Parenting

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Jangan Mau Didikte Tayangan Yang Itu-Itu Saja, Bunda Harus Merdeka Memilih Program TV Untuk Anak

Four-kids-watching-a-movie

Sejatinya sah-sah saja mengizinkan anak-anak menonton televisi. Apalagi saat momen golden age, anak-anak lebih cepat menangkap informasi. Apabila mereka menonton tayangan yang mengandung konten positif, bukankah hal itu baik bagi perkembangan si kecil?

Hanya saja belakangan muatan dalam acara televisi tak lagi ‘ramah’ untuk anak-anak. Di samping itu, kurangnya perhatian orangtua menyortir tayangan mana yang layak menjadi tontonan buah hati membuat banyak anak-anak yang akhirnya terperangkap pada tayangan televisi yang hanya mengejar rating penonton. Belum lagi dengan dampak yang akan ditimbulkan ke depannya.

pexels-photo-236215

Jumlah Tayangan Sinetron di Beberapa Stasiun TV Membuat Anak Tak Punya Pilihan Saat Menonton

Satu stasiun tv paling sedikit menayangkan dua sinetron dalam durasi lebih dari dua jam. Jika dua hingga lima stasiun tv lokal menjadikan sinetron sebagai program andalan mereka, maka anak-anak pun mau tak mau ikut menonton tayangan yang ada di tv. Jika si kecil terus-menerus melakukan hal ini, akan timbul pula dampak bagi psikologisnya.

pexels-photo-301977

Selain Krisis Tayangan Bermutu, Nyatanya Anak-Anak Pun Mulai Kesulitan Mendengar Lagu-Lagu Sesuai Usianya

Mulai dari radio hingga televisi, bunda pasti kesulitan menemukan lagu bergenre anak-anak. Karena memang saat ini lagu-lagu yang ada ditujukkan untuk orang dewasa. Tapi lantaran tak ada lagu yang mewakili usianya, mau tak mau anak-anak ikut mendengarkan lagu tersebut kemudian jadi hapal di benaknya. Bukankah tak lazim melihat anak-anak fasih menyanyikan lagu cinta-cintaan?

pexels-photo-321441

Efek Paling Buruk Yaitu Saat Si Kecil Mulai Menirukan Apa Yang Ditontonnya Lewat Televisi

Anak-anak dikenal sebagai peniru yang cakap. Baik meniru kebiasaan orangtuanya maupun sekitarnya. Selain itu, mereka pun akan meniru tokoh yang menurutnya layak dijadikan figur idola. Tak jarang aksi para tokoh utama dalam sinetron masa kini pada akhirnya ditiru dan dijadikan ‘mainan’ anak-anak saat berinteraksi dengan teman sebayanya. Hal ini mulai masuk fase yang mengkhawatirkan jika si kecil mulai meniru adegan yang tergolong kasar seperti berkelahi, melabrak, atau melakukan bullying lewat kata-kata.

pexels-photo-235554

Apabila Sudah Terlanjur, Perlu Peran Aktif Orangtua Untuk Memberi Penjelasan

Tidak ada kata terlambat bagi orangtua untuk mengarahkan buah hati mereka. Jika si anak sudah terlanjur menonton sinetron atau menyanyikan lagu-lagu dewasa yang berbau percintaan, sudah selayaknya orangtua memberi penjelasan sesuai dengan kapasitas perkembangan si kecil. Misalnya menjelaskan pada si kecil apa itu cinta dan apa yang membuat orang harus mencintai orang lain atau sesama.

Mengarahkan anak kepada hal yang positif adalah salah satu cara menghalau dampak negatif yang sewaktu-waktu bisa timbul jika sudah terlanjur menonton tayangan tersebut. Baru kemudian orangtua bisa mengarahkan anak agar tak lagi menonton sinetron. Sejatinya tak perlu larangan keras, kuncinya hanya pengawasan yang lebih jeli dari orangtua.

pexels-photo-333529

Kedepannya Anak Perlu Dilindungi Dan Diberi Pilihan Tayangan Yang Sesuai Usianya

Nah, tentunya kita sebagai orang tua yang harus pandai mengatur tayangan untuk anak bukan? Agar tak lagi “kecolongan”, Bunda bisa memilih BigTV sebagai penyedia layanan televisi di rumah. Karena BIGTV memberikan solusi tayangan TV yang BERKUALITAS, MENDIDIK dan AMAN bagi perkembangan anak Anda. Setidaknya ada 5 fitur BigTV yang bisa dimanfaatkan untuk memberi anak tayangan yang berkualitas.

