Parenting

Ketahui Rahasia Penting Tumbuh Kembang Anak Dari Sebuah Sentuhan

Merawat dan membesarkan anak rasanya sudah menjadi prioritas kita sebagai orangtua. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, perawatan tubuh yang didapatkannya hingga hal-hal lain yang akan membantu tumbuh kembangnya tak pernah luput dari perhatian orangtua. Dari begitu banyak hal yang bisa kita berikan kepadanya ada satu hal yang sebenarnya terlihat sederhana tapi memiliki manfaat luar biasa bagi si kecil, yaitu stimulasi dari sebuah sentuhan.

Bukan hanya ampuh untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Hal ini juga jadi isyarat cinta dan kasih sayang orangtua untuknya. Setiap satu sentuhan yang kita berikan akan memberikan ketenangan dan kesenangan baginya. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa, “Interaksi orangtua dengan anak tidak hanya penting untuk menjalin kedekatan tapi penting juga untuk perkembangan fisik dan sosialnya”. Hal ini tentu membuat kita semakin penasaran, apa saja hal baik apa yang sebenarnya bisa didapat dari sebuah sentuhan. Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, ulasan di bawah ini akan menjadi jawababnya.

Sebuah Sentuhan Dari Orangtua Mampu Menstimulasi Perkembangan Si Kecil

Ketika kita sudah membiasakan diri untuk memberikan si kecil sebuah sentuhan dengan rasa cinta, itu berarti kita telah membantunya untuk tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan yang kita berikan akan merangsang terbentuknya hormon pertumbuhan dan beberapa enzim tertentu yang berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dimana enzim tersebut akan memberikan rasa sensitif terhadap hormon pertumbuhan, serta mengoptimalkan setiap pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

Bukti nyata yang bisa kita lihat dari hebatnya sebuah sentuhan orangtua adalah kondisi bayi yang terlahir prematur. Untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat ia butuh banyak sentuhan terutama dari orangtuanya. Hal ini dipercaya akan meningkatkan berat badannya hingga 47% lebih cepat dibanding anak yang jarang mendapatkan sentuhan. Sentuhan dari orang tua  juga mampu memperkuat ikatan batin dengan anak.

Bahkan Mampu Menghantarkan Energi Positif Bagi Sikap Dan Perilaku Selama Tumbuh Kembangnya

Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa seorang anak yang dirawat dengan banyak sentuhan akan lebih mudah untuk diarahkan terutama dalam hal perilakunya. Tak hanya perilakunya, hal ini juga akan merambat kepada beberapa kebiasaan hidup anak. Mulai dari waktu sebelum tidur yang lebih mudah, karena kita tidak akan menjumpai kerewelan-kerewelan kecil darinya. Membuatnya mengerti akan sesuatu yang ingin kita sampaikan, contoh kecilnya ketika ia menangis lalu kita mengusap-usap tubuhnya, anak akan mengartikan itu sebagai perintah bahwa dirinya tidak boleh menangis lagi. Disamping karena rasa nyaman yang dimiliki, ia akan lebih merasa tenang dan bahagia. Ini adalah bukti nyata dari sebuah manfaat baik dari sebuah sentuhan. Kelak ia akan tumbuh sebagai anak yang mudah mengendalikan diri serta jadi pribadi yang hangat dan ramah pada sekelilingnya.

Sebuah Sentuhan Akan Membantu Anak Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Yang Dimilikinya Sejak Dini

Percaya diri adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua orang tak terkecuali si kecil. Kabar baiknya sentuhan dari orangtua ternyata bisa membantu anak untuk menemukan rasa percaya diri yang dimilikinya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) juga membenarkan hal ini. Katanya, “ Sentuhan ibu kepada si kecil mampu memberikan kenyamanan sekaligus membangun emosi antara orang tua dengan anak”. Jika selama ini masih ada beberapa ungkapan yang mengatakan, jika sentuhan hanya akan membuat anak manja. Kenyataan yang sebenarnya ternyata berbanding terbalik, justru ini jadi sesuatu yang akan membantu dirinya. Perlakuan yang diterimanya membuatnya merasa berharga, untuk itu ia akan tumbuh sebagai anak dengan rasa percaya diri yang kuat. Setiap sentuhan yang kita berikan pada si kecil itu artinya satu energi positif telah didapatkannya dari kita.

