Kesehatan Ibu & Anak

Ketahui Peyebab Alergi Pada Bayi Anda Dan Cara Mengatasinya!

alergi

Alergi sebenarnya merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang terhirup, tersentuh, tertelan atau disuntikkan. Alergi merupakan kondisi yang rentan dialami oleh bayi. Meski kerap kali dialami oleh bayi, kita sering kali masih merasa bingung dan merasa khawatir.

Alergi sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya alergi. Namun faktor makanan juga memiliki porsi yang cukup besar untuk menimbulkan alergi. Faktor lingkungan juga memiliki potensi untuk menyebabkan alergi, namun hal ini cenderung jarang terjadi pada bayi. Alergi karena lingkungan biasanya terjadi pada anak yang berumur 1,5 tahun keatas.

Kacang, susu, telur, karang dan ikan adalah jenis makanan yang paling sering menimbulkan alergi pada bayi. Sementara itu pada usia 18 bulan anak mulai menunjukkan reaksi terhadap benda-benda baik yang terdapat di dalam atau diluar ruangan. Tungau, serbuk sari, jamur dan debu bisa menghasilkan reaksi alergi pada bayi. Selain itu alergi pada bayi juga bisa disebabkan oleh gigitan serangga atau bahan kimia dan obat-obatan tertentu.

Gejala-gejala alergi sendiri dapat dikenali dari kulit yang memerah atau ruam, bengkak pada wajah, bibir dan lidah, gatal-gatal atau kulit terdapat bilur-bilur yang menyerupai bekas luka, muntah-muntah atau diare, batuk-batuk atau bersin-bersin dan susah bernapas.

Bila bayi anda mengalami gejala seperti itu, anda bisa menganalisa penyebabnya. Cara terbaik terbaik mengatasi alergi adalah dengan mengetahui penyebabnya. Begitu penyebabnya diketahui, anda bisa menjauhkan bayi anda dari sumber alergi tersebut.

Bila bayi anda alergi karena makanan, maka anda untuk sementara tidak memberikan makanan tersebut pada anak. Demi menghindarkan bayi dari alergi debu atau tungau, anda dapat secara rutin membersihkan tempat tidur, ruangan, mainan dan benda-benda miliknya. Pun jika alergi dengan hewan peliharaan, batasi kontak bayi dengan hewan tersebut. Hal ini juga berlaku bila bayi anda alergi dengan serbuk tanaman, hindarkan bayi anda dari sumber alergi tersebut. Meminimalisir membawa bayi ke ruang terbuku pun bisa anda lakukan. Bukankan kesehatan bayi yang paling utama?

Bila masih ragu penyebab alergi pada bayi anda, jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter. Dokter akan membantu anda untuk mengidentifikasi penyebab alergi buah hati. Bila alergi tak kunjung sembuh, biasanya dokter akan memberikan obat yang tepat untuk bayi anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top