Kesehatan Ibu & Anak

Konsumsi Roti Selama Kehamilan Nyatanya Punya Manfaat Baik untuk Janin

pexels-photo-196668

Bunda, selama masa kehamilan, yang namanya asupan gizi pasti harus tercukupi dengan baik, bukan? Anjuran makan makanan sehat seperti sayuran, susu, daging, serta buah-buahan pasti Bunda sering terima baik dari keluarga maupun dokter. Namun di luar makanan yang disebutkan itu, Bunda pernahkah terpikir mengenai kandungan gizi pada roti khususnya roti gandum? Faktanya, makanan yang satu ini ternyata punya manfaat yang luar biasa untuk ibu hamil lho, Bun.

Mengutip dari momjunction.com, roti merupakan salah satu makanan bergizi yang kaya akan serat, mineral dan nutrisi penting lainnya. Apalagi roti gandum. Keberadaan serat yang tinggi pada roti gandum sejatinya bisa membantu mengurangi konstipasi serta diare selama kehamilan. Tak cuma itu, ini dia manfaat baik konsumsi roti selama masa kehamilan.

Pertama, Menurunkan Tekanan Darah Selama Masa Kehamilan

pexels-photo-166021

Bunda wajib tahu, stres berlebihan selama masa kehamilan sejatinya bisa menyebabkan tekanan darah tinggi lho Bun. Untuk itu Bunda harus tahu asupan gizi yang sekiranya bisa membantu mengatasi hal yang satu ini. Tapi tenang, cukup konsumsi saja Bun. Percayalah, kandungan gizi pada roti bisa menjaga kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh sehingga bisa mengurangi tingkat tekanan darah jadi normal lagi.

Risiko Diabetes yang Mengancam Selama Masa Kehamilan Bisa Diatasi dengan Perbanyak Konsumsi Roti

pexels-photo-936190

Seorang wanita pada umumnya punya risiko terkena diabetes saat masa kehamilan. Tapi Bunda perlu tahu, mengonsumsi roti gandum bisa menurunkan risiko ini lantaran makanan ini punya serat tinggi yang bisa membantu menjaga kadar gula darah sekaligus mencegah agar tak melonjak tiba-tiba.

Tak Hanya Kaya Serat, Kalsium pada Roti Gandum Pun Baik untuk Janin

pexels-photo-209387

Janin Bunda sejatinya butuh banyak kalsium demi perkembangan dan pertumbuhannya selama masih dalam kandungan. Nah, yang namanya roti gandum ternyata kaya akan kalsium yang bisa memberi manfaat untuk Bunda pada masa kehamilan. Selain kandungan kalsium yang tinggi, roti gandum utuh juga kaya akan vitamin C lho Bun. Vitamin ini berguna meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil.

Kandungan Vitamin pada Roti Gandum Bisa Membantu Ibu Hamil Memenuhi Asupan Vitamin Harian

pexels-photo-908577

Tak hanya kalsiun dan vitamin C, roti gandum ternyata kaya akan vitamin B, thiamin, riboflavin, dan niacin. Percayalah, vitamin tersebut ternyata dibutuhkan untuk menjaga dan membantu kestabilan metabolisme pada tubuh Bunda yang sedang hamil.

Untuk Bunda yang Punya Asma, Kurangi Gejalanya dengan Mengonsumsi Roti Gandum

pexels-photo-196668

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi roti gandum selama masa kehamilan dipercaya bisa mengurangi gejala asma serta perasaan tak nyaman saat bernapas selama masa kehamilan lho, Bun. Di lain sisi, makanan yang tinggi serat ini ternyata punya manfaat mengurangi risiko batu empedu. Wah, banyak juga ya manfaatnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bunda Sedang Hamil? Perhatikan Kondisi Berat Badan Supaya Bayi Tak Lahir Prematur

paintt

Persalinan premature jadi masalah pada kehamilan yang umumnya ditakuti para ibu. Biasanya, persalinan dikatakan kalau terjadi persalinan di bawah usia kehamilan 37 minggu. Banyak ibu yang khawatir lantaran bayi yang dilahirkan prematur seringkali lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk berat lahir rendah, gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran serta masalah lainnya.

Persalinan prematur dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab. Dalam banyak kasus, penyebab persalinan prematur bahkan tidak diketahui. Karenanya, Bunda perlu tahu beberapa tBunda persalinan premature yang perlu diwaspadai. Di lain sisi, perhatikan juga hal-hal yang bisa membuat persalinan Bunda bisa premature. Mengutip PopBunda.com, ini dia 5 hal yang memicu kehamilan premature.

Berat Badan Bisa Jadi Pemicunya

Peningkatan BB selama hamil juga tetap harus terkontrol, Bun sekalipun hal tersebut wajar. Karena berat badan yang berlebihan justru bisa berisiko terserang berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya yakni komplikasi seperti diabetes gestasional dan preeklamsia. Kedua kondisi ini pun bisa meningkatkan risiko persalinan prematur.

