Parenting

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mengenal Lebih Dekat Metode Mpasi Baby Led Weaning, Si Kecil Yang Makan Sendiri

Tumbuh kembang si kecil memang jadi proses istimewa yang harus kita ikuti. Bagaimana dirinya mulai berkata-kata, merangkak hingga akhirnya belajar untuk makan. Saat si kecil memasuki enam bulan, biasanya ini adalah masa aktif untuknya melakukan banyak hal. Bahkan menjadi momen bagus untuk mulai memberinya makan padat. Nah, untuk memberinya makan, ada beberapa jenis Mpasi yang kita berikan pada si kecil.

Dari beberapa teknik Mpasi yang bisa kita terapkan, saat ini Mpasi dengan metode Baby Led Weaning sedang digemari oleh sebagian besar ibu. Ini adalah metode memperkenalkan makanan pada bayi dengan cara self-feeding, yaitu bayi memberi makan dirinya sendiri. Sebelum memutuskan untuk mencoba metode ini, Bunda dapat membaca ulasan berikut.

Sama Halnya Dengan Metode Lain, Baby Led Weaning Juga Bertujuan Memperkenalkan Makanan Kepada Si Kecil

Dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris, Baby Led Weaning adalah cara memperkenalkan makanan kepada si kecil dengan membiarkannya makan sendiri. Si kecil pun jadi berkesempatan untuk memegang dan menyuapi makanannya sendiri. Intinya BLW adalah kebebasan untuk anak bisa mengeksplorasi makanannya sendiri.

Ketahui Waktu Yang Pas Untuk Mulai Melakukan Baby Led Weaning

Meski usia bukanlah satu-satunya patokan yang harus kita jadikan syarat untuk memperbolehkannya makan sendiri. Tapi hal ini memang jadi faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian. Untuk itu para ahli dari The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan Baby Led Weaning pada usia 6 bulan.  Pada usia tersebut fungsi lidah untuk mengecap rasa juga sudah berfungsi lebih baik, si kecil pun sudah bisa mengunyah dan melepehkan makanan jika dirasanya tak enak.

Pilihan Makanan Yang Diberikan Saat BLW Juga Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk memperkenalkannya pada Baby Led Weaning kita perlu tahu makanan apa saja yang cocok. Karena si kecil masih baru ingin memulai makan, tidak ada salahnya jika kita memberinya makanan dengan jenis yang berbeda-beda. Pastikan juga jika makanan yang ia konsumsi mengandung gizi yang tinggi.

Seperti wortel, brokoli dan beberapa jenis sayuran dan buah-buah lainnya. Untuk cara penyajian, sayuran sebaiknya dikukus agar memudahkan si kecil mengunyah makanan. Sedangkan untuk buah-buahan, Bunda bisa menyajikannnya dengan ukuran yang cukup bisa dia pegang. Tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil untuk meminimalisir kemungkinan buah hati tersedak.

Lalu Bagaimana Teknik Pemberian Baby Led Weaning Yang Tepat Untuk Si Kecil?

Untuk yang satu ini kita mungkin masih banyak bertanya-tanya, tentang bagaimana teknik yang tepat dan benar. Seperti yang dikatakan penyanyi Andien pada akun instagramnya beberapa waktu lalu. Andien menjelaskan bahwa proses makan adalah proses stimulasi. Anak belajar, dia belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang dipegangnya. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya.

Nah jika Bunda masih merasa khawatir jika ternya si kecil akan tersedak, sebaiknya hindari makanan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang, anggur utuh, serta apel dengan kulitnya. Pastikan pula jika kita tetap bersama dengannya ketika dia sedang makan. Pastikan pula dia tetap duduk selama makan dan hindari juga pemberian makanan yang mengundang alergi untuk si kecil.

Kecemasan Karena Si Kecil Makan Sendiri Memang Wajar Tapi Ini Bukan Berarti Hal Yang Tak Boleh Di Lakukan, Karena BLW Adalah Hal Yang Patut Di Coba

Untuk permulaan mungkin kita akan merasa sedikit was-was ketika buah hati mulai mengambil beberapa makanan dan mengunyahnya sendiri. Pada tahap itu tentu akan sangat wajar jika dia berkali-kali akan menjatuhkan beberapa makanannya. Daripada harus repot-repot untuk membersihkan lantai sebaiknya kita memberinya alas di lantai, untuk menampung semua makanan yang dia jatuhkan.