Pertama Decoder Lock, BIGTV memberikan fasilitas untuk orang tua dapat mengatur/membatasi waktu anak kita dalam menonton tayangan televisi. Hal ini penting karena mengatur durasi alias lamanya anak menonton televisi jadi faktor utama sukses tidaknya orang tua mendidik anak dengan televisi.

Kedua Parental Lock, BIGTV memberikan kemudahan untuk mengatur tayangan atau program sesuai usia anak. Dengan opsi ini tentunya tidak ada lagi cerita anak mengakses tayangan yang belum sesuai usianya bukan?

Ketiga Channel Lock, BIGTV membantu kita untuk dapat mengunci channel/program tertentu yang tidak aman untuk anak Anda. Untuk channel yang memang sama sekali tak boleh diakses, bunda punya pilihan untuk menguncinya total sehingga aman dari jangkauan anak-anak.

Keempat HD Quality, Channel BIGTV berkualitas High Definition/HD, sehingga tayangan BIGTV lebih tajam, jelas dan nyaman ditonton oleh anak. Mengingat anak secara indera masih terus dalam perkembangan tentunya penting untuk membuat matanya tetap nyaman dengan tayangan yang tajam dengan kualitas High Definition.

Kelima Bilingual, BIGTV hadir dalam 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak. Melalui fitur ini anak akan secara tak sadar dan gembira mempelajari bahasa inggris melalui tayangan favoritnya.

Untuk mencicipi fitur tersebut Bunda bisa memanfaatkan program promo Gelegar Kemerdekaan Big TV. Salah satunya Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Atau bisa mencoba Paket BIG SUN UNLIMITED yang dengan harga terjangkau mulai dari 329 ribu/bulan kita akan mendapatkan 80 Channel (53 Channel SD + 27 Channel HD), akses internet unlimited dan akses gratis untuk menonton channel-channel BIGTV melalui laptop, tablet atau smartphone.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV. Yuk siapkan fasilitas tayangan sehat untuk si buah hati!

big-tv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Meski Jadi Ibu Rumah Tangga, Bunda Juga Tetap Perlu Me Time

Hampir semua perempuan yang memilih menjadi istri sekaligus ibu, tak pernah membayangkan apa yang kemudian akan dihadapinya kelak. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam sehari dengan 7 hari seminggu. Tidak mengenal jam istirahat dan tak ada hari libur. Mulai dari merawat anak, mendidiknya, menyayangi pasangan, merawat rumah dan setumpuk kewajiban lain yang harus diselesaikan tiap harinya.

Hal tersebut memang benar adanya. Namun Bunda, meski demikian keadaannya, bukan berarti bunda harus melupakan me time yang mungkin saat sebelum menikah jauh lebih sering dilakukan. Me time atau waktu untuk menyenangkan diri sendiri adalah hak setiap orang, termasuk bagi seorang ibu rumah tangga.

Mengapa? Karena dengan me time nyatanya ampuh mengusir rasa suntuk, penat, bosan, atau bahkan lelah dari seorang ibu rumah tangga. Bukankah rumah tangga akan bahagia bila bunda pun bahagia?

Ibu yang Tak Punya Me Time Rentan Depresi yang Membuat Emosinya Bisa Meledak Sewaktu-waktu

ibu depresi

Meski dari luar terlihat baik-baik saja, bunda yang tak punya kesempatan untuk me time sejatinya tengah menimbun depresi. Jika terus dibiarkan, emosi dan depresi bunda yang sudah menumpuk bisa saja meledak sewaktu-waktu. Sayangnya banyak Bunda yang tak menyadari hal ini dan membiarkan tekanan ini terus menumpuk dalam diri.