Selain itu, kelebihan berat badan saat hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran. Tak cuma kelebihan, berat badan yang terlalu kurang juga bukan berarti bebas dari risiko. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki berat badan dengan indeks massa tubuh di bawah 20 membuat Bunda berisiko juga mengalami persalinan prematur.

Bunda Mungkin Bekerja Terlalu Keras

Tidak masalah jika Bunda memutuskan untuk tetap bekerja saat hamil, namun perhatikan juga kesehatan dan kondisi janin ya Bun. Bekerja secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, terutama jika pekerjaan membuat Bunda sering stres, kelelahan secara fisik, jadi sering melewatkan waktu makan dan terlalu banyak bergerak.

Beberapa kondisi ini jika dibiarkan dapat memberikan efek negatif pada kehamilan. Termasuk di antaranya risiko persalinan prematur, keguguran, berat lahir rendah, dan preeklampsia. Semakin besar stres, semakin besar risiko komplikasinya. Jadi, apabila Bunda memutuskan untuk bekerja saat hamil, pastikan  Bunda menjaga tubuh dengan baik. Tetap makan dan minum vitamin sesuai jadwal, pikirkan psikis Bunda serta utamakan waktu istirahat.

Gaya Hidup Selama Kehamilan Tidak Terjaga

Beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur di antaranya merokok, minum minuman beralkohol, dan menyalahgunakan penggunaan obat. Selain bisa memicu persalinan prematur, kebiasaan-kebiasaan tersebut juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah dan bahkan keguguran.

Bahan-bahan kimia dan beracun yang terdapat dalam rokok misalnya, dapat menembus plasenta dan membuat janin kekurangan asupan oksigen serta nutrisi. Saat mengetahui sedang hamil, cobalah untuk menghentikan semua kebiasaan tersebut ya, Bun. Semua demi kesehatan si Kecil.

Pola Makan pun Kurang Tepat Selama Masa Kehamilan

Makan dengan tepat, kemudian seimbang dengan rutin berolahraga merupakan kunci kehamilan sehat. Jadi, pastikan Bunda memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, ya. Selain membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, diet gizi seimbang juga dapat membantu menurunkan risiko persalinan prematur.

Nutrisi penting yang dibutuhkan Bunda selama hamil yakni asam lemak omega 3 yang penting bagi perkembangan otak janin. Selain itu, Bunda juga butuh asupan asam folat untuk membantu mencegah risiko cacat tabung saraf. Kalsium dan vitamin C juga diyakini dapat membantu mencegah persalinan prematur. Pilihlah sumber kalsium yang sehat seperti susu dan yoghurt, sementara vitamin C terdapat pada jeruk dan buah-buahan lainnya.

Pastikan Juga Selama Kehamilan, Bunda Tidak Mengalami Depresi

Stres yang bahkan berujung pada depresi juga bisa menjadi salah satu pemicu persalinan prematur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada dugaan kuat antara depresi dan persalinan prematur memiliki hubungan biologis. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat antidepresan selama kehamilan juga meningkatkan risiko persalinan prematur.

Kategori antidepresan tertentu yang digunakan untuk mengobati depresi dan gejala kecemasan yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), kemungkinan berhubungan dengan risiko persalinan prematur juga, Bun. Jika sebelum hamil Bunda terbiasa mengonsumsi obat antidepresan, lebih baik konsultasikan dengan dokter sebelum melanjutkannya lagi, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Saat Kandungan Memasuki Masa Trimester Ketiga, Pastikan Bunda Sudah Menyiapkan Hal Teknis Ini Ya…

pregnant

Menjalani masa-masa trimester ketiga kehamilan pasti bikin degdegan kan, Bun? Kalau Bunda salah satu yang sedang berada di fase ini, perbedaan apa sih Bun yang paling sering Bunda rasakan? Coba yuk ceklis setiap item di daftar ini. Sepuluh hal dibawah ini, seperti dikutip dari hellosehat.com bisa Bunda jadikan panduan selama memasuki masa trimester terakhir kehamilan.

Hitung Tendangan Bayi

Semakin besar dan kuat bayi Bunda, Bunda mungkin akan merasakan tendangan tajam di bawah tulang rusuk Bunda. Bunda seharusnya dapat merasakan bayi Bunda terus bergerak menjelang dan selama persalinan. Jika Bunda melihat ada perubahan dalam polanya, segera bicarakan dengan bidan atau dokter. Kurang gerak mungkin menandakan masalah, dan akan perlu pengujian untuk memeriksa kondisi bayi.

