Kesehatan Ibu & Anak

Konsumsi Roti Selama Kehamilan Nyatanya Punya Manfaat Baik untuk Janin

pexels-photo-196668

Bunda, selama masa kehamilan, yang namanya asupan gizi pasti harus tercukupi dengan baik, bukan? Anjuran makan makanan sehat seperti sayuran, susu, daging, serta buah-buahan pasti Bunda sering terima baik dari keluarga maupun dokter. Namun di luar makanan yang disebutkan itu, Bunda pernahkah terpikir mengenai kandungan gizi pada roti khususnya roti gandum? Faktanya, makanan yang satu ini ternyata punya manfaat yang luar biasa untuk ibu hamil lho, Bun.

Mengutip dari momjunction.com, roti merupakan salah satu makanan bergizi yang kaya akan serat, mineral dan nutrisi penting lainnya. Apalagi roti gandum. Keberadaan serat yang tinggi pada roti gandum sejatinya bisa membantu mengurangi konstipasi serta diare selama kehamilan. Tak cuma itu, ini dia manfaat baik konsumsi roti selama masa kehamilan.

Pertama, Menurunkan Tekanan Darah Selama Masa Kehamilan

pexels-photo-166021

Bunda wajib tahu, stres berlebihan selama masa kehamilan sejatinya bisa menyebabkan tekanan darah tinggi lho Bun. Untuk itu Bunda harus tahu asupan gizi yang sekiranya bisa membantu mengatasi hal yang satu ini. Tapi tenang, cukup konsumsi saja Bun. Percayalah, kandungan gizi pada roti bisa menjaga kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh sehingga bisa mengurangi tingkat tekanan darah jadi normal lagi.

Risiko Diabetes yang Mengancam Selama Masa Kehamilan Bisa Diatasi dengan Perbanyak Konsumsi Roti

pexels-photo-936190

Seorang wanita pada umumnya punya risiko terkena diabetes saat masa kehamilan. Tapi Bunda perlu tahu, mengonsumsi roti gandum bisa menurunkan risiko ini lantaran makanan ini punya serat tinggi yang bisa membantu menjaga kadar gula darah sekaligus mencegah agar tak melonjak tiba-tiba.

Tak Hanya Kaya Serat, Kalsium pada Roti Gandum Pun Baik untuk Janin

pexels-photo-209387

Janin Bunda sejatinya butuh banyak kalsium demi perkembangan dan pertumbuhannya selama masih dalam kandungan. Nah, yang namanya roti gandum ternyata kaya akan kalsium yang bisa memberi manfaat untuk Bunda pada masa kehamilan. Selain kandungan kalsium yang tinggi, roti gandum utuh juga kaya akan vitamin C lho Bun. Vitamin ini berguna meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil.

Kandungan Vitamin pada Roti Gandum Bisa Membantu Ibu Hamil Memenuhi Asupan Vitamin Harian

pexels-photo-908577

Tak hanya kalsiun dan vitamin C, roti gandum ternyata kaya akan vitamin B, thiamin, riboflavin, dan niacin. Percayalah, vitamin tersebut ternyata dibutuhkan untuk menjaga dan membantu kestabilan metabolisme pada tubuh Bunda yang sedang hamil.

Untuk Bunda yang Punya Asma, Kurangi Gejalanya dengan Mengonsumsi Roti Gandum

pexels-photo-196668

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi roti gandum selama masa kehamilan dipercaya bisa mengurangi gejala asma serta perasaan tak nyaman saat bernapas selama masa kehamilan lho, Bun. Di lain sisi, makanan yang tinggi serat ini ternyata punya manfaat mengurangi risiko batu empedu. Wah, banyak juga ya manfaatnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bukan Mitos Lho Bun, Ini Lima Tanda Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-57529

Adanya teknologi ultrasonografi alias USG begitu membantu orangtua baru untuk mengetahui jenis kelamin buah hati yang ada di dalam kandungan. Meski begitu, ada lho sebagian orangtua yang memilih untuk belum mau memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan tertentu. Tapi yang namanya orangtua pasti ada rasa penasaran untuk tahu jenis kelamin anak mereka, bukan begitu Bun? Nah, menyikapi hal itu, berikut ini adalah tanda-tanda jika Bunda sedang mengandung anak laki-laki.