Bahkan Sedihnya Karena Tertekan dengan Segala Rutinitas Pekerjaan Rumah, Bunda pun Rentan Melampiaskan Kekesalan pada Anak-anak

anak takut

Nyatanya me time memang sangat diperlukan. Efeknya bukan hanya pada bunda saja, karena seringkali jika bunda sudah kesal, anak-anak menjadi pelampiasan. Karena depresi dan lelah menyatu, bunda mulai berpikir bahwa anak-anak yang membuatnya tak memiliki me time seperti dulu.

Bunda itu Ibarat ceret air kebahagian. Tak mungkin bisa menuang kebahagiaan ke seluruh keluarga jika bunda sendiri tak bahagia bukan?

Ujungnya Bunda Bisa Mulai Menyesal dengan Pernikahan. Agar Hal itu Tak Terjadi, Sebaiknya Bunda Segera Konsultasi dengan Suami untuk Melakukan Me Time

berdua suami

Berkonsultasi dengan suami mengenai masalah ini sangatlah perlu. Karena nyatanya masih ada yang merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, Pernikahan yang telah bunda lalui bersama suami bukanlah hal yang layak disesali. Pasti suami mengizinkan apalagi demi kebahagiaan bunda.

Penelitian pun Mengatakan Menyediakan Waktu Me Time Ternyata Memberi Manfaat Baik Secara Psikologis dan Meningkatkan Kesejahteraan di dalam Keluarga

keluarga

Hasil studi dari Alyssa Westring, asisten professor di DePaul University, Chicago dan Stew Friedman, professor manajemen di Wharton School membuktikan bahwa me time penting dan bermanfaat bagi individu. Mereka melakukan penelitian terhadap sekumpulan orang dewasa yang berstatus ayah dan ibu yang rutin menyediakan waktu me time sepanjang 12-15 minggu ternyata mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka. Hal itu lantaran me time memberi manfaat baik secara psikologis dan fisik.

Saat Sudah Merencanakan Waktu Me Time, Yakinkan pada Suami Bahwa Semua Urusan Rumah Tangga Tetap Akan Berjalan Normal Selama Bunda Istirahat

ayah anak

Ada kalanya saat berkonsultasi, suami bisa saja tak setuju saat bunda harus meninggalkan urusan rumah tangga. Jika demikian, bunda harus pintar-pintar bernegosiasi dan meyakinkannya. Apalagi jika bunda telah memiliki rencana yang matang dan optimis jika me time tak akan mengganggu rutinitas dan urusan rumah tangga yang selama ini bunda kerjakan.

Tak ada salahnya meminta tolong pada orang terdekat selain suami jika memang bunda merasa perlu bantuan untuk membereskan urusan ini. Namun bunda juga bisa mencoba cara lain yaitu dengan melibatkan suami dalam mengurus rumah dan mengasuh anak secara bertahap. Jadi ketika tiba waktunya bunda beristirahat, suami tak akan kaget dan lebih santai karena sudah terbiasa menangani masalah keluarga.

Me Time Bisa Dilakukan Dimana Saja, Termasuk Di Rumah Menonton Tayangan Favorit

menonton televisi

Kekeliruan yang sering terjadi adalah berpikir bahwa me time haruslah berlibur dengan memakan waktu yang lama dan perlu perencanaan matang. Padahal sesungguhnya esensi dari me time adalah dengan menyisihkan waktu “istirahat” untuk diri sendiri.

Hal ini bisa bunda lakukan di rumah dan setiap hari kok. Seperti juga semua aktivitas pekerjaan lainnya, Bunda bisa beristirahat dan menarik nafas sejenak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari membaca buku hingga menonton tayangan televisi yang mengasyikan.

Nah, untuk Me Time tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu istirahat bunda tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini punya promo gelegar kemerdekaan. Dengan berlangganan paket Eazy 12 bulan bunda bisa merdeka selama 3 bulan plus bisa mengupgrade semua channel.

Atau Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Paling tidak, untuk di rumah Bunda bisa menikmati tayangan FirstMediaX dimana saja di seluruh ruangan. Apalagi paket ini sudah juga disertakan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited. Sementara untuk akses internet di luar rumah akan diberikan starter pack bolt gratis.