Pelajari Tentang Konsultasi dokter dan Tes Lab Untuk Trimester Akhir

Bunda kemungkinan besar akan dijadwalkan check-up rutin setiap dua minggu di 28-36 minggu kehamilan, kemudian beralih jadi sekali seminggu kunjungan sampai melahirkan. Semakin tanggal jatuh tempo persalinan mendekat, Bunda akan dihadapi oleh berbagai macam pemeriksaan fisik, tes akhir-kehamilan, dan diskusi tentang kelahiran mendatang.

Selama trimester ketiga, dokter/bidan akan memberikan informasi tentang cara mempersiapkan persalinan dan kelahiran, termasuk bagaimana mengenali tanda-tanda persalinan dan bagaimana cara mengatasi nyeri persalinan. Dokter/bidan akan mengukur besar perut Bunda di setiap konsultasi untuk memeriksa pertumbuhan bayi. Jika ia berpikir bayi Bunda membutuhkan pemeriksaan tambahan, ia akan menjadwalkan scan ultrasound untuk Bunda.

Waspada Gejala Kehamilan Tua yang Mengkhawatirkan

Preeklampsia adalah suatu kondisi kehamilan yang diduga terjadi ketika plasenta tidak bekerja dengan baik. Hal ini dapat terjadi dari 20 minggu kehamilan, tapi paling mungkin timbul di trimester ketiga, Bun. Karenanya, bidan pasti akan memeriksa tanda-tanda pre-eklampsia, termasuk tekanan darah tinggi dan protein dalam urin.

Meskipun tes yang dilakukan bidan adalah cara yang paling efektif untuk mencari tahu dan menyiasati risiko preeklampsia, tetap penting untuk Bunda menyadari gejalanya sedini mungkin.

Waspadai sakit kepala parah, penglihatan kabur, dan tangan dan kaki yang membengkak. Hubungi dokter atau bidan segera jika Bunda memiliki gejala-gejala tersebut ya.

Pastikan Tubuh Bunda Punya Cukup Zat Besi

Memiliki menu dan kebiasaan makan yang sehat penting untuk kesehatan Bunda dan bayi Bunda. Yuk Bun, perkaya gizi dengan banyak makanan kaya zat besi, yang membantu Bunda untuk memproduksi sel-sel darah merah. Bayi Bunda akan mengambil cadangan zat besi dari tubuh Bunda, sehingga ia tidak kekurangan.

Tingkatkan asupan zat besi Bunda dengan mengonsumsi makanan sumber zat besi, seperti daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan sereal fortifikasi dalam menu makanan. Dampingi makanan Bunda dengan segelas jus jeruk untuk membantu tubuh Bunda lebih mudah menyerap zat besi.

Persiapkan Rumah untuk Kedatangan si Bayi

Buat hidup Bunda sebagai orangtua baru nantinya semakin mudah dari sekarang dengan memulai kerja bakti menyiapkan rumah untuk kedatangan bayi. Rakit tempat tidur bayi, kursi mobil bayi, dan kereta bayi dari sekarang. Minta pasangan Bunda atau anggota keluarga lain melakukannya untuk Bunda. Lakukan operasi “bersih-bersih rumah” sedini mungkin sebelum segala sesuatu terlalu merepotkan untuk dilakukan.

Kenali Kontraksi Bunda dan Pelajari Tahapan Persalinan

Kenali dan pahami kontraksi Bunda. Perhatikan bagaimana setiap kontraksi terasa dan seberapa sering kontraksi terjadi. Ini dapat membantu Bunda untuk membedakan kontraksi dari tBunda-tBunda nyata persalinan.

Seiring mendekati tanggal persalinan, tidak ada yang dapat memberi tahu Bunda seperti apa persisnya pengalaman melahirkan Bunda atau seberapa lama prosesnya akan berlangsun. Tapi, belajar tentang tahapan persalinan dapat membantu Bunda merasa lebih memegang kendali ketika saatnya tiba.

Kemas Tas Rumah Sakit

Bahkan jika Bunda tidak berencana melahirkan di rumah sakit, Bunda mungkin perlu kunjungan rumah sakit yang tidak terduga, sehingga mengemas tas Bunda dengan baik sedini mungkin sebelum tanggal jatuh tempo persalinan.

Periksa apa yang rumah sakit sediakan dan apa yang dapat Bunda bawa sendiri dari rumah. Jika Bunda suka, Bunda bisa kemas dua tas: satu untuk masa persalinan dan periode segera setelah bayi lahir, dan satu lagi untuk Bunda simpan di kamar perawatan

Perbanyak Tidur ya Bun

Jika Bunda merasa sulit untuk tertidur di malam hari, cobalah berinvestasi dalam beberapa bantal berkualitas baik untuk mendukung Bunda. Selip satu bantal di antara lutut Bunda dan beberapa di bawah perut Bunda sebelum Bunda pergi tidur untuk membantu Bunda tidur lebih nyaman.