Bunda Cenderung Rentan Mengalami Sakit Kepala di Awal-awal Kehamilan

pexels-photo-1122891

Kebanyakan ibu hamil memang pasti akan mengalami morning sickness pada trimester pertama masa kehamilannya. Namun kondisi ini agak sedikit berbeda dengan mereka yang mengandung janin laki-laki. Biasanya Bunda justru tak mengalami gejala morning sickness tapi lebih sering mengalami sakit kepala di awal-awal kehamilan.

Selain Itu, Urine Ibu Hamil Biasanya Berwarna Kuning Cerah

pexels-photo-421879

Bun, saat buang air kecil, coba perhatikan warna urine Bunda. Nyatanya, hal kecil seperti warna urine pun bisa membantu Bunda mengidentifikasi jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan lho Bun. Ya, untuk warna urine, kalau warnanya cenderung kuning cerah, berarti Bunda  sedang mengandung bayi laki-laki.

Bunda Cenderung Suka Ngidam Makanan dengan Rasa Asam Atau  Asin

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663 (1)

Ibu hamil memang dikenal dengan kebiasaan ngidam yang cenderung unik. Bahkan ada mitos yang mengatakan kalau ngidam tak dituruti, nantinya si anak cenderung suka ngiler. Tentu hal ini tak bisa dibuktikan kebenarannya secara medis. Namun ada satu yang unik, kalau Bunda cenderung ngidam makanan dengan rasa yang asam atau asin, orang dulu percaya ini salah satu tanda kalau Bunda mengandung anak laki-laki.

Detak Jantung Bayi Biasanya Kurang dari 150 detik per Menit

pexels-photo-132730 (1)

Bun, biasanya saat Bunda menempelkan tangan  di atas perut, Bunda pasti bisa merasakan denyut jantung buah hati, bukan? Nah, cobalah untuk menghitung denyut jantung bayi Bunda selama satu menit. Kalau hasilnya dibawah 150 per menit, kemungkinan Bunda memang mengandung bayi laki-laki.

Bahkan Ukuran Payudara pun Berubah Kalau Bunda Mengandung Bayi Laki-laki

pexels-photo-249211

Hal yang paling menonjol yang dirasakan ibu hamil tentu adalah ukuran payudara yang semakin membesar lantaran dipengaruhi oleh hormon agar sang ibu dapat menghasilkan ASI untuk anaknya. Diantara sekian banyak kondisi dan situasi, perubahan ukuran payudara memang pasti  terjadi. Namun, kalau Bunda merasakan ukuran payudara kanan lebih besar dari payudara kiri, hal tersebut dapat diartikan bahwa Bunda mengandung anak laki-laki.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengandung Bayi Perempuan Bisa Dikenali Lewat Tanda-tanda Berikut Lho Bun

pexels-photo-909689 (1)

Keberadaan teknologi ultrasonografi alias USG di masa sekarang memang sangat membantu orangtua baru dalam mengetahui jenis kelamin janin yang ada pada kandungan. Tapi tahukah Bunda, ada lho sebagian orangtua yang memilih untuk belum mau memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan pribadi. Tapi yang namanya orangtua pasti ada rasa penasaran untuk tahu jenis kelamin anak mereka, bukan? Nah ini dia tanda-tandanya kalau Bunda sedang mengandung bayi perempuan.

Bunda Lebih Rentan Mengalami Mual dan Muntah di Pagi Hari

pexels-photo-713959

Kalau hamil anak perempuan, biasanya Bunda akan lebih rentan mengalami mual di pagi hari dan intensitasnya justru lebih sering dibanding hamil anak laki-laki. Menariknya, rasa mual ini hanya muncul pada pagi hari. Situasi seperti ini tentu menguras tenaga Bunda, bukan? Sehingga aktivitas ibu yang hamil bayi perempuan, pada tiga bulan pertama biasanya akan terganggu

Beban di Pinggul Biasanya Makin Bertambah

pexels-photo-265996

Bunda perlu tahu, tanda-tanda hamil anak perempuan biasanya akan membuat bagian pinggul dan punggung Bunda jadi lebih rentan lelah lantaran merasakan beban yang semakin bertambah. Situasi ini terjadi karena pada dasarnya saat ibu mengandung anak perempuan, ciri khasnya memang perut akan lebih melebar ke arah samping dan juga lebih condong ke arah atas.