Kalau 69 channel belum cukup, Bunda bisa memilih Eazy 1 Big Star Unlimited dengan harga 439 ribu rupiah per bulan. Pilihan Channelnya lebih banyak hingga 92 channel dengan 32 diantaranya sudah berkualitas HD. Tambahannya Bunda tetap punya akses ke FirstMediaX, plus akses internet hingga 20 Mbps unlimited dan starter pack bolt gratis.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk Me time Bunda!

big-tv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, 17 Agustus Sudah Di Depan Mata. Jangan Lupa Latih Si Kecil Untuk Mulai Memaknai Arti Kemerdekaan!

pexels-photo-173666

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Berbagai jenis perlombaan pun digelar untuk memeriahkan momen itu. Bukan hanya untuk orang dewasa, sederat lomba untuk anak-anak pun menarik perhatian si kecil. Inilah saatnya dia ikut berpartisipasi. Membiarkan anak mengikuti lomba 17-an adalah cara awal mengenalkan momen hari kemerdekaan padanya, meski ia mungkin belum tahu makna sesungguhnya tentang kemerdekaan. Selanjutnya, giliran Bunda untuk berperan aktif agar si kecil jadi lebih tahu tentang kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.

Pada dasarnya, mengenalkan arti kemerdekaan pada buah hati bisa dilakukan kapan pun. Termasuk menjelang momen 17-an seperti ini. Banyak cara yang dapat Bunda lakukan dari sekadar mengajak anak berpartisipasi dalam lomba di lingkungan tempat tinggal. Bunda harus memahami bahwa mengenalkan nasionalisme pada buah hati juga penting. Terapkan lima hal berikut agar si kecil mulai memahami makna hari kemerdekaan.

pexels-photo-54536

Mengajaknya Berkunjung ke Museum Agar Si Kecil Mulai ‘Melek’ Sejarah

Untuk mengisi liburan saat tanggal merah nanti tak ada salahnya Bunda mengajak si kecil berkunjung ke museum. Di sana, biarkan si kecil bereksplorasi melihat foto-foto pahlawan dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam museum. Bunda tak perlu terlalu serius atau menekannya untuk mengenal satu demi satu wajah pahlawan atau cerita perjuangan semasa penjajahan dulu. Cukup arahkan si kecil agar ia bisa memahami jika ada perjuangan berat nan heroik yang harus dilalui para pahlawan demi merebut kemerdekaan.

reading-77167 (1)

Ajak Si Kecil Untuk Mengenal Wajah dan Mengingat Nama Para Pahlawan Lewat Buku Cerita Bergambar, Cara Ini Lebih Dinamis dan Ekspresif

Saat Bunda berinisiatif mengenalkan wajah para pahlawan pada si kecil, lupakan gaya serius nan monoton yang membuat anda tampak seperti guru sejarah. Justru Bunda bisa ajari anak dengan gaya yang lebih dinamis yaitu memberinya sebuah buku cerita atau poster bergambar pahlawan, lalu menuturkan cerita perjuangan pahlawan tersebut pada si kecil. Sesekali kisah perjuangan para pahlawan bangsa pun dapat Bunda tuturkan sebagai cerita pengantar tidur si kecil. Atau jika buah hati Bunda cukup ekspresif, ajaklah dia menyelesaikan kuis sederhana seperti mencocokan nama pahlawan dengan foto wajah pahlawan tersebut. Meski sederhana, justru kuis semacam ini akan melatih daya ingatnya.

Four-kids-watching-a-movie

Televisi Swasta Biasanya Menyuguhkan Tayangan Langsung Upacara Pengibaran Bendera di Istana Negara, Ajak Si Kecil Untuk Ikut Menonton Tayangan Tersebut!