Karena ini adalah awalan untuk si kecil belajar makan, mungkin dia akan mengalami kekurangan zat besi. Untuk itu selain memberinya makanan yang mengandung asupan zat besi yang tinggi, kita juga bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang bisa diterimanya dengan baik. Bunda harus tetap bersamanya ketika si kecil sedang makan untuk  memastikan sudah seberapa banyak makanan yang dia masukkan ke dalam mulutnya. Dengan begitu kita bisa mengukur seberapa banyak asupan gizi yang telah masuk ke dalam tubuhnya

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bumi Semakin Tua, Ajak Si Kecil Peduli Lingkungan Mulai Dari Sekarang Bun

pexels-photo-193035

Banyak hal yang bisa kita tanamkan pada anak untuk bekal hidupnya kelak, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan. Tentang bagaimana pemanasan global bisa memberikan pengaruh buruk pada kondisi bumi yang kita tinggali. Disamping itu si kecil juga perlu memahami bahwa kondisi lingkungan yang semakin buruk akan membunuh bumi secara perlahan. Dan sebagai anak yang akan bertumbuh semakin besar, si kecil akan menjadi sosok yang sangat berperan untuk hal ini.

Mulailah Dari Hal Kecil, Beri Pemahaman Pada Buah Hati Untuk Membuang Sampah Pada Tempatnya

Poin ini akan menjadi hal dasar untuk menanamkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tunjukkan sikap yang memperlihatkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu buah hati pun akan mulai belajar untuk meniru sikap Bunda.

Selain itu kita juga perlu memberinya pemahaman akan bahaya membuang sampah sembarang. Pakailah objek nyata yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Tentang bagaimana sampah yang dibuang di sungai dengan sembarangan akan mengakibatkan banjir. Pada momen tersebut, Bunda dapat sekaligus melatih buah hati untuk dapat membedakan jenis-jenis sampah yang ada. Jika si kecil sudah terbiasa sejak dini untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, hal ini akan menjadi kebiasaan yang akan selalu terbawa, bahkan hingga kelak ia dewasa.

Berikan Ruang Untuk Melakukan Beberapa Aktivitas Di Alam Bebas

Ada banyak hal yang sedang digalang oleh orang-orang untuk menanggulangi kondisi bumi. Kesempatan ini bisa kita gunakan untuk memberinya pemahaman pada buah hati. Kita bisa mengajak si kecil untuk ikut serta berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di alam bebas, misalnya menanam pohon. Beri tahu mereka bahwa setiap pohon sangat berperan dalam menopang bumi dan kehidupan manusia.

Pemahaman Untuk Peduli Terhadap Kelestarian Hewan Juga Harus Diajarkan

Mengajari si kecil untuk selalu berlaku baik terhadap orang lain dan lingkungan adalah penting yang memang harus diajarkan. Namun seringnya kita lupa untuk menyertakan kepedulian pada hewan sebagai faktor penting yang harus disematkan. Meski terdengar sepele, hal ini jadi faktor penting yang akan membantu buah hati untuk mengerti pentingnya menjaga kelestarian hewan.

Bunda Bisa Mengajak Buah Hati Untuk Berkreasi Dengan Barang-barang Bekas

Barang atau sampah anti lingkungan bisa kita jadikan objek untuk mengajari si kecil berkreasi dan mengembangkan imajinasinya. Selain memberinya kesenangan akan kegiatan yang dia lakukan, hal ini juga akan membuatnya sadar pentingnya menjaga lingkungan dari sampah yang sulit di uraikan oleh tanah, dan mengurangi pemakaian barang-barang anti lingkungan.

Ajak Dirinya Untuk Mulai Berhemat Pada Beberapa Hal Penting Yang Akan Membantu Kelestarian Lingkungan

Untuk kegiatan yang satu ini kita bisa melakukannya dari hal kecil yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya dengan berhemat agar tidak terlalu konsumtif akan pengeluaran dan sumber daya alam yang ada. Salah satunya berhemat dalam hal pemakaian listrik yang sedang banyak dikampanyekan oleh media.

Kita bisa menjelaskan pada buah hati dengan cara yang sangat sederhana tentang apa yang akan terjadi dimasa depan bila memakai listrik dan air yang secara berlebihan. Untuk itu kita perlu mengoptimalkan pemakaian barang-barang elektronik sesuai dengan aturan dan porsinya. Ajak mereka untuk terbiasa mematikan segala barang elektronik yang tidak sedang dipakai. Buatlah hal tersebut semenarik mungkin sehingga menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Bunda Juga Harus Menjadi Contoh Yang Baik Dengan Menjadikan Semua Hal Tersebut Mudah Dipahami Oleh Si Kecil

Membuat si kecil mengerti dan paham akan pentingnya menjaga lingkungan jadi bagian tersulit yang akan kita hadapi. Sebisa mungkin kita harus bisa menjelaskannya dengan bahasa dan contoh yang mudah untuk dipahaminya. Meski ini adalah permasalahan yang cukup kompleks, percayalah mereka bisa dengan mudah memahaminya.