Bahkan Warna Rambut Bunda pun Akan Berubah

pexels-photo-914905

Konon, ciri lain yang terjadi adalah perubahan warna rambut. Tanda-tanda Bunda hamil anak perempuan salah satunya kalau warna rambut mulai berubah jadi lebih merah dibandingkan warna rambut sebelum Bunda hamil. Nah, kalau Bunda memang merasakan perubahan yang demikian, kemungkinan janin yang Bunda kandung berjenis kelamin perempuan.

Bunda Juga Jadi Rentan Moody

pexels-photo-413924

Saat mengandung anak perempuan, tak bisa dipungkiri kalau Bunda juga biasanya juga akan bersikap lebih moody atau akan melakukan segala sesuatu sesuai dengan mood yang tengah dirasakannya. Nah, biasanya perubahan sikap ini lebih dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Coba Bunda tanyakan pada suami atau saudara, apakah Bunda jadi lebih moody atau tidak.

Tak Hanya Mood yang Jadi Sedikit Berantakan, Bunda juga Harus Siap Kompromi dengan yang Namanya Kulit Sensitif

pexels-photo-615493 (1)

Perubahan fisik lain yang terjadi saat Bunda sedang mengandung anak perempuan adalah kondisi kulit yang biasanya jadi lebih sensitif dibandingkan dengan kondisi kulit sebelum Bunda hamil. Nah, kalau dirasa Bunda pun mengalami hal yang demikian, tak menutup kemungkinan kalau Bunda memang tengah mengandung anak perempuan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tidak Diharuskan, Tapi Jika Ibu Hamil dan Menyusui Ingin Puasa, Ada Kiat yang Bisa Membantu Bunda Kuat

pexels-photo-259363

Sebenarnya, seorang ibu hamil atau menyusui diberi kelonggaran untuk tidak memaksakan diri berpuasa. Dari segi kesehatan, dokter selalu menyebutkan bahwa usia kehamilan pada trimester pertama dan ketiga, ibu hamil tidak diizinkan untuk berpuasa. Tapi, selama kita merasa kuat dan tak ada masalah kesehatan yang akan berpengaruh buruk, rasanya sah-sah saja.

Sejalan dengan itu, pada salah satu kesempatan Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Diana F Suganda MKes, pernah berkata bahwa, “Selama berpuasa, ibu hamil tetap harus mengonsumsi aneka ragam pangan untuk memenuhi nutrisi janin dan bayinya.”

Nah, untuk bisa memastikan diri kuat menjalani ibadah ini, sebenarnya kita hanya perlu mengupayakan asupan nutrisi yang tetap seimbang. Supaya tak berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin pada ibu hamil, dan tetap menjaga kualitas ASI dari ibu menyusui. Ada beberapa hal yang Bunda perlu pahami, agar tetap bisa kuat menjalani ibadah puasa. Lalu apa saja ya kira-kira, Bun?

Dimulai dengan Memastikan, Jika Bunda Sudah Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks

a68f1a39ace1f126

Dilihat dari kandungan gizinya, karbohidrat kompleks sangat kaya akan kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan merupakan sumber energi bagi tubuh. Bahkan untuk orang-orang yang sedang menjalani program diet, selalu disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks. Sebab ini akan membuat kita kenyang lebih lama loh, Bun. Dan beberapa sumber karbohidrat kompleks yang bisa Bunda konsumsi antara lain nasi merah, jagung, ubi, singkong, sereal, dan kentang atau roti gandum untuk sahur.