Pun Sentuhan Adalah Alat Penghantar Yang Akan Merangsang Perkembangan Otaknya

Menurut Dr. Nadja Reissland dari Jurusan Psikologi di Durham University, Inggris, ada lima langkah sentuhan yang akan membantu merangsang tumbuh kembang otak pada si kecil. Mulai dari menyentuh, menggendong, memeluk, mencium hingga memijatnya. Meski disampaikan dengan cara-cara yang berbeda tapi inilah cara menyentuh anak yang dianjurkan. Selain itu rasa nyaman yang telah diterima oleh si kecil akan membuatnya merasa lebih baik, perkembangan otaknya dapat lebih optimal karena minimnya produksi hormon kortisol. Suatu  hormon yang hanya akan diproduksi otak ketika seseorang merasa stres. Semakin tinggi produksi hormon kortisol  pada si kecil tentu akan berpengaruh buruk baginya. Bahkan bisa meningkatkan risiko terganggunya jaringan otak pada hippocampus atau bagian otak yang menyimpan ingatan. Itu berarti dirinya akan mengalami hambatan dalam menjalani proses belajar. Untuk itu banyak memberinya sentuhan akan membantu tumbuh kembang otaknya.

Menumbuhkan Ikatan Batin Yang Kuat Antara Orangtua Dengan Dirinya Adalah Kebaikan Yang Diperoleh Dari Sebuah Sentuhan

Memberikan sentuhan tak hanya memberi pengaruh baik pada anak, tapi juga untuk orangtuanya. Ikatan atau bonding yang terjalin selama bersentuhan akan menguatkan ikatan batin. Sebagai orangtua kita akan lebih mudah memahami satiap gerak dan bahasa tubuhnya. Mengerti ketika tidak menyukai sesuatu dan paham jika dirinya memang sedang ingin dekat dengan kita. Dari hal ini akan lahir komunikasi antara orangtua dan si kecil. Dengan kata lain kita akan jauh lebih sensitif untuk hal-hal yang dirasakan anak. Begitupula dengannya yang akan lebih responsif lagi untuk semua hal yang kita sampaikan. Saat komunikasi dan jalinan batin ini berjalan dengan baik, maka secara keseluruhan tumbuh kembangnya akan jauh lebih optimal.

Bukan hanya sentuhan dari orangtuanya, sesekali mintalah anggota keluarga yang lain untuk bersentuhan langsung dengan si kecil demi menumbuhkan ikatan batin yang jauh lebih kuat lagi. Sebuah sentuhan sederhana yang terlihat sepele ini nyatanya mampu memberikan manfaat luar biasa untuknya, hal ini akan menjadi benteng yang kokoh bagi dirinya ketika kelak tumbuh dewasa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Golongan Darah si Kecil Apa? Pahami si Kecil Berdasarkan Golongan Darahnya

michal-parzuchowski-224092-unsplash

Tanpa bisa kita hindari, setiap anak dicintakan dengan cara unik yang berbeda-beda. Bahkan meski si kecil adalah dua anak kembar, pasti ada satu-dua hal yang membedakan mereka berdua. Namun terlepas dari sikap berbeda dari setiap anak, golongan darah jadi sesuatu yang akan menggabungkan kemiripan mereka.

Yap, golongan darah disebut-sebut sebagai salah satu hal yang akan memudahkan kita untuk tahu bagaimana karakter setiap anak. Dari sini, kita akan bisa menemukan bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya, dan mengawasi tumbuh kembangnya sesuai dengan karakter aslinya.

