Parenting

Lima Bahan Alami Ini Siap Menghilangkan Biang Keringat pada Si Kecil

adorable-21998_640

Keringat berlebih dan tak terekskresi ternyata bisa menimbulkan biang keringat. Kondisi ini tentu membuat si kecil tak nyaman. Penyebab utama dari biang keringat ini yaitu keringat yang tersumbat oleh bakteri Staphylococcus epidermidis hidup di permukaan kulit.

Bakteri ini mampu mengeluarkan zat lengket yang bisa menyatu dengan keringat dan sel-sel kulit mati. Hal ini dapat membuat saluran keringat tersumbat. Nah, ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang menimbulkan rasa gatal dan sensasi menyengat atau perih pada kulit. Tersebut yang kerap disebut biang keringat.

Tapi selain bakteri, biang keringat juga bisa disebabkan karena iklim tropis dan suhu yang panas, olahraga atau aktivitas fisik yang berat, dan bed rest yang terlalu lama Bun. Hal tersebut menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat yang bisa menyumbat pori-pori jika tak segera diatasi. Biasanya biang keringat muncul pada bagian leher, punggung, dada, tangan, paha, wajah, dan lipatan tubuh seperti siku atau ketiak. Penyakit ini bisa menimbulkan rasa tak nyaman.

Namun, demi menuntaskan masalah biang keringat, Bunda bisa menggunakan bahan alami. Nah berikuti ini bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan biang keringat secara cepat.

Es Batu

Bun, rasa gatal pada kulit saat mengalami biang keringat bisa diatasi dengan memanfaatkan es batu yang ada di freezer. Bunda hanya perlu menggosokan es batu atau menekan secara perlahan pada bagian kulit si kecil yang terkena biang keringat atau ruam. Rasa dinginnya mampu meredakan rasa gatal akibat biang keringat yang membandel. Lakukan secara rutin agar bintik-bintik merah tersebut hilang ya Bun.

Madu

Madu memang sudah lama dikenal sebagai pelembab alami yang baik untuk kulit. Saat si kecil tak nyaman dengan biang keringat yang menderanya, Bunda dapat mengoleskan madu secara langsung ke area kulit yang bermasalah. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, cobalah mencampur madu dengan minyak jojoba. Oleskan saja ke seluruh area yang terkena biang keringat. Diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas hingga bersih. Lakukan cara ini sebanyak tiga hingga empat kali setiap minggu agar rasa gatal mereda dan ruang hilang, ya Bun.

Lidah Buaya

Tanaman yang satu ini mudah ditemukan di pekarangan rumah. Bahkan belakangan kian banyak yang menjual gel aloe vera lho Bun. Faktanya, tanaman yang satu ini memang dipercaya sebagai obat alami yang mampu menangkis semua permasalahan kulit akibat dari biang keringat.

Cara penggunaannya yaitu dengan mengoleskan gel lidah buaya pada bagian kulit yang memiliki ruam. Langkah mudah ini bisa Bunda terapkan di rumah setiap 3 kali sehari agar rasa gatal dan ruam segera hilang.

Oatmeal

Oatmeal atau gandum juga dipercaya dapat dijadikan bahan alami untuk mengatasi biang keringat Bun. Bunda dapat  gunakan dalam campuran bathtub atau air mandi si kecil. Bunda dapat campurkan 1 sdm gula pasir yang ditambahi madu dan 3 sdm oatmeal. Aduk dan campur ketiga bahan tersebut hingga merata. Lalu oles dan gosok ramuan tersebut ke seluruh bagian kulit yang bermasalah. Diamkan beberapa menit hingga ramuan tersebut meresap dan mengering pada kulit.

