Kesehatan Ibu & Anak

Keterlambatan Si Kecil dalam Berjalan Tak Selalu Berarti Buruk

rsz_ismail-taibi-408252

Kemampuan si kecil dalam berjalan jadi salah satu indikasi dari tumbuh kembangnya. Namun bagaimana jika ternyata dia masih belum bisa berjalan saat anak-anak seusianya sudah berjalan?

Sebagai orangtua kita tentu menginginkan buah hati bisa berkembang dengan baik. Namun faktanya, perkembangan motorik khususnya kemampuan berjalan usia normal anak dapat berjalan sebenarnya berbeda-beda, mulai dari usia 9 hingga 18 bulan Bunda.

Brenda Nixon, seorang ahli parenting, pada salah satu jurnalnya pernah berkata bahwa “Jika seorang bayi belum bisa berjalan pada akhir usia 18 bulan, bisa jadi karena beberapa alasan, seperti: kurangnya kesempatan dan latihan, genetik, atau temperamen.”

Nah, agar Bunda tak terlalu khawatir, mari kita pahami masalah tersebut mulai dari sini!

Bunda Bisa Memulainya Dengan Kembali Mengingat Bagaimana Tumbuh Kembang Si Kecil Sejak Terlahir Ke Dunia

rsz_daniela-rey-357038

Setiap anak hadir dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya. Ini akan jadi sesuatu yang sangat wajar tentunya. Tapi sebagai orangtua, Bunda tak perlu terlalu cemas. Keresahan ini bisa kita atasi dengan pelan-pelan mencari solusi.

Coba ingat dulu, berapa usianya ketika anak sudah mampu duduk dengan tegak. Jika ternyata dulu si kecil juga mengalami keterlambatan motorik dalam kemampuan untuk duduk, hal ini tentu akan berpengaruh pada kemampuannya untuk berjalan.

Hal lain yang kerap mempengaruhinya, mungkin dikarenakan anak fokus mengembangkan diri pada kemampuan lain. Seperti kemampuan berbicara, mendengar, dan memerhatikan sekelilingnya.

Kemungkinan Si Kecil Memang Ada Kelainan Untuk Beberapa Penyakit Tertentu

rsz_1feliphe-schiarolli-420093

Beberapa anak lahir dengan cara yang tak biasa. Katakanlah si kecil mungkin lahir secara caesar dan prematur. Tak hanya pada masa awal kelahirannya saja, hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Coba Bunda ingat-ingat dulu apa saja hal-hal yang pernah si kecil derita. Seperti beberapa penyakit tertentu, hingga kelainan lain yang memang jadi salah satu penyebab tumbuh kembangnya menjadi tidak normal.

Dimana kelainan tersebut mempengaruhi kemampuan otot kakinya untuk menopang tubuhnya saat berdiri dan berjalan. Bunda hanya perlu paham apa yang sedang dialami si kecil, untuk kemudian bisa memberinya penanganan yang tepat.

Tapi Lingkungan Eksternal Juga Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

rsz_janko-ferlic-153521

Suatu kali si kecil sudah pernah menunjukkan kemampuannya untuk bisa berdiri dan kemudian berjalan. Tanpa disadari dia terjatuh hingga membuatnya terluka. Selain membuatnya merasakan sakit, kejadian tersebut kadang menimbulkan trauma baginya. Sehingga pada masa tertentu anak pun jadi belum ingin melakukan hal yang sama lagi.

Tak berhenti disitu saja, pemicu yang datang dari lingkungan bisa terjadi saat Bunda mengandungnya. Nutrisi dan kebutuhan gizi yang tak terpenuhi saat masa kehamilan, jadi salah satu hal yang berpengaruh pada kemampuan berjalannya.

Atau Untuk Saat Ini Dirinya Mungkin Masih Lebih Merasa Nyaman Jika Tetap Tengkurap

rsz_daniela-rey-357045

Keinginan si kecil sebenarnya jadi salah satu faktor yang paling berpengaruh untuk kemampuan berjalannya. Karena biar bagaimana pun, usaha dari luar akan menjadi tak efektif jika ternyata si kecil masih belum ingin berdiri dan berjalan. Tentu semuanya akan sia-sia saja.

