Parenting

Kerap Tak Dianggap Masalah, Terbiasa Tidur Malam Ternyata Berpengaruh Buruk Pada Perkembangan Anak Bun

portrait-child-hands-57449

Membuat anak cepat tertidur itu memang susah ya Bun. Apalagi jika si kecil malah rentan rewel saat diajak ke tempat tidur. Kalau sudah begitu, pekerjaan sebagai ibu pun terasa sangat menguras tenaga. Tapi Bunda, tak boleh begitu saja menyerah. Karena menidurkan dan membuat anak punya jam tidur yang cukup itu banyak manfaatnya. Justru yang harus dihindari itu ketika si kecil sudah mulai terbiasa begadang.

Begadang dan terjaga berbeda makna ya Bun. Saat terjaga, ada kemungkinan rasa kantuk masih melekat padanya sehingga lebih mudah menidurkan si kecil. Namun jika ia menolak tidur pada waktu tidur yang Bunda tetapkan, kali ini Bunda pun harus memberinya pengertian mengenai risiko begadang.

Si Kecil Cenderung Mudah Berperilaku Agresif Jika Terbiasa Begadang Loh Bun!

sad

Bunda mungkin tak sadar, tapi anak yang terbiasa begadang umumnya akan mudah menunjukkan perilaku agresif. Saat tidur, baik anak-anak maupun orang dewasa akan mengeluarkan hormon endorphin yang membuat diri merasa nyaman dan bahagia. Tapi sebaliknya, jika anak-anak tidak mendapatkan jam tidur yang berkualitas, maka tubuhnya justru akan memproduksi hormon adrenalin. Hormon itulah yang membuat emosinya jadi tidak stabil dan cenderung emosional. Belum lagi lantaran dia harus menahan rasa kantuknya saat siang hari di sekolah.

Belum Lagi Akan Timbul Masalah dengan Perkembangan Kognitifnya, Hati-hati ya Bun!

pexels-photo-437747

Saat anak sudah mulai duduk di bangku sekolah, kebiasaan begadang bisa berpengaruh pada perkembangan kognitifnya. Mereka pasti akan sulit menjaga konsentrasi dan kesulitan untuk fokus pada materi pelajaran. Alhasil, pelajaran yang terserap pun minim karena fungsi otak tidak dapat bekerja maksimal. Jika sudah demikian, dampaknya akan terlihat pada rapor atau evaluasi hasil pembelajarannya.

Akibat Kurang Tidur, Daya Tahan Tubuhnya Akan Menurun Juga Loh Bun!

kid-girl-child-cute-160433

Kurang tidur tidak hanya mengganggu aktivitas dan kesehatan si kecil. Bunda perlu tahu, saat si kecil sibuk beraktivitas dengan tubuh yang tidak fit bahkan cenderung kelelahan, hal ini bisa membuat daya tahan tubuhnya semakin menurun. Bunda tahu kan, dengan kondisi yang demikian, si kecil akan lebih mudah terserang penyakit semisal flu, batuk, demam, dan sebagainya. Mulai sekarang, ingatkan si kecil agar tidak begadang ya Bun!

Karena Kurang Tidur, Bukan Tak Mungkin Si Kecil Akan Jadi Sosok yang Cenderung Menutup Diri. Ini Alasannya

anak takut

Bunda, anak yang kurang tidur akan memanfaatkan jam istirahat di sekolahnya untuk terlelap sementara. Hal ini yang akhirnya membuat mereka enggan bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya. Bahkan yang cukup krusial, ia akan melupakan jam makan dan memilih untuk tak melahap bekal buatan Bunda. Jika terus dibiarkan, mereka cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar.

Tapi yang Paling Penting, Bunda Perlu Tahu dan Menyadari Bahaya Kurang Tidur yang dapat Merusak Otaknya

pexels-photo-101523

Hal ini terungkap lewat sebuah penelitian kecil di University Hospital of Zurich, Swiss. Para peneliti mengamati pengaruh kurang tidur terhadap 13 anak berusia 5 sampai 12 tahun, dan mereka menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan waktu tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk, terdeteksi mengalami kerusakan otak secara keseluruhan, tak hanya bagian otak yang bertanggung jawab untuk daya ingat mereka.

