Hiburan Anak

Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut

Orangtua Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Menjadikan Mereka Penakut

Setiap orang pasti pernah memiliki rasa takut tak terkecuali anak-anak kita, rasa takut terhadap binatang, bayangan hantu dan hal-hal lain yang menurut mereka itu menyeramkan. Tak sering pula rasa takut yang dimiliki anak membuat kita orangtua sering kelabakan untuk menghadapinya, karena rasa takut yang dimilikinya membuatnya takut ketika sendiri, takut ke kamar mandi, takut gelap bahkan akan menangis histeris jika mengunjungi tempat baru. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sifat penakut pada anak bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan orangtua yang membuat anak selalu ragu dan panik menjadi lebih mandiri.

Seorang Psikolog bernama Jodie Benveniste juga mengatakan bahwa kurangnya kehangatan yang diberikan orang tua bisa membuat anak merasa ketakutan hingga cemas. Atau justru sebaliknya, ketika orang tua terlalu protektif dan mendikte buah hatinya, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang takut bertindak sesuai dengan kehendaknya. Dan tanpa sadar ternyata rasa takut yang dimiliki anak disebabkan oleh kebiasaan kita dalam mendidik mereka yang ternyata salah.

Berpikir Bahwa Mengontrol Anak Dengan Cara Berlebihan Adalah Baik Justru Malah Sebaliknya

Terbiasa tergantung pada orang tua membuat anak kita mengalami cemas berlebih ketika ia akan melakukan suatu kegiatan. Peran kita yang selalu ada untuknya dalam segala hal, bahkan tak pernah meninggalkannya untuk menyelesaikan suatu masalah yang dibuatnya menjadi kebiasaan. Yang tadinya kita pikir adalah peranan baik bagi orangtua ternyata menjadi alasan mengapa anak menjadi penakut. Mereka terbiasa bergantung kepada kita untuk segala sesuatunya, sehingga ketika menghadapi sesuatu yang diluar kemampuannya dia akan cenderung merasakan takut yang berlebihan. Meski pada dasarnya membantu anak menyelesaikan suatu masalahnya itu sah-sah saja, tapi kita perlu melihat situasi dan kondisinya. Sehingga dia memiliki ruang gerak untuk terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa perlu merasa cemas atau takut lagi.

Menakut-nakuti Anak Yang Sering Kita Gunakan Jadi Solusi Ketika Mereka Susah Di Atur

Hal ini pasti sering kita lakukan, menakut-nakuti anak untuk sesuatu yang sebenarnya bukan jadi ketakutan, misalnya kita sering sekali berkata “Kalau kakak ga mau makan nanti disuntik dokter loh” kalimat yang kita pikir akan menbantunya untuk bisa makan lebih mudah, perlahan akan membentuknya menjadi anak yang memiliki pandangan bahwa seorang dokter itu adalah sosok yang akan menyakitinya dengan jarum suntik jika dia tidak mau makan dan perlu ditakuti. Yang sering berujung anak akan merasa takut sekali ketika harus bertemu sosok dokter, yang dalam pikirannya ia akan disakiti dengan jarum suntik, padahal belum tentu.

 

Tidak Menghargai dan Mengabaikan Pendapat Yang Sering Mereka Kemukakan

Sebagai orangtua kita pasti sering mendengarkan berbagai macam keinginan dan pendapat yang sering dilontarkan oleh anak, alih-alih merasa apa yang diungkapkanya kadang tidak penting kita malah mengabaikannya atau memintanya berhenti untuk mengungkap hal-hal yang sering diucapkannya itu. Ini akan membuatnya merasa patah semangat dan takut untuk mengungkapkan keinginannya lagi, ada baiknya kita berikan dia waktu untuk mengungkapkan pendapatnya dan mendengarkannya. Jika sekiranya hal-hal yang di utarakannya tidak penting, cobalah beri dia pengertian dengan bahawa yang mudah dipahaminya.

 

Memberinya Hukuman Untuk Beberapa Kesalahannya Mungkin Baik, Tapi Akan Berbeda Jika Hukumannya Terlalu Berlebihan

Memberi anak pelajaran ketika dia melakukan sebuah kesalahan memang wajar, tapi dengan hukuman yang berlebihan akan membuatnya menjadi sangat takut untuk mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan ia akan memilih untuk tidak berbuat apa-apa lagi demi menghindari hukuman yang akan diterimanya, karena rasa cemas dan trauma yang telah dialaminya. Bebaskan dia melakukan sesuatu yang dia inginkan tapi tetap berdasarkan aturan yang disesuaikan, karena megekangnya hanya akan mengurasi rasa pencaya diri yang dimilikinya.