Kita juga harus jadi contoh yang baik untuknya. Karena segala sesuatu yang kita ajarkan padanya akan dengan senang hati dilakukan jika diikuti dengan contoh nyata. Dengan demikian dirinya akan tumbuh jadi seseorang yang peduli terhadap lingkungannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Membentak Berpengaruh Buruk Pada Psikologis Anak, Lakukan Cara Ini Untuk Membuatnya Mengerti Tanpa Harus Membentak

pexels-photo-262103

Menerapkan pola didik yang tepat bagi anak merupakan sebuah keharusan. Orangtua harus tahu bagaimana cara mendidik anak agar bisa memiliki kepribadian baik. Sangat penting memang untuk menerapkan pola didik tepat, namun sayangnya tidak semua orangtua memahami hal itu.

Sebagai contoh saat anak tidak mau menuruti kata-kata orangtuanya, maka membentak buah hati menjadi hal yang lazim dilakukan. Jika hal itu tidak bisa membuat anak menurut, maka menjewer bahkan hingga memukul anak pun akan dilakukan. Padahal cara seperti ini bukanlah pola didik yang baik, anak yang sering mendapatkan kekerasan akan berdampak buruk pada kepribadiannya saat dewasa nanti.

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua agar anak bisa memiliki kepribadian baik tanpa harus membentaknya?

Nilai-nilai Baik Dalam Bingkai Alur Dongeng Yang Indah Akan Membuat Anak Memperoleh Banyak Manfaat Bun

Siapa yang tidak suka dengan dongeng? Hampir semua anak kecil menyukai dongeng. Hal inilah yang bisa anda manfaatkan untuk mendidik anak. Dalam dongeng ada banyak sekali nilai-nilai baik yang bisa anda sampaikan kepada anak, mulai dari sikap saling membantu, berbakti kepada kedua orangtua, saling menyayangi, dan ajaran baik lainnya.

Selain dapat mengajarkan sesuatu yang baik, dongeng juga bisa meningkatkan kualitas komunikasi antara anda dengan buah hati, bisa jadi anak sulit menurut pada orangtuanya karena kurangnya komunikasi yang terjalin.

Fokus Berbicara Dengan Anak. Pegang Kedua Tangannya Dan Tatap Matanya, Baru Nasehati Dia

Saat anak dianggap melakukan sebuah kenakalan maka sikapilah kenakalannya itu dengan tenang. Hentikan semua aktivitas yang sedang anda lakukan seperti bermain gadget, memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya. Usahakan anda sedang tidak melakukan aktivitas apa pun kecuali fokus untuk menasehati anak. Pegang kedua tangannya dan tatap matanya lalu nasehati dia. Hal ini penting untuk dilakukan agar anak merasa mendapat perhatian dari anda.

Rendahkan Suara Atau Bisikkan Kata-kata Nasehat Agar Si Kecil Tak Merasa Takut Atau Malu

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mendidik anak adalah dengan cara membisikkan kata-kata nasehat. Meskipun kata-kata yang digunakannya adalah sama tapi kadang anak merasa takut saat dibentak orangtuanya. Untuk menghindarinya, anda bisa menasehati anak dengan cara berbisik.

Cara ini juga dapat menghindarkan anak dari rasa malu karena mungkin saja saat anda membentaknya dia merasa malu dengan teman-temannya. Tapi dengan cara seperti ini dia tidak khawatir teman-temannya mengetahui bahwa dia sedang dimarahi oleh anda.

Agar Anak Mengerti, Nasehati Dengan Bahasa Yang Mudah Dipahaminya

Mungkin saja anak tidak menurut terhadap nasehat-nasehat anda karena dia sebenarnya tidak mengerti maksud ucapan anda. Bisa jadi bahasa yang anda gunakan belum dapat dimengerti oleh anak sehingga dia tidak tahu apa maksud dari nasehat anda. Untuk itulah, gunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. dengan cara ini mereka akan lebih mudah untuk memahami maksud dari nasehat anda.

Untuk mengeetahui bahasa-bahasa seperti apa yang seharusnya anda gunakan saat berbicara dengan anak, anda bisa membaca berbagai buku cerita anak ataupun dongeng-dongeng anak. Dengan demikian anda akan mengerti bagaimana seharusnya berbicara pada anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top