Upacara pengibaran bendera di Istana Negara adalah momen yang hanya terjadi setahun sekali. Mengajaknya menonton tayangan tersebut justru sangat tepat agar si kecil mulai paham makna menghormati bendera. Alihkan perhatiannya agar sejenak meninggalkan mainan kesukaan atau gadget yang ada di tangannya agar mau menonton upacara pengibaran bendera. Jika anak mulai tertarik lantaran terkesima melihat formasi para paskibraka, katakan padanya suatu saat kesempatan itu pasti datang bila ia sudah menginjak remaja.

pexels-photo-235554 (1)

Setel Lagu-lagu Wajib Nasional dan Jelaskan Alasan Bunda Melakukan Hal Itu!

Memaksa si kecil untuk mendengarkan lagu wajib nasional bukanlah ide yang bagus. Apalagi memintanya menyanyikan secara resmi. Bunda harus mulai berpikir kreatif dan memberinya opsi berupa aransemen atau instrument lagu-lagu wajib nasional yang mulai banyak dinyanyikan oleh penyanyi anak. Saat di rumah, sesekali selingi lagu anak dengan lagu-lagu kebangsaan. Jika si kecil mulai bertanya, Bunda bisa jelaskan alasan mengapa menyuguhkan lagu tersebut, yaitu agar dia nantinya tak asing dengan lagu-lagu tersebut.

pexels-photo-220455

Melibatkan Si Kecil Ketika Memasang Atribut 17-an Akan Membuatnya Senang

Bendera adalah atribut 17-an yang biasanya hampir terpasang di setiap rumah menjelang hari kemerdekaan. Nah, Bunda dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak si kecil ikut membantu mengikatkan atau mengerek bendera hingga mencapai puncak. Ketika si kecil mulai membantu, Bunda dapat mengajaknya mengobrol sembari bercerita tentang makna kemerdekaan sekaligus menjelaskan arti warna bendera merah putih pada si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenalkan Soulmate Baruku, Dia Anakku

Dahulu kita berpikir, belahan jiwa alias soulmate itu adalah pasangan romansa kita yang kemudian bahagia selamanya sampai menikah. Tak pernah terpikir ada yang lain, selain mereka yang kita pilih untuk menghabiskan hidup sampai akhir hayat.

Namun semua berubah ketika si kecil datang. Mulai dari dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh berkembang. Iya, dialah Soulmate kita yang baru. Belahan jiwa yang tumbuh dari bagian kita secara biologis.

Dia Membuatmu Belajar Bahwa Cinta Tak Perlu Dibagi, Karena Cinta Bisa Bertumbuh

keluarga

Ketika masih berdua dengan pasangan rasanya sulit membayangkan bagaimana jika ada kehadiran sosok lain diantara kalian berdua. Romansa yang terjalin antara suami istri, membuat dunia rasanya milik berdua. Dan tak tega serta tak mau rasanya jika harus membagi cinta ini dengan yang lain.

Tetapi kehadirannya membuat kita belajar hal baru. Bahwa benar cinta yang telah ada diantara pasangan tak bisa dibagi, namun cinta sejati itu juga mengajarkan bahwa cinta itu bisa tumbuh. Bisa bertambah. Kasih sayang kita kepada buah hati, ternyata tidak lantas mengurangi perhatian dan kasih terhadap pasangan. Justru kehadirannya membuat ikatan kita sebagai keluarga makin menguat.

Cinta Pada Pandangan Pertama Sudah Biasa, Inilah Cinta Sebelum Pandangan Pertama

hamil

Dulu kita begitu takjub dengan istilah cinta pada pandangan pertama. Bagaimana rasa tertarik yang begitu kuat bisa muncul hanya sepersekian detik sejak kita menaruh pandangan kepada sang calon kekasih. Memutuskan bahwa dialah Soulmate kita secepat itu pula.

Itu tak keliru, namun kehadiran anak mengajarkan kita rasa yang lain. Sebuah cinta yang bahkan lebih unik dari itu. Perasaan cinta memiliki belahan jiwa lain bahkan sebelum kita bisa melihatnya. Soulmate itu sudah membuat kita begitu sayang, begitu perhatian dan begitu menjaganya sedari Ia dalam kandungan. Ikatan yaang dibangun melampaui pengelihatan fisik.