 

Coba Ingat Kembali Mungkin Saja Anak Kita Memiliki Pengalaman Pribadi Yang Memang Membuatnya Takut

Pengalaman tidak menyenangkan yang pernah di alami oleh anak juga menjadi salah satu faktor yang perlu kita perhatikan untuk penyebab mengapa ia menjadi penakut. Mungkin anak kita pernah dicakar kucing, atau di gigit serangga dan berbagai kejadian lain yang menyakitinya. Hal tersebut masuk dan terekam dalam memorynya sehingga ketika dai coba mengingat kembali hal tersebut ia akan merasa takut karena benda atau binatang itu pernah mencelakainya.

Kebiasaan Kita Dalam Menceritakan Kisah dan Cerita Fiktif Setan Yang Terlalu Menyeramkan

Memberikan anak cerita memang adalah salah satu yang perlu dilakukan, termaksud cerita-cerita fiktif yang bercerita tentang setan demi menumbuhkan rasa berani dalam dirinya. Akan tetapi kebiasaan kita yang sering menggambarkan setan dengan bentuk yang sangat menyeramkan membuat anak berimajinasi bahwa setan sangat menyeramkan dan menakutkan. Ini akan membuat mereka terbayang-bayang dan akan mempengaruhi rasa takut yang mereka miliki,

 

Niat Orangtua Yang Ingin Memotivasi Dengan Memberikan Perbandingan Malah Berujung Pada Rasa Takut

Sering menjadikan anak sebagai objek untuk perbandingan dengan anak lain malah mungkin bisa jadi salah satu cara untuk memotivasinya. Tapi jika hal ini dilakukan dengan salah hasilnya malah membuat anak menjadi kurang percaya diri dan takut untuk mulai melakukan sesuatu yang baru lagi. Ia akan merasakan bahwa akan ada teman lain yang akan lebih hebat dairnya dan selalu menjadi bahan perbandingan denganya. Biarkan ia melakukan banyak hal meski salah, justru dari kesalah itu dia akan belajar banyak. Kita hanya perlu mengawasi dan membimbingnya.
Untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan pada anak kita perlu memerhatikan pendidikan yang diterimanya, baik dari guru disekolah dan dari kita orangtuanya dirumah. Jangan biarkan rasa takut membuat dirinya enggan untuk melakukan hal-hal baru yang penting bagi perkembangannya. Dan berhentilah untuk menakutinya hanya karena dia tak mengikuti kemauan kita, tanamkan kepada mereka bahwa kita sebagai orangtua siap untuk membantu dan mendukungnya untuk menjadi anak yang lebih berani lagi dengan penuh cinta.

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Meski Jadi Ibu Rumah Tangga, Bunda Juga Tetap Perlu Me Time

Hampir semua perempuan yang memilih menjadi istri sekaligus ibu, tak pernah membayangkan apa yang kemudian akan dihadapinya kelak. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam sehari dengan 7 hari seminggu. Tidak mengenal jam istirahat dan tak ada hari libur. Mulai dari merawat anak, mendidiknya, menyayangi pasangan, merawat rumah dan setumpuk kewajiban lain yang harus diselesaikan tiap harinya.

Hal tersebut memang benar adanya. Namun Bunda, meski demikian keadaannya, bukan berarti bunda harus melupakan me time yang mungkin saat sebelum menikah jauh lebih sering dilakukan. Me time atau waktu untuk menyenangkan diri sendiri adalah hak setiap orang, termasuk bagi seorang ibu rumah tangga.

Mengapa? Karena dengan me time nyatanya ampuh mengusir rasa suntuk, penat, bosan, atau bahkan lelah dari seorang ibu rumah tangga. Bukankah rumah tangga akan bahagia bila bunda pun bahagia?

Ibu yang Tak Punya Me Time Rentan Depresi yang Membuat Emosinya Bisa Meledak Sewaktu-waktu

ibu depresi

Meski dari luar terlihat baik-baik saja, bunda yang tak punya kesempatan untuk me time sejatinya tengah menimbun depresi. Jika terus dibiarkan, emosi dan depresi bunda yang sudah menumpuk bisa saja meledak sewaktu-waktu. Sayangnya banyak Bunda yang tak menyadari hal ini dan membiarkan tekanan ini terus menumpuk dalam diri.

