Parenting

Lakukan Langkah Ini Jika Anak Anda Dipukul Temannya

pexels-photo-236215

Sebagai orang tua pasti kita akan sedih bahkan mungkin tidak terima jika buah hati dipukul oleh temannya. Apapun alasannya, memukul adalah tindakan yang tak bisa dibenarkan. Apalagi jika hal itu hingga melukai fisik dan mental anak.

Tapi kita juga tidak bisa begitu saja langsung memukul balik si pelaku. Selain pelakunya masih anak-anak, ada kehawatiran akan merusak hubungan yang sudah terjalin antara kita dengan orang tua pelaku. Lalu apa yang harus dilakukan? Tenang! Agar bisa memperoleh win-win solution lakukan langkah berikut.

Penting Untuk Mengetahui Duduk Permasalahan Sebenarnya

Ini adalah langkah awal untuk menyelesaikan persoalan antara buah hati kita dengan temannya. Cobalah untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab dia memukul anak kita. Jangan mengintrogasi dengan ancaman-ancaman yang justru akan membuatnya tidak mau bercerita secara jujur. Akan lebih baik bila anda bisa berbicara dengan kepala dingin.

Sebab Ini Adalah Persoalan Anak-anak, Gunakan Sudut Pandang Anak Juga Untuk Memahami Persoalan

Sudut pandang antara orang dewasa dengan anak-anak tentunya tidak sama. Bagi anak, pertengkaran adalah hal yang wajar. Hal itu terjadi karena sebenarnya mereka sedang belajar untuk berinteraksi dengan temannya. Jadi anda pun harus dapat memahami kondisi tersebut. Berusahalah untuk melihat sudut pandang dari permasalahan anak.

Pertimbangan Perasaan Pelaku, Ingat Dia Pun Masih Anak-anak

Sebagai orang tua tentunya kita tidak terima jika anak dipukul oleh temannya. Anda boleh saja marah, tapi cobalah untuk berpikir jernih. Tentu tidak mungkin jika anda membalasnya dengan balik memukul dia, justru pada kondisi ini anda dituntut untuk menjaga perasaan  pelaku yang masih anak-anak. Jangan menganggap apa yang dia lakukan sebagai sebuah kejahatan tapi cobalah untuk berpikir positif bahwa dia akan berubah setelah anda memberikan nasihat-nasihat untuknya.

Meski Tidak Rela Anak Anda Mendapat Perlakuan Seperti Itu, Jangan Gunakan Kekerasan Fisik Ya!

Semarah apapun anda, usahakan untuk tetap mengendalikan emosi. Jangan sampai karena emosi anda melakukan kekerasaan fisik. Tidak bisa mengontrol emosi justru akan mempersulit diri anda sendiri. Anda bisa dituduh telah melakukan kekerasan kepada anak dibawah umur.

Daripada Marah-marah Tak Jelas, Akan Lebih Baik Bila Anda Berusaha Membangun Komunikasi Dengan Pelaku

Perlu anda ketahui bahwa anak-anak tidak selalu memahami betul apa yang dia lakukan. Tak jarang mereka belum paham apakah yang dia lakukan baik atau buruk. Oleh karena itu saat suasana telah berangsur membaik, anda perlu menunjukan sikap yang bersahabat. Gali permasalahan yang sebenarnya terjadi agar anda bisa memberikan solusi dan nasihat untuknya.

Ajak  Orang Tua Pelaku Untuk Aktif Memantau Perilaku Anak

Tidak ada satu orang tua pun yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi seseorang yang nakal. Hal itu pun pasti anda sadari betul. Untuk itulah, coba mendiskusikan perbuatan pelaku dengan orang tuanya. Sampaikan secara hati-hati tentang apa yang sudah dia lakukan kepada anak anda. Setelah itu biarkan orang tuanyalah yang mengambil sikap untuk apa yang telah dilakukan anaknya.

Jika Pemukulan Terjadi Di Sekolah, Anda Bisa Meminta Bantuan Pada Guru Untuk Membuat Pelaku Jera

Lakukan langkah ini jika pemukulan terjadi di sekolah. Saat pemukulan di lingkungan sekolah terjadi maka anda perlu melibatkan guru-guru yang ada di sekolah karena itu masih menjadi tanggung jawab sekolah. Kadang memang dibutuhkan adanya syok terapi dari para guru untuk membuat si pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Anda bisa menggunakan langkah-langkah di atas untuk menangani masalah anak yang dipukul oleh temannya. Gunakanlah cara-cara yang sesuai dengan kondisi saat itu. Jika kekerasan itu dilakukan oleh orang dewasa, mungkin tidak terlalu sulit untuk mengetahui motifnya, tapi jika hal itu dilakukan oleh anak-anak maka dibutuhkan kesabaran untuk menggali permasalahan yang sebenarnya. Hal itu karena anak-anak sering kali tidak menyadari dengan apa yang sudah dia lakukan. Untuk itulah, kesabaran adalah hal yang penting untuk mengatasi persoalan tersebut.

1 Comment

1 Comment

  1. fitri

    January 30, 2018 at 7:53 pm

    bagaimana menanggapi orang tua yg tdk mau bekerja sama dgn guruny, saat disampaikan kejadian yg sering anakny lakukan dengan temannya maupun gurunya? terkadang malah seakan akan menyalahkan gurunya atas perilaku anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

1 Comment

1 Comment

  1. fitri

    January 30, 2018 at 7:53 pm

    bagaimana menanggapi orang tua yg tdk mau bekerja sama dgn guruny, saat disampaikan kejadian yg sering anakny lakukan dengan temannya maupun gurunya? terkadang malah seakan akan menyalahkan gurunya atas perilaku anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top