Minyak Jarak

Minyak esensial berupa minyak jarak ini dipercaya mampu mengatasi banyak masalah kulit dan mengontrol produksi minyak berlebih yang menjadi salah satu alasan tersumbatnya pori-pori kulit lho Bun. Pemakaian minyak jarak caranya mudah, Bunda dapat mengoleskan 1/2 sdt minyak jarak ke area yang bermasalah sambil melakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Mana yang Lebih Baik, Membeli Banyak Mainan atau Berikan Sedikit Mainan Saja?

boy-child-cute-1598122

Bermain dan menyediakan mainan memang penting guna menstimulasi si kecil. Bahkan selain membelikan pakaian, orangtua pun cenderung gemar belanja mainan untuk anaknya. Apalagi ketika ada diskon mainan. Bahkan sebuah survei menunjukkan jika anak-anak Amerika memiliki lebih dari 100 mainan di rumah mereka. Padahal Bun, kualitas mainan juga perlu dipertimbangkan lho dibanding hanya kuantitas mainan itu sendiri.

Ilmuwan sosial di University of Toledo mempelajari kelompok balita selama sesi permainan bebas. Dalam beberapa sesi, sebagian anak memiliki empat mainan untuk dimainkan. Sedangkan, anak lain mempunyai 16 mainan.

“Ketika ada 16 mainan di ruangan itu, anak cenderung hanya melihat sebentar tiap item maksimal satu menit dan mereka mengambil mainan lain,” kata Alexia Metz, PhD, seorang terapis okupasi di University of Toledo.

Sementara anak-anak yang hanya memiliki empat mainan, justru interaksi mereka lebih terbangun dan berkomunikasi lebih lama. Metz mengatakan, hal ini menunjukkan anak-anak pun memiliki waktu bermain yang berkualitas sekalipun mainan mereka jumlahnya lebih sedikit. Justru dengan kuantitas mainan yang lebih sedikit, mereka menggunakan mainan dengan cara berbeda yang bermanfaat untuk perkembangannya.

“Seiring bertambahnya usia, rentang perhatian mereka menjadi lebih panjang, kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik kemudian mereka enggak gampang menyerah,” kata Metz mengutip WFMZ.

Bahkan dengan jumlah mainan yang lebih sedikit, hal ini justru mengurangi distraksi pada anak. Hal senada disampaikan Jennifer Cervantes, pekerja sosial di Texas Children’s Developmental Pediatric. Ia menjelaskan memiliki terlalu banyak mainan ternyata bisa membebani anak karena konsentrasi mereka akan terbagi dan menyebabkan anak-anak mudah pindah dari satu mainan ke mainan berikutnya, tanpa sepenuhnya terlibat dengan mainan atau menggunakan imajinasi mereka.

“Kadang-kadang ketika anak-anak memiliki terlalu banyak mainan, mereka dapat dengan mudah berpindah dari satu mainan ke mainan lainnya. Alhasil mereka punya sedikit kualitas interaksi dengan setiap mainan,” kata Cervantes.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Chrissy Teigen: Ibu Harus Tahu Batasan Ketika Mengunggah Sesuatu Tentang Anak

chrissy teigen

Nama Chrissy Teigen dan John Legend tentu sudah dikenal publik. Pasangan yang menikah pada 2010 lalu ini tak segan untuk membagikan pandangan dan pola pikirnya mengenai kesehariannya sebagai pesohor di Hollywood. Namun, lewat sebuah wawancara dengan PopSugar, Chrissy mengaku mempunyai aturan tersendiri soal mengunggah keseharian anak-anaknya, Luna dan Miles di media sosial.

“Aku tidak akan mengunggah apa pun yang sekiranya akan membuat mereka kelak malu atau marah karena disampaikan ke banyak orang,” kata model berusia 33 tahun itu. Chrissy mencontohkan banyak orang yang mengunggah foto atau video anak mereka yang sedang tantrum.

Model bernama lengkap Christine Diane Teigen itu mengaku memang gemar membagikan momen yang dilewatinya bersama sang anak. Namun ia memastikan akan melindungi anak-anaknya dengan cara apapun.