Dia Yang Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dan Membuatmu Ingin Menjadi Lebih Baik Lagi

bermain-dengan-anak

Ini salah satu faktor paling penting yang menjadi indikator apakah dia soulmatemu atau sekedar hal yang kamu suka. Berapa banyak misalnya hubungan yang kamu jalin dan hanya membawamu ke kondisi yang lebih buruk?

Soulmate tidaklah demikian. Ketika menemukannya, kamu berubah menjadi lebih baik. Bukan hanya tanpa kamu sadari, tapi bahkan kamu sendiri pun punya keinginan untuk menjadi lebih baik. Kamu secara sadar mengubah dirimu dan memperbaiki segala kekuranganmu.

Dorongan inilah yang muncul ketika kita memiliki buah hati. Kebiasaan buruk dengan mudah kita tinggalkan. Aksi memperbaiki diri dilakukan tiada henti, demi untuk menjadi yang terbaik baginya.

Bukan Hanya Yang Kamu Ingat Ketika Bahagia, Tapi Yang Membantumu Dikala Sulit Dan Tak Enak

ayah anak

Ini kekeliruan lainnya. Soulmate sering disederhanakan sebagai seseorang atau sesuatu yang kita kaitkan hanya ketika kita bahagia. Padahal seharusnya, soulmate itu hadir dalam hidupmu di kala senang dan susah.

Dalam keadaan tak enak pun kamu mengingatnya. Ketika hidup mulai terasa menghimpit, pekerjaan mulai menimbulkan stres, anak lah tumpuan kita untuk berkasih sayang. Melihat wajahnya sudah berhasil menghilangkan dahaga kebahagian. Bisa memeluknya seolah menemukan harta paling berharga di dunia.

Sulit Membayangkan Hidupmu Sebelum Bertemu Dengannya, Dan Hidupmu Tanpanya

keluarga kecil

Ketika kamu menyadari keberdaan soulmate kamu akan membalutnya di sekitar kehidupanmu. Segala aktivitasmu akan tak terlepas darinya. Tanpa ada paksaan, namun kamu jadi sulit membayangkan bagaimana hidupmu dahulu sebelum ada belahan jiwa itu. Pada akhirnya, kamu tak mudah juga bagimu untuk membayangkan ketidakhadiran satu sama lainnya.

Kehidupan dengan anak kita seperti permainan puzzle. Masing-masing bagian tak bisa berdiri sendiri. Dan tak cuma saling melengkapi, tapi potongan-potongan puzzle itu akan saling mengunci satu sama lainnya jika sudah bertemu dengan pasangannya.

Soulmate Itu Bukan Ditemukan, Tapi Kamu Ciptakan

bayi lucu

Menariknya Penelitian Spike W.S. Lee dari University of Toronto’s Rotman School of Management menyebut bahwa, gagasan soulmate justru membuat hubungan dua belah pihak menjadi rawan. Karena mereka yang percaya kalau mereka adalah belahan jiwa untuk satu sama lain cenderung tidak puas dengan hubungan mereka saat dihadapkan dengan konflik. Padahal konflik merupakan hal yang tak terhindarkan dalam suatu hubungan dan penting untuk proses pendewasaan bagi anak maupun orang tua.

Menurut psikolog seperti Shauna Springer, Ph.D., yang namanya belahan jiwa itu memang ada dan bukan sekedar mitos. Namun belahan jiwa tidak jatuh begitu saja dari langit. Kita sendiri yang harus ‘menciptakan’ mereka. Ya inilah kekeliruan yang sering sekali dilakukan oleh kita.

Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa hubungan dengan anak akan semudah berjalan kaki di pagi hari. Sedari kecil hingga dia mendewasa, kita akan terus ditemui dengan beragam kendala. Namun keinginan untuk saling belajar dan memberikan yang terbaiklah yang membuat hubungan orang tua dan anak akan semakin kuat.

Soulmate yang sejati, yang selalu melengkapi satu sama lain. sama halnya dengan Tolak Angin Cair dan Tolak Angin Care yang selalu melengkapi dan menjaga keluarga Indonesia untuk tetap sehat dan bugar dalam menjalani hari-hari. Obat masuk angin dan obat herbal terstandar untuk masuk angin.