Kadang kala, ada sosok anak yang nampaknya lebih suka berbaring, atau merangkak untuk menggerakkan tubuhnya. Karena dia hanya akan bangkit dan berdiri, jika dirasa sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya.

Tak ada yang bisa kita lakukan selain, tetap memberinya semangat dan pengertian untuk berjalan. Dan jangan lupa untuk tetap memberikan buah hati makanan serta nutrisi yang akan membantu tumbuh kembangnya.

Dan Sebagai Orangtua, Kita Jadi Pihak Yang Paling Bertanggung Jawab Untuk Menanganinya

pexels-photo-235243

Barangkali syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarafnya belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik belum terbentuk dengan sempurna. Meski teman sesuainya sudah mampu berjalan dan berlari, Bunda tak boleh menjadikan anak lain sebagai acuan. Karena setiap anak tentu berbeda. Wajar memang jika akan hal tersebut membuat kita khawatir dan was-was. Tapi tak perlu takut secara berlebihan.

Justru Bunda harus tetap mengawasi tumbuh kembanganya. Memberinya nutrisi yang cukup dengan porsi yang memang dia butuhkan. Sembari mulai mengajarinya untuk kembali berdiri dan melangkahkan kakinya.

Meski Begitu Biarkan Buah Hati Tumbuh Sesuai Dengan Keinginannya Ya Bun!

rsz_thiago-cerqueira-191866

Jangan dipakasa, dia akan berjalan jika sudah waktunya!

Meski kata-kata ini terdengar sangat pasrah, bukan berarti kita tak akan berusaha. Tapi cara terbaik untuk melatihnya memang dengan memberinya kebebasan memilih. Kapan anak akan mulai berdiri dan berjalan.

Ingat, dia hanyalah anak kecil yang masih belum tahu apa-apa. Bisa jadi menurutnya, berjalan bukanlah kewajiban. Disini peran kita sebagai orangtua dibutuhkan. Tetap berikan dirinya pengertian untuk hal-hal yang memang seharusnya dilakukanya.

Jika Bunda sudah tahu, apa yang memang menyebabkan si kecil delayed walking. Tentu tahu apa penanganan yang memang seharusnya dilakukan. Tetap berada di sampingnya untuk memberi dukungan dan stimulasi lewat makanan dan nutrisi. Bantu pula dia untuk menghilangkan keraguannya. Tetap Semangat Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Normal Jika Bayi Mendengkur? Ketahui Penyebab Dan Cara Mengatasinya Bun

adorable-21998_640

Pada umumnya mendengkur terjadi pada orang dewasa yang sedang tidur. Namun bagaimanakah jika seorang bayi tidur mendengkur? Ini tentu jadi pertanyaan tersendiri bagi para orangtua. Bahkan bisa saja hal ini membuat Bunda begitu cemas.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi saat bayi sedang mendengkur? Perlu Bunda ketahui bahwa suara-suara yang timbul saat bayi tertidur sebenarnya bukanlah sebuah dengkuran.

Belum Sempurnanya Sistem Pernafasan Pada Bayi Bisa Menjadi Penyebab Timbulnya Suara Mirip Dengkuran Tersebut

Suara mirip dengkuran itu terjadi karena belum sempurnanya sistem pernafasan pada bayi. Suara tersebut berasal dari selaput dan cairan yang berada di sekitar saluran pernafasan. Selaput dan cairan tersebut kemudian bergetar saat bayi sedang tertidur. Hal inilah yang menjadikan bayi seperti mendengkur saat dia sedang tidur Bun.

Namun Bunda tidak perlu khawatir karena biasanya suara tersebut akan hilang seiring dengan bertambahnya usia anak. biasanya ketika anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri maka secara otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Apa lagi saat gigi si kecil sudah mulai tumbuh, maka otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan pada masa itu tubuh si kecil telah memproduksi saliva dalam jumlah yang banyak.