“Selain anak-anak, tidak ada batasan (unggahan) apa pun,” katanya sambil tertawa.

Mengutip Kompas.com, alasan Chrissy masih gemar bermain media sosial adalah ia sering merasa sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan para penggemarnya. Misalnya, ketika banyak orang membuka diri dengannya soal cerita pasca-melahirkan. Atau saat para penggemar mengenalinya di ruang publik. Para pengemar itu lalu menyampaikan bahwa mereka pernah membaca pandangan-pandangan yang pernah disampaikan oleh Chrissy di medsos.

“Itu sangat luar biasa. Aku senang berbincang dengan orang-orang tentang itu. Mereka selalu punya cerita untuk dibagikan,” kata dia.

Hal lainnya adalah betapa para penggemarnya juga begitu mencintai anak-anaknya. Misalnya, dengan memberikan hadiah untuk ulang tahun putra bungsunya, Miles. Chrissy mengaku sangat tersentuh karena mereka bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan hadiah bagi putranya.

“Itu sangat berkesan bagiku. Benar-benar para penggemar yang luar biasa. Itulah yang membuatku tetap ada di media sosial. Aku menganggap mereka seperti sahabat yang sebenarnya,” kata Chrissy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Menatap Bayi Berlama-lama Membawa Manfaat Baik untuk Orang Dewasa

adorable-adult-baby-1588081

Bun, siapa yang tak gemas kala melihat ekspresi bayi beserta tingkah dan keluguannya. Saat ia tersenyum, tertawa, sampai mengedipkan mata, pasti orang dewasa luluh dibuatnya. Ya Bun, ternyata ada banyak manfaat besar yang didapat dengan menatap mata si kecil.

Hal ini diketahui dari studi yang berjudul berjudul Speaker Gaze Increases Information Coupling Between Infant and Adult Brains. Riset yang diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) itu menyebutkan, kontak mata antara orang dewasa dan bayi akan membuat gelombang otak kedua belah pihak saling tersinkronisasi. Akibatnya, dengan menatap mata si bayi, kita dapat membuka kualitas komunikasi yang lebih baik dengan bayi itu.

Hal ini diakui oleh Victoria Leong, pemimpin penelitian tersebut, sinkronisasi ini dapat membuat sinyal-sinyal mengalir lebih mudah di antara dua otak.

“Mekanisme ini dapat mempersiapkan orang tua dan bayi untuk berkomunikasi, dengan menyinkronkan kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan, yang juga akan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif,” ujar Leong yang berasal dari Departemen Psikologi University of Cambridge. Nah, bersama dengan timnya, Victoria melakukan dua kali eksperimen dan riset yang melibatkan orang dewasa dan bayi.

Pertama, para bayi diberikan tontonan video berisi orang dewasa yang sedang menyanyikan lagu anak-anak sambil menatap ke depan dan sambil menoleh atau berpaling. Nah, saat menonton video tersebut, kepala bayi dipasangi alat pemindai untuk mengukur aktivitas dalam syaraf otaknya. Menariknya, tak hanya si bayi, aktivitas otak orang dewasa yang menyanyi di dalam video itu pun sebelumnya sudah dipindai dan direkam.

Nah, hasil temuan yang didapat yaitu gelombang otak bayi dan orang dewasa ternyata akan saat tatapan orang dewasa dalam video bertemu dengan tatapan si bayi.

Kemudian pada eksperimen kedua, orang dewasa yang tadi ada di dalam video didudukkan langsung di dekat 19 bayi yang berbeda. Baik kepala bayi maupun orang dewasa sama-sama dipakaikan alat pemindai otak. Hasilnya kembali sama lho Bun. Yaitu saat tatapan antara orang dewasa dan bayi saling bertemu, aktivitas otak mereka menjadi selaras. Sementara saat mata salah satu dari mereka berpaling sehingga tatapan mereka tak lagi bertemu, aktivitas otak mereka menjadi tak lagi selaras.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top