Tolak Angin Cair menjadi Suplemen herbal untuk masuk angin yang diproses di pabrik berstandar GMP (Good Manufacturing Practice) sehingga tetap terjaga kualitasnya. Dengan minum Tolak Angin 2 sachet setiap hari selama 7 hari berturut-turut dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari dalam. Sementara kalau ingin daya tahan tubuh tetap terjaga cukup konsumsi 1 sachet setiap harinya. Tolak Angin Cair membantu mengatasi berbagai gejala masuk angin, seperti mual, pusing, flu, dan demam, serta menjaga daya tahan tubuh saat beraktifitas atau melakukan perjalanan jauh.

Sementara untuk menjaga kita tetap sehat dari luar, pasangan sejatinya adalah Tolak Angin Care. Minyak angin aromateraphy yang dikemas dalam botol roll on untuk menghangatkan tubuh, mengatasi gejala masuk angin dari luar, dan menghilangkan gatal akibat gigitan serangga. Bentuknya yang roll on tentunya membuatnya mudah untuk dibawa kemana saja tanpa khawatir tumpah.

Jadi buatmu #SoulmateItuApa? Mana Buah Hati yang sudah menjadi Soulmatemu itu? Coba Tunjukan!

kumpulan foto

Kamu saat ini sudah memiliki anak sebagai soulmatemu? Anak yang kehadirannya kamu merasa menjadi lengkap. Dia yang kamu sulit bayangkan hidup tanpanya. Jangan kamu simpan sendiri pengalaman itu. Biarkan orang lain belajar dari kebahagianmu.

Karena Tolak Angin sedang mengadakan kompetisi pencarian #SoulmateItuApa menurut versi kamu. Syaratnya mudah:

1.Unggah foto bersama anak sebagai Soulmate Kamu dengan hastag #SoulmateItuApa dan deskrispikan Soulmate itu apa menurut Kamu.

2.Unggah foto tersebut di akun sosial media Anda dengan menyebut akun Instagram @tolak_angin atau Facebook Tolak Angin Tolakangin Sidomuncul serta juga menyertakan #SoulmateItuApa

3.Jangan lupa juga syaratnya harus mengikutinya harus follow Instagram @tolak_angin dan Like Facebook Pagenya Tolakangin Sidomuncul

Nantinya Periode kompetisi berlangsung dari tanggal 10 Juli 2017 sampai dengan 06 Agustus 2017. Dan 2 orang pemenang akan mendapatkan Voucher MAP senilai total Rp 2.000. 000. Ketentuan lengkapnya bisa dilihat di sini. Jadi yuk ceritakan #SoulmateItuApa menurut versi kamu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

6 Tips Efektif Agar Anak Tak Hobi Jajan

candy

Menjadi orangtua memang akan selalu dihadapkan dengan berbagai fase yang membutuhkahkan kesabaran ekstra untuk menghadapi perubahan sikap dan perilaku anak. Termasuk kebiasan-kebiasan kurang baik yang bisa saja terjadi dalam masa tumbuh kembang buah hati, salah satunya adalah kebiasaan anak yang lebih suka jajan di luar ketimbang menikmati makanan yang tersedia di rumah.

Pada dasarnya kesukaan anak terhadap beraneka ragam jajanan adalah hal yang wajar. Hanya saja kita juga perlu membatasi agar kesukaan anak pada jajanan tidak berlebihan. Meski untuk mencegah anak yang suka jajan di luar juga tidaklah mudah, apalagi bila hal itu telah terpola cukup lama. Dibutuhkan ekstra kesabaran untuk memberinya pengertian. Orangtua yang sudah mengerti tentang bahayanya jajan sembarangan juga harus mengajarkan dan mengingatkan kepada orang-orang di sekeliling anak agar tidak membiasakan si kecil untuk jajan. Lalu apa saja harus dilakukan orangtua untuk mengurangi kebiasaan anak yang sering jajan di luar?