Lakukan Peregangan dan Pelajari Perawatan Bayi Baru Lahir

Sekarang adalah saat yang tepat untuk belajar peregangan yang akan mempersiapkan tubuh Bunda menjelang kelahiran bayi Bunda. Cobalah untuk tidak khawatir jika Bunda merasa sulit untuk belajar latihan peregangan baru di trimester ketiga ini. Bahkan peregangan sesekali dan menggoyang-goyangkan tangan-kaki dapat membantu Bunda menghindari isu remeh-temeh kehamilan seperti kram kaki.

Jika Bunda belum melakukannya, trimester ketiga adalah waktu yang tepat untuk beralih fokus dari perawatan bumi dan janin menjadi perawatan seputar bayi. Bunda tidak akan memiliki banyak waktu untuk membaca setelah bayi Bunda lahir, sehingga Bunda dapat mempelajari semua tentang beberapa minggu pertama kehidupan bayi sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Berdasarkan Penelitian, Melahirkan Bayi Laki-laki Jauh Lebih Sakit Dibanding Bayi Perempuan

chi-n-ph-m-223833-unsplash

Melahirkan baik normal maupun Caesar memang sama-sama sakit, Bun. Tapi ternyata ada penelitian yang bisa menimbang rasa sakit berdasarkan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Menurut Jurnal Pediatric Research, dalam sebuah penelitian di San Cecilio Clinical Hospital di Granada yang dilakukan oleh Javier Diaz Castro dan Julio Ochoa Herrera, mereka menemukan alasan melahirkan bayi laki-laki akan lebih sakit dibanding bayi perempuan.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mempelajari data dari 56 orang ibu hamil yang sehat. Dari 56 kehamilan yang mereka teliti, 27 ibu ternyata mengandung anak laki-laki sedangkan 29 lainnya mengandung bayi perempuan. Pasca melahirkan, para dokter kemudian menganalisis kerusakan di tubuh ibu dimana ternyata mereka menemukan biomolekul pada ibu yang melahirkan bayi perempuan memiliki tingkat kerusakan yang lebih minim.

Javier dan Julio mengatakan, analisis ini mengungkap fakta menarik mengenai proses kehamilan dan persalinan serta kolerasi antara jenis kelamin dengan risiko yang bisa terjadi saat persalinan berlangsung.

Berdasarkan studi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa jenis kelamin bayi bisa memengaruhi proses persalinan. Alasannya karena bayi perempuan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi stres. Peneliti juga menemukan, sistem enzim yang ada di dalam tubuh janin perempuan telah matang ketika mereka siap untuk lahir. Hal ini menciptakan sebuah penghalang yang membantu mencegah terjadinya kerusakan sel pada bayi.

Selain itu, dalam tubuh bayi perempuan terdapat antioksidan defensif yang bekerja lebih baik dibandingkan dalam tubuh bayi laki-laki. Dengan adanya antioksidan ini membuat bayi perempuan memiliki risiko lebih rendah mengalami kerusakan membran sel saat dilahirkan. Bahkan antioksidan ini juga bekerja meningkatkan metabolisme sel dalam tubuh si kecil.

Dan dari sisi sang ibu, kelebihan yang dimiliki bayi perempuan ini juga mengurangi risiko ibu mengalami inflamasi dan persalinan tidak terlalu sakit. Sementara itu, Dr. Petra Verburg dari Robinson Research Institute dari  University of Adelaide di Australia mengatakan kalau jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan pun memiliki pengaruh langsung terhadap komplikasi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan.

Berikut ini adalah kemungkinan komplikasi yang terjadi saat Bunda melahirkan bayi laki-laki, berdasarkan beberapa studi yang pernah dilakukan.

  • Bayi laki-laki bisa lahir lebih awal dari HPL yang sudah diperkirakan. Hal ini bisa memicu banyak komplikasi pada bayi.
  • Bayi laki-laki cenderung lahir prematur. Peluang kelahiran prematur antara minggu ke-20 dan minggu ke-24 sebesar 27% lebih tinggi. Sedangkan peluang kelahiran prematur antara minggu ke-30 dan minggu ke-33 sebesar 24%. Dan kelahiran prematur antara minggu ke-34 dan minggu ke-36 sebesar 17%.
  • Ibu hamil bayi laki-laki lebih rentan terkena diabetes gestasional, preeclampsia, dan tekanan darah tinggi saat proses persalinan.

Dengan risiko yang demikian, Bunda memang diharapkan untuk rutin melakukan kontrol ke dokter, dan memeriksakan kondisi kesehatan Bunda setiap bulan. Di lain sisi, jangan lupa terapkan pola hidup sehat selama masa kehamilan untuk mengurangi risiko-risiko di atas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top