Si Kecil yang Bergolongan Darah A

enis-yavuz-387710-unsplash

Dia yang memiliki golongan darah A kerap jadi anak manis yang jadi penurut baik. Anak yang memiliki golongan darah A, cenderung untuk memilih menghindari masalah yang mungkin akan membuatnya merasa terbebani. Jadi tak heran, jika ia akan mematuhi semua saran dan aturan yang bunda berikan.

Bahkan jika harus diminta mengalah, dengan senang hati akan ia lakukan. Selama itu jadi sesuatu yang benar. Anak ini mudah belajar sesuatu yang baru, dan senantiasa memegang teguh janji dan tugas yang mungkin kita beri. Tapi sejalan dengan itu, ia sedikit tidak berani. Nah, disinilah peran kita mungkin akan dibutuhkannya. Cobalah bunda berikan suntikan semangat untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya lebih besar. Sampaikan padanya, bahwa apapun bisa ia lakukan dengan baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah B

Berbanding terbalik dengan si kecil yang bergolongan darah A, anak yang memiliki golongan darah B, cenderung lebih aktif. Ia merasa gelisah jika harus dihadapkan dengan sesuatu yang itu-itu saja secara terus menerus. Dirinya juga dikenal mudah bosan, tapi juga tak pernah kehabisan akal untuk berkreasi sesuka hati.

ashton-bingham-113943-unsplash

Dirinya senang mencobai hal-hal baru, disaat bersamaan bunda mungkin bisa memberikannya wadah yang tepat untuk berkreasi. Jangan sibuk memberi aturan, karena biasanya itu akan dilanggar. Sebaliknya, kita hanya perlu mengawasinya dan memberikan arahan bagaiman bersikap yang benar. Tanpa terkesan sedang menuntunnya untuk mengikuti aturan yang kita buat.

Si Kecil dengan Golongan Darah AB

Sulit ditebak dan sedikit sulit untuk menentukan pilihan, jadi dua gambaran yang akan menunjukkan sikap asli dari anak bergolongan darah AB. Tak hanya itu saja, si kecil ini juga dikenal jadi sosok yang kritis dan idealis. Ia akan bersuara untuk menyatakan hal-hal yang tak ia suka, dan memberikan kita gambaran seperti apa yang ia mau.

jeshoots-com-357165-unsplash

Memang sih, bunda akan sedikit kesulitan dalam hal menghadapinya dirinya. Tapi kita bisa dengan mudah memahami dia ketika kita  mampu membebaskan ia dengan privasinya. Ia tak suka mengambil benda atau mainan orang lain, untuk itu pula ia tak suka ada orang yang mengusiknya. Tapi pelan-pelan, bunda bisa memberinya arahan. Jika berbagi dengan teman, adalah sesuatu yang baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah O

tina-floersch-39144-unsplash

Anak yang memiliki golongan darah ini, terbilang spesial. Karena selain terkenal sangat aktif sekali, ia juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan semua hal. Dan tak sampai disitu saja, sosoknya juga dipercaya mampu berbaur dengan mudah bersama orang baru.

Ia tak suka menyendiri, untuk itu ia akan merasa sangat senang setiap kali ada beberapa temannya yang datang bermain ke rumah. Tapi, ia terbilang cukup mudah terbawa emosi. Kadang-kadang kala ia akan melakukan sesuatu yang menurutnya menyenangkan. Tapi bunda jangan terlalu khawatirnya, karena kita hanya perlu memberinya pemahaman akan resiko yang akan didapatkan dari semua pilihan.

Berikan ia kebebasan untuk melakukan apapun, tapi ajari juga untuk bertanggung jawab untuk segala hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Pola Asuh yang Salah Bisa Membuat Buah Hati Rentan Alami Stres Lho, Bun

pexels-photo (2)

Masa tumbuh kembang buah hati adalah momen yang Bunda dambakan sejak si kecil masih dalam kandungan. Bunda ingin selalu memberikan yang terbaik, termasuk soal urusan pola asuh. Tentu hal ini sah-sah saja, Bun. Hanya saja, sudahkah Bunda rutin berkonsultasi pada dokter anak atau orangtua Bunda mengenai pola asuh yang Bunda terapkan? Terkhusus ibu baru, banyak mungkin yang membekali diri dengan membaca banyak buku parenting. Nyatanya, dalam penerapannya tak selalu berhasil. Alih-alih membuat si kecil merasa nyaman, yang ada pola asuh yang salah justru memicu stres.