Bahkan Sedihnya Karena Tertekan dengan Segala Rutinitas Pekerjaan Rumah, Bunda pun Rentan Melampiaskan Kekesalan pada Anak-anak

anak takut

Nyatanya me time memang sangat diperlukan. Efeknya bukan hanya pada bunda saja, karena seringkali jika bunda sudah kesal, anak-anak menjadi pelampiasan. Karena depresi dan lelah menyatu, bunda mulai berpikir bahwa anak-anak yang membuatnya tak memiliki me time seperti dulu.

Bunda itu Ibarat ceret air kebahagian. Tak mungkin bisa menuang kebahagiaan ke seluruh keluarga jika bunda sendiri tak bahagia bukan?

Ujungnya Bunda Bisa Mulai Menyesal dengan Pernikahan. Agar Hal itu Tak Terjadi, Sebaiknya Bunda Segera Konsultasi dengan Suami untuk Melakukan Me Time

berdua suami

Berkonsultasi dengan suami mengenai masalah ini sangatlah perlu. Karena nyatanya masih ada yang merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, Pernikahan yang telah bunda lalui bersama suami bukanlah hal yang layak disesali. Pasti suami mengizinkan apalagi demi kebahagiaan bunda.

Penelitian pun Mengatakan Menyediakan Waktu Me Time Ternyata Memberi Manfaat Baik Secara Psikologis dan Meningkatkan Kesejahteraan di dalam Keluarga

keluarga

Hasil studi dari Alyssa Westring, asisten professor di DePaul University, Chicago dan Stew Friedman, professor manajemen di Wharton School membuktikan bahwa me time penting dan bermanfaat bagi individu. Mereka melakukan penelitian terhadap sekumpulan orang dewasa yang berstatus ayah dan ibu yang rutin menyediakan waktu me time sepanjang 12-15 minggu ternyata mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka. Hal itu lantaran me time memberi manfaat baik secara psikologis dan fisik.

Saat Sudah Merencanakan Waktu Me Time, Yakinkan pada Suami Bahwa Semua Urusan Rumah Tangga Tetap Akan Berjalan Normal Selama Bunda Istirahat

ayah anak

Ada kalanya saat berkonsultasi, suami bisa saja tak setuju saat bunda harus meninggalkan urusan rumah tangga. Jika demikian, bunda harus pintar-pintar bernegosiasi dan meyakinkannya. Apalagi jika bunda telah memiliki rencana yang matang dan optimis jika me time tak akan mengganggu rutinitas dan urusan rumah tangga yang selama ini bunda kerjakan.

Tak ada salahnya meminta tolong pada orang terdekat selain suami jika memang bunda merasa perlu bantuan untuk membereskan urusan ini. Namun bunda juga bisa mencoba cara lain yaitu dengan melibatkan suami dalam mengurus rumah dan mengasuh anak secara bertahap. Jadi ketika tiba waktunya bunda beristirahat, suami tak akan kaget dan lebih santai karena sudah terbiasa menangani masalah keluarga.

Me Time Bisa Dilakukan Dimana Saja, Termasuk Di Rumah Menonton Tayangan Favorit

menonton televisi

Kekeliruan yang sering terjadi adalah berpikir bahwa me time haruslah berlibur dengan memakan waktu yang lama dan perlu perencanaan matang. Padahal sesungguhnya esensi dari me time adalah dengan menyisihkan waktu “istirahat” untuk diri sendiri.

Hal ini bisa bunda lakukan di rumah dan setiap hari kok. Seperti juga semua aktivitas pekerjaan lainnya, Bunda bisa beristirahat dan menarik nafas sejenak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari membaca buku hingga menonton tayangan televisi yang mengasyikan.

Nah, untuk Me Time tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu istirahat bunda tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini punya promo gelegar kemerdekaan. Dengan berlangganan paket Eazy 12 bulan bunda bisa merdeka selama 3 bulan plus bisa mengupgrade semua channel.

Atau Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Paling tidak, untuk di rumah Bunda bisa menikmati tayangan FirstMediaX dimana saja di seluruh ruangan. Apalagi paket ini sudah juga disertakan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited. Sementara untuk akses internet di luar rumah akan diberikan starter pack bolt gratis.