Pastikan Anak Telah Makan Cukup, Biasakan Juga Untuk Membawa Bekal Dari Rumah

Orang yang sudah merasa kenyang karena porsi makan yang sudah terpenuhi dengan baik tidak akan berniat membeli makanan di luar lagi, begitu pula yang terjadi pada anak. Meskipun memiliki uang jajan, jika dia mendapat makanan yang cukup dari rumah maka uang yang dimilikinya tidak akan selalu digunakan untuk membeli jajan. Selain itu jika kegiatan yang harus dia lakukan membuatnyanya tidak berada di rumah dalam jangka waktu yang lama, saat sekolah misalnya, anda bisa menyiapkan bekal untuk anak. Selain mengurangi kebiasaan jajan di luar, memberi bekal juga membuat orangtua merasa tenang karena si kecil sudah pasti mengonsumsi makanan yang sehat dan aman.

Pastikan Bahwa Uang Saku Yang Anda Berikan Tidak Terlalu Banyak, Jika Berlebih Arahkan Anak Untuk Menabung

Hindari untuk memberikan uang saku terlalu banyak pada anak, karna kebiasaan ini dapat membuat anak jajan berlebihan. Ia merasa bahwa uang yang dimilikinya selalu cukup untuk membeli jajanan manapun yang dia suka. Akan lebih baik bila anda melatih buah hati agar selalu menyisihkan sebagian dari uang saku miliknya untuk ditabung. Hal ini akan membuatnya terbiasa berhemat dan menabung, sehingga mampu menahan diri untuk tak lagi lagi menggunakan uangnya untuk jajan.

Perhatikan Makanan Kesukaannya, Cobalah Untuk Membuatnya Di Rumah!

Ketika anak lebih memilih untuk makan jajanan di luar dibandingkan makanan yang tersedia di rumah bisa jadi makanan yang anda sediakan tidak disukai olehnya. Cobalah untuk lebih memerhatikan apa saja makanan yang menjadi kesukaannya, dengan begitu kita bisa menyediakan makanan yang menjadi favoritnya. Buatlah semenarik mungkin agar anak lebih tertarik dengan makanan yang tersedia di rumah agar  kebiasaan jajannya jadi berkurang. Bunda juga bisa belajar tentang bagaimana menyajikan makanan dengan tampilan menarik dan cita rasa lezat agar anak lebih memilih masakan rumah.

Berikan Pengertian Tentang Bahaya Dari Jajan Sembarangan Bunda!

Cobalah untuk mengenalkan pengetahuan dasar tentang beberapa zat berbahaya yang biasa digunakan pada jajanan yang dibelinya di luar. Berikan beberapa cotoh gambar dan warna makanan yang bisa saja mengandung zat berbahaya untuk tubuhnya. Hal ini akan membantu kita untuk mengajarkan kepada anak agar lebih selektif dan pandai dalam memilih makanan yang sehat dan bersih.

Manfaatkan Waktu Luang Untuk Mencoba Membuat Makanan Ringan Yang Dia Inginkan Di Rumah

Sebagian besar anak yang suka jajan di luar biasanya di sebabkan karena di rumah tidak ada cemilan atau makanan ringan yang dimakan. Makanan yang sering mereka temukan adalah nasi dan lauk untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Jika kita bisa menyisihkan sedikit dari waktu yang kita miliki untuk membuat makan ringan sendiri, ini akan sangat membantu anak untuk  merubah kebiasaannya jajan di luar.

Usaha Untuk Menasihati Anak Agar Tak Sering Jajan Akan Jadi Efektif Bila Anda Juga Melakukan Hal Yang Sama!

Pada akhirnya kebiasaan kita sebagai orangtualah yang akan berpengaruh pada sikap dan perilaku dari seorang anak. Bukan hanya terus menasihatinya saja, orangtua harus bisa memberikan contoh nyata. Dengan begitu anak pun akan mengikuti apa yang orangtuanya lakukan. Akan menjadi percuma bila anda getol menasihati anak untuk tidak jajan, namun anda sendiri masih suka jajan.

Memang dibutuhkan kesabaran ekstra untuk mengurangi kebiasaan anak yang sering jajan. Bukan hanya dibutuhkan pola didik yang tepat, orangtua pun dituntut melakukan hal yang sama dalam keseharian. Sebab anak adalah cermin dari orangtuanya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top