Dalam penelitian itu, setelah durasi tidur anak-anak tersebut berkurang hingga setengahnya dari yang seharusnya mereka butuhkan sesuai usia mereka, terlihat kerusakan yang signifikan pada bagian belakang otak, yang berhubungan dengan gerakan yang direncanakan, penalaran ruang, dan fokus atau perhatian. Padahal, yang selama ini diketahui, kekurangan tidur berefek buruk bagi bagian depan otak. Meski begitu, baik anak-anak maupun orang dewasa sama-sama membutuhkan satu periode tidur lelap untuk dapat pulih setelah begadang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Mengeluh Karena Anaknya Suka Memukul, Ini yang Perlu Orangtua Pahami

Tidak sedikit orangtua yang mengeluh karena anaknya suka memukul kalau marah atau keinginannya tidak dituruti. Hal ini memang sebaiknya jangan terus dibiarkan agar tidak berkelanjutan hingga dia dewasa.

Anak usia satu tahun, mereka tidak tahu bahwa memukul berarti menyakiti orang lain.

Pada anak usia satu tahun, mereka tidak tahu bahwa memukul berarti menyakiti orang lain. Mungkin Anda akan melihat anak usia satu tahun akan memukul orang lain sambil tertawa.

Perilaku agresif seperti ini dianggap normal karena bagian dari perkembangan anak. Untunglah, perilaku agresif ini hanya sementara.

anakmemukulorangtuatertawa

Namun kebiasaan anak yang suka memukul  bukan hal yang lucu sehingga anda merespons dengan tertawa

Meski demikian, jangan menganggap perilaku agresif ini sebagai hal yang lucu sehingga Anda merespons dengan tertawa. Sebab dari sini si kecil bisa belajar bahwa memukul bisa membuat Anda tertawa.

Tangan dan gigi merupakan alat sosial pertama mereka, jadi wajar jika mereka belajar bagaimana menggunakannya sebagai respons atas apa yang mereka rasakan. Mereka juga ingin tahu reaksi apa yang terjadi jika mereka menggunakan ‘peralatan’ itu.

Jadi sah-sah saja balita Anda menggunakan ‘peralatannya’ tapi tetap tugas orang tua untuk mengajarkan bagaimana cara terbaik menggunakan ‘peralatan’ itu.

Sebagai orang tua, kita harus mengajari bahwa perilaku agresif tidak bisa diterima dan menujukan cara lain untuk mengekspresikan perasaannya

Meskipun ini bagian normal perkembangan balita usia 18-30 bulan, sebagai orang tua tentu Anda tidak boleh membiarkannya. Anak pun perlu belajar bahwa perilaku agresif tidak bisa diterima. Perlu juga Anda tunjukkan cara lain untuk mengekspresikan perasaannya.

Hati-hati, Perilaku agresif pada anak lebih cenderung muncul dalam kelompok

Perilaku agresif pada anak lebih cenderung muncul dalam kelompok. Sebab dalam sekelompok anak sangat memungkinkan dua balita yang memperebutkan mainan, yang mana hal ini bisa meningkat jadi perkelahian fisik.

Jika anak-anak berinteraksi dengan orang banyak, seperti di penitipan, memukul dan menggigit menjadi keterampilan sosial serta bagian dari naluri kelangsungan hidup mereka

Ketika si kecil memukul Anda atau orang lain, jangan lantas balas memukulnya

Jika Anda balas memukul anak, secara tidak langsung itu menegaskan bahwa tidak apa-apa memukul orang lain. Dengan balas memukul anak sebagai upaya menghukum, pada akhirnya hanya akan mengembangkan rasa takut pada anak. Memberikan ‘pelajaran’ pada anak melalui ketakutannya tidak akan berhasil.

Pada balita yang memahami bahwa memukul merupakan upaya pertahanan diri, saat mereka memukul anak lain, ada baiknya jauhkan dia sejenak dari situasi itu. Lalu berilah penjelasan bahwa memukul itu tidak diperbolehkan karena bisa menyakiti orang lain.

Jangan lupa mintalah maaf atas nama anak Anda pada anak yang dipukul

Pastikan si kecil mendengar Anda sedang minta maaf, agar dia bisa menarik pelajaran tentang empati. Bila anak sudah stabil emosinya, ajaklah juga untuk meminta maaf langsung.

Jika ada orang tua anak tersebut di tempat itu, sampaikan juga permintaan maaf dan katakan bahwa Anda sedang berupaya mengatasi perilaku agresif pada si kecil.

Berikan Pengertian dan Ajarkan Kominikasi

Jika anak memukul karena berebut mainan dengan kakak atau adiknya, sampaikan pengertian padanya, bahwa untuk mendapatkan giliran bermain bukan dengan memukul. Anda bisa mengeset waktu agar setiap anak mendapat giliran bermain.

Yang tak kalah penting, ajari anak berkomunikasi dengan baik. Ketika anak lebih mampu mengatakan apa yang dia inginkan dan menyampaikan apa yang dia rasakan, maka mereka akan lebih mampu mengontrol perilaku agresifnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top