Kalau 69 channel belum cukup, Bunda bisa memilih Eazy 1 Big Star Unlimited dengan harga 439 ribu rupiah per bulan. Pilihan Channelnya lebih banyak hingga 92 channel dengan 32 diantaranya sudah berkualitas HD. Tambahannya Bunda tetap punya akses ke FirstMediaX, plus akses internet hingga 20 Mbps unlimited dan starter pack bolt gratis.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk Me time Bunda!

big-tv

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Si Kecil Tak Gundah, Persiapkan Dia Menjadi (Calon) Kakak Dengan Tetap Membuatnya Merasa Diperhatikan Bun!

Sebentar Lagi Si Kecil Akan Punya Adik ? Begini Cara Untuk Menghilangkan Kegundahannya Bun!

Masa kehamilan adalah momen yang paling berkesan untuk orangtua. Kehadiran anggota baru dalam keluarga menjadi sesuatu yang membahagiakan. Meski akan kembali disibukkan dengan berbagai rutinitas mengurus bayi dan kakaknya yang juga belum terlalu besar, namun rasanya hal itu tidak jadi masalah.

Kebahagian yang anda rasakan, tentu juga harus dibagikan pada si kecil yang sebentar lagi akan menjadi kakak. Namun mengingat usianya yang belum terlalu besar, butuh waktu untuknya memahami semua itu. Tapi Bunda tak perlu terlalu khawatir, pelan-pelan berikan penjelasan agar dia mengerti.

Sebagai Langkah Awal, Kita Bisa Mencoba Untuk Bertanya Padanya. Apakah Dia Menginginkan Seorang Adik Atau Teman Bermain?

brothers-family-siblings-boys-50692

Keberadaan anggota keluarga baru tentu membuatnya harus beradaptasi, untuk itu sampaikan hal tersebut dengan cara yang menyenangkan.Bunda bisa menyelipkan informasi ini ketika sedang melakukan interaksi dengannya. Saat sedang makan atau bermain bersama hingga ketika membacakan sebuah cerita untuknya, cobalah bertanya apakah dirinya tak ingin punya adik atau teman bermain.

Bunda juga bisa memberinya pertanyaan untuk memancing reaksinya. “Kalau Bunda kasih adik untuk Kakak, mau nggak?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan jadi sesuatu yang terlihat menyenangkan baginya. Bahkan tanpa terlihat seperti sedang menjelaskan sesuatu, dirinya akan berimajinasi sendiri bahwa sebentar lagi ia akan mendapat hadiah seorang adik baru.

Secara Perlahan Mulailah Melibatnya Dalam Proses Kehamilan Yang Sedang Anda Lalui

Seiring dengan perkembangan usia kehamilan, tentu akan ada beberapa perubahan dalam diri Bunda.  Jika memang cukup jeli, si kakak akan menghujani Bunda dengan beberapa pertanyaan ajaibnya. Hal ini jadi salah satu momen tepat yang akan membantu kita untuk memberinya pemahaman.

Perlihatkan padanya bentuk perut yang sudah mulai membesar, serta perubahan lain yang akan menjelaskan. Sebisa mungkin libatkan dia dalam setiap proses kehamilan yang anda jalani. Seperti ketika sedang melakukan check up rutin ke dokter kandungan hingga aktivitas ibu hamil lainnya. Untuk membantunya memahami lebih mudah, kita juga bisa menggunakan media lain sebagai alat. Mulai dari gambar-gambar ibu hamil, bayi yang baru lahir hingga ibu lain yang juga sedang hamil. Sesekali mintalah ia untuk mencoba merasakan pergerakan yang sedang terjadi dalam perut anda. Jelaskan pula bahwa di dalamnya sedang ada mahkluk hidup yang sama sepertinya dulu saat masih di kandungan.

Buatlah Dia Merasa Hebat Dengan Bertanggung Jawab Membantu Bunda Menyambut Kelahiran Bayi

pexels-photo-235243

Untuk kegiatan yang satu ini tentu akan jadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Karena anak seusianya tentu masih senang untuk hal-hal yang bersifat seperti permainan. Bawalah ia untuk turut serta dalam proses penyambutan anggota keluarga baru yang akan lahir. Mulai dari berbelanja keperluan bayi, hingga kegiatan menghias kamar untuk adiknya kelak. Biarkan ia berimajinasi untuk sesuatu yang akan dilakukannya, serta beri ia tanggung jawab untuk beberapa hal yang kelak akan jadi tugasnya. Misalnya “Kakak pilih ya warna apa yang cocok untuk adik?”. Tak hanya membuatnya senang karena diikutsertakan, ini jadi momen yang akan menjelaskan bahwa sebagai kakak ia bertanggung jawab atas beberapa hal yang dibutuhkan adiknya nanti.

Karena Sebentar Lagi Bunda Harus Membagi Perhatiannya, Ajari Dia Untuk Mulai Belajar Mandiri Sejak Dini

Sebagai seseorang yang akan menjadi kakak, dia memang sudah sepantasnya belajar mandiri sejak sekarang. Namun mandiri yang dimaksud disini bukanlah pekerjaan-pekerjaan berat yang selayaknya dilakukan orang dewasa ya! Ajak buah hati untuk mandiri pada hal-hal kecil yang biasa dia lakukan. Seperti menyimpan kembali mainan ketika sudah selesai bermain, atau menyimpan kembali buku bacaannya ke tempat semula.

Jika perlu Bunda bisa memberinya sebuah aturan yang menyenangkan. Contohnya jika anak berhasil melakukan kegiatan itu dengan baik, berarti dia sudah membantu dan berhak mendapat hadiah. Bukan bermaksud mengajari anak untuk melakukan sesuatu dengan imbalan, hal lain yang tentu ia dapatkan adalah pelajaran penting tentang arti sebuah usaha. Dengan begitu ia tahu bahwa untuk sesuatu yang mungkin sedang diinginkannya, ada usaha yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Tapi Jelaskan Pula Padanya, Kehadiran Sang Adik Tak Lantas Merebut Kasih Sayang Anda Sebagai Orangtua

Disatu sisi momen kelahiran adik ini memang sering dipandang sebagai sesuatu yang akan merebut kasih sayang orangtua darinya. Karena secara tak langsung kelahiran bayi di rumahnya memang membutuhkan perhatian khusus. Belum lagi kedatangan tamu saat adiknya lahir nanti, mau tak mau pada saat itu perhatian jadi terfokus pada adiknya saja.

Bersamaan dengan itu sang kakak akan merasa tersingkirkan, atau bahkan berpikir bahwa sang adik telah merebut semua miliknya. Nah disinilah peran serta kita sebagai orangtua sangat dibutuhkan, sebisa mungkin berilah pengertian padanya. Bahwa situasi saat itu memang menjadikan sang adik jadi fokus utama, tapi bukan berarti semua orang akan melupakannya. Katakan padanya bahwa kita akan tetap ada untuknya. Demi menghibur hatinya, jelaskan padanya bahwa dulu ketika ia lahir, hal itu juga terjadi padanya. Jadi dia tidak perlu iri atau merasa dilupakan. Penjelasan tersebut akan membantu untuk menenangkan hatinya.

Mengingat usianya yang masih anak-anak, memang tak akan mudah untuk memberinya pengertian akan kehadiran anggota baru dalam keluarga. Namun setidaknya beberapa cara di atas akan membantu anda untuk membuatnya lebih mudah mengerti dan menerima kehadiran adik kecilnya.

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menjadi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Pengusaha, Anak Tak Terbengkalai, Bisnis Pun Tetap Jalan. Begini Caranya!

women (2)

Bisa menyaksikan tumbuh kembang anak merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai bagi orangtua. Sayangnya tidak semua orangtua berkesempatan untuk merasakan hal itu. Kesibukan sehari-hari membuat kita sibuk dengan aktivitas pribadi. Hingga tanpa terasa, kita pun melewatkan momen tumbuh kembang buah hati.

Sebagian dari kita yang menjadi pengusaha, pasti pernah merasa kewalahan saat harus mengurus usaha dan anak pada waktu yang bersamaan. Dua hal yang sama-sama membutuhkan perhatian. Sebenarnya, bila kita mampu mengatur waktu maka mengurus anak sembari menjalankan usaha bukanlah hal yang mustahil. Untuk mewujudkan hal itu, Bunda hanya perlu melakukan 4 hal ini.

Bunda Bisa Memulainya Dengan Melakukan Manajemen Waktu Dan Membentuk Tim Yang Solid

Peranan manajemen waktu yang baik bagi bisnis adalah salah satu hal yang paling penting untuk mendukung kelancarannya, begitu pula dalam mendidik anak. Kita harus mampu menyeimbangkan waktu untuk menjalankan bisnis dan mengurus mereka, walau kadang akan ada  penolakan kecil yang mereka sampaikan.

Tidak perlu langsung memaksanya untuk memahami apa yang sedang anda jalani, pelan-pelan beri tahu mereka bahwa apa yang sedang anda geluti saat ini juga demi kebaikannya. Untuk menyiasati hal itu, ciptakan momen berkualitas saat bersama anak. Tak harus lama, yang penting anda bisa konsisten meluangkan waktu untuk anak setiap hari. Dengan begini bukan hanya bisnis saja yang berjalan lancar, anda pun tetap bisa menyaksikan tumbuh kembang buah hati.

Rancanglah Skema Kegiatan Yang Tetap Menghubungkan Anda Dengan Anak

Sesekali mungkin kita akan merasa khawatir dengan kegiatan anak disaat tidak bersama dengan orangtuanya. Untuk menyiasati hal itu, anda bisa mencoba memberikannya masukan terhadap kegiataan yang akan dilakukannya. Setelah sampai di rumah, anda bisa membahasnya bersama anak. Hal ini akan membuat anda selalu terhubung dengan anak walaupun disibukkan dengan aktivitas masing-masing.

Anda juga bisa memberi tugas untuk membaca sebuah buku yang sudah disiapkan untuknya. Pilihlan sebuah buku yang memang sesuai dengan usianya dan tentunya memiliki pesan moral yang baik. Lalu anda bisa meminta anak untuk menceritakan apa yang telah dibacanya tersebut. Memberikan ragam aktivitas lain yang tidak membosankan juga bisa dilakuakn. Selain buku, anda juga bisa memintanya untuk menonton film, memberikanya lagu, atau permainan baru yang bisa dilakukannya sendiri. Jangan lupa untuk memberikannya saran dan evaluasi yang membangun, serta apresiasi atas apa yang telah dikerjakannya ya Bun!

Tetap Ciptakan Komunikasi Yang Baik Dengannya Agar Mereka Merasa Bahwa Kesibukan Tak Membuat Anda Melupakannya

Didalam hubungan apa pun sepertinya komunikasi tetap menjadi hal yang penting. Hal itu juga berlaku dalam hubungan bisnis juga dalam hal mengurus anak. Jalinan komunikasi yang kita harus bangun dengan anak kadang tak  melulu harus secara intens yang mengharuskan kita bertatap muka secara langsung. Komunikasi pun bisa dilakukan lewat handphone jika kebetulan sedang tak bersama.

Memberikan beberapa pertanyaan seputar kegiatannya akan membuatnya lebih bersemangat dan merasa diperhatikan. Hal ini akan tetap membuat hubungan dan perhatian kita sebagai orangtua tercurah kepadanya. Meski  tidak sedang bersama, meraka tidak akan merasa sendirian atau jauh dari orangtua karena disela-sela kesibukan dan aktivitas kita masih bisa mencurahkan kasih sayang untuknya.

Tetap Berikan Pengawasan Yang Baik Untuk Semua Kegiatan Dan Perubahan Tumbuh Kembangnya

Aktivitas mengontrol dan memeriksa semua hal yang berhubungan langsung dalam bisnis yang anda jalani rasanya telah menjadi kewajiban. Namun hal itu juga berlaku saat mengurus anak. Kita harus memerhatikan semua kegiatan lengkap dengan berbagai sebab akibat yang akan ditimbulkan dari kegiatan yang dia lakukan. Pastikan apakah perubahan yang dia terima itu positif atau negatif.  Ketahui juga apakah dia memang benar menyukai hal tersebut atau malah sebaliknya. Kita bisa memberikan saran untuk segala kegiatannya, dengan begitu sang anak tetap merasa diperhatikan meski orangtuanya sibuk menjalankan usahanya.

Empat kiat di atas merupakan hal yang paling penting kita perhatikan ditengah-tengah kesibukan menjalankan kegiatan usaha dan kewajiban mengurus anak. Kunci utamanya adalah dengan tetap menyeimbangkan segala sesuatu sesuai kebutuhannya baik itu untuk kegiatan usaha maupun anak. Sebab momen tumbuh kembang anak tak akan lagi terulang, maka tak ada salahnya bila Bunda memprioritaskan kepentingan buah hati.

2 Comments

2 Comments

  1. Listi

    June 13, 2017 at 7:09 pm

    Sangat manfaat,semoga yg buat web ini,diberikan anak yg cerdas,soleh soleha

  2. Pingback: Kita Perlu Hati-Hati, Kebiasaan Dalam Mendidik Anak Ini Ternyata Malah Menjadikan Mereka Penakut | TEMBERANG - Media Pemberitaan Online Anak Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top