Misalnya seperti kasus dimana seorang ibu menerapkan sistem BLW atau Baby Led Weaning pada anaknya. Kalau tak dilakukan dengan tepat, sistem BLW hanya akan membuat anak ‘sengsara’ lho, Bun. Atau mengajak si kecil terlibat dalam aktivitas orangtuanya. Bun, pertimbangkan lagi soal yang satu ini. Sebagai balita, mereka punya hak untuk beristirahat dan punya waktu mainnya sendiri, lho. Jangan lantaran alasan Bunda ingin mengenalkannya pada dunia, tapi membuat Bunda lupa ‘hak-hak’nya sebagai balita. Karena kalau haknya terenggut, jelas saja buah hati Bunda akan rentan stres.

Mengutip saran dari situs Kids Health, kalau si kecil sudah terlanjur merasa stres, bukan hanya pola asuh yang perlu diubah, tapi juga ada tips penanganan yang perlu Bunda lakukan, lho.

Ajak Si Kecil untuk Menarik Napas Panjang
child-children-girl-happy

Sama halnya dengan orang dewasa, anak kecil yang sedang mengalami stres atau merasa tertekan perlu dibimbing untuk menarik napas panjang. Bila stres datang, ajak si kecil duduk di tempat yang tenang, lalu tarik napas lewat hidung secara perlahan. Kemudian minta si kecil untuk menahan napas setidaknya selama lima detik. Lalu arahkan buah hati untuk menghembuskan lewat mulut secara perlahan. Lakukan hal ini selama lima kali dan biarkan si kecil merasakan sendiri ‘terapi’ yang bisa membuatnya jauh lebih lega.

Di Samping Itu, Bunda pun Perlu Membimbingnya untuk Rileks supaya Ototnya Tak Tegang
pexels-photo-122101 (1)

Saat stres, otot pada badan si kecil akan ikut menegang. Bila hal ini terjadi, ajari si kecil untuk mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menahannya selama 5 detik. Jika perlu, Bunda juga ikut mengepalkan tangan sambil menunjukkan ekspresi menahan. Kemudian, lepaskan kepalan dengan perlahan. Hal ini akan membimbingnya supaya jauh lebih rileks dan ototnya tidak tegang.

Menutup Mata dan Membayangkan Sesuatu yang Menyenangkan Juga Bisa Jadi Terapi Stres Lho, Bun

pexels-photo-755049

Coba Bunda ajak Si Kecil menutup matanya dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan, misalnya makan es krim atau bermain di tempat favoritnya. Saat membayangkan hal indah inilah tingkat stres pada si kecil akan berkurang dengan perlahan. Selanjutnya, giliran Bunda mengajaknya mengobrol baik-baik serta berusaha mengembalikan mood-nya seperti sedia kala ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Untuk Ibu Baru, Tak Usah Didengarkan kalau Dikomentari Soal Ini

newborn-baby-feet-basket-161534

Saat perempuan baru menyandang status sebagai seorang ibu, suasana hatinya akan rentan mengharu biru. Dirinya mau mengusahakan yang terbaik untuk bayinya. Tapi di lain waktu, ibu baru masih menghadapi perubahan hormon yang membuatnya jadi gampang baper. Karenanya, saat mendengar komentar orang lain, bukan tak mungkin seorang ibu baru akan jadi rentan tersinggung ‘kan, Bun?

Nah, khususnya untuk Bunda yang baru saja dianugerahi seorang buah hati, yuk Bun lebih baik maksimalkan waktu untuk memberi yang terbaik bagi buah hati. Kalaupun ada yang melontarkan komentar seperti yang di bawah ini, Bunda jangan patah semangat, ya!

