan cara berjalan. Cara ini cukup efektif karena si kecil akan termotivasi untuk bisa meraih mainan kesukaannya.

Manfaatkan Mainan Yang Bisa Didorong Untuk Merangsang Anak Berjalan

Anda juga bisa menggunakan mainan yang bisa didorong sebagai rangsangan anak untuk berjalan. Caranya, gunakan mainan yang memungkinkan untuk didorong oleh anak. Sebaiknya gunakan mainan berukuran besar agar benda tersebut dapat menopang tubuh si kecil sehingga keamanannya pun terjamin.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini | Sayangi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top