Jangan Lupa Juga untuk Menambahkan Makanan yang Memiliki Protein dan Serat Tinggi

7999c3c61c33f18c

Tak hanya baik untuk menguatkan kita menjalankan puasa, memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi jadi upaya untuk menjaga bayi dalam kandungan. Nah, untuk itu baik bumil atau ibu menyusui, haruslah mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan serat tinggi.

Sumber protein pun beragam Bun, tergantung Bunda akan mengonsumsi jenis protein hewani atau nabati. Protein dari hewani terkandung dalam daging rendah lemak seperti daging merah, ikan, dan daging unggas, atau jenis protein nabati yang ada dalam kacang kedelai, tempe, dan tahu.

Hindari Mengonsumsi Makanan Berlemak, Seperti Santan dan Gorengan

joshua-hoehne-500546-unsplash

Jangankan kala sedang puasa, saat tak berpuasa pun dokter pasti selalu mengingatkan kita untuk tak terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan yang menjadi sumber lemak. Baik santan ataupun jenis-jenis gorengan.

Karena lemak jadi salah satu makanan yang sulit dicerna, dan sering kali memicu mual pada tubuh kita, apalagi jika sedang berpuasa. Maka, jika pada menu buka puasa ada gorengan, meski itu terlihat menggiurkan, sebaiknya Bunda menahan diri, demi kebaikan janin dan asupan ASI si buah hati.

Sebisa Mungkin, Sebaiknya Bunda Jangan Minum Teh dan Kopi Dulu

emre-gencer-364602-unsplash

Faktanya, biasanya tubuh akan merasa jauh terasa lebih haus beberapa saat setelah minum teh atau kopi. Situasi seperti ini, jelas akan mengganggu ibadah puasa yang akan kita jalani. Sebab kandungan kopi dan teh yang berhasil masuk ke dalam tubuh, akan memancing reaksi urine keluar. Selanjutnya, kita akan mudah merasa haus dan lemas. Bukannya berhasil menjalankan puasa sampai berbuka, bisa-bisa kita hanya akan kuat berpuasa sampai jam 12 siang saja.

Selalu Pastikan Jika Saat Sahur dan Berbuka Tubuh Mendapat Asupan Air Putih yang Cukup

f82017fd8d66a01f

Nah, beberapa orang kerap keliru dalam memenuhi apa yang tubuh butuhkan. Salah satunya, menjadikan minuman sebagai hal pertama yang dikonsumsi saat sedang ingin sahur atau berbuka. Padahal, kita salah kaprah.

Minuman manis mungkin akan memuaskan dahaga saat berbuka, tapi kandungannya jelas tak baik untuk tubuh yang sedang berpuasa. Sebaliknya, cukupkan kebutuhan tubuh akan air dengan asupan air putih yang banyak. Bahkan beberapa dokter menganjurkan, ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi air putih setidaknya 3 liter sehari. Hal ini demi menghindarkan kita dari bahaya dehidrasi dan menguatkan tubuh untuk terus berpuasa.

Selanjutnya, Agar Tak Terlalu Lapar Bunda Baiknya Makan Sesaat Sebelum Imsak

pexels-photo-1071979

Ini mungkin jadi siasat kecil yang juga bisa membantu Bunda kuat dalam hal berpuasa, yakni memilih makan beberapa saat menjelang imsak saat sedang sahur. Sehingga, untuk bisa menjalani puasa sepanjang hari, kita tak akan merasa terlalu lapar.

Dan Pastikan Pula, Jika Bunda Mendapat Istirahat yang Cukup pada Siang Hari

pexels-photo-914905

Untuk ibu hamil yang masih bekerja dan harus berpuasa, cobalah untuk mengatur waktu istirahat yang cukup. Biasanya, beberapa perusahaan memberi keringanan saat bulan puasa berlangsung. Bunda bisa memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat sejenak. Cari posisi tidur yang baik, di tempat yang memungkinkan. Walau hanya 40 – 50 menit, ini akan memberi energi baru untuk tubuh. Dan tetap ingat, jangan terlalu memforsir diri untuk melakukan hal-hal yang berat dulu. Karena selain hamil dan menyusui, kita juga sedang berpuasa. Jadi, tidak boleh terlalu lelah ya, Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top