Bila Ada yang Memberi Komentar Bayi Bunda Beruntusan, Jangan Diambil Pusing

pexels-photo-105890 (1)

Menurut seorang konsultan tumbuh kembang dari RSCM, dr Rini Sekartini, SpA(K), beruntusan pada bayi sebenarnya jerawat yang muncul lantaran adanya pengaruh hormon ibu dalam tubuh bayi. Lagi pula, beruntusan pada bayi itu normal lho, Bun. Kalaupun ada yang berkomentar demikian, jangan diambil pusing ya, Bun.

Si Kecil Sering Menangis dan Dikira Kekurangan ASI, Bunda Tak Perlu Panik

newborn-baby-feet-basket-161709

Saat sedang repot-repotnya menenangkan si kecil, tiba-tiba ada yang berkomentar kalau bayi Bunda terus-menerus menangis karena kurang ASI. Bunda tak perlu panik, bayi menangis tak melulu karena lapar, bisa jadi karena bosan, lelah, tak nyaman, atau sebagainya.

Atau coba Bunda perhatikan lagi popok si kecil. Kalau bayi kurang ASI, maka penggantian popoknya kurang dari enam hari sekali. Karena normalnya bayi akan membasahi popoknya 6-8 kali sehari. Tanda bayi kurang ASI juga bisa dilihat dari urinnya. Kalau warnanya kuning pekat, kemerahan bahkan berbau tajam, itu pertanda si kecil kurang ASI.

Ada yang Menyarankan agar Bayi Jangan Terus Digendong, Padahal Bayi Memang Membutuhkan Hal Tersebut

man-person-cute-young

Bila si kecil menangis, sebagai ibu tentu kita refleks mengangkat dan menggendongnya, kan? Tapi justru orang lain berkomentar untuk tidak menggendongnya terus menerus. Katanya ‘bau tangan’. Benarkah begitu?

Linh Nguyen England, MD, dokter spesialis anak di Miller Children’s & Women’s Hospital, Long Beach, California mengatakan kalau pendapat tersebut tak benar. Ia justru menganjurkan agar Bunda sering menggendongnya agar terjadi skin to skin contact dengan buah hati. Berada dalam gendongan orangtuanya adalah kebutuhan bayi agar ia dekat dengan orangtuanya. Bahkan pada bayi baru lahir, digendong bisa membuat mereka tenang.

Jika Ada yang Komentar Soal Ukuran atau Berat Badan Bayi, Abaikan Saja, Bun

baby-sleeping-baby-baby-girl

Namanya saja ibu baru, siapa yang tak sedih bila mendengar komentar perihal berat badan bayi yang dibilang kecil atau apa pun itu. Kendati benar adanya bahwa ada bayi yang terlahir kecil, sejatinya menegaskan ungkapan tersebut di depan orangtuanya adalah suatu hal yang menyakitkan. Untuk Bunda, harus berbesar hati ya, Bun. Bunda perlu tahu, seorang bayi dikatakan punya berat badan lahir rendah bila saat lahir beratnya kurang dari 2.500 gram.

Apalagi kalau Ada yang Berusaha Membandingkan Buah Hati Bunda dengan Bayi yang Lain, Bunda Tak Usah Gubris Komentar yang Seperti Itu

pexels-photo-428388

Rasanya tak ada seorang pun yang suka dibanding-bandingkan, ya Bun? Apalagi saat bayi kita dibandingkan dengan bayi lainnya dan ibunya sendiri yang mengutarakan kalau bayi Bunda tak jauh lebih baik dari bayinya. Cukup menyakitkan, lho.

Memang seringkali kita menemui orang yang merasa lebih tahu, padahal belum tentu tahu. Bunda tak usah ambil pusing dengan tipe ibu yang seperti ini. Yakini saja Bunda selalu bisa memberi yang terbaik untuk anak Bunda dengan menambah wawasan Bunda setiap harinya. Sebab faktanya pengetahuan akan sangat membantu Bunda mengurangi kecemasan lho, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top