Saat Bayi Mengeluarkan Suara Mirip Dengkuran Karena Saluran Pernafasannya Tersumbat Ingus, Atasi Dengan Nasal Aspirator dan NaCl Fisiologis 0,9% Bunda

Untuk mengatasi saluran pernafasan bayi yang tersumbat Bunda bisa menggunakan nasal aspirator atau penyedot ingus dan NaCl fisiologis yang bisa diperoleh di apotek. Bila ingus bayi padat, berikan NaCl fisiologis 0,9% dengan cara memasukkan sedikit bagian pipet yang telah terisi NaCl fisiologis 0,9% ke dalam hidung bayi, lalu teteskan dengan lembut. NaCl fisiologis 0,9% ini berfungsi untuk mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan Bun!

Setelah itu Bunda bisa memasukkan nasal aspirator khusus untuk bayi ke dalam hidung si kecil, tapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan, ujung karet yang berfungsi sebagai penyedot harus dalam keadaan ditekan, kemudian lepas perlahan saat sudah berada di dalam hidung. Lakukan dengan lembut agar hidung buah hati tak iritasi ya Bun! Bila Bunda menggunakan nasal aspirator terbaru, maka Bunda tinggal memasukkannya ke dalam hidung di kecil dengan lembut dan tekan tombol pelan-pelan.

Bunda Juga Bisa Menggunakan Uap Air Hangat

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi sumbatan pernafasan pada bayi adalah dengan menggunakan uap air hangat. Udara yang lembab akibat dari uap air panas akan bermanfaat untuk menghilangkan sumbatan pada hidung. Caranya ajaklah si kecil untuk berdiri di depan shower air hangat atau di dekat bak yang berisi air hangat. Lakukan cara ini setiap hari, terutama saat si kecil akan tidur.

Singkirkan Benda-benda Penyebab Alergi Dari Sekitar Si Kecil Agar Tak Menyumbat Saluran Pernafasannya

Benda-benda yang berdebu adalah salah satu faktor yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan pada bayi. Selain itu, bulu binatang juga bisa menyumbat  saluran pernafasan. Untuk itu, Bunda perlu menyingkirkan benda-benda yang dapat menyebabkan alergi agar tak menyumbat saluran pernafasan si kecil.

Bila Suara Mirip Dengkuran Itu Tak Kunjung Hilang Padahal Anak Sudah Bisa Menelan Ludahnya Sendiri, Maka Bunda Harus Segera Membawanya Ke Dokter

Mungkin Bunda bertanya-tanya sampai kapankah dengkuran tersebut akan terjadi? Pada saat anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri seharusnya suara mirip dengkuran itu sudah tak terjadi. Namun jika dengkuran anak tak juga kunjung reda juga, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Dokter akan mengecek saluran pernafasan bayi dan memastikan apakah benar ada sumbatan pada saluran pernafasannya atau tidak. Jika dianggap memerlukan penanganan khusus, maka dokter pun akan segera memberikan perawatan yang dibutuhkan untuk si kecil.

Setelah mengetahui tips untuk mengatasi bayi yang mendengkur, maka kini Bunda tidak perlu cemas lagi. Namun tetap amati suara tersebut dan kenali perbedaannya. Jika dengkuran tersebut hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia, maka suara seperti dengkuran tersebut adalah hal yang wajar. Tapi jika tak kunjung hilang, bahkan setelah si kecil bisa menelan ludahnya sendiri, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Para Ibu Perah dengan Aktivitas Pumping di Tempat Kerja

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, dengan kemarin ketika Bunda masih mengandung buah hati.

Untuk Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Dan salah satu hal yang cukup membuat resah, adalah kebutuhan si kecil akan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi Bunda tak perlu khawatir, keputusan memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama ini justru akan menjadi pengalaman yang luar biasa indah.

Hal yang Paling Utama, Bunda Harus Belajar Bagaimana Teknik Pumping yang Benar

rsz_tanja-heffner-252586

Menjadi ibu perah untuk anak bayi di rumah itu artinya Bunda harus tahu bagaimana proses pumping. Mulai dari bagaimana caranya untuk mengeluarkan ASI dengan alat pumping, hingga pada waktu kapan payudara kita akan menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik tentunya.

Demi menghindari hal yang mungkin menganggu, Bunda bisa latihan terlebih dahulu saat di rumah. Dengan begitu saat nanti sedang ada di kantor untuk bekerja, Bunda tak kerepotan untuk melakukannya.

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Memang sih tujuan Bunda berangkat ke kantor tentu untuk bekerja, namun kini telah ada kewajiban lain yang harus dilakukan. Nikmatnya menjadi seorang ibu, adalah ketika Bunda tak pernah merasa terbebani untuk melakukan beberapa hal untuk si kecil yang disayangi.

Rasanya tak ada alasan untuk bisa lupa, kecuali Bunda mungkin sedang dalam situasi yang darurat dan buru-buru. Karena satu hari tanpa melakukan pumping saat di kantor, tentu akan mengurangi stok ASI di rumah yang harusnya sudah bisa bertambah.

Mulai dari alat peras, botol higienis ASI, kain lap untuk membersihkan alat peras dan area payudara, hingga cold storage untuk menyimpan ASI.

Mulailah Beradaptasi pada Aktivitas Pumping dengan Melatih Diri Lebih Rileks

rsz_linkedin-sales-navigator-402819

Untuk pengalaman pertama, aktivitas pumping ini tidak akan mudah. Kita bisa saja merasa nervous, takut atau bahkan tiba-tiba malu. Padahal kita melakukannya seorang diri loh. Dan kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, juga memicu berhentinya produksi ASI.

Jadi Bunda harus memastikan diri sedang rileks, nyaman dan dalam keadaan senang atau bahagia saat akan melakukan pumping.

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan yang Benar-benar Nyaman

rsz_samantha-gades-367198

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk karyawati yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

Tak Berada di Rumah Bersamanya Itu Berarti Bunda Harus Bisa Mengatur Stok ASI Agar Cukup Untuknya

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

Suatu kali mungkin tanpa tahu apa sebabnya, si kecil tiba-tiba kehabisan stok ASI di rumah. Dan jelas, hal-hal seperti ini harusnya jadi tanggung jawab kita sebagai ibunya. Bukan dia yang menjaga anak di rumah.

Aktivitas memerah ASI umumnya bisa kita lakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika tidak bersama bayi. Kuncinya, Bunda memang harus disiplin dengan berusaha memerah ASI setidaknya 3 jam sekali dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk setiap payudara. Bunda pun perlu tahu jika frekuensi memerah akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

rsz_sean-roy-202825

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui  si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah.

Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Bagaimana Bun? Pernah merasakan perjuangan yang sama? Yuk share di kolom komentar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dilema Orangtua, Ketika Sang Anak yang Sudah Remaja Tiba-tiba Mogok Bicara

rsz_rachael-crowe-94002

Tak hanya saat buah hati masih bayi dan anak-anak saja, perubahan sikap anak ketika sudah beranjak dewasa nyatanya lebih menguras pikiran dan tenaga. Lalu tanpa tahu sebabnya, dia jadi lebih sering diam tanpa kata. Situasi ini tentu membuat orangtua bertanya-tanya.

Bila Bunda pikir memarahi atau menyuruhnya untuk berbicara akan menjadi sesuatu yang membantu, nampaknya Bunda harus melupakan hal itu. Seiring bertambah luasnya pengetahuan yang dia punya, kita memang harus bersiap dengan segala kemungkinan yang bisa saja dilakukan oleh anak. Lalu bagaimana upaya yang seharusnya Bunda lakukan untuk mengatasi situasi tersebut?

Hal Pertama Kali yang Harus Diketahui Bunda Adalah Penyebab Anak Mendadak Tak Mau Bersuara Sepanjang Waktu

rsz_pexels-photo-262103

Ada banyak hal yang kadang membuatnya diam, meski kita sendiri sebenarnya belum mengetahui penyebabnya secara pasti. Salah satunya bisa bermula dari beberapa aturan rumah yang Bunda buat.

Berpikir bahwa hal tersebut tak sesuai dengannya, dia kerap menunjukkan protes dengan diam dan tak mau bicara. Biar bagaimana pun dia mungkin sadar bahwa menentang orangtua bukanlah sikap yang baik.

Kemampuan untuk mendekati dan memintanya berterus terang akan memudahkan Bunda untuk mengetahui penyebabnya, dengan begitu kita jadi tahu tindakan mana yang harus dilakukan lebih dulu.

Membentaknya Agar Mau Bicara Bukanlah Pilihan Baik Bun, Justru Malah Bisa Jadi Bumerang

rsz_caroline-hernandez-315551

Bunda harus ingat, apa pun masalahnya, membentak anak tak akan memberikan solusi apa-apa. Ini justru akan jadi contoh buruk bagi dirinya. Bisa-bisa anak malah akan mengembalikan sikap yang kerap dia terima kepada kita di momen yang berbeda. Apa Bunda mau si kecil jadi sosok yang pembangkang? Tentu tidak kan?

Jangan menghadapinya dengan penuh emosi atau kemarahan yang tak berkesudahan. Cobalah beri buah hati pengertian, akan hal-hal yang nanti bisa terjadi jika dirinya masih terus diam. Disisi lain, Bunda juga harus adil padanya, dengan tak buru-buru menutup perdebatan kala dia sedang menyampaikan isi hatinya. Cobalah terima apa yang dikatakan anak dengan baik.

Lalu Pelan-pelan Beri Tahu Dia, Bahwa Tak Ada Masalah yang Akan Selesai Jika Dirinya Hanya Diam Saja

rsz_claudia-soraya-290053

Kesabaran dan kemampuan untuk bisa memberikan jawaban yang tepat, jadi sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang tua. Tak hanya ayahnya saja, akan tetapi ibunya juga. Meski dengan kondisi yang masih sedikit memberontak, biasanya hal-hal yang dibicarakan dengan lembut memudahkan kita untuk menyampaikan saran.

Bunda memang tak bisa berbuat banyak, karena hanya bisa bersabar sembari memberinya peringatan. Sampaikan pula, jika tak akan ada orang yang tahu isi hatinya jika dia sendiri tak mau buka suara.

Jika Dirasa Masih Kurang, Bantulah Anak Untuk Lebih Mengerti Bahwa Memang Ada Aturan yang Harus Ditaati

rsz_rachael-crowe-94002

Kadang kala situasi seperti ini merupakan fase perkembangan anak yang harus dilewati. Saat anak bertambah umur serta pengalaman, maka dia akan semakin mudah diajak berbicara dan bertukar pikiran. Termasuk saat dia tiba-tiba bersikap diam, hanya karena beberapa hal yang dirasanya tak sesuai dengan keadaaan.

Sosoknya sedang ingin jadi elang yang bebas. Melakukan banyak hal tanpa dilarang. Jadi wajar saja, jika pada beberapa kesempatan anak akan lebih banyak diam untuk menyuarakan protesnya. Dengan begitu, sebenarnya, perubahan sikap ini kadang memudahkan orang lain untuk membaca situasi hatinya.

Dan Untuk Mengembalikan Situasi Hatinya, Bunda Harus Tetap Bersikap Seperti Biasa

rsz_guillaume-de-germain-329206

Tidak hanya anak kecil saja yang butuh direngkuh untuk merasa tenang. Sosok yang kini sudah tumbuh remaja itu, juga berhak mendapatkan hal serupa Bun. Cobalah peluk dirinya, sembari Bunda menyampaikan hal-hal yang memang harus terjadi, dan yang tidak. Hal yang harus diutarakan atau pun mesti disimpan.

Ketenangan itu akan membantu dirinya untuk bisa membuka diri dan menyampaikan isi hati. Pelan-pelan dia akan sadar bahwa hal-hal yang memang tak sejalan dengan pikiran harus disampaikan bukan malah disimpan dalam hati.

Bunda mungkin merasa ini jadi tantangan berat sebagai orangtua. Disamping mesti sabar, kita memang tetap harus bisa menahan diri untuk tak berpikiran buruk terhadapnya. Percayalah Bun, saat ini si kecil hanya sedang